Education Achievment: Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Journal Homepage: http://pusdikra-publishing. com/index. php/jsr Pengaruh Kegiatan Outbound ke Museum terhadap Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas IV B SD Islam Darul Mustafa Asmar Sholeh1. Cahaya Indra2. Farrah Adli Shakila3. Muthia Fadilaturrizqi Lubis4. Putri Novia Ramayani Siregar5. Eka Yusnaldi6 1,2,3,4,5,6 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan. Indonesia Corresponding Author: marlenaasmar@gmail. ABSTRACT ARTICLE INFO Article history: Received 05 August 2024 Revised 15 August 2024 Accepted 07 September 2024 Key Word How to cite Outbound activities to museums as an innovative learning approach offer interactive and fun learning experiences. In social studies learning, this method plays an important role in changing abstract material into more concrete and meaningful ones. This research aims to determine the effect of outbound activities to the museum on the learning outcomes of class IV B students at SD Islam Darul Mustafa. The issues raised include the effectiveness of outbound activities in improving student learning outcomes, differences in motivation before and after the activity, as well as identifying the aspects of the activity that contribute the most. This research uses qualitative methods through observation, interviews and questionnaires. The research subjects were class IV B students and social studies teachers. Data was obtained from direct observation during activities, teacher interviews, and questionnaires filled out by students. The research results show that outbound activities have a significant influence on increasing student learning outcomes and motivation. The average questionnaire score shows the "very high" category, especially in the aspect of ease of understanding the material . Teachers also noted increased student participation, especially in asking questions and discussing. However, aspects of student self-confidence still require further Suggestions for future researchers are to expand the scope of research, for example by comparing various outbound locations or adding supporting variables such as the influence of technology on activities. In addition, it is necessary to carry out longitudinal analysis to measure the impact of outbound activities in the long term. This research underlines the importance of creative approaches such as outbound to support more meaningful and enjoyable learning. Outbound. Museum. Innovative Learning. Social Sciences. Learning Outcomes. https://pusdikra-publishing. com/index. php/jsr This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License PENDAHULUAN Pendidikan memegang peranan penting dalam pembangunan bangsa, terutama dalam membentuk generasi yang cerdas, kompeten, dan berkarakter. Di Indonesia. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 21-28 pendidikan dasar menjadi tahap awal yang krusial dalam memberikan fondasi bagi siswa untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan dasar. Namun, berbagai tantangan masih dihadapi dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat ini, termasuk dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Mata pelajaran IPS bertujuan untuk mengembangkan wawasan sosial, pemahaman sejarah, serta keterampilan berpikir kritis siswa. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa hasil belajar IPS siswa sering kali berada di bawah ekspektasi (Pradanna & Irwansyah. Laporan dari Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi (Kemendikbudriste. menyebutkan bahwa tingkat pemahaman siswa pada mata pelajaran IPS berada di kisaran 60% dari target kurikulum yang ditetapkan. Salah satu penyebabnya adalah pendekatan pembelajaran yang kurang menarik, didominasi oleh ceramah dan metode hafalan. Siswa sering kesulitan memahami konsep-konsep abstrak dalam IPS, seperti peristiwa sejarah, hubungan sosial, atau struktur masyarakat, yang tidak memiliki relevansi langsung dengan kehidupan sehari-hari mereka. Sebagai akibatnya, motivasi siswa untuk belajar IPS cenderung rendah, yang berdampak pada hasil belajar mereka (Rizky, 2. Pembelajaran IPS di sekolah dasar dirancang untuk mengembangkan wawasan sosial, keterampilan berpikir kritis, dan karakter siswa dalam memahami kehidupan IPS memiliki ruang lingkup yang luas, mencakup sejarah, geografi, ekonomi, dan sosiologi, yang diintegrasikan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dalam Kurikulum 2013 (K-. , pembelajaran IPS mengusung pendekatan tematik integratif yang bertujuan untuk mengaitkan berbagai konsep IPS dengan tema-tema yang relevan dengan kehidupan siswa. Namun, pelaksanaan pembelajaran IPS di sekolah dasar menghadapi berbagai tantangan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Parni . , siswa sering kali kesulitan memahami materi IPS karena sifatnya yang abstrak dan kurang memiliki keterkaitan langsung dengan pengalaman seharihari. Hal ini diperparah dengan pendekatan pembelajaran konvensional yang didominasi oleh ceramah, hafalan, dan tugas-tugas monoton, yang cenderung membatasi keterlibatan siswa dalam proses belajar. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap IPS (Parni, 2. Pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman . xperiential learnin. telah banyak digunakan di berbagai negara untuk mengatasi tantangan serupa. Teori ini, yang digagas oleh Dewey . , menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam pembelajaran untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. Dalam konteks pembelajaran IPS, kegiatan outbound ke museum menjadi salah satu implementasi dari pendekatan ini. Museum menyediakan lingkungan belajar yang kaya informasi, di mana siswa dapat mempelajari artefak sejarah, budaya, dan konsep-konsep sosial Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 21-28 secara langsung. Hal ini memungkinkan mereka untuk menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan realitas kehidupan, sehingga pembelajaran menjadi lebih konkret dan bermakna (Musta'in, 2. Penelitian sebelumnya mendukung pentingnya kegiatan outbound dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Sebagai contoh, penelitian oleh Andini et al. menemukan bahwa kunjungan edukatif ke museum dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi sejarah hingga 30%. Penelitian lain oleh Nursita . menunjukkan bahwa kegiatan di luar kelas, seperti outbound, dapat meningkatkan motivasi belajar siswa hingga 25%. Namun, kebanyakan penelitian ini tidak secara spesifik mengeksplorasi pengaruh kegiatan outbound pada hasil belajar IPS siswa sekolah dasar. Selain itu, penelitian-penelitian sebelumnya juga cenderung tidak mendalami aspek-aspek spesifik dari kegiatan outbound yang memberikan dampak terbesar pada hasil belajar. Urgensi penelitian ini sangat tinggi mengingat tantangan pembelajaran IPS di sekolah dasar yang membutuhkan metode inovatif untuk menarik minat siswa. IPS tidak hanya berfungsi sebagai mata pelajaran, tetapi juga sebagai wahana pembentukan karakter dan wawasan sosial siswa. Dengan pendekatan yang tepat. IPS dapat menjadi pelajaran yang menarik, relevan, dan inspiratif. Museum sebagai sumber belajar tidak hanya menyajikan informasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang mampu melibatkan siswa secara emosional dan intelektual. Hal ini sangat relevan dalam konteks pembelajaran berbasis proyek yang kini menjadi fokus Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kegiatan outbound ke museum terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Islam Darul Mustafa. Secara khusus, penelitian ini ingin mengevaluasi sejauh mana kegiatan outbound dapat meningkatkan pemahaman, motivasi, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi elemen-elemen spesifik dalam kegiatan outbound yang paling efektif, seperti diskusi kelompok, interaksi dengan artefak, atau kegiatan eksplorasi. Pembaruan atau novelty dari penelitian ini dibandingkan dengan penelitian sebelumnya adalah fokusnya pada integrasi kegiatan outbound dengan pembelajaran IPS di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini juga menekankan pada identifikasi elemen-elemen spesifik dalam kegiatan outbound yang memberikan kontribusi terbesar terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan gambaran umum tentang efektivitas kegiatan outbound, tetapi juga memberikan rekomendasi praktis bagi guru dalam merancang kegiatan pembelajaran yang lebih efektif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan model pembelajaran IPS yang lebih kreatif dan inovatif. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi sekolah-sekolah dalam mengimplementasikan kegiatan outbound sebagai bagian dari strategi pembelajaran Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 21-28 yang menyenangkan dan bermakna. Dalam jangka panjang, diharapkan pendekatan ini dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia secara keseluruhan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan angket. Observasi dilakukan selama kegiatan outbound ke museum untuk melihat interaksi siswa dengan materi pembelajaran IPS yang disajikan di lokasi tersebut. Wawancara dilakukan dengan guru IPS kelas IV B untuk memperoleh informasi tentang persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan outbound, serta pandangan guru mengenai dampaknya terhadap pembelajaran. Angket diberikan kepada siswa setelah kegiatan outbound untuk mengukur perubahan motivasi, pemahaman, dan keterlibatan mereka dalam pembelajaran IPS. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk menggambarkan temuan dari wawancara dan angket, serta mengidentifikasi hubungan antara kegiatan outbound dan peningkatan hasil belajar siswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Hasil Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Islam Darul Mustafa dengan subjek siswa kelas IV Fokus penelitian adalah mengevaluasi pengaruh kegiatan outbound ke museum terhadap hasil belajar IPS siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru, serta angket yang diisi oleh siswa. Analisis hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan outbound memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan pemahaman siswa terhadap materi IPS, khususnya materi sejarah dan budaya. Kegiatan outbound yang dilakukan melibatkan kunjungan ke museum sebagai sumber belajar utama. Dalam kegiatan ini, siswa diajak untuk berinteraksi langsung dengan artefak sejarah, berdiskusi dalam kelompok kecil, dan merefleksikan pengalaman mereka melalui laporan individu. Guru bertindak sebagai fasilitator yang membantu siswa menghubungkan pengalaman di museum dengan konsep-konsep yang dipelajari di kelas. Hasil Wawancara dengan Guru Wawancara dengan guru IPS kelas IV B. Ibu Sumarni, mengungkapkan beberapa temuan penting. Pertama, guru merasa bahwa museum merupakan lingkungan belajar yang kaya dan relevan dengan materi IPS. Museum memberikan peluang bagi siswa untuk memahami konsep-konsep abstrak secara konkret melalui interaksi langsung dengan artefak. Guru menyebutkan bahwa sebelum kunjungan, siswa cenderung kesulitan memahami materi sejarah karena sifatnya yang teoretis. Namun, setelah kunjungan, siswa menunjukkan peningkatan minat dan pemahaman terhadap materi. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 21-28 Kendala utama yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan outbound adalah keterbatasan waktu dan biaya. Namun, guru berhasil mengatasi hal ini dengan perencanaan yang matang, seperti membagi siswa ke dalam kelompok kecil untuk meningkatkan partisipasi mereka. Guru juga mencatat bahwa siswa yang biasanya pasif di kelas menjadi lebih aktif selama kegiatan outbound, terutama saat diskusi Selain itu, guru menyampaikan bahwa peran orang tua sangat penting dalam mendukung keberhasilan kegiatan outbound. Orang tua dilibatkan melalui komunikasi dan diskusi mengenai hasil kunjungan siswa di rumah. Guru juga menekankan perlunya evaluasi terus-menerus untuk meningkatkan efektivitas kegiatan outbound di masa depan. Hasil Angket Siswa Angket yang diberikan kepada siswa menunjukkan hasil yang positif. Sebagian besar siswa menyatakan bahwa kegiatan outbound membuat pembelajaran IPS lebih menarik dan menyenangkan. Berikut adalah beberapa temuan utama dari hasil angket: Pernyataan bahwa "pembelajaran di museum membantu memahami materi IPS lebih mudah" mendapatkan skor rata-rata 5,00, menunjukkan kategori "sangat Pernyataan tentang kemudahan mengingat materi setelah kunjungan juga mendapatkan skor tinggi . Pernyataan yang berkaitan dengan peningkatan motivasi belajar dan antusiasme siswa juga menunjukkan hasil yang sangat tinggi . Namun, beberapa aspek seperti kepercayaan diri siswa untuk berpendapat dan kemampuan memahami hubungan antara teori dan kenyataan menunjukkan skor yang lebih rendah, masing-masing 3,50 dan 3,20. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kegiatan outbound memberikan dampak positif secara keseluruhan, masih terdapat area yang memerlukan pengembangan lebih lanjut. Pembahasan Pengaruh Outbound terhadap Pemahaman Materi IPS Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan outbound secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi IPS. Hal ini sejalan dengan teori pembelajaran berbasis pengalaman yang menekankan pentingnya keterlibatan langsung dalam proses belajar. Museum sebagai sumber belajar memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengaitkan konsep-konsep IPS dengan artefak dan informasi yang nyata. Guru juga mencatat bahwa setelah kunjungan, siswa menjadi lebih tertarik untuk mempelajari materi sejarah dan budaya. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman langsung di museum dapat mengubah persepsi siswa terhadap IPS, dari mata pelajaran yang membosankan menjadi sesuatu yang menarik dan relevan dengan kehidupan Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 21-28 Peningkatan Motivasi dan Keterlibatan Siswa Kegiatan outbound juga berhasil meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Hasil angket menunjukkan bahwa siswa merasa lebih termotivasi untuk belajar IPS setelah mengikuti kegiatan outbound. Motivasi ini terlihat dari antusiasme siswa selama kunjungan dan diskusi kelompok. Namun, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa beberapa siswa masih menghadapi kesulitan dalam menghubungkan pengalaman di museum dengan konsep teoretis yang dipelajari di Hal ini mengindikasikan perlunya bimbingan tambahan dari guru untuk membantu siswa membuat koneksi antara pengalaman dan teori. Kendala dan Solusi dalam Pelaksanaan Outbound Beberapa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan outbound meliputi keterbatasan waktu, biaya, dan koordinasi dengan pihak museum. Namun, guru berhasil mengatasi kendala ini dengan melakukan perencanaan yang matang, seperti menyusun jadwal yang jelas, membagi siswa ke dalam kelompok kecil, dan memberikan penjelasan awal sebelum kunjungan. Guru juga mencatat bahwa melibatkan siswa dalam perencanaan kegiatan dapat meningkatkan partisipasi mereka. Dengan memberikan tanggung jawab kepada siswa untuk menyusun laporan atau presentasi kelompok, siswa menjadi lebih terlibat dan merasa memiliki pengalaman belajar tersebut. Rekomendasi untuk Pengembangan Kegiatan Outbound Berdasarkan hasil penelitian, beberapa rekomendasi untuk pengembangan kegiatan outbound adalah: Pemanfaatan Teknologi: Guru dapat memanfaatkan teknologi, seperti aplikasi pembelajaran atau video interaktif, untuk mendukung pengalaman siswa di . Evaluasi Berkala: Guru perlu melakukan evaluasi rutin terhadap kegiatan outbound untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan. Pelatihan Guru: Guru perlu diberikan pelatihan untuk merancang dan mengelola kegiatan outbound secara efektif. Kolaborasi dengan Orang Tua: Sekolah dapat melibatkan orang tua secara lebih aktif dalam mendukung kegiatan outbound, misalnya dengan menyediakan informasi tentang tujuan pembelajaran dan hasil yang diharapkan. Dampak Kegiatan Outbound terhadap Hasil Belajar IPS Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan outbound memberikan dampak positif yang signifikan terhadap hasil belajar IPS siswa. Siswa yang sebelumnya merasa kesulitan memahami materi sejarah kini lebih percaya diri dalam menjawab pertanyaan dan berdiskusi tentang materi tersebut. Guru mencatat peningkatan dalam nilai tugas dan hasil ujian siswa setelah kunjungan ke museum. Namun, penelitian ini juga menunjukkan bahwa dampak kegiatan outbound dapat Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 21-28 bervariasi tergantung pada karakteristik siswa. Beberapa siswa yang introvert atau kurang percaya diri mungkin memerlukan pendekatan yang lebih personal untuk memaksimalkan manfaat dari kegiatan outbound. Kegiatan outbound ke museum terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa. Dengan menghadirkan pengalaman nyata, siswa tidak hanya lebih memahami materi, tetapi juga merasa lebih termotivasi untuk belajar. Namun, untuk memastikan keberhasilan kegiatan outbound, diperlukan perencanaan yang matang, pelibatan aktif siswa, serta dukungan dari orang tua dan pihak sekolah. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan outbound ke museum memberikan dampak yang sangat positif terhadap pembelajaran IPS siswa kelas IV B SD Islam Darul Mustafa. Kegiatan ini berhasil menciptakan pengalaman belajar yang konkret dan menarik, sehingga siswa lebih mudah memahami konsep-konsep abstrak dalam IPS, khususnya materi sejarah dan budaya. Museum sebagai lokasi outbound berperan penting sebagai sumber belajar yang kaya informasi, memungkinkan siswa menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan kenyataan yang mereka alami secara langsung. Selain itu, kegiatan outbound juga berhasil meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Mayoritas siswa merasa pembelajaran di museum lebih menyenangkan, mudah dipahami, dan membantu mereka mengingat materi. Namun demikian, terdapat beberapa aspek yang masih perlu pengembangan, seperti meningkatkan kepercayaan diri siswa untuk berpendapat dan memperdalam pemahaman mereka tentang hubungan antara teori dan kenyataan. Berdasarkan temuan ini, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan studi dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan berbagai lokasi outbound agar hasil yang diperoleh lebih generalis dan komprehensif. Selain itu, pengintegrasian teknologi, seperti augmented reality atau aplikasi pembelajaran interaktif, dapat dipertimbangkan untuk mendukung pengalaman siswa selama kegiatan outbound. Penelitian lebih lanjut juga perlu mengkaji dampak jangka panjang kegiatan outbound terhadap kemampuan kognitif, afektif, dan sosial siswa. Model pembelajaran hybrid yang menggabungkan kegiatan outbound dengan pembelajaran berbasis proyek di kelas juga dapat menjadi fokus menarik untuk dikembangkan. Kolaborasi antara guru, siswa, orang tua, dan pihak museum sangat penting untuk memastikan keberhasilan kegiatan ini di masa mendatang. Dengan demikian, kegiatan outbound dapat menjadi metode pembelajaran yang inovatif dan efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar. DAFTAR PUSTAKA