PETITA. Vol. 4 No. 1 : 1 - 11 JUNI, 2022 P Ae ISSN : 2657 Ae 0270 E Ae ISSN : 2656 - 3371 https://journal. id/index. php/petita/index PENGARUH KELEMAHAN ALAT BUKTI TES URINE PADA KASUS NARKOTIKA THE EFFECT OF WEAKNESSES OF URINE TESTING EVIDENCES IN NARCOTICS CASES Parningotan Malau1. Rizki Tri Anugerah Bhakti2. Aulia Putri3 Prodi Ilmu Hukum. Fakutas Hukum. Universitas Riau Kepulauan. Fakultas Hukum. Universitas Muhammadiyah Surabaya pmalau0707@gmail. com, 2 rizki. ab@gmail. com, 3auliaputri5112@gmail. ABSTRAK Dalam menghadapi penyalahgunaan Narkotika, iperan iaparat ipenegak ihukum iterutama pihak ikepolisian isangatlah ipenting. iKetika isuatu iperistiwa iyang ididuga isebagai tindak pidana, maka iproses iselanjutnya iyaitu iproses penyidikan, yang mana proses ipenyidikan diatur idalam iKitab iUndang-Undang iHukum iAcara iPidana iuntuk mencari serta mengumpulkan ibukti. Berbicara tentang bukti, untuk imembuktian ibenar tidaknya iseseorang mengonsumsi inarkotika Menurut iPasal i75 ihuruf il iUndang-Undang Nomor i35 iTahun 2009 iTentang iNarkotika iada ibeberapa icara iuntuk imenentukan benar iatau itidak seseorang itelah imenggunakan inarkotika iyaitu idengan imelakukan ites urin, ites idarah, tes irambut, ites iasam idioksiribonukleat i(DNA). Permasalah yang terjadi masih tersangka atau pihak lain dapat mengurangi atau menghilangkan kandungan narkotika, terutama pada urine tersangka yang tentu saja mempengaruhi upaya penegakkan ihukum. Metode penelitian ini dilakukan dengan penelitian normative yuridis dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan kajian Penelitian menyimpulkan masih terdapat kelemahan ialat test-test, isarana idan ifasilitas dalam mengungkap ikasus-kasus inarkotika, karena dengan berbagai cara sesuai dengan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan iada isaja icara dari itersangka menurunkan atau menghilangkan ikandungan narkotika ipada iurine yang artinya tes urine. Karena itu disarankan, selain menyempurnakan alat-alat test, sarana dan fasilitas yang ada maka perlu terobosan dengan menggunakan teknik pengetesan lain agar kadar narkotika dari tersangka lebih akura. Kata Kunci: Narkotika, alat-alat test, urine, sarana dan fasilitas PETITA. Vol. 4 No. 1 : 1 - 11 JUNI, 2022 P Ae ISSN : 2657 Ae 0270 E Ae ISSN : 2656 - 3371 https://journal. id/index. php/petita/index ABSTRACT In dealing with narcotics abuse, the role of law enforcement officers, especially the police, is very important. When an event is suspected to be a criminal act, the next process is the investigation process, in which the investigation process is regulated in the Book of Laws and Criminal Procedure Code to seek and collect evidence. Talking about evidence, in order to prove whether or not someone is taking narcotics, according to Article i75 letter il i of Law Number i35 i of 2009 iAbout narcotics there are several ways to determine whether or not someone has used narcotics, do this test. Idioxyribonucleic acid i(DNA). Problems that occur are still suspects or other parties can reduce or eliminate narcotics content, especially in the suspect's urine which of course affects law enforcement efforts. This research method is carried out by normative juridical research with an approach to legislation and literature The study concludes that there are still weaknesses in test-testing tools, facilities and facilities in uncovering inarcotics cases, because in various ways in accordance with the development of science, there is only a way from suspects to reduce or eliminate narcotics content in urine, which means urine test. Therefore, it is recommended that in addition to perfecting the test equipment, existing facilities and facilities, it is necessary to make a breakthrough by using other testing techniques so that the narcotic levels of the suspect are more accurate. Keywords: Narcotics, test kits, urine, facilities and amenities PENDAHULUAN Narkotika imerupakan izat iyang idapat imenimbulkan iketergantungan ipada ipenggunanya iapabila idikonsumsi isecara iterus imenerus idan ihal iini isangat iSebab inarkotika iterbatas idalam ihal ipelayanan ikesehatan iserta ipengembangan iilmu ipengetahuan idan iteknologi isaja, isebagaimana itercantum ipada ipasal i7 iUndangUndang iNomor i35 iTahun i2009 itentang iNarkotika i(UUiNarkotik. , isehingga itidak isemua iorang idapat imengkonsumsi inarkotika isecara ibebas. iBukan ihanya ihal iitu isaja, ibahkan ipengadaan, iperedaran, iserta ibeberapa ihal ilainnya iterkait idengan inarkotika itelah idiatur itersendiri ioleh UU Narkotika itersebut. iHal iini iditujukan isupaya ipenggunaan inarkotika idapat idikendalikan idan imemiliki ipayung ihukum isehingga isetiap iorang iyang imelanggar iketentuan idalam UU iNarkotika Hari Sasangka. Narkotika dan Psikotropika dalam Hukum Pidana. Bandung: Mandar Maju, 2003, hlm. PETITA. Vol. 4 No. 1 : 1 - 11 JUNI, 2022 P Ae ISSN : 2657 Ae 0270 E Ae ISSN : 2656 - 3371 https://journal. id/index. php/petita/index itersebut idapat idiancam ihukuman iagar iterciptanya ikepastian ihukum idi idalam Peraturan perundang-undangan nasional pertama narkotika di Indonesia dimulai sejak Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1976 tentang Narkotika, kemudian terus mengalami penyempurnaan dengan ditebitkannya Undang-undang iTahun iTentang iNarkotika, dan terakhir idengan iUndang-undang itersebut itidak iberlaku isetelah idi iUndang-undang iNo. iTahun i2009 (UU Narkotik. iPengaturan iNarkotika idalam iUndang-undang iini imeliputi isegala ibentuk ikegiatan idan/atau iperbuatan iyang iberhubungan idengan iNarkotika idan iPrekursor iNarkotika. Ada ibeberapa ijenis igolongan dalam UU Narkotika iyaitu iNarkotika iGolongan iI, iGolongan i, idan iGolongan i. Badan Nasional Narkotika (BNN) isendiri iselain imempunyai itugas idan ikewenangan iyang isangat irelefan isebagai ipenyidik itindak ipidana ikejahatan inarkotika. iDisisi ilain imempunyai ikedudukan idan itempat ikedudukan iberdasarkan iPasal i64 iayat i. idan ayat . UU Narkotika disebutkan . Dalam irangka ipencegahan idan ipemberantasan penyalahgunaan idan iperedaran igelap iNarkotika idan Prekusor iNarkotika, idengan iundang-undang iini idibentuk Badan iNarkotika iNasional, iyang iselanjutnya idisingkat BNN. BNN isebagaimana idimaksud ipada iayat i. imerupakan lembaga inon ikementrian iyang iberkedudukan idi ibawah Presiden idan ibertanggung ijawab ikepada iPresiden. Masalah iIndonesia ibukanlah ihal iyang ibaru iterjadi, ihal itersebut isudah isangat imengkhawatirkan idimana isudah imasuk idalam isetiap ilapisan ikehidupan imasyarakat ikalangan ibawah ihingga ikalangan iatas. iHal itersebut idapat idilihat idari itingkat iekonomi iBiasanya iperedaran idan ipenyalahgunaan inarkotika iadalah ikota-kota ibesar. iKini iperedaran Widjaya. Masalah Kenakalan Remaja Dan Penyalahgunaan Narkotika. Bandung: Armiko, 1985. Pasal 64 No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika pada ayat . PETITA. Vol. 4 No. 1 : 1 - 11 JUNI, 2022 P Ae ISSN : 2657 Ae 0270 E Ae ISSN : 2656 - 3371 https://journal. id/index. php/petita/index inarkotika isudah isangat imeluas. iDapat idikatakan itidak iada idaerah iatau itempattempat iyang itidak iterlepas idari iperedaran idan ipenyalahgunaan inarkotika. Dalam imenghadapi iperedaran inarkotika iini, iperan iaparat ipenegak ihukum iterutama ipihak ikepolisian isangatlah ipenting. 5 iKepolisian isebagai ilembaga iyang imelakukan ipenyelidikan idan ipenyidikan. iKetika isuatu iperistiwa iyang ididuga ipenyidikan, iyang imana iproses ipenyidikan imerupakan iserangkaian itindakan ipenyidik idalam ihal idan imenurut icara iyang idiatur idalam iKitab iUndang-Undang iHukum iAcara iPidana (KUHP) untuk imencari iserta imengumpulkan ibukti, iyang idengan ibukti iitu imembuat iterang itentang itindak ipidana iyang iterjadi idan iguna imenemukan itersangkanya iyang isalah isatu ibuktinya iadalah ites iurin. 6 iNamun iyang imenjadi ipermasalahan iadalah idalam ipengungkapan isuatu ikasus iternyata itidak iada ibukti ilain idan ihanya idapat idilakukan ites iurin isaja. iDalam ihal iini ipatut idipertanyakan iefektifitas ialat ibukti ites iurin idalam ipengungkapan ikasus inarkotika, iapakah idapat iberdiri isendiri iatau iharus idiikuti idengan ialat ibukti iyang ilain. Hal ini sangat penting karena berhubungan langsung dengan upaya penegakan hukum, mulai dari penyidikan, pentutan, dan pasti akan mempengaruhi putusan hakim PEMBAHASAN Dalam irangka imencari idan imenemukan ikebenaran imateril, ihukum iacara ipidana imengenal idua itahap ipemeriksaan. iPemeriksaan ipendahuluan imerupakan itahap iawal idari isuatu iproses iperkara ipidana, iyang imenurut iKUHAP isekarang iterutama idilakukan ioleh ipihak ikepolisian. iPemeriksaan iterakhir idilakukan idi imuka ipengadilan iyang iterbuka iuntuk iumum iguna imenentukan isalah itidaknya Leden Marpaung. Azas-Teori-Praktik Hukum Pidana. Jakarta: Sinar Grafika, 2008, hlm. Heriadi Willy. Berantas Narkoba Tak Cukup Hanya Bicara (Tanya Jawab & Opin. Kedaulatan Rakyat. Yogyakarta: GRANAT. UII Press, 2005, hlm. Soedjono Dirdjosisworo. Hukum Narkotika Indonesia. Bandung. PT. Citra Aditya Bakti, 1990, hlm. PETITA. Vol. 4 No. 1 : 1 - 11 JUNI, 2022 P Ae ISSN : 2657 Ae 0270 E Ae ISSN : 2656 - 3371 https://journal. id/index. php/petita/index iseorang iyang didakwa itelah imelakukan isuatu itindak ipidana. 7 iSecara iyuridis pembuktian ijuga imerupakan iketentuan iundang-undang ialat-alat ibukti yang imembuktikan ikesalahan iyang ididakwakan. Alat-alat ibukti isah imenurut iPasal i184 iKUHAP, iialah: Keterangan isaksi . Keterangan iahli . Surat . Petunjuk . Keterangan iterdakwa. Di idalam isuatu iperkara inarkotika iuntuk imembuktian ibenar itidaknya iseseorang imengonsumsi inarkotika idilakukan ioleh idokter iahli imelalui igejala iindikator-indikator imengonsumsi inarkotika idan idibantu idengan ipemeriksaan ilaboratorium. iDalam isuatu ioperasi iatau irazia iterhadap ipenyalahgunaan inarkotika iyang idilakukan ioleh ipara ipihak iberwenang ibiasanya itarget imereka iadalah irumah ihiburan imalam. iPemeriksaan iyang imelibatkan idokter ispesialis iforensik iterhadap iseorang iatau ibeberapa iorang iyang ididuga imenggunakan inarkotika idengan icara imelakukan idiperlukan iakan idilanjutkan idengan ipemeriksaan ilaboratorium, ihal iini idiperlukan ikarena ipada iumumnya iyang idideteksi idalam iurin iadalah ilimbah/metabolitnya isaja idalam ihal iini iamphetamine. Menurut iPasal UU Narkotika imenentukan ibenar iatau itidak iseseorang itelah imenggunakan inarkotika iyaitu idengan imelakukan ites iurin, ites idarah, ites irambut, ites iasam idioksiribonukleat i(DNA). iakan itetapi ipada ipenerapannya ipihak iyang iberwenang idalam imenangani Siswantoro Sunarso. Penegakan Hukum Psikotropika dalam Kajian Sosiologi Hukum. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2004, hlm. Natangsa Surbakti. Buku Pegangan Kuliah. Hukum Pidana Khusus. Surakarta: UMS Press, 2005, hlm. Hadiman. Narkoba. Menguak Misteri Maraknya Narkoba di Indonesia. Jakarta: Badan Kerjasama Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama (Bersam. , 2016, hlm. PETITA. Vol. 4 No. 1 : 1 - 11 JUNI, 2022 P Ae ISSN : 2657 Ae 0270 E Ae ISSN : 2656 - 3371 https://journal. id/index. php/petita/index iperkara inarkotika ilebih isering imenggunakan ites iurin iuntuk imenentukan ibenar iatau itidak iseseorang itelah imenggunakan inarkotika. 10 iTes iurin, ites idarah, ites i(DNA), iperkembangan iilmu ipengetahuan idan iteknologi iuntuk imembuktikan iada itidaknya ikandungan inarkotika idi idalam itubuh iseseorang iatau ibeberapa iorang. iDari ipenjelasan idi iatas, ibahwa iperan ites iurin idalam iupaya ipembuktian isuatu iperkara itindak ipidana ipenyalahgunaan inarkotika isangat ipenting iuntuk idilakukan iagar idapat imembantu ipenyidik idalam iproses ipemeriksaan idan imenetapkan iSerta ibagaimana ihasil ites iurin ibisa imenjadi ialat ibukti isah imenurut iPasal i184 iKUHAP idalam ipembuktian iperkara ipenyalahgunaan inarkotika, idan ibagaimana ipandangan ihukum iIslam iterhadap ipenggunaan ihasil ites iurin isebagai ialat ibukti iSelanjutnya imenghantarkan iseorang iyang idisangka itelah imenyalahgunakan inarkotika itersebut idapat idi iproses ilebih ilanjut isesuai idengan ihukum iyang iberlaku. Bahwa ites iurine iini isangatlah ipenting iuntuk idilakukan iterhadap itersangka iuntuk imenentukan ibenar iatau itidak iseseorang itelah imenggunakan inarkotika, isehingga ites iurine iini iharus idilakukan. iSeandainya ites iurine iini itidak idilakukan imaka iberkas iacara ipemeriksaan idari ipenyidik iyang idilimpah ike iKejaksaan imengembalikan iberkas itersebut ikarena idianggap ibelum ilengkap, iyang imenjadi ipermasalahan iyaitu iapabila iberkas idikembalikan ikarena itidak imelampirkan ihasil ites iurine isehingga ipenyidik iakan imelakukan ites iurine iterhadap itersangka, iakan itetapi iurine idari itersangka itidak idapat ilagi imenentukan ibenar iatau itidak ikelemahan iyaitu idalam ijangka iwaktu itertentu iurine iini iakan inetral idengan isendirinya isehingga ihasil ites iurine itersebut iakan inegatif. 11 iOleh ikarena iitu idalam itahap ipenyidikan, ipenyidik iharus imelakukan ites iurine, iwalaupun ihasil Abidin. Narkotika Membawa Malapetaka bagi Kesehatan. Bandung: Sinergi Pustaka Indonesia, 2007. Arief Hakim . Bahaya Narkotika Alkohol. Bandung: Nuansa, 2004, hlm. PETITA. Vol. 4 No. 1 : 1 - 11 JUNI, 2022 P Ae ISSN : 2657 Ae 0270 E Ae ISSN : 2656 - 3371 https://journal. id/index. php/petita/index idari ites iurine itersebut inantinya inegatif itetap iakan idilampirkan idalam iberkas iacara ipemeriksaan isebelum idilimpahkan ike iKejaksaan. Pada ipraktiknya isebenarnya iyang imenjadi ipermasalahan iyaitu iapabila ipihak ipenyidik iketika imenangkap iseseorang iyang ididuga imenyalahgunakan inarkotika itapi isaat ipenyidik imelakukan ipenangkapan ipenyidik itidak idapat imemukan ibarang ibukti, ibaik iitu iberupa ibarang ibukti inarkotika idan/atau ialat-alat iyang idipergunakan iuntuk imengonsumsi inarkotika, itetapi iketika idilakukan ites iurine, ites iurine idari iterperiksa itersebut ipositif imenggunakan inarkotika idan ikarena ibarang ibukti itidak iditemukan imaka ipihak ipenyidik ihanya iakan imelakukan ipenahanan isaja isambil imencari ibarang ibukti iuntuk imemperkuat ialasan ipenyidik iuntuk imelimpahkan ikasus itersebut ike iKejaksaan ikarena imenurut iresponden ites iurine iini ihanya isebagai ialat ibukti ipetunjuk iyang isifatnya ihanya ipelengkap. iApabila ibarang ibukti itidak iditemukan imaka ipihak ipenyidik itidak iakan imelimpahkan iperkara itersebut ike iKejaksaan ikarena ihal itersebut iterlalu iberesiko itinggi, imaksudnya iberesiko itinggi iyaitu iberkemungkinan ibesar iberkas iyang idilimpahkan ike iKejaksaan iakan iterus idikembalikan iuntuk idilengkapi isampai iakhirnya iberkas itersebut idinyatakan itidak ilengkap i(SP. , idan iseandainyapun iditemukannya ibarang ibukti inarkotika imaka iberkemungkinan ibesar iterdakwa ihanya iakan idirehabilitasi isaja iatau ibisa isaja ibebas. Terdapat i ibeberapa ihal iyang imenjadi ifaktor ipenghambat iproses ipembuktian idalam iperkara inarkotika idengan imenggunakan ihasil ites iurine iyaitu: Kurang iakuratnya ihasil iters iurine Maksudnya isulit iuntuk imembuktikan iyaitu ipersentase idari keakuratan ites iurine iini ipaling irendah ibila idibandingkan dengan itestes ilainnya iseperti ites irambut iataupun ites iDNA yang imana ipersentase idari iTes irambut iatau ites iDNA iini bisa imencapai i100 i% isehingga idapat idisimpulkan ibahwa ites urine isusah iuntuk imembuktikan iseseorang ibenar iatau itidak telah imenggunakan inarkotika. iKurang iakuratnya idari ites urine ini isehingga PETITA. Vol. 4 No. 1 : 1 - 11 JUNI, 2022 P Ae ISSN : 2657 Ae 0270 E Ae ISSN : 2656 - 3371 https://journal. id/index. php/petita/index imembuktikan iyaitu isusah iuntuk menentukan iapakah itersangka isebagai ipengedar iatau ipemakai dan/atau ipengedar idan ipemakai. Tes iUrine icepat ihilang i Maksudnya icepat ihilang iyaitu iurine idari iseseorang iyang menggunakan inarkotika iitu idapat iseteril iatau ihilang idengan sendirinya idalam ikurun iwaktu i2-3 ihari isehingga iapabila melakukan ites iurine iterhadap iseseorang iyang itelah menggunakan inarkotika ilebih idari i2 ihari imaka berkemungkinan ibesar iurine idari iorang itersebut inegatif menggunakan inarkotika. Tes iurine imudah idimanipulasi Maksudnya iyaitu iapabila ites iurine iterperiksa inegatif ikarena telah iada menghilangkan/menetralisir isedangkan ibarang ibukti itidak ditemukan imaka ipihak ipenyidik inantinya itidak iberhak iuntuk menangkap itersangka idan iperkara itersebut inantinya itidak akan sampai idi iKejaksaan iNegeri ipadahal itersangka itersebut benar menggunakan inarkotika itetapi itidak iterbukti iakibat ilemahnya tes iurine iini. Sulit iuntuk imenentukan isebagai ipengedar iatau ihanya menyimpan Maksudnya iyaitu iapabila ites iurine inegatif iakan itetapi ibarang bukti iditemukan imaka ipenyidik iakan isulit imenentukan apakah tersangka itersebut isebagai ipengedar iatau ihanya imenyimpannya saja. Tidak iada ialat-alat ites ilainnya pabila ibisa imemilih ites iapa iyang iakan idigunakan iuntuk menentukan ibenar iatau itidak iseseorang imenggunakan narkotika maka ipihak ikejaksaan ilebih imemilih iuntuk imenggunakan ites rambut iatau ites idarah. ibahwa ites imenggunakan narkotika dalam ikurun iwaktu i6-12 ibulan isedangkan ites idarah idibawah 6 ibulan. iSangat ibertolak ibelakang idengan ites iurine iyang hanya ibisa i76 imenentukan ibenar iatau itidak iseseorang menggunakan inarkotika idalam ikurun iwaktu ihanya i1 iminggu saja. iApabila ites iurine idari itersangka inegatif itetapi idengan petunjuk-petunjuk iyang iditemukan PETITA. Vol. 4 No. 1 : 1 - 11 JUNI, 2022 P Ae ISSN : 2657 Ae 0270 E Ae ISSN : 2656 - 3371 https://journal. id/index. php/petita/index ilebih imemberatkan tersangka sebagai ipengguna imaka inantinya idapat ijuga idilakukan itestes lainnya iseperti itesrambut, ites iDNA, iatau ites-tes ilainnya. Bahwa idengan iadanya ihal itersebut idiatas itentu iakan iberpengaruh ipada iJaksa iPenuntut iUmum iJaksa iPenuntut iUmum imeroformulasikan idakwaan idan ituntutannya isedetail imungkin ikhususnya ibila idalam iperkara itersebut ihanya iada ihasil ites iurine. iBahwa idi idalam iUndangUndang iNomor i35 iTahun i2009 iTentang iNarkotika iterdapat ipasal-pasal idengan iancaman ipidana iyang itinggi idan ijuga iada ipasal-pasal idengan iancaman ipidana iyang irendah, icontoh iseperti ipada iPasal i111, i112, idan i114 iterdapat iancaman ipidana idengan ipidana ipenjara iminimal i4-5 itahun iditambah idengan idenda iminimal idelapan iratus ijuta irupiah, isedangkan ipada iPasal i127 iyang ipada ipokoknya iyaitu imenyalahgunakan idiancam ipidana idengan ipidana ipenjara iyang itidak iada ibatas iminimalnya idan itidak iada idenda isehingga iterkadang ibagi iterdakwa iyang idiancam idengan ipasal iini ihanya idiberikan iputusan ipidana idibawah i1 itahun. iBagi iterdakwa iyang iakan idikenakan iPasal i127 iharus iada ihasil ites iurine iyang imenyatakan iurine iterdakwa itersebut ipositif imenggunakan inarkotika, isehingga iinilah iyang imenjadi ihambatan ibagi iaparat ipenegak ihukum iuntuk imengoptimalkan ites iurine iini isebagai ialat ibukti idalam isistem ipembuktian itindak ipidana ipenyalahgunaan inarkotika KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Bahwasannya iyang imenjadi ifaktor ipenghambat ipembuktian itindak ipidana inarkotika idengan imenggunakan ihasil ites iurine isebagai ialat ibukti iyaitu iterletak ipada ifaktor isarana iatau ifasilitas iyang imendukung ipenegakan ihukum ikarena ipada ihakekatnya ihasil idari ites iurine, ites irambut iatau ites idarah iini isama-sama iakan imenjadi ialat ibukti isurat itetapi ipada iprakteknya iada isaja icara idari itersangka imencoba imenghilangkan ikandungan inarkotika ipada iurinenya. iBerarti ites iurine iini imemiliki ikelemahan, sehingga harus s imelakukan ites-tes ilainnya PETITA. Vol. 4 No. 1 : 1 - 11 JUNI, 2022 P Ae ISSN : 2657 Ae 0270 E Ae ISSN : 2656 - 3371 https://journal. id/index. php/petita/index iuntuk imengetahui ibenar iatau itidak iseseorang imenggunakan inarkotika iseperti imelakukan ites irambut idan ites idarah. SARAN