Vol. 1 No. 2 (APRIL Ae 2. PROGRAM KULTUM RAMADHAN DALAM PENINGKATAN MOTIVASI BERIBADAH REMAJA DI DESA KEDUNGREJO. WARU. SIDOARJO Abdullah Hilmi1* Universitas Sunan Giri Surabaya. Surabaya. Indonesia RIWAYAT ARTIKEL Diterima: 07-04-2026 Disetujui: 10-04-2026 Dipublikasi: 13-04-2026 Kata Kunci: Kultum Ramadhan. Motivasi Beribadah. Penguatan Spiritual ABSTRAK Fenomena yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa sebagian remaja lebih banyak menghabiskan waktu pada aktivitas hiburan dan penggunaan media digital sehingga keterlibatan mereka dalam kegitan ibadah cenderung menurun. Oleh karena itu, kegiatan kultum Ramadhan dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan motivasi beribadah remaja di Desa Kedungrejo. Waru. Sidoarjo dengan menumbuhkan kembali semangat beribadah melalui penyampaian pesan-pesan keagamaan yang singkat dan mudah dipahami. Penelitian ini menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang memanfaatkan potensi dan partisipasi remaja sebagai aset utama dalam pelaksanaan program. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan program, penyusunan materi, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi hasil kegiatan. Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan partisipasi remaja dalam melaksanakan shalat berjamaah, sehingga program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi beribadah remaja. Selain itu, kegiatan kultum yang dilaksanakan secara rutin selama bulan Ramadhan juga memberikan ruang bagi remaja untuk lebih aktif mengikuti aktivitas keagamaan. Keterlibatan tersebut secara tidak langsung mendorong tumbuhnya kesadaran dalam diri remaja untuk lebih menjaga dan meningkatkan kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari. PENDAHULUAN Zaman sekarang, kehidupan remaja tidak dapat dilepaskan dari pengaruh lingkungan dan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Kondisi tersebut membuat sebagian remaja lebih banyak menghabiskan waktu untuk hiburan dan media digital, sehingga semangat melaksanakan ibadah seperti shalat berjamaah, membaca Al-QurAoan, dan megikuti kegiatan keagamaan menjadi kurang optimal (Alaika, 2. Oleh karena itu, diperlukan upaya pembinaan yang mampu menarik perhatian remaja salah satunya melalui kegiatan kultum Ramadhan untuk menumbuhkan motivasi remaja dalam beribadah. Program ini dilaksanakan dengan melibatkan para remaja yang berada di lingkungan sekitar masjid sebagai sasaran utama kegiatan. Remaja dipilih sebagai objek karena pada masa ini mereka berada pada tahap perkembangan yang membutuhkan arahan dan pembinaan, khususnya dalam pembentukan karakter religius (Wiguna et al. , 2. Oleh karena itu, program kultum Ramadhan dihadirkan sebagai salah satu bentuk kegiatan pembinaan yang menumbuhkan LEMBAH e-ISSN: 3110 - 8555 *Korespondensi Abdullah Hilmi Universitas Sunan Giri Surabaya. Indonesia e-mail: abdullah. 2574@mail. Vol. 1 No. 2 (APRIL Ae 2. kesadaran dan motivasi mereka dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadhan maupun Motivasi beribadah merupakan salah satu faktor penting yang mendorong seseorang untuk melaksanakan berbagai bentuk ibadah dengan kesadaran dan kemauan dari dirinya sendiri. Pada kalangan remaja, motivasi ini tidak selalu muncul secara otomatis, melainkan perlu dibangun melalui pembiasaan, lingkungan yang mendukung, serta kegiatan keagamaan yang mampu memberikan pemahaman. Menurut Lisa et al. , remaja yang memiliki motivasi beribadah yang baik cenderung lebih disiplin dalam menjalankan shalat, membaca Al-QurAoan, serta mengikuti kegiatan keagamaan di lingkungan masjid maupun di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan motivasi beribadah pada remaja menjadi hal penting untuk diperhatikan agar nilai-nilai keagamaan dapat tertanam dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini dilakukan dengan menyampaikan pesan-pesan singkat yang berisi ajakan untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mendekatkan diri kepada Allah. Materi kultum disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami agar dapat diterima dengan baik oleh para remaja. Menurut Sunardi et al. , dengan dilakukannya kegiatan seperti ini, dapat meningkatkan kualitas ibadaha, akhlak, dan kesadaran untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan tahap persiapan yang meliputi penyusunan jadwal kultum dan penentuan tema-tema yang berkaitan dengan peningkatan kualitas ibadah. Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga disertai dengan sesi diskusi ringan dan motivasi keagamaan yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan semangat remaja dalam menjalankan ibadah (Afwadzi et al. , 2. Dengan adanya rangkaian tersebut, program kultum Ramdhan dapat memberikan pengalaman pembinaan yang bermanfaat sekaligus mendorong remaja untuk lebih aktif dalam kegiatan keagamaan di lingkungan masjid maupun masyarakat. Program kultum Ramadhan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menumbuhkan serta meningkatkan motivasi beribadah pada kalangan remaja melalui kegiatan keagamaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong remaja agar lebih aktif mengikuti berbagai aktivitas keagamaan di lingkungan masjid maupun masyarakat, dan kegiatan positif lainnya yang dapat memperkuat nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari (Nasarudin et al. , 2. Dengan diadakannya kegiatan ini, para remaja tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi memiliki dorongan yang lebih kuat untuk menerapkan nilai-nilai ibadah tersebut dalam kehidupan mereka. Kegiatan kultum Ramadhan menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk mendorong tumbuhnya motivasi beribadah remaja melalui penyampaian pesan-pesan keagamaan yang singkat, jelas, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari (Muhaini, 2. Oleh karena itu, dengan diadakannya kegiatan kultum Ramadhan secara rutin tiap pekan selama bulan ramdhan, secara tidak langsung mendorong remaja untuk menerapkan pesan-pesan yang disampaikan dalam perilaku dan aktivitas ibadah mereka dalam kesehariannya. Tujuan utama dari pelaksanaan program kultum Ramadhan ini adalah untuk mendorong tumbuhnya kesadaran serta meningkatkan motivasi beribadah pada kalangan remaja melalui kegiatan pembinaan keagamaan yang dilakukan selama bulan Ramadhan. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kebiasaan positif pada remaja agar lebih aktif mengikuti kegiatan keagamaan di lingkungan masjid maupun lingkungan masyarakat, serta memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai waktu untuk memperbaiki diri (Syaifudin, 2. Dengan diadakannya kegiatan ini, para remaja di Desa Kedungrejo dapat merasakan manfaat dari pesanpesan keagamaan yang disampaikan sehingga muncul dorongan dari dalam diri mereka untuk meningkatkan kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari. LEMBAH e-ISSN: 3110 - 8555 *Korespondensi Abdullah Hilmi Universitas Sunan Giri Surabaya. Indonesia e-mail: abdullah. 2574@mail. Vol. 1 No. 2 (APRIL Ae 2. METODE Kegiatan kultum Ramadhan dilaksanakan sebagai bentuk pembinaan keagamaan yang melibatkan remaja di Desa Kedungrejo. Waru. Sidoarjo. Pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan penyebaran flayer secara online. Materi yang disampaikan disusun secara sederhana agar mudah dipahami oleh para remaja. Selain itu, dalam beberapa kesempatan remaja juga diberi kesempatan untuk ikut menyampaikan kultum dengan bahasa mereka sendiri dari apa yang telah disampaikan oleh mahasiswa, sehingga mereka tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga dapat belajar menyampaikan pesan keagamaan kepada orang lain (Oki et al. , 2. Melalui kegiatan tersebut, suasana pembinaan keagamaan menjadi lebih hidup sekaligus memberikan pengalaman yang mendorong remaja untuk lebih aktif dalam menjalankan ibadah. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), yaitu pendekatan yang memanfaatkan potensi dan aset yang telah dimiliki oleh masyarakat. Melalui pendekatan ini, kegiatan tidak hanya berfokus pada penyelesaian masalah, tetapi juga mengoptimalkan potensi yang telah dimiliki oleh masyarakat, sehingga program yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar (Mahrini & Anshari, 2. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program yang dijalankan. Tahap awal dari kegiatan ini adalah melakukan koordinasi dengan remaja setempat khususnya remaja organisasi Karang Taruna untuk menyampaikan rencana kegiatan sekaligus meminta dukungan terhadap program yang akan dijalankan. Setelah itu, melakukan pendataan remaja untuk mengetahui jumlah peserta yang akan terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurut Hakim dan Zainullah . , dari tahapan tersebut, pelaksanaan program dapat berlangsung secara terarah dan memberikan manfaat bagi para remaja yang mengikuti kegiatan karena tahapan tersebut terstruktur, sehingga memudahkan mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan Kegiatan kultum Ramadhan di Desa Kedungrejo. Waru. Sidoarjo dilaksanakan pada hari Senin, 9 Maret 2026 pukul 16. 00 WIB sampai selesai. Partisipan yang terlibat adalah remaja Desa Kedungrejo. Waru. Sidoarjo yang berjumlah 20 remaja. Kegiatan ini dilaksanakan via online yang mana dilakukan di ruang Karang Taruna yang berada di Balai Desa Kedungrejo. Waru. Sidoarjo. Kegiatan ini dilaksanakan setelah shalat ashar berjamaah menjelang waktu berbuka puasa agar lebih mudah diikuti oleh para remaja. Pada pelaksanaan kegiatan, tercatat 20 remaja yang hadir untuk mengikuti program kultum ini. Kultum disampaikan dengan tema-tema yang berkaitan dengan peningkatan kualitas ibadah, seperti pentingnya menjaga shalat tepat waktu, membaca Al-QurAoan setiap hari. Penyampaian materi dilakukan secara singkat namun jelas agar pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh peserta (Fansuri et al. , 2. Melalui kegiatan ini, mendorong remaja untuk lebih aktif dalam menjalankan ibadah. Pelaksanaan program kultum Ramadhan memiliki fungsi sebagai sarana pembinaan keagamaan yang memanfaatkan potensi yang telah dimiliki oleh remaja melalui pendekatan ABCD. Keterlibatan remaja dalam proses pelaksanaan kegiatan seperti mendengarkan maupun menyampaikan saran, menjadi bagian dari upaya pemberdayaan yang mendorong mereka untuk lebih percaya diri serta memiliki tanggung jawab terhadap kegiatan keagamaan di lingkungan masjid maupun lingkungan masyarakat (Suparman et al. , 2. Dengan memanfaatkan berbagai aset yang ada, program ini mampu memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan motivasi beribadah remaja di Desa Kedungrejo. HASIL DAN PEMBAHASAN Program kultum Ramadhan merupakan kegiatan pembinaan keagamaan yang dilaksanakan dengan tujuan memberikan penguatan nilai-nilai religius kepada remaja melalui penyampaian LEMBAH e-ISSN: 3110 - 8555 *Korespondensi Abdullah Hilmi Universitas Sunan Giri Surabaya. Indonesia e-mail: abdullah. 2574@mail. Vol. 1 No. 2 (APRIL Ae 2. pesan-pesan keagamaan yang singkat namun bermakna (Sahidin et al. , 2. Melalui penyampaian materi yang berkaitan dengan pentingnya menjaga ibadah, memperbaiki perilaku, serta memperkuat keimanan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, program kultum Ramadhan tidak hanya menjadi kegiatan penyampaian ceramah saja, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pembinaan yang mendorong tumbuhnya motivasi beribadah pada kalangan remaja. Berdasarkan hasil analisis menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang dipadukan dengan analisis SWOT, pelaksanaan program kultum Ramadhan menunjukkan beberapa aspek penting yang mempengaruhi keberlangsungan kegiatan. Dari sisi keunggulan kegiatan ini didukung oleh kebiasaan positif remaja setempat, akan tetapi masih belum aktif mengikuti kegiatan secara konsisten. Sementara itu, peluang terlihat dari momentum bulan Ramadhan yang mampu meningkatkan antusiasme remaja dalam mengikuti kegiatan Adapun terdapat ancaman yang berasal dari pengaruh lingkungan dan perkembangan teknologi yang sering mengalihkan perhatian remaja dari kegiatan keagamaan (Dian, 2. Dengan memahami berbagai aspek tersebut, pendekatan ABCD dapat membantu mengoptimalkan aset yang dimiliki remaja untuk mendukung keberhasilan program kultum Ramadhan dalam meningkatkan motivasi beribadah remaja. Ketercapaian tujuan kegiatan program kultum Ramadhan dapat dilihat dari meningkatnya keterlibatan remaja dalam mengikuti kegiatan keagamaan seperti tadarus setelah shalat sunnah tarawih dan melaksanakan shalat berjamaah dengan konsisten. Kondisi tersebut menujukkan bahwa program yang dilaksanakan menumbuhkan kesadaran dan dorongan dari dalam diri para remaja untuk lebih aktif dalam menjalankan ibadah (Yuliastutik et al. , 2. Dengan demikian, program kultum Ramadhan menjadi bentuk pembinaan yang memberikan dampak positif tehadap peningkatan motivasi beribadah remaja di Desa Kedungrejo. Waru. Sidoarjo. Kedepannya, kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pembinaan keagamaan bagi para remaja. Melalui kegiatan ini, diharapkan tetap terjaga dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya kesinambungan program, remaja tidak hanya menjadikan kegiatan keagamaan sebagai aktivitas musiman, tetapi juga sebagai kegiatan positif yang mampu memperkuat nilai-nilai religius di lingkungan Desa Kedungrejo (Astoro et al. , 2. Oleh karena itu, diperlukan dukungan serta keterlibatan berbagai pihak, baik dari tokoh masyarakat maupun lingkungan keluarga agar kegiatan tersebut dapat terus berjalan secara konsisten. Hasil yang dicapai dari pelaksanaan program kultum Ramadhan di Desa Kedungrejo menunjukkan adanya perubahan positif pada remaja yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan dampak dalam menumbuhkan percaya diri pada remaja, terutama ketika mereka diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat terkait tema dari kultum Ramadhan di depan banyak orang (Mudzakir, 2. Pendekatan ABCD ini dianggap sesuai dengan program ini karena adanya dukungan dari pengurus kegiatan keagamaan di desa tersebut dan keterlibatan remaja yang cukup aktif dalam mengikuti kegiatan. Meskipun demikian, pelaksanaan kegiatan juga menghadapi beberapa hambatan yaitu adanya sebagian remaja yang kurang konsisten dalam mengikuti kegiatan karena kesibukan pribadi atau pengaruh aktivitas lain diluar lingkungan dilaksanakannya program ini. Akan tetapi hambatan tersebut dapat diatasi secara bertahap sehingga kegiatan tetap berjalan dengan baik. LEMBAH e-ISSN: 3110 - 8555 *Korespondensi Abdullah Hilmi Universitas Sunan Giri Surabaya. Indonesia e-mail: abdullah. 2574@mail. Vol. 1 No. 2 (APRIL Ae 2. Gambar 1. Membuat Flayer Webinar Bagian dari upaya mendukung pelaksanaan kegiatan, mahasiswa membuat media informasi berupa flayer yang digunakan untuk memperkenalkan serta menginformasikan program kultum Ramadhan kepada remaja di Desa Kedungrejo. Pembuatan flayer ini bertujuan untuk membantu menyebarluaskan informasi kegiatan yang lebih efektif sekaligus mendorong partisipasi remaja agar lebih aktif mengikuti kegiatan tersebut (Rojana et al. , 2. Dengan adanya pembuatan media tersebut, para remaja dapat mengetahui jadwal dan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan. Gambar 2. Membuat Background Zoom Selain pembuatan flayer sebagai media informasi kegiatan, mahasiswa juga membuat background zoom yang digunakan sebagai identitas visual dalam mendukung dokumentasi dan publikasi program kultum Ramadhan. Pembuatan background ini bertujuan untuk memberikan tampilan yang lebih rapi dan terstruktur pada saat kegiatan berlangsung (Ghofar et al. , 2. Dengan adanya background zoom yang telah disiapkan, kegiatan yang dilaksanakan terdokumentasi dengan baik. Gambar 3. Membuat Materi Kultum Pada tahap persiapan kegiatan, mahasiswa juga menyusun materi kultum yang akan disampaikan selama pelaksanaan program kultum Ramadhan di Desa Kedungrejo. Materi tersebut dirancag dengan memperhatikan kondisi serta kebutuhan remaja agar isi penyampaiannya lebih mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari (Muthi et al. LEMBAH e-ISSN: 3110 - 8555 *Korespondensi Abdullah Hilmi Universitas Sunan Giri Surabaya. Indonesia e-mail: abdullah. 2574@mail. Vol. 1 No. 2 (APRIL Ae 2. Melalui pembuatan materi kultum yang telah dipersiapkan tersebut, kegiatan yang dilaksanakan lebih terarah dan terstruktur, sehingga mahasiswa tidak kesulitan untuk menyampaikan apa yang harus disampaikan. Gambar 4. Menyampaikan Materi Tahap penyampaian materi merupakan inti dari kegiatan. Pada tahap ini, materi yang telah dipersiapkan sebelumnya disampaikan kepada para remaja secara singkat tetapi tetap menekankan pada pesan-pesan keagamaan yang mudah dipahami. Materi yang disampaikan berisi ajakan untuk meningkatkan kualitas ibadah, menjaga akhlak, serta memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah (Wati & Purnomo, 2. Melalui tahap ini, pesan-pesan yang disampaikan dapat memberikan pemahaman sekaligus menumbuhkan motivasi remaja untuk lebih aktif dalam menjalankan ibadah. Gambar 5. Sesi Tanya Jawab Sekaligus Foto Bersama untuk Presensi kehadiran Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para remaja menyampaikan pertanyaan maupun tanggapan terkait materi yang telah disampaikan (Khairani, 2. Melalui sesi ini, peserta dapat memperdalam pemahaman mereka mengenai pesan-pesan keagamaan yang telah dibahas. Setelah sesi tanya jawab berakhir, kegiatan ditutup dengan dokumentasi berupa foto bersama antara pemateri dan para peserta sebagai bentuk presensi kehadiran sekaligus sebagai bukti pelaksanaan KESIMPULAN Berdasarkan pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan, program kultum Ramadhan di Desa Kedungrejo dapat menjadi salah satu bentuk pembinaan keagamaan yang memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi beribadah remaja. Melalui rangkaian kegiatan yang meliputi persiapan materi, penyampaian kultum, sesi tanya jawab, hingga dokumentasi kegiatan, para remaja memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjalankan ibadah dalam kehidupan sehari-sehari. Selain itu, keterlibatan remaja dalam mengikuti kegiatan tersebut menunjukkan adanya peningkatan partisipasi dalam aktivitas Dengan demikian, program kultum Ramadhan dapat menjadi salah satu upaya yang LEMBAH e-ISSN: 3110 - 8555 *Korespondensi Abdullah Hilmi Universitas Sunan Giri Surabaya. Indonesia e-mail: abdullah. 2574@mail. Vol. 1 No. 2 (APRIL Ae 2. efektif dalam menumbuhkan kesadaran serta motivasi beribadah pada kalangan remaja di Desa Kedungrejo. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan, diharapkan program kultum Ramadhan dapat terus dikembangkan dan dilaksanakan secara berkelanjutan oleh pengurus masjid maupun masyarakat setempat. Selain itu, dukungan dari berbagai pihak seperti tokoh masyarakat dan keluarga sangat diperlukan agar pembinaan keagamaan bagi remaja dapat berjalan secara konsisten. Dengan adanya kerja sama tersebut, diharapkan motivasi beribadah remaja tidak hanya meningkat pada saat bulan ramadhan, tetapi juga dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari. REFERENSI