Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXi No. Juli 2017 Nilai Pendidikan dalam Kuliner Rendang Dwi Desi Fajarsari1 Abstract Learning a language means that one should not only pay attention to the rules of grammar so as to be able to use the language properly, but one should also pay attention to the context so that he / she is able to use the language well. The context in question is not only explicit but also implied. Context is implicitly understood only if language learners have cultural Likewise with the learners of the Indonesian language. As an eastern country that upholds courtesy. Indonesian is very concerned about the use of word choices. Therefore. Indonesian learners should not only be given correct language learning, but also be given good language learning. Introduction with traditional culinary can be an alternative language learning strategy. Traditional cuisine is an ethnic property owned by Indonesia. Rendang is one of them. Rendang not only as a food that can satisfy the hunger, but bring with the local custom, environment, and custom of society. Culinary rendang contains good educational value to be transformed. The value of education in culinary rendang is derived from the origin, color, and materials. The value of education include the value of religious education, the value of moral education, and the value of social education. Keywords: rendang, culture, educational value Abstrak Belajar bahasa berarti seseorang tidak hanya harus memperhatikan kaidah-kaidah tata bahasa sehingga mampu menggunakan bahasa dengan benar, tetapi sesorang juga harus memperhatikan konteks sehingga ia mampu memnggunakan bahasa dengan baik. Konteks yang dimaksud bukan hanya yang tersurat, tetapi juga tersirat. Konteks secara tersirat hanya dapat dimengerti jika pembelajar bahasa memiliki pengetahuan tentang budaya. Demikian pun dengan para pembelajar bahasa Indonesia. Sebagai negara timur yang menjunjung sopan santun, bahasa Indonesia sangat memperhatikan penggunaan pilihan kata. Oleh karena itu, pembelajar bahasa Indonesia seharusnya tidak hanya diberikan pembelajaran bahasa yang benar, tetapi juga diberikan pembelajaran bahasa yang baik. Perkenalan dengan kuliner tradisional dapat dijadikan alternatif strategi belajar bahasa. Masakan tradisional merupakan kekayaan etnik yang dimiliki Indonesia. Rendang ialah salah satunya. Rendang tidak hanya sebagai makanan yang dapat memuaskan rasa lapar, akan tetapi membawa serta kebiasaan lokal, lingkungan, dan adat tradisi masyarakatnya. Kuliner rendang mengandung nilai pendidikan yang baik untuk ditransformasikan. Nilai pendidikan dalam kuliner rendang tersebut didapat dari asal-usul, warna, dan bahan. Nilai pendidikan tersebut antara lain nilai pendidikan religius, nilai pendidikan moral, dan nilai pendidikan sosial. Kata Kunci : rendang, budaya, nilai pendidikan Pascasarjana UNNES, desifajarsari@gmail. Dwi Desi Fajarsari : Nilai Pendidikan dalam Kuliner Rendang Pendahuluan ke manca negara. Diantaranya adalah makanan tradisional rendang yang beNilai merupakan sesuatu yang rasal dari Sumatra Barat. Rendang diberharga, bermutu, menunjukkan suatu apresiasi tinggi oleh masyarakat dunkualitas dan berguna bagi kehidupan ia. Rendang telah dinobatkan sebagai Darmodiharjo . alam Setia- makanan terlezat di dunia. di, 2006: . mengungkapkan nilai merupakan sesuatu yang berguna bagi Rendang ikut mengharumkan manusia baik jasmani maupun rohani. nama Indonesia di taraf InternasionSedangkan Soekanto . 3: . men- al. Hal tersebut sedikit berbeda dengan yatakan, nilai-nilai merupakan abstraksi tempe yang sering dikonotasikan negadaripada pengalaman-pengalaman prib- tif dengan salah satu alasannya adalah adi seseorang dengan sesamanya. karena lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat golongan bawah. Kejadian Pendidikan adalah segala usa- tersebut berpengaruh terhadap pengikiha orang dewasa dalam pergaulannya san jati diri bangsa. Orang-orang terlidengan anak-anak untuk memimpin hat lebih senang pergi ke restoran barat perkembangan jasmani dan rohaninya dan mulai meninggalkan warung makan kearah kedewasaan (Purwanto, 1986: tradisional yang dianggap pinggiran. Pendidikan merupakan proses pen- Namun, kehadiran rendang membantu gubahan sikap dan tata laku dalam upa- meneyeimbangkan arus globalisasi tak ya mendewasakan diri manusia melalui terarah tersebut. upaya pengajaran. Pengajaran ini diarahkan pada pembentukan pribadi maTidak hanya mengenyangkan, nusia sebagai makhluk individu, sosial, bergizi, dan lezat, rendang juga menreligius, dan berbudaya sekaligus. gandungi nilai pendidikan. Karena merupakan kekayaan etnik, rendang Nilai pendidikan adalah suatu membawa ciri kelompok asalnya, yakyang di yakini kebenarannya dan men- ni Minangkabau. Mulai dari asal-usul, dorong orang untuk berbuat positif di bahan, cara membuat, sampai dengan dalam kehidupannya sendiri atau ber- wujudnya rendang menyiratkan nilai Tujuan ditanamnya nilai pendidikan yang baik untuk tidak diapendidikan meliputi tindakan mendidik baikan. Nilai pendidikan dalam kuliner yang berlangsung mulai dari usaha pen- rendang tersebut adalah nilai pendidikan yadaran nilai sampai pada perwujudan religi, nilai pendidikan moral, dan nila perilaku-perilaku yang bernilai (UNES- pendidikan sosial. CO, 1. Penanaman nilai pendidikan bisa dilakukan melalui apa saja, seperti B. Pembahasan kesenian, adat istiadat, pakaian, kuliner, . Nilai Pendidikan dalam Kuliner Rendang Indonesia adalah negara yang Bahasa merupakan salah satu wubanyak memiliki kekayaan suku bangsa, adat istiadat, keindahan alam, ke- jud dan produk budaya (Sumarsono: budayaan sampai keanekaragaman dari 2014: 20. Mahsun, 2014: . Selain Tidak sedikit kekayaan itu, bahasa juga mencerminkan filosofi, yang dimiliki tersebut terkenal sampai nilai-nilai dan ekspresi budaya materi- Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXi No. Juli 2017 al suatu bangsa (Wurianto, 2015: . Bahasa menunjukkan budaya penggunanya. Bahasa juga sebagai tingkah laku sosial yang dipakai dalam komunikasi (Sumarsono, 2014: 19. Tarigan, 2009: Adapun lingkungan bahasa yang dimaksud, misalnya: situasi di kelas saat proses pembelajaran berlangsung, di pasar, pusat perbelanjaan, restoran, percakapan sekelompok orang, saat menonton televisi, ketika membaca media massa atau berbagai bahan bacaan lain serta Sebagai sarana komunikasi, ba- situasi-situasi lingkungan lainnya (Purhasa berlandaskan pada budaya (Dard- ba, 2013: 14-15. Zabidin dan Mulyanjowidjojo, 2008: . Pilihan kata atau ingsih, 2016: . pola kalimat dalam suatu daerah sangat ditentukan oleh budaya. Pada saat sesSalah satu pendekatan dalam eorang berbahasa pasti akan memperha- pembelajaran bahasa adalah integrattikan etika berbahasa. Etika ini terkait if. Pendekatan integratif dilandasi oleh dengan kode bahasa, norma sosial, dan konsep bahwa bahasa mempunyai tali sistem budaya yang berlaku dalam mas- - temali secara internal dan eksternal. yarakat pengguna bahasa tersebut (Syai- Unsur secara internal, meliputi: fonem, ri, 2013: . kata, frasa, klausa, dan kalimat. Adapun secara eksternal, terkait dengan budaya Misalnya penggunaan kata sapa- dan seluruh bidang kehidupan (Shafa. Dalam bahasa Indonesia, terdapat TT: . kosa kata AoabangAo yang digunakan untuk menyapa kakak laki-laki sebelum Ellis . alam Chaer, 2003: . Keadaan ini tentu saja ber- menyebutnya bahwa pembelajaran babeda dengan bahasa Inggris yang ses- hasa masuk dalam kategori tipe natueorang biasa disapa dengan menyebut ralistik, yakni tipe pembelajaran yang namanya saja langsung oleh adiknya. bersifat alamiah dalam lingkungan masContoh tersebut menjadi bukti adanya yarakat. Oleh karena itu, pemahaman keterkaitan antara bahasa dan budaya. terhadap budaya akan membantu keberhasilan seseorang dalam belajar bahasa. Parbedaan bahasa dapat menyebabkan perbedaan pola pikir (Chaer Budaya merupakan hasil cipta dan Agustina, 1995: . Hal ini dapat karsa dan rasa manusia, baik konkret diketahui dari pandangan hidup bang- maupun abstrak. Contoh budaya yang sa-bangsa di Asia Tenggara yang cend- abstrak, antara lain: norma, etika, nilai, erung hampir sama. Persamaan ini salah dan sopan santun. Adapun contoh busatunya adalah karena faktor struktur daya yang konkret, antara lain: tembahasa (Hidayat, 2014: . Contohn- pat, benda, makanan, baju, dan bahasa. ya pada bahasa Cina dan Jepang. Persa- Kedua bentuk budaya itu tidak dapat maan bahasa kedua negara tersebut juga dipisahkan satu sama lain. Keduanya berimplikasi pada pandangan hidupnya. saling terkait dan mempengaruhi. Oleh karena itu, pengajar harus menumbuhKeberhasilan dalam pembelajaran kan dan mengembangkan minat untuk bahasa dipengaruhi oleh banyak faktor. mempelajari bahasa dengan memperkeSalah satunya adalah faktor lingkungan. nalkan budaya-budaya yang ada (AnKualitas lingkungan bahasa sangat pent- dayani, 2014: . ing bagi seorang pembelajar bahasa. Dwi Desi Fajarsari : Nilai Pendidikan dalam Kuliner Rendang Tak seorang yang tak mengenal Kuliner bersinonim dengan Lebih lengkapnya, kuliner merupakan hasil olahan yang berupa masakan yang terkait dengan kekhasan di suatu daerah. Sama seperti bahasa, kuliner merupakan salah satu bentuk budaya. Makanan yang terdapat di suatu daerah menunjukkan budaya masyarakat daerah tersebut. Saat ini, makanan daerah sudah mulai tergeser oleh produk-produk asing atau berorientasi makanan asing. Makanan tersebut biasanya disajikan di warung-warung pinggir jalan dan berharga murah serta ramai oleh pelanggan. Kegiatan berkuliner dapat dilakukan dengan mencicipi makanan di restoran etnik, mengunjungi festival makanan, mencoba makanan pada saat melakukan perjalanan wisata bahkan memasak di rumah (Sandy, 2007: . Seperti telah dikemukakan sebelumnya bahwa ketika belajar bahasa, banyak strategi yang dapat digunakan. Melalui pembelajaran berbasis budaya, peserta didik dapat menciptakan makna dan mencapai pemahaman keilmuan yang diperoleh secara utuh. Oleh karena itu, sangat tepat jika dalam pembelajaran bahasa digunakan perkenalan kuliner. Pemahaman tentang kuliner tradisional rendang dapat dilakukan melalui kunjungan ke Rumah Makan Padang di sekitar. Pembelajaran diarahkan untuk mengidentifikasi warna, bentuk dan rasa sambil menikmati lezatnya rendang yang disajikan. Setelah itu pembelajar diminta mengonfirmasi tentang asal usul dan makna filosofis dibalik simbol rendang kepada pemilik usaha rumah makan dan melalui kajian pustaka buku-buku serta internet. Ditinjau dari asal katanya, rendang bukanlah nama kuliner, melainkan teknik memasak, yaitu cara mengawetkan daging dengan merendam dalam santan disertai rempah-rempah yang dipanaskan dengan api. Proses pemanasan diaduk secara terus-menerus dengan memperhatikan besar kecil api yang Rendang merupakan kuliner warisan budaya masyarakat Minangkabau. Para pakar di bidang kuliner tradisional meyakini bahwa rendang sudah dikenal sejak tahun 1550 M. Pada masa itu masyarakat di Nusantara masih sangat sederhana. Mereka hidup berpindah-pindah tempat dan membutuhkan cara mengawetkan daging untuk persediaan Salah satu cara penyiasatan dalam memenuhi kebutuhan pangan yang mereka lakukan adalah dengan membuat rendang. Rendang mengandung 14 jenis rempah yaitu: cabe merah, cabe rawit, merica, buah pala, kelapa, bawang merah, bawang putih, garam, jahe, laos, daun jeruk purut, daun salam, daun kunyit, dan batang Serai. Komposisi rempah untuk kuliner khas Minangkabau tersebut dalam kajian budaya di Pandang dimaknai sebagai realitas simbolis, yakni sebagaimana realitas masyarakat Minangkabau. Keempat belas jenis rempah ini dapat diperhatikan sebagai relasi yang membuat jaringan dalam cara mengikat hubungan sosial, yaitu kedudukan masyarakat yang memilki posisi mengakui pemimpinnya dalam rangka pengangkatan seorang datuk. Pesta pengukuhan dan pengakuan seseorang menjadi datuk diselenggarakan dengan ritual yang disebut Bajamba Gadang . esta makan besar bersam. Pada pesta itu kuliner utama harus Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXi No. Juli 2017 dikeluarkan, yaitu kuliner tiga warna. Konsep kuliner tiga warna adalah hasil dari putusan lembaga adat dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari yang terdiri atas kuliner warna . kuning adalah kuliner gulai cubadak . angka, rebung, dan ko. yang dicampur dengan daging, . warna merah merupakan gorengan ikan atau telur yang diberi cabai merah, dan . warna hitam adalah rendang daging dan santan serta bumbu Warna kuning merupakan simbol kebesaran, keagungan yang tercermin dalam warna lokal dalam upacara ritual adat di minangkabau. Warna kuning artinya muda, gembira, semangat atau spirit kedinamisan. Warna kuning adalah warna yang meningkatkan daya hidup dan sifat pengikat persahabatan yang kuat dan langgeng. Warna merah adalah keberanian dan pantang menyerah, kuat,berani, dan percaya diri dan bergairah. Merah mempunyai banyak arti dalam berbagai ekspresi seni, yaitu mulai dari sifat cinta yang menggairahkan, motivasi yang memacu detak jantung dan membuat nafas dipacu lebih cepat. Adapun warna hitam memiliki kesan kuat, tidak lapuk oleh hujan dan tidak lekang oleh panas. Maka warna ini disebut warna abadi. Kesan yang lain adalah fleksibel dan bersifat bijaksana. Warna rendang yang digolongkan sebagai jenis kuliner hitam dimaksudkan sebagai jenis makanan yang awet. Orang yang memakan rendang tidak dibutuhkan tenaga kekuatan rahang yang kuat karena daging yang telah diolah dengan cara rendang itu telah menjadi lembut, tetapi bumbu yang ada di dalamnya sangat tiga bahan pokok, mengandung makna: . aging sap. , sebagai bahan utama, pelambang niniak mamak . dan bundo kanduang . yang akan memberi kemakmuran kepada anak dan kemenakan, . , merupakan lambang kaum cerdik pandai . aum intelektua. yang berfungsi sebagai dinamisator kelompok dan individu dalam masyarakat Minangkabau, . , merupakan simbol alim ulama yang pedas, tegas untuk mengajarkan syarak . Ketiga aspek bahan utama rendang itu diikat oleh pemasak . , yaitu simbol dari keseluruhan masyarakat Minangkabau. Tiga makna relasi kuliner rendang tersebut adalah refleksi stratifikasi sosial masyarakat Minangkabau. Posisi utama berada pada niniak mamak dan bundo kanduang yang menentukan generasi masa depan, kaum cerdik pandai adalah stratifikasi yang menjadi dinamisator generasi yang menentukan kualitas pemimpin masyarakat dan kaum ulama adalah komunitas ang menegakkan syariah dan moral masyarakat Minangkabau. Pada pesta-pesta adat yang dianggap besar, rendang dikerjakan oleh para laki-laki secara berkelompok. Pada kegiatan sehari-hari dikerjakan oleh perempuan. Secara alami, bahwa laki-laki memiliki stamina tubuh yang lebih kuat. Kondisi ini dapat dianalisi secara structural interpretative. Ritual yang berelasi dengan rutinitas bagaikan pembagian kerja antara laki-laki dan perempuan. Kondisi budaya yang bertolak dari pembagian kerja memasak rendang ini membawa karakteristik laki-laki Minangkabau harus merantau dan perempuan tinggal di rumah. Hal ini sejalan Secara filosofi adat dan budaya dengan pepatah petitih alam takambang Minangkabau, rendang memiliki posi- jadi guru, artinya dalam perantauan yang si terhormat. Rendang yang terdiri atas menunjukkan bahwa alam yang maha Dwi Desi Fajarsari : Nilai Pendidikan dalam Kuliner Rendang luas ini adalah tempat belajar. Dorongan merantau disebabkan oleh kesadaran sosial para pemuda yang ingin mencapai peningkatan status sosial, menjadi orang yang berguna . erdik pandai dan ulam. adalah posisi yang dianggap AomatangAo. Kesadaran sosial ini sama dengan proses merendang yang diaduk secara terus-menerus. Hal ini sesuai dengan pepatah Minangkabau Aukaratau madang dihulu, babuah babungo balunAy yang artinya lebih baik pergi merantau karena di kampung belum berguna. Rendang tidak hanya hadir sebagai produk kuliner yang dapat dijumpai pada setiap Rumah Makan Padang atau sebagai produk komersial semata, tetapi juga sebagai produk budaya yang mengandung makna filosofi yang dalam. Rendang menampilkan identitas budaya Minangkabau yang bertumpu pada nilai moralitas adat yakni bahwa adat bersandi syarak, syarak bersandi kitabullah. Makna yang dapat dikenali dalam struktur sosial Minang yang sangat kuat mengkonstruksi individu pada strata hirarkis, yaitu menempatkan alim ulama sebagai penyangga moral masyarakat dengan moral Islami melalui surau. Adapun anak yang tumbuh menjadi dewasa dikondisikan untuk mempelajari agama di surau-surau bersama para alim ulama. Untuk memperoleh ilmu yang lebih luas dan mendalam, mau tidak mau, mereka harus mencari ilmu di tempat lain. Hal ini menyebabkan masyarakatnya menyadari bahwa secara struktural, pemuda akan terdorong untuk merantau. Nilai Pendidikan Religi dalam Kuliner Rendang Nilai pendidikan Religi merupakan suatu kesadaran yang menggejala secara mendalam dalam lubuk hati manusia sebagai human nature. Nilai religi tidak hanya menyangkut segi kehidupan secara lahiriah melainkan juga menyangkut keseluruhan diri pribadi manusia secara total dalam integrasinya hubungan ke dalam keesaan Tuhan (Rosyadi, 1995: . Nilai-nilai religius bertujuan untuk mendidik agar manusia lebih baik menurut tuntunan agama dan selalu ingat kepada Tuhan. Nilai Religi dalam kuliner rendang dapat dilihat melalui simbol lado . Cabai dimaknai sebagai alim ulama yang harus memiliki sifat seperti cabai yakni pedas dan tegas untuk mengajarkan agama. Kaum ulama adalah komunitas yang meneggakkan syariah dan moral masyarakat. Ulama adalah penyangga moral masyarakat. Nilai Pendidikan Moral dalam Kuliner Rendang Uzey . 9: . berpendapat bahwa nilai moral adalah suatu bagian dari nilai, yaitu nilai yang menangani kelakuan baik atau buruk dari manusia. Moral selalu berhubungan dengan nilai, tetapi tidak semua nilai itu adalah nilai moral. Moral berhubungan dengan kelakuan atau tindakan manusia. Nilai moral inilah yang lebih terkait dengan tingkah laku kehidupan kita sehari-hari. Rendang terbuat dari tiga bahan pokok yakni daging, cabai, dan kelapa. Kelapa inilah yang disimbolkan memiliki nilai pendidikan moral. Kelapa diartikan sebagai candik pandai . asyarakat terpelaja. dinamisator masyarakat. Seseorang haruslah menuntut ilmu agar terpelajar dan mampu bertanggung jawab terhadap prilakunya juga untuk menjadi penggerak ke arah kemajuan di masyarakat lingkungannya. Warung makan padang yang Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXi No. Juli 2017 menyediakan rendang dijumpai di berbagai wilayah tidak hanya di Padang. Ini menunjukkan adanya perantauan yang dilakukan penduduk minang, terutama laki-laki. Hal ini diartikan bahwa bagi mereka alam yang luas ini adalah tempat para lelaki belajar. Laki-laki harus mencapai peningkatan sosial dan menjadi orang yang berguna. juga menjelaskan tentang sejarah Rumah makan padang dan pengetahuan tentang makanannya terutama rendang. Penjelasan ini sengaja diberikan supaya pembelajar memiliki gambaran awal. Pengajar juga perlu menyampaikan biaya yang harus dikeluarkan untuk kegiatan kunjungan tersebut. Pada aktivitas ini, pembelajar harus menyimak baikbaik penjelasan dari pengajarr. Simakan . Nilai Pendidikan Sosial dalam tersebut akan digunakan untuk melakuKuliner Rendang kan aktivitas selanjutnya. Usahakan pengajar menyampaikan dengan seNilai pendidikan sosial merupa- menarik mungkin sehingga pembelajar kan hikmah yang dapat diambil dari per- tidak kebingunan. Oleh karena itu, beri ilaku sosial dan tata cara hidup sosial. kesempatan kepada pembelajar untuk Perilaku sosial berupa sikap seseorang bertanya jika memang ada yang belum terhadap peristiwa yang terjadi di seki- dimengerti. tarnya yang ada hubungannya dengan orang lain, cara berpikir, dan hubungan Kedua, mengunjungi tempat sosial bermasyarakat antar individu. sesuai yang telah diumumkan. Pembelajar dan pengajar dapat berangkat berTerdapat tiga warna dalam peny- sama-sama dari sekolah menuju Rumah ajian rendang. Tiga warna tersebut ada- Makan Padang yang ditentukan. Sebelah kuning, merah, dan hitam. Kuning lum berangkat, pengajar menyampaikan berasal dari gulai sayur nangka, merah hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan berasal dari ikan atau telur yang diberi oleh pembelajar. Hal ini untuk mengancabai merah, sedangkan hitam adalah tisipasi berbagai hal yang tidak diingwarna daging rendang itu sendiri. Nilai pendidikan sosial dapat diambil melalui penyimbolan bahan utama pembuat rendang yakni daging sapi. Daging . aging sap. dimaknai sebagai bundo kanduang . yang akan memberi kemakmuran kepada anak dan kemenakan. Posisi utama berada pada niniak mamak dan bundo kanduang yang menentukan generasi masa depan. Ketiga, pengajar memberi kesempatan seluas-luasnya kepada pembelajar untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya yang memang boleh dan dapat untuk diketahui. Pengajar hanya Kelima, pembelajar dan pengajar kembali pulang ke sekolah. Setelah sampai di kelas, pengajar dapat mem. Pembelajaran Bahasa melalui beri tugas kepada pembelajar. Tugas itu Kuliner Rendang berupa menuliskan kembali hasil kunjungan yang sudah dilakukan. Adapun Adapun penerapan strategi pemtagihannya dapat berupa tulisan deskripbelajaran melalui kuliner rendang adasi maupun narasi. lah sebagai berikut. Pertama, pembelajar dijelaskan tentang Rumah Makan Padang yang akan dikunjungi. Pengajar Dwi Desi Fajarsari : Nilai Pendidikan dalam Kuliner Rendang Namun demikian, strategi ini tidak dapat sering-sering dilakukan. Paling tidak kegiatan ini dapat dilakukan satu kali dalam tiga bulan. Kegiatan ini juga dapat digunakan sebagai penyegaran sehingga pembelajar tidak merasa Beberapa kekurangan yang muncul jika kegiatan wisata ini dilakukan terlalu sering, antara lain: boros. Pembelajaran seperti ini memerlukan biaya pengetahuan tentang tempat kuliner tradisional Indonesia. Dengan kegiatan belajar melalui kuliner ini, pembelajar dapat mengenal latar belakang budaya di balik suatu hidangan yang ada di Indonesia. Berawal dari menikmati makanan kemudian mengenal selanjutnya menyukai. Pengenalan ini diharapkan dapat menumbuhkan motivasi dalam belajar bahasa Indonesia. Walau bagaimana pun, keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh motivasi Berikut ini hal-hal yang dapat pembelajar. diperoleh oleh pembelajar dengan menggunakan strategi kuliner. Pertama. Keempat, melalui wisata kulinpembelajar dapat berinteraksi langsung er, pembelajar dapat mengetahui dan dengan masyarakat atau orang lain di mengenal selera masyarakat. Rasa dan luar sekolah. Hasil dari belajar itu sendi- aroma masakan dapat juga digunakan ri adalah pembelajar diharap dapat ber- untuk mengetahui karakter seseorang. komunikasi dengan menggunakan ba- Misalnya. Padang merupakan daerah di hasa Indonesia dengan baik dan benar. mana kaum laki-laki diharapkan meranBahasa Indonesia yang benar terkait tau atau pergi dari tanah kelahiran jika dengan kaidah dan dalam situasi formal. sudah besar. Oleh karena itu, sangat Adapun bahasa Indonesia yang baik ter- wajar jika Rumah Makan Padang pada kait dengan kesopanan atau rasa bahasa. akhirnya tidak sulit sering dijumpai di Ketika berinteraksi dengan masyarakat, mana-mana tidak hanya di Padang. pembelajar diharapkan dapat mengetaAdapun hal positif yang diperhui dan mempraktikkan perbedaan anoleh dengan menggunakan tara bahasa Indonesia yang benar dan strategi kuliner sebagai berikut. Pertayang baik. ma, pengajar tidak terlalu berat dalam Kedua, dapat mengajar. Wisata budaya dan kuliner menambah perbendaharaan kata. Den- dapat menjadi alternatif. Pengajar tigan kuliner khas Padang, pembelajar dak perlu bersusah payah mengajarkan, dapat memperoleh kosakata atau isti- tetapi cukup dengan menyimak dan lah-istilah tradisional . yang memberitahukan yang benar jika pemsebelumnya tidak ditemukan di dalam belajar melakukan kesalahan. Hal ini Hal ini karena kosakata yang karena pengajar terbantu oleh komunidiajarkan di dalam kelas cenderung kasi langsung yang dilakukan oleh pemmenggunakan ragam resmi. Sementa- belajar dengan masyarakat. ra, kosakata yang ada di rumah makan Kedua, pengajar dapat mengacenderung beragam santai. Selain itu, kemampuan berbahasa. perbendaharaan kosakata pembelajar terkait budaya dan kuliner menjadi ber- Dengan wisata budaya dan kuliner ini, pengajar dapat secara integral mengatambah. jarkan empat keterampilan berbahasa. Ketiga, pembelajar mendapat baik menyimak, berbicara, membaca. Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXi No. Juli 2017 maupun menulis. Artinya, dalam satu aktivitas, pembelajar sudah dapat mempelajari dan mempraktikkan empat keterampilan berbahasa sekaligus. Ketiga, pengajar telah berinovasi dalam melakukan pembelajaran. Pembelajaran yang baik adalah yang sesuai kebutuhan pembelajar. Selain itu, pembelajaran hendaknya tidak membosankan. Inovasi ini tentu saja dapat mengurangi kebosanan karena pembelajar diajak untuk jalan-jalan menikmati bahan utama, pelambang niniak mamak . dan bundo kanduang . yang akan memberi kemakmuran kepada anak dan kemenakan sehingga harus dihormati, . , merupakan lambang kaum cerdik pandai . aum intelektua. yang berfungsi sebagai dinamisator kelompok dan individu dalam masyarakat Minangkabau sehingga sebagai generasi bangsa kita dapat mencontohnya dengan menjadi penggerak ke arah kemajuan masyarakat, . , merupakan simbol alim ulama yang pedas, tegas untuk mengajarkan syarak . Berawal dari mengetahui dilanjutkan menikmati kelezatan makanan Daftar Pustaka khas Sumatra Barat, pembelajar menjadi termotivasi untuk mempelajari baha- Andayani. AuIntegrasi Model Pesa Indonesia. Besarnya motivasi belajar mahaman Budaya Lokal dalam diharapkan dapat mencapai target pemPembelajaran Bahasa Indonebelajaran bahasa Indonesia dan juga tersia Bagi Penutur Asing dengan transformasinya nilai-nilai luhur yang Pendekatan IntegratifAy dalam prosiding Seminar Nasional dan Launching ADOBSI. Surakarta: Kesimpulan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penulis menyadari tentang potensi kuliner etnik. Nilai pendidikan Chaer. Abdul. Psikolinguistik: sangat memungkinkan ditransformaKajian Teoretik. Jakarta: Rineka sikan melalui penggalian-penggalian Cipta. nilai yang terkandung dalam kuliner Pembelajaran tentang rendang Chaer. Abdul dan Agustina. Leonie. adalah salah satu yang dapat dijadikan Sosiolinguistik: Perkenalan bahan pembelajaran dan alat penanaman Awal. Jakarta: Rineka Cipta. nilai-nilai pendidikan pada seseorang. Kuliner khas lokal Indonesia ini selain Dardjowidjojo. Soenjono. Psikolinguistik: Pengantar Pemahaman produk komersial, tetapi yang lebih Bahasa Manusia. Jakarta: Obor. penting ia merupakan produk budaya yang melakukan komunikasi simbolis. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar BaNilai pendidikan dalam kuliner hasa Indonesia. Jakarta: Pusat rendang antaralain nilai pendidikan reBahasa. ligi, nilai pendidikan moral, dan nilai pendidikan sosial. Rendang yang terdiri atas tiga bahan pokok, mengandung Hidayat. Nandang Sarip. AuHubungan Berbahasa. Berpikir, dan Bermakna: . aging sap. , sebagai budayaAy dalam Sosial Budaya: Dwi Desi Fajarsari : Nilai Pendidikan dalam Kuliner Rendang Media Komunikasi Ilmu-ilmu So- Rosyadi. Nilai-nilai Budaya dasial dan Budaya. Vol. No. lam Naskah Kaba. Dewi Sri: JaJuli-Desember, hlm. Koentjaraningrat. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan . etakan kesembilan bela. Jakar- Sandy. Ilmu Pariwisata: Sebuah Pengantar Perdana. Jakarta: PT. ta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Pradnya Paramita. Leuhoe. Yermias J. Santoso. Alb. Joko, dan Rusdianto. Eduard. Setiadi. Elly. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Kencana: Jakarta AuPengembangan E-Kuliner Kota KupangAy pada Seminar Nasional Sains dan Teknologi ke-4 Tahun Shafa. TT. Teori Pemerolehan Bahasa dan Implikasinya dalam Pem2013. Fakultas Teknik Universitas Di http://download. Wahid Hasyim Semarang, hlm. org/article. php?ar33-38. ISBN 978-602-99334-2-0. ticle=400819&val=8778&title=Teori Pemerolehan BahaMahsun. Genolinguistik. Yogyasa dan Implikasinya karta: Pustaka Pelajar. dalam Pembelajaran diakses Martion dan Robby Hidajat. Jumat, 03 Februari 2017 pukul AuStruktur Simbolik Kuliner Ren14. 30 WIB. dang di Tanah RantauAy dalam Jurnal Jantra Vol. Kemendikbud: Soekanto. Soerjono. Pribadi dan Masyarakat (Suatu Tujuan dan Yogyakarta Sosilogi. Alumni: Bandung Moleong. Lexy J. Metode Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Sumarsono. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Remaja Rosdakarya: Bnadung Mulyaningsih. Indrya, dkk. AuEn- Syairi. Khairi Abu. AuPembelajaran Bahasa dengan Pendekatan couraging Scientific Writing: An BudayaAy dalam Dinamika Ilmu Explorative Study on the IndoVol. No. Desember, hlm. nesian General Course Learned at Islamic Colleges in Cirebon Regency. West Java Province. IndonesiaAy dalam International Tarigan. Henry Guntur. Psikolinguistik. Bandung: Angkasa. Journal of Science and Research (IJSR), http://w. net/arWurianto. Arif Budi. AuPembelajachive/v4i6/SUB156015. pdf ISSN ran Bahasa Indonesia Bermuatan (Onlin. : 2319-7064. Vol. Issue Budaya sebagai Penguatan Mas6. Juni, hlm. yarakat Ekonomi Asean (MEA) (Pengalaman di Ussh Ho Chi Purwanto. Ngalim. Ilmu PenMinh City-Universitas Nasional didikan Teoritis dan Praktis. Vietna. Ay dalam Seminar NasiRemaja Karya: Bandung onal Pendidikan Bahasa Indone- Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXi No. Juli 2017 sia 2015. ISBN 2477-636X, hlm. Zabidin. Muhammad Ali dan Mulyaningsih. Indrya. AuTeori Koneksionisme dalam Pembelajaran Bahasa Kedua Anak Usia DiniAy dalam Indonesian Language Education and Literature, http:// id/jurnal/index. php/jeill/article/view/599/959 Vol. No. Desember ISSN .