Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Marketing Training For Grape Plantation Products To Vineyard Entrepreneurs In Bangunsari Village. Tanjung Morawa District. Deli Serdang Regency. Sumatera Utara Agus Edy RangkutiA. Dina Arfianti Siregar2*. Muhammad Zuardi3. Erwinsyah Simanungkalit4. Ahmad KholilA. Siti Raudha Binti Azis6. Norshima Binti ShaAoari7. Shamariza Binti Maarof8 1,2,3,4,5 Politeknik Negeri Medan. Indonesia 6,7,8 Politeknik Nilai. Malaysia Email: dinasiregar@polmed. Abstrak Desa Bangun Sari di Kecamatan Tanjung Morawa. Kabupaten Deli Serdang memiliki potensi besar dalam budidaya anggur. Namun, para pelaku usahanya masih menghadapi tantangan dalam pemasaran produk. Program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas wirausaha kebun anggur melalui pelatihan strategi pemasaran modern, digital marketing, pengemasan produk, dan pembentukan kelembagaan usaha. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, workshop, praktik langsung, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterampilan mitra, terbentuknya kelompok tani anggur, serta peningkatan omzet penjualan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan UMKM pertanian hortikultura berbasis desa secara berkelanjutan. Kata kunci: Pelatihan Pemasaran. Digital Marketing. UMKM Hortikultura Abstract Bangun Sari Village in Tanjung Morawa District. Deli Serdang Regency, has excellent potential in wine However, the business actors still face challenges in product marketing. This training program aims to increase the capacity of vineyard entrepreneurs through training in modern marketing strategies, digital marketing, product packaging, and business institutional formation. The method includes socialization, workshops, direct practice, mentoring, monitoring, and evaluation. The results showed a significant increase in partner skills, the formation of a wine farmer group, and a sales turnover. This activity is expected to be a model for the sustainable development of village-based horticultural agricultural MSMEs. Keywords: Marketing Training. Digital Marketing. Horticulture MSMEs Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Desa Bangun Sari merupakan salah satu desa di Kecamatan Tanjung Morawa yang memiliki potensi alam dan pertanian yang cukup besar, khususnya dalam bidang budidaya tanaman anggur. Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk pertanian organik dan buah lokal berkualitas, peluang pengembangan usaha kebun anggur semakin terbuka lebar. Namun, berdasarkan hasil observasi lapangan dan wawancara awal dengan para pelaku usaha kebun anggur di desa ini, ditemukan beberapa kendala utama yang Sebagian besar pelaku usaha produknya, seperti penjualan langsung di pasar tradisional tanpa adanya strategi branding dan promosi yang memadai (Indana & Beni, 2021. Jatmiko, 2022. Ramadhan et al. , 2. Kedua, pemanfaatan teknologi digital dan media menyebabkan jangkauan pasar mereka sangat terbatas. Ketiga, kurangnya akses terhadap pelatihan atau pendampingan usaha menjadikan banyak wirausaha manajemen pemasaran yang terintegrasi. Selain itu, belum adanya kerja sama antar pelaku usaha dalam membentuk kelompok tani atau koperasi juga menjadi penghambat dalam memperluas pasar serta memperkuat daya saing produk anggur dari Desa Bangunsari. Padahal, dengan koordinasi dan kolaborasi yang baik, para pelaku usaha dapat saling mendukung dalam pengembangan usaha dan promosi produk bersama. Melihat diperlukan adanya intervensi dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pemasaran Vol. 9 No. Mei 2025 produk perkebunan anggur. Diharapkan permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha, serta mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing mereka dalam pasar lokal maupun regional. Permasalahan mitra mencakup hal-hal berikut ini. Minimnya Pengetahuan tentang Strategi Pemasaran Modern. Mitra usaha belum memiliki pemahaman yang cukup mengenai strategi pemasaran yang efektif, termasuk segmentasi pasar, branding, . Kurangnya Pemanfaatan Teknologi Digital. Pelaku usaha belum memanfaatkan media sosial, ecommerce, atau platform digital memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produk. Pemasaran Produk Masih Bersifat Konvensional. Penjualan produk anggur masih dilakukan secara tradisional, seperti menjual langsung ke pasar atau melalui jaringan terbatas, tanpa adanya nilai tambah dalam pengemasan dan promosi. Tidak Adanya Kerja Sama atau Kelembagaan Usaha. Para pelaku usaha masih bekerja secara individu kelompok usaha bersama . eperti koperas. , sehingga kurang memiliki kekuatan kolektif dalam produksi dan . Kurangnya Akses Pelatihan dan Pendampingan Usaha. Mitra mendapatkan pelatihan khusus terkait pemasaran atau pengembangan usaha secara berkelanjutan dari pihak eksternal, seperti perguruan tinggi atau lembaga pemerintah. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) METODE PELAKSANAAN Metode yang digunakan dalam pendekatan partisipatif kolaboratif, yaitu melibatkan mitra secara aktif Pendekatan meningkatkan keterlibatan masyarakat serta menjamin keberlanjutan hasil pengabdian (Fakih, 2. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi: Sosialisasi Program. Bertujuan untuk membangun pemahaman awal mengenai maksud dan tujuan komitmen bersama antara tim pengabdian, mitra, dan pemangku kepentingan lokal (Sugiyono, 2. Pelatihan Teknis dan Non-Teknis. Meliputi pemanfaatan teknologi digital untuk Materi dikemas dalam format pembelajaran aktif . ctive learnin. agar peserta terlibat langsung (Arikunto, 2. Workshop dan Praktik Langsung. Memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk menerapkan materi melalui kegiatan simulasi dan (Departemen Pendidikan Nasional, 2. Pendampingan dan Konsultasi Berkelanjutan. Tim pengabdian menerapkan ilmu yang diperoleh dalam aktivitas nyata usahanya (Kementerian Desa. Pembangunan Daerah Tertinggal Transmigrasi, 2. Monitoring dan Evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan mix method dengan observasi, kuisioner, dan wawancara untuk mengukur dampak terhadap kapasitas dan kinerja mitra (Creswell, 2. Vol. 9 No. Mei 2025 Tabel 1. Tahapan Kegiatan Tahap Deskrips Durasi Pelaksa Persiapan Survei Koordin at desa. Materi san dan Penerap an oleh an dan aan akun Penguku ara dan Minggu 1Ae2 Sosialisasi Pelatihan Workshop Implemen Pendampi Monitorin Evaluasi Referens Penduku Creswell . Sugiyon Minggu Kemente Desa Minggu 4Ae5 Arikunto Depdikn Minggu 6Ae8 Fakih Kemente Desa Minggu Creswell . Sugiyon o . Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Pelaporan Diseminas n mitra Penyusu Minggu Vol. 9 No. Mei 2025 strategi pemasaran yang telah dipelajari, menggunakan akun bisnis yang telah dibuat, serta menerapkan desain kemasan baru untuk produk yang akan dipasarkan. Panduan LPPM & HASIL DAN PEMBAHASAN Desa Bangun Sari merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Tanjung Morawa. Kabupaten Deli Serdang. Wilayah ini memiliki potensi yang cukup besar dalam sektor pertanian, khususnya perkebunan anggur, yang mulai masyarakat sebagai bentuk wirausaha berbasis pertanian hortikultura. Berdasarkan data hasil observasi awal yang dilakukan oleh tim pengabdian, diketahui bahwa terdapat sekitar 15 pelaku usaha kebun anggur kecil-menengah Desa Bangunsari. Mereka telah mengelola lahan anggur secara mandiri dengan teknik budidaya semi-modern, namun menghadapi kendala serius dalam hal pemasaran produk. Mayoritas dari pelaku usaha ini hanya mengandalkan penjualan langsung di kebun, atau distribusi terbatas ke pasar lokal sekitar desa dan kecamatan. Hasil wawancara singkat dengan 10 pelaku usaha menunjukkan bahwa: 80% belum memiliki kemasan produk yang layak jual 90% belum pernah memasarkan produk melalui media sosial atau ecommerce Tidak ada satu pun yang memiliki strategi pemasaran tertulis atau rencana promosi tahunan 85% menyatakan tertarik mengikuti pelatihan pemasaran dan digital Situasi tersebut mencerminkan keterampilan pemasaran yang berpotensi Mitra pengabdian, yaitu para wirausaha kebun anggur di Desa Bangun Sari, berperan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Bentuk partisipasi mitra meliputi: Identifikasi Masalah. Mitra dilibatkan sejak awal melalui diskusi kelompok terfokus (FGD) dan wawancara untuk mengidentifikasi permasalahan utama dalam usaha mereka, khususnya dalam aspek pemasaran dan pengemasan produk Penyusunan Program Bersama. Rencana pelatihan, materi yang dibutuhkan, serta waktu pelaksanaan disusun bersama mitra. Hal ini untuk memastikan program tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil di Keterlibatan Aktif dalam Kegiatan. Selama pelatihan dan workshop, mitra berperan sebagai peserta aktif yang terlibat langsung dalam praktik digital, hingga simulasi promosi Peserta juga memberikan umpan balik terhadap materi dan metode pelatihan yang diberikan Penyediaan Sumber Daya. Mitra menyediakan lokasi kegiatan . ebun atau aula des. , produk anggur untuk pendukung seperti kemasan plastik, label, dan smartphone untuk praktik digital marketing. Komitmen Implementasi Hasil. Setelah pelatihan, mitra menyatakan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) pertumbuhan usaha para petani anggur. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut secara langsung melalui pendekatan edukatif, praktis, dan Product. Price. Place. Promotio. Teknik segmentasi pasar dan Pengenalan branding dan strategi positioning produk dan Studi kasus pemasaran sukses di bidang Permasalahan: Kurangnya Pemanfaatan Teknologi Digital, solusi yang ditawarkan yakni Pelatihan dan praktik langsung mencakup: Pemanfaatan media (Instagram. Facebook. TikTo. sebagai alat promosi. Pembuatan konten promosi visual yang menarik dan edukatif. Dasardasar penggunaan e-commerce seperti Shopee. Tokopedia, dan WhatsApp Business Pengenalan tools analitik digital Permasalahan: Pemasaran Produk Masih Bersifat Konvensional, dengan solusi yakni: Pelatihan . yang menarik, higienis, dan berstandar pasar. Workshop mengenai teknik promosi offline yang kreatif, seperti pameran lokal, kerja sama dengan toko oleh-oleh, dan bazar pertanian dan Penyusunan strategi promosi terpadu berbasis SWOT Analysis Permasalahan: Tidak Adanya Kerja Sama atau Kelembagaan Usaha, solusi yang ditawarkan dengan kelompok usaha bersama atau koperasi tani anggur, melalui: Penyuluhan kelembagaan ekonomi Masyarakat. Studi banding ke struktur organisasi dan perencanaan kerja kelompok Tabel 2. Data Pendukung Jenis Data Jumlah pelaku usaha anggur aktif Persentase yang belum Penggunaan media sosial Minat Keberadaan tani formal Nilai/Temuan A15 usaha skala kecil Sumber Observasi Wawancara pelaku usaha Hanya 1 dari 10 responden Hasil Ausangat tertarikAy Tidak ada Kuesioner Maret 2025 Vol. 9 No. Mei 2025 Data desa & aparat desa Dengan pendekatan berbasis data ini, kegiatan pengabdian diharapkan mampu memberikan solusi yang ekonomi produktif di desa sasaran. Ada beberapa solusi yang ditawarkan secara sistematis dan terprioritaskan untuk menyelesaikan permasalahan mitra, dengan keterkaitan langsung terhadap setiap isu yang telah Permasalahan: Minimnya Pengetahuan Strategi Pemasaran Modern, solusi yang pemasaran modern yang meliputi: Konsep dasar pemasaran . Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Permasalahan: Kurangnya Akses Pelatihan Pendampingan Usaha, solusi yang Adalah program pelatihan berkelanjutan dan mentoring bersama tim akademisi dan praktisi, membangun jaringan kolaboratif dengan dinas terkait. UMKM Center, dan kampus komunikasi . rup WhatsApp, forum onlin. untuk diskusi dan evaluasi Vol. 9 No. Mei 2025 jangkauan pasar ke wilayah yang lebih luas. Ketiga, pengemasan dan promosi offline, mitra akan menghasilkan desain kemasan baru yang lebih profesional, materi promosi seperti brosur, banner, dan display produk yang dapat digunakan saat mengikuti bazar, pameran, atau event lokal Kegiatan ini juga akan musiman yang sesuai dengan momen tertentu . anen raya, hari besar, dan Keempat, sebagai hasil dari fasilitasi pembentukan kelompok usaha, mitra akan memiliki struktur organisasi kelompok tani atau koperasi yang menghasilkan sistem kerja sama produksi dan distribusi yang kolektif. Luaran ini sangat penting untuk memperkuat posisi tawar petani dalam pasar dan mempercepat akses terhadap bantuan atau mitra usaha dari luar. Kelima, melalui program pelatihan dan mentoring berkelanjutan, akan terbentuk jaringan pendukung dan platform komunikasi antar mitra . eperti grup WhatsApp atau forum darin. , modul pelatihan mandiri, serta kolaborasi dengan pihak eksternal seperti akademisi. Dinas Pertanian, dan lembaga pendamping UMKM. Hal ini akan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pengabdian berakhir. Tindak lanjut dari solusi yang telah dirancang dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, setiap intervensi diarahkan untuk menghasilkan luaran yang konkret, terukur, dan dapat Berikut uraian sistematis luaran dari setiap solusi: Sebagai hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, berbagai luaran strategis akan dihasilkan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan manajemen usaha para wirausaha kebun anggur di Desa Bangunsari, khususnya dalam sektor ekonomi produktif. Luaran tersebut dibedakan menjadi dua aspek utama, yaitu dari sisi produksi dan sisi manajerial/kelembagaan. Pertama, dari aspek produksi, pemasaran akan menghasilkan produk dengan kemasan yang lebih preferensi pasar, serta diferensiasi produk berdasarkan segmentasi Peserta pelatihan akan mampu merancang label dan identitas merek . yang dapat membedakan produk anggur lokal mereka dari produk lainnya. Kedua, melalui pelatihan pemasaran digital, mitra akan memiliki akun media sosial bisnis aktif . eperti Instagram. Facebook, dan WhatsApp Busines. serta etalase produk di Tokopedia dan Shopee. Ini akan mempermudah konsumen dalam mengakses dan membeli produk mereka, sekaligus memperluas Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Pelatihan Strategi Pemasaran Modern, dengan luaran terukur berupa terlaksananya1 kali sesi pelatihan langsung dengan 15 peserta dari pelaku usaha kebun anggur, juga peningkatan skor ratarata pengetahuan peserta berdasarkan pre-test dan post-test minimal 30%. Pelatihan Pemasaran Digital dan Pemanfaatan E-Commerce dengan luaran terukur berupa terbentuknya minimal 10 akun media sosial bisnis (Instagram/Facebook/WhatsApp Busines. , 5 produk anggur berhasil marketplace (Shopee. Tokopedia, ds. dan tersedianya 1 panduan digital marketing sederhana yang dapat digunakan secara mandiri oleh Workshop Pengemasan Promosi Offline, dengan luaran terukur berupa tercetak dan digunakan 100 unit kemasan baru hasil desain bersama mitra, dibuatnya 50 brosur dan 3 spanduk promosi untuk kebutuhan promosi lokal, dan terdokumentasinya hasil pelatihan berupa 1 video tutorial tentang teknik pengemasan dan Fasilitasi Pembentukan Kelembagaan Usaha (Kelompok Tani/Koperas. dengan luaran teukur berupa terbentuknya 1 kelompok usaha tani formal dengan disusunnya 1 dokumen Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) kelompok tani, dan diadakannya 2 kali pertemuan perencanaan usaha bersam Program Pelatihan Pendampingan Berkelanjutan dengan luaran terukur berupa Vol. 9 No. Mei 2025 terselenggaranya 3 sesi mentoring lanjutan pasca pelatihan utama, terbentuknya 1 grup komunikasi daring (WhatsApp/Telegra. yang aktif digunakan oleh minimal 15 peserta, dan tersedianya 1 laporan perkembangan usaha mitra selama 3 bulan pasca kegiatan. Evaluasi pelaksanaan program dilakukan untuk menilai sejauh mana kegiatan pengabdian mencapai tujuan yang telah ditetapkan serta untuk Evaluasi ini dilakukan secara formatif . elama kegiata. dan sumatif . etelah kegiatan selesa. Aspek Evaluasi yang Dilakukan: Evaluasi Ketercapaian Tujuan. Dilakukan dengan membandingkan . eningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kelembagaan usah. dengan hasil nyata di lapangan. Hasil pre-test dan post-test digunakan untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta terhadap materi pemasaran. Evaluasi Partisipasi Mitra. Diukur dari kehadiran peserta, keaktifan dalam diskusi dan praktik, serta pelaksanaan teknis kegiatan. Tingkat partisipasi tercatat sangat tinggi, dengan lebih dari 90% peserta hadir dan aktif hingga akhir sesi. Evaluasi Hasil Nyata di Lapangan. Tim observasi dan wawancara untuk mengidentifikasi perubahan pada penggunaan kemasan baru, aktivasi akun media sosial bisnis, serta pengemasan produk dengan label yang telah didesain. Evaluasi Kepuasan Peserta. Survei kepuasan dilakukan pada akhir Lebih dari 85% peserta Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) menyatakan bahwa materi yang diberikan sangat bermanfaat dan dapat diaplikasikan secara langsung. Evaluasi Keterlibatan Lintas Stakeholder. Pemerintah Desa dan tokoh masyarakat lokal memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini, termasuk menyediakan fasilitas dan mendukung kelanjutan program di tingkat desa. Vol. 9 No. Mei 2025 Fakih. Pemberdayaan Masyarakat: Dari Teori ke Praktik. Pustaka Pelajar. Kementerian Desa. Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Modul Pemberdayaan Masyarakat Desa. Indana. , & Beni. Strategi pemasaran sayuran hidroponik shanti bhuana. In Business. Economics dan Entrepreneurship. https://core. uk/download/pdf/48 Jatmiko. Strategi Pemasaran Ideal di Era Digital untuk Meningkatkan Penjualan Produk UMKM. In PLAKAT: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat. https://scholar. org/work/l5 5wzqcvojdz3bcpmtowksliy4/acces s/wayback/http://ejournals. id/index. php/pla kat/article/download/8955/pdf Ramadhan. Bela. , & . Analisis strategi pemasaran penjualan pada usaha makaroni Jurnal Bina Bangsa A. https://jbbe. id/ind php/jbbe/article/view/153 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Alfabeta. KESIMPULAN Berdasarkan program pengabdian ini berhasil secara substansi dan pelaksanaan. Tingkat partisipasi tinggi, antusiasme mitra positif, serta tercapainya luaran yang terukur menunjukkan program berjalan Keberlanjutan dijamin melalui pendampingan rutin, serta kolaborasi lintas pihak. Diharapkan, program ini menjadi pemicu peningkatan ekonomi lokal berbasis pertanian hortikultura yang berdaya saing. Selain itu kegiatan kompetensi pelaku usaha kebun anggur dalam aspek pemasaran dan produksi, terbentuknya kelembagaan usaha dan penggunaan media digital menjadi indikator keberhasilan program ini ekonomi masyarakat desa. REFERENSI