Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Barokah dkk. , 2025 STRATEGI PENINGKATAN KAPASITAS PETANI MILENIAL MENGHADAPI FENOMENA AGING FARMER DI KECAMATAN CIAMIS KABUPATEN CIAMIS Amelia Nur Barokah. D Yadi Heryadi. Octaviana Helbawanti* Fakultas Pertanian. Jurusan Agribisnis. Universitas Siliwangi. Jl. Mugarsari. Kec. Tamansari. Kota Tasik. Tasikmalaya. Jawa Barat 46196. Telp . Indonesia *corresponding author : email:octaviana@unsil. * Received for review April 23, 2025 Accepted for publication May 30, 2025 Abstract The success in achieving agricultural development is determined by quality human resources and a commitment to developing the agricultural sector. Millennial farmers are farmers aged 19-39 years and/or adaptive to digital technology. However, it is known that Indonesian agriculture is facing the aging farmer phenomenon where the number of young farmers is decreasing, while the number of farmers over 55 years old is increasing. This study aims to describe and analyze internal factors, namely the strengths and weaknesses of millennial farmers in Ciamis District, as well as to describe and analyze external factors, namely the opportunities and threats faced by millennial farmers, and to determine priority strategies for increasing the capacity of millennial farmers in Ciamis District. Ciamis Regency. This research method uses a case study with a discussion conducted in a qualitative descriptive manner. The respondent determination technique is carried out purposively or intentionally with certain considerations. This research was conducted in Ciamis District. Ciamis Regency. The analysis tool used is a SWOT analysis which includes Strengths. Weaknesses. Opportunities, and Threats and a Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) analysis. The internal environment which is the main strength is the ability of cultivation techniques that have been tested through farmer training activities with a score of 0. 412, while the main weakness factor is that millennial farmers have not been able to access capital and there has been no cooperation with institutions providing agricultural production inputs with a score of 0. The external environment which is the main opportunity is the ease of access to communication between millennial farmers and extension workers and Plant Pest Control (POPT) officers with a score of 0. 372, while the main threat is the short shelf life of agricultural products with a score of 0. Alternative strategies that are a priority based on the QSPM analysis are the formation and development of farmer cooperatives or Agribusiness Microfinance Institutions (LKM-A) in the Ciamis District area with a score of 6. Keywords: motivation, training, millenial farmer, strategy. SWOT. Abstrak Keberhasilan dalam mencapai pembangunan pertanian salah satunya ditentukan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki komitmen untuk membangun sektor pertanian. Petani milenial merupakan petani yang berusia 19-39 tahun dan/atau adaptif terhadap teknologi digital. Namun, diketahui bahwa pertanian Indonesia menghadapi fenomena aging farmer yang mana jumlah petani usia muda mengalami penurunan, sementara petani berusia lebih dari 55 tahun jumlahnya semakin bertambah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor internal yaitu kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh petani milenial di Kecamatan Ciamis, serta mendeskripsikan dan menganalisis faktor eksternal yaitu peluang dan ancaman yang dihadapi oleh petani milenial, serta untuk mengetahui strategi prioritas pada peningkatan kapasitas petani milenial di Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pembahasan dilakukan secara deskriptif kualititatif. Teknik penentuan responden dilakukan secara purposive atau sengaja dengan pertimbangan tertentu. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Alat analisis yang digunakan yaitu analisis SWOT yang meliputi Strenghts . Weaknesses . Opportunities . , serta Threats . dan analisis Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Lingkungan internal yang menjadi kekuatan utama adalah kemampuan teknik budidaya telah teruji melalui kegiatan training of farmer dengan skor sebesar 0,412, sedangkan faktor kelemahan utama adalah petani milenial belum mampu mengakses permodalan Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Barokah dkk. , 2025 serta belum ada kerja sama dengan lembaga penyedia input produksi pertanian dengan skor sebesar 0,120. Lingkungan eksternal yang menjadi peluang utama adalah kemudahan akses komunikasi antar petani milenial dengan penyuluh dan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dengan skor sebesar 0,372, sedangkan untuk ancaman utama adalah daya simpan produk pertanian yang singkat dengan skor sebesar 0,342. Alternatif strategi yang menjadi prioritas berdasarkan analisis QSPM adalah pembentukan dan pengembangan koperasi tani atau Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) di wilayah Kecamatan Ciamis dengan skor 6,520. Kata kunci: motivasi, pelatihan, petani milenial, strategi. SWOT Copyright A 2025 The Author. This is an open access article under the CC BY-SA license PENDAHULUAN Keberhasilan dalam mencapai pembangunan pertanian berkelanjutan sangat ditentukan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki komitmen untuk membangun sektor pertanian. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, beberapa negara termasuk Indonesia dihadapkan pada permasalahan yang cukup serius di bidang pertanian, dimana jumlah tenaga kerja usia muda mengalami penurunan. Di samping itu, penelitian (Susilowati, 2. mengemukakan bahwa fenomena aging farmer atau petani berusia lebih dari 55 tahun ditandai dengan jumlahnya yang semakin bertambah atau mengalami peningkatan, berbanding terbalik dengan jumlah tenaga kerja yang berusia muda yang semakin berkurang. Berdasarkan data Sensus Pertanian 2023 Tahap I, diketahui bahwa petani didominasi oleh petani yang berusia tua dengan proporsi sebanyak 42 persen merupakan generasi X yang berusia 43 Ae 58 Jumlah petani berusia 55 Ae 64 tahun mengalami peningkatan 3,29 persen dan petani berusia di atas 65 tahun meningkat 3,4 persen dalam sepuluh tahun terakhir. Di samping itu, proporsi petani milenial mengalami penurunan sebanyak 1,73 persen untuk rentang usia 25 Ae 34 tahun serta petani berusia 35 Ae 44 tahun turun sebanyak 4,34 persen. Melihat dari sisi lain, terjadi perkembangan dan pertumbuhan penduduk yang cenderung mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Sejalan dengan pertumbuhan penduduk, maka kebutuhan akan pangan juga semakin meningkat dikarenakan besarnya jumlah penduduk terkait langsung dengan penyediaan pangan (Nanda & Dewati, 2. Akan tetapi, yang menjadi masalah adalah tenaga kerja pertanian yang didominasi oleh usia yang tergolong tua membuat produktivitas petani menurun (Konyep, 2021. Purwati et al. , 2. Struktur umur petani di Indonesia sebesar 60,8 persen di atas 45 tahun yang sudah tua dengan 73,97 persen hanya berpendidikan tingkat SD. Petani dengan tingkat pendidikan rendah maka kemampuan dalam menerapkan teknologi baru akan rendah (Arvianti et al. , 2. Dengan demikian hadir program petani milenial yang dibuat untuk mengoptimalkan potensi dan meningkatkan regenerasi di sektor pertanian dengan dukungan teknologi dan perkembangan informasi (Septeri, 2023. Sudrajat et al. , 2. Program petani milenial memiliki tujuan untuk meningkatkan minat generasi milenial terhadap bidang pertanian, meningkatkan kompetensi generasi milenial dalam mengakses teknologi pertanian dan wirausaha di bidang pertanian, serta meningkatkan peran aktif generasi milenial mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan modern dengan cara memperluas akses ke permodalan dan perizinan (Nurjanah, 2. Adapun kriteria yang dapat mendaftar menjadi petani milenial Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Barokah dkk. , 2025 menurut Biro Perekonomian Provinsi Jawa Barat . yaitu berusia minimal 19 Ae 39 tahun. sebelum batasan minimal dapat mengikuti program apabila calon pendaftar merupakan siswa atau lulusan pendidikan menengah kejuruan pertanian, perikanan, dan kehutanan. penduduk Jawa Barat dan berdomisili di Jawa Barat. tidak memiliki keterikatan kontrak kerja. dan memiliki minat dalam usaha tani . ertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, kehutanan, dan sebagainy. Kapasitas petani dalam teknik budidaya dapat ditinjau dari pengetahuan dan keterampilan tentang tata cara pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, pengolahan pasca panen, serta penerapan inovasi teknologi baru (Dhamayanti, 2023. Mahshunah et al. , 2. Teknik budidaya diperoleh melalui proses alih pengetahuan dari orang tua . urun temuru. maupun sanak keluarga dan sesama petani lainnya . Selain itu, peningkatan keterampilan dan kemampuan petani dalam teknik budidaya dapat berasal dari penyuluhan dan sosialisasi dari pemerintahan (Wuli, 2. Kapasitas petani dalam kemampuan manajerial antara lain perencanaan usaha tani meliputi pemilihan komoditas yang sesuai dengan tanah dan iklim setempat serta pertimbangan harga jual, perencanaan untuk biaya produksi, jadwal menanam hingga panen dan keuntungan yang akan diperoleh dari usaha taninya, evaluasi usaha tani ditinjau dari kemampuan petani dalam mengidentifikasi dan mengatasi masalah serta mengambil risiko komoditas baru yang lebih menguntungkan petani (Kholifah et al. , 2. Kapasitas petani dalam meningkatkan usaha tani ditinjau dari aspek penggunaan input produksi dan peralatan pertanian. Semakin tinggi input yang digunakan maka produksi akan meningkat dan pendapatan meningkat. Selain itu, ditinjau dari simpanan modal sisa usaha, pemasaran produk pertanian serta jangkauan atau akses pasar. Kapasitas petani dalam bekerja sama dapat ditinjau baik dari kerja sama yang dijalin secara internal maupun eksternal. Kerja sama internal meliputi hubungan antar anggota dalam kelompok tani dan kelembagaan desa (Alawiyah, 2. Sedangkan untuk pihak eksternal meliputi pedagang, penyedia input produksi, lembaga keuangan formal atau perbankan, serta lembaga informasi dan inovasi (Khairati & Syahni, 2016. Sari et al. , 2. Kecamatan Ciamis merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Ciamis yang turut serta berkontribusi dalam program petani milenial. Keadaan topografi Kecamatan Ciamis yang cukup potensial di bidang pertanian dengan hamparan lahan pertanian yang cukup luas harus bisa dimanfaatkan dengan baik. Berdasarkan studi pendahuluan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis diketahui sebaran petani milenial di Kecamatan Ciamis terbilang cukup sedikit di setiap desa/kelurahan yang ada yaitu berjumlah 20 petani milenial pada tahun 2023 yang ditunjukkan pada Tabel 1. Tabel 1. Jumlah Petani Milenial Terdaftar di Kecamatan Ciamis Desa/Kelurahan Ciamis Cigembor Sindangrasa Benteng Linggasari Kertasari Pawindan Cisadap Jumlah Jumlah Petani Milenial Jumlah Petani Milenial Inaugurasi Sumber: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, 2023 Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Barokah dkk. , 2025 Merujuk data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis ditemukan beberapa permasalahan yang dihadapi oleh petani milenial yaitu fluktuasi harga produk pertanian, keterbatasan dalam menjangkau akses pasar, keterbatasan lahan yang diusahakan, serta terlalu banyak supply sehingga harga menurun drastis. Dengan demikian, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian strategi peningkatan kapasitas petani milenial agar dapat menemukan strategi yang tepat dalam mengatasi permasalahan tersebut serta dapat mendorong pembangunan pertanian di Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. BAHAN DAN METODE 1 Bahan Penelitian dilakukan pada Bulan November 2023 sampai dengan Bulan Juni 2024. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja . di Kecamatan Ciamis. Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan yaitu studi kasus dengan pendekatan kualitatif dan teknik penelitian dilakukan secara deskriptif. Studi kasus menurut Sugiyono . merupakan salah satu jenis penelitian kualitatif. Peneliti pada studi kasus melakukan eksplorasi secara mendalam terhadap program, kejadian, proses, aktivitas, terhadap satu atau lebih orang. Penelitian menggunakan data primer yang diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara, kuesioner, serta studi dokumentasi. Data sekunder digunakan untuk mendukung dari data primer. Data sekunder merupakan data yang dimiliki oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis berupa sebaran petani milenial di Kecamatan Ciamis. Badan Pusat Statistik (BPS) Kecamatan Ciamis, serta literatur yang menunjang dalam penelitian ini. Penentuan jumlah responden menggunakan teknik purposive sampling yaitu teknik pengambilan responden berdasarkan dengan pertimbangan tertentu. Pengambilan responden dalam penelitian ini berdasarkan pertimbangan bahwa informasi dapat terkumpul dengan tepat diantara responden yang dipandang dapat memberikan informasi baik internal maupun eksternal yang meliputi perwakilan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis yaitu Kepala Bidang Penyuluh Pertanian Kabupaten Ciamis, penyuluh pertanian Kecamatan Ciamis, serta para petani milenial di Kecamatan Ciamis yang sudah melakukan inaugurasi dan berstatus aktif yang terdiri dari petani milenial dari Desa/Kelurahan Benteng, petani milenial dari Desa/Kelurahan Pawindan, petani milenial dari Desa/Kelurahan Cigembor, petani milenial dari Desa/Kelurahan Ciamis, dan petani milenial dari Desa/Kelurahan Cisadap dengan jumlah keseluruhan responden sebanyak sembilan 2 Metode Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis SWOT dan analisis QSPM. dengan melalui tiga tahapan yaitu tahap input terdiri dari evaluasi faktor internal (IFE) dan evaluasi faktor eksternal (EFE), tahap pencocokan terdiri dari matriks SWOT dan matriks internal-eksternal (IE), dan tahap keputusan yang menggunakan matriks QSPM (Quantitative Strategy Planning Matri. untuk menentukan prioritas strategi peningkatan kapasitas petani milenial di Kecamatan Ciamis. Identifikasi Faktor Internal dan Faktor Eksternal Tahap awal dalam menentukan strategi yaitu perlu dilakukannya identifikasi faktor internal berupa strength dan weakness serta mengidentifikasi faktor eksternal yaitu opportunity dan threat (Darmawan et al. , 2. Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Barokah dkk. , 2025 Matriks IFE dan Matriks EFE Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) digunakan sebagai alat formasi strategi dalam meringkas dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan utama dalam area-area fungsional dan juga menjadi dasar untuk mengidentifikasi serta mengevaluasi hubungan antara area-area tersebut (David, 2. Sedangkan, matriks External Factor Evaluation (EFE) digunakan untuk mengetahui dan manganalisis faktor-faktor yang berkaitan dengan peluang dan ancaman bagi petani milenial. Tabel 2. Matriks EFE Faktor-Faktor Strategi Eksternal Peluang 1. Ancaman 1. Total Sumber: David . Tabel 3. Matriks IFE Faktor-Faktor Strategi Internal Kekuatan 1. Kelemahan 1. Total Sumber: David . Bobot Rating Bobot x Rating Rating Bobot x Rating 1,00 Bobot 1,00 3 Tahap-tahap pembobotan dalam matriks IFE dan matriks EFE Menentukan masing-masing 5 Ae 10 faktor eksternal . pportunity dan threa. dan faktor internal . trength and weaknes. dengan urutan penyusunan faktor eksternal yaitu opportunity kemudian threat sedangkan faktor internal dengan urutan strength kemudian weakness. Memberikan bobot . antara 0 . idak pentin. sampai dengan 1 . angat pentin. untuk setiap faktor. Pemberian bobot dipengaruhi oleh tingkat relatif kepentingan yang mengacu pada visi misi perusahaan atau organisasi. Bobot akumulasi opportunity dan threat harus berjumlah 1, begitu juga untuk strength dan weakness. Memberikan rating antara 1 . angat lema. sampai dengan 4 . angat kua. Pemberian rating berdasarkan pada tingkat pengaruh dari faktor. Untuk faktor internal pemberian rating terbagi menjadi strength adalah 3 atau 4, sedangkan untuk weakness adalah 1 atau 2. Sedangkan untuk faktor eksternal, pemberian rating dapat dilakukan dengan nilai rating 1 sampai dengan 4. Melakukan perhitungan nilai terbobot . eight scor. dengan rumus bobot dikalikan dengan Melakukan penjumlahan nilai terbobot . eight scor. Total skor pembobotan berkisar antara 1 sampai 4 dengan rata-rata 2,5. Jika total skor EFE . ,0 Ae 4,. maka petani milenial merespon tinggi atau kuat terhadap peluang dan ancaman yang mempengaruhi petani milenial, . ,0 Ae 2,. berarti petani milenial merespon sedang atau rata-rata terhadap peluang dan ancaman yang ada, serta . ,0 Ae 1,. maka petani milenial tidak dapat merespon peluang dan ancaman yang ada karena lemah atau rendah (Astuti & Ratnawati, 2020. Sulasih, 2. Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Barokah dkk. , 2025 4 Matriks IE (Internal-Eksterna. Matriks IE menurut David . , memposisikan berbagai divisi dari suatu organisasi dalam tampilan 9 sel. Matriks IE didasarkan pada dua dimensi kunci yaitu skor bobot IFE total pada sumbu x dan skor bobot EFE total pada sumbu y. Tinggi . ,0 Ae 4,. Sedang . ,0 Ae 2,. Rendah . ,0 Ae 1,. Kuat Rata-rata . ,0 Ae 4,. ,0 Ae 2,. VII VII Gambar 1. Matriks IE Sumber: David . Lemah . ,0 Ae 1,. i Matriks IE memiliki tiga implikasi strategi yang berbeda yaitu pada sel I. II. IV dapat digambarkan sebagai bertumbuh dan membangun . row and buil. , sel i. VII strategi menjaga dan mempertahankan . old and maintai. , dan sel VI. Vi. IX dapat menggunakan strategi panen atau divestasi . arvest or divestitur. (Azzahra et al. , 2024. Helbawanti et al. , 2. 5 Matriks SWOT Matriks SWOT dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi oleh organisasi dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan. Analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal dengan faktor internal. Internal Eksternal Strenghts (S) Weakness (W) Daftar semua kekuatan yang Daftar semua kelemahan yang Strategi S-O Strategi W-O Opportunities (O) Strategi yang menggunakan Strategi Daftar semua peluang kekuatan untuk memanfaatkan kelemahan untuk memanfaatkan yang dapat diidentifikasi Strategi S-T Strategi W-T Threats (T) Strategi yang menggunakan Strategi Daftar semua ancaman mengatasi kelemahan yang dapat diidentifikasi Gambar 2. Matriks SWOT Sumber: David . 6 Analisis QSPM Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) menurut David . merupakan alat yang memungkinkan ahli strategi untuk mengevaluasi strategi alternatif secara objektif, berdasarkan critical success factors eksternal dan internal yang telah diidentifikasi sebelumnya. QSPM adalah pendekatan pada tahap pengambilan keputusan untuk menetapkan prioritas strategi berdasarkan daya tarik relatif dari berbagai alternatif strategi (Setyorini et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil wawancara terhadap penyuluh pertanian lapangan Kecamatan Ciamis, maka ada beberapa indikator baik dari internal maupun eksternal yang dapat mempengaruhi peningkatan kapasitas petani milenial di Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Berikut adalah hasil Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Barokah dkk. , 2025 identifikasi faktor internal dan faktor eksternal yaitu kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dapat mempengaruhi strategi peningkatan kapasitas petani milenial menghadapi fenomena aging farmer di Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis yang ditunjukkan pada Tabel 4 berikut ini. Tabel 4. Identifikasi Faktor Internal dan Faktor Eksternal Faktor Internal Faktor Eksternal Kekuatan/Strenghts (S) Peluang/Opportunities (O) Kemampuan teknik budidaya telah 1. Kemudahan akses komunikasi antar petani teruji melalui kegiatan training of farmer milenial dengan penyuluh dan petugas POPT Pemasaran Kemudahan akses informasi pertanian Terafiliasi dengan bank Petani milenial mampu membuat 4. Adanya pelatihan dan pengembangan pencatatan pembiayaan Petani milenial masih tertarik pada 5. Bantuan sarana pendukung pertanian (IOT, benih, dan kontainer penyimpana. Petani termotivasi di bidang pertanian Hubungan baik dengan kelompok tani Hubungan baik dengan pedagang Kelemahan/Weakness (W) Ancaman/Threats (T) Penguasaan lahan sempit Fluktuasi harga produk pertanian Penjualan produk pertanian dalam 2. Daya simpan produk pertanian yang singkat bentuk primer Harga jual produk pertanian tergantung Petani mengakses permodalan serta belum 4. Harga pupuk dan pestisida yang tinggi ada kerja sama dengan lembaga 5. Keyakinan kepercayaan leluhur dalam memilih penyedia input produksi pertanian bulan saat panen Manajemen pertanian yang belum optimal Jangkauan ke pasar induk masih Sumber: Data Primer yang Diolah Tahun 2024 Analisis matriks IFE pada peningkatan kapasitas petani milenial di Kecamatan Ciamis dibuat berdasarkan hasil identifikasi faktor-faktor internal yang terdiri dari kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman sebagai faktor-faktor luar yang mempengaruhi lingkungan. Pada matriks IFE, masing-masing faktor yaitu kekuatan dan kelemahan ditambahkan bobot masing-masing. Kemudian diberi rating setiap faktor strategis internal sehingga didapat skor yang merupakan hasil perkalian antara bobot dengan rating. Dari matriks tersebut dapat diketahui seberapa besar pengaruh faktorfaktor strategi internal. Berikut hasil analisis matriks IFE pada Tabel 5. Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Barokah dkk. , 2025 Tabel 5. Hasil Analisis Matriks IFE No. Faktor Strategis Internal Kekuatan Kemampuan teknik budidaya telah teruji melalui kegiatan training of farmer Pemasaran langsung kepada konsumen Petani milenial mampu membuat pencatatan keuangan Petani milenial masih tertarik pada materi yang disampaikan oleh Petani milenial masih termotivasi di bidang pertanian Hubungan baik dengan kelompok tani Hubungan baik dengan pedagang Kelemahan Penguasaan lahan sempit Penjualan produk pertanian dalam bentuk primer Petani milenial belum mampu mengakses permodalan serta belum ada kerja sama dengan lembaga input produksi pertanian Manajemen penanganan produk pertanian belum optimal 12 Jangkauan ke pasar induk masih terbatas Jumlah Keterangan: RB= rata-rata bobot. RR= rata-rata rating. Skor= RB x RR Sumber: Data Primer yang Diolah Tahun 2024 Skor 0,103 0,412 0,093 0,100 0,353 0,400 0,090 0,333 0,093 0,084 0,097 0,372 0,336 0,388 0,056 0,072 0,078 0,115 0,075 0,120 0,069 0,069 1,000 0,110 0,089 3,106 Berdasarkan analisis faktor internal, diketahui bahwa yang menjadi kekuatan utama yaitu kemampuan teknik budidaya telah teruji melalui kegiatan training of farmer dengan skor sebesar 0,412 dengan rata-rata bobot dan rata-rata rating masing-masing 0,103 dan rating 4 dari skala 4. Pada faktor kelemahan utama yang dihadapi oleh petani milenial Kecamatan Ciamis, yaitu petani milenial belum mampu mengakses permodalan serta belum ada kerja sama dengan lembaga penyedia input produksi pertanian, yaitu dengan nilai skor 0,120 dengan rata-rata bobot dan ratarata rating masing-masing 0,075 dan rating 1,6 dari skala 4. Akses petani terhadap kredit dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya terkait dengan umur. Hal ini mengutip hasil temuan dari Karyani dan Akbar . bahwa petani yang lebih tua memiliki jaringan sosial dan modal sosial yang lebih luas dan karena itu memiliki lebih banyak akses ke pasar kredit, baik kredit formal atau non formal. Ada beberapa alasan petani enggan untuk mengakses lembaga perbankan diantaranya . sebagian besar petani belum memiliki sertifikat atas tanahnya, . prosedur kredit di perbankan sangat rumit, dan . ketakutan tidak bisa membayar cicilan. Faktor strategis eksternal yang memengaruhi strategi peningkatan kapasitas petani milenial terdiri dari peluang dan ancaman. Hasil analisis EFE dapat dilihat pada Tabel 6 berikut. Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Barokah dkk. , 2025 Tabel 6. Hasil Analisis Matriks EFE Faktor Strategis Eksternal Skor 0,109 0,371 Peluang Kemudahan akses komunikasi antarpetani milenial dengan penyuluh dan petugas POPT Kemudahan dalam mengakses informasi pertanian 0,109 0,349 Terafiliasi dengan bank 0,102 0,224 0,106 0,297 Adanya pelatihan dan pengembangan Bantuan sarana pendukung pertanian (IOT, benih, dan kontainer Ancaman 0,099 0,277 Fluktuasi harga produk pertanian 0,102 0,326 Daya simpan produk pertanian yang singkat 0,095 0,342 Harga jual produk pertanian tergantung komoditi 0,102 0,245 Harga pupuk dan pestisida yang tinggi 0,099 0,277 Keyakinan kepercayaan leluhur dalam memilih hari bulan saat panen 0,077 0,146 Jumlah 1,000 2,854 Keterangan: RB= Rata-rata Bobot. RR= Rata-rata Rating. Skor = RB x RR Sumber: Data Primer yang Diolah Tahun 2024 Berdasarkan hasil analisis matriks EFE pada Tabel 6, peluang utama dari faktor eksternal yaitu kemudahan akses komunikasi antar petani milenial dengan penyuluh dan petugas POPT dengan skor sebesar 0,371 dengan masing-masing rata-rata bobot dan rata-rata rating sebesar 0,109 dan 3,4 dari skala 4. Ancaman dari faktor eksternal yang menjadi ancaman utama dalam upaya peningkatan kapasitas petani milenial pada pembangunan pertanian di Kecamatan Ciamis yaitu daya simpan produk pertanian yang singkat dengan skor 0,342 dengan masing-masing ratarata bobot dan rata-rata rating yaitu 0,095 dan 3,6 dari skala 4. Berdasarkan total skor bobot internal secara keseluruhan yang dimiliki oleh petani milenial di Kecamatan Ciamis dalam upaya peningkatan kapasitas petani milenial pada pembangunan sektor pertanian menunjukkan berada pada posisi cukup baik dengan nilai sebesar 3,106 yaitu mendekati angka 4 yang berarti semakin banyak kekuatan dibandingkan dengan kelemahan. Matriks ini menemukan posisi titik temu antara total skor bobot yang berasal dari matriks IFE yaitu berada pada sumbu horizontal dengan total skor bobot yang berasal dari matriks EFE yaitu berada pada sumbu vertikal. Tiga posisi utama pada matriks IE yaitu, grow and build, hold and maintain, dan harvest or divest. Total skor bobot sebesar 3,098 pada matriks IFE dan 2,859 pada matriks EFE, sehingga titik temunya berada sel IV yaitu tumbuh dan membangun . row and buil. seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3. Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Barokah dkk. , 2025 Skor Bobot Total IFE . Tinggi . 0 Ae 4. i (Grow and Buil. (Grow and Buil. (Hold and Maintai. (Grow and Buil. (Hold and Maintai. (Harvest or Dives. VII (Harvest or Dives. (Harvest or Dives. VII Rendah (Hold and Maintai. 0 Ae 1. Skor Bobot Total EFE . Sedang . 0 Ae 2. Gambar 3. Hasil Analisis Matriks IE Oleh karena itu, strategi yang tepat untuk diterapkan pada sel tersebut yaitu strategi intensif atau strategi integratif. Dalam hal ini strategi intensif yang dimaksud yaitu strategi atau kebijakan dalam menjawab hambatan-hambatan upaya peningkatan kapasitas petani milenial di Kecamatan Ciamis, sedangkan strategi integrasi yaitu kolaborasi antar petani milenial Kecamatan Ciamis dengan kelompok tani, badan penyuluh pertanian Kecamatan Ciamis. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, pemerintah Kabupaten Ciamis, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah lainnya. Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Barokah dkk. , 2025 Tabel 7. Matriks SWOT Internal Strength (S) Weakness (W) Kemampuan teknik budidaya telah teruji melalui kegiatan training of farmer Pemasaran langsung kepada Petani Petani milenial masih tertarik pada materi yang disampaikan oleh penyuluh Petani milenial masih sangat termotivasi di bidang pertanian Hubungan kelompok tani Hubungan Strategi S-O Penguasaan lahan yang Penjualan produk pertanian dalam bentuk primer Petani permodalan serta belum ada kerja sama dengan lembaga input produksi Manajemen penanangan produk pertanian belum Jangkauan ke pasar induk masih terbatas Kemudahan akses komunikasi antar petani milenial dengan penyuluh dan petugas POPT Kemudahan dalam mengakses informasi pertanian Terafiliasi dengan bank Adanya pengembangan keterampilan Bantuan sarana pendukung pertanian (IOT, benih, kontainer Threats (T) Petani milenial aktif dalam informasi program bantuan atau kerja sama dari pemerintah provinsi atau daerah (S5. S6. S7,O1. O2. O3. O4. Memperluas akses informasi teknologi dan pasar dengan pemanfaatan website dan marketplace (W1. W2. W5. O1. O2. Strategi S-T Strategi W-T Fluktuasi Daya simpan produk pertanian yang singkat Harga jual produk pertanian tergantung komoditi Harga pupuk dan pestisida yang Meyakini kepercayaan leluhur dalam memilih bulan saat panen Penguatan unit-unit pasca panen, dan pemasaran di tingkat petani/kelompok tani (S1. S2. S3. S4. S5. S6. T1, T2. Penggunaan sistem informasi standing crop (S1. S3. S5. S6. T3. Pembentukan pengembangan koperasi tani atau lembaga keuangan mikro Kecamatan Ciamis (W1. W2. W3. W4. W5. T1. T2. T3. T4. Eksternal Opportunities (O) Strategi W-O Sumber: Data Primer yang Diolah Tahun 2024 . Strategi S-O Strategi SO adalah strategi yang bertujuan untuk mengoptimalkan peluang dengan cara memanfaatkan kekuatan yang dimiliki oleh petani milenial di Kecamatan Ciamis. Strategi SO yang dihasilkan pada matriks SWOT yaitu petani milenial aktif dalam merespon informasi program bantuan atau kerja sama dari pemerintah provinsi atau daerah (S5. S6. S7,O1. O2. O3. O4. Petani milenial aktif dalam merespon program bantuan atau kerja sama dari pemerintah provinsi atau daerah dapat dilakukan dengan memanfaatkan setiap program pelatihan dan pengembangan Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Barokah dkk. , 2025 yang diadakan oleh pemerintah provinsi. Sehingga dengan turut serta dan aktif dapat menambah wawasan, pengalaman, pemahaman, serta konektivitas dengan petani milenial yang lainnya. Strategi S-T Strategi ini berupaya untuk mengurangi atau menghindari dampak dari penyebab berbagai ancaman eksternal dengan memperdayakan kekuatan yang dimiliki. Didapatkan dua strategi ST yang telah dihasilkan matriks SWOT sebagai berikut: Strategi ST pertama, yaitu penguatan unit-unit pengolahan, penanganan pasca panen, dan pemasaran di tingkat petani atau kelompok tani (S1. S2. S3. S4. S5. S6. T1. T2. Penguatan unit-unit pengolahan serta penanganan pasca panen berpotensi untuk meningkatkan pendapatan petani dengan adanya nilai tambah dari suatu produk baik itu dari segi pengemasan, kualitas produk yang lebih bagus, serta menambah umur simpan produk dari adanya suatu pengolahan. Sedangkan untuk penguatan pemasaran di tingkat petani atau kelompok tani menjadi upaya untuk menekan fluktuasi harga pada produk pertanian. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Prayoga . bahwa pemasaran di tingkat petani dapat dilakukan dengan melakukan promosi produk di media sosial, sehingga dapat memutus rantai hubungan antara petani dengan tengkulak yang sering memberikan harga jauh di bawah pasar. Strategi ST kedua, yaitu penggunaan sistem informasi kalender tanam terpadu standing crop (S1. S3. S5. S6. T3. Menurut Badan Standardisasi Instrumen Pertanian . Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu Standing Crop (SI Katam Terpadu-SC) merupakan alat bantu yang memberikan pedoman waktu tanam, rekomendasi pupuk dan varietas untuk tanaman padi, jagung, dan kedelai. SI Katam Terpadu-SC memuat informasi teknologi seperti prediksi iklim, prediksi waktu dan luas tanam potensial, informasi bencana, informasi varietas dan kebutuhan benih, rekomendasi pupuk dan pemupukan, serta informasi alat dan mesin pertanian. Strategi W-O Strategi ini adalah strategi yang memiliki tujuan untuk memperkecil beberapa kelemahan internal dengan memanfaatkan berbagai peluang yang terjadi. Strategi WO dari matriks SWOT yaitu dengan memperluas akses informasi teknologi dan pasar (W1. W2. W5. O1. O2. Memperluas akses informasi teknologi dan pasar dapat dilakukan dengan pengembangan penggunaan media sosial yang dimiliki oleh petani milenial dengan mencoba menjangkau pasar yang lebih luas yaitu dengan penggunaan website atau bermitra dengan marketplace yang khusus bergerak dalam menjual produk pertanian. Selain itu, saat ini banyak marketplace yang didirikan baik oleh pemerintah maupun swasta yang bergerak di bidang pertanian dengan tujuan untuk membantu petani dalam melakukan jual beli. Sebagai contoh petani dapat memanfaatkan aplikasi TaniHub dengan keuntungan yang akan diperoleh sebesar 20% dibandingkan dengan penjualan langsung kepada tengkulak (Noviana, 2. Strategi W-T Strategi WT merupakan taktik atau cara bertahan untuk mengurangi kelemahan internal serta menghindari ancaman eksternal. Strategi WT yang telah dirumuskan matriks SWOT yaitu pembentukan dan pengembangan koperasi tani atau lembaga keuangan mikro agribisnis (LKM-A) di wilayah Kecamatan Ciamis (W1. W2. W3. W4. W5. T1. T2. T3. T4. Keberadaan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) menjadi salah satu solusi dalam pembiayaan sektor pertanian Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Barokah dkk. , 2025 di perdesaan karena mempunyai peran strategis sebagai penghubung dalam aktivitas perekonomian masyarakat tani. LKM-A juga berperan menguatkan kelembagaan petani dalam pengembangan agribisnis yang tidak lepas dari lemahnya akses petani terhadap berbagai sumber daya produktif, yaitu modal, teknologi, dan informasi pasar (Hanafie, 2. Pembentukan lembaga koperasi mengutip dari Munara . berperan dalam membantu dan mempermudah petani dalam melakukan budidaya, menyediakan sarana dan prasarana produksi, menyediakan pupuk, bibit, serta menampung hasil panen. Pada analisis QSPM, alternatif tersebut diprioritaskan berdasarkan tingkat keterkaitan kepada lingkungan internal dan eksternal organisasi, sehingga alternatif tersebut dapat dilakukan berdasarkan tingkatan prioritas kepentingannya. Tabel 8. Alternatif Strategi Alternatif Strategi Petani milenial aktif dalam merespon informasi program bantuan/kerja sama dari pemerintah provinsi atau daerah Penguatan unit-unit pengolahan, penanganan pasca panen, dan pemasaran di tingkat petani atau kelompok tani Penggunaan sistem informasi kalender tanam terpadu standing crop Memperluas akses informasi teknologi dan pasar dengan pemanfaatan website dan marketplace Pembentukan dan pengembangan koperasi tani/lembaga keuangan mikro agribisnis (LKM-A) di wilayah Kecamatan Ciamis Sumber: Data Primer yang Diolah Tahun 2024 TAS 6,361 6,486 6,281 6,289 6,520 Berdasarkan Tabel 8, dapat dilihat bahwa alternatif strategi dari hasil analisis QSPM menunjukkan bahwa alternatif strategi pembentukan dan pengembangan koperasi atau Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) menjadi strategi yang paling diprioritaskan dengan skor total nilai daya tarik sebesar 6,520. Mengutip dari Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian . penumbuhan LKM-A dapat diidentifikasi dari Gabungan Kelompok Tani (Gapokta. penerima program Pengembangan Usaha Agribisnis Pertanian (PUAP) . 8 Ae 2. maupun dari Gapoktan non penerima PUAP dengan persyaratan yang harus dipenuhi oleh Gapoktan untuk membentuk LKM-A yaitu . memiliki dana atau aset simpan pinjam, . memiliki kegiatan atau aktivitas simpan pinjam, . memiliki anggota yang terdaftar dan berusaha di bidang agribisnis, . mempunyai Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan/atau peraturan lainnya, . emiliki pengelola, pembukuan dan neraca laporan keuangan, . terdapat kantor atau tempat usaha atau sekretariat dan kelengkapan. Sedangkan syarat pendirian koperasi pertanian yaitu . memiliki anggota sekurang-kurangnya 20, . memiliki pengurus, dan . memperoleh pengesahan sebagai badan hukum koperasi. SIMPULAN Berdasarkan hasil identifikasi faktor internal dan faktor eksternal diperoleh untuk faktor internal yang terdiri dari 7 kekuatan dan 5 kelemahan. Sedangkan untuk faktor eksternal yang terdiri dari 5 peluang dan 5 ancaman. Strategi alternatif yang bisa diimplementasikan dalam peningkatan kapasitas petani milenial menghadapi fenomena aging farmer di Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis yaitu petani milenial aktif dalam menjemput informasi program bantuan atau kerja sama dari Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Barokah dkk. , 2025 pemerintah provinsi atau daerah dengan skor 6,361, penguatan unit-unit pengolahan, penanganan pasca panen, dan pemasaran di tingkat petani atau kelompok tani dengan skor sebesar 6,486, penggunaan sistem kalender tanam terpadu standing crop dengan skor sebesar 6,281, memperluas akses teknologi dan pasar dengan pemanfaatan website dan pemanfaatan marketplace dengan skor sebesar 6,289, serta pembentukan dan pengembangan koperasi tani atau lembaga keuangan mikro agribisnis di wilayah Kecamatan Ciamis dengan skor 6,520. Berdasarkan analisis QSPM diperoleh strategi prioritas dalam meningkatkan kapasitas petani milenial di Kecamatan Ciamis yaitu pembentukan dan pengembangan koperasi tani atau lembaga keuangan mikro agribisnis di wilayah Kecamatan Ciamis dengan skor tertinggi yaitu 6,520. DAFTAR PUSTAKA