Vol. 3 No. Desember 2025, pp. https://journal. id/index. E-ISSN: 3089-6150 Pengaruh Peran Orang Tua Terhadap Pencapaian Literasi Anak Usia Dini 5-6 Tahun Filda Tri Laili Amalia*. Baldwine Honest G2. Bety Vitriana3. Lisda Hani Gustina4. Sri Purwanti5 PG-PAUD. Universitas Mulia. Indonesia *Penulis Korespondensi: fildaamalia@students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran orang tua memengaruhi pencapaian literasi anak usia dini 5Ae6 tahun di SPS Al-QurAoan Nurul Haq Balikpapan. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendukung kemampuan membaca, berbicara, dan memahami anak sejak usia dini. Penelitian ini memanfaatkan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dijalankan melewati dokumentasi, angket, wawancara, dan observasi. Sampel dalam penelitian ini ialah seluruh orang tua dan guru anak usia 5Ae6 tahun dengan teknik total sampling. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya peran orang tua memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keterampilan literasi anak. Peran orang tua yang meliputi memberi contoh . , mendampingi . , mengatur . , dan mengajarkan . sangat membantu perkembangan kemampuan anak, seperti berbicara, mendengar, memahami kata, dan mengenal huruf. Oleh karena itu, dukungan aktif dari orang tua sangat penting dalam membantu anak membangun dasar literasi yang kuat sejak dini. Kata Kunci: Peran Orang Tua. Literasi Anak. Anak Usia Dini. Keterlibatan Keluarga. Riwayat Artikel Diterima: 03/11/2025 Direvisi: 10/11/2025 Disetujui: 20/11/2025 Dipublikasi: 15/12/2025 PENDAHULUAN Anak usia dini ialah masa keemasan . olden ag. yang terjadi pada usia 0Ae6 tahun, di mana perkembangan anak berlangsung sangat cepat, termasuk dalam hal kemampuan literasi (Khaironi. Literasi anak usia dini mencakup kemampuan berbicara, mendengarkan, memahami, mengenal huruf, dan mulai menulis secara sederhana (Ghoting & Martin-Diaz, 2. Literasi bukan hanya keterampilan membaca dan menulis, melainkan juga dasar penting bagi kesiapan akademik dan sosial anak di masa depan (Santrock, 2. Namun, berdasarkan data Indonesia National Assessment Program (INAP) tahun 2016, rata-rata kemampuan literasi peserta didik masih kecil. Sebanyak 46,83% berada dalam kategori kurang, 47,11% cukup, dan hanya 6,06% dalam kategori baik (Pusat Penelitian Pendidikan Kemdikbud, 2. Bahkan, survei PISA 2018 dan 2022 juga menunjukkan bahwa tingkat literasi pelajar Indonesia masih di bawah rata-rata internasional (OECD, 2. Kondisi ini menunjukkan pentingnya peran semua pihak, termasuk keluarga, dalam meningkatkan literasi sejak usia dini. Orang tua memiliki posisi sebagai pendidik utama dan pertama dalam kehidupan anak. Peran orang tua seperti memberi contoh, mendampingi, mengatur, dan mengajarkan sangat memengaruhi perkembangan keterampilan literasi anak (Cahyani, 2. Dalam praktiknya, orang tua yang aktif membacakan cerita, berdiskusi, atau menyediakan bahan bacaan di rumah cenderung memiliki anak dengan kemampuan literasi yang lebih baik (Papalia, 2. Sayangnya, banyak orang tua yang masih menyerahkan seluruh tanggung jawab pendidikan kepada sekolah, padahal waktu anak di rumah jauh lebih lama dibandingkan di sekolah (Gustina et al. , 2. Keikutsertaan orang tua dalam pendidikan di rumah menjadi hal penting yang harus terus ditingkatkan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh peran orang tua terhadap pencapaian literasi anak usia dini 5Ae6 tahun di SPS Al-QurAoan Nurul Haq Balikpapan. Jurnal Pelangi. Vol. 3 No. Des 2025, pp. METODE Studi ini memanfaatkan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan ini dimanfaatkan untuk mengetahui pengaruh peran orang tua kepada pencapaian literasi anak usia dini secara sistematis dan objektif dalam bentuk angka (Sugiyono, 2. Metode survei diterapkan dengan bantuan angket sebagai instrumen utama (Nasehuddin & Ghozali, 2. Penelitian dilakukan di SPS Al-QurAoan Nurul Haq Balikpapan pada bulan Januari tahun 2025 semester genap tahun ajaran 2024/2025. Populasi pada studi ini ialah semua orang tua dan guru anak usia 5Ae6 tahun yang sekolahnya di SPS Al-QurAoan Nurul Haq Balikpapan, dengan jumlah peserta didik sebanyak 30 anak (Data SPS Nurul HAQ, 2. Teknik mengambil sampel yang dimanfaatkan ialah total sampling, di mana semua populasi dijadikan sampel (Sumargo. Teknik pengumpulan data dijalankan melewati empat metode, ialah angket, observasi, dokumentasi, dan wawancara. Observasi dilakukan terhadap aktivitas anak di kelas maupun saat bermain, untuk mengamati kemampuan literasi seperti berbicara, kesadaran terhadap bunyi bahasa, dan kemampuan bercerita (Suryabrata, 2. Angket diberikan kepada orang tua dan guru dengan skala Likert 5 poin untuk mengukur dimensi peran orang tua, yaitu: modeling, mentoring, organizing, dan teaching (Hartono, 2. Wawancara semi-terstruktur dilakukan kepada guru untuk memperkuat hasil observasi dan angket. Dokumentasi digunakan sebagai data pendukung melalui catatan sekolah dan foto kegiatan (Widoyoko, 2. Instrumen angket telah melalui uji validitas dan reliabilitas menggunakan SPSS 26. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa seluruh butir pernyataan dinyatakan valid dengan nilai r hitung > r tabel pada taraf signifikansi 5%. Uji reliabilitas menghasilkan nilai Alpha Cronbach sejumlah 0,777 yang termasuk kategori reliabel (Hasan, 2. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji statistik deskriptif dan inferensial, mencakup uji linearitas, uji normalitas, dan regresi linear sederhana untuk menguji hipotesis hubungan antara variabel peran orang tua dan pencapaian literasi anak (Jakni, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan data kuesioner yang diberikan kepada orang tua, ditemukan bahwa mayoritas orang tua telah menjalankan peran mereka dalam mendukung literasi anak dengan sangat baik. Peran tersebut mencakup menjadi contoh . , pendamping . , pengatur . , dan pengajar . Banyak orang tua yang secara rutin membacakan cerita, berdialog, serta mengenalkan huruf dan kosakata kepada anak di rumah. Hal ini mencerminkan bahwa keterlibatan orang tua sangat tinggi dan memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan literasi anak . Hasil observasi memperlihatkan bahwasanya anak-anak yang orang tuanya aktif memberikan stimulasi di rumah, cenderung lebih cepat mengenal huruf, mampu menyusun cerita, dan lebih percaya diri ketika berbicara di depan teman atau guru. Sebaliknya, anak yang kurang mendapatkan dukungan di rumah menunjukkan perkembangan literasi yang lambat dan kurang aktif dalam kegiatan belajar. Wawancara dengan guru juga mendukung temuan tersebut. Guru menyampaikan bahwa anak yang mendapat dukungan verbal dari orang tua menunjukkan perkembangan kemampuan bahasa yang lebih baik, seperti memiliki kosakata yang lebih luas dan mampu menyusun kalimat Anak-anak ini juga lebih responsif saat kegiatan diskusi di kelas dan lebih tertarik pada buku serta aktivitas bercerita. Hasil Analisis Statistik Hasil uji regresi linear sederhana memperlihatkan bahwasanya nilai koefisien regresi ialah 0,632, yang artinya setiap peningkatan 1 poin pada peran orang tua akan meningkatkan 0,632 poin pada pencapaian literasi anak. Persamaan regresi yang diperoleh adalah: Y = 12,315 0,632X Dengan nilai R = 0,725 dan RA = 0,526, artinya kontribusi peran orang tua terhadap Copyright A 2025. Amalia et al, e-ISSN 3089-6150 Jurnal Pelangi. Vol. 3 No. Des 2025, pp. literasi anak ialah sejumlah 52,6%, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak Nilai signifikansi (Sig. ) = 0,002 < 0,05, sehingga mampu ditarik kesimpulan bahwasanya peran orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap literasi anak usia dini. Pembahasan Temuan studi ini sesuai dengan teori behaviorisme yang disampaikan oleh Skinner dan Watson, yang menyatakan bahwa perilaku termasuk literasi dapat terbentuk melalui stimulus dan penguatan dari lingkungan, pada hal ini ialah orang tua. Anak yang mendapat pembiasaan membaca dan berbicara secara rutin akan lebih cepat mengembangkan kemampuan literasinya. Selain itu, hasil ini juga didukung oleh teori Bronfenbrenner, yang menyebutkan bahwa lingkungan mikrosistem seperti keluarga memiliki peran besar dalam perkembangan anak. Lingkungan rumah yang mendukung akan memperkuat fondasi literasi anak melalui interaksi yang hangat dan rutin. Bahkan, dari sudut pandang teori Vygotsky, peran orang tua sebagai pembimbing . membantu anak melampaui zona perkembangannya dan mendorong pertumbuhan kemampuan bahasa dan berpikir anak. Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan bahwa semakin optimal peran orang tua, maka semakin baik pula pencapaian literasi anak usia dini. KESIMPULAN Menurut hasil penelitian, bisa diambil kesimpulan bahwasanya peran orang tua mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pencapaian literasi anak usia dini 5Ae6 tahun di SPS Al-QurAoan Nurul Haq Balikpapan. Peran orang tua yang mencakup memberikan contoh, mendampingi anak, mengatur kegiatan belajar, dan mengajarkan secara langsung memberikan kontribusi nyata dalam perkembangan kemampuan berbicara, mendengar, mengenali huruf, dan menyusun cerita pada anak. Analisis regresi menunjukkan bahwa peran orang tua memberikan kontribusi sebesar 52,6% terhadap pencapaian literasi anak. Artinya, semakin aktif dan konsisten peran orang tua, maka semakin tinggi pula keterampilan literasi yang dimiliki anak usia dini. Dengan begitu, keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan anak, khususnya dalam aspek literasi, perlu terus ditingkatkan. Kolaborasi antara orang tua dan sekolah menjadi kunci penting dalam membentuk fondasi literasi yang kuat sejak usia dini. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih banyak kepada SPS Al AeQurAoan Nurul Haq Balikpapan atas kesempatan yang diberikan kepada Peneliti untuk melakukan penelitian di Lembaga tersebut. Terima kasih banyak kepada Pembimbing dan Penguji yang telah berkontribusi terhadap penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA