YATALATTOF: Journal of Early Childhood Islamic Education Hambatan-hambatan Komunikasi Dalam Proses Belajar Mengajar Di MIN Sibuhuan Erawadi A. Marlianto HasibuanA. Zulkifli TanjungA erawadi@iain-Padangsidimpuan. idA, marlihasibuan1995@gmail. comA, zulkiplitanjung@uinsu. IAIN SidimpuanA. Pascasarjana IAIN Padang SidimpuanA. FITK UIN Sumatera UtaraA ABSTRAK ABSTRACT Guru sebagai salah satu unsur komunikasi dalam PBM memiliki multi peran, tidak terbatas hanya sebagai AupengajarAy yang melakukan Autransfer of knowledgeAy . emindahan ilmu pengetahua. , tetapi juga sebagai mengembangkan alternatif, dan memobilisasi siswa dalam belajar. Artinya, guru memiliki tugas dan tanggung jawab yang kompleks terhadap pencapaian tujuan pendidikan, di mana guru tidak hanya dituntut untuk menguasai ilmu yang akan diajarkan dan memiliki seperangkat pengetahuan dan keterampilan teknis mengajar, namun guru juga dituntut untuk menampilkan kepribadian yang mampu menjadi teladan bagi siswa di samping melakukan komunikasi yang baik. The teacher as one of the elements of communication in PBM has multiple roles, not only as a AuteacherAy who performs a Autransfer of knowledgeAy . ransfer of knowledg. , but also as a guide who encourages potential, develops alternatives, and mobilizes students in learning. That is, teachers have complex duties and responsibilities towards achieving educational goals, where teachers are not only required to master the knowledge to be taught and have a set of teaching knowledge and technical skills, but teachers are also required to display a personality that is capable of being role models for students in aside from doing good communication. Kata Kunci: Komunikasi dalam PBM. Proses Belajar. MIN Sibuhuan. Key Word: Communication in PBM. Learning Process. MIN Sibuhuan PENDAHULUAN Menurut Syafaruddin . 5: . pekerjaan mengajar di sekolah adalah pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus. Sebagai kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan potensi anak yang sedang mengalami perkembangan, maka seorang guru harus benar-benar ahli dalam tugasnya. Dengan kata lain jiwa dan semangat seorang guru yang mempunyai keahlian dan mengutamakan untuk mengabdi kepada nilai-nilai kemanusiaan melalui pembelajaran di sekolah. Belajar dan mengajar adalah suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dengan siswa atas dasar timbal balik yang berlangsung dalam situasi pendidikan untuk mencapai tujuan tertentu. PBM (Proses Belajar Mengaja. merupakan aktivitas yang paling penting, karena melalui itulah tujuan pendidikan akan dicapai dalam bentuk perubahan perilaku siswa menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (UU SISDIKNAS No. 23 Tahun 2003 Pasal . STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara YATALATTOF: Journal of Early Childhood Islamic Education Vol 1 No. 1: SeptemberAeDesember 2021 Hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar tersebut bisa berasal dari pribadi guru sendiri yaitu pribadi guru yang kurang baik, guru tidak berkualitas, baik dalam pengambilan metode yang digunakan ataupun dalam penguasaan mata pelajaran yang dipegangnya. Hal ini bisa terjadi karena keahlian yang dipegangnya kurang sesuai, sehingga kurang menguasai, atau kurang persiapan, sehingga cara menerangkan kurang jelas, sukar dimengerti oleh setiap anak didik. Hubungan guru dengan anak didik kurang harmonis. Hal ini bisa bermula pada sifat dan sikap guru yang tidak disenangi oleh anak didik, misalnya, guru bersikap kasar, suka marah, suka mengejek, tidak pernah senyum, tidak suka membantu anak, dan suka membentak. Guru menuntut standar pelajaran di atas kemampuan anak didik. Hal ini biasanya terjadi pada guru yang masih muda yang belum berpengalaman, sehingga belum dapat mengukur kemampuan anak Karenanya hanya sebagian kecil anak didik dapat berhasil dengan baik dalam belajar. Guru tidak memiliki kecakapan dalam usaha mendiagnosis kesulitan belajar anak didik. Cara guru mengajar cenderung kurang baik. Di sisi lain terlihat bahwa komunikasi yang tidak baik tergambar melalui kurang ahlinya komunikator dalam menyampaikan pesan-pesan yang baik, sehingga pesan tersebut tidak jelas arahnya bahkan menjadi hambatan bagi seseorang guru terlebih-lebih bagi seseorang siswa yang diajar bahkan menimbulkan salah tafsir ketika guru menjelaskan materi pelajaran. Apabila kenyataan ini, diabaikan dan dibiarkan terus menerus, maka sangat mungkin proses belajar mengajar di MIN Sibuhuan tidak akan berjalan dengan baik atau tidak akan efektif belajar mengajar sehingga tujuan pendidikan tidak akan terwujud. Apabila kenyataan di atas, diabaikan dan dibiarkan terus menerus, maka sangat mungkin proses belajar mengajar di MIN Sibuhuan tidak akan berjalan dengan baik dan tujuan pendidikan nasional tidak akan terwujud, maka dipandang perlu untuk meneliti apa saja komunikasi yang dilaksanakan guru dalam Proses Belajar Mengajar di MIN Sibuhuan. apa saja hambatan-hambatan komunikasi dalam Proses Belajar Mengajar di MIN Sibuhuan serta apa upaya guru dalam mengatasi hambatan-hambatan komunikasi dalam Proses Belajar Mengajar di MIN Sibuhuan. Berdasarkan penjelasan di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang: AuHambatan-Hambatan Komunikasi Dalam Proses Belajar Mengajar di Min SibuhuanAy. METODE PENELITIAN Penelitian kualitatif merupakan menggambarkan fenomena yang ada, baik, bersifat alamiah maupun rekayasa MIN, yang lebih memperhatikan mengenai karakteristik, kualitas, keterkaitan antar kegiatan. Selain itu, penelitian deskriptif tidak memberikan perlakuan, manipulasi atau pengubahan pada variable Ae variable yang diteliti, melainkan menggambarkan suatu kondisi yang apa adanya. Satu Ae satunya perlakuan yang diberikan hanyalah penelitian itu sendiri, yang dilakukan melalui . bervasi, wawancara, dan dokumentas. , (Nana Syaodih Sukamadinata, 2005: . Berdasarkan keterangan diatas, penelitian deskriptif kualitatif yaitu rangkaian kegiatan untuk memperoleh data yang bersifat apa adanya tanpa ada dalam kondisi tertentu yang hasilnya 35 | Erawadi, at. Hambatan-Hambatan Komunikasi Dalam Proses Belajar Mengajar di MIN Sibuhuan YATALATTOF: Journal of Early Childhood Islamic Education Vol 1 No. 1: SeptemberAeDesember 2021 lebih menekan makna. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif karena penelitian ini mengeksplor fenomena peningkatan mutu Pendidikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Komunikasi yang Digunakan dalam Proses Belajar Mengajar Komunikasi yang digunakan dalam proses belajar mengajar, sesuai dengan hasil wawancara yang dilakukan adalah sebagai berikut: Komunikasi dari atasan kepada bawahan merupakan bagian integral dari sebuah organisasi, sebab diterima dan dibuat oleh manajemen. Komunikasi ini menekankan pengaliran informasi dari pimpinan kepada bawahan. Komunikasi kepada bawahan diberikan untuk mengirimkan perintah, pengarahan, tujaun-tujuan, kebijakan dan memo kepada pegawai bawahan dalam suatu organisasi (Irma Haryani Hasibuan, 26 September Komunikasi dari kepala sekolah kepada guru memberikan manfaat untuk meningkatkan moral dan sikap para pegawai. Jenis informasi yang diterima dalam komunikasi ini dapat berupa hasil diskusi dengan pegawai-pegawai dan supervisor, keluhan terhadap prosedur, berembuk, melalui interview, pembicaraan dengan persatuan pegawai, pertemuan formal dan sugesti, moral dan sikap pegawai. Komunikasi horizontal dikenal sebagai mendatar atau komunikasi garis datar dan mungkin yang paling kuat dalam pengaliran informasi dan pengertian . Komunikasinya tidak bergantung pada struktur hierarki formal organisasi. Sesuai dengan wawancara yang dilakukan terhadap guru bahwa komunikasi dalam proses belajar mengajar yang dilakukan misalnya kerjasama dalam memecahkan masalah yang muncul dalam proses belajar mengajar bagaimana melakukan komunikasi dua arah komunikasi yang datangnya dari guru dengan siswa, siswa dengan guru sehingga terjadi kontak timbal balik dalam proses belajar mengajar. Sejalan dengan wawancara yang dilakukan terhadap guru bahwa komunikasi yang digunakan dalam proses belajar mengajar dilakukan dalam bentuk dua arah baik datangnya dari guru kepada siswa maupun dari siswa kepada guru dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam proses belajar mengajar, di samping melakukan pembagian tugas, menginformasikan segala sesuatu yang berhubugan dengan berlangsungnya proses belajar mengajar bahkan dalam penyelesaian konflik bila terjadi konflik dalam kelas di antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru yang bersangkutan, di samping dalam menggunakan media/alat dalam berlangsungnya proses belajar mengajar (Azhar Syukri Nst, 04 September 2. Hambatan-hambatan Komunikasi dalam Proses Belajar Mengajar Hambatan-hambatan komunikasi dalam Proses Belajar Mengajar di MIN Sibuhuan, berdasarkan angket yang telah disebarkan kepada responden yang berjumlah 32 orang dapat diperhatikan melalui penjelasan berikut ini. 36 | Erawadi, at. Hambatan-Hambatan Komunikasi Dalam Proses Belajar Mengajar di MIN Sibuhuan YATALATTOF: Journal of Early Childhood Islamic Education Vol 1 No. 1: SeptemberAeDesember 2021 Hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar, dalam hal guru yang mengajar selalu emosional, responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 0 orang, responden yang menjawab setuju sebanyak 20 orang . ,5%), respnden yang menjawab kurang setuju sebanyak 12 orang . ,5%), serta responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 0 orang . %). Dengan demikian hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar tampak dari guru yang mengajar selalu emosional, terbukti dari jawaban responden sebanyak 20 orang . ,5%). Data di atas didukung dengan hasil wawancara dengan guru bahwa ada sebagian guru ketika berlangsung proses belajar mengajar selalu emosional yang ditampakkan dalam mengajar, padahal guru yang selalu emosional tidak baik diperlihatkan kepada siswa-siswi ketika sedang terjadi proses belajar mengajar. ( Awaluddin Hrp, 25 September 2. Hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar, dalam hal guru yang mengajar selalu marah-marah terhadap siswa, responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 0 orang, responden yang menjawab setuju sebanyak 20 orang . ,5%), respnden yang menjawab kurang setuju sebanyak 12 orang . ,5%), serta responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 0 orang . %). Dengan demikian hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar tampak dari guru yang mengajar selalu marah-marah terhadap siswa, terbukti dari jawaban responden sebanyak 20 orang . ,5%). Data di atas didukung dengan hasil wawancara dengan guru (Yusnita, 25 September 2. bahwa guru yang mengajar di kelas selalu marah-marah terhadap siswa, belum lagi pada tempatnya sudah marah, marah-marah kepada siswa ada kalanya perlu ditampakkan asalkan mengandung nilai mendidik, artinya siswa akan kapok, jera terhadap kelakuan yang dibuat dalam kelas misalnya gaduh, tidak mendengar penjelasan dari guru di samping mengganggu teman yang lain dalam proses belajar mengajar. Hal ini menjadi hambatan dalam proses belajar mengajar. Hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar, dalam hal guru yang mengajar kurang sistematis dalam menyampaikan bahan pelajaran, responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 0 orang, responden yang menjawab setuju sebanyak 20 orang . ,5%), respnden yang menjawab kurang setuju sebanyak 12 orang . ,5%), serta responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 0 orang . %). Dengan demikian hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar tampak dari guru yang mengajar kurang sistematis dalam menyampaikan bahan pelajaran, terbukti dari jawaban responden sebanyak 20 orang . ,5%). Data di atas didukung dengan hasil wawancara dengan guru (Taufik Ali 26 September 2. bahwa hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar terlihat dari guru yang mengajar kurang sistematis dalam menyampaikan bahan pelajaran, hal ini dikarenakan tidak mempersiapkan rencana program pembelajaran (RPP) ketika akan memberikan materi pelajaran kepada siswa. Walaupun sebagian guru telah mempersiapkan rencana program pembelajaran sebelum terjun ke dalam kelas dalam memberikan pelajaran kepada siswa-siswi. 37 | Erawadi, at. Hambatan-Hambatan Komunikasi Dalam Proses Belajar Mengajar di MIN Sibuhuan YATALATTOF: Journal of Early Childhood Islamic Education Vol 1 No. 1: SeptemberAeDesember 2021 Hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar, dalam hal guru yang mengajar menggunakan bahasa yang terlalu tinggi, bertele-tele dan tidak sistematis, responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 0 orang, responden yang menjawab setuju sebanyak 20 orang . ,5%), respnden yang menjawab kurang setuju sebanyak 12 orang . ,5%), serta responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 0 orang . %). Dengan demikian hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar tampak dari guru yang mengajar menggunakan bahasa yang terlalu tinggi, bertele-tele dan tidak sistematis, terbukti dari jawaban responden sebanyak 20 orang . ,5%). Data di atas didukung dengan hasil wawancara dengan guru (Azhar Syukri Nst, 02 September 2. bahwa hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar tampak dari guru yang mengajar menggunakan bahasa yang terlalu tinggi terlalu ilmiah di samping bertele-tele dan tidak sistematis dalam menjelaskan pelajaran. Hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar, dalam hal guru yang mengajar tidak memperhatikan perbedaan pengalaman siswa dalam belajar, responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 0 orang, responden yang menjawab setuju sebanyak 20 orang . ,5%), respnden yang menjawab kurang setuju sebanyak 12 orang . ,5%), serta responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 0 orang . %). Dengan demikian hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar tampak dari guru yang mengajar tidak memperhatikan perbedaan pengalaman siswa dalam belajar, terbukti dari jawaban responden sebanyak 20 orang . ,5%). Data di atas didukung dengan hasil wawancara dengan guru (Hotni Mardia Lubis, 25 September 2. bahwa hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar tampak dari guru yang mengajar tidak memperhatikan perbedaan pengalaman siswa dalam belajar baik dari segi latar belakang siswa dari mana berasal di samping latar belakang kehidupan siswa-siswi yang dapat mempengaruhi proses belajar mengajar siswa dalam membina, membimbing dan mengarahkan agar tidak mengalami hambatan dalam Hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar, dalam hal guru yang mengajar kurang ahli dalam menyampaikan materi pelajaran, responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 0 orang, responden yang menjawab setuju sebanyak 20 orang . ,5%), respnden yang menjawab kurang setuju sebanyak 12 orang . ,5%), serta responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 0 orang . %). Dengan demikian hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar tampak dari guru yang mengajar kurang ahli dalam menyampaikan materi pelajaran, terbukti dari jawaban responden sebanyak 20 orang . ,5%). Data di atas didukung dengan hasil wawancara yang dilakukan terhadap guru (Pinta Marito, 25 September 2. bahwa hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar berasal dari guru yang mengajar yaitu kurang profesional dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa-siswi yang tampak dari tidak mempersiapkan diri sebelum mengajar siswa-siswi. 38 | Erawadi, at. Hambatan-Hambatan Komunikasi Dalam Proses Belajar Mengajar di MIN Sibuhuan YATALATTOF: Journal of Early Childhood Islamic Education Vol 1 No. 1: SeptemberAeDesember 2021 Hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar, dalam hal guru yang mengajar kondisi mental atau sikap mentalnya yang dibuat-buat tidak sesuai dengan hati nuraninya, responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 0 orang, responden yang menjawab setuju sebanyak 20 orang . ,5%), respnden yang menjawab kurang setuju sebanyak 12 orang . ,5%), serta responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 0 orang . %). Dengan demikian hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar tampak dari guru yang mengajar kondisi mental atau sikap mentalnya yang dibuat-buat tidak sesuai dengan hati nuraninya, terbukti dari jawaban responden sebanyak 20 orang . ,5%). Data di atas didukung dengan hasil wawancara dengan guru (Rezky Juliana Hasibuan, 25 September 2. bahwa hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar tampak dari guru yang mengajar kondisi mental atau sikap mentalnya yang dibuat-buat tidak sesuai dengan hati nuraninya, artinya tidak sesuai ucapan dengan perbuatan yang dilakukan guru dalam mengajar. Hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar, dalam hal guru yang mengajar tidak terbuka akan tetapi memiliki sikap otoriter, responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 0 orang, responden yang menjawab setuju sebanyak 20 orang . ,5%), respnden yang menjawab kurang setuju sebanyak 12 orang . ,5%), serta responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 0 orang . %). Dengan demikian hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar tampak dari guru yang mengajar tidak terbuka akan tetapi memiliki sikap otoriter, terbukti dari jawaban responden sebanyak 20 orang . ,5%). Data di atas didukung dengan hasil wawancara dengan guru bahwa sebagian guru yang mengajar sifatnya otoriter dan tidak demokratis dalam memberikan pelajaran kepada siswa-siswi, padahal kadang-kadang siswa bertanya atau siswa menjawab pertanyaan guru, kenyataannya sudah benar, ternyata tidak diakui kebenarannya sehingga memunculkan bagi sebagian siswa bahwa guru yang bersangkutan sifatnya otoriter. (Maulida Mardia Hasibuan, 26 September 2. Hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar, dalam hal guru yang mengajar tidak memiliki penampilan fisik yang bagus baik dalam penguasaan materi, maupun perilaku sopan santun, responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 0 orang, responden yang menjawab setuju sebanyak 20 orang . ,5%), respnden yang menjawab kurang setuju sebanyak 12 orang . ,5%), serta responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 0 orang . %). Dengan demikian hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar tampak dari guru yang mengajar tidak memiliki penampilan fisik yang bagus baik dalam penguasaan materi, maupun perilaku sopan santun, terbukti dari jawaban responden sebanyak 20 orang . ,5%). Data di atas didukung dengan hasil wawancara yang dilakukan bahwa hambatanhambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar tampak dari guru yang mengajar tidak memiliki penampilan fisik yang bagus baik dalam penguasaan materi, maupun perilaku 39 | Erawadi, at. Hambatan-Hambatan Komunikasi Dalam Proses Belajar Mengajar di MIN Sibuhuan YATALATTOF: Journal of Early Childhood Islamic Education Vol 1 No. 1: SeptemberAeDesember 2021 sopan santun yang tidak bisa dijadikan contoh teladan bagi siswa-siswi (Nurhalima Sarumpaet, 04 September 2. Hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar, dalam hal ketika berlangsung proses belajar mengajar selalu terjadi suara gaduh di ruang kelas, responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 0 orang, responden yang menjawab setuju sebanyak 20 orang . ,5%), respnden yang menjawab kurang setuju sebanyak 12 orang . ,5%), serta responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 0 orang . %). Dengan demikian hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar tampak dari ketika berlangsung proses belajar mengajar selalu terjadi suara gaduh di ruang kelas, terbukti dari jawaban responden sebanyak 20 orang . ,5%). Data di atas didukung dengan hasil wawancara bahwa hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar tampak dari ketika berlangsung proses belajar mengajar selalu terjadi suara gaduh di ruang kelas, akibat dari guru yang tidak mampu menguasai kelas sehingga menjadi hambatan bagi seorang guru dalam memberikan materi pelajaran (Azhar Syukri Nst, 04 September 2. Hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar, dalam hal guru yang sedang menulis di papan tulis tulisan tak jelas, responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 0 orang, responden yang menjawab setuju sebanyak 17 orang . %), respnden yang menjawab kurang setuju sebanyak 15 orang . %), serta responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 0 orang . %). Dengan demikian hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar tampak dari guru yang sedang menulis di papan tulis tulisan tak jelas, terbukti dari jawaban responden sebanyak 17 orang . %). Data di atas didukung dengan hasil wawancara yang dilakukan dengan guru bahwa hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar tampak dari guru yang sedang menulis di papan tulis tulisan tak jelas tulisannya di samping tidak sistematis dalam menulis di papan tulis artinya kadang-kadang guru tidak menulis di papan tulis yang dimulai dari sebelah kiri sehingga penggunaan papan tulis tidak efektif lagi. (Irna Haryani Hasibuan, 04 September 2. Hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar, dalam hal guru yang mengajar tidak memperhatikan kesesuaian media yang dipakai dengan bahan yang diajarkan, responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 0 orang, responden yang menjawab setuju sebanyak 17 orang . %), respnden yang menjawab kurang setuju sebanyak 15 orang . %), serta responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 0 orang . %). Dengan demikian hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar tampak dari guru yang mengajar tidak memperhatikan kesesuaian media yang dipakai dengan bahan yang diajarkan, terbukti dari jawaban responden sebanyak 17 orang . %). Hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar, dalam hal guru yang mengajar tidak memperhatikan masalah fisik siswa seperti kondisi indra, lapar, istirahat dan haus, responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 0 orang, responden yang menjawab setuju sebanyak 17 orang . %), respnden yang menjawab kurang setuju 40 | Erawadi, at. Hambatan-Hambatan Komunikasi Dalam Proses Belajar Mengajar di MIN Sibuhuan YATALATTOF: Journal of Early Childhood Islamic Education Vol 1 No. 1: SeptemberAeDesember 2021 sebanyak 15 orang . %), serta responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 0 orang . %). Dengan demikian hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar tampak dari guru yang mengajar tidak memperhatikan masalah fisik siswa seperti kondisi indra, lapar, istirahat dan haus, terbukti dari jawaban responden sebanyak 17 orang . %). Data di atas didukung dengan hasil wawancara yang dilakukan terhadap guru bahwa hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar tampak dari guru yang mengajar tidak memperhatikan masalah fisik siswa seperti kondisi indra, lapar, istirahat dan haus, di samping waktu mengajar sebagian guru tidak memperhatikan keadaan cuaca yang membuat siswa merasa gelisah dan resah dalam belajar (Azhar Syukri Nst, 04 September 2. Hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar, dalam hal guru yang mengajar tidak memperhatikan masalah psikologis siswa seperti minat dan bakat, motivasi dan perhatian, sensasi dan persepsi, dan ingatan, responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 0 orang, responden yang menjawab setuju sebanyak 17 orang . %), respnden yang menjawab kurang setuju sebanyak 15 orang . %), serta responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 0 orang . %). Dengan demikian hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar tampak dari guru yang mengajar tidak memperhatikan masalah psikologis siswa seperti minat dan bakat, motivasi dan perhatian, sensasi dan persepsi, dan ingatan, terbukti dari jawaban responden sebanyak 17 orang . %). Data di atas didukung dengan hasil wawancara yang dilakukan bahwa hambatanhambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar tampak dari guru yang mengajar tidak memperhatikan masalah psikologis siswa seperti minat dan bakat, motivasi dan perhatian, sensasi dan persepsi, dan ingatan, padahal seorang guru dituntut untuk memperhatikan hal tersebut (Maulida Mardia Hasibuan, 26 September 2. Hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar, dalam hal guru yang mengajar tidak ahli dalam menyampaikan bahan kepada siswa, responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 0 orang, responden yang menjawab setuju sebanyak 17 orang . %), respnden yang menjawab kurang setuju sebanyak 15 orang . %), serta responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 0 orang . %). Dengan demikian hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar tampak dari guru yang mengajar tidak ahli dalam menyampaikan bahan kepada siswa, terbukti dari jawaban responden sebanyak 17 orang . %). Data di atas didukung dengan hasil wawancara yang dilakukan terhadap guru bahwa hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar tampak dari guru yang mengajar tidak ahli dalam menyampaikan bahan kepada siswa. (Maulida Mardia Hasibuan, 26 September 2. Hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar, dalam hal guru yang megnajar tidak melakukan kontak dengan siswa ketika berlangsung proses belajar mengajar, responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 0 orang, responden yang 41 | Erawadi, at. Hambatan-Hambatan Komunikasi Dalam Proses Belajar Mengajar di MIN Sibuhuan YATALATTOF: Journal of Early Childhood Islamic Education Vol 1 No. 1: SeptemberAeDesember 2021 menjawab setuju sebanyak 17 orang . %), respnden yang menjawab kurang setuju sebanyak 15 orang . %), serta responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 0 orang . %). Dengan demikian hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar tampak dari guru yang mengajar tidak melakukan kontak dengan siswa ketika berlangsung proses belajar mengajar, terbukti dari jawaban responden sebanyak 17 orang . %). Data di atas didukung dengan hasil wawancara yang dilakukan terhadap guru bahwa hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar tampak dari guru yang mengajar tidak melakukan kontak dengan siswa ketika berlangsung proses belajar mengajar sehingga tidak menimbulkan motivasi bagi siswa dalam belajar (Azhar Syukri, 04 September 2. Upaya yang Dilakukan Guru dalam Mengatasi Hambatan-hambatan Komunikasi dalam Proses Belajar Mengajar Upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar dengan memperhatikan komunikasi dari atasan kepada bawahan, komunikasi dari bawahan kepada atasan serta komunikasi mendatas. Komunikasi dari atasan kepada bawahan merupakan bagian integral dari sebuah organisasi, sebab diterima dan dibuat oleh manajemen. Komunikasi ini menekankan pengaliran informasi dari pimpinan kepada bawahan. Komunikasi kepada bawahan diberikan untuk mengirimkan perintah, pengarahan, tujaun-tujuan, kebijakan dan memo kepada pegawai bawahan dalam suatu organisasi. Komunikasi dari bawahan ini memberikan manfaat untuk meningkatkan moral dan sikap para pegawai. Adapun jenis informasi yang diterima dalam komunikasi ini dapat berupa hasil diskusi dengan pegawai-pegawai dan supervisor, keluhan terhadap prosedur, berembuk, melalui interview, pembicaraan dengan persatuan pegawai, pertemuan formal dan sugesti, moral dan sikap pegawai. Komunikasi horizontal dikenal sebagai mendatar atau komunikasi garis datar dan mungkin yang paling kuat dalam pengaliran informasi dan pengertian . Komunikasinya tidak bergantung pada struktur hierarki formal organisasi. Dalam prakteknya komunikasi ini muncul dalam kerjasama pemecahan masalah, dan koordinasi dalam pelaksanaan pekerjaan, karena itu, komunikasi horizontal ini berhubungan dengan koordinasi tugas, pemecahan masalah, pembagian informasi dan penyelesaian konflik. Jadi komunikasi ini berlangsung antara sesama teman atau teman sejawat dalam suatu organisasi. Masalah hambatan berarti berbicara tentang problema-problema atau masalahmasalah yang menghalangi, rintangan atau pengempang jalan dalam melakukan komunikasi proses belajar mengajar. Hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar, dapat dibedakan pada tiga tingkatan yaitu bersumber dari komunikatornya, bersumber dari pesannya sendiri, dan bersumber dari komunikannya. Sesuai dengan hasil yang diperoleh dari wawancara bahwa hambatan-hambatan yang bersumber dari komunikator kebijaksanaan pendidikan adalah, kurang ahlinya 42 | Erawadi, at. Hambatan-Hambatan Komunikasi Dalam Proses Belajar Mengajar di MIN Sibuhuan YATALATTOF: Journal of Early Childhood Islamic Education Vol 1 No. 1: SeptemberAeDesember 2021 komunikator dalam menyampaikan pesan-pesan kebijaksanaan dilakukan upaya untuk menghilangkan hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar melalui pelatihan-pelatihan maupun penataran-penataran di samping itu dilakukan musyawarah kerja guru atau musyawarah guru mata pelajaran dalam mengatasi hambatan tersebut, sehingga kebijaksanaan pendidikan yang rumusannya jelas, bisa tidak jelas karena tidak disampaikan dengan baik oleh komunikatornya. (Azhar Syukri, 04 September 2. Komunkator mempunyai referensi yang berbeda dengan komunikan dalam banyak Upaya yang dilakukan adalam menyatukan atau menyamakan referesi yang dipakai ketika menyampaikan pesan-pesan kebijaksanaan pendidikan sehingga tidak ada perbedaan pemahaman dalam menyampaikan pesan dalam proses belajar mengajar. Kurangnya kredibilitas komunikator di mata komunikan, upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kredibilitas komunikator, artinya memperkenalkan seseorang guru yang mengajar di tengah-tengah masyarakat melalui peran sertanya yang menjadi figur atau contoh teladan melalui perilaku dan sikapnya, serta kemampuan aktivitasnya. Bagaimanapun juga, komunikator adalah orang yang menjadi pusat perhatian khalayak, karena itu, kapasitas pribadinya tidak akan lepas dari penilaian khalayak. Hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar yang bersumber dari proses penyebaran atau penyampaian pesan-pesan, ide-ide atau sikap itu antara guru dengan siswa yang tidak mampu menggunakan teknologi komunikasi modern atau media Adanya pembagian atau pertukaran pesan-pesan atau yang sejenisnya melalui proses dua arah agar makna pesan yang disampaikan dapat diterima dengan tepat sebagaimana yang dimaksudkan oleh pengirim pesan. Komunikasi dalam proses belajar mengajar dapat berlangsung secara verbal maupun non verbal atau menggunakan media informasi modern. Penggunaan surat, memo, pembicaraan lisan, penggunaan bahasa isyarat, teguran, telepon dan lain-lain adalah bahagian yang akrab dengan kehidupan organisasi dalam rangka pelaksanaan tugas-tugas organisasi dalam mencapai tujuan. Komunikasi seharusnya berlangsung antara guru dengan siswa dalam konteks pelaksanaan tugas dan hubungan sosial. Dapat disimpulkan bahwa komunikasi dalam proses bejar mengajar merupakan proses pertukaran pesan di antara unit-unit organisasi dalam kelancaran melaksanakan tugas-tugas untuk mencapai tujuan secara efektif dan Komunikasi dalam proses belajar mengajar memungkinkan guru dan murid saling bekerjasama secara terus menerus dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. Hambatannya tampak dari komunikasi dalam proses belajar mengajar tersebut guru dengan murid tidak saling bekerjasama secara terus menerus dalam mencapai tujuan. Dari beberapa uraian di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar mengadakan komunikasi yang baik dari atasan kepada bawahan, dari kepala sekolah kepada guru, dari guru kepada siswa, maupun dari siswa kepada guru. Secara operasionalnya dilakukan upaya untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam proses 43 | Erawadi, at. Hambatan-Hambatan Komunikasi Dalam Proses Belajar Mengajar di MIN Sibuhuan YATALATTOF: Journal of Early Childhood Islamic Education Vol 1 No. 1: SeptemberAeDesember 2021 belajar mengajar dilakukan melalui penataran-penataran, pelatihan-pelatihan di sampung dilakukan musyawarah kerja guru atau musyawarah guru mata pelajaran. KESIMPULAN Dari beberapa uraian pembahasan tersebut ini dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: Jenis-jenis komunikasi yang dilaksanakan guru dan siswa dalam proses belajar mengajar di MIN Sibuhuan yaitu komunikasi dari atasan kepada bawahan. Komunikasi yang menekankan kepada pemberian informasi dari pimpinan kepada bawahan. Komunikasi kepada bawahan diberikan untuk mengirimkan perintah, pengarahan, tujaun-tujuan, kebijakan dan memo kepada pegawai bawahan dalam suatu organisasi agar siswa-siswi dapat mencapai tujuan dalam proses belajar mengajar. Komunikasi dari kepala sekolah kepada guru memberikan manfaat untuk meningkatkan kinerja dan sikap para pegawai. Jenis informasi yang diterima dalam komunikasi ini dapat berupa hasil diskusi dengan pegawai-pegawai dan supervisor, keluhan terhadap prosedur, berembuk, melalui interview, pembicaraan dengan persatuan pegawai, pertemuan formal dan sugesti, moral dan sikap pegawai. Komunikasi horizontal dikenal sebagai mendatar atau komunikasi garis datar dan mungkin yang paling kuat dalam pengaliran informasi dan pengertian . Komunikasinya tidak bergantung pada struktur hierarki formal organisasi. Komunikasi yang dilakukan dalam proses belajar mengajar merupakan komunikasi yang dilakukan dalam kegiatan guru dengan siswa yang melakukan proses belajar mengajar agar dapat melakukan hubungan timbal balik di samping pola interaksi guru siswa, dan keterlaksanaan program belajar mengajar berjalan dengan baik sesuai dengan tuntutan yang telah ditetapkan. Hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar yang bersumber dari proses penyebaran atau penyampaian pesan-pesan, ide-ide atau sikap baik datangnya dari guru maupun datangnya dari siswa yang tidak mampu menggunakan teknologi komunikasi modern atau media informasi. Adanya pembagian atau pertukaran pesan-pesan atau yang sejenisnya melalui proses dua arah agar makna pesan yang disampaikan dapat diterima dengan tepat sebagaimana yang dimaksudkan oleh pengirim pesan. Upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar dengan memperhatikan komunikasi dari atasan kepada bawahan, komunikasi dari bawahan kepada atasan serta komunikasi Komunikasi dari atasan kepada bawahan merupakan bagian integral dari sebuah organisasi, sebab diterima dan dibuat oleh manajemen. Komunikasi ini menekankan pengaliran informasi dari pimpinan kepada bawahan. Komunikasi kepada bawahan diberikan untuk mengirimkan perintah, 44 | Erawadi, at. Hambatan-Hambatan Komunikasi Dalam Proses Belajar Mengajar di MIN Sibuhuan YATALATTOF: Journal of Early Childhood Islamic Education Vol 1 No. 1: SeptemberAeDesember 2021 pengarahan, tujaun-tujuan, kebijakan dan memo kepada pegawai bawahan dalam suatu organisasi. Komunikasi dari bawahan ini memberikan manfaat untuk meningkatkan moral dan sikap para pegawai. Adapun jenis informasi yang diterima dalam komunikasi ini dapat berupa hasil diskusi dengan pegawaipegawai dan supervisor, keluhan terhadap prosedur, berembuk, melalui interview, pembicaraan dengan persatuan pegawai, pertemuan formal dan sugesti, moral dan sikap pegawai. Hambatan-hambatan yang bersumber dari komunikator kebijaksanaan pendidikan adalah, pertama, kurang ahlinya komunikator dalam menyampaikan pesan-pesan kebijaksanaan dilakukan upaya untuk menghilangkan hambatan-hambatan komunikasi dalam proses belajar mengajar melalui pelatihan-pelatihan maupun penataran-penataran di samping itu dilakukan musyawarah kerja guru atau musyawarah guru mata pelajaran dalam mengatasi hambatan tersebut, sehingga kebijaksanaan pendidikan yang rumusannya jelas, bisa tidak jelas karena tidak disampaikan dengan baik oleh Komunikator mempunyai referensi yang berbeda dengan komunikan dalam banyak hal. Upaya yang dilakukan adalam menyatukan atau menyamakan referesi yang dipakai ketika menyampaikan pesan-pesan kebijaksanaan pendidikan sehingga tidak ada perbedaan pemahaman dalam menyampaikan pesan dalam proses belajar mengajar. Kurangnya kredibilitas komunikator di mata komunikan, upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kredibilitas komunikator, artinya memperkenalkan seseorang guru yang mengajar di tengah-tengah masyarakat melalui peran sertanya yang menjadi figur atau contoh teladan melalui perilaku dan sikapnya, serta kemampuan Bagaimanapun juga, komunikator adalah orang yang menjadi pusat perhatian khalayak, karena itu, kapasitas pribadinya tidak akan lepas dari penilaian khalayak. DAFTAR PUSTAKA