Penerapan target costing sebagai pengendalian biaya produksi pada Usaha Mie Bakso Ojo Lali di Kota Bitung Eugenia Trixie Jayanti Moningka Corresponding author: eugeniamoningka064@student. Sam Ratulangi University - Indonesia Anneke Wangkar Sam Ratulangi University - Indonesia Sherly Pinatik Sam Ratulangi University - Indonesia DOI 58784/mbkk. Keywords target costing production cost JEL Classification D24 M41 Received 16 February 2025 Revised 1 March 2025 Accepted 5 March 2025 Published 6 March 2025 ABSTRACT Target costing is the most effective way to determine production costs. The company sets a target based on competitive market prices, allowing it to achieve the expected profit. This study set out to determine how to implement target costing as a control of production costs in the Ojo Lali Meatball Noodle business. Ojo Lali Meatball Noodle Business is a food production company located in Bitung Barat 1 Village. Maesa District. Bitung City. The results of the study are clear: after implementing target costing, the company calculated production costs at IDR 82,072,000 per month, while the target costing calculation showed IDR 73,539,000 per This has led to a significant increase in profits, rising from 25. 6% to 33. A2025 Eugenia Trixie Jayanti Moningka. Anneke Wangkar. Sherly Pinatik This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. Pendahuluan Perkembangan ekonomi di era globalisasi di Indonesia menciptakan persaingan yang semakin ketat dalam dunia usaha. Kemajuan teknologi turut mendorong keberagaman produk dan jasa, sementara konsumen menjadi lebih selektif dalam memilih produk yang berkualitas dengan harga yang kompetitif. Oleh karena itu, perusahaan dituntut untuk berinovasi dalam menciptakan produk yang tidak hanya berkualitas tetapi juga memiliki harga yang kompetitif agar tetap mampu bersaing di Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Salah satu tujuan utama perusahaan adalah memperoleh laba yang optimal. Untuk mencapainya, perusahaan perlu melakukan efisiensi dalam pengelolaan biaya produksi. Biaya produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik, memiliki peran penting dalam menentukan harga jual produk. Pengendalian biaya yang kurang efektif dapat menyebabkan pemborosan, yang pada akhirnya meningkatkan harga pokok produksi dan mengurangi daya saing Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengendalikan biaya produksi adalah target costing. Metode ini memungkinkan perusahaan untuk menentukan biaya produksi berdasarkan harga jual yang ditetapkan pasar dan margin keuntungan yang Target costing tidak hanya berfungsi sebagai alat pengendalian biaya, tetapi juga membantu dalam pengambilan keputusan strategis terkait efisiensi produksi (Idrawahyuni, et al. dan optimalisasi keuntungan (Dinda et al. , 2021. Oktalina. Saat ini, masih banyak usaha kecil dan menengah (UKM) yang menggunakan metode tradisional dalam menghitung biaya Hal ini dapat menyebabkan ketidakefisienan dalam penentuan harga pokok produksi dan berpotensi mengurangi profitabilitas usaha. Oleh karena itu, penerapan sistem akuntansi biaya yang lebih modern, seperti target costing menjadi penting untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan biaya produksi dan meningkatkan daya saing usaha. Tinjauan Akuntansi manajemen Menurut Azwari . , akuntansi adalah seni, proses, dan sistem informasi yang mencatat, mengukur, mengklasifikasikan, serta melaporkan informasi keuangan untuk pengambilan Siswanti et al. menyatakan bahwa akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mencatat, dan mengkomunikasikan hasil berupa laporan keuangan yang menggambarkan kondisi Alamsyahbana et al. mendefinisikan akuntansi manajemen sebagai sistem informasi yang hasilnya ditujukan untuk pihak internal organisasi, seperti manajer keuangan, produksi, dan pemasaran, untuk pengambilan keputusan. Syamil et al. menambahkan bahwa tujuan utama akuntansi manajemen adalah menyediakan informasi yang relevan dan akurat untuk mendukung pengambilan keputusan. Akuntansi biaya Waty et al. menjelaskan bahwa akuntansi biaya mengumpulkan, mengukur, dan menyajikan informasi tentang biaya yang dikeluarkan selama proses produksi. Suratminingsih et Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. menekankan bahwa tujuan utama akuntansi biaya adalah memberikan informasi akurat untuk pengambilan keputusan Menurut Purwanti . biaya adalah pengeluaran yang dikeluarkan selama jangka waktu tertentu untuk menghasilkan pendapatan, menjalankan bisnis, atau memperoleh keuntungan finansial lainnya. Biaya merujuk pada pengorbanan sumber daya ekonomi yang dikeluarkan, atau nilai ekonomi dari sumber daya yang digunakan, dalam suatu kegiatan atau proses Menurut Purwaji et al. biaya produksi, adalah biaya-biaya yang terkait dengan proses produksi, yaitu biaya-biaya yang timbul dalam pengolahan bahan menjadi produk jadi hingga produk tersebut siap untuk dijual. Biaya produksi memiliki tiga elemen: biaya bahan, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Menurut Mulyadi . , pengendalian biaya melibatkan penentuan biaya standar yang digunakan sebagai acuan. Yunita . menyatakan bahwa proses pengendalian biaya dilakukan dengan membandingkan hasil aktual dan anggaran untuk menilai efisiensi serta mengambil tindakan korektif jika Penentuan Harga Pokok Menurut Fauziyyah et al. untuk mencapai target laba yang diinginkan, manajemen perusahaan harus membuat langkahlangkah untuk mencapai target laba tersebut. Salah satu faktor penting dalam mencapai laba yaitu dengan melakukan perhitungan harga pokok produksi. Jika perhitungan harga pokok produksi tidak tepat, akan mengakibatkan penentuan harga jual produk yang tidak tepat. Harga pokok produksi adalah semua biaya langsung dan tidak langsung yang dikeluarkan suatu perusahaan untuk proses produksi sehingga barang atau jasa tersebut bisa dijual. Perusahaan harus menghitung harga pokok suatu barang karena sangat penting untuk pelaporan keuangan suatu perusahaan. Menurut Yunita . dalam penentuan harga pokok, biaya dihimpun menurut pekerjaan, bagian-bagian . , atau dirinci lagi menurut pusat-pusat biaya . ost pool. , produk-produk dan jasa-jasa. Target costing Firmansyah et al. menyebutkan bahwa target costing melibatkan perencanaan produk dan proses produksi agar produk dapat dihasilkan dengan biaya yang memungkinkan perusahaan mencapai keuntungan saat dijual pada harga pasar. Ayu et al. menambahkan bahwa target costing menetapkan biaya berdasarkan harga jual yang bersedia dibayar oleh konsumen. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Rumus target costing adalah sebagai berikut: Biaya target = Harga target - Laba target Proses target costing Menurut Suratminingsih el al. proses target costing adalah sebagai berikut: Penentuan harga jual target, berdasarkan analisis pasar dan pertimbangan strategi perusahaan, harga jual target ditetapkan untuk menjamin daya saing produk di pasar. Pengurangan dikurangkan dari harga jual target untuk menentukan biaya produksi yang diperbolehkan. Kalkulasi biaya produk aktual, biaya produksi aktual diperkirakan berdasarkan proses dan struktur biaya saat ini. Identifikasi dan analisis gap biaya, gap biaya diidentifikasi dengan membandingkan biaya produksi yang dapat diterima dengan biaya produksi sebenarnya, analisis ini menyoroti area di mana perusahaan perlu mengurangi biaya. Inisiatif pengurangan biaya, perusahaan berusaha untuk mengurangi biaya produksi aktual dan menjaganya tetap sesuai biaya yang dapat diterima melalui inisiatif seperti reengineering produk, efisiensi proses, dan negosiasi ulang dengan pemasok. Proses penetapan target costing Berikut proses penetapan target costing menurut Suratminingsih el al. Penetapan harga jual target, melakukan riset pasar untuk menentukan harga maksimum yang dapat diterima pelanggan, kemudian menyesuaikan harga tersebut berdasarkan strategi posisi pasar, dan target keuntungan. Penentuan target keuntungan, mengurangi target keuntungan yang diinginkan dari harga jual target untuk mendapatkan biaya yang diperbolehkan. Kalkulasi biaya produk saat ini, mengestimasi biaya produk saat ini berdasarkan proses, bahan, dan desain yang ada. Identifikasi gap biaya, membandingkan biaya yang diperbolehkan dengan biaya saat ini untuk mengidentifikasi selisih . ap biay. yang harus ditangani. Pengembangan rencana pengurangan biaya, mengidentifikasi inisiatif yang dapat mengurangi biaya, seperti perbaikan proses, perubahan desain, dan efisiensi material, kemudian melibatkan tim lintas fungsi untuk mengevaluasi dan menerapkan inisiatif pengurangan biaya tersebut. Implementasi pengurangan biaya dan memantau kemajuan terhadap target Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. biaya yang yang diperbolehkan, kemudian melakukan penyesuaian apabila terdapat penyimpangan dari target dan mengulangi proses jika diperlukan. Target costing mengutamakan kepuasan pelanggan dan pengendalian biaya internal dengan memastikan bahwa produk yang dikembangkan tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar, tetapi juga diproduksi dengan biaya yang memastikan keuntungan. Target costing sebagai pengendalian biaya. Menurut Suratminingsih el al. dengan menerapkan target costing, perusahaan dapat merespons perubahan kondisi pasar dengan lebih baik dan dapat mengendalikan biaya secara proaktif, sehingga meningkatkan profitabilitas, dan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang. Penerapan target costing dalam pengendalian biaya adalah sebagai berikut: Fokus pada desain produk, target costing mendorong integrasi antara pengembangan produk, proses desain, dan fungsi biaya untuk menghasilkan produk yang tidak hanya inovatif tetapi juga biaya efisien. Pengambilan keputusan berbasis tim, pendekatan memerlukan kerja tim lintas fungsi termasuk desain, produksi, pemasaran, dan akuntansi untuk secara kolektif mencapai target biaya. Continuous improvement, target costing mempromosikan budaya continuous improvement . di mana upaya berkelanjutan dilakukan untuk mengurangi biaya dan meningkatkan nilai. Keterlibatan pemasok, perusahaan seringkali melibatkan pemasok dalam proses target costing untuk mengidentifikasi dan menerapkan penghematan biaya di seluruh rantai pasokan. Metode Menurut Abubakar . penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang data-datanya berupa kata-kata, kalimat, artinya datanya tidak berbentuk angka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang dilakukan melalui wawancara dan observasi terhadap pemilik Usaha Mie Bakso Ojo Lali. Menurut Wibowo . data adalah keterangan tentang sesuatu baik berupa angka maupun kata-kata. Data dapat dijadikan dasar kajian jika benar dan nyata. Data diperoleh dari fakta-fakta yang ditemukan di lapangan dan sudah dinyatakan dalam angka atau kata yang menunjukkan tingkatan-tingkatan tertentu. Menurut Zafri & Hastuti . sumber data adalah segala sumber di mana peneliti mendapatkan data penelitian baik melalui wawancara, observasi, dokumen, dan lain-lain. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dengan melakukan wawancara langsung kepada pemilik Usaha Mie Bakso Ojo Lali dan pencatatan keuangan, dokumen-dokumen, serta arsip-arsip objek penelitian Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. yang ada kaitannya dengan penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan tahapan sebagai berikut: Pengumpulan data. Data terkait biaya produksi sebelum penerapan target costing dikumpulkan dan dianalisis. Pengelompokan Biaya berdasarkan jenis biaya, yaitu biaya bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Penentuan target Biaya-biaya produksi dianalisis menggunakan pendekatan target costing, di mana harga jual pasar dikurangi dengan target laba yang diharapkan. Rekayasa nilai . alue engineerin. Identifikasi peluang pengurangan biaya tanpa mengorbankan kualitas produk dilakukan melalui evaluasi bahan baku, proses produksi, dan efisiensi tenaga kerja. Penarikan kesimpulan. Hasil analisis dibandingkan dengan kondisi sebelum penerapan target costing untuk mengukur efektivitas metode ini dalam meningkatkan efisiensi biaya produksi dan profitabilitas usaha. Hasil dan Hasil Berdasarkan data yang diperoleh maka identifikasi biaya produksi selama satu bulan yaitu Agustus 2024. Tabel 1 menunjukkan total penjualan dari masing-masing produk per Tabel 1. Total penjualan produk Usaha Mie Bakso Ojo Lali bulan Agustus 2024 Harga per Unit Jenis Produk Penjualan Total (R. (R. Mie Bakso Tenes Mie Bakso Urat Mie Bakso Biasa Total Sumber: Usaha Mie Bakso Ojo Lali, 2024 Biaya produksi Biaya bahan baku langsung Tabel 2 menunjukkan biaya bahan baku langsung yang dihabiskan perusahaan untuk memproduksi Mie Bakso Tenes selama bulan Agustus 2024. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Tabel 2. Biaya bahan baku langsung Mie Bakso Tenes Nama Bahan Baku Kuantitas Daging Sapi 133 kg Tapioka 138 kg Masako Sapi 13 kg MSG 21 kg Garam 21 bks Gula 26,5 kg Mie Kuning 276 kg Daun Bawang 69 ikat Lada Hitam 6 bks Bawang Putih 26,5 kg Bihun 69 bks Minyak Goreng 11 ltr Tahu 14 ember Telur 730 butir Total Sumber: Usaha Mie Bakso Ojo Lali, 2024 Harga (R. Total per Bulan (R. Tabel 3 menunjukkan biaya bahan baku langsung yang dihabiskan perusahaan untuk memproduksi Mie Bakso Urat selama bulan Agustus 2024. Tabel 3. Biaya bahan baku langsung Mie Bakso Urat Nama Bahan Baku Kuantitas Daging Sapi 65 kg Tapioka 52 kg Masako Sapi 4 kg MSG 7 kg Garam 7 bks Gula 8,5 kg Mie Kuning 88 kg Daun Bawang 22 ikat Lada Hitam 2 bks Bawang Putih 8,5 kg Bihun 22 bks Minyak Goreng 3 ltr Tahu 3 ember Total Sumber: Usaha Mie Bakso Ojo Lali, 2024 Harga (R. Total per Bulan (R. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Tabel 4 menunjukkan biaya bahan baku langsung yang dihabiskan perusahaan untuk memproduksi Mie Bakso Biasa selama bulan Agustus 2024. Tabel 4. Biaya bahan baku langsung Mie Bakso Biasa Nama Bahan Baku Kuantitas Harga (R. Total per Bulan (R. Daging Sapi 62 kg Tapioka 70 kg Masako Sapi 7 kg MSG 12 kg Garam 12 bks Gula 15 kg Mie Kuning 156 kg Daun Bawang 39 ikat Lada Hitam 4 bks Bawang Putih 15 kg Bihun 39 bks Minyak Goreng 6 ltr Tahu 9 ember Total Sumber: Usaha Mie Bakso Ojo Lali, 2024 Biaya tenaga kerja langsung Tabel 5 menunjukkan biaya tenaga kerja langsung dari karyawan selama bulan Agustus 2024. Tabel 5. Biaya tenaga kerja langsung Total per Bulan (R. Jumlah Karyawan Biaya per Orang (R. Total per Hari (R. Jumlah Hari Kerja (R. Total per Hari x Jumlah HK 6 orang 26 hari Sumber. Usaha Mie Bakso Ojo Lali, 2024 Biaya overhead pabrik Tabel 6 menunjukkan total biaya overhead pabrik yang dikeluarkan perusahaan untuk satu bulan sebesar Rp 3. selama bulan Agustus 2024. Tabel 6. Biaya overhead pabrik Keterangan Listrik Tabung Gas LPG 12 kg Biaya Pemeliharaan Mesin Total Sumber: Usaha Mie Bakso Ojo Lali, 2024 Jumlah (R. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Pembahasan Perhitungan Biaya Produksi. Tabel 7 menunjukkan total biaya produksi yang diperlukan perusahaan untuk Mie Bakso Tenes. Mie Bakso Urat, dan Mie Bakso Biasa dalam sebulan. Tabel 7. Biaya produksi Mie Bakso Tenes. Mie Bakso Urat dan Mie Bakso Biasa Mie Bakso Mie Bakso Keterangan Tenes (R. Urat (R. Daging Sapi Tapioka Masako Sapi MSG Garam Gula Mie Kuning Daun Bawang Lada Hitam Bawang Putih Bihun Minyak Goreng Tahu Telur Total Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Total Biaya Tenaga Kerja Listrik Tabung Gas LPG 12 kg Pemeliharaan Mesin Total Biaya Overhead Pabrik Total Sumber: Data Olahan, 2024 Tabel 8 merupakan laporan laba rugi yang bisa digunakan Usaha Mie Bakso Ojo Lali sebelum penerapan target costing. Tabel 8. Laporan laba rugi sebelum penerapan target costing Usaha Mie Bakso Ojo Lali Laporan Laba Rugi Per 31 Agustus 2024 Penjualan HPP (Rp Laba Bersih Sumber: Data Olahan, 2024 Mie Bakso Biasa (R. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Berdasarkan laporan laba rugi dapat dilihat bahwa pada bulan Agustus 2024 perusahaan memperoleh laba sebesar Rp 28. atau sebesar 25,6% dengan perhitungan persentase sebagai berikut: Laba bersih x 100% = Rp 28. 000 x 100% Penjualan Rp 110. = 25,6% Penerapan Target Costing Analisis Harga Pasar Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan pihak Usaha Mie Bakso Ojo Lali, perusahaan menentukan harga jual yang tidak terlalu berbeda dengan harga perusahaan pesaing agar bisa menyesuaikan dengan harga yang kompetitif. Target Laba Jika dilihat dari laporan laba rugi yang dihitung sebelumnya, perusahaan ingin meningkatkan laba menjadi lebih dari 30% dari semula yang sebesar 25,6%. Menentukan Target Biaya (Target Costin. Target biaya dari produk dapat dihitung dengan perhitungan sebagai berikut: Target Costing = Target Selling price Ae Target Profit Margin . Perhitungan target costing untuk produk Mie Bakso Tenes Target biaya = Harga jual - Target laba = Rp 23. 000 - . % x Rp 23. = Rp 23. 000 - Rp 6. = Rp 16. Per produk = Rp 16. Per bulan = Rp 16. 100 x 2. 730 porsi = Rp 43. Perhitungan target costing untuk produk Mie Bakso Urat Target biaya = Harga jual - Target laba = Rp 23. 000 - . % x Rp 23. = Rp 23. 000 - Rp 6. = Rp 16. Per produk = Rp 16. Per bulan = Rp 16. 100 x 884 porsi = Rp 14. Perhitungan target costing untuk produk Mie Bakso Biasa Target biaya = Harga jual - Target laba = Rp 18. 000 - . % x Rp 18. = Rp 18. 000 - Rp 5. 400 = Rp 12. Per produk = Rp 12. Per bulan = Rp 12. 600 x 1. 508 porsi = Rp 19. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Melakukan Rekayasa Nilai (Value Engineerin. Perekayasaan nilai merupakan suatu aktivitas yang diperlukan untuk menganalisa apakah komponen-komponen dalam suatu produk dapat dikurangi biayanya tanpa mengurangi fungsi atau kualitas produk yang bersangkutan. Dalam hal ini peneliti melakukan diskusi dengan perusahaan mengenai komponen biaya yang dapat dikurangi. Berdasarkan dari hasil wawancara maka ditentukan komponen biaya yang dapat dikurangi perusahaan yaitu beberapa dari biaya bahan baku dapat diperoleh dari supplier yang berbeda dan beberapa bahan baku dapat diperoleh dari produk yang lebih murah tetapi memiliki kualitas yang sama dan lebih Tabel 9 menunjukkan biaya bahan baku Mie Bakso Tenes sebelum dan sesudah dilakukan rekayasa nilai. Tabel 9. Biaya bahan baku Mie Bakso Tenes sebelum dan sesudah rekayasa nilai Sebelum Rekayasa Nilai Sesudah Rekayasa Nilai Nama Bahan Kuantitas Harga Harga Baku per Bulan Total (R. Total (R. (R. (R. Daging Sapi 133 kg Tapioka 138 kg Masako Sapi 13 kg MSG 21 kg Garam 21 bks Gula 26,5 kg Mie Kuning 276 kg Daun Bawang 69 ikat Lada Hitam 1,5 kg Bawang Putih 26,5 kg Bihun 69 bks Minyak Goreng 11 ltr Tahu 14 ember Telur 730 butir Total Selisih Sumber: Data olahan, 2024 Tabel 10 menunjukkan biaya bahan baku Mie Bakso Urat sebelum dan sesudah dilakukan rekayasa nilai. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Tabel 10. Biaya bahan baku Mie Bakso Urat sebelum dan sesudah rekayasa nilai Sebelum Rekayasa Nilai Sesudah Rekayasa Nilai Nama Bahan Kuantitas Harga Harga Baku per Bulan Total (R. Total (R. (R. (R. Daging Sapi 65 kg Tapioka 52 kg Masako Sapi 4 kg MSG 7 kg Garam 7 bks Gula 8,5 kg Mie Kuning 88 kg Daun Bawang 22 ikat Lada Hitam 0,5 kg Bawang Putih 8,5 kg Bihun 22 bks 3 ltr 3 ember Minyak Goreng Tahu Total Selisih Sumber: Data olahan, 2024 Tabel 11 menunjukkan biaya bahan baku Mie Bakso Biasa sebelum dan sesudah dilakukan rekayasa nilai. Tabel 11. Biaya bahan baku Mie Bakso Biasa sebelum dan sesudah rekayasa nilai Sebelum Rekayasa Nilai Sesudah Rekayasa Nilai Nama Bahan Kuantitas Harga Harga Baku per Bulan Total (R. Total (R. (R. (R. Daging Sapi 62 kg Tapioka 70 kg Masako Sapi 7 kg MSG 12 kg Garam 12 bks Gula 15 kg Mie Kuning 156 kg Daun Bawang 39 ikat Lada Hitam 1 kg Bawang Putih 15 kg Bihun 39 bks 6 ltr 9 ember Minyak Goreng Tahu Total Selisih Sumber: Data olahan, 2024 Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Perbandingan sebelum dan sesudah penerapan target costing Tabel 12 menampilkan total biaya Mie Bakso Tenes sebelum dan sesudah diterapkannya target costing. Terjadi pengurangan biaya produksi sebesar Rp 4. Harga pokok produksi untuk per unitnya dapat berkurang dari Rp 16. 634 menjadi Rp 14. 910 di mana memenuhi target biaya yang telah ditentukan yaitu Rp 16. Tabel 12. Perbandingan biaya Mie Bakso Tenes sebelum dan sesudah penerapan target costing Jumlah Sebelum Jumlah Sesudah Keterangan Target Costing Target Costing Daging Sapi 000 Rp Tapioka Masako Sapi MSG Garam Gula Mie Kuning Daun Bawang Lada Hitam Bawang Putih Bihun Minyak Goreng Tahu Telur Listrik Tabung Gas LPG 12 kg Pemeliharaan Mesin Total Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Total Biaya Tenaga Kerja Total Biaya Overhead Pabrik Total Total Produksi HPP per Unit 730 porsi 730 porsi Sumber: Data olahan, 2024 Tabel 13 menampilkan total biaya Mie Bakso Urat sebelum dan sesudah diterapkannya target costing. Terjadi pengurangan biaya produksi sebesar Rp 1. Harga pokok produksi untuk per unitnya dapat berkurang dari Rp 17. 927 menjadi Rp 16. 034 di mana memenuhi target biaya yang telah ditentukan yaitu Rp 16. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Tabel 13. Perbandingan biaya Mie Bakso Urat sebelum dan sesudah penerapan target costing Jumlah Sebelum Jumlah Sesudah Keterangan Target Costing Target Costing Daging Sapi 000 Rp Tapioka Masako Sapi MSG Garam Gula Mie Kuning Daun Bawang Lada Hitam Bawang Putih Bihun Minyak Goreng Tahu Listrik Tabung Gas LPG 12 kg Pemeliharaan Mesin Total Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Total Biaya Tenaga Kerja Total Biaya Overhead Pabrik Total Total Produksi HPP per Unit 884 porsi 884 porsi Sumber: Data olahan, 2024 Tabel 14 menampilkan total biaya Mie Bakso Biasa sebelum dan sesudah diterapkannya target costing. Terjadi pengurangan biaya produksi sebesar Rp 2. Harga pokok produksi untuk per unitnya dapat berkurang dari Rp 13. 803 menjadi Rp 12. 374 di mana memenuhi target biaya yang telah ditentukan yaitu Rp 12. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Tabe l4. Perbandingan biaya Mie Bakso Biasa sebelum dan sesudah penerapan target Jumlah Sebelum Jumlah Sesudah Keterangan Target Costing Target Costing Daging Sapi 000 Rp Tapioka Masako Sapi MSG Garam Gula Mie Kuning Daun Bawang Lada Hitam Bawang Putih Bihun Minyak Goreng Tahu Listrik Tabung Gas LPG 12 kg Pemeliharaan Mesin Total Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Total Biaya Tenaga Kerja Total Biaya Overhead Pabrik Total Total Produksi HPP per Unit 508 porsi 508 porsi Sumber: Data Olahan, . Tabel 15 menunjukkan laporan laba rugi perusahaan sebelum dan sesudah diterapkannya target costing. Setelah penerapan target costing, biaya produksi menurun dari Rp 82. 000 menjadi Rp Laba meningkat dari 25,6% menjadi 33,3%. Tabel 15. Perbandingan laporan laba rugi sebelum dan sesudah penerapan target costing Usaha Mie Bakso Ojo Lali Laporan Laba Rugi Per 31 Agustus 2024 Sebelum Target Costing Sesudah Target Costing Penjualan HPP Laba Bersih Persentase Laba Rp 110. (Rp 82. Rp 28. 25,6% Rp 110. (Rp 73. Rp 36. 33,3% Sumber: Data olahan, 2024 Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka ditarik kesimpulan bahwa penerapan target costing pada Usaha Mie Bakso Ojo Lali dapat dilakukan oleh pihak usaha guna menekan biaya produksi dalam menghasilkan margin laba yang diharapkan serta dapat meningkatkan keuntungan bagi pihak usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan dapat menekan biaya produksi dari Rp 82. 000 sebelum diterapkan target costing dapat berkurang menjadi Rp 73. Dengan demikian berdampak pula pada kenaikan laba yang diperoleh perusahaan dari 25,6% sebelum diterapkan target costing naik menjadi 33,3% menunjukkan bahwa target laba yang diharapkan oleh pihak usaha lebih dari 30 % dapat tercapai. Penerapan target costing dapat menjadi acuan untuk Usaha Mie Bakso Ojo Lali dan usaha lainnya di Kota Bitung, terutama yang menghadapi tantangan kenaikan harga bahan baku, dengan fokus pada pengendalian biaya secara berkesinambungan. Peneliti berharap penelitian ini dapat memberikan solusi kepada Usaha Mie Bakso Ojo Lali untuk menekan biaya produksi tanpa mengurangi kualitas dari produk dengan cara melakukan evaluasi terhadap biaya bahan baku menggunakan metode target Rekomendasi bagi perusahaan adalah menerapkan target costing secara konsisten untuk menjaga efisiensi biaya dan peningkatan laba jangka panjang. Daftar Abubakar. Pengantar metodologi penelitian. SUKA-Press UIN Sunan Kalijaga. Alamsyahbana. Irawan. Zandra. Hendri. , & Armansyah. Akuntansi manajemen. CV Azka Pustaka. Ayu. Dewi. , & Dewi. Akuntansi UD Surya Grafika. Azwari. Pengantar akuntansi. Prenada Kencana. Dinda. Yulinartati. , & Maharani. Analisis penerapan target costing dalam upaya pengendalian biaya produksi pada CV Multi Bangunan. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains Humaniora, 5. , https://doi. org/10. 23887/jppsh. Fauziyyah. Irwansyah. Ersyafdi. Manurung. Sholihat, . Corrina. Suharmiyati. Nainggolan. Listya. Ahmadi. Bairizki. Hidayadi. Prabowo. Patiappon. , & Utami. Akuntansi biaya. Widina Bhakti Persada Bandung. Firmansyah. Susyeto. , & Saepuloh. Akuntansi manajemen: Informasi dan alternatif untuk pengambilan keputusan. PT. Bidara Cendekia Ilmu Nusantara. Idrawahyuni. Adil. Nasrun. Herianto. Analisis penerapan target costing sebagai sistem pengendalian biaya Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. produksi (Studi kasus pada UD. Winda Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selata. Equilibrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi. Manajemen Akuntansi, 9. , http://dx. org/10. 35906/je001. Mulyadi. Akuntansi biaya. UPP STIM YKPN. Oktalina. Andriyani. , & Widayanti. Penerapan Target Costing Sebagai Upaya Pengendalian Biaya Produksi Dalam Meningkatkan Laba. Jurnal IAKP: Jurnal Inovasi Akuntansi Keuangan Perpajakan, 5. , https://doi. org/10. 35314/iakp. Purwaji. Wibowo, & Muslim. Akuntansi biaya. Salemba Empat. Purwanti. Akuntansi manajemen. Salemba Empat. Siswanti. Setiadi, & Sibarani. Pengantar akuntansi. Nasya Expanding Management. Suratminingsih. Kannapadang. Lisdawati. , & Pangaribuan. Akuntansi biaya. PT Sonpedia Publishing Indonesia. Syamil. Anggraeni. Martini. Hermando. Rachmawati. Evi. , & Rusgowanto. Akuntansi manajemen: Konsep-konsep dasar akuntansi manajemen era digital. PT Sonpedia Publishing Indonesia. Waty. Yuliandhari. Waoma. Amalia. Suzan. Suzan. Rachmawati. Herawat. Novianty. Rachman. Lestari. Zalogo. , & Octavia. Akuntansi biaya: Konsep dasar dan penerapannya. PT Sonpedia Publishing Indonesia. Wibowo. Metodologi penelitian: Pegangan untuk menulis karya ilmiah. Insania. Yunita. Administrasi biaya. Universitas Terbuka. Zafri, & Hastuti. Metode penelitian pendidikan. Rajagrafindo Persada.