Pengaruh Disiplin Kerja dan Budaya Terhadap Kinerja Pegawai di UPTP3TKI Disnakertrans Provinsi Jawa Timur Wulandari. Bisma Arianto Email correspondence: wulandari01221@gmail. Prodi Manajemen. Universitas PGRI Adi Buana. Surabaya. Indonesia ABSTRACT PENDAHULUAN Organisasi adalah unit sosial yang dikoordinasikan secara sadar dengan batas-batas yang relatif dapat diidentifikasi secara terus menerus untuk mencapai Organisasi Nasional (ASN) merupakan komponen kunci dari sumber daya manusia Organisasi Nasional dan berperan dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dapat memainkan peran ini adalah Organisasi Pemerintahan Sipil (ASN) dengan disiplin tinggi, budaya tujuan, kinerja yang baik, dan kemampuan yang bersumber dari sikap dan tindakan yang setia dan bangsa yang berakhlak mulia. JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis berjiwa ahli, sadar akan tanggung jawabnya sebagai pegawai negeri, serta dapat menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Menurut Astuti . Disiplin adalah suatu kondisi tertentu dimana setiap orang yang menjadi anggota suatu organisasi berkenan untuk mematuhi peraturan yang berlaku. Sedangkan pekerjaan adalah kumpulan kegiatan manusia yang dilakukan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Karyawan yang bermotivasi tinggi merasa bahwa mereka termasuk dalam tujuan organisasi, bahwa mereka layak mendapat perhatian, dan bahwa upaya mereka diakui dan Karyawan yang bermoral tinggi memiliki sikap positif, seperti loyalitas, kesenangan, kerjasama, kebanggaan dalam pelayanan, dan kepatuhan terhadap Menurut Nawawi . budaya organisasi adalah nilai-nilai yang menjadi pedoman sumber daya manusia untuk melakukan tugas dan perilakunya dalam organisasi dan mencapai tujuan yang sama. Dalam upaya instansi untuk memiliki pegawai yang berani berinisiatif, bekerja keras untuk mencapai tujuan instansi, fokus pada pengabdian kepada masyarakat, budaya kompetensi adalah salah satu tempat peningkatan Perilaku kompeten dilakukan, didorong dan diberi Untuk menciptakan budaya organisasi yang diinginkan, perlu dipahami budaya dan cara kerjanya. Menurut Mangkunegara . dalam Rusmawati . , konsep kinerja berarti hasil kerja berbasis kuantitas yang dapat dicapai ketika melaksanakan tugas kepatuhan. Simamora . dalam Fachrezi . menyatakan bahwa kinerja adalah proses evaluasi kinerja pekerjaan individu. UPTP3TKI Disnakertrans merupakan unit teknis operasional yang dipimpin oleh Disnakertrans Prov. Jawa Timur. UPT dipimpin oleh seorang yang bertanggung jawab kepada Direktur Utama. Jawa Timur. UPTP3TKI melakukan beberapa tugas seperti penanganan dokumen pelayanan, perlindungan, pemeliharaan dan penyelesaian semua masalah terkait TKI secara sinkron dan terintegrasi sebelum dan sesudah penempatan. Menurut pantauan staf peneliti UPTP3TKI Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, tidak semua pegawai memiliki kapasitas kerja yang tinggi dan mau membantu rekan kerja atau atasan untuk menyelesaikan masalah pekerjaan yang tidak berkaitan dengan fungsi dan Selain itu, tidak semua karyawan memiliki inisiatif, tanggung jawab, dan integritas yang merupakan bagian dari budaya organisasi. Selain itu, tidak semua karyawan peduli dengan rekan kerja, mengembangkan organisasi, bertanggung jawab saat rekan kerja tidak berada di kantor, dan mendorong rekan kerja untuk meningkatkan efisiensi kerja. Dalam penelitian Jerry dan Sherly . , upaya meningkatkan budaya organisasi, memberikan kebebasan kepada karyawan untuk mengambil keputusan dan diberikan kepemilikan dalam organisasi atau instansi yang mereka tempati. Sehingga pencapaian kinerja lebih baik. Menurut Putri . , prestasi kerja adalah hasil kualitas dan kuantitas kerja yang dilakukan oleh seorang pegawai dalam proses pelaksanaan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Dimensi tersebut adalah: kualitas, kuantitas, keandalan dan sikap. Bagi siapa pun yang bekerja dalam kelompok kerja, kinerja harus selalu berkualitas dan kuantitas yang baik. Tujuan penetapan tujuan kinerja adalah untuk menetapkan tujuan yang berguna tidak hanya sebagai pedoman pencapaian tujuan, tetapi juga JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis sebagai sarana evaluasi kinerja pada akhir periode dan mengelola kondisi, kondisi operasi setelah bekerja selama periode tersebut. Hal ini dilakukan oleh perusahaan karena perusahaan membutuhkan disiplin kerja dengan mengikuti budaya organisasi untuk mendapatkan kinerja yang maksimal dari karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai di UPTP3TKI Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, serta untuk mengetahui pengaruh secara simultan disiplin kerja dan variabelnya Jumlah budaya organisasi terhadap kinerja pegawai di UPTP3TKI Provinsi Jawa Timur Disnakertrans. METODE PENELITIAN Pendekatan digunakan adalah kuantitatif serta menggunakan Nonprobability Samplling untuk pengambilan sample . Sampel tersebut terdiri dari pegawai UPTP3TKI Disnakertrans Provinsi Jawa Timur yang berjumlah 32 responden. Kemudian, data diambil melalui kuesioner. DISKUSI DAN PEMBAHASAN Berdasarkan Tabel 1, hasil uji validitas memperlihatkan nilai r hitung setiap indikator variabel disiplin kerja, budaya organidsasi dan kinerja lebih besar dibandingan nilai r tabel . Dengan demikian indikator atau kuisioner yang digunakan oleh masing-masing variabel dinyatakan valid untuk digunakan sebagai alat ukur variabel. JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis Berdasarkan Tabel 2, ketiga variabel tersebut diketahui memiliki nilai alpha cronbach lebih dari 0,6 maka dapat disimpulkan bahwa kuesioner yang digunakan sangat reliabel. Berdasarkan output chart diatas, dapat terlihat grafik histogram memberikan pola distribusi normal yang melenceng ke kanan yang artinya data berdistribusi Ini berarti memenuhi asumsi normalitas. JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis Berdasarkan output diatas, dapaat dilihat titik-titik loting yang terdapat pada gambar normal P-P Plot off Regresioon Standardized ResidualAo selalu mengikuti dan mendekati garis diagonalnya. Sebagaimana dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas, dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal dengan asumsi nilai residual dalam analiisis reggresi linear berganda dapat terpenuhi. Berdasarkkan tabel output pada Tabel 3, pada bagian Aucollinearitty staatissticAy diketahui nillai tolerance untuk variable disiplin kerja (X. dan budaya organisasi (X. adalah 0,973 > 0,10. Maka mengacu pada dasar pengambilan keputusan dalam uji multikolinieritas dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinieritas dalam model regresi. Dengan melihat gambar diatas, persebaran titik bersifat random diatas serts dibawah 0 yang terdapat di sumbu Y. Ini menandakan bahwa model tersebut tidak terdapat gejala heterokedastisitas. JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis Uji autokorelasi menggunakan metode cochrane-orcutt atau durbin two step method dan diketahui nilai durbin Watson . sebesar 2,449 lebih besar dari batas atas . U) yakni 1,650 dan kurang dari . -d. 4 Ae 1,650 = 2,350. Maka sebagaimana dasar pengembilan kesimpulan dalam uji durbin watson di atas, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah atau gejala autokorelasi. Y = 35,356 0,106 0,346 Berdasarkan persamaan regresi diatas maka interpretasinya sebagai berikut : Constant = 35,356. Apabila variabel lain bernilai konstan maka nilai kinerja akan berubah dengan sendirinya sebesar 35,356. Disiplin Kerja = 0,106. Apabila variabel lain bernilai konstan maka nilai kinerja akan berubah sebesar 0,106 setiap satu satuan pada variabel disiplin kerja. Budaya Organisasi = 0,346. Apabila variabel lain bernilai konstan maka nilai kinerja akan berubah sebesar 0,346 setiap satu satuan pada variabel budaya organisasi. JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis Pengujian hipotesis Disiplin Kerja (X. Berdasarkan tabel output SPSS diatas diketahui nilai signifikansi (Sig. variabel Disiplin Kerja (X. adalah sebesar 0,010. Karena nilai Sig. 0,010 < probabilitas 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H1 atau hipotesis pertama diterima. Artinya ada pengaruh Disiplin Kerja (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y). Pengujian hipotesis Budaya Organisasi (X. Berdasarkan tabel output SPSS diatas diketahui nilai signifikansi (Si. variabel Budaya Organisasi (X. adalah sebesar 0,034. Karena nilai Sig. 0,034 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 atau hipotesis kedua diterima. Artinya ada pengaruh Budaya Organisasi (X. terhadap kinerja (Y). Berdasarkan output SPSS diatas diketahui nilai signifikansi (Sig. ) adalah sebesar 0,001. Karena nilai Sig. 0,001 < probabilitas 0,05 , maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan uji F dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima. Atau dengan kata lain Disiplin Kerja (X. dan Budaya Organisasi (X. berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai (Y). Pengaruh Disiplin Kerja (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y). Berdasarkan hasil uji statistik, diketahui nilai signifikansi (Sig. ) variabel disiplin kerja (X. adalah sebesar 0,010. Karena nilai Sig. 0,010 < probabilitas 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H1 atau hipotesis pertama diterima. Artinya ada pengaruh disiplin kerja (X. terhadap kinerja pegawai (Y). Ini membuktikan bahwa secara parsial disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di UPT-P3TKI Disnakertrans Provinsi Jawa Timur. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ririn Nur Indah Sari dan Hady Siti Hadijah . Hasil analisis data menunjukkan bahwa: disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai secara parsial dengannilai Fhitung> Ftabel . ,7205 > 4,0. Pengaruh Budaya Organisasi (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y). Berdasarkan hasil uji statistik, diketahui nilai signifikansi (Sig. ) variabel budaya organisasi (X. adalah sebesar 0,034. Karena nilai Sig. 0,034 < probabilitas 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H2 atau hipotesis kedua Artinya ada pengaruh budaya organisasi (X. terhadap kinerja pegawai (Y). Ini membuktikan bahwa secara parsial budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di UPT-P3TKI Disnakertrans Provinsi Jawa Timur. JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Jufrizen dan Rahmadahani . Hasil uji statistik Budaya Organisasi (X 1 ) berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). Hal ini terlihat jelas dengan adanya h asil t hitung . > t tabel . dengan nilai PValues . < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara budaya organ isasi terhadap kinerja pegawai pada PT PLN (Perser. Unit Induk Wilayah Sumatera Utara. Pengaruh Disiplin Kerja (X. dan Budaya Organisasi (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y). Berdasarkan hasil uji statistik, diketahui nilai signifikansi (Sig. ) variabel disiplin kerja (X. dan budaya organisasi (X. adalah sebesar 0,001. Karena nilai Sig. 0,001 < probabilitas 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H3 atau hipotesis ketiga diterima. Artinya ada pengaruh disiplin kerja (X. dan budaya organisasi (X. terhadap kinerja pegawai (Y). Ini membuktikan bahwa secara simultan disiplin kerja dab budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di UPT-P3TKI Disnakertrans Provinsi Jawa Timur SIMPILAN Disiplin kerja berpengaruh secara signifikan secara parsial terhadap kinerja pegawai di UPT-P3TKI Disnakertrans Provinsi Jawa Timur. Budaya Organisasi berpengaruh secara signifikan secara parsial terhadap kinerja pegawai di UPT-P3TKI Disnakertrans Provinsi Jawa Timur. Disiplin Kerja dan Budaya Organisasi berpengaruh secara signifikan secara simultanl terhadap kinerja pegawai di UPT-P3TKI Disnakertrans Provinsi Jawa Timur. Pihak UPT-P3TKI Disnakertrans Provinsi Jawa Timur harus mempertahankan disiplin kerja dan budaya organisasi. Karena disiplin kerja dan budaya organisasi yang baik akan berdampak pada kinerja pegawai yang semakin baik dan akan berpengaruh terhadap perkembangan sebuah perusahaan atau instansi. Dalam penelitian ini yang di teliti hanya terbatas pada pengaruh disiplin kerja dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai. sedangkan belum meneliti faktor-faktor lain yang juga berpengaruh terhadap Kinerja. Diharapkan pada penilitian selanjutnya dapat membahas faktor-faktor lain yang belum diteliti dalam penelitian ini. REFERENSI