ISSN 2654-5926 Buletin Profesi Insinyur 7. 007Ae012 http://dx. org/10. 20527/bpi. Kajian Statistik Kontribusi Beban Lalu Lintas. Drainase Jalan, dan Kondisi Tanah Dasar terhadap Kerusakan Jalan di Kabupaten Tanah Laut Widiya Atuti Alam Sur1 Nominawati Dewi 1 Marlia Adriana 1 1 Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan. Politeknik Negeri Tanah Laut AA norminadewi@politala. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya kerusakan di beberapa jalan yang berada di Kabupaten Tanah Laut. Analisis regresi linear berganda, dilakukan untuk mengetahui model pengaruh beban lalu lintas, drainase, dan kondisi tanah dasar pada kerusakan jalan di kabupaten Tanah Laut. Selanjutnya, dianalisis seberapa besar pengaruh faktor-faktor penyebab kerusakan tersebut terhadap tingkat kerusakan jalan. Berdasarkan hasil analisis regresi dengan uji Parsial . -tes. , dapat diketahui bahwa hanya variabel kondisi tanah dasar yang memberikan pengaruh signifikan terhadap terjadinya kerusakan jalan di Tanah Laut. Akan tetapi, berdasarkan uji Simultan One-Way Anova (F-Tes. , dapat diketahui bahwa ketiga variabel independen, secara bersama-sama memberikan pengaruh yang seginifikan terhadap tingkat kerusakan jalan. Persentase kontribusi tertinggi berdasarkan nilai EC dan RC adalah kondisi tanah dasar dengan EC= 19%, dan RC=65,5%. Disusul oleh kontribusi beban lalu lintas dengan EC=8%, dan RC= 27,6%. Variabel dengan kontribusi paling kecil terhadap tingkat kerusakan jalan adalah kondisi drainase jalan, dengan EC= 2%, dan RC= 6,9%. Kata kunci: kerusakan jalan, beban lalu lintas, drainase, kondisi tanah dasar Diajukan: 6 November 2023 Direvisi: 8 Desember 2023 Diterima: 27 Januari 2024 Dipublikasikan online: 5 Februari 2024 Pendahuluan Kabupaten Tanah Laut merupakan salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Selatan dengan kota Pelaihari sebagai pusat aktivitas. Kabupaten Tanah Laut memiliki panjang ruas jalan nasional sebesar 138,72 km dan memiliki beberapa titik jalan lintas untuk persawahan dan perkebunan. Banyaknya jalan yang berada di Kabupaten Tanah Laut ini menimbulkan banyaknya kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya di wilayah Tanah Laut. Banyaknya kendaraan ini terkadang membuat jalan menjadi semakin padat dari hari kehari, bahkan tidak jarang banyak pengemudi jalan yang yang menyebabkan terjadinya kepadatan jalan raya. Kepadatan jalan raya yang tidak diimbangi dengan Data jumlah kecelakaan diperoleh berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan disajikan pada Tabel 1. Berdasarkan data tersebut. Kabupaten Tanah Laut menjadi salah satu daerah dengan Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lanta. tertinggi di Kalimantan Selatan dengan banyaknya kecelakaan 68 orang meninggal dunia, 31 orang luka berat dan 57 orang luka ringan. Akan tetapi, kecelakaan di jalan raya bukan hanya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan pengendara dalam berkendara, akan tetapi juga disebabkan karena kondisi jalan yang kurang baik. Tabel 1 Data jumlah kecelakaan dan penderita kecelakaan bermotor Kalimantan Selatan Kabupaten/ Kota Banyaknya Kecelakaan Penderitaan Kecelakaan Meninggal Tanah Laut Kotabaru Banjar Barito Kuala Tapin Hulu Sungai Selatan Hulu Sungai Tengah Hulu Sungai Utara Tabalong Tanah Bumbu Balangan Banjarmasin Banjarbaru Luka Berat Luka Ringan Sumber: BPS Kalimantan Selatan, 2021 Kerusakan jalan dapat berupa retak . , . , . Kerusakan jalan seperti ini biasanya Cara mensitasi artikel ini: Alam Sur. Dewi. Adriana. Kajian Statistik Konstribusi Beban Lalu Lintas. Drainase Jalan dan Kondisi Tanah Dasar Terhadap Kerusakan Jalan di Kabupaten Tanah Laut. Buletin Profesi Insinyur 7. BPI, 2024 | 7 ISSN 2654-5926 Buletin Profesi Insinyur 7. 007Ae012 http://dx. org/10. 20527/bpi. disebabkan oleh berbagai faktor misalnya air hujan, akibat beban roda kendaraan berat yang lalu-lalang . erulang-ulan. , kondisi muka air tanah yang tinggi, akibat dari salah pada waktu pelaksanaan, dan juga bisa diakibatkan oleh kesalahan perencanaan. Tidak jarang kerusakan seperti ini biasanya kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Terbukti dengan dibiarkannya kerusakaan ini selama berbulan-bulan. Kerusakan jalan di Tanah Laut seperti kerusakan jalan pada umumnya juga, banyak jalan yang berlubang, retak kulit buaya, bahkan kerusakan jalan ini jika hujan turun, air bisa menggenangi jalan tersebut dan tak jarang kerusakan ini nampak seperti kolam ikan. Sering terjadi kecelakaan karena pada dasarnya jika hujan tiba maka airpun akan menggenang dan lubang di jalan tidak terlihat, sehingga mengakibatkan kecelakaan yang bahkan sering menimbulkan korban jiwa. Kerusakan jalan ini juga bisa mengakibatkan kemacetan yang cukup parah. Meski jalan ini tidak segera diperbaiki oleh pemerintah, peran serta masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadi hal yag tidak diinginkan. Untuk itu perlu diadakan kajian untuk mendata dan menganalisis menggunakan metode statistik terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kerusakan jalan di Kabupaten Tanah Laut. Hal tersebut dimaksudkan untuk membantu pemerintah dalam memudahkan perbaikan karena sudah jelas titik lokasinya berada di mana, sehingga masyarakatpun mudah melaporkan kerusakan jalan hanya dengan membaca informasi dari analisis statistik ini. Dengan adanya kajian ini juga diharapkan pemerintah dapat dengan cepat dan tanggap dalam menerima informasi kerusakan jalan sebab jika kerusakan ini dibiarkan berlarut-larut akan menyebabkan kecelakaan, serta bisa memutus jalur hubungan antara daerah satu dengan daerah yang lain. Penelitian ini didasarkan pada penelitian-penelitian sebelumnya terkait kerusakan jalan. Penelitian oleh (Priana, 2. yang menggunakan analisis deskriptif berdasarkan survey kondisi jalan dengan menggunakan data visual/foto menyatakan bahwa faktor kerusakan jalan secara umum disebabkan sistem drainase yang tidak baik, sifat material konstruksi perkerasan yang kurang baik, iklim, kondisi tanah yang tidak stabil, perencanaan lapis perkerasan yang tipis, proses pelaksanaan pekerjaan konstruksi perkerasan yang kurang sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Beberapa peneliti sebelumnya meneliti tentang analisis kerusakan jalan dengan metode PCI (Pavement Condition Inde. (Batua, et al. , 2. Peneliti lainnya, (Zaid, et al. , 2. , menganalisis tingkat kerusakan jalan dengan menggunakan metode PCI (Pavement Condition Inde. Peneliti, (Ariyanto et al. , juga meneliti kerusakan jalan menggunakan analisis kualitatif untuk menganalisis penyebab kerusakan jalan berdasarkan jenis kerusakan menggunakan metode Bina Marga. Selain itu, peneliti, (Ladja, et al. , 2. , melakukan analisis kerusakan jalan menggunakan statistik deskriptif dalam menganalisis data persepsi pengguna jalan terhadap faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kerusakan jalan. Penelitian-penelitian terkait kerusakan jalan sebelumnya menggunakan data visual/ pengamatan dan foto sedangkan pada penelitian ini menggunakan data yang didapatkan secara langsung di lapangan dari hasil pengujian untuk tanah dasar. LHR untuk analisis beban lalulintas, dan drainase berdasarkan data perencanaan di lapangan. Selain itu, penelitian ini menggunakan metode PCI (Paviment Condition Inde. yang menjadi sistem penilaian kondisi jalan berdasarkan jenis dan tingkat kerusakan yang terjadi. Kebaharuan penelitian ini adalah penggunaan metode statistika untuk menganalisis data lapangan yang diperoleh secara langsung untuk 4 variabel Analisis statistik yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Analisis statistik untuk mencari penyebab kerusakan jalan sebelumnya telah dilaksanakan oleh (Fakhruriza Pradana, 2. Analisis regresi linier berganda digunakan mengetahui daya dukung tanah, sistem drainase, dan persentase kendaraan berat terhadap umur jalan, tanpa pengujian Pada penelitian ini, analisis regresi linear berganda dilakukan untuk mengetahui model pengaruh beban lalu lintas, drainase, dan kondisi tanah dasar pada kerusakan jalan yang terjadi di kabupaten Tanah Laut. Model tersebut kemudian digunakan untuk melakukan Uji Hipotesis terhadap pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen (Sur et al. , 2. Selanjutnya, dilakukan perhitungan persentase kontribusi setiap variabel independen terhadap terjadinya kerusakan jalan sebagai variabel dependen (Schumacker & Lomax, 2. Metode Bagian ini memuat rancangan penelitian atau desain penelitian, lokasi penelitian, sasaran dan target penelitian . opulasi dan sampe. , teknik pengumpulan data dan teknik analisis secara detail. Penelitian ini dilaksanakan di 3 lokasi, dengan 35 titik ruas jalan yang terdapat di Kabupaten Tanah Laut, yaitu di pada ruas jalan Kecamatan Tajau Pecah. Kecamatan Panyipatan, dan Kelurahan Sarang Halang. Pemilihan ketiga lokasi sampel didasarkan pada kepadatan lalu lintas, beban lalu lintas, serta termasuk wilayah yang memiliki tingkat perkerasan yang mengalami kerusakan paling banyak di wilayah kabupaten Tanah Laut. Pengambilan data berupa penelitian lapangan dan studi dokumen dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan bulan Juli 2023. Kerangka konseptual penelitian terlihat pada Gambar 1. Gambar 1 Kerangka Konsepetual Penelitian BPI, 2024 | 8 ISSN 2654-5926 Buletin Profesi Insinyur 7. 007Ae012 http://dx. org/10. 20527/bpi. Data yang digunakan adalah data hasil survey dan observasi lapangan. Untuk variabel beban lalu lintas, penelitian lapangan dilaksanakan dengan perhittungan Lalu Lintas harian Rata-Rata (LHR). Selanjutnya. Variabel Kondisi Drainase Jalan dilaksanakan melalu survey langsung peneliti terhadap kondisi drainase jalan dititik lokasi penelitian, dengan didukung Data Gambar Rencana Drainase Badan Jalan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tanah Laut. Variabel Kondisi Tanah Dasar dilaksanakan menggunakan tes Dynamic Cone Penetrometer (DCP). Selanjutnya. Variabel Kerusakan Jalan dilaksanakan dengan penilaian metode Pavement Condition Index (PCI) Analisis data dilaksanakan menggunakan model regresi linear berganda untuk mengetahui apakah beban lalu lintas ( ), drainase jalan ( ), dan kondisi tanah dasar ( ) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap terjadinya kerusakan jalan ( ) di kabupaten Tanah Laut. Model regresi yang digunakan menggunakan Uji-F dan Uji-t dengan metode analisis korelasi dan koefisien determinasi, untuk melihat hubungan antar variabel. Model dan metode analisis statistik yang digunakan pada penelitian ini sebelumnya telah digunakan juga untuk mengetahui faktor-faktor dan kondisi sosial, dengan data lapangan yang diperoleh(Hussain et al. , 2. Selanjutnya, akan dilakukan perhitungan effective dan relative contributions, untuk mengetahui persentase kontribusi variabel-variabel teramati penyebab kerusakan terhadap terjadinya kerusakan Perhitungan kontribusi efektif dan relatif telah dilakukan pada penelitian sebelumnya menggunakan data keuangan pada koperasi (Sur, et al. , 2. Berdasarkan kerangka konseptual pada Gambar 1, kemudian disusun hipotesis penelitian sebagai berikut: : = 0. Beban Lalu Lintas tidak berpengaruh signifikan terhadap Kerusakan Jalan : O 0. Beban Lalu Lintas berpengaruh signifikan terhadap Kerusakan Jalan. : = 0. Kondisi Drainase Jalan berpengaruh signifikan terhadap Kerusakan Jalan, : > 0. Kondisi Drainase Jalan Jalan berpengaruh signifikan terhadap Kerusakan Jalan : = 0. Kondisi Tanah Dasar tidak perbengaruh signifikan terhadap Kerusakan Jalan : > 0. Kondisi Tanah Dasar Jalan berpengaruh signifikan terhadap Kerusakan Jalan. O Tidak ada pengaruh signifikan Beban Lalu Lintas. Drainase, dan Kondisi Tanah Dasar secara bersama terhadap Kerusakan jalan O Ada pengaruh signifikan Beban Lalu Lintas. Drainase, dan Kondisi Tanah Dasar secara bersama terhadap Kerusakan jalan. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan Hasil Penelitian Lapangan dan Dokumen terhadap variabel-variabel teramati pada variabel dependen dan variabel independen pada penelitian. Diperoleh hasil penelitian untuk Variabel independen ( , , ) sebagai Data Beban Lalu Lintas ( ) diperoleh berdasarkan hasil perhitungan LHR pada 3 Lokasi dengan 35 titik ruas jalan disajikan pada Tabel 2. Kriteria Low diwakiklan dengan nilai skala 1, yang berarti tingkat kerusakannya rendah. Kriteria Kerusakan Medium diwakilkan dengan skala 2, yang berarti tingkat kerusakannya sedang, dan kriteria high, diwakilkan dengan nilai 3, yang berati tingkat kerusakan tinggi. Data tersebut, kemudian dianalisis secara statistik, mengetahui pengaruh dan kontribusi setiap variabel termati terhadap tingkat kerusakan jalan. Tabel 2 Ringkasan data hasil penelitian variabel dependent beban lalu lintas, drainase dan kondisi tanah dasar Titik Ruas Jalan Beban Lalu Lintas Lokasi Kec. Panyipatan Kelurahan Sarang Halang Kec. Tajau Pecah Drainase Kondisi Tanah Dasar STA 00 000 18,51 6,11 STA 00 500 18,51 9,33 STA 05 500 18,51 20,19 STA 00 000 1,87 STA 00 400 1,54 STA 01 000 4,74 STA 00 000 11,30 STA 00 150 1,10 STA 00 750 2,06 Data Drainase ( ) yang diperoleh berdasarkan hasil Survey peneliti pada Tabel 2 yang diklasifikasikan berdasarkan tingkat kondisi Drainase yang telah diteliti. Skala 1 untuk Drainase Buruk, dan Skala 3 untuk Drainase Baik. Data Kondisi Tanah Dasar ( ) diperoleh berdasarkan hasi Uji DCP. Selanjutnya, data kerusakan Jalan ( ), yang diperoleh melalui penilaian metode Pavement Condition Index (PCI) berdasarkan tingkat kerusakan jalan berdasarkan jenis kerusakan yang diperoleh di lapangan, yaitu jenis kerusakan retak, pengausan agregat, lubang, tambalan, dan alur. Hasilnya dirangkum pada Tabel 3. Hasil Analisis Korelasi dan Koefisien determinasi Analisis Korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel, baik antar variabel independen, maupun antara variabel independen dengan variabel dependen, secara parsial dan simultan (Bollen, 1. Analisis korelasi menggunakan koefisien korelasi Pearson ( ): Oc [ Oc Oe (Oc )(Oc ) Oe (Oc ) ][ Oc Oe (Oc ) . diperoleh hasi analisis korelasi seperti terlihat pada Tabel 4. Berdasarkan nilai koefisien korelasi yang diperoleh pada tabel, dapat diketahui bahwa secara parsial, variabel BPI, 2024 | 9 ISSN 2654-5926 Buletin Profesi Insinyur 7. 007Ae012 http://dx. org/10. 20527/bpi. kerusakan jalan memiliki hubungan positif dengan variabel beban lalu lintas, hal tersebut dapat dilihat dari nilai korelasi yang bernilai = 0,398. Nilai tersebut menunjukkan bahwa berdasarkan data pengamatan dan pengujian yang diperoleh, semakin tinggi beban lalu lintas pada ruas jalan di Kab. Tanah Laut yang diamati, maka tingkat kerusakan jalan memiliki skala yang semakin tinggi, yang berarti tingkat kerusakan semakin rendah. Sekalipun begitu, berdasarkan nilai koefisien determinasi = . = 0,158 dapat diketahui bahwa kontribusi beban lalu lintas terhadap terjadinya kerusakan adalah sekitar 16%. Tabel 3 Ringkasan hasil uji PCI pada variabel dependent kerusakan jalan Lokasi Kec. Panyipatan Kelurahan Sarang Halang Kec. Tajau Pecah Tabel 5 Hasil analisis koefisien determinasi terhadap kerusakan jalan secara simultan Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 0,539 0,29 0,22 0,39126 Hasil Analisis Model Regresi Linear Berganda Analisis model regresi linear berganda digunakan untuk menunjukkan model statistik yang menjadi gambaran antara variabel beban lalu lintas, drainase jalan, dan kondisi tanah dasar terhadap kerusakan jalan yang terjadi. Nilai-nilai koefisien regresi ditunjukkan pada Tabel 6. Titik Ruas Jalan Low Medium High STA 00 000 Variabel STA 00 500 STA 03 500 STA 05 500 Constant Beban Lalu Lintas Drainase Jalan Kondisi Tanah Dasar STA 00 000 STA 00 400 Koefisien Regresi 1,032 -0,192 0,041 -0,144 Std. Error 0,603 0,207 0,120 0,060 Sig. 1,711 0,097 -0,927 0,361 0,34 0,736 2,397 0,023 STA 01 000 STA 00 000 STA 00 150 STA 00 750 Tabel 4 Matriks koefisien korelasi antar variabel secara Variabel Kerusakan (Y) 1,000 0,398 Beban Lalu Lintas ( ) 0,398 1,000 Drainase ( ) 0,268 0,672 Kondisi Tanah Dasar ( ) -0,482 -0,373 Tabel 6 Hasil analisis model regresi linear berganda 0,268 0,672 1,000 -0,153 -0,482 -0,373 -0,153 1,000 Sementara, kondisi drainase pada jalan teramati, memiliki hubungan positif. Nilai koefisien korelasi antara Drainase dengan Kerusakan jalan adalah = 0,268 dengan koefisien determinasi = 0,268 = 0,072 dan dengan kondisi tanah dasar adalah = 0,223 dengan koefisien = 0,223 = 0,049. Sehingga dapat dikatakan bahwa korelasi antara kondisi drainase dan tanah dasar jalan adalah sekitar 7,2% dan 4,9%. Hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat secara parsial dapat dikatakan sebagai relasi yang lemah. Akan tetapi, secar simultan, ketiga variabel independen memiliki relasi yang termasuk kedalam kategori kuat, = 0,539 (Tabel . Nilai tersebut berarti berdasarkan nilai koefisien determinasi = 0,29, ketiga variabel teramati menyumbang sebanyak 29% terjadinya kerusakan jalan di titik lokasi yang menjadi pengamatan dalam penelitian ini. Berdasarkan data hasil analisis tersebut, diperoleh model persamaan regresi sebagai berikut: = 1,032 Oe 0,192 0,041 Oe 0,144 . Interpretasi dari model persamaan regresi tersebut dapat dispesifikasikan sebagai berikut: Nilai konstanta pada persamaan regresi bernilai 1,032 menyatakan bahwa tingkat kerusakan jalan di kabupaten tanah laut adalah sekitar 1,032 (Lo. apabila tidak ada indikasi/ kontribusi dari ketiga variabel . Koefisien Beban Lalu Lintas ( ) = 0,192 . ernilai positi. menyatakan bahwa setiap peningkatan skala beban lalu lintas sebanyak 1 satuan, maka skala tingkat kerusakan jalan akan meningkat 0,192, yang berarti tingkat kerusakannya rendah. Dalam hal ini, untuk data penelitian yang diperoleh pada ruas jalan di 3 lokasi berbeda, terdapat hubungan yang berbanding terbalik, dimana lokasi yang tingkat beban lalu lintasnya tinggi, tingkat kerusakannya lebih rendah dibandingkan dengan jalan yang beban lalu lintasnya tinggi. Hal ini dikarenakan pada saat pengambilan data, ruas jalan dengan frekuensi beban lalu lintas tinggi, memiliki tingkat kerusakan yang lebih kecil, hal tersebut dapat diartikan bahwa pada ruas jalan dengan tingkat beban lalu lintas tinggi tersebut, kondisi drainase dan tanah dasarnya lebih baik dibandingkan dengan jalan yang tingkat banyaknya kendaraan lebih rendah. Koefisien Drainase ( ) = 0,041 menyatakan bahwa setiap peningkatan skala kondisi drainase jalan, akan menyebabkan skala tingkat kerusakan bertambah sebesar 0,041 yang berarti mendekati rendah. Dengan kata lain, semakin baik kondisi drainase, maka semakin rendah pula tingkat kerusakan jalan. Koefisien Kondisi Tanah Dasar ( ) = Oe0,144 menyatakan bahwa setiap peningkatan kondisi tanah dasar, akan menyebabkan penurunan skala tingkat kerusakan yang berarti, jika kondisi tanah dasar meningkat sebesar 0,144, maka tingkat kerusakan akan BPI, 2024 | 10 ISSN 2654-5926 Buletin Profesi Insinyur 7. 007Ae012 http://dx. org/10. 20527/bpi. menurun sebesar 0,144. Dengan kata lain, semakin baik kondisi tanah dasar, makan semakin remndah tingkat kerusakan jalan. Hasil Uji Parsial . -tes. Uji parsial . -tes. untuk setiap variabel independn terhadap tingkat kerusakan jalan dapat dilihat pada Tabel 7. Kriteria pengambilan keputusan diakukan dengan menggunakan nilai signifikasni pada hasil uji-t untuk setiap variabel. ditolak apabila nilai Sig. < 0,05. Berdasarkan hasil uji t, diperoleh nilai signifikansi untuk variabel Lalu lintas adalah 0,361. Untuk variabel Drainase jalan adalah 0,736 dan 0,023 untuk Kondisi Tanah Dasar. Sehingga dapat diperoleh kesimpulan bahwa dari ketiga variabel indepen yang menjadi variabel teramati dalam penelitian, hanya kondisi tanah dasar yang meberikan pengaruh signifikan terhadap tingkat kerusakan jalan. kontribusi terhadap tingkat kerusakan jalan yang terjadi di Kab. Tanah Laut. Hasil Perhitungan Kontribusi Efektif dan Relatif Hasil perhitungan kontribusi efektif dan relatif digunakan untuk mengetahhui seberapa besar kontribusi setiap variabel independen terhadap variabel dependen, dengan menggunankan nilai koefisien terstandarisasi pada analisis regresi (Tabel . Tabel 9 Ringkasan koefisien korelasi dan regresi terhadap Standardized Coefficient Regresi (Bet. -0,204 0,07 Variabel -0,395 Tabel 7 Penarikan kesimpulan berdasarkan hasi Uji Parsial Hipotesis : Beban Lalu Lintas tidak berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Kerusakan Jalan : Kondisi Drainase Jalan tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kerusakan jalan : Kondisi Tanah Dasar tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kerusakan jalan p value Decision = 5%) 0,361 Not Supported 0,736 Supported 0,023 Not Supprted Hasil Uji Simultan (F-Tes. Hasil Uji test diperoleh untuk mengetahui pengaruh ketiga variabel indepen secara bersamaan terhadap tingkat kerusakan jalan. Hasil Uji F disajikan berdasarkan Tabel Anova (Tabel . Sum of Square Mean Square Regression 1,94 0,647 Residual 4,746 0,153 Total 6,686 Sig. 29 = ? 0,29 -0,482 = 27,6% = 6,9% 4,225 0,013 Kriteria pengambilan keputusan diakukan dengan menggunakan nilai signifikansi pada hasil uji-F untuk setiap ditolak apabila nilai Sig. < 0,05. Berdasarkan Nilai Sig. pada Tabel 8, dapat diketahui bahwa Nilai Sig Uji-F = 0,013. Karena nilai yang kurang dari 0,05, maka dapat dikatakan bahwa : Tidak ada pengaruh signifikan Beban Lalu Lintas. Drainase, dan Kondisi Tanah Dasar secara bersama terhadap Kerusakan jalan ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara bersama-sama, variabel beban lalu lintas, kondisi drainase jalan, dan kondisi tanah dasar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kerusakan jalan. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis secara parsial dan simultan di atas, dapat diketahui bahwa sekalipun Beban Lalu Lintas dan Drainase Jalan tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kerusakan jalan, akan tetapi secara bersama-sama, memberikan pengaruh signifikan, yang berarti beban lalu lintas dan drainase jalan juga memiliki -0,398 0,268 89 = :7. 6 y 01 y 100% Nilai EC untuk setiap variabel diperoleh: 89( ) = Oe0,204 y (Oe0,. y 100% = 0,081 = 8 % 89( ) = 0,07 y 0,268 y 100% = 0,019 = 2% 89( ) = Oe0,395 y (Oe0,. y 100% = 0,19 = 19% Selanjutnya, nilai Relative Contribution berdasarkan persamaan: Nilai Effective Contribution dapat dihitung berdasarkan @ABCDE Tabel 8 Hasil Uji F Anova Koefisien Korelasi ( 01 ) = 65,5% Nilai Effective dan Relative Contributions memberikan persentase kontribusi yang diberikan oleh setiap variabel. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa dari ketiga variabel teramati. Variabel Kondisi Tanah Dasar ( ) memberi kontribusi yang paling besar terhadap terjadinya kerusakan jalan, yaitu 19% untuk kontribusi efektif, dan 65,5% untuk kontribusi relatif. Kontribusi tertinggi selanjutnya adalah Variabel Beban Lalu Lintas ( ), dengan persentase 8% kontribusi efektif, dan 27,6% kontribusi relatif. Variabel dengan kontribusi paling kecil terhadap tingkat kerusakan jalan adalah Kondisi Drainase Jalan, dnegan kontribusi efektif sebesar 2%, dan 6,9% kontribusi relatif. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan penelitian, dapat disimpulkan bahwa persamaan model regresi yang terbentuk antara variabel independen Beban Lalu BPI, 2024 | 11 Buletin Profesi Insinyur 7. 007Ae012 http://dx. org/10. 20527/bpi. Lintas. Drainase Jalan, dan Kondisi Tanah Dasar Oe terhadap Tingkat Kerusakan Jalan adalah = . Oe F. HH I . Berdasarkan hasi analisis regresi dengan Uji Parsial . -tes. , dapat diketahui bahwa hanya variabel Kondisi Tanah Dasar yang memberikan pengaruh signifikan terhadap terjadinya Kerusakan Jalan di Tanah Laut. Akan tetapi, berdasarkan Uji Simultan One-Way Anova (F-Tes. , dapat diketahui bahwa ketiga variabel independen, secara bersama-sama memberikan pengaruh yang seginifikan terhadap tingkat kerusakan jalan. Persentase kontribusi tertinggi berdasarkan nilai EC dan RC adalah Kondisi Tanah Dasar dengan EC= 19%, dan RC=65,5% . Disusul oleeh kontribusi Beban Lalu Lintas dengan EC=8%, dan RC= 27,6%. Variabel dengan kontribusi paling kecil terhadap tingkat kerusakan jalan adalah Kondisi Drainase Jalan, dnegan EC= 2%, dan RC= 6,9%. Ucapan Terimakasih Ucapan terimakasih disampaikan kepada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Politeknik Negeri Tanah Laut sebagai penyandang Dana Hibah penelitian, serta Dinas Pekerjaan Umum atas kerjasamanya dalam penyediaan data penelitian. Referensi