PENELITIAN ASLI PENELITIAN ASLI HUBUNGAN LITERASI KEUANGAN DENGAN KESIAPAN BERWIRAUSAHA PADA SISWA SMK SWASTA SINAR HUSNI 2 TR LABUHAN DELI Ronnie Togar Mulia Sirait1. Elizabeth Haloho2. Parlindungan Purba3. Miftha Khulzannah4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie Fakultas Bisnis. Universitas Mikroskil Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Sari Mutiara Indonesia Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Info Artikel Abstrak Riwayat Artikel: Latar Belakang: Literasi keuangan adalah kapasitas individu dalam memahami serta mengelola keuangan secara efektif, yang berperan penting dalam membentuk kesiapan berwirausaha, terutama bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja maupun usaha mandiri. Namun, masih terdapat siswa yang memiliki minat berwirausaha tanpa didukung oleh pemahaman keuangan yang Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi keuangan dengan kesiapan berwirausaha pada siswa SMK Swasta Sinar Husni 2 TR Labuhan Deli. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian terdiri 431 orang siswa. Penentuan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan jumlah sampel dihitung menggunakan rumus Slovin, sehingga diperoleh 93 responden yang memenuhi kriteria. Tahapan analisis data meliputi kualitas instrumen, uji asumsi klasik, analisis korelasi, serta pemodelan regresi linier sederhana. Hasil: Penelitian ini mengindikasikan adanya hubungan positif dan signifikan antara literasi keuangan dan kesiapan berwirausaha pada siswa. Temuan ini mengimplikasikan bahwa peningkatan tingkat literasi keuangan siswa sejalan dengan meningkatnya kesiapan mereka dalam menjalankan kegiatan kewirausahaan. Kesimpulan: Penelitian ini adalah karena literasi keuangan berperan penting dalam meningkatkan kesiapan berwirausaha siswa SMK, sekolah perlu memperkuat literasi keuangan melalui pembelajaran terstruktur dan praktik kewirausahaan yang aplikatif. Tanggal Dikirim: 09 Februari 2026 Tanggal Diterima: 11 Februari 2026 Tanggal Dipublish: 12 Februari 2026 Kata kunci: Literasi Keuangan. Kesiapan Berwirausaha. Siswa SMK Penulis Korespondensi: Ronnie Togar Mulia Sirait Email: ronnie. sirait@gmail. Jurnal Mutiara Akuntansi e-ISSN: 2579-7611 Vol. 10 No. 2 Desember 2025 (Hal 98-. Homepage: https://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JMA DOI: https://doi. org/10. 51544/jma. How To Cite: Sirait. Ronnie Togar Mulia. Elizabeth Haloho. Parlindungan Purba, and Miftha Khulzannah. AuHubungan Literasi Keuangan Dengan Kesiapan Berwirausaha Pada Siswa SMK Swasta Sinar Husni 2 TR Labuhan Deli. Ay Jurnal Mutiara Akuntansi 10 . : 98Ae106. https://doi. org/https://doi. org/10. 51544/jma. Copyright A 2025 by the Authors. Published by Program Studi: Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sari Mutiara Indonesia. This is an open access article under the CC BY-SA Licence (Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Licens. Pendahuluan Perekonomian Indonesia tengah mengalami dinamika yang memerlukan strategi pembangunan sumber daya manusia yang adaptif, produktif, dan berorientasi pada kemandirian ekonomi. Salah satu komponen penting dalam pembangunan itu adalah kewirausahaan, yang tidak hanya berperan dalam peningkatan jumlah pelaku usaha tetapi juga pengurangan angka pengangguran, khususnya di kalangan generasi muda. Menurut beberapa studi, kewirausahaan potensial menjadi solusi strategis dalam menanggulangi permasalahan ketenagakerjaan serta ketergantungan pada lapangan kerja formal yang terbatas. Di sisi lain, terciptanya wirausahawan yang handal tidak hanya ditentukan oleh kesiapan psikologis atau kreatif semata, melainkan juga oleh kapasitas kognitif dalam pengelolaan aspek keuangan suatu kemampuan yang dikenal sebagai literasi keuangan. Literasi keuangan secara umum merujuk pada kemampuan individu untuk memahami konsep-konsep dasar keuangan, seperti perencanaan anggaran, tabungan, investasi, risiko, pengelolaan utang, serta pengambilan keputusan finansial yang bijak. Individu yang memiliki kompetensi literasi keuangan yang tinggi secara teoritis berpotensi mampu mengelola sumber daya finansialnya dengan efektif, sehingga meminimalkan risiko kegagalan dalam mengelola usaha dan perencanaan masa depan finansialnya. Hal ini menunjukkan kesesuaian dengan hasil penelitian terdahulu, di sekolah menengah yang menyatakan bahwa Literasi keuangan tidak semata-mata mencakup penguasaan pengetahuan dasar, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku pengelolaan keuangan yang rasional serta mendukung pengambilan keputusan finansial yang bertanggung jawab pada masa mendatang (Najmuddin. Santoso. Anggraini. Sulistyawati, & Estrini, 2. Sedangkan kesiapan berwirausaha merupakan konstruk multidimensional yang mencakup kesiapan psikologis, pengetahuan bisnis, kemampuan manajerial, kepercayaan diri, dan kesiapan untuk menghadapi risiko dalam usaha. Dalam konteks pendidikan kejuruan, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), kewirausahaan sering dipandang sebagai salah satu kemampuan inti yang seharusnya dibekali kepada Hal ini terkait dengan peran SMK sebagai institusi pendidikan yang tidak sekadar mencetak lulusan berkompetensi teknis, tetapi juga mencetak lulusan yang mampu berkontribusi pada pembangunan ekonomi melalui kewirausahaan. Integrasi pendidikan kewirausahaan dalam kurikulum SMK nasional menjadi penting karena lulusan SMK diharapkan mampu menjadi pelaku usaha produktif dan inovatif, bukan sekadar pencari kerja. Pada kenyataannya, meskipun program kewirausahaan telah menjadi bagian kurikulum di banyak sekolah kejuruan, masih banyak indikator yang menunjukkan bahwa kesiapan siswa untuk berwirausaha termasuk keterampilan praktis dalam mengelola keuangan usaha, perencanaan modal, dan pengambilan keputusan finansial masih kurang optimal. Lebih lagi, perkembangan teknologi digital dan produk keuangan modern menuntut siswa untuk menguasai literasi keuangan digital yang jauh melampaui pemahaman konvensional tentang uang dan perbankan saja. Hasil studi tentang literasi keuangan digital menunjukkan bahwa sebagian besar siswa SMK sudah menggunakan layanan keuangan digital dalam kehidupan mereka sehari-hari yang berarti kemampuan literasi keuangan digital bisa menjadi penentu penting dalam kesiapan mereka memasuki dunia usaha yang bersifat digital dan kompetitif (Nurisman. Setyastanto. Oktariswan. Vernia, & Leksono, 2. Sejumlah penelitian empiris telah menunjukkan hubungan positif antara literasi keuangan dan dimensi kewirausahaan, meskipun dengan variasi hasil yang dipengaruhi oleh konteks populasi dan metode penelitian. Misalnya, penelitian pada siswa SMA menunjukkan bahwa literasi keuangan secara bersama-sama dengan orientasi kewirausahaan dapat mempengaruhi intensi berwirausaha siswa. Temuan ini memperkuat asumsi bahwa literasi keuangan berperan sebagai determinan penting dalam membentuk niat serta kesiapan individu untuk memasuki dunia kewirausahaan (Ling & Kurniawan, 2. Selain itu, dalam konteks mahasiswa atau pelajar yang lebih dewasa, literasi keuangan terbukti berkontribusi pada minat atau intensi kewirausahaan secara signifikan, yang secara teoritis juga dapat diterapkan pada konteks siswa SMK. Penelitian lain dalam konteks akademik menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif terhadap ketertarikan berwirausaha di antara mahasiswa, menggambarkan bahwa saat individu memiliki pengetahuan finansial yang lebih baik, mereka akan lebih percaya diri dalam mengambil keputusan bisnis dan memahami risiko-risiko yang terkait dengan usaha yang dirintis (A. Usman, & Sari, 2. Konsep literasi keuangan yang kuat tidak hanya terkait dengan kesiapan mengelola modal usaha tetapi juga tercermin dalam pengambilan keputusan operasional dan strategi pengembangan usaha yang berkelanjutan. Beberapa penelitian lain yang mengkaji hubungan literasi keuangan dan variabel terkait kewirausahaan menunjukkan bahwa literasi keuangan, ketika dikombinasikan dengan kemampuan lain seperti kreativitas, pengalaman organisasi, atau kemampuan digital, akan memperkuat kesiapan berwirausahaAimeskipun kekuatan pengaruhnya bervariasi antar kelompok populasi (Reditayani & Suhardi, 2. Di samping itu, studi-studi lokal yang dilakukan di SMK juga menunjukkan realitas bahwa tingkat literasi keuangan di kalangan siswa seringkali masih rendah dan perlu ditingkatkan secara sistematis. Salah satu studi di SMK Swadaya Semarang melaporkan bahwa sebelum intervensi literasi keuangan, mayoritas siswa masih berada pada tahap literasi yang kurang memadai, yang selanjutnya dapat berdampak pada kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan, termasuk dalam memulai usaha (Najmuddin. Santoso. Anggraini. Sulistyawati, & Estrini, 2. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada dasarnya Dikembangkan guna menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, serta siap berkiprah di dunia profesional maupun kewirausahaan. SMK Swasta Sinar Husni 2 TR Labuhan Deli sebagai salah satu lembaga pendidikan kejuruan telah membekali siswa dengan kompetensi keahlian sesuai bidangnya serta mata pelajaran kewirausahaan sebagai bagian dari kurikulum. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih memandang kewirausahaan sebatas kegiatan praktik sekolah atau tugas mata pelajaran, bukan sebagai pilihan karier setelah lulus, yang tercermin dari keterbatasan pemahaman mereka dalam perencanaan usaha, pengelolaan modal, pencatatan keuangan sederhana, serta perhitungan keuntungan dan risiko. Meskipun siswa cukup akrab dengan penggunaan uang dan transaksi keuangan dalam kehidupan sehari-hari, kedekatan tersebut belum diiringi dengan literasi keuangan yang memadai, yang terlihat dari rendahnya kemampuan membedakan keuangan pribadi dan usaha, kurangnya kebiasaan perencanaan anggaran, serta minimnya pemahaman tentang pengelolaan risiko dan pengembangan keuangan bisnis. Kondisi ini berdampak pada kesiapan berwirausaha siswa yang masih rendah, ditandai dengan keraguan dan kurangnya kepercayaan diri untuk memulai usaha secara mandiri akibat ketidaksiapan dalam mengelola keuangan dan mengambil keputusan finansial. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, permasalahan utama dalam penelitian ini terletak pada masih rendahnya kesiapan berwirausaha siswa SMK Swasta Sinar Husni 2 TR Labuhan Deli, khususnya yang berkaitan dengan kemampuan pengelolaan keuangan usaha, perencanaan modal, serta pengambilan keputusan finansial, yang diduga dipengaruhi oleh tingkat literasi keuangan yang belum optimal. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai sejauh mana literasi keuangan berperan dalam membentuk kesiapan berwirausaha siswa SMK, mengingat literasi keuangan merupakan kompetensi penting dalam mendukung keberhasilan usaha dan kemandirian ekonomi. Oleh karena itu, penelitian ini diarahkan untuk mengkaji secara empiris hubungan antara literasi keuangan dan kesiapan berwirausaha siswa SMK Swasta Sinar Husni 2 TR Labuhan Deli. Sejalan dengan tujuan tersebut, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan berwirausaha siswa, yang berarti semakin tinggi tingkat literasi keuangan yang dimiliki siswa, maka semakin tinggi pula kesiapan mereka untuk memasuki dan menjalankan aktivitas kewirausahaan secara mandiri. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis korelasional dan regresi untuk mengkaji hubungan statistik antarvariabel. Populasi penelitian berjumlah 431 siswa, dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan karakteristik yang relevan dengan tujuan penelitian, yaitu siswa yang terdaftar aktif pada tahun ajaran penelitian, telah mengikuti proses pembelajaran terkait variabel yang diteliti, serta memiliki data yang lengkap dan bersedia menjadi Jumlah sampel ditetapkan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan sebesar 10% untuk memperoleh ukuran sampel minimum yang representatif, sehingga diperoleh 93 responden. Data dianalisis melalui tahapan pengujian kualitas instrumen, uji asumsi klasik, analisis korelasi, dan regresi linier sederhana guna mengetahui arah dan tingkat pengaruh antarvariabel. Hasil Dan Pembahasan Kualitas Instrumen Uji validitas instrumen dilaksanakan pada tingkat signifikansi 5% dengan jumlah responden sebanyak 30 orang, sehingga diperoleh nilai r tabel sebesar 0,3610. Hasil analisis korelasi antara skor item dan skor total menunjukkan bahwa seluruh butir pernyataan memiliki nilai r hitung yang melampaui nilai r tabel. Temuan ini mengindikasikan bahwa setiap item memiliki korelasi yang signifikan dengan konstruk yang diukur. Untuk memastikan konsistensi internal instrumen penelitian, reliabilitas diukur menggunakan CronbachAos Alpha, dan hasil pengujian tersebut disajikan pada tabel Tabel 1 Hasil Uji Reliabilitas Sumber: Hasil Olah Data Primer. November 2025 Berdasarkan hasil uji reliabilitas sebagaimana disajikan dalam tabel, seluruh indikator penelitian telah memenuhi kriteria konsistensi internal yang baik, yang tercermin dari nilai CronbachAos Alpha masing-masing variabel yang berada di atas ambang batas minimum 0,6 pada uji coba dengan 30 responden. Hasil penelitian ini memberikan bukti bahwa instrumen yang digunakan dalam penelitian memiliki tingkat yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan, keandalan yang memadai sehingga dapat digunakan secara konsisten dalam pengumpulan data dan layak untuk dilanjutkan pada tahap analisis statistik berikutnya, termasuk analisis regresi. Uji Asumsi Klasik Uji normalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan KolmogorovAeSmirnov guna mengevaluasi signifikansi sebaran data secara statistik. Suatu data dinyatakan memiliki distribusi normal apabila nilai probabilitas . -valu. yang diperoleh melebihi batas signifikansi 0,05. Pelaksanaan uji ini bertujuan untuk memastikan bahwa asumsi normalitas residual terpenuhi, mengingat normalitas residual merupakan prasyarat fundamental dalam penerapan analisis regresi Dengan terpenuhinya asumsi tersebut, model regresi yang diestimasi dapat dinyatakan layak dan hasil analisis yang diperoleh dapat diinterpretasikan secara valid. Hasil pengujian normalitas selanjutnya dipaparkan sebagai berikut: Tabel 2 Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov Sumber: Hasil Olah Data Primer. November 2025 Hasil pengujian normalitas residual dengan metode KolmogorovAeSmirnov menunjukkan nilai probabilitas sebesar 0,200, yang melebihi tingkat signifikansi 5 Temuan ini mengindikasikan bahwa tidak terdapat penyimpangan distribusi residual dari asumsi normalitas, sehingga hipotesis nol tidak ditolak. Dengan terpenuhinya asumsi normalitas residual, model regresi dinilai layak digunakan sebagai dasar penarikan kesimpulan statistik. Uji heteroskedastisitas dilakukan sebagai langkah diagnostik untuk menilai konsistensi varians residual dalam model regresi linier. Varians residual yang tidak konstan antar pengamatan menunjukkan adanya gejala heteroskedastisitas, yang dapat menyebabkan distorsi pada estimasi standar error dan melemahkan ketepatan inferensi statistik. Oleh karena itu, terpenuhinya asumsi homoskedastisitas menjadi aspek penting dalam menjamin keandalan dan validitas model regresi. Pada penelitian ini, identifikasi awal heteroskedastisitas dilakukan melalui analisis visual Scatterplot residual yang dihasilkan menggunakan perangkat lunak SPSS, dengan mengamati ada tidaknya pola tertentu atau kecenderungan sistematis pada sebaran titik. Hasil visualisasi pengujian tersebut yang divisualisasikan pada gambar berikut: Gambar 1 Hasil Uji Heterokedastisitas Menggunakan Grafik Scatterplot Berdasarkan hasil evaluasi terhadap grafik residual, terlihat bahwa sebaran titik data berlangsung secara acak dan tidak menunjukkan adanya pola tertentu. Kondisi ini mengindikasikan bahwa varians residual cenderung konstan di sepanjang rentang nilai variabel independen yang diamati. Dengan terpenuhinya kondisi tersebut, model regresi yang digunakan dapat dinyatakan memenuhi asumsi homoskedastisitas. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa model tidak menunjukkan indikasi terjadinya Analisis Regresi Linier Sederhana Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana sebagai pendekatan kuantitatif untuk menguji dan mengukur hubungan kausal antarvariabel penelitian secara empiris. Temuan yang dihasilkan dari pengujian model regresi tersebut selanjutnya dijadikan dasar utama dalam menganalisis, menafsirkan, dan membahas hasil penelitian secara komprehensif: Tabel 3 Hasil Analisis Regresi Linier Sederhana Sumber: Hasil Olah Data Primer. November 2025 Berdasarkan hasil analisis regresi linier sederhana diperoleh persamaan Y = Oe1,226 1,236X e yang menunjukkan adanya hubungan linier antara literasi keuangan dan kesiapan berwirausaha. Koefisien regresi literasi keuangan sebesar 1,236 mengindikasikan bahwa setiap peningkatan satu satuan literasi keuangan akan meningkatkan kesiapan berwirausaha siswa sebesar 1,236 satuan, dengan asumsi variabel lain konstan. Temuan ini memiliki interpretasi praktis yang penting dalam konteks pembelajaran kewirausahaan di SMK, mengingat karakteristik SMK yang menekankan kesiapan kerja dan kemandirian lulusan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penguasaan literasi keuangan tidak hanya berperan sebagai pengetahuan konseptual, tetapi juga sebagai fondasi keterampilan yang mendukung kemampuan siswa dalam merencanakan usaha, mengelola modal, mengambil keputusan keuangan, serta mengantisipasi risiko usaha. Dengan demikian, pembelajaran kewirausahaan di SMK perlu diarahkan tidak hanya pada aspek produksi dan pemasaran, tetapi juga pada penguatan literasi keuangan yang bersifat aplikatif dan berbasis pengalaman nyata. Secara empiris, hasil penelitian ini sejalan dengan temuan Lusardi dan Mitchell . yang menyatakan bahwa literasi keuangan merupakan faktor kunci dalam membentuk perilaku ekonomi dan pengambilan keputusan yang rasional, termasuk dalam aktivitas Penelitian yang dilakukan oleh (Atkinson & Messy, 2. juga menunjukkan bahwa individu dengan tingkat literasi keuangan yang lebih tinggi cenderung memiliki kesiapan yang lebih baik dalam mengelola usaha dan menghadapi ketidakpastian finansial. Dalam konteks pendidikan vokasi, hasil ini memperkuat temuan penelitian oleh (Widayati & Rahmawati, 2. yang menemukan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif terhadap minat dan kesiapan berwirausaha siswa SMK. Namun demikian, hasil penelitian ini menunjukkan nilai koefisien regresi yang relatif lebih tinggi dibandingkan beberapa penelitian terdahulu, yang mengindikasikan bahwa literasi keuangan memiliki kontribusi yang lebih dominan terhadap kesiapan berwirausaha pada konteks penelitian ini. Perbedaan tersebut diduga dipengaruhi oleh karakteristik responden, pendekatan pembelajaran kewirausahaan yang diterapkan di sekolah, serta integrasi materi literasi keuangan dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, temuan ini menegaskan bahwa efektivitas pembelajaran kewirausahaan di SMK sangat dipengaruhi oleh sejauh mana literasi keuangan diajarkan secara kontekstual dan terintegrasi dengan praktik kewirausahaan siswa. Analisis Korelasi Dalam penelitian kuantitatif, analisis korelasi digunakan untuk mengidentifikasi arah serta tingkat kekuatan hubungan linear antara variabel-variabel yang diteliti. Analisis ini menekankan pada keterkaitan antarvariabel secara statistik tanpa dimaksudkan untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat, karena tidak mengakomodasi struktur ketergantungan maupun mekanisme yang mendasari terbentuknya hubungan tersebut. Temuan hasil analisis korelasi selanjutnya disajikan pada tabel berikut: Tabel 4 Hasil Analisis Korelasi Sumber: Hasil Olah Data Primer. November 2025 Berdasarkan hasil analisis korelasi yang telah dilakukan, literasi keuangan terbukti memiliki keterkaitan yang signifikan dengan kesiapan berwirausaha, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi . sebesar 0,821 yang melampaui nilai r tabel sebesar 0,2039 serta tingkat signifikansi sebesar 0,000 (< 0,. Hubungan positif yang kuat ini mengindikasikan bahwa literasi keuangan merupakan salah satu faktor penting dalam membentuk kesiapan siswa SMK untuk memasuki dunia Dalam konteks pembelajaran kewirausahaan di SMK, temuan ini menunjukkan bahwa penguasaan konsep dasar keuangan seperti pengelolaan modal, perencanaan keuangan, analisis laba-rugi, dan pengambilan keputusan finansial tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap kesiapan sikap dan keterampilan wirausaha siswa. Oleh karena itu, pembelajaran kewirausahaan di SMK perlu diarahkan pada integrasi literasi keuangan yang bersifat aplikatif dan berbasis pengalaman nyata agar selaras dengan karakter pendidikan vokasi yang menekankan kesiapan kerja dan usaha mandiri. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan Lusardi dan Mitchell . yang menyatakan bahwa literasi keuangan berperan signifikan dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan ekonomi dan kesiapan individu dalam aktivitas produktif, termasuk kewirausahaan. (OECD, 2. yang menegaskan bahwa pendidikan literasi keuangan sejak usia sekolah dapat memperkuat kesiapan generasi muda dalam menghadapi risiko dan peluang usaha. Pada konteks pendidikan di Indonesia, penelitian oleh (Suryani & Fatimah, 2. serta (Pratama & Widodo, 2. menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh positif terhadap minat dan kesiapan berwirausaha siswa SMK, terutama ketika dipadukan dengan pembelajaran berbasis praktik. Namun demikian, perbedaan tingkat kekuatan hubungan yang ditemukan dalam penelitian ini yang tergolong sangat kuat mengindikasikan bahwa karakteristik responden, pendekatan pembelajaran kewirausahaan, serta konteks sekolah vokasi dapat memperkuat peran literasi keuangan secara lebih signifikan. Dengan demikian, hasil penelitian ini memperkaya temuan terdahulu dengan menegaskan bahwa literasi keuangan bukan hanya faktor pendukung, melainkan komponen kunci dalam pembelajaran kewirausahaan SMK yang berorientasi pada kesiapan berwirausaha siswa. Daftar Pustaka