Eengineering Vol. 15 No. 1 April 2024 ISSN : 2087-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Analisis Pembebanan Pada Upper Structure Gedung Rumah Sakit Rujukan Kelas B Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah. Desa Pembuang Hulu I. Kecamatan Hanau. Kabupaten Seruyan Khoerul Fitrianto1. Weimintoro2 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer. Universitas Pancasakti Tegal. Jl. Halmahera KM. Tegal. Jawa Tengah Indonesia *Corresponding Author: khoerulfitrianto19@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk, . Melakukan analisis beban mati, beban hidup, dan beban gempa pada struktur gedung Rumah Sakit Rujukan Kelas B, . Menganalisis pembebanan pada struktur gedung Rumah Sakit Rujukan Kelas B menggunakan program bantu ETABS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini analisis struktur dilakukan secara 3 dimensi untuk mendapatkan hasil yang optimal. Pertama-tama dilakukan analisis eigenvalue untuk menentukan mode dan perioda getaran yang Data perioda getar dari analisis ini digunakan untuk menentukan gaya gempa statik dan dinamik berdasarkan respon spektra yang sesuai. Analisis struktur 3 dimensi dengan memperhatikan efek torsi kemudian dilakukan untuk mendapatkan gaya-gaya Analisis dilakukan baik secara statik maupun dinamik. Analisis struktur dilakukan dengan bantuan program ETABS. Berdasarkan hasil analisis dan perencanaan yang dilakukan pada proyek pembangunan Gedung Rumah Sakit Rujukan Kelas B Kalimantan Tengah, . Beban gempa dianalisis dengan dua metode yaitu metode static ekivalen dan metode analisis respons spectrum dengan program bantu ETABS. Dari hasil analisis metode static ekivalen didapat gaya geser dasar pada struktur adalah 3405 kN. Sedangkan untuk metode analisis respon spectrum didapat gaya geser dasar pada struktur adalah 3404,49 kN untuk arah X dan 3406,44 kN untuk arah Y dengan keterangan OK . , . Hasil analisis simpangan antar tingkat lantai arah x (OI. dan arah y (OI. terpenuhi sesuai dengan SNI 1726:2019 pasal 7. dijelaskan bahwa simpangan antar lantai tingkat desain (OI) tidak boleh melebihi simpangan antar lantai tingkat ijin (OI. Kata kunci: struktur, analisis, perencanaan. ETABS, beban gempa, pembebanan, gaya PENDAHULUAN Dalam bidang teknik sipil sering kali kita dihadapkan dengan analisis pembebanan pada struktur gedung Rumah Sakit Rujukan Kelas B Kalimantan Tengah. Analisis pembebanan yang dibahas meliputi beban mati, beban hidup, dan beban gempa yang bekerja pada struktur gedung Rumah Sakit Rujukan Kelas B dan dianalisis menggunakan program bantu ETABS2018. Analisis tersebut akan dijelaskan secara rinci sehingga dapat dipahami dengan baik dan jelas. Analisis struktur merupakan proses yang penting dalam merencanakan struktur gedung tingkat Analisis struktur gedung tingkat tinggi perlu dioptimalisasi dalam proses perhitungannya guna struktur gedung memiliki kekuatan yang baik dan tahan terhadap gempa sehingga gedung dapat memberikan kenyamanan dan keselamatan pada penggunanya. Proses yang perlu diperhatikan dalam analisis struktur adalah perhitungan pembebanan yang terjadi pada struktur. Pembebanan yang terjadi pada struktur gedung bertingkat tinggi umumnya adalah beban mati, beban hidup, dan beban gempa. Pengaruh pembebanan yang terjadi pada struktur akan diteruskan pada pondasi (Raharjo & Sujud, 2. Eengineering Vol. 15 No. 1 April 2024 ISSN : 2087-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Struktur gedung bertingkat tinggi umumnya menggunakan sistem struktur berupa sistem dinding geser. Sistem dinding geser digunakan untuk meningkatkan kekakuan lateral pada struktur gedung tingkat tinggi dan menahan gaya geser pada struktur akibat beban gempa. Penggunaan dinding geser juga dapat memperkecil simpangan yang terjadi pada struktur gedung akibat beban gempa yang terjadi (Mulyandari, 2. Perencanaan bangunan gedung bertingkat akan mempertimbangkan efisiensi dan mengacu pada peraturan SNI 2847:2019, tentang persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung dan SNI 1726:2019, yaitu Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non Serta pada penelitian ini mengacu SNI 1727:2020, tentang persyratan beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lain. Selain itu, analisa struktur juga merupakan faktor penting dalam perencanaan bangunan gedung, karena dari analisa struktur akan dihasilkan gaya-gaya seperti momen lentur, gaya geser, gaya aksial yang nantiya akan menjadi patokan dalam mendesain elemen struktur, yang diharapkan mampu menahan semua beban yang ada termasuk beban akibat gempa. METODOLOGI PERENCANAAN Obyek Perencanaan Bangunan yang akan direncanakan adalah struktur portal beton bertulang pada Gedung Rumah Sakit Rujukan Kelas B yang terdiri dari 8 lantai dengan tinggi 38,93 meter dan memiliki luas 184 m2. Lokasi Perencanaan Lokasi perencanaan proyek ini adalah bangunan Gedung Rumah Sakit Rujukan Kelas B 8 lantai di Desa Pembuang Hulu I. Kecamatan Hanau. Kabupaten Seruyan. Kalimantan Tengah. Pedoman Perencanaan Berdasarkan standar SNI berikut ini: SNI 1727:2020, yaitu Beban Minimum untuk Perancangan bangunan gedung dan struktur lain. SNI 1726:2019, yaitu Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung. SNI 2847:2019, yaitu Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan Data Primer Data primer didapat dari data yang sudah ada seperti gambar denah pekerjaan proyek pembangunan gedung Rumah Sakit Rujukan Kelas B 8 lantai dan data material dari proyek perencanaan tersebut. Studi Literatur Kajian yang digunakan dalam tugas akhir ini yaitu dari hasil Perencanaan ahliAeahli teknik sipil, bukuAebuku literatur yang berhubungan dengan kajian, dan standarAestandar yang digunakan dalam perencanaan bangunan beton bertulang. Data Bangunan Nama proyek : DED Rumah Sakit Rujukan Kelas B Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2021. Fungsi bangunan : Rumah Sakit Rujukan Kelas B. Tipe bangunan : Bangunan Beton Bertulang Tinggi bangunan : 38,93 meter Jumlah lantai : 8 Lantai. Eengineering Vol. 15 No. 1 April 2024 Luas bangunan ISSN : 2087-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. : 32. 184 m2. Gambar 1. Tampak Depan Struktur (Sumber: Etab. Gambar 2. Tampak Samping Struktur (Sumber: Etab. Gambar 3. Model 3D Bangunan (Sumber: Etab. Data Material Mutu beton yang digunakan dalam perencanaan bangunan ini memiliki kuat tekan beton . Ao. sebesar 30 MPa. Mutu beton yang digunakan untuk struktur atas (Kolom. Balok. Pelat. Dan Shearwal. memiliki kuat tekan beton . Ao. sebesar 30 MPa. Tegangan leleh yang digunakan untuk tulangan memanjang adalah BJTS 42 sebesar 420 MPa. Analisis Data Eengineering Vol. 15 No. 1 April 2024 ISSN : 2087-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Analisis data untuk beban gempa statik ekivalen yaitu dengan meninjau beban-beban gempa statik ekivalen. Konfigurasi kombinasi pembebanan berdasarkan SNI 1726:2019 dapat dilihat sebagai berikut: 1,0 D 1,0 LL 1,4 D 1,2 D 1,6 LL 0,5 Lr 1,21 D 1 LL 0,39 EQx 1,3 EQy 1,21 D 1 LL Ae 0,39 EQx 1,3 EQy 1,21 D 1 LL 0,39 EQx Ae 1,3 EQy 1,21 D 1 LL Ae 0,39 EQx Ae 1,3 EQy 1,21 D 1 LL 1,30 EQx 0,39 EQy 1,21 D 1 LL Ae 1,30 EQx 0,39 EQy 1,21 D 1 LL 1,30 EQx Ae 0,39 EQy 1,21 D 1 LL Ae 1,30 EQx Ae 0,39 EQy 0,89 D 0,39 EQx 1,3 EQy 0,89 D Ae 0,39 EQx 1,3 EQy 0,89 D 0,39 EQx Ae 1,3 EQy 0,89 D Ae 0,39 EQx Ae 1,3 EQy 0,89 D 1,30 EQx 0,39 EQy 0,89 D Ae 1,30 Qex 0,39 EQy 0,89 D 1,30 Qex Ae 0,39 EQy 0,89 D Ae 1,30 Qex Ae 0,39 EQy Keterangan: : Beban mati. : Beban hidup. : Roof Live. EQx : Beban gempa arah sumbu x. EQy : Beban gempa arah sumbu y. : Beban merata. Diagram Alir Perencanaan Mulai Estimasi Design Pengumpulan Data C Gambar struktur. SNI Perhitungan Pembebanan C Beban Mati. Beban Hidup. Beban Dinding. Dan Beban Gempa Analisis Pemodelan Struktur Pada Software ETABS 2018 Perhitungan Tulangan C Balok. Kolom. Plat. Dan Shearwall Aman Penggambaran Hasil Perhitungan Kesimpulan Selesai Eengineering Vol. 15 No. 1 April 2024 ISSN : 2087-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Pembebanan Struktur Beban Mati Jenis dan nilai beban mati yang dimasukkan dalam pemodelan struktur dapat dilihat pada tabel Tabel 1. Jenis Dan Nilai Beban Mati Jenis Beban Nilai Satuan Beban Berat Sendiri: - Beton Bertulang kN/m3 Beban Mati Tambahan - Adukan semen - Mekanikal dan eletrikal - Penutup lantai ubin - Penutup langit-langit - Lain-lain - Beban roof tank atap - Beban gondola - Beban ruang mesin lift (Sumber: Proyek Rumah Sakit Rujukan Kelas B) 0,42 0,24 0,07 0,57 kN/m2 kN/m2 kN/m2 kN/m2 kN/m2 kN/m2 kN/m2 kN/m2 Beban Hidup Beban hidup untuk gedung Rumah Sakit Rujukan Kelas B yang dimasukkan dalam permodelan struktur didasarkan pada SNI 1727 tahun 2020 subbab 4. Tabel 2. Penggunaan Dan Nilai Beban Hidup Penggunaan Nilai Satuan Beban Rawat inap 1,92 kN/m2 Area public 4,79 kN/m2 Lab dan operasi 2,87 kN/m2 Tangga 4,79 kN/m2 Atap kN/m2 (Sumber: Proyek Rumah Sakit Rujukan Kelas B) Beban Dinding Nilai beban dinding yang dimasukkan dalam pemodelan struktur adalah beban dinding A bata . ata ringa. 1,2 kN/m2. Gambar 4. Pemodelan Beban Dinding (Sumber: Etab. Eengineering Vol. 15 No. 1 April 2024 ISSN : 2087-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Beban Gempa Analisis Respons Spectrum Data yang digunakan untuk menghitung pembebanan gempa yang terjadi pada struktur adalah: Fungsi bangunan: Rumah Sakit Rujukan Kelas B. Lokasi bangunan: Kalimantan Tengah. Kelas tanah: SE (Tanah Luna. Oleh karena itu, untuk menentukan grafik respons spectrum desain, maka dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut: Menentukan Kategori Risiko: Berdasarkan SNI 1726 tahun 2019, kategori resiko untuk gedung rumah sakit adalah kategori resiko IV. Tabel 3. Kategori Risiko Jenis Pemanfaatan (Sumber: SNI 1726 Tahun 2. Menentukan faktor keutamaan (I. Berdasarkan SNI 1726 tahun 2019, faktor keutamaan untuk kategori resiko IV adalah 1,50. Tabel 4. Faktor Keutamaan Gempa (Sumber: SNI 1726 Tahun 2. Menentukan nilai koefisien situs (Fa dan F. Berdasarkan SNI 1726 tahun 2019, untuk nilai SS = 0,032g dan S1=0,0389g Dan kelas tanah lunak, maka nilai Fa dan Fv adalah: = 2,4 = 4,2 Eengineering Vol. 15 No. 1 April 2024 ISSN : 2087-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Tabel 5. Nilai Koefisien Situs Fa Dan Fv (Sumber: SNI 1726 Tahun 2. Menentukan nilai parameter percepatan spektral respons pada periode pendek (SMS) dan periode 1 detik (SM. Berdasarkan pasal 6. 2 SNI 1726 tahun 2019, nilai SMS dan SM1 adalah: SMS = Fa N SS = 2,4 N 0. 032 = 0,0768g. SM1 = Fv N S1 = 4,2 N 0,0389 = 0,1634g. Keterangan: SS : Parameter respons spectral percepatan gempa MCER terpetakan untuk periode pendek. S1 : Parameter respons spectral percepatan gempa MCER terpetakan untuk periode 1 detik. Fa : Koefisien situs pada tabel 4 SNI 1726:2019 untuk periode pendek. Fv : Koefisien situs pada tabel 5 SNI 1726:2019 untuk periode 1 detik. Menentukan nilai parameter percepatan spektral rencana pada periode pendek (SDS) dan periode 1 detik (SD. Berdasarkan SNI tahun 2019, nilai SDS dan SD1 harus dilakukan melalui perumusan berikut ini: SDS = SMS = N 0,0768g = 0,0512g SD1 = SM1 = N 0,1634g = 0,1089g . Menentukan kategori desain seismic Eengineering Vol. 15 No. 1 April 2024 ISSN : 2087-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Menurut SNI 1726:2019 tabel 8 dan tabel 9, kategori desain seismic berdasarkan nilai SDS yaitu kategori A dan nilai SD1 yaitu kategori C. Tabel 6. Kategori Desain Seismic (Sumber: SNI 1726 Tahun 2. Menentukan nilai koefisien modifikasi respons (R), faktor kekuatan berlebih . , dan faktor pembesaran defleksi (C. Berdasarkan gedung pada laporan ini memiliki kategori desain seismic D, dan berdasarkan tabel 12 SNI 1726 tahun 2019 untuk system ganda dengan rangka pemikul momen khusus dan dinding geser beton bertulang khusus, nilai koefisien dan faktornya adalah: (SRPMK) Koefisien modifikasi respons (R) = 7. = 2,5. Faktor kekuatan berlebih (E. Faktor pembesaran defleksi (C. = 5,5. Tabel 7. Nilai Koefisien Modifikasi (R), (E. Dan (C. (Sumber: SNI 1726 Tahun 2. Mendesain model respons spectrum Untuk mendesain model respon spectrum, ketentuan dalam mendesainnya didasarkan pada SNI tahun 2019 sebagai berikut: Batasan periode T0 = 0,2 N = 0,2 N , = 0,426 s TS = = , = 2,128 s . Nilai Sa saat T < T0 Sa = SDS 0,4 Saat T = 0 s, maka : Eengineering Vol. 15 No. 1 April 2024 Sa = 0,1089g 0,4 ISSN : 2087-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. 0,04356g . Nilai Sa saat T0 < T < TS Sa = SDS = 0,1089g . Nilai Sa saat T Ou TS Sa = Saat T = 1 s, maka : Sa = = 0,0512g Keterangan: Sa : Spektrum respon percepatan desain. T : Periode getar fundamental struktur. T0 : 0,2 dikali perbandingan antara SD1 dan SDS. TS : Perbandingan antara SD1 dan SDS. Dari hasil perhitungan tersebut, maka didapatkan desain model response spectrum yang dapat dilihat pada gambar 5. Gambar 5. Grafik Respons Spectrum (Sumber: Etab. Analisis static ekivalen Data yang digunakan dalam analisis static ekivalen adalah berat struktur per lantai dan tinggi lantai yang dapat dilihat pada tabel 8. Tabel 8. Data Berat Struktur Dan Tinggi Per-Lantai Lantai Berat Lantai (K. Tinggi Lantai . Lantai Atap 16974,36 38,93 Lantai 8 11640,51 34,68 Lantai 7 18730,62 30,43 Lantai 6 42672,94 26,18 Lantai 5 39909,92 21,93 Lantai 4 41181,03 17,68 Lantai 3 50684,14 13,43 Lantai 2 47162,61 8,84 Lantai 1 41416,07 4,25 Total 310372,21 38,93 (Sumber: Proyek Rumah Sakit Rujukan Kelas B) Eengineering Vol. 15 No. 1 April 2024 ISSN : 2087-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Menentukan periode fundamental Berdasarkan SNI 1726 tahun 2019 pada tabel 18 dan tabel 17, nilai periode fundamental dapat dihitung dengan cara pendekatan dengan persamaan berikut: Ta = Ct hxn = 0,0488 N 38,930,75 = 0,761 s Tmax = Cu N Ta = 1,6 N 0,761 = 1,217 s Keterangan: Ta : Periode fundamental pendekatan . Ct : Faktor pengali periode pendekatan. x : Faktor pengali periode pendekatan. hn adalah ketinggian struktur . , di atas dasar sampai tingkat tertinggi struktur, dan koefisien Ct dan x ditentukan dari tabel 18 SNI 1726:2019. Tabel 9. Koefisien Untuk Batas Atas Pada Peiode Yang Dihitung (Sumber: SNI 1726 Tahun 2. Tabel 10. Nilai Parameter Periode Pendekatan Ct Dan x (Sumber: SNI 1726 Tahun 2. Menghitung koefisien respons siesmik Berdasarkan SNI 1726 tahun 2019, nilai koefisien respons seismic (C. adalah sebagai berikut: Cs = / = / , = 0,011 Nilai koefisien respons seisimik tidak boleh melebihi nilai persamaan berikut jika T < TL : Csmax = = , = 0,019 / . Eengineering Vol. 15 No. 1 April 2024 ISSN : 2087-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Struktur yang berlokasi di daerah Desa Pembuang Hulu I. Kalimantan Tengah di mana S1 > 0,039. Oleh karena itu, nilai koefisien respons seismic (Cs yang dipaka. = 0,019. Keterangan: Cs : Koefisien respon seismic. R : Koefisien modifikasi respon. Ie : Faktor keutamaan gempa. T : Periode bangunan struktur . SDS : Respons spectra pada percepatan periode pendek. SD1 : Respons spectra pada percepatan periode 1 detik. S1 : Parameter respons spectral percepatan gempa terpetakan periode 1. Menghitung gaya geser dasar seismic Berdasarkan SNI 1726 tahun 2019. Gaya geser dasar seismic adalah total dari seluruh gaya lateral akibat gempa yang diterima oleh bangunan gedung yang sedang ditinjau dan merupakan total dari gaya lateral gempa yang diterima setiap lantainya. Besarnya gaya geser dasar seismic (V) adalah berikut ini: V = CsW = 0,011 N 310372,21 = 3405 kN Keterangan : V : Gaya geser dasar seismic . Cs : Koefisien respon seismic. W : Berat gravitasi total struktur gedung efektif . Evaluasi Hasil Analisis Struktur Evaluasi dan hasil analisis struktur bangunan dilakukan dengan cara mencari data umum, data teknis proyek dan informasi yang mendukung perencanaan struktur seperti gambar struktur, pembebanan yang akan digunakan beserta kriterianya. Evaluasi hasil analisis struktur yang dilakukan adalah control partisipasi massa, control analisis response spectrum, dan analisis simpangan antar tingkat lantai. Kontrol Partisipasi Massa Berdasarkan pasal 7. 1 SNI 1726 tahun 2019. Jumlah ragam vibrasi yang ditinjau dalam penjumlahan respons ragam menurut metode ini harus sedemikian rupa, sehingga partisipasi massa dalam menghasilkan respons total harus mencapai sekurang-kurangnya 90% dari massa actual pada masing-masing arah horizontal orthogonal dari respons yang ditinjau model. Dari hasil analisis pada program ETABS2018 terdapat jumlah partisipasi massa telah memenuhi persyaratan SNI 1726 tahun 2019 dapat dilihat pada gambar. Gambar 6. Partisipasi Massa Rasio (Sumber: Etab. Eengineering Vol. 15 No. 1 April 2024 ISSN : 2087-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Kontrol Hasil Analisis Response Spektrum Berdasarkan SNI 1726 tahun 2019, diisyaratkan nilai gaya geser dasar hasil analisis (V. harus Ou 100% gaya geser dasar hasil analisis static ekivalen (V). Jika syarat tersebut tidak terpenuhi, maka dapat mengalikan nilai faktor skala gaya geser sebesar V/Vt. Hasil analisis dapat dilihat pada tabel yang menunjukkan bahwa hasil analisis gaya geser dasar telah terpenuhi. Tabel 11. Perbandingan Gaya Gempa (Sumber: Etab. Hasil Analisis Simpangan Antar Tingkat Lantai Simpangan antar lantai tingkat desain (OI) tidak boleh melebihi simpangan antar lantai tingkat ijin (OI. seperti didapatkan dari Tabel 16 SNI 1726:2019 untuk semua tingkat. Tabel 12. Simpangan Antar Lantai Ijin (OI. Struktur Kategori Risiko I atau II i Struktur, selain dari struktur dinding geser batu bata, 4 0,025hsxc 0,020hsx tingkat atau kurang dengan dinding interior, partisi, langitlangit dan sistem dinding eksterior yang telah didesain untuk mengakomodasi simpangan antar lantai tingkat Struktur dinding geser kantilever batu bata 0,010hsx 0,010hsx Struktur dinding batu bata lainnya 0,007hsx 0,007hsx Semua struktur lainnya 0,020hsx 0,015hsx (Sumber: SNI 1726 Tahun 2. 0,015hsx 0,010hsx 0,007hsx 0,010hsx Keterangan: hsx adalah tinggi tingkat di bawah tingkat x. Untuk sistem penahan gaya seismik yang terdiri dari hanya rangka momen dalam Kategori Desain Seismik D. E dan F, simpangan antar lantai tingkat ijin harus sesuai dengan persyaratan Pasal 7. Tidak boleh ada batasan simpangan antar lantai untuk struktur satu tungkat dengan dinding interior, partisi, langit-langit, dan sistem dinding eksterior yang telah didesain untuk Eengineering Vol. 15 No. 1 April 2024 ISSN : 2087-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. mengakomodasi simpangan antar latai tingkat. Persyaratan pemisahan struktur dari pasal 7. tidak diabaikan. Struktur di mana sistem struktur dasar terdiri dari dinding geser batu bata yang didesain sebagai elemen vertikal kantilever dari dasar atau pendukung fondasi yang dikonstruksikan sedemikian agar penyaluran momen diantara dinding geser . dapat diabaikan. Tabel 13. Simpangan Arah Lantai x (OI. (Sumber: Etab. Tabel 14. Simpangan Arah Lantai y (OI. (Sumber: Etab. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis pembebanan pada stuktur atas gedung Rumah Sakit yang telah dilakukan pada bab sebelumnya maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: Beban mati yang bekerja pada struktur gedung Rumah Sakit Rujukan Kelas B Kalimantan Tengah didasarkan pada berat sendiri akibat beton bertulang sebesar 24 kN/m3 dan beban mati tambahan yang terdiri dari: Adukan semen = 0,42 kN/m2 Mekanikal dan elektrikal = 0,3 kN/m2 Berat penutup langit-langit = 0,07 kN/m2 Beban roof tank atap = 20 kN/m2 Beban gondola = 5 kN/m2 Beban ruang mesin lift = 10 kN/m2 Dinding setengah bata = 1,2 kN/m2 Berat penutup lantai = 0,24 kN/m2 Beban lain-lain = 0,57 kN/m2 Eengineering Vol. 15 No. 1 April 2024 ISSN : 2087-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Beban hidup yang bekerja pada struktur gedung Rumah Sakit Rujukan Kelas B Kalimantan Tengah didasarkan pada penggunaan gedung sebagai bangunan Rumah Sakit Rujukan Kelas B dan disesuaikan dengan denah ruangan per lantai dengan nilai beban hidup yang terdiri dari: Rawat inap = 1,92 kN/m2 Area public = 4,79 kN/m2 Lab dan operasi = 2,87 kN/m2 Tangga = 4,79 kN/m2 Atap = 1,5 kN/m2 Beban gempa dianalisis dengan dua metode yaitu metode static ekivalen dan metode analisis respons spectrum dengan program bantu ETABS18. Dari hasil analisis metode static ekivalen didapat gaya geser dasar pada struktur adalah 3405 kN. Sedangkan untuk metode analisis respon spectrum didapat gaya geser dasar pada struktur adalah 3404,49 kN untuk arah X dan 3406,44 kN untuk arah Y dengan keterangan OK . Hasil analisis simpangan antar tingkat lantai arah x (OI. dan arah y (OI. terpenuhi sesuai dengan SNI 1726:2019 pasal 7. 12 dijelaskan bahwa simpangan antar lantai tingkat desain (OI) tidak boleh melebihi simpangan antar lantai tingkat ijin (OI. DAFTAR PUSTAKA