w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan PENERAPAN PENGAJARAN REMEDIAL TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN IKATAN ION DAN IKATAN KOVALEN Bukhari . Program Studi Pendidikan Fisika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Abulyatama. Jl. Blang Bintang Lama Km 8,5 Lampoh Keude Aceh Besar, email: inamamuth_30@yahoo. Abstract: This study aimed to analyze whether the application of remedial teaching can be used to improve student learning outcomes on the subject of ionic and covalent The population in this study were all students of class XI SMAN Peukan Bada consisting of 2 classes with the use of first class as a sample, totaling 30 students. this study, the data collection instrument in the form of multiple-choice tests that have been tested for validity and reliability and awarded to students after the study material and the ionic bonding and covalent bonding after remedial teaching . emedial tes. The results of data analysis showed that the level of completeness of student learning outcomes in individuals with absorption of 70% is 30% while the level of data completeness outcomes after remedial teaching 61% that of the percentage is concluded that an increase in student learning outcomes from 30% to 61% . This result indicates that results for students after teaching remedial increased by 31%. Hypothesis testing is used to test the two parties namely the t-test with the following data thitung = 4. 09 and ttubel = 1. 699 at a significance level of 0. 05 and db = 29. Thus concluded that "the implementation of remedial teaching can be used to improve student learning outcomes in the subject of ionic and covalent bonding in class XI SMAN Peukan Bada Kata kunci : remedial teaching, diagnostic test and achievement test Keywords : Up to six keywords should also be included Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah penerapan pengajaran remedial dapat digunakan dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan ikatan ion dan ikatan kovalen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMAN Peukan Bada yang terdiri dari 2 kelas dengan menggunakan 1 kelas sebagai sampel, yang berjumlah 30 orang siswa. Dalam penelitian ini Instrumen pengumpul data berupa tes pilihan berganda yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya dan diberikan kepada siswa setelah mempelajari materi ikatan ion dan ikatan kovalen dan setelah pengajaran remedial . es remedia. Hasil analisis data diperoleh bahwa tingkat ketuntasan hasil belajar siswa secara individu dengan daya serap 70% adalah sebesar 30% sedangkan dari data tingkat ketuntasan hasil belajar setelah pengajaran remedial 61% sehingga dari presentase ini disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari 30% menjadi 61%. Hasil ini menandakan bahwa hasil belajar siswa setelah pengajaran remedial mengalami peningkatan sebesar 31%. Pengujian hipotesis digunakan uji dua pihak yaitu uji-t dengan data sebagai berikut thitung= 4,09 serta ttubel = 1,699 pada taraf signifikansi 0,05 dan db = 29. Dengan demikian disimpulkan bahwa Aupenerapan pengajaran remedial dapat digunakan dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan ikatan ion dan ikatan kovalen di kelas XI SMAN Peukan Bada. Kata kunci : pengajaran remedial, tes diagnostik, tes hasil belajar Volume 1. No. Januari 2017 w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan Pendidikan adalah tonggak utama dalam Untuk mengatasi kesulitan siswa dalam memajukan suatu bangsa. Bila mutu pendidikan belajar, salah satu metode yang dapat digunakan berkualitas, maka Sumber Daya Manusia (SDM) yaitu melalui pengajaran remedial yang bertujuan dari suatu bangsa akan turut berkualitas. Untuk untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Hal manajemen yang baik dari sektor pendidikan senada dikemukakan oleh makmum, . tersebut yang dimulai dari metode pengajaran, bahwa pengajaran remedial diartikan sebagai penyediaan sarana/prasarana serta teknis lainnya upaya guru untuk menciptakan suatu situasi yang yang menyangkut upaya peningkatan mutu memungkinkan individu atau kelompok siswa pendidikan (Harian Waspada, kamis 26 juli 2. tertentu yang mengalami kesulitan dalam belajar Menurut agar lebih mampu mengembangkan dirinya merupakan salah satu pelajaran tersulit bagi . eningkatkan kebanyakan siswa sekolah menengah. Kesulitan sehingga mencapai atau bahkan lebih melampaui mempelajari ilmu kimia ini terkait dengan ciri-ciri kriteria keberhasilan yang diharapkan. itu sendiri (Rusmanayah Langkah Nurdiniah, 2. Seperti yang disebutkan oleh Kean dan Midlecamp . , bahwa . sebagian mengindentifikasi penyebab kesulitan belajar dan besar ilmu kimia bersifat abstrak . ilmu kimia merupakan penyederhanaan dari yang sebenarnya mengetahui penyebab kesulitan belajar seperti . sifat ilmu kimia berurutan dan berkembang yang dinyatakan Mulyono . AuSebelum dengan cepat . ilmu kimia tidak hanya sekedar peneajaran remedial diberikan, guru lebih dahulu memacahkan soal-soal dan . bahan / materi yang perlu melakukan diagnosis kesulitan belajar yaitu dipelajari dalam ilmu kimia sangat banyak. menentukan jenis dan penyebab kesulitan serta Salah satu masalah yang banyak dihadapi saat alternatif strategi pengajaran remedial yang efektif ini adalah rendahnya kemampuan siswa dalam dan efesianAy. ilmu kimia. Hal ini tercermin dari rendahnya nilai Hasil perolehan siswa SMA dalam pelajaran ilmu kimia. pengajaran remedial dapat meningkatkan hasil Berdasarkan laporan hasil rayon Ujian Akhir belajar kimia siswa. Reynold . mengatakan Nasional (UAN) SMA Tahun pelajaran 2009/2010, bahwa rata-rata hasil belajar kimia siswa pada distribusi nilai siswa bidang studi kimia adalah 0- 50, 50 sebanyak 78,06% dan 5,51-10 sebanyak mengalami peningkatan hasil belajar setelah 21,94% dengan jumlah peserta sebanyak 11. dilakukan pengajaran remedial 35% dari hasil Hal ini disebabkan oleh kurangnya minat Peneliti lain yang dilakukan oleh Debora . pada pokok bahasan konsep mol . ttp://infouan,org/laphaswil/). Volume 1. No. Januari 2017 juga menujukkan hasil yang memuaskan dimana w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan didapatkan nilai reata-rata kelas sebelum remedial diakatakan valid isi apabila tujuan khusus tertentu adalah 51,20 % dan setelah remedial menjadi yang sejajar dengan materi atau isi pelajaran yang 80,3% . diberikan karena materi yang diajarkan tertera pada Yang menjadi permasalahan dalam penelitian kurikulumAy. Dalam ini adalah sebagai berikut : reliabelnya suatu tes yang diuji peneliti memakai Apakah penerapan pengajaran remedial baik digunakan dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan ikatan kimia? Validitas tes. Berapakah persentase peningkatan hasil belajar Untuk siswa setelah penerapan pengajaran remedial mengunakan rumus koefisien validitas sebagai pada konsep yang dilatihkan ? . TINJAUAN PUSTAKA Oo Tes diagnostik Dimana : Tes diagnotik menurut Arikunto . adalah Autes yang digunakan untuk mengetahui : koefisien validitas : Jumlah : skor item yang dicari validitasnya skor total (Arikunto, 2002:. kelemahan-kelemahan siswa sehingga berdasarkan kelemahan tersebut dapat dilakukan pemberian perlakuan yang tepatAy. Tes diagnostik yang dilakukan dapat dijadikan informasi kepada guru pada bagian mana saha dalam soal ikatan kimia Tes hasil belajar setelah remedial Untuk menguji realibitas tes digunakan rumus KR-20 yang belum dikuasai siswa. Tes Rehabilitas Tes pengejaran remedial. Tes ini berfungsi sebagai data untuk membandingikan apakah setelah dilakukan pengajaran remedial, hasil belajar kimia siswa yang diperoleh mengalami peningkatan dari sebelumnya atau bahkan mengalami penurunan. Sebelum tes diberikan kepada siswa , tes ini terlebih dahulu diuji cobakan kepada siswa lain ya ycI Oe ycyyc yaOe1 (Arikunto, 2002 . Dimana r11 = koefesien reliabilitas K = butir soal S2 = standar deviasi X = jumlah hasil perkalian antara p dan q p = proposi subjek yang menjawab benar q = proposi subjek yang menjawab salah . = 1-. Kriteria r11 > r total maka tes reliabel yang bukan bagian dari populasi. dalam penelitian ini, adapun tujuan diujicobakannya tes adalah Analisis data dilakukan dengan menyusun uintuk melihat validitas dan reliabilitas tes tersebut. secara sistematis data dari hasil tes yang dilakukan. Menurut Dari hasil tes tersebut dapat diamati pada bagian Arikunto Volume 1. No. Januari 2017 AuSebuah w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan mana saja dalam soal yang dirasakan sulit bagi 76%-85% : tingkat kemampuannya baik siswa, dalam mengerjakannya, sehingga dari data 60%-75% : tingkat kemampuan cukup yang ada, dapat dilakukan pengajaran remedial 55%-59% : tingkat kemampuan kurang pada bagian yang dianggap penting untuk : tingkat kemampuan kurang Dari sini dapat dilihat apakah hasil belajar kimia siswa setelah dilakukan pengajaran remedial mengalami peningkatan atau penurunan dari hasil sebelumnya. Untuk mengetahui nilai siswa dari tes yang diberikan dalam penelitian ini, dipergunakan Selanjutnya dilakukan uji hipotesis. Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji dua pihak dengan = 0,05, dengan mengunakan rumus sebagai berikut : ycIycu ycA1 ycu 100 (Purwanto. udjana, 2002:. Dimana S2 = Nilai yang diaharapkan . S1 = jumlah skor akhir siswa N = skor maksimum dari tes sd = Oo ycu ycuOe1 (Sudjana, 2002:. Untuk mencari persentase siswa yang gagal dalam setiap tes, dipakai rumus : persen siswa yang gagal = Jumlahsiswayanggagaldalamsetiapitem Jumlah setiap penelitian . = rata-rata hasil belajar = rata-rata patokan = standar deviasi = banyak sampel pengujian adalah : T < t1/2 dan T > 1/2, jika Thitung berada didaerah Pengolahan untuk mendapatkan hasil yang kritis maka Ho ditolak dan Ha diterima. Derajat dicapai siswa dalam tes secara keseluruhan ditinjau kebebasan untuk daftar distribusi t adalah db = N-1 dari persentase jawaban yang memuaskan, berlaku pada paraf signifikasi = 0,05 Setelah ycI PPH = ycA1 ycu 100 Dimana : PPH = persentase penilaian hasil S1 = jumlah skor akhir siswa N = jumlah skor maksimum tes Menurut Purwanto. N . PPH--). 86%-100%: tingkat kemampuan sangat baik Volume 1. No. Januari 2017 mengkatagorikan tingkat kemampuan siswa, langkah terakhir yang dilakukan adalah dengan menghitung ketuntasan, belajar siswa secara klasikal dengan rumus PKK = banyaksiswayangPPHOu65% x 100% . Banyaksubjekpenelitian Dimana: PKK = persentase ketuntasan klasikal (Ariana, 2006:. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan macam tes yaitu : tes diagnositik dan tes hasil METODE PENELITIAN Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh belajar setelah remedial. siswa kelas XI SMAN Peukan Bada, sedangkan sampelnya adalah sebanyak satu kelas yaitu XI-A untuk pengajaran remedial. Data Hasil Tes diagnotik Alat pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian adalah tes dalam bentuk tes Dalam penelitian ini akan dilakukan dua Tabel 1. Data Kesalahan Siswa dalam Tes Diagnotik Jawaban Kunci No. Siswa yang Salah Siswa Jawaban 1,4,13,20,29, 16,22,13,24 4,7,9,19 Kosong 4,5,18 1,3,6,9,19 10,12, 3,15,21,25,26 29,30 14,17,22 1,2,11,12,13, 16,20,21,25, 28,29,30 4,10,16,19,23 26,27,29 3,13,17,20,21 25,28,30 Kosong 11,19,30 6,10,20,21,22 23,24,25,27, 8,9,12, 2,13,16,24,26 HASIL DAN PEMBAHASAN 5,10,11,18,20 9,19,29 1,3,6,7,8,9,11 Bedasarkan hasil jawaban siswa, maka diperoleh data kesalahan siswa dalam tes diagnotik seperti terlihat dalam tabel berikut : Kriteria Kesalahan Siswa Kesalahan dalam memahami pembentukan anion dan Kesalahan dalam penggabungan anion dan kation. Kesalahan dalam membedakan atom berion Dengan atom netral Kesalahan dalam menentukan ikatan yang paling ionik Kesalahan dalam memahami konsep ikatan Ion Kesalahan dalam menghitung ikatan kovalen dalam molekul H6O3 Kesalahan dalam memahami konsep ikatan Kovalen Kesalahan dalam menghitung Jumlah Elektron bersama yang ada pada molekul O2 Kesalahan dalam memahami konsep Kepolaran suatu senyawa berdasarkan keelektronrgatifan Kesalahan dalam menentukan unsur yang tidak memenuhi kaidah oktet 112,14,17,21, 27,29,30 Volume 1. No. Januari 2017 w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan No. Siswa yang Salah 2,5,13,15,18, 20,23,24,26 3,22 11,19,30 24,29, 12,22 2,6,7,8,9,10 11,15,16,27, 28,30 15,30 3,5,6,7,10,12 14,17,18,21, 22,25,27,28, 3,10,12,21,22 25,28 2,6,13,16, 23,24, 8,9,11,30 1,4,5,12,15, 18,20,23,24, 26,29, 10,16 Jawaban Siswa Kunci Jawaban Kesalahan dalam memahami konsep ikatan Kovalen koordinasi Kesalahan dalam mengingat pengertian ikatan logam Kesalahan dalam menentukan jenis ikatan suatu senyawa Kesalahan dalam mengingat sifat-sifat Ikatan ion Kesalahan dalam memahami Konfigurasi elektron dan kesalahan dalam memahami konsep pelepasan dan pengikatan suatu elektron Dari data diagnotik siswa yang telah diperiksa diperoleh skor masing-masing siswa yang telah diubah menjadi nilai. Penskoran dan penilaiannya dapat dilihat pada hasilnya yang ditampilkan pada Tabel 2 berikut : Tabel 2. Tingkat Pencapaian Hasil. Belajar Siswa Pada Tes Diagnostik No. urut siswa Jumlah skor Volume 1. No. Januari 2017 Kriteria Kesalahan Siswa Nilai siswa No. urut siswa Jumlah skor Nilai siswa w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan Untuk mengetahui tingkat kemampuan setiap pengetahuan cukup dan 15 orang memiliki siswa, terlebih dahulu mengetahui berapa persen kemampuan kurang sekali. Bedasarkan tabel 4 dan kegagalan siswa dalam menjawab item yang perhitungan diperoleh tingkat ketuntasan belajar disajikan, persen kegagalan siswa dalam setiap secara klasikal pada tes diagnostic untuk kelas soal dapat ditampilkan pada Tabel 3 berikut : sample adalah 20%. Tabel 3. Persen Siswa yang Gagal dalam Setiap Item No. % siswa yang gagal Dan tabel 3 diatas dapat diketahui bahwa persen kegagalan tersebar siswa dalam menjawab item no. 10 dan 7 sebesar 80% dan 63%. Besarnya persentase kegagalan ini menandakan bahwa pada item 10 dan 7 dianggap siswa paling sulit sehingga dalam proses perbaikan dilakukan pengulangan pengajaran mengenai bahan yang berhubungan dengan item tersebut bagi seluruh Tabel 4 Tingkat Kemampuan Siswa Pada Tes Diagnostik No. % penilaian Tingkat hasil (PPH) Kurang sekali Cukup Kurang sekali Kurang sekali Cukup Cukup Cukup Cukup Kurang sekali Kurang sekali Kurang sekali Kurang sekali Cukup Cukup Cukup Kurang sekali Cukup Cukup Cukup Kurang sekali Kurang sekali Kurang sekali Cukup Kurang sekali Kurang sekali Cukup Cukup Cukup Kurang sekali Kurang sekali Untuk mengetahui item mana saja yang perlu diulang dalam pengajaran remedial dilihat dari persentase kegagalan terbesar, yaitu jika diatas 60% siswa gagal dalam menjawab suatu item, maka item tersebut yang akan diulang. Berdasarkan rumus persentase penilaian hasil belajar siswa pada tes diagnostik: Dari 30 subjek penelitian terdapat 15 orang siswa yang memiliki Volume 1. No. Januari 2017 w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan Data Hasil Tes Remedial Data hasil tes remedial disajikan dalam Tabel No. Urut Siswa % Penilaian Hasil . 5 berikut. Tabel 5. Tingkat Pencapaian Hasil Belajar Siswa Pada Tes Remedial No. Urut Jumlah Skor Nilai Siswa Siswa Siswa Tingkat Kemampuan Siswa Cukup Baik Baik Cukup Cukup Cukup Baik Baik sekali Cukup Baik Cukup Baik sekali Baik Cukup Cukup Cukup Baik sekali Baik Cukup Baik Kurang sekali Kurang sekali Cukup Cukup Dari 30 subjek penelitian terdapat 4 orang siswa yang memiliki kemampuan kurang sekali, 14 orang memiliki kemampuan cukup, 7 orang memiliki kemampuan baik, 5 orang lagi memiliki kemampuan sangat baik. Berdasarkan tabel 6 dan perhitungan yang ada, maka diperoleh ketuntasan belajar secara klasikal pada, tes remedial sebesar Bedasarkan rumus penentuan persentase Pada tes diagnostik tingkat ketuntasan hasil kemampuan siswa dan tingkat kemampuan siswa belajar siswa secara individu dengan daya serap Ou seperti terlihat dalam tabel berikut. 70% adalah sebesar 30%, hal ini menandakan Tabel 6 Tingkat Kemampuan Siswa Pada Tes Hasil Belajar Memedial No. Urut % Penilaian Tingkat Siswa Hasil . Kemampuan Siswa Cukup Baik Kurang sekali Cukup Cukup Baik bahwa pada tes diagnostik tingkat ketuntasan Volume 1. No. Januari 2017 siswa, dalam menguasai pokok bahasan ikatan kimia sangat rendah. Dari data tingkat ketuntasan hasil belajar siswa setelah remedial diperoleh siswa yang telah mencapai daya serap Ou 70% dengan 4 orang siswa yang memiliki kemampuan sangat baik, 7 orang w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan memiliki kemampuan baik dan 14 orang siswa DAFTAR PUSTAKA