DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial p-ISSN: 2809-3585, e-ISSN: 2809-3593 Volume 7, nomor 1, 2026, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/diksi. Kerjasama Wali Kelas dan Guru Mata Pelajaran PKn dalam Mengenal Potensi Diri Siswa di SMP Negeri 1 MoroAoo Natanael Natanaeli Zai Universitas Nias. Gunungsitoli. Indonesia *Coresponding Author: natanaelppkn@gmail. Article history Dikirim: 07-03-2026 Direvisi: 15-03-2025 Diterima: 17-03-2026 Key words: Kerjasama. Wali Kelas. Guru PKn. Potensi Siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kerjasama antara wali kelas dan guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PK. dalam mengenal potensi diri siswa di SMP Negeri 1 MoroAoo, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta menjelaskan upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wali kelas, dan guru mata pelajaran PKn. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, kerja sama wali kelas dan guru mata pelajaran PKn dalam mengenal potensi diri siswa di SMP Negeri 1 MoroAoo telah terjalin melalui komunikasi dan koordinasi yang berkesinambungan, pertukaran informasi mengenai perkembangan akademik dan nonakademik siswa, serta pembinaan bersama terhadap siswa. Kedua, hambatan kerja sama meliputi keterbatasan waktu akibat beban kerja dan tugas administratif guru, perbedaan jadwal mengajar yang menyulitkan koordinasi rutin, serta belum adanya sistem dan jadwal terstruktur dari sekolah untuk memfasilitasi diskusi antar guru. Ketiga, upaya untuk mengatasi hambatan tersebut dilakukan melalui penguatan komunikasi terbuka, pemanfaatan forum resmi sekolah sebagai sarana koordinasi, serta pertukaran informasi secara berkelanjutan mengenai perkembangan siswa. Selain itu, dukungan kepala sekolah dan komitmen bersama antar guru turut mendorong terciptanya kerja sama yang lebih efektif. Masukkan juga rekomendasi untuk penelitian selanjutnya berdasarkan hasil peneletian yang anda dapatkan pada penelitian ini. PENDAHULUAN Dalam menghadapi dinamika kehidupan modern yang semakin kompleks, pendidikan menjadi sarana utama untuk mempersiapkan peserta didik agar mampu beradaptasi dan bersaing di berbagai bidang. Melalui suasana belajar yang aktif dan menyenangkan, peserta didik dapat mengasah potensi yang dimiliki, menumbuhkan kreativitas, serta membentuk karakter yang kuat. Oleh karena itu, penyelenggaraan pendidikan harus dilaksanakan secara terencana dan berkesinambungan agar dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berdaya saing, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara. Potensi diri adalah kemampuan, kekuatan, atau bakat terpendam yang dimiliki seseorang yang dapat ditemukan dan dikembangkan secara maksimal. Sekolah sebagai lembaga pendidikan @2026 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Zai. Kerjasama Wali Kelas dan Guru Mata Pelajaran PKn dalam Mengenal PotensiA formal menjadi tempat utama bagi siswa untuk mengenal dan mengembangkan potensi diri mereka secara terarah dan sistematis. Di sekolah, peserta didik tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga dibimbing untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, serta membentuk sikap dan karakter yang positif. Melalui berbagai kegiatan pembelajaran dan pembinaan, sekolah berfungsi sebagai wadah bagi siswa untuk menemukan minat, bakat, dan kecenderungan pribadinya. Lingkungan pendidikan yang kondusif menjadi fondasi utama dalam membentuk individu yang mampu mengaktualisasikan potensi dirinya dalam kehidupan bermasyarakat ( Aminah & Salitoh, 2. Dalam proses ini, guru berperan tidak hanya sebagai pengajar tetapi juga sebagai pembimbing yang membantu siswa memahami kekuatan, kelemahan, dan area yang perlu ditingkatkan. Seperti yang dinyatakan oleh (Ahmad , 2. , seorang guru memiliki seperangkat kemampuan dan fungsi yang unik, seperti kemampuan untuk mengajar, mendidik, membimbing, dan melatih. Selain berperan sebagai guru di lingkungan akademik, seorang guru juga akan membantu siswa. Wali kelas memiliki rasa tanggung jawab yang kuat dalam membina disiplin, disiplin diri, dan perkembangan siswa di semua aspek, termasuk akademik, sosial, dan emosional. Wali kelas juga berperan sebagai jembatan antara siswa, guru, dan pihak terkait lainnya untuk memastikan proses belajar siswa berjalan dengan lancar. Dalam konteks lain, guru Pendidikan Kewarganegaraan (PK. memainkan peran penting dalam menanamkan nilai-nilai moral, sosial, dan etika kepada siswa sebagai warga negara yang baik. Melalui pendidikan PKn, siswa diajarkan untuk memahami kewajiban dan hak, mengenali perbedaan, serta mengembangkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Kerjasama antara wali kelas dan guru PKn sangat penting karena dapat menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang potensi masing-masing siswa. Kerja sama yang baik memungkinkan guru untuk lebih memahami kemampuan, sifat, dan kepribadian siswa sehingga strategi pengembangan diri dapat dilaksanakan secara terarah. Wali kelas dan guru mata pelajaran memiliki peran strategis dalam upaya ini karena keduanya berinteraksi dengan siswa dalam konteks yang berbeda namun Wali kelas adalah guru yang ditunjuk oleh kepala sekolah untuk mengajar satu kelas secara komprehensif. Di sisi lain, guru Pendidikan Kewarganegaraan (PK. memiliki rasa moral dan nilai-nilai sosial yang kuat serta rasa identitas nasional yang kuat. Sinergi antara wali kelas dan guru PKn dapat menciptakan upaya kolaboratif yang efektif dalam mengidentifikasi potensi setiap siswa, baik secara akademik maupun pribadi. Melalui kolaborasi yang efektif, potensi siswa dapat diidentifikasi secara tepat sehingga pelatihan yang mereka terima lebih sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka. Sesuai dengan hal ini, (Ardiansyah, 2. juga menyatakan bahwa untuk menilai potensi dan kemampuan siswa secara efektif, kolaborasi antara sekolah, guru, dan individu sangat penting. Wali kelas dan guru mata pelajaran PKn dapat memperoleh informasi sehingga dapat merancang program pendidikan yang sesuai. Kepemimpinan merupakan salah satu potensi siswa yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan guru kelas dan PKn. Dalam hal ini, guru PKn bertanggung jawab mengajarkan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, dan tanggung jawab, sementara guru kelas membantu siswa mempraktikkan keterampilan kepemimpinan mereka dalam kegiatan sekolah. @2026 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Zai. Kerjasama Wali Kelas dan Guru Mata Pelajaran PKn dalam Mengenal PotensiA Namun, pada kenyataannya, kolaborasi antara guru PKn dan wali kelas seringkali tidak berjalan sebaik yang seharusnya. Masih terdapat masalah seperti komunikasi yang buruk, koordinasi yang tidak dapat diandalkan, dan keterbatasan waktu saat membahas perkembangan siswa secara komprehensif. Menurut (Nanang, 2. , masih ada guru yang tidak sepenuhnya memanfaatkan berbagai strategi untuk memaksimalkan potensi siswa. Keterbatasan dalam akses informasi dan referensi, keterbatasan waktu, serta kurangnya upaya guru untuk mengidentifikasi potensi siswa mengakibatkan potensi beberapa siswa tidak teridentifikasi dengan benar, sehingga instruksi yang diberikan tidak selalu sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing siswa. Berdasarkan hasil pengamatan awal yang dilakukan di SMP Negeri 1 Moro'o, terlihat bahwa kolaborasi antara wali kelas dan guru Pendidikan Kewarganegaraan (PK. dalam mengidentifikasi dan mengembangkan potensi setiap siswa telah terjadi, namun belum dilakukan secara ideal, terstruktur, dan terpadu. Secara formal, meskipun sebagian besar pegawai telah menyelesaikan tugasnya, koordinasi yang telah dikembangkan masih parsial dan belum terintegrasi ke dalam mekanisme kerja yang sistematis. Dalam konteks ini, wali kelas berperan sebagai orang yang berinteraksi paling intensif dengan siswa dalam hal administrasi dan pengembangan Pemantauan perkembangan siswa dilakukan menggunakan berbagai alat, seperti buku kepribadian, daftar kehadiran, laporan hasil belajar, dan komunikasi dengan keluarga atau teman. Dengan menggunakan alat-alat tersebut, guru dapat mengidentifikasi aspek-aspek tertentu dari pertumbuhan siswa, seperti tingkat kedisiplinan mereka, perubahan sikap, dan masalah yang muncul. Namun, pemantauan tersebut cenderung berfokus pada aspek administratif dan umum sehingga potensi siswa termasuk potensi akademik, sosial, dan kepemimpinan serta minat dan bakat mereka tidak dieksplorasi secara menyeluruh. Dalam konteks lain, guru PKn memiliki peran strategis dalam membantu siswa mengembangkan karakter dan rasa tanggung jawab mereka melalui penerapan prinsip-prinsip moral, disiplin, kewarganegaraan, prinsip-prinsip moral, dan keterampilan sosial. Melalui kegiatan pendidikan seperti diskusi kelompok, studi kasus, dan pemecahan masalah sosial, guru PKn memiliki kesempatan besar untuk menilai potensi siswa, terutama dalam bidang pemikiran kritis, keterampilan pemikiran kritis, kepemimpinan, kerja sama tim, dan kesadaran sosial. Namun, hasil pengamatan guru PKn mengenai potensi siswa tidak didokumentasikan secara sistematis dan tidak secara rutin dikomunikasikan kepada wali kelas. Berdasarkan pengamatan lapangan, koordinasi antara guru PKn dan wali kelas masih bersifat insidental dalam mengidentifikasi potensi masing-masing siswa. Kerja sama biasanya hanya dilakukan ketika muncul masalah tertentu, seperti ketika siswa mengalami penurunan prestasi akademik, mengalami perilaku menyimpang, atau mengalami penurunan prestasi akademik. Tidak ada forum atau mekanisme khusus yang dapat membantu guru dan siswa mengembangkan potensi mereka secara Situasi ini membuat siswa kesulitan untuk belajar dan mengembangkan potensi mereka sendiri secara komprehensif dan progresif. Situasi ini menunjukkan bahwa kerja sama antara wali kelas dan guru PKn perlu diperkuat agar upaya mengenali dan mengembangkan potensi setiap siswa dapat dilakukan secara lebih mendalam dan berkelanjutan. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya kolaborasi antara wali kelas dan guru mata pelajaran dalam mengenali @2026 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Zai. Kerjasama Wali Kelas dan Guru Mata Pelajaran PKn dalam Mengenal PotensiA potensi diri siswa secara lebih komprehensif, karena setiap guru memiliki peran dan sudut pandang yang berbeda dalam mengamati perkembangan peserta didik. Tanpa adanya kerja sama yang baik, informasi mengenai potensi siswa cenderung tidak terintegrasi secara optimal sehingga pembinaan siswa tidak dapat dilakukan secara Selain itu, penelitian mengenai kerja sama antara wali kelas dan guru PKn dalam mengenal potensi diri siswa masih relatif terbatas, khususnya pada konteks sekolah menengah pertama. Keunikan penelitian ini terletak pada fokus kajian yang secara khusus menelaah bentuk kerja sama antara wali kelas dan guru PKn dalam mengenal potensi diri siswa, termasuk hambatan yang dihadapi serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut di SMP Negeri 1 MoroAoo. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kerja sama wali kelas dan guru mata pelajaran PKn dalam mengenal potensi diri siswa di SMP Negeri 1 MoroAoo, mengetahui hambatan yang dihadapi dalam kerja sama tersebut, serta mengetahui upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi secara teoritis terhadap pengembangan pengetahuan pendidikan, khususnya terkait kerja sama pendidik dalam mengidentifikasi potensi siswa, serta memberikan manfaat praktis bagi guru, wali kelas, pihak sekolah, dan peneliti selanjutnya dalam memperkuat kolaborasi pendidikan yang berfokus pada pengembangan potensi siswa. KAJIAN TEORI Kerjasama Kerja sama adalah jenis kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama. Saat bekerja sama, setiap orang berkontribusi sesuai dengan keterampilan dan kemampuannya, sehingga menghasilkan sinergi yang dapat memberikan hasil yang lebih baik daripada jika dilakukan secara individu. Selain itu, bekerja sama menumbuhkan kerja tim, tanggung jawab, dan saling menghargai dalam mencapai kesuksesan. Namun, menurut (Asyifa, 2023 n. ), kerjasama merupakan karakteristik sosial yang memengaruhi semua orang dalam kehidupan sehari-hari, serta terus menumbuhkan hubungan interpersonal dan komunikasi untuk mencapai tujuan bersama. Namun, menurut (Sumarto, 2. kerjasama juga merujuk pada aktivitas yang dilakukan bersama oleh beberapa orang untuk mencapai tujuan bersama. Menurut (Suminah, 2. ,kerjasama . adalah upaya kooperatif di antara hewan atau kelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama dan menghasilkan hasil yang lebih cepat dan lebih baik. Berdasarkan analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa Aukerja samaAy merujuk pada jenis interaksi sosial antara individu atau kelompok yang secara konsisten melibatkan komunikasi, pikiran, dan kerja tim untuk mencapai tujuan bersama secara efisien dan harmonis. Prinsip-prinsip Kerjasama Menurut Grice dalam (Ardiansyah, 2. , bahwa ada empat maksim yang menjadi prinsip kerjasama yaitu: Maksim Kuantitas @2026 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Zai. Kerjasama Wali Kelas dan Guru Mata Pelajaran PKn dalam Mengenal PotensiA Maksim kuantitas menghendaki setiap peserta pertuturan memberikan kontribusi yang secukupnya yang dibutuhkan oleh lawan bicaranya dengan singkat, jelas dan tidak menyimpang dari nilai kebenarannya. Maksim Kualitas. Maksim kualitas mewajibkan setiap peserta percakapan mengatakan hal yang Kontribusi peserta percakapan hendaknya didasarkan pada bukti-bukti yang memadai dengan kata lain dapat menyampaikan sesuatu yang bersifat nyata dan Penutur diharapkan mampu untuk menguraikan informasi dengan benar dan tidak mengatakan sesuatu yang diyakini tidak benar serta tidak menyampaikan bukti yang kebenarannya kurang meyakinkan. Maksim Relevansi. Pada maksim ini mengharuskan setiap peserta percakapan memberikan kontribusi yang relevan dengan masalah pembicaraan. Maksim Cara. Maksim cara pada prinsip kerja sama ini menyatakan bahwa peserta tutur harus memberikan informasi kepada lawan tutur secara langsung, jelas, tidak berlebihlebihan, runtut serta tidak kabur. Sementara menurut (Kooperatif et al. , 2. , prinsip-prinsip kerjasama berorientasi pada tercapainya tujuan yang baik, memperhatikan kepentingan bersama, saling menguntungkan. Faktor Pendukung dan Penghambat Kerjasama Menurut (Kholilullah, 2. , adapun faktor pendukung dan penghambat dalam kerjasama yaitu: Faktor Pendukung dalam Kerjasama Saling ketergantungan. Saling ketergantungan diperlukan di antara para anggota tim dalam hal informasi, sumber daya, pelaksanaan tugas dan dukungan. Adanya ketergantungan dapat memperkuat kebersamaan tim\ Perluasan tugas. Setiap tim harus diberi tantangan, karena reaksi atau tanggapan terhadap tantangan tersebut akan membantu semangat persatuan, kebanggaan dan kesatuan tim. Bahasa yang umum. Setiap tim harus menguasai bahasa yang umum dan mudah Penjajaran. Anggota tim harus bersedia menyisihkan sikap individualismenya dalam rangka mencapai misi bersama. Keterampilan menangani konfrontasi atau konflik. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar. Oleh karena itu dibutuhkan keterampilan dalam penerimaan perbedaan pendapat dan menyampaikan ketidaksetujuan terhadap pendapat orang lain tanpa harus menyakiti pihak lain. Faktor Penghambat dalam Kerjasama Menurut (Kholilullah, 2. adapun faktor penghambat dalam kerjasama yaitu: Identifikasi pribadi anggota tim. Sudah merupakan hal yang alamiah bila seseorang ingin mengetahui apakah mereka cocok di suatu organisasi, termasuk di dalam suatu tim. @2026 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Zai. Kerjasama Wali Kelas dan Guru Mata Pelajaran PKn dalam Mengenal PotensiA Hubungan antar anggota tim. Agar setiap anggota dapat bekerjasama, mereka perlu saling mengenal dan berhubungan sehingga dibutuhkan waktu untuk membangun hubungan kerja sama tersebut. Identitas tim di dalam organisasi yang meliputi kesesuaian atau kecocokan tim di dalam organisasi serta pengaruh keanggotaan tim terhadap hubungan dengan anggota lain. Adapun menurut (Assyifa, 2. , faktor penghambat dan pendukung kerjasama yaitu identifikasi pribadi anggota kelompok, hubungan antar anggota tim, dan identitas tim di dalam organisasi, sedangkan faktor pendukung dalam kerjasama yaitu saling ketergantungan. Menurut (Miftah, 2. , faktor pendukung dan penghambat kerjasama yaitu: Faktor Pendukung Kerjasama Kesamaan kepentingan atau tujuan yang ingin dicapai bersama. Kondisi geografis yang dekat memudahkan interaksi dan komunikasi. Kesamaan aspek historis dan budaya yang menumbuhkan rasa saling pengertian dan keterikatan. Ketersediaan sumber daya alam yang saling melengkapi antar pihak. Faktor Penghambat Kerjasama Perbedaan ideologi yang dapat menimbulkan ketidakcocokan dalam pola pikir dan kebijakan. Konflik yang mengganggu stabilitas dan hubungan antar pihak. Perbedaan kepentingan di antara pihak-pihak yang berkolaborasi. Kurangnya tanggung jawab, egoisme, dan kecurigaan antar pihak yang menghambat sinergi. Tahapan Pelaksanaan Kerjasama Menurut (Kholilullah, 2. , tahapan dalam kerjasama yaitu: Tahap penjajakan, yakni mempelajari kekuatan dan kelemahan masing-masing baik dengan penjajakan maupun kunjungan untuk saling berkenalan. Penandatanganan kerja sama berupa dokumen kesepahaman kerja sama yang telah dipersiapkan, dikaji, dan dibahas sebelumnya. Penyusunan program yang akan dilaksanakan bersama. Pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan. Evaluasi secara objektif, kritis, transparan dan komprehensif. Pelaporan kegiatan secara lengkap, sistematis dan jelas. Sejalan dengan itu menurut (Assyifa, 2. , pelaksanaan kerjasama dan sistem informasi pendidikan dapat dilakukan melalui tahapan penjajakan, penandatanganan kerja sama, penyusunan program, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Bentuk-bentuk Kerjasama Guru dan Wali Kelas Komunikasi dan Koordinasi Rutin Guru dan wali kelas menjalin komunikasi secara rutin untuk bertukar informasi mengenai perkembangan siswa, baik dalam aspek akademik, sikap, maupun perilaku. Komunikasi ini dapat dilakukan secara formal melalui rapat guru maupun secara Koordinasi yang baik memungkinkan wali kelas memperoleh gambaran menyeluruh tentang potensi yang dimiliki siswa dari berbagai mata pelajaran (Fitriana, 2. @2026 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Zai. Kerjasama Wali Kelas dan Guru Mata Pelajaran PKn dalam Mengenal PotensiA Pertukaran Informasi Hasil Belajar dan Perilaku Siswa Guru mata pelajaran memberikan informasi kepada wali kelas terkait hasil belajar, keaktifan, minat, dan bakat siswa di kelas. Informasi tersebut menjadi dasar bagi wali kelas dalam mengidentifikasi potensi akademik dan non-akademik siswa serta menentukan langkah pembinaan yang sesuai (Musyirifin. , 2. Diskusi dan Pemecahan Masalah Siswa Bentuk kerja sama lainnya adalah diskusi antara guru dan wali kelas dalam membahas permasalahan siswa. Melalui diskusi ini, guru dan wali kelas dapat mengidentifikasi potensi siswa yang belum berkembang secara optimal serta menentukan langkah pembinaan yang sesuai (Hafiyani . , 2. Kerja Sama dalam Pengamatan Potensi Siswa Guru serta wali kelas bekerja secara kooperatif dalam mengeksplorasi kebutuhan dan permasalahan siswa di kelas secara komprehensif melalui data pribadi siswa dan kolaborasi intensif dengan orang tua siswa (Hafiyani . , 2. Berdasarkan bentuk-bentuk kerja sama tersebut, guru mata pelajaran dan wali kelas dapat menerapkannya secara terpadu sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Dalam praktiknya, guru dan wali kelas tidak hanya menggunakan satu bentuk kerja sama, melainkan mengombinasikan beberapa bentuk kerja sama seperti komunikasi rutin, pertukaran informasi, diskusi pemecahan masalah, serta pengamatan potensi siswa agar proses pengenalan dan pengembangan potensi diri siswa dapat berjalan secara optimal. METODE PENELITIAN Pendekatan dalam penelitian merujuk pada rancangan, pedoman, atau acuan penelitian yang akan dilakukan (Nazar, 2. Dalam penelitian ini, para peneliti menggunakan metodologi penelitian kualitatif. Menurut (Nazar, 2. , pendekatan kualitatif adalah metode penelitian yang menghasilkan data deskriptif, yaitu katakata tertulis atau lisan dari orang dan benda yang dapat diamati. Oleh karena itu, data yang dikumpulkan terdiri dari kata-kata, frasa, atau gambar . ukan angka-angk. Pendekatan ini dipilih karena penelitian berfokus pada pemahaman dan penggambaran secara jelas dan ringkas mengenai jenis kerja sama antara wali kelas dan guru PKN dalam menilai potensi setiap siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian deskriptif adalah untuk menggambarkan fenomena secara langsung dan faktual tanpa memanipulasi variabel. Dalam hal ini, studi ini bertujuan untuk menjelaskan jenis kolaborasi yang terjadi antara guru kelas dan guru PKN, serta bagaimana kolaborasi ini membantu siswa mewujudkan potensi mereka di SMP Negeri 1 Moro'o. Menurut (Sugiono, 2013. variabel penelitian adalah atribut, sifat, atau nilai dari individu, organisasi, atau aktivitas yang memiliki variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditentukan. Oleh karena itu, variabel yang diidentifikasi oleh peneliti dalam melakukan penelitian ini adalah kolaborasi antara guru kelas dan guru PKN dalam menilai potensi setiap siswa. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Moro'o, yang berlokasi di Desa Hilifadolo. Kecamatan Moro'o. Kabupaten Nias Barat. Pemilihan lokasi penelitian didasarkan pada beberapa faktor, yaitu sekolah ini memiliki karakteristik siswa yang unggul, termasuk kecakapan akademik, motivasi belajar, dan keterampilan sosial, @2026 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Zai. Kerjasama Wali Kelas dan Guru Mata Pelajaran PKn dalam Mengenal PotensiA sehingga menjadi tempat yang ideal untuk mempelajari bagaimana guru dan guru PPKn bekerja sama dalam menilai potensi siswa. Selain itu. SMP Negeri 1 Moro'o memiliki wali kelas dan guru mata pelajaran PPKn yang aktif dalam melaksanakan kegiatan pengembangan karakter dan mengembangkan potensi siswa melalui kegiatan intrakurikuler atau non-kurikuler yang relevan dengan fokus penelitian ini. Penelitian ini dilakukan pada semester pertama tahun ajaran 2025Ae2026. Sumber data adalah segala sesuatu yang dapat menyediakan informasi, fakta, atau keterangan yang dibutuhkan peneliti dalam suatu penelitian, baik berupa manusia, dokumen, maupun peristiwa yang diamati secara langsung. (Nazar, 2. , data penelitian dapat dibagi menjadi dua kategori: data primer dan data sekunder. Data primer adalah informasi yang diperoleh atau dikumpulkan secara sistematis oleh peneliti menggunakan teknik observasi dan wawancara. Kepala sekolah, wali kelas, dan guru PKn merupakan sumber data primer dalam penelitian ini. Di sisi lain, data sekunder berasal dari berbagai sumber yang sudah ada, seperti buku, artikel, jurnal, dan dokumen lain yang relevan dengan penelitian. Alat penelitian adalah alat yang digunakan untuk menganalisis fenomena sosial atau akademik (Sugiono. Dalam penelitian kualitatif, peneliti sendiri berfungsi sebagai alat atau Karena itu, penelitian sebagai alat juga harus dievaluasi oleh beberapa peneliti kualitatif yang melakukan penelitian dan kemudian melanjutkan ke tahap berikutnya (Zuchri, n. Karena pengumpulan data merupakan tujuan utama penelitian, teknik pengumpulan data merupakan metode yang paling strategis dalam penelitian (Zuchri. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi dokumentasi, observasi, dan wawancara. Observasi partisipatif dilakukan dengan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap aktivitas yang berkaitan dengan kolaborasi antara wali kelas dan guru PKn. Wawancara yang digunakan adalah wawancara semi-terstruktur dengan tujuan mengidentifikasi masalah secara lebih langsung, di mana informasi dicari untuk memberikan wawasan dan ide terkait topik Selain itu, teknik dokumentasi digunakan untuk mencatat data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara menggunakan dokumen, foto, atau catatan terkait aktivitas penelitian. Analisis data kualitatif adalah proses sistematis untuk memahami, menganalisis, dan menghasilkan makna dari data yang diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Menurut (Miftah, 2. alam Sugiyono, 2. , analisis data kualitatif dilakukan dalam tiga langkah: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Reduksi data dilakukan dengan merangkum, memilih aspek-aspek paling penting dari data yang diperoleh dari lapangan, dan fokus pada aspek-aspek penting tersebut. Selanjutnya, data disajikan dalam format naratif sistematis untuk membantu peneliti memahami hubungan antara data. Langkah terakhir adalah proses verifikasi dan kesimpulan, di mana hasil dapat berubah jika ditemukan bukti baru yang lebih kuat selama proses penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 MoroAoo yang berlokasi di Desa Hilifadolo. Kecamatan MoroAoo. Kabupaten Nias Barat. Sekolah ini merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memiliki peserta didik dengan latar belakang @2026 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Zai. Kerjasama Wali Kelas dan Guru Mata Pelajaran PKn dalam Mengenal PotensiA kemampuan akademik dan minat belajar yang beragam. Kondisi tersebut menjadikan sekolah ini relevan sebagai lokasi penelitian untuk mengkaji bagaimana kerjasama antara wali kelas dan guru mata pelajaran PKn dalam membantu siswa mengenal potensi dirinya. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan secara semiterstruktur sehingga informan dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai pengalaman dan pandangan mereka terkait kerjasama dalam mengenal potensi diri Informan dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, wali kelas, dan guru mata pelajaran PKn. Informan tersebut dipilih karena mereka merupakan pihak yang terlibat langsung dalam proses pembinaan dan pengembangan potensi peserta didik di sekolah. Table 1. imforman penelitian Informan Haogoli Waruwu. Hiskia Waruwu. Marthalena Daeli. Jabatan Kepala Sekolah Wali Kelas Guru PKn Kode Informan Berdasarkan Tabel 1, informan penelitian terdiri dari tiga pihak utama yang terlibat dalam proses pembelajaran di sekolah, yaitu kepala sekolah, wali kelas, dan guru mata pelajaran PKn. Ketiga informan tersebut memberikan informasi yang berkaitan dengan bentuk kerjasama yang dilakukan dalam mengenal potensi diri Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerjasama antara wali kelas dan guru PKn dalam mengenal potensi diri siswa dilakukan melalui beberapa bentuk kegiatan. Bentuk kerjasama tersebut antara lain melalui komunikasi dan koordinasi mengenai perkembangan siswa, pertukaran informasi terkait kemampuan dan minat belajar siswa, serta pelaksanaan kegiatan pembinaan yang bertujuan untuk membantu siswa memahami potensi dirinya. Kerjasama tersebut menunjukkan bahwa komunikasi antar guru menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses pembinaan siswa di sekolah. Hal ini sejalan dengan pendapat (Rahayu, 2. yang menyatakan bahwa kerja sama tim dalam lingkungan pendidikan dapat terjalin melalui komunikasi, koordinasi, dan pertukaran informasi antar anggota organisasi untuk mencapai tujuan bersama. Dalam pelaksanaannya, wali kelas memiliki peran penting dalam memantau perkembangan siswa secara umum, baik dari segi akademik maupun perilaku seharihari di kelas. Sementara itu, guru PKn juga memiliki peran dalam membantu siswa memahami nilai-nilai karakter, tanggung jawab, serta kesadaran diri yang berkaitan dengan pengembangan potensi diri siswa. Peran wali kelas dalam memantau perkembangan siswa ini menunjukkan bahwa wali kelas memiliki tanggung jawab penting dalam pembinaan peserta didik di sekolah. Hal ini sejalan dengan pendapat (Mustika, 2. yang menyatakan bahwa wali kelas memiliki peran dalam membimbing, memantau perkembangan belajar, serta membantu siswa mengembangkan potensi yang dimilikinya. Melalui komunikasi yang terjalin antara kedua pihak tersebut, informasi mengenai kondisi dan perkembangan siswa dapat saling dipertukarkan sehingga memudahkan dalam memberikan bimbingan yang sesuai kepada siswa. Dengan adanya komunikasi yang baik antar guru, pembinaan terhadap siswa dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan. Untuk memperjelas temuan penelitian yang telah dipaparkan, ringkasan hasil penelitian dapat dilihat pada Tabel 2 berikut. @2026 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Zai. Kerjasama Wali Kelas dan Guru Mata Pelajaran PKn dalam Mengenal PotensiA Tabel 2. Ringkasan Temuan Penelitian Fokus Penelitian Kerjasama wali kelas dan guru PKn Hambatan Upaya mengatasi Temuan Penelitian Terjalin melalui komunikasi, koordinasi, dan pertukaran informasi mengenai perkembangan siswa Keterbatasan waktu guru, perbedaan jadwal mengajar, serta belum adanya sistem diskusi yang terstruktur Penguatan komunikasi terbuka, pemanfaatan forum rapat guru, serta dukungan kepala sekolah Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa kerjasama antara wali kelas dan guru PKn memiliki peran penting dalam membantu siswa mengenal dan mengembangkan potensi dirinya. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerjasama antara wali kelas dan guru PKn memiliki peran yang penting dalam membantu siswa mengenal potensi dirinya. Kerjasama tersebut diwujudkan melalui komunikasi, koordinasi, serta pertukaran informasi mengenai perkembangan siswa baik dalam aspek akademik maupun nonakademik. Temuan penelitian ini sejalan dengan pendapat yang menyatakan bahwa kerjasama antar guru di sekolah merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Melalui kerjasama tersebut, guru dapat saling melengkapi informasi mengenai kondisi siswa sehingga proses pembinaan dapat dilakukan secara lebih tepat dan terarah. Hal ini sejalan dengan pendapat (Mustika, 2. yang menyatakan bahwa wali kelas memiliki peran penting dalam memantau perkembangan belajar siswa serta melakukan koordinasi dengan guru mata pelajaran guna mendukung pembinaan dan pengembangan potensi peserta didik secara Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerjasama antara wali kelas dan guru PKn memiliki peran yang penting dalam membantu siswa mengenal potensi dirinya. Kerjasama tersebut diwujudkan melalui komunikasi, koordinasi, serta pertukaran informasi mengenai perkembangan siswa baik dalam aspek akademik maupun nonakademik. Temuan penelitian ini sejalan dengan pendapat yang menyatakan bahwa kerjasama antar guru di sekolah merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Melalui kerjasama tersebut, guru dapat saling melengkapi informasi mengenai kondisi siswa sehingga proses pembinaan dapat dilakukan secara lebih tepat dan terarah. Hal ini sejalan dengan pendapat (Mustika, 2. yang menyatakan bahwa wali kelas memiliki peran penting dalam memantau perkembangan belajar siswa serta melakukan koordinasi dengan guru mata pelajaran guna mendukung pembinaan dan pengembangan potensi peserta didik secara Namun demikian, pelaksanaan kerjasama tersebut tidak terlepas dari berbagai hambatan, seperti keterbatasan waktu guru dan perbedaan jadwal mengajar. Kondisi ini menunjukkan bahwa koordinasi antar guru masih memerlukan pengelolaan yang lebih baik agar komunikasi dapat berjalan secara lebih efektif. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari pihak sekolah dalam menciptakan sistem koordinasi yang lebih terstruktur, misalnya melalui forum diskusi rutin antar guru atau program pembinaan siswa yang melibatkan berbagai pihak di sekolah. Dengan @2026 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Zai. Kerjasama Wali Kelas dan Guru Mata Pelajaran PKn dalam Mengenal PotensiA adanya dukungan tersebut, kerjasama antara wali kelas dan guru PKn diharapkan dapat berjalan lebih optimal dalam membantu siswa mengenal dan mengembangkan potensi dirinya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SMP Negeri 1 MoroAoo, dapat disimpulkan bahwa kerjasama antara wali kelas dan guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PK. memiliki peran penting dalam membantu siswa mengenal dan mengembangkan potensi dirinya. Kerjasama tersebut diwujudkan melalui komunikasi dan koordinasi mengenai perkembangan siswa, pertukaran informasi terkait kemampuan dan minat belajar siswa, serta pelaksanaan kegiatan pembinaan yang mendukung pengembangan potensi akademik maupun karakter Meskipun demikian, pelaksanaan kerjasama tersebut masih menghadapi beberapa hambatan, di antaranya keterbatasan waktu guru, perbedaan jadwal mengajar, serta belum adanya sistem koordinasi yang terstruktur dalam membahas perkembangan potensi siswa secara berkelanjutan. Kondisi tersebut menyebabkan proses identifikasi dan pengembangan potensi diri siswa belum sepenuhnya dilakukan secara optimal. Untuk mengatasi hambatan tersebut, diperlukan upaya penguatan komunikasi dan koordinasi antar guru, pemanfaatan forum rapat guru sebagai sarana diskusi mengenai perkembangan siswa, serta dukungan dari pihak sekolah dalam menciptakan sistem kerja sama yang lebih terstruktur. Dengan adanya kerja sama yang lebih efektif antara wali kelas dan guru PKn, diharapkan proses mengenali dan mengembangkan potensi diri siswa dapat dilakukan secara lebih terarah, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan peserta Secara teoritis, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian mengenai pentingnya kolaborasi antarpendidik dalam proses pengembangan potensi siswa di lingkungan sekolah. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak sekolah, wali kelas, dan guru mata pelajaran dalam memperkuat kerja sama pendidikan yang berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara optimal. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Kepala Sekolah, wali kelas, serta guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PK. di SMP Negeri 1 MoroAoo yang telah memberikan izin dan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan penelitian serta bersedia menjadi informan dalam penelitian ini. Penulis juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, bantuan, serta informasi yang diperlukan selama proses pengumpulan data hingga penyusunan artikel ini. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah memberikan motivasi, bimbingan, serta masukan yang konstruktif sehingga penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik. Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang pendidikan. @2026 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Zai. Kerjasama Wali Kelas dan Guru Mata Pelajaran PKn dalam Mengenal PotensiA DAFTAR PUSTAKA