Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Pelatihan Pembelajaran Mendalam untuk Penguatan Layanan BK bagi Guru Bimbingan dan Konseling SMK Kabupaten Kendal Venty *1. Partono2. Heri Saptadi Ismanto3. Agung Prasetyo4. Husni Wakhyudin 5 1,3 Bimbingan dan Konseling. Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang. Indonesia 2Pendidikan Keagamaan Buddha. STIAB Smaratungga. Indonesia 4Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang. Indonesia 5Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang. Indonesia * e-mail: venty@upgris. Abstrak Pelatihan pembelajaran mendalam . eep learnin. bagi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMK di Kabupaten Kendal bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru BK dalam menghadapi tantangan pendidikan vokasi di era digital. Kegiatan ini melibatkan 50 guru BK SMK di Kendal dan menggunakan pendekatan andragogi, pembelajaran berbasis proyek, serta kolaboratif, yang dilaksanakan melalui sesi luring. Materi yang disampaikan mencakup konsep pembelajaran mendalam. RPL BK, strategi guru dalam deep learning, integrasi kurikulum layanan BK di SMK, dan penguatan motivasi profesional. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test pada empat aspek utama. Hasilnya menunjukkan peningkatan konsisten sebesar 19Ae20% di semua aspek: Konsep Pembelajaran Mendalam dan RPL BK . ari 58% menjadi 78%). Strategi Guru dalam Deep Learning . ari 62% menjadi 82%). Integrasi Kurikulum Layanan BK . ari 60% menjadi 80%), serta Penguatan Motivasi Profesional . ari 62% menjadi 81%). Uji paired t-test mengonfirmasi adanya peningkatan signifikan secara statistik . < 0,. di seluruh aspek. Pelatihan ini terbukti efektif dalam memperkuat pemahaman konseptual, keterampilan strategi, kemampuan integrasi kurikulum, dan motivasi profesional guru BK. Program serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung layanan BK berbasis teknologi dan meningkatkan kesiapan kerja serta kesehatan psikososial siswa SMK di tengah ketatnya persaingan pasar Kata kunci: Pembelajaran Mendalam. Guru BK. Penguatan Layanan BK. Pelatihan Guru. Pendidikan Vokasi. Abstract This study presents a professional development program focused on deep learning pedagogy, specifically designed for Guidance and Counseling (BK) teachers in Vocational High Schools (SMK. within Kendal Regency. The primary objective of this program is to enhance the professional competencies required to address the challenges of vocational education in the digital era. The initiative engaged 50 BK teachers from various SMKs in Kendal and employed an andragogical approach, incorporating project-based learning and collaborative methods through in-person sessions. The training addressed critical topics, including deep learning, the development of Competency-Based Lesson Plans (RPL BK), strategies for implementing deep learning, the integration of BK services into the SMK curriculum, and enhancing professional motivation. Evaluation was conducted through pre-test and post-test assessments across four key dimensions. The results demonstrated a consistent improvement of 19Ae20% across all evaluated dimensions: Deep Learning Concepts and RPL BK . ncreasing from 58% to 78%). Teachers' Strategies in Deep Learning . rom 62% to 82%). Integration of BK Services into the SMK Curriculum . rom 60% to 80%), and Strengthening Professional Motivation . rom 62% to 81%). Statistical analysis using paired t-tests confirmed significant gains in all dimensions . < 0. The training effectively enhanced BK teachers' conceptual understanding, strategic skills, curriculum integration capabilities, and professional motivation. It is recommended that similar programs be implemented on a continuous basis to support the advancement of technology-enhanced BK services and to improve students' employability readiness and psychosocial well-being in an increasingly competitive labor market. Keywords: Deep Learning. Guidance and Counseling Teachers (BK Teacher. Strengthening BK Services. Teacher Training. Vocational Education. P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. PENDAHULUAN Kabupaten Kendal berperan sebagai wilayah penyangga utama Kota Semarang dan memiliki posisi strategis dalam pengembangan pendidikan vokasi di Provinsi Jawa Tengah. Karena kedekatannya dengan kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi. Kendal menjadi lokasi yang potensial untuk menghasilkan sumber daya manusia yang terampil. Data dari Dinas Pendidikan menunjukkan peningkatan jumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di daerah ini, sejalan dengan kebijakan nasional yang bertujuan memperkuat pendidikan vokasi guna memenuhi kebutuhan pasar kerja. Kendal kini menjadi pusat pengembangan pendidikan kejuruan yang berkontribusi signifikan terhadap kesiapan tenaga kerja. Namun, meskipun jumlah SMK terus meningkat, kualitas lulusan, terutama dalam hal kesiapan kerja dan kesehatan psikososial siswa, masih perlu ditingkatkan (Ramadan. & Aswar, 2020. Martaningsih, 2. Lulusan SMK di Kabupaten Kendal menghadapi tantangan sosial-ekonomi yang Tingginya angka pengangguran, rendahnya motivasi belajar, dan meningkatnya masalah psikososial di kalangan remaja menunjukkan bahwa pendidikan belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan perkembangan siswa secara holistik. Dalam konteks ini, layanan bimbingan dan konseling (BK) di sekolah memiliki peran penting sebagai pendukung akademik, sosial, dan karier. Guru BK tidak hanya berfungsi sebagai konselor, tetapi juga sebagai fasilitator perkembangan diri dan perencana karier siswa agar mereka dapat beradaptasi dengan tuntutan dunia kerja yang terus berubah. Peran guru BK semakin kompleks seiring dengan perkembangan masyarakat digital, yang ditandai oleh arus informasi yang cepat dan ketidakpastian masa depan karier. Mereka dituntut untuk memberikan layanan yang personal, responsif, dan berbasis kebutuhan individu Oleh karena itu, layanan BK harus membantu siswa menghadapi tekanan akademik, konflik sosial, dan kebingungan dalam menentukan arah karier. Namun, penelitian menunjukkan bahwa kapasitas guru BK dalam memanfaatkan teknologi digital dan pendekatan berbasis data masih terbatas, sehingga layanan yang diberikan cenderung konvensional dan kurang adaptif (Lubis et al. , 2. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan membuka peluang baru untuk inovasi dalam layanan BK, termasuk penerapan pembelajaran mendalam . eep learnin. Teknologi ini mampu menganalisis data besar dan kompleks untuk menghasilkan pola serta prediksi yang Dalam konteks layanan BK, teknologi ini dapat digunakan untuk mengolah data konseling siswa, seperti tingkat stres, motivasi belajar, dan minat karier. Dengan demikian, guru BK dapat merancang intervensi yang lebih tepat sasaran dan berbasis bukti (Ristianti et al. Penelitian empiris menunjukkan bahwa penerapan konseling digital berbasis deep learning berdampak positif terhadap kesehatan mental dan kesiapan karier siswa SMK. Studi di Bengkulu menemukan bahwa model konseling digital berbasis AI dapat mempercepat identifikasi masalah psikologis siswa dan meningkatkan efektivitas layanan preventif. Dengan memanfaatkan teknologi ini, guru BK dapat memberikan layanan yang lebih responsif dan terukur, sehingga risiko masalah psikososial yang lebih serius dapat diminimalkan (Permana et , 2. Temuan ini menegaskan bahwa inovasi teknologi dalam layanan BK adalah kebutuhan nyata dalam sistem pendidikan modern. Namun, implementasi deep learning dalam layanan BK di sekolah-sekolah Indonesia menghadapi berbagai kendala. Salah satu tantangan utama adalah rendahnya literasi digital dan pemahaman pedagogi inovatif di kalangan guru BK. Banyak guru belum memiliki pengetahuan yang memadai tentang konsep AI dan penerapannya dalam pendidikan, sehingga potensi teknologi deep learning belum dimanfaatkan secara optimal dalam layanan konseling (Purnama et al. , 2. Oleh karena itu, penting untuk menyelenggarakan program pelatihan yang sistematis dan berkelanjutan bagi guru BK. Keterbatasan infrastruktur digital juga merupakan hambatan signifikan. Ketersediaan perangkat keras, perangkat lunak, dan sistem pengelolaan data siswa yang terintegrasi masih belum merata di sekolah-sekolah. Tanpa dukungan ekosistem digital yang memadai, integrasi teknologi deep learning dalam layanan BK akan sulit diwujudkan. Penelitian menunjukkan P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. bahwa keberhasilan adopsi teknologi pendidikan sangat dipengaruhi oleh kesiapan sistem pendidikan dalam menyediakan infrastruktur yang mendukung . Nela et al. , 2. Penerapan deep learning dalam layanan BK tidak hanya memberikan manfaat teknis, tetapi juga memperkuat profesionalisme guru BK sebagai agen perubahan di sekolah. Penguasaan teknologi mutakhir dapat meningkatkan kompetensi pedagogis dan relevansi peran guru BK di era digital. Studi terbaru menunjukkan bahwa pelatihan berbasis teknologi AI mampu meningkatkan kualitas layanan konseling dan berdampak langsung pada perkembangan siswa (Siswanto & Yogyanto, 2. Di Kabupaten Kendal, penguatan layanan BK berbasis teknologi semakin relevan mengingat tingginya persaingan kerja di kawasan industri sekitar. Banyak siswa SMK menghadapi tekanan psikologis dan kebingungan karier akibat tuntutan ekonomi keluarga. Layanan BK yang didukung teknologi deep learning dapat membantu siswa merencanakan karier yang lebih realistis dan sesuai dengan potensi diri (Setiadi et al. , 2. Oleh karena itu, penguatan layanan BK berbasis pembelajaran mendalam merupakan strategi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dan menjawab tantangan sosial-ekonomi di daerah METODE Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mencakup andragogi . embelajaran orang dewas. , project-based learning (PBL), dan pendekatan Program ini juga menerapkan evaluasi program untuk menilai efektivitas pelatihan dalam meningkatkan kompetensi profesional guru Bimbingan dan Konseling (BK). Evaluasi ini umum digunakan dalam program pengembangan profesional guru untuk mengukur perubahan dalam pengetahuan, keterampilan, dan sikap setelah pelatihan (Widayati et al. , 2. Andragogi dipilih sebagai pendekatan utama karena peserta adalah guru BK, yang merupakan pembelajar dewasa. Penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran orang dewasa lebih efektif ketika berfokus pada pengalaman, relevansi dengan pekerjaan, dan pemecahan masalah nyata (Maspupah et al. , 2. Pendekatan ini mendorong guru BK untuk merefleksikan pengalaman profesional mereka, terlibat dalam diskusi berbasis studi kasus, dan mengaitkan materi pelatihan dengan praktik layanan bimbingan dan konseling di SMK. Andragogi mendukung proses pembelajaran yang lebih partisipatif dan kontekstual, sehingga meningkatkan keterlibatan dan makna pembelajaran bagi peserta. Selanjutnya, project-based learning (PBL) diterapkan sesuai dengan karakteristik pendidikan vokasi yang menekankan penguasaan kompetensi dan penerapan langsung di Penelitian menunjukkan bahwa PBL efektif dalam meningkatkan keterampilan praktis dan kemampuan pemecahan masalah guru, terutama dalam konteks pendidikan vokasi dan pelatihan profesional (Indrawan et al. , 2020. Sousa, 2. Dalam kegiatan ini, guru BK diminta untuk merancang Rencana Pelaksanaan Layanan BK (RPL BK) berdasarkan data kebutuhan siswa yang diperoleh dari proyek, sehingga pembelajaran menjadi lebih aplikatif dan bermakna. Selain itu, pendekatan kolaboratif diterapkan untuk mendorong kerja sama antara peserta, narasumber, dan mitra (MGBK SMK Kenda. Pendekatan ini sejalan dengan sifat sistemik layanan BK yang memerlukan sinergi antar pemangku kepentingan di sekolah (Rosales-Asensio et al. , 2. Tahap-tahap metode pelaksanaan PKM ini digambarkan pada gambar 1. Tahap 1: Persiapan Tahap 2: Pelaksanaan Tahap 3: Evaluasi Tahap 4: Tindak Lanjut & Pelaporan Gambar 1 Tahap-tahap Metode Pelaksanaan PKM. Tahap Persiapan: Melibatkan survei kebutuhan guru BK dan koordinasi dengan mitra, yaitu Ketua MGBK SMK Kendal, untuk memastikan relevansi kegiatan yang akan dilaksanakan. P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Tahap Pelaksanaan: Terdiri dari sosialisasi, penyampaian materi oleh narasumber, dan praktik pembuatan RPL BK berbasis deep learning. Tahap Evaluasi: Menggunakan pre-test dan post-test, serta mengumpulkan umpan balik kualitatif untuk menilai peningkatan kompetensi peserta. Tahap Tindak Lanjut dan Pelaporan: Meliputi penyusunan laporan akhir dan rekomendasi untuk memastikan kelanjutan program. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 Hasil Pre-test dan Post Tast Aspek Evaluasi Pre-test Post-test Peningkatan (%) (%) (%) Konsep Pembelajaran Mendalam dan RPL BK Strategi Guru dalam Deep Learning Integrasi Kurikulum Layanan BK di SMK Penguatan Motivasi Profesional Guru BK Tingkat Kesulitan (%) Tabel 1 menyajikan perbandingan skor pre-test dan post-test pada empat aspek evaluasi kompetensi Guru BK SMK Kabupaten Kendal setelah mengikuti pelatihan. Secara keseluruhan, semua aspek menunjukkan peningkatan yang konsisten dengan kisaran peningkatan antara 19Ae Hal ini mengindikasikan bahwa program pelatihan memberikan dampak positif terhadap pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional guru BK. Pada aspek Konsep Pembelajaran Mendalam dan RPL BK, skor rata-rata meningkat dari 58% menjadi 78%, dengan peningkatan sebesar 20%. Meskipun aspek ini memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi . %), peningkatan tersebut menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep-konsep baru yang bersifat konseptual dan reflektif setelah mendapatkan pendampingan dan materi yang diperkuat. Aspek Strategi Guru dalam Deep Learning mengalami peningkatan dari 62% menjadi 82% . eningkatan 20%) dengan tingkat kesulitan terendah . %). Hal ini menunjukkan bahwa guru BK lebih mudah mengadaptasi strategi pembelajaran mendalam ketika disajikan dalam bentuk praktik dan contoh kontekstual yang sesuai dengan kebutuhan layanan BK di SMK. Pada aspek Integrasi Kurikulum Layanan BK di SMK, skor meningkat dari 60% ke 80% . eningkatan 20%) dengan tingkat kesulitan sedang . %). Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan membantu guru BK memahami keterkaitan antara layanan BK, kurikulum sekolah, dan kebutuhan pengembangan karier peserta didik SMK. Aspek Penguatan Motivasi Profesional Guru BK mengalami peningkatan dari 62% menjadi 81% . eningkatan 19%). Meskipun peningkatannya sedikit lebih rendah dibandingkan aspek lainnya, hasil ini tetap menunjukkan adanya penguatan sikap profesional dan komitmen guru BK terhadap perannya, dengan tingkat kesulitan yang relatif tinggi . %). Peningkatan konsisten pada semua aspek sejalan dengan penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa pelatihan profesional berbasis refleksi dan pembelajaran mendalam efektif dalam meningkatkan kompetensi guru BK. Studi Widayati et al. , . menyatakan bahwa program pengembangan profesional yang kontekstual dan berkelanjutan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pemahaman dan praktik profesional guru di sekolah vokasi. Selain itu, penelitian Setiawan et al. menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru BK dalam integrasi program dan evaluasi layanan berdampak langsung pada kualitas layanan bimbingan dan konseling di SMK. Temuan ini relevan dengan peningkatan pada aspek integrasi kurikulum BK yang ditemukan dalam penelitian ini. Dari sisi motivasi profesional, temuan penelitian ini sejalan dengan hasil kajian Rahmi . yang menyatakan bahwa penguatan kapasitas dan kepercayaan diri guru melalui P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. pelatihan berkontribusi positif terhadap motivasi kerja dan keberlanjutan pengembangan Oleh karena itu, peningkatan motivasi guru BK dalam penelitian ini dapat dipahami sebagai hasil dari meningkatnya pemahaman tentang peran dan kompetensi profesional Gambar 2. Pelaksanaan Kegitan Luring dan Daring Aspek: Konsep Pembelajaran Mendalam dan RPL BK Tabel 2 Aspek Konsep Pembelajaran Mendalam dan RPL BK Statistik Pre-test Post-test Peningkatan Mean Median Mode Std Dev Min Max Berdasarkan statistik deskriptif pada aspek Konsep Pembelajaran Mendalam dan RPL BK, diperoleh bahwa nilai mean pre-test sebesar 55,74 meningkat menjadi 78,22 pada post-test, dengan rata-rata peningkatan sebesar 22,48 poin. IniHal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konseptual guru BK yang signifikan setelah mengikuti pelatihan. Nilai median juga mengalami peningkatan dari 56,0 menjadi 78,5, mengindikasikan bahwa sebagian besar peserta mengalami pergeseran skor ke kategori yang lebih tinggi. Sementara itu, modus post-test sebesar 81 menunjukkan bahwa skor ini paling sering dicapai oleh peserta setelah pelatihan, yang memperkuat indikasi peningkatan kompetensi secara Dari sisi sebaran data, standar deviasi pre-test . relatif sebanding dengan post-test . , menunjukkan bahwa peningkatan terjadi secara relatif merata di antara peserta. Namun, standar deviasi peningkatan . mengindikasikan adanya variasi tingkat kemajuan individu, yang wajar mengingat perbedaan latar belakang, pengalaman, dan pemahaman awal guru BK. Nilai minimum pre-test sebesar 38 meningkat menjadi 52 pada post-test, menandakan bahwa bahkan peserta dengan kemampuan awal terendah tetap mengalami perbaikan. P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Meskipun terdapat nilai peningkatan minimum -4, hal ini menunjukkan bahwa sebagian kecil peserta belum mengalami peningkatan yang optimal. Di sisi lain, nilai maksimum peningkatan mencapai 50 poin, mencerminkan dampak pelatihan yang sangat kuat pada beberapa peserta. Peningkatan nilai rata-rata dari pre-test ke post-test menunjukkan bahwa pelatihan berhasil memperkuat pemahaman konseptual guru bimbingan dan konseling (BK) mengenai pembelajaran mendalam dan implementasi Rencana Pembelajaran Berbasis Kompetensi (RPL BK). Perubahan signifikan pada mean dan median menunjukkan bahwa sebagian besar peserta tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mulai menyadari relevansinya dalam konteks layanan bimbingan dan konseling di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Temuan ini sejalan dengan penelitian Widayati et al. , yang menyatakan bahwa pengembangan profesional guru di pendidikan vokasi lebih efektif apabila berfokus pada pendalaman konsep yang kontekstual dan aplikatif. Pembelajaran mendalam mendorong guru BK untuk mengaitkan pengalaman belajar sebelumnya dengan praktik layanan BK, menjadikan RPL bukan hanya prosedur administratif, tetapi juga bagian integral dari strategi pengembangan kompetensi peserta didik. Namun, variasi signifikan dalam peningkatan skor menunjukkan bahwa tidak semua guru BK memperoleh manfaat yang setara dari pelatihan. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh perbedaan dalam pengalaman awal, kesiapan belajar, dan tingkat keterlibatan selama pelatihan. Temuan ini sejalan dengan penelitian Setiawan et al. yang menegaskan bahwa efektivitas penguatan kompetensi guru BK sangat dipengaruhi oleh latar belakang profesional dan pengalaman mengikuti program pengembangan sebelumnya. Selain itu. Yamasaki et al. menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap peran profesional konselor melalui proses reflektif yang berkelanjutan. Oleh karena itu, hasil ini menunjukkan perlunya pendampingan lanjutan agar pemahaman tentang pembelajaran mendalam dan RPL BK dapat diinternalisasi secara lebih merata dan berkelanjutan dalam praktik layanan BK di SMK. Aspek: Strategi Guru dalam Deep Learning Tabel 3. Aspek: Strategi Guru dalam Deep Learning Statistik Pre-test Post-test Peningkatan Mean Median Mode Std Dev Min Max Hasil statistik deskriptif pada aspek Strategi Guru dalam Deep Learning menunjukkan peningkatan kompetensi yang signifikan setelah pelatihan. Nilai mean pre-test sebesar 61,66 meningkat menjadi 82,68 pada post-test, dengan rata-rata peningkatan sebesar 21,02 poin. Kenaikan nilai median dari 62,5 menjadi 84,0 dan modus dari 65 menjadi 85 mengindikasikan bahwa mayoritas guru BK mengalami pergeseran kemampuan ke kategori yang lebih tinggi dalam menerapkan strategi pembelajaran mendalam. Dari segi sebaran data, standar deviasi post-test . yang lebih kecil dibandingkan pre-test . menunjukkan bahwa kemampuan peserta menjadi lebih merata setelah Peningkatan nilai minimum post-test dari 43 menjadi 67 juga menandakan bahwa peserta dengan kemampuan awal rendah tetap mengalami perbaikan. Namun, adanya nilai peningkatan minimum -13 menunjukkan bahwa sebagian kecil peserta belum mencapai peningkatan optimal, sementara nilai maksimum peningkatan mencapai 50 poin, mencerminkan dampak pelatihan yang sangat kuat pada sebagian peserta. Peningkatan skor yang konsisten pada aspek ini menunjukkan bahwa pelatihan efektif dalam membekali guru BK dengan strategi pembelajaran berbasis deep learning, seperti pembelajaran reflektif, pemecahan masalah kontekstual, dan fasilitasi pengalaman belajar P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Temuan ini sejalan dengan kajian Everett . yang menegaskan bahwa strategi deep learning dalam pengembangan profesional guru mampu mendorong perubahan praktik dari pendekatan instruksional menuju pendekatan yang lebih reflektif dan berorientasi pada pemahaman mendalam. Dalam konteks layanan BK, penguasaan strategi ini penting agar guru tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membantu peserta didik membangun kesadaran diri dan kesiapan karier. Namun, variasi peningkatan yang masih cukup besar menunjukkan bahwa efektivitas penerapan strategi deep learning dipengaruhi oleh faktor individual guru, seperti pengalaman mengajar, kesiapan pedagogis, dan motivasi belajar. Temuan Song et al. mendukung hal ini, menyatakan bahwa keberhasilan penerapan strategi deep learning pada guru sangat bergantung pada motivasi dan keterlibatan aktif dalam proses pengembangan profesional. Oleh karena itu, hasil ini menunjukkan perlunya pendampingan berkelanjutan dan praktik reflektif agar strategi deep learning dapat diinternalisasi secara konsisten dan berkelanjutan dalam layanan bimbingan dan konseling di SMK. Aspek: Integrasi Kurikulum Layanan BK di SMK Tabel 4. Aspek: Integrasi Kurikulum Layanan BK di SMK Statistik Pre-test Post-test Peningkatan Mean Median Mode Std Dev Min Max Hasil statistik deskriptif pada aspek Integrasi Kurikulum Layanan BK di SMK menunjukkan peningkatan kemampuan guru BK setelah mengikuti pelatihan. Nilai mean pretest sebesar 61,56 meningkat menjadi 79,74 pada post-test, dengan rata-rata peningkatan sebesar 18,18 poin. Kenaikan nilai median dari 62,0 menjadi 80,5 menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mengalami peningkatan pemahaman dan kemampuan dalam mengintegrasikan layanan BK ke dalam kurikulum SMK secara lebih sistematis dan terstruktur. Dari sisi variasi data, standar deviasi pre-test . dan post-test . relatif serupa, yang menunjukkan bahwa sebaran kemampuan peserta tetap beragam meskipun terdapat peningkatan skor secara umum. Nilai minimum pada pre-test sebesar 40 meningkat menjadi 48 pada post-test, menandakan perbaikan pada peserta dengan kemampuan awal yang rendah. Namun, nilai peningkatan minimum -22 menunjukkan bahwa sebagian kecil peserta mengalami penurunan skor, sementara nilai maksimum peningkatan mencapai 44 poin, yang mencerminkan dampak pelatihan yang sangat signifikan bagi sebagian peserta. Peningkatan skor pada aspek ini menunjukkan bahwa pelatihan berkontribusi positif terhadap pemahaman guru BK mengenai pentingnya integrasi layanan bimbingan dan konseling dengan kurikulum SMK, khususnya dalam konteks Kurikulum Merdeka dan pendidikan vokasi. Temuan ini sejalan dengan penelitian Sari dan Setiawan . yang menegaskan bahwa layanan BK merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah dan berperan strategis dalam mendukung perkembangan akademik, personal, dan karier peserta didik SMK. Integrasi yang baik memungkinkan layanan BK berjalan selaras dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan dunia kerja. Namun, variasi peningkatan skor yang masih cukup besar menunjukkan bahwa integrasi kurikulum BK merupakan kompetensi yang kompleks dan memerlukan pemahaman lintas Hal ini sejalan dengan temuan Linda Gea Vetrycia et al. yang menyatakan bahwa guru BK sering menghadapi tantangan dalam menyelaraskan program BK dengan struktur kurikulum sekolah. Selain itu. Ayong Lianawati et al. menekankan bahwa keberhasilan integrasi layanan BK memerlukan evaluasi berkelanjutan dan kolaborasi antar pemangku P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. kepentingan sekolah. Oleh karena itu, hasil penelitian ini mengindikasikan perlunya pendampingan lanjutan agar guru BK mampu mengimplementasikan integrasi kurikulum BK secara konsisten dan berkelanjutan di SMK. Aspek: Penguatan Motivasi Profesional Guru BK Tabel 5. Aspek: Penguatan Motivasi Profesional Guru BK Statistik Pre-test Post-test Peningkatan Mean Median Mode Std Dev Min Max Hasil analisis statistik deskriptif mengenai Penguatan Motivasi Profesional Guru Bimbingan Konseling (BK) menunjukkan peningkatan motivasi yang signifikan setelah Rata-rata pre-test tercatat sebesar 62,32, yang meningkat menjadi 82,74 pada posttest, dengan rata-rata peningkatan sebesar 20,42 poin. Kenaikan nilai median dari 62,0 menjadi 82,5 menunjukkan bahwa sebagian besar guru BK mengalami peningkatan motivasi profesional setelah mengikuti pelatihan dan pendampingan. Dari segi distribusi data, standar deviasi pre-test sebesar 7,69 meningkat menjadi 9,66 pada post-test. Ini mengindikasikan bahwa meskipun motivasi secara keseluruhan meningkat, variasi tingkat motivasi antar peserta juga bertambah. Nilai minimum post-test naik dari 48 menjadi 60, menunjukkan bahwa peserta dengan motivasi awal rendah berhasil mengalami Namun, terdapat nilai peningkatan minimum sebesar -3, yang menunjukkan bahwa sekelompok kecil peserta belum mengalami peningkatan motivasi secara optimal. Sebaliknya, nilai maksimum peningkatan mencapai 48 poin, mencerminkan dampak pelatihan yang sangat signifikan pada sebagian peserta. Peningkatan motivasi profesional guru BK setelah pelatihan ini menunjukkan bahwa program penguatan kapasitas berdampak positif pada aspek kognitif, keterampilan, dan afektif Temuan ini sejalan dengan penelitian Beardsley et al. , yang menyatakan bahwa peningkatan kompetensi dan dukungan profesional berkontribusi positif terhadap motivasi dan kepercayaan diri guru dalam menjalankan perannya. Dalam konteks BK, motivasi profesional yang kuat sangat penting mengingat peran guru BK dalam mendukung perkembangan pribadi, sosial, dan karier peserta didik. Variasi dalam peningkatan motivasi yang masih terlihat menunjukkan bahwa motivasi profesional guru dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, seperti beban kerja, dukungan institusional, dan kesempatan untuk pengembangan diri yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan pandangan Reschly dan Christenson . , yang menekankan bahwa motivasi pendidik berkembang melalui interaksi antara lingkungan kerja yang mendukung dan pengalaman profesional yang bermakna. Oleh karena itu, hasil ini menunjukkan perlunya dukungan berkelanjutan dari sekolah dan pemangku kepentingan agar motivasi profesional guru BK dapat terjaga dan terus berkembang. Uji Signifikansi Peningkatan (Paired t-Tes. Berikut adalah hasil uji per aspek yang tercantum pada tabel 6. Uji signifikansi untuk peningkatan kompetensi guru bimbingan dan konseling (BK) dilakukan menggunakan uji t berpasangan . aired t-tes. Metode ini membandingkan skor pre-test dan post-test pada empat aspek evaluasi. Pengujian dilakukan dengan tingkat signifikansi = 0,05 dan derajat kebebasan df = 49 . = . Hipotesis nol (H. menyatakan bahwa tidak ada peningkatan skor . ean peningkatan = . , sedangkan hipotesis alternatif (H. mengindikasikan bahwa terdapat peningkatan skor setelah pelatihan . ean peningkatan > . P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Tabel 6. Uji Signifikansi Peningkatan (Paired t-Tes. t-value p-value Kesimpulan . < Konsep Pembelajaran Mendalam dan 0000e 00 Signifikan . olak H. RPL BK Strategi Guru dalam Deep Learning 1102e-15 Signifikan . olak H. Integrasi Kurikulum Layanan BK di SMK 3181e-13 Signifikan . olak H. Penguatan Motivasi Profesional Guru BK 12. 0000e 00 Signifikan . olak H. Aspek Evaluasi Hasil uji menunjukkan bahwa semua aspek evaluasi memiliki nilai t yang tinggi dan positif, dengan p-value jauh di bawah 0,05. Aspek Konsep Pembelajaran Mendalam dan RPL BK mencatat nilai t = 13,1587. Strategi Guru dalam Deep Learning t = 11,6302. Integrasi Kurikulum Layanan BK di SMK t = 9,9576, dan Penguatan Motivasi Profesional Guru BK t = 12,2991. Ini berarti, pada keempat aspek tersebut. H0 ditolak, menunjukkan bahwa peningkatan skor dari pre-test ke post-test bersifat signifikan secara statistik. Tingginya nilai t pada semua aspek menunjukkan bahwa rata-rata peningkatan skor jauh melebihi variasi skor peningkatan, yang berarti perbedaan antara kondisi sebelum dan sesudah pelatihan tidak disebabkan oleh faktor kebetulan. Nilai p yang sangat kecil . endekati no. menunjukkan kekuatan bukti statistik yang sangat kuat terhadap efektivitas pelatihan. Perbedaan nilai t antar aspek mencerminkan tingkat sensitivitas perubahan. Aspek konseptual dan motivasional menunjukkan nilai t tertinggi, menandakan bahwa pelatihan sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi profesional guru BK. Meskipun aspek integrasi kurikulum memiliki nilai t terendah di antara keempat aspek, nilai tersebut tetap menunjukkan signifikansi yang kuat, mencerminkan bahwa integrasi kurikulum merupakan kompetensi yang lebih kompleks dan memerlukan proses adaptasi yang lebih Hasil uji paired t-test mendukung temuan statistik deskriptif bahwa pelatihan yang diberikan efektif dalam meningkatkan kompetensi guru BK secara keseluruhan, baik dalam aspek pengetahuan, strategi, integrasi kurikulum, maupun motivasi profesional. Temuan ini sejalan dengan penelitian Widayati et al. , yang menunjukkan bahwa program pengembangan profesional guru di pendidikan vokasi memberikan dampak signifikan ketika dirancang berdasarkan kebutuhan nyata dan refleksi praktik. Nilai t yang positif dan tinggi menunjukkan arah perubahan yang konsisten, yaitu peningkatan, bukan fluktuasi acak. Lebih lanjut, signifikansi yang kuat pada aspek motivasi profesional menunjukkan bahwa pelatihan tidak hanya berdampak pada aspek kognitif, tetapi juga pada aspek afektif guru BK. Hal ini sejalan dengan temuan Beardsley et al. dan Reschly dan Christenson . , yang menegaskan bahwa peningkatan kompetensi dan dukungan profesional berkontribusi langsung terhadap motivasi dan keberlanjutan kinerja pendidik. Dengan demikian, hasil uji ini memberikan dasar empiris yang kuat bahwa pelatihan pembelajaran mendalam dan penguatan peran BK di SMK merupakan intervensi yang efektif dan layak untuk direplikasi atau dikembangkan lebih lanjut. KESIMPULAN Pelatihan pembelajaran mendalam . eep learnin. bagi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMK di Kabupaten Kendal terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi profesional guru BK secara menyeluruh. Hasil pre-test dan post-test pada empat aspek utama, yaitu konsep pembelajaran mendalam dan RPL BK, strategi guru dalam deep learning, integrasi kurikulum layanan BK, serta motivasi profesional, menunjukkan peningkatan yang konsisten dan Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan ini mampu memenuhi kebutuhan peningkatan kapasitas guru BK dalam menghadapi tantangan pendidikan vokasi dan dinamika perkembangan peserta didik. Hasil uji paired t-test secara statistik menunjukkan bahwa seluruh peningkatan yang terjadi signifikan secara statistik, dengan nilai p yang jauh di bawah batas signifikansi 0,05 pada P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. semua aspek. Nilai t yang tinggi dan positif menegaskan bahwa perbedaan antara kondisi sebelum dan sesudah pelatihan bukan disebabkan oleh kebetulan, melainkan merupakan dampak nyata dari intervensi pelatihan tersebut. Dengan demikian, pelatihan ini terbukti efektif tidak hanya secara deskriptif, tetapi juga secara inferensial dalam meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan sikap profesional guru BK. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa penguatan layanan BK berbasis pembelajaran mendalam merupakan strategi yang relevan dan strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis dan pedagogis guru BK, tetapi juga memperkuat motivasi profesional mereka sebagai pendukung utama perkembangan akademik, psikososial, dan karier peserta didik SMK. Oleh karena itu, program pelatihan serupa perlu dilanjutkan dan dikembangkan secara berkelanjutan agar transformasi layanan BK dapat memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas lulusan SMK. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada LPPM Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang. Dinas Pendidikan Kebupaten Kendal, dan seluruh guru BK SMK yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan program ini. DAFTAR PUSTAKA