I Gusti Ngurah Made Gede Suwarya1. I Kadek Widiana2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2024 UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AGAMA HINDU DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STAD KELAS IV SD/AWP SUAR DWIPA GIRI MEKAR TAHUN AJARAN 2022/2023 I Gusti Ngurah Made Gede Suwarya1. I Kadek Widiana2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 1,4Pendidikan Guru Sekolah Dasar. ITP Markandeya Bali Bangli. Indonesia 2Pendidikan Agama Hindu. Universitas Hindu Indonesia Denpasar. Indonesia 3Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. ITP Markandeya Bali Bangli. Indonesia madeparta74@gmail. Abstrak Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar tahun ajaran 2022/2023. Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Agama Hindu siswa kelas IV SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar yang berjumlah 35 orang siswa. Sedangkan objek penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar Agama Hindu. Metode pengumpulan data data dalam penelitian ini adalah tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik diskriptif kualitatif dengan criteria keberhasilan 82,8%. Hasil post tes siklus I menunjukan nilai rata-rata 64,2 dengan ketuntasan belajar 51,4%. Hasil siklus II dengan rata-rata 71,7 dengan ketuntasan belajar mencapai 82,8%. Temuan yang diperoleh dengan model pembelajaran STAD membuat siswa lebih aktif meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan demikian, model pembelajaran STAD mampu meningkatkan hasil belajar Agama Hindu siswa kelas IV SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar. Kabupaten Karangasem, tahun ajaran 2022/2023. Kata kunci : STAD. Hasil Belajar. Agama Hindu Abstract This research was conducted in class IV SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar in the 2022/2023 school The purpose of this class action research is to determine the improvement of Hinduism learning outcomes of grade IV SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar students by applying the STAD type cooperative learning model. The subjects of this study were fourth grade students of SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar, totaling 35 students. While the object of this research is the improvement of Hinduism learning outcomes. The data collection method in this study was a test. The data obtained was analyzed with qualitative descriptive techniques with a success criteria of 82. The results of the first cycle post test showed an average score of 64. 2 with 51. 4% learning completeness. The results of cycle II with an average of 71. 7 with learning completeness reached 82. The findings obtained with the STAD learning model make students more active in improving student learning Thus, the STAD learning model is able to improve the learning outcomes of Hinduism of fourth grade students of SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar. Karangasem Regency, 2022/2023 academic year. Keywords : STAD. Learning Outcomes. Hinduism PENDAHULUAN Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Gusti Ngurah Made Gede Suwarya1. I Kadek Widiana2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2024 Dalam Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 3 dinyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah berkembangnya potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional tersebut maka setiap satuan pendidikan yang berkewajiban menyelenggarakan proses pembelajaran yang bermutu dan berkualitas guna tercapainya tujuan pendidikan. Peningkatan pendidikan memang sangat penting dilakukan dalam pembentukan sumber daya manusia. Masalah peningkatan mutu pendidikan sangat erat dan tidak lepas dari proses pembelajaran, sehingga guru harus mampu menjadi fasilitator dan motivator sehingga tercipta proses pembelajaran yang kondusif dan efektif. Untuk itu guru bertanggung jawab penuh pada pelaksanaan pembelajaran di kelas, dan guru harus pandai meramu berbagai komponen pembelajaran yang antara lain bisa memilih model pembelajaran yang tepat pada setiap materi yang ada pada kurikulum, termasuk dalam hal ini adalah materi pelajaran Agama Hindu Agama Hindu merupakan program untuk menanamkan dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap siswa. Selain itu proses pembelajaran Agama Hindu menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi. Pembelajaran Agama Hindu hendaknya dirancang sedemikian rupa sehingga siswa merasa senang, gembira, dan tidak merasa tertekan atau terpaksa. Selain itu, pembelajaran Agama Hindu hendaknya dapat menjadikan siswa aktif, baik secara fisik maupun mental. Pembelajaran yang dirancang agar selalu memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi siswa untuk mengoptimalkan dan memanfaatkan semua inderanya untuk belajar dengan mengaktifkan komunikasi, kerja sama, serta kolaborasi dengan siswa yang lain. Hal tersebut akan memperkuat rekaman memori di otak siswa, mempermudah dan mempercepat siswa memahami sesuatu, meningkatkan keterampilan siswa, serta meningkatkan sikap positif siswa terhadap mata pelajaran Agama Hindu. Namun, pada kenyataannya pembelajaran Agama Hindu di sekolah saat ini masih belum sesuai dengan harapan yaitu hasil belajar Agama Hindu siswa rendah. Sebagian nilai pelajaran Agama Hindu masih dibawah KKM. Nilai KKM pelajaran Agama Hindu untuk kelas IV adalah 75. Hal ini terlihat pada ulangan harian siswa. Adapun faktor-faktor yang menjadi penyebabnya yaitu: . kurangnya minat membaca pada siswa, . cara belajar siswa masih seperti mendengarkan, mencatat dengan teliti tanpa dituntut untuk memahaminya dan mencoba menyelesaikan soal sebagai mana yang dicontohkan oleh guru, . siswa kurang antusias untuk mengikuti pelajaran Agama Hindu bahkan menganggap bahwa mata pelajaran Agama Hindu sebagai mata pelajaran yang paling membosankan, . masih menekankan pada konsep-konsep yang terdapat di dalam buku dan kurangnya pemecahan masalah yang berkaitan dengan bidang studi atau lingkungan sekitar, . pembelajaran masih terpusat pada guru dan . kurangnya pengetahuan, pengalaman, dan keengganan pendidik menerapkan model pembelajaran yang inovatif dalam pembelajaran Agama Hindu di kelas. Masalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Agama Hindu tersebut perlu dicarikan suatu solusi. Dalam hal ini diperlukan perubahan paradigma guru, dalam artian merubah cara mengajar guru dari yang cenderung berpusat pada guru . eacher centere. menjadi model pembelajaran yang lebih inovatif. Sejalan dengan hal tersebut, model pembelajaran inovatif diharapkan dapat menarik minat siswa untuk mempelajari Agama Hindu dan dapat mendorong siswa untuk lebih berperan aktif dalam belajar, sehingga berdampak pada hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Model pembelajaran yang sesuai dengan masalah tersebut adalah model pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisio. Model ini mendorong siswa lebih Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Gusti Ngurah Made Gede Suwarya1. I Kadek Widiana2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2024 berperan aktif dalam belajar serta tetap dalam bimbingan guru untuk keefektifan dari proses Adapun kelebihan yang dimiliki oleh model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah proses pembelajarannya yang menarik dan dapat mendorong siswa untuk dapat aktif dalam proses pembelajaran karena pembelajaran tidak monoton menggunakan ceramah sehingga suasana tidak menegangkan selain itu siswa lebih semangat belajar karena suasana pembelajaran berlangsung menyenangkan dan dapat melatih kerjasama. Untuk solusi permasalahan tersebut maka peneliti merencanakan penelitian tindakan kelas dengan judul AuUpaya Meningkatkan Hasil Belajar Agama Hindu Siswa Kelas IV melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achivement Devision (STAD) di SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar Tahun Ajaran 2022/2023Ay. Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Agama Hindu siswa kelas IV SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. METODE Penelitian yang dilakukan merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, maka penelitian ini menggunakan model kemmis & taggart, yaitu suatu rangkaian langkah yang terdiri atas empat langkah, yaitu . perencanaan, . pelaksanaan tindakan, . observasi, . Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang digambarkan sebagai Gambar 1. Model Penelitian Menurut Kemmis & Taggart . 8:5, dalam Hartiny, 2010:. Penelitian ini dilakukan di kelas IV SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar Semester Genap tahun ajaran 2022/2023. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar pada semester genap tahun ajaran 2022/2023, yang berjumlah 35 orang terdiri dari 18 orang siswa laki-laki dan 17 orang siswi perempuan. Sedangkan objek penelitian tindakan kelas ini adalah peningkatan hasil belajar Agama Hindu siswa kelas IV SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar tahun ajaran 2022/2023. Prosedur penelitian ini yaitu prosedur penelitian dirancang atas dua siklus yaitu siklus . siklus pertama . kali pertemua. siklus kedua . kali pertemua. Hal-hal penting yang dilakukan pada siklus tersebut antara lain: Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Gusti Ngurah Made Gede Suwarya1. I Kadek Widiana2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2024 Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, yaitu data belajar siswa pada mata pelajaran Agama Hindu. Data yang terkumpul berupa data kuantitatif ini didiagnosis dengan perhitungan persentase. Teknik ini digunakan untuk memperoleh gambaran umum mengenai peningkatan hasil belajar siswa, dalam hal ini siswa kelas IV SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar. Data kuantitatif diperoleh dengan mengadakan tes setiap akhir siklus. Rumus Menghitung Nilai Individu Siswa Rumus yang digunakan untuk menghitung hasil belajar siswa secara individu adalah sebagai NA = SHT SMI Astawa . alam Widiadnyana, 2011:. Keterangan : = Nilai Akhir SHT = Skor Hasil Tes SMI = Skor Maksimal Ideal Adapun data hasil perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel 3. 1 di bawah ini. Rumus Menghitung Rata-rata tentang Hasil Belajar Selanjutnya data hasil belajar dianalisis untuk menghitung angka rata-rata (Mea. secara Rumus untuk menghitung angka rata-rata (Mea. digunakan rumus sebagai berikut. EuX (Agung, 2005. Keterangan: = rata-rata OcX = jumlah skor siswa = banyaknya data/ jumlah siswa . Rumus Menghitung Persentase Hasil Belajar Setelah dilakukan analisis data seperti di atas, maka dilakukan analisis untuk menentukan tingkatan tinggi rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Agama Hindu yang dikonversikan ke dalam Penilaian Acuan Patokan (PAP) skala lima. Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung persentase rata-rata hasil belajar adalah sebagai berikut. E M E E SMI E x100% E M (%) = E (Agung, 2005:. Keterangan: M (%) = Rata-rata persen = Rata-rata skor SMI = Skor Maksimal Ideal Rentang Nilai Tabel 1. Kriteria Hasi Belajar Predikat Sangat Baik Baik Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Gusti Ngurah Made Gede Suwarya1. I Kadek Widiana2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2024 Cukup Perlu Bimbingan Kriteria keberhasilan pada penelitian tindakan kelas ini adalah: 1. Terlaksananya pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick sesuai dengan yang Siswa dianggap sudah berhasil apabila siswa sudah mampu memperoleh nilai sesuai dengan KKM atau lebih yaitu 75. Secara klasikal, siswa dinyatakan tuntas apabila hasil belajar mencapai criteria cukup yang berada dalam persentase 65% atau lebih. Namun apabila criteria belum tercapai, maka dilanjutkan pada siklus berikutnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada pelaksanaan siklus I dan siklus II, tahap-tahap tersebut telah dilaksanakan dan telah memberikan perbaikan yang positif dalam diri siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran Agama Hindu di kelas, misalnya siswa yang semula pasif dalam belajar menjadi lebih aktif dan siswa dalam menyelesaikan soal tes tidak ada lagi yang bekerja sama dengan teman karena siswa sudah yakin dengan kemampuannya sendiri untuk mengungkapkan pendapat. Perubahan positif pada keaktifan siswa berdampak pula pada hasil belajar dan ketuntasan belajar. Peningkatan hasil belajar dan ketuntasan belajar siswa disajikan dalam tabel berikut: No Urut Siswa Tabel 2. Perbandingan Tes Awal. Siklus I, dan Siklus II Tes Awal Siklus I Siklus II Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Gusti Ngurah Made Gede Suwarya1. I Kadek Widiana2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2024 Tabel 3. Rekaitulasi Hasil Penelitian Tes Awal. Siklus I, dan Siklus II Kriteria Tes Awal Siklus I Rata-rata kelas Peserta didik tuntas belajar 51,4% Peserta didik belum tuntas belajar 48,5% 17,1% Siklus II Berdasarkan analisis data dari awal sampai akhir tindakan pada penelitian ini ada hal bermakna yang diperoleh. Hal ini dimaksud adalah meningkatnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Agama Hindu di kelas IV SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar. Hasil pembelajaran siswa menjadi meningkat dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Hal ini terlihat dari peningkatan dari ketuntasan belajar dari data awal sampai akhir siklus. Pada data awal adalah 51,4% kemudian pada tindakan siklus I meningkat menjadi 82,8%. selajutnya pada tindakan siklus II meningkat menjadi 100%. Walaupun penelitian ini menyatakan bahwa model pembelajaran STAD dapat meningkatkan hasil belajar Agama Hindu, namun masih memiliki sejumlah kekurangan antara lain: . penelitian ini hanya dilaksanakan pada satu kelas saja, sehingga perlu dilakukan di kelas yang lain. waktu penelitian juga cukup singkat mengingat siswa banyak kegiatan untuk menyambut hari kemerdekaan RI, sehingga diperlukan waktu yang lebih lama untuk meningkatkan penelitian sejenis. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Belajar adalah suatu proses aktif yang dilakukan oleh siswa dengan jelas (Rami 2. Upaya meningkatkan kreativitas dan aktivitas dalam melakukan kegiatan pembelajaran, maka pengadaan alat peraga harus ditingkatkan dengan cara Memanfaatkan bendaAebenda yang ada disekitar siswa. Menggunakan alat peraga model kebudayaan Indonesia. Teori cooperative learning disebutkan bahwa proses belajar terjadi dengan adanya keterlibatan pribadi, inisiatif diri dan evaluasi diri (Suyadnya 2. Teori ini menyimpulkan bahwa belajar harus dilakukan oleh siswa, sedangkan guru hanya sebagai Maka pemilihan metode demonstrasi sangatlah tepat untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD meningkatkan keberanian siswa dalam mengutarakan pandapat. Pendekatan cooperative learning akan memberikan kesempatan pada anak untuk memiliki keberanian dalam mengutarakana pendapat (Kari Dalam hal ini diharapkan tutor sebaya mampu membimbing temannya dalam melakukan percobaan. Mengajar teman sebaya . er teachin. merupakan salah satu cara untuk mematangkan penguasaan siswa terhadap suatu pelajaran tertentu (Rami 2. Dalam pelaksanaan mengajar teman sebaya, fungsi guru lebih difokuskan sebagai fasilitator dan motivator untuk memberikan penguatan. Hubungan yang bersifat membantu merupakan upaya guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif akan terjadinya pemecahan masalah dan pengembangan diri peserta didik. Temuan ni diperkuat dengan temuan penelitian sebelumnya yang menyatakan model kooperatif tipe student teams achievement divisions pada pembelajaran jarak jauh untuk meningkatkan konsentrasi dan hasil belajar siswa (Sulistiawan. Numertayasa, and Kusuma 2. Model student teams achievement divisions (STAD) berbantuan media mind mapping dapat meningkatkan hasil belajar (Putu et Model pembelajaran student teams achievement division berbantu media puzzle efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa (Numertayasa et al. Namun, penelitian ini memiliki kekurangan pada proses pembelajaran mata pelajaran Agama Hindu Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Gusti Ngurah Made Gede Suwarya1. I Kadek Widiana2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2024 dengan Bhuana Agung dan Bhuana Alit diantaranya guru kurang memberi pertanyaan kepada Implikasi penelitian ini diharapkan guru tetap menerapkan model pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif. Model pembelajaran kooperatif memiliki pengaruh yang positif dalam memperbaiki hubungan antar-kelompok dan rasa percaya diri siswa, sehingga tumbuh motivasi dalam diri siswa untuk mengulang kegiatan tersebut. Model pembelajaran ini sangat sesuai jika diterapkan pada kelas yang memiliki kemampuan heterogen, karena siswa yang kemampuannya kurang akan dibantu oleh siswa yang memiliki kemampuan baik pada saat kerja kelompok (Kusuma et al. Hasil belajar menunjuk pada perubahan struktur pengetahuan individu sebagai hasil dari situasi belajar. Hasil belajar beraneka ragam besarnya, baik yang menyangkut belajar fakta sederhana maupun keterampilan-keterampilan tehknis yang bersifat kompleks. Hasil belajar juga berbeda dalam kawasan isi, yang meliputi hasil belajar efektif dan keterampilan-keterampilan sosial, keterampilan-keterampilan motorik dan pengetahuan prosedural (Sulistiawan. Numertayasa, and Kusuma 2. Sehubungan dengan penggunaan model pembelajaran, seorang guru harus jeli . di dalam memilih model pembelajaran yang akan diterapkan di kelas. Dalam dunia pendidikan terdapat banyak model pembelajaran, namun tidak semua model pembelajaran ampuh untuk mencapai tujuan pembelajaran pada setiap kompetensi dasar. Suatu model pembelajaran hanya ampuh untuk suatu kompetensi dasar tertentu, namun di lain pihak kurang ampuh untuk mencapai tujuan pembelajaran pada kompetensi dasar yang lainnya. Hal ini sesuai dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Rami . bahwasannya model yang tepat untuk salah satu tujuan pengajaran . , atau bahan pengajaran belum tentu tepat untuk tujuan dan bahan pengajaran yang berbeda. Pemilihan model pembelajaran merupakan spesifik pada proses pembelajaran tertentu. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran Agama Hindu di kelas IV SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar, dengan menggunakan dua siklus, adapun tiap siklus dibagi dalam tiga kegiatan yaitu: . kegiatan awal, . kegiatan inti, . kegiatan akhir. Kegiatan awal meliputi: . Peneliti membuka pelajaran dan memeriksa daftar hadir siswa, . Menyampaikan tujuan pembelajaran, . Apersepsi. Kegiatan inti meliputi: . Peneliti menjelaskan materi secara garis besar, . Membagi siswa dalam 4 kelompok . Siswa berkumpul dengan kelompok masing-masing, . Membagikan lembar soal kepada setiap kelompok, . Berpikir bersama dalam mengerjakan soal kelompok, . Selesai siswa menyampaikan jawaban hasil kelompok peneliti mengevaluasi jawaban siswa. Kegiatan akhir: . Menyimpulkan hasil pembelajaran, . Pemberian soal tes akhir . ost tes. Peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran Agama Hindu mulai dari pre test, post test siklus I, post test siklus II mengalami peningkatan. Hal ini dapat diketahui dari rata-rata nilai siswa dari tes awal dengan rata-rata 64,2. Post test siklus I meningkat menjadi 71,7 dan pada post test siklus II meningkat lagi menjadi rata-rata 81,7. Selain itu peningkatan hasil belajar siswa juga dapat dilihat dari ketuntasan belajar siswa dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah adalah 75. Dilihat dari ketuntasan tes awal dengan persentase ketuntasan 51,4%, meningkat dari post test siklus I menjadi 82,8 n pada post test siklus II meningkat lagi menjadi 100%. DAFTAR RUJUKAN Astuti. Ni Putu Eni. I Wayan Suastra. Ida Bagus Arnyana, and I Komang Nada Kusuma. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Gusti Ngurah Made Gede Suwarya1. I Kadek Widiana2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2024 AuImplementation of Differentiated Learning To Improve Educational Science and Character Learning Outcomes of Elementary School Students. Ay JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajara. : 609. Kari. I G. AuUpaya Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Hindu Pada Siswa Kelas V Melalui Penerapan Pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD Di Sekolah A. Ay Journal of Education Action Research 7. : 68Ae77. https://ejournal. id/index. php/JEAR/article/view/52388https://ejournal. id/index. php/JEAR/article/download/52388/25281. Kusuma. I Komang Nada et al. AuLesson Study Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. Ay 7. : 192Ae200. Numertayasa. I Wayan. I Komang Nada. Ni Putu, and Eni Astuti. AuProfil Pelajar Pancasila Development of Strengthening Character Education Syllabus Based on Pancasila Student Profiles. Ay 5. : 97Ae108. Numertayasa. I Wayan. I Komang Nada Kusuma, and I Gede Agus Rediasa. AuPersepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Lesson Study Di Sd Negeri 6 Pempatan. Ay Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 8. : 4738Ae47. Putu. Ni et al. AuJurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Tersedia Secara Online Https://Ejournal. Undiksha. Ac. Id/Index. Php/JJPBS Implementasi Lesson Study Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas Iv Sd Negeri 6 Pempatan. Ay 12: 469Ae77. https://doi. org/10. 23887/jpbsi. Rami. Ni Wayan. AuPenggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Students Team Achievement Division (Sta. Sebagai Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Agama Hindu. Ay Journal of Education Technology 3. : 186. Sulistiawan. I Wayan Dedi. I Wayan Numertayasa, and I Komang Nada Kusuma. AuPenggunaan Bahan Bacaan Cerita Ogoh-Ogoh Bali Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Kelas 2 Sd Negeri 7 Pempatan. Ay 5. : 9Ae16. Suyadnya. Ida Bagus Gede. AuPenerapan Model Pembelajaran Students Team Achievement Division (Sta. Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Agama Hindu. Ay Jurnal Penjaminan Mutu 3. : 164. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka