ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29196-29199 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Hubungan Antara Parent Attachment dengan Self Esteem Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Tadulako Mutmainna1. Dian Fitriani2. Ikhlas Rasido3. Nur Eka Wahyuningsih Riyadi4 1,2,3,4 Bimbingan dan Konseling. Universitas Tadulako e-mail: mutmainna2003@gmail. Abstrak Fokus Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara parent atacchment dengan self esteem mahasiswa program studi bimbingan dan konseling Universitas Tadulako. Hubungan antara individu dengan orang tua diyakini sangat berperan penting dalam pembentukan harga diri, khususnya pada masa perkembangan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis metode korelasi. Teknik pengumpulan data berupa kuesioner, angket parent attachment dan skala sel esteem yang disebarkan kepada 165 mahasiswa sebagai Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dan teknik analisis inferensial. Hasil penelitian uji korelasi rank spearmen menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara parent attachment dan self esteem. Kata kunci: Parent Attachment. Self Esteem. Mahasiswa Abstract This research examines the relationship between parent attachment and self-esteem among students in the Guidance and Counseling Study Program at Tadulako University. The relationship between individuals and their parents is fundamental in shaping self-esteem, especially during students' developmental stages. This study utilized a quantitative approach with correlational Data collection employed parent attachment questionnaires and self-esteem scales administered to 165 student participants. The data underwent both descriptive and inferential statistical analyses. Spearman's rank correlation test results revealed a positive and significant relationship between parent attachment and self-esteem. Keywords: Parent Attachment. Self-Esteem. Students PENDAHULUAN Mahasiswa adalah orang yang sedang belajar di perguruan tinggi. Mahasiswa dapat didefinisikan sebagai seseorang yang sedang belajar di perguruan tinggi, baik itu di institusi pemerintah maupun swasta, atau lembaga lain yang sebanding dengan perguruan tinggi Fikri . Menurut Setyadi dkk . , mahasiswa memliki peran penting yaitu sebagai agent of change, dan mahasiswa harus memiliki soft skill. Mahasiswa adalah termasuk dalam Fase remaja yang menurut Dalifa. A . terjadi pada usia 12 hingga 23 tahun. Remaja mengalami banyak perubahan perkembangan, termasuk perubahan fisik, kognitif, dan psikis, selama tahap transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa, maka dari itu harga diri . elf estee. mereka sangat rentan terhadap penilaian orang lain serta pengaruh lingkungan. Coopersmith menyatakan bahwa self esteem yang rendah dapat menyebabkan kesepian, marah, menyendiri, kesulitan mengungkapkan pendapat, dan kesepian. Menurut Rosenberg, self esteem adalah persepsi diri sendiri yang ditunjukkan dalam perilaku, seperti menunjukkan bahwa Anda berhasil dan berharga bagi orang lain. Rendahnya self esteem pada mahasiswa dapat menghambat motivasi, dan kemampuan mereka dalam berinteraksi sosial, bahkan berpotensi memicu masalah kesehatan mental. Faktor utama terjadi masalah dalam diri remaja di sebabkan oleh rendahnya self esteem. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29196-29199 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Faktor lingkungan menjadi salah satu faktot pendukung self esteem individu purnamasari . Namun, salah satu aspek kunci yang memengaruhi pembentukan self esteem adalah keterikatan . antara anak dan orangtua . arent attachmen. Ketika seseorang internalisasi nilai-nilai positif dari orantua atau lingkunganua, rasa percaya dirinya meningkat Ervika . Parent attachment sangat penting karena membentuk kemampuan anak untuk berinteraksi dan mengekplorasi dunia secara mandiri Hasmalawati et al . Penelitian nora . menunjukkan bahwa parent attachmen dan anak memiliki pengaruh positif terhadap self esteem. Berdasarkan hasil wawancara awal dengan mahasiswa program studi bimbingan dan konseling Universitas Tadulako, ditemukan bahwa kebanyakan remaja tidak menganggap dirinya berharga bagi diri sendiri, keluarga maupun lingkungannya. Mereka kurang percaya terhadap kemampuan diri mereka sendiri dalam melakukan sesuatu. Selain itu ditemukan bahwa orangtuanya tidak memberikan dukungan ketika mengalami kesulitan, justru orangtua memberikan kritikan bahkan orang tuanya tidak peduli. Sudah banyak peneliti yang meneliti mengenai self estem, tetapi belum ada yang melkukan penelitian mengenai hubungan antara parent attachment dengan self esteem mahasiswa program studi bimbingan dan konseling universitas tadulako. Berdasarkan fenomena serta penelitian diatas, penulis ingin melakukan penelitian tentang Hubungan Antara Parent Attchment Dengan Self Esteem Mahasiswa Program Studi Bimbingan Dan Konseling Universitas Tadulako. METODE Penelitian ini menggunakan metode quantitative correlational. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara parent attachment dengan self esteem. populasi yang digunakan yaitu angkatan 2022, 2023 dan 2024 sebanyak 324. Pengambilan sampel menggunakan rumus slovin sebanyak 165 mahasiswa sebagai responden. Penelitian ini menggunakan alat ukur berupa kuisioner yang di susun berdasarkan skala self esteem dan skala parent attachment yang telah di adopsi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif dan inferensial kemudian data dianalisis menggunakan SPSS. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan uji reliabitas menggunakan SPSS diperoleh reliabitas CronbachAos Alpha untuk mengukur parent attachment adalah sebesar 0,937, maka dapat dinyatakan bahwa terdapat reliabillitas pada parent attchment. Kemudian hasil uji reliabilitas skala self esteem yaitu 0,946, yang dapat dinyatakan reliabilitas pada self esteem Untuk uji normalitas menggunakan metode kolmogorov-smirnov, data dikatakan normal jika taraf sig nya p > 0,05, pada variabel parent attachment mimiliki ini nilai sig sebesar 0,026 dan variabel self esteem sebesar 0,011, keduanya kurang dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data kedua variabel tersebut tidak berdistribusi normal. Setelah itu peneliti melakukan uji linearitas untuk melihat apakah kedua variabel berkorelasi linear atau tidak. Data dikatakan linear jika p <0,05. Penelitian ini memperoleh taraf sig sejumlah 0,000 . <0,. sehingga dapat dikatakan kedua variabel tersebut linear. Selanjutnya peneliti melakukan uji hipotesis untuk mengetahui apakah terdapat hubungan parent attachment dengan self esteem. uji ini menggunakan uji korelasi rank spearmen. Data dikatakan berhubungan apabila nilai sig <0,05. Hasil hipotesis bisa dilihat dibawah ini Tabel 1. Uji Hipotesis Variabel Parent Attachment Self esteem (Sumber Data:SPSS) 0,348 Sig. -taile. 0,001 Berdasarkan hasil uji hipotesis korelasi rank spearmen yang digunakan dengan bantuam SPSS, memperoleh hasil maka HCe ditolak dan HCa diterima artinya adanya hubungan yang positif parent attachment dengan self esteem pada mahasiswa program studi bimbingan dan kotnseling Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29196-29199 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 universitas tadulako dengan nilai sig sebesar 0,001 . <0,. , maka adanya hubungan parent attachment dengan self esteem. Individu yang mempunyaiharga diri yang tinggi dapat menyelesaikan masalah, merasa bangga dengan kemampuanya, serta mampu menerima dirinya sendiri. Kelekatan yang aman orngtua dengan anak dapa berpengaruh besar terhdap individu untuk merespon lingkungan Jeny kusdemawati . attachment merupakan suatu ikatan emosional yang dibangun oleh orangtua atau pengasuh dengan anak. Penelitian yang dilakukan Siti Nurjana . , bahwa keterikatan anak dan orangtua tetap memegang peran penting dalam proses pembentukan harga diri, bahkan sejak usia remaja. esteem menjadi salah satu aspek peting yang memengaruhi bagaimana mahasiswa mampu menyesuaikan diri dalam lingkungan sosial dan akademik indah nur halizah . Self esteem individu sudah terbentuk dari orangtua ketika individu terlahir dari kehidupan. Jika self esteem remaja rendah maka dirinya akan mengalami masaalah seperti individu akan merasa kesepian, tidak di hargai, mudah emosi. Hasanati et al . self esteem sendiri adalah evaluasi diri yang dibuat oleh seseorang terhadap dirinya sendiri yang memiliki rentan tinngi Hal tersebut didukung dari hasil survey awal yang mana kebnaykan remaja menagnggap dirinya tidak berharga sama sekali baik keluarga maupun lingkungan sekitar. Hal tersebut dikarenakan orangtuanya tidak memberikan dukungan. Kelekatan orangtua sangat berpengaruh dalam pembentukan self esteem remaja. kesediaan orangtua dalam memahami, mendengar, mendukung, menapresiasi anak dapat meningkatkan harga diri . elf esteem. dalam dirinya. Sebaliknya apabila orangtua selalu mencaci, tidak peduli, egois, maka anak akan mengalami harga diri yang rendah. Kelekatan orangtua sangat berperan penting dalam membangun self esteem terhadap individu. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Tadulako memiliki parent attachment yang sangat baik dan self esteem yang sangat tinggi. Hasil uji korelasi rank spearmen menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara parent attachment dan self esteem. Keterikatan dengan orang tua memberikan kontribusi terhadap pembentukan harga diri mahasiswa, namun bukan satu-satunya faktor yang memengaruhinya. Peneliti memberikan beberapa saran yang bisa sebagai pertimbangan bagi peneliti selanjutnya untuk memperluas variabel penelitian dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang juga berpengaruh terhadap self esteem dan menggunakan metode kualitatif agar lebih memberikan pemahaman yang lebih mendalami . DAFTAR PUSTAKA