Jurnal Intek Akuakultur. Volume 7. Nomor 2. Tahun 2023. E-ISSN 2579-6291. Halaman 44-50 Kajian Biji Melon (Cucumis Mel. Sebagai Kandidat Bahan Baku Pakan Ikan Kiki Roidelindho1,3. Muh. Herjayanto2,3*. Ibnu Faisal2. Dodi Hermawan2,3. Mas Bayu Syamsunarno2,3 Program Studi Agroekoteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Program Studi Ilmu Perikanan. Fakultas Pertanian. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Pusat Unggulan Ipteks Inovasi Pangan Lokal Universitas Sultan Ageng Tirtayasa INFO NASKAH Kata Kunci: Asam amino. Bahan baku pakan. Biji melon. Komposisi proksimat Diterima : 11 Oktober 2023 Disetujui : 7 Desember 2023 ABSTRAK Suatu kajian dengan tujuan untuk mengevaluasi profil nutrien biji melon (Cucumis mel. sebagai kandidat bahan bahan baku pakan ikan telah dilakukan. Biji buah melon diambil dari pembuatan jus atau pengolahan buah melon yang terdapat di Kota Serang. Provinsi Banten. Biji melon dibuat tepung. Sebagian tepung biji melon diambil untuk penurunan kandungan lemaknya melalui metode hydraulic pressing pada suhu 30oC selama 120 menit. Sampel tepung biji melon yang tidak diolah dan diolah diambil untuk analisis kandungan proksimat dan profil asam amino. Hasil kajian menunjukkan buah melon memiliki rata 332,80A16,30 biji melon dengan berat rata-rata 8,52 A 0,16 g biji melon. Tepung biji melon mengandung 24,37% protein kasar, 30,48% lemak kasar, 15,03% serat kasar dan 3,94% abu. Bila kandungan lemak dikurangi menjadi 4,26%, kandungan protein meningkat hingga 40,89%. Biji melon memiliki kandungan asam amino esensial yang lengkap, namun kekurangan metionin dan triptofan. Hal ini menunjukkan bahwa biji melon berpotensi digunakan sumber protein dan minyak nabati untuk bahan baku pakan. Jl. Raya Palka KM 3 Sindangsari Pabuaran. Kabupaten Serang. Provinsi Banten. Telp 02543204321 *Email: herjayanto@untirta. Study on Melon Seeds Cucumis Melo as A Candidat of Fish Feed Ingredient Kiki Roidelindho1,3. Muh. Herjayanto2,3. Ibnu Faisal2. Dodi Hermawan2,3. Mas Bayu Syamsunarno2,3* Departement of Agroecotechnology. Faculty of Agriculture. University of Sultan Ageng Tirtayasa Department of Fisheries Science. Faculty of Agriculture. University of Sultan Ageng Tirtayasa Center of Excellence for Local Food Innovation Univeristy of Sultan Ageng Tirtayasa ARTICLE INFO ABSTRACT Keywords A study was conducted to evaluate the nutrient composition of melon (Cucumis mel. seeds as a candidate ingredient for fish feed. Seeds of melon fruit were taken from juice-making or melon fruit processing in Serang City. Banten Province. Melon seeds were floured. Some melon seed flour was reduced in fat content through the hydraulic pressing method at 30 for 120 minutes. Both processed and un-processed melon seed flour were taken out as the subject of proximate analysis and amino acid profile. The results showed that melon fruits had an average number of 332. 80 A 16. 30 melon seeds with an average weight of 8. 16 g melon seeds. Melon seed meal contains 24. 37% crude protein, 30. 48% crude fat, 03% crude fiber and 3. 94% ash. If the fat content is reduced to 4. 26%, the protein content increases to 40. Melon seeds contain essential amino acids but lack methionine and Melon seeds have the potential to be used as a source of protein and vegetable oil as feed ingredients. Amino acid. Feed ingredients. Melon seeds. Proximate composition Jl. Raya Palka KM 3 Sindangsari Pabuaran. Serang Regency. Banten Province. Telp 02543204321 *Email: herjayanto@untirta. Hak Cipta milik Jurnal Intek Akuakultur Attribution-NonCommercial 4. 0 International Jurnal Intek Akuakultur. Volume 7. Nomor 2. Tahun 2023. E-ISSN 2579-6291. Halaman 44-50 PENDAHULUAN Akuakultur merupakan salah satu sektor industri perikanan yang dalam beberapa dekade terakhir ini mengalami peningkatan produksinya dalam upaya pemenuhan pasokan ikan di dunia. Hampir sekitar 62% dari total produksi akuakultur ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan sumber protein pangan manusia (Kwasek et al. , 2. Indonesia merupakan salah satu produsen ikan terbesar di dunia, sehingga produksi dari sektor akuakultur terus dipacu dalam pemenuhan konsumsi ikan nasional dengan target produksinya sekitar 8,8 juta ton pada tahun 2024 (KKP, 2. Peningkatan produksi akuakultur tersebut membutuhkan pakan yang berkualitas dalam jumlah yang mencukupi secara berkelanjutan. Kenaikan harga pakan menjadi kendala utama untuk memenuhi kebutuhan pakan pada kegiatan akuakultur, khususnya budidaya ikan air tawar (Syamsunarno & Sunarno. Ketergantungan bahan baku impor seperti tepung ikan dan bungkil kedelai dalam pemenuhan protein pada formula pakan akan mempengaruhi harga pakan. Peningkatan harga pakan akan mendorong peningkatan biaya produksi yang selanjutnya akan mengancam keberlanjutan usaha budidaya, karena hampir 70% biaya produksi berasal dari pakan (Sunarno et al. , 2. Oleh karena itu, perlu mencari alternatif bahan baku pakan untuk menggantikan peranan bahan baku tersebut. Limbah dari buah-buahan dapat dijadikan sebagai bahan baku pakan karena hampir 40% terbuang setelah dikonsumsi (Adedeji, 2. dan menjadi solusi dalam menurunkan biaya produksi pakan (Sulaiman et al. , 2. Buah melon (Cucumis melo L) termasuk ke dalam famili Cucurbitaceae dan dibudidayakan pada daerah tropis. Produksi melon di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 381,77 ton dengan tingkat konsumsi melon per kapita berkisar antara 0,42-0,50 kg per kapita (BPS 2. Biji melon merupakan bagian yang belum termanfaatkan dengan baik. Buah melon tersebut mempunyai 3,4-7,0% biji (Rico et al. , 2. , mengandung 25% protein, 25% lemak, 2,4% abu, 23,3% serat kasar serta dapat digunakan sebagai antioksidan, anti inflamasi dan anti-mikroba (Khalid et al. , 2. Selcuk & Yilmaz . menambahkan biji melon dapat dijadikan sebagai bahan aditif serta bahan baku pakan ternak dan unggas. Berdasarkan kandungan kelimpahan dan kandungan nutriennya, biji melon telah masuk dalam persyaratan bahan bahan baku pakan ikan. Berdasarkan kandungan kelimpahan dan kandungan nutriennya, biji melon telah masuk dalam persyaratan bahan bahan baku pakan ikan. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi profil nutrien biji melon (Cucumis mel. sebagai kandidat bahan bahan baku pakan ikan. BAHAN DAN METODE Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Agroekoteknologi dan Budidaya Perairan Fakultas Pertanian. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Sebanyak 5 kg buah melon didapatkan dari pembuatan jus atau pengolahan buahan melon yang terdapat di Kota Serang. Provinsi Banten. Buah melon dipotong dan dipisah antara biji serta bagian lainnya. Biji melon dicuci bersih menggunakan air mengalir lalu dikeringkan dalam suhu ruangan. Sebagian dari biji melon tersebut digunakan untuk pengeluaran kandungan lemaknya . menggunakan metode hydraulic pressing pada suhu 30AC selama 2 jam, dan sebagian lagi tidak dikeluarkan minyaknya . idak diola. Kedua bentuk olahan tersebut ditepung menggunakan mesin penepung dan disaring untuk mendapatkan ukuran yang seragam. Kedua tepung tersebut disimpan dalam plastik Hak Cipta milik Jurnal Intek Akuakultur Attribution-NonCommercial 4. 0 International Jurnal Intek Akuakultur. Volume 7. Nomor 2. Tahun 2023. E-ISSN 2579-6291. Halaman 44-50 berlabel dan diambil sampelnya untuk analisis proksimat berupa protein . etode Kjedah. , lemak . etode Soxle. , abu . etode pemanasan melalui tanur pada suhu 400-600oC), serat kasar . etode pelarutan asam dan basa serta pemanasa. , air . etode pemanasan oven pada suhu 110-115 oC), dan asam amino . etode HPLC) berdasarkan prosedur AOAC . Data yang telah didapatkan disajikan dalam bentuk grafik dan tabel serta dianalisis secara HASIL DAN PEMBAHASAN Buah melon banyak dikonsumsi oleh masyarakat dan menghasilkan limbah yang dapat menimbulkan masalah lingkungan. Rico et al. melaporkan melaporkan pemanfaatan buah melon yang dikonsumsi adalah 52-65% dan sisanya berupa biji dan kulit Biji melon menjadi by product dari buah melon yang belum termanfaatkan secara optimal karena viabilitasnya yang rendah. Hal ini disebabkan karena belum optimalnya pascapanen buah melon yang mengakibatkan sering ditemukan biji melon yang bernas dan masih memiliki kadar air yang tinggi sehingga belum siap untuk ditanam kembali (Fajrina & Kuswanto, 2. Hasil penelitian menunjukkan jumlah biji melon per 1 kg buah melon bervariasi, yaitu 305-340 biji melon dengan rata-ratanya 332,80A16,30 biji melon (Gambar . dan bobot ratarata biji melon berkisar 8,52 A 0,16 g/300 biji melon. Laratta et al. menyatakan setiap buah melon berisi 200-600 biji, tergantung dari besar kecilnya ukuran buah. Maulidah & Ashari . menambahkan ukuran biji semakin berat saat mencapai masak fisiologis dan kemudian menjadi ringan seiring dengan bertambahnya tingkat kematangan pada buah. Jumlah biji melon Ulangan Gambar 1. Jumlah biji melon per 1 kg buah melon Tabel 1 memuat komposisi proksimat tepung biji melon yang diolah dan tidak diolah. Kandungan protein dan lemak pada tepung biji melon sebelum diolah masing-masing adalah 24,37% dan 30,48%. Biji melon berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan baku pakan ikan, namun memiliki kandungan lemak yang tinggi (Fall et al. , 2. Lemak yang tinggi menyebabkan bahan baku dan atau pakan cepat tengik yang berdampak negatif terhadap Hak Cipta milik Jurnal Intek Akuakultur Attribution-NonCommercial 4. 0 International Jurnal Intek Akuakultur. Volume 7. Nomor 2. Tahun 2023. E-ISSN 2579-6291. Halaman 44-50 pertumbuhan ikan (Oluodo et al. , 2018. Sharma et al. , 2. sehingga perlu dilakukan penurunan kandungan lemak tersebut. Tabel 1. Hasil analisis proksimat tepung biji melon tidak diolah dan diolah . alam % berat Tepung Biji Melon Tidak diolah Diolah 6,41 4,32 24,37 40,89 30,48 4,26 3,94 3,21 15,03 16,57 19,77 30,75 100,00 100,00 Kandungan proksimat (%) Air Protein kasar Lemak kasar Abu Serat kasar Bahan ekstrak tanpa nitrogen Total Dalam penelitian ini, pengolahan biji melon melalui hydraulic pressing terjadi peningkatan kandungan protein sebesar 40,89% dan menurunkan kandungan lemak hingga 4,26%. Metode hydraulic pressing merupakan suatu metode yang efisien dalam menurunkan kadar lemak, yaitu hingga 30-45% (Kushayadi et al. , 2. serta dapat meningkatkan kandungan protein pada bahan baku nabati (Syamsunarno & Sunarno, 2. Putra et al. menambahkan kandungan nutrien protein dapat ditingkatkan dengan cara mengurangi atau menghilangkan komponen-komponen non-protein lain yang larut. Minyak yang diperoleh dari hasil pengolahan tepung biji melon diduga berpotensi sebagai sumber minyak nabati. Minyak biji melon mengandung asam lemak oleat (C18:1n-. , linoleat (C18:2n-. dan linolenat (C18:3n-. sebesar 28,06%, 52,02% dan 3,69% (Selcuk & Yilmaz. Tabel 2. Komposisi asam amino esensial tepung biji melon yang diolah dan tidak diolah (%) Asam amino esensial Isoleusin Leusin Lisin Metionin Fenilalanin Threonin Valin Arginin Histidin Tepung Biji Melon Tidak diolah 3,40 7,43 2,82 0,71 5,09 3,70 5,01 13,37 2,11 0,99 Diolah 3,78 7,51 3,23 0,95 6,12 4,11 6,06 15,58 4,64 1,01 Asam amino merupakan salah satu penentu kualitas protein dari bahan baku pakan. Tepung biji melon memiliki kandungan asam amino esensial yang dibutuhkan oleh ikan tetapi kandungan asam amino metionin dan triptofan yang rendah, masing-masing yaitu 0,71% dan 0,99% (Tabel . Setelah dikeluarkan minyaknya, asam amino esensial biji melon mengalami peningkatan. Biji melon memiliki kandungan asam amino esensial seperti arginin, leusin, fenilalanin, dan valin yang tinggi, serta memiliki asam amino pembatas berupa metionin dan lisin (Laratta et al. , 2022. Silva et al. , 2. Oleh karena itu. Hak Cipta milik Jurnal Intek Akuakultur Attribution-NonCommercial 4. 0 International Jurnal Intek Akuakultur. Volume 7. Nomor 2. Tahun 2023. E-ISSN 2579-6291. Halaman 44-50 penggunaan biji melon dalam formula pakan perlu ditambahkan lagi asam amino agar mendekati kebutuhan ikan akan asam amino esensial (Hodar et al. , 2020. NRC, 2. Babale . melaporkan penambahan asam amino methionine dan lysine diperlukan dalam formula pakan ikan lele berbasis tepung bungkil biji semangka. Biji melon yang diolah dan tidak diolah mengandung serat kasar yang cukup tinggi, masing-masing yaitu 16,57% dan 15,03% (Tabel . Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini lebih rendah bila dibandingkan penelitian lainnya, yaitu 35,48% . a Cunha et al. , 2. dan 33,94% (Raji & Orelaja, 2. Perbedaan hasil yang diperoleh diduga perbedaan varietas melon yang digunakan dan perbedaan geografi (Karaye et al. , 2. Tingginya serat kasar pada biji melon merupakan penghambat penggunaannya sebagai bahan baku pakan ikan. Kandungan serat kasar pada pakan sebaiknya kurang dari 8% (NRC, 2. Selain itu, biji melon mengandung zat anti nutrien antara lain asam fitat, tanin, oksalat dan asam sianida (Abiola & Ekunrin, 2. yang dapat mengganggu penyerapan nutrien dan metabolisme pada ikan. Sehingga perlu menurunkan zat anti nutrien dan serat kasar agar dalam pemanfaatan biji melon lebih optimal melalui proses penjemuran atau perendaman (Syamsunarno & Sunarno, 2. serta fermentasi (Putra et al. , 2020. dan hidrolisis rumen (Putra et al. , 2020. KESIMPULAN Buah melon mempunyai 305-340 biji melon dengan berat rata-rata 8,52 A 0,16 g. Biji melon mengandung 24,37% protein, 30,48% lemak dan 15,03% serat kasar serta 10 asam amino esensial, namun kandungan metionin dan triptofan relatif rendah. Metode hydraulic pressing dapat menurunkan sekitar 85% lemak dan meningkatkan sekitar 68% protein biji Hal ini menunjukkan bahwa biji melon berpotensi digunakan sumber protein dan minyak nabati untuk bahan baku pakan. UCAPAN TERIMAKASIH