JPN Jurnal Pembangunan Nagari Vol. No. Juni, 2024. Hal. DOI: 10. 30559/jpn. Copyright A Balitbang Provinsi Sumatera Barat ISSN: 2527-6387 Balitbang Provinsi Sumatera Barat Tantangan dan Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Lansia di Posyandu Lansia Puskesmas Ulak Karang Sri Oktarina1. Nurmaines Adhyka2. Nadya Fadilla3 Universitas Baiturrahman. Padang. Indonesia. Email: srioktarina@fkm. Universitas Baiturrahman. Padang. Indonesia. Email: nurmaines. adhyka@staff. Universitas Baiturrahman. Padang. Indonesia. Email: nadyafadilla3734@gmail. Artikel Diterima: . April 2. Artikel Direvisi: . Mei 2. Artikel Disetujui: . Juni 2. ABSTRACT The number of elderly visits to IHC Ulak Karang Community Health Center decreased from 53% in 2020 to 59% in 2022. The aim of this research is to determine the factors associated with the low number of elderly visits to the elderly posyandu in the Ulak Karang Community Health Center Working Area. The quantitative type of research with a cross-sectional approach. The research population was 153 elderly and a sample of 109 elderly with proportional random sampling technique. Data processing with a computer application, namely SPSS. Data analysis was carried out including univariate analysis and bivariate analysis using the chi-square test. The results of univariate analysis show that 58. 7% of sample has poor knowledge, 65. 1% have poor motivation for the elderly, 1% have poor family support and incomplete facilities and infrastructure making the elderly not interested in joining the elderly posyandu. Bivariate results show that there is a significant relationship between elderly knowledge . -value 0. , motivation . -value 0. , and family support . -value 0. It is hoped that all health workers, especially the elderly program holders in the Ulak Karang Community Health Center working area, will maximize door to door counseling and provide motivation for the elderly and provide information about the importance of visiting posyandu for the elderly. Keywords: Elderly IHC. Knowledge. Motivation. Family Support ABSTRAK Angka kunjungan lansia ke posyandu lansia di Puskesmas Ulak Karang menurun tercatat dari tahun 2020 sebesar 53%, tahun 2021 sebesar 33% dan menjadi 30. 59% pada tahun 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan rendahnya kunjungan lansia . tahun ke ata. ke posyandu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Ulak Karang. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu 153 lansia yang berumur 60 tahun ke atas dan sampel sebanyak 109 lansia. Teknik pengambilan sampel Proportional Random Sampling. Pengolahan data dengan aplikasi komputer yaitu SPSS. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 58. 7% memiliki pengetahuan lansia yang kurang baik, 65. 1% memiliki motivasi lansia yang kurang baik, 66. 1% memiliki dukungan keluarga yang kurang mendukung serta sarana dan prasaran yang tidak lengkap membuat lansia tidak tertarik mengikuti posyandu lansia. Hasil bivariat menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan lansia . -value 0,. , motivasi lansia . -value 0,. , dan dukungan keluarga . -value 0,. Diharapkan kepada seluruh tenaga kesehatan pemegang khususnya program lansia di wilayah kerja Puskesmas Ulak Karang untuk memaksimalkan penyuluhan secara door to door dan memberikan motivasi lansia dan memberikan informasi tentang pentingnya berkunjung ke posyandu lansia. Kata Kunci: Posyandu Lansia. Pengetahuan. Motivasi. Dukungan Keluarga Penulis Koresponden: Nama : Nurmaines Adhyka Email : nurmaines. adhyka@staff. 38 | Sri Oktarina. Nurmaines Adhyka. Nadya Fadilla Pendahuluan Lansia adalah individu yang berusia 60 tahun ke atas (Kemenkes R1, 2. Proses penuaan terjadi pada berbagai sistem tubuh manusia secara berbeda-beda (Keumalahayati & Alamsyah. Lansia diklasifikasikan sebagai usia pertengahan . -59 tahu. , lanjut usia . -74 tahu. , dan sangat tua . tahun ke ata. Di Asia Tenggara, populasi lansia mencapai 8% atau sekitar 142 juta jiwa, dan diperkirakan akan meningkat menjadi 11,37% pada tahun 2030 dan 000 . ,34%) pada tahun 2050 (Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat, 2021. WHO, 2. Terdapat 296. 777 posyandu lansia di Indonesia, namun hanya 80% yang aktif (Kemenkes R1, 2. Di Provinsi Sumatera Barat, persentase penduduk lansia meningkat dari 8,08% tahun 2010 menjadi 10,83% tahun 2020, yang menunjukkan transisi menuju era aging population (Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat, 2. Meningkatnya usia harapan hidup merupakan indikator keberhasilan pembangunan, tetapi juga menimbulkan masalah medis, mental, dan sosial ekonomi. Lansia berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan akibat proses degeneratif (Juniardi, 2. Salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah semakin meningkatnya usia harapan hidup Namun, meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia juga akan menimbulkan berbagai masalah seperti masalah medis teknis, mental psikologis dan sosial ekonomi. Makin bertambah usia, makin besar kemungkinan seseorang mengalami permasalahan fisik, jiwa, spiritual, ekonomi dan sosial. Salah satu permasalahan yang sangat mendasar pada lanjut usia adalah masalah kesehatan akibat proses degenerative (Juniardi, 2. Sebagai dampak lansia yang tidak aktif dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan di posyandu lansia, maka kondisi kesehatan mereka tidak dapat terpantau dengan baik, sehingga apabila mengalami suatu reisiko penyakit akibat penurunan kondisi tubuh dan proses penuaan dikhawatirkan dapat beresiko fatal dan mengancam jiwa mereka (Jatiningtyas, 2. Berdasarkan data riset kesehatan dasar (Riskesda. tahun 2018 penyakit terbanyak pada lanjut usia terutama adalah penyakit tidak menular antara lain hipertensi, osteo artritis, masalah gigi-mulut. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dan Diabetes Mellitus (DM). Masalah utama bagi para lanjut usia adalah pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan (Balitbangkes RI, 2. Salah satu upaya pemenuhan kebutuhan kesehatan lansia adalah dengan program posyandu lansia. Pos Pelayanan Terpadu (Posyand. lanjut usia adalah suatu wadah pelayanan kepada lanjut usia di masyarakat, yang proses pembentukan dan pelaksanaannya dilakukan oleh masyarakat bersama lembaga swadaya masyarakat (LSM), lintas sektor pemerintah dan nonpemerintah, swasta, organisasi sosial dan lain-lain, dengan menitikberatkan pelayanan kesehatan pada upaya promotif dan preventif disamping kuratif rujukan dan rehabilitatif (Kementrian Kesehatan RI, 2. Lansia diharapkan mampu berkunjung dan aktif dalam kegiatan yang diadakan oleh posyandu lansia di daerah mereka masing-masing. Hal ini dimaksudkan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan dan kemampuan lansia (Kemenkes RI, 2. Berdasarkan teori dasar yang dikembangkan oleh L. Green . kesehatan seseorang atau masyarakat dipengaruhi oleh dua faktor pokok yaitu faktor perilaku . ehavior cause. dan faktor diluar perilaku . on- behavior cause. Sementara faktor perilaku . ehavior cause. dipengaruhi oleh tiga faktor yakni faktor predisposisi meliputi pendidikan, pengetahuan, sikap. Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Juni, 2024 | 39 tradisi dan kepercayaan, sosial ekonomi, budaya, nilai, dan lain-lain. Faktor pemungkin meliputi sarana prasarana, pelayanan kesehatan, status pekerjaan, akses jarak kerumah posyandu dan lain-lain. Faktor penguat ialah faktor yang mendorong atau memperkuat terjadinya perilaku yang meliputi perilaku kader, dukungan keluarga, peranan media massa, dan motivasi lansia (Notoatmodjo, 2. Lansia yang mempunyai pengetahuan kurang baik akan mempengaruhi kunjungan ke posyandu lansia dibandingkan dengan sebaliknya. Pengetahuan merupakan faktor yang penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Suatu perilaku yang didasari oleh pengetahuan, kesadaran dan sikap positif menyebabkan perilaku tersebut bersifat langgeng, sebaliknya bila perilaku tersebut tidak didasari oleh pengetahuan dan kesadaran, maka perilaku tersebut bersifat sementara (Utari et al. , 2. Sejalan dengan itu. Hasibuan dan Nurmila . dalam penelitiannya menunjukan ada hubungan bermakna antara variabel motivasi dan dukungan keluarga dengan kunjungan posyandu lansia. Faktor penyebab ada hubungan antara motivasi dan dukungan keluarga lansia melakukan kunjungan posyandu lansia adalah disebabkan faktor lansia kurang aktif untuk mencari informasi-informasi tentang manfaat dari posyandu. Hal ini didukung juga dengan kurangnya dukungan keluarga lansia. Kebanyakan lansia lebih mempercayakan segala sesuatu hal mengenai kesehatannya kepada keluarga dan menyebabkan lansia enggan dalam melakukan kunjungan posyandu lansia (Hasibuan & Nurmila, 2. Hetik . di dalam penelitian yang dilakukan di Desa Pabelan mengatakan bahwa sebagian besar sarana posyandu lansia kurang memadai. Hal ini mempengaruhi kunjungan lansia karena keberadaan sarana-sarana yang dibutuhkan seperti stik pemeriksaan gula darah tidak tersedia didalam kegiatan posyandu lansia (Hetik, 2. Cakupan pelayanan Posyandu lansia di Provinsi Sumatera Barat mengalami trend menurun dalam 3 tahun terakhir. Tercatat pada tahun 2019 sebesar 74,89% , di tahun 2020 menjadi 53% dan pada tahun 2021 menjadi 50,7%. Hal ini menandakan bahwa adanya penurunan cakupan pelayanan kesehatan usia lanjut dari tahun sebelumnya, dan juga belum mencapai target yang telah di tetapkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat sebanyak 100% (Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat, 2. Dinas Kesehatan Kota Padang menyebutkan dari dari 24 puskesmas terdapat 3 puskesmas yang memiliki kunjungan lansia terendah di Kota Padang yaitu Puskesmas Lapai sebesar 34,1%. Puskesmas Belimbing 34,3% dan Puskesmas Ulak Karang 33% (Dinas Kesehatan Kota Padang, 2. Puskesmas Ulak Karang terletak di Kecamatan Padang Utara Kota Padang. Puskesmas Ulak Karang memiliki 2 kelurahan yaitu Kelurahan Lolong Belanti dan Kelurahan Ulak Karang Selatan. Keberadaan puskesmas tersebut tentu membawa pengaruh baik terhadap perkembangan kesehatan masyarakat. Ada beberapa kegiatan pokok puskesmas Ulak Karang yaitu KIA (Kesehatan Ibu dan Ana. KB (Keluarga Berencan. Usaha perbaikan gizi. Kesehatan lingkungan. Kesehatan lanjut usia. Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular (PTM). Penyuluhan kesehatan masyarakat. Wilayah Kerja Puskesmas Ulak Karang memiliki 8 posyandu aktif, yang mana cakupan lansia yang mengunjungi posyandu lansia pada tahun 2018 sebesar 51,7%, dan capaian ini meningkat menjadi 69% di tahun 2019. Selama pendemi angka kunjungan lansia hanya 20% 40 | Sri Oktarina. Nurmaines Adhyka. Nadya Fadilla walaupun di tahun 2021 terjadi peningkatan menjadi 33% dan ditahun 2022 terjadi penurunan sebesar 30,59% di bandingkan puskesmas lainnya (Dinas Kesehatan Kota Padang, 2. Berdasarkan peraturan Dinas Kesehatan Kota (DKK) bahwa lansia yang berumur 60 tahun ke atas status kesehatannya dimasukkan ke poli lansia, sedangkan yang berumur 45-59 tahun status kesehatannya dimasukkan ke poli umum. Dalam Penentuan populasi berdasarkan total sasaran kunjungan yang telah ditentukan Puskesmas Ulak Karang. Dilakukan pada lansia yang berumur 60 tahun ke atas. Survei awal yang dilakukan oleh peneliti pada bulan Oktober 2022 dengan mewawancarai salah seorang petugas puskesmas yang bertanggung jawab bagian pemegang program lansia mengatakan bahwa rendahnya kunjungan lansia ke posyandu lansia disebabkan oleh berbagai faktor seperti dukungan keluarga, pengetahuan dan motivasi lansia tersebut. Wawancara juga dilakukan peneliti kepada 15 orang lansia di wilayah kerja Puskesmas Ulak Karang hanya 60% lansia yang mengunjungi posyandu lansia sedangkan 80% lansia tidak mengunjungi posyandu sama sekali. Hasil survei awal menunjukkan bahwa rendahnya kunjungan posyandu lansia disebabkan karena hanya 30% dari lansia yang memiliki pengetahuan tinggi. Kurangnya kesadaran, informasi dan arahan keluarga juga menjadi kendala dalam kunjungan posyandu lansia, dan hanya sebesar 20% dari lansia yang mendapatkan dukungan dari keluarga. Motivasi lansia terhadap kunjungan ke posyandu lansia juga rendah, hanya sebesar 30% dari lansia yang memiliki motivasi yang tinggi. Kurangnya fasilitas sarana kesehatan seperti, alat pemeriksaan gula darah dan kolesterol serta stick yang tersedia tidak mencukupi juga terbilang rendah hanya sebesar 20% lansia memanfaatkan alat untuk memeriksa kesehatan lansia itu juga menjadi kendala dalam kunjungan posyandu lansia. Sehubungan dengan rendahnya kunjungan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Ulak Karang di atas, maka perlu dilakukan penelitian tentang AuFaktor-faktor yang Berhubungan dengan Rendahnya Kunjungan Lansia ke Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Ulak Karang Tahun 2023Ay. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan rendahnya kunjungan lansia . tahun ke ata. ke posyandu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Ulak Karang. Metodologi Penelitian ini merupakan metode survei analitik, yaitu penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Kemudian melakukan analisis dinamika korelasi antara fenomena atau antara faktor risiko dengan faktor efek. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dan efek, dengan cara pendekatan, observasional atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja puskesmas Ulak Karang Tahun 2023. Penelitian ini dilakukan selama bulan November 2022 sampai dengan Mei 2023. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang berumur 60 tahun ke atas yang berjumlah 153 dari total sasaran posyandu lansia. Data ini bersumber dari data sekunder laporan tahunan Puskesmas Ulak Karang Tahun 2022. Pengambilan sampel harus di lakukan sedemikian rupa, sehingga diperoleh sampel yang benarbenar dapat mewakili dan menggambarkan populasi yang sebenarnya. Dalam penentuan sampel digunakan rumus Lemeshow dan peneliti menggunakan Propotional Random Sampling karena populasinya tidak homogen secara proposional. Homogen yang dimaksudkan dalam penelitian Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Juni, 2024 | 41 ini yaitu Nurul islam. Laut biru. Cinta sehat 1. Laut biru 2. Transito. Ayah bunda. Batam. Melati Maka jumlah sampel yang didapatkan adalah 109 orang lansia. Pengolahan data menggunakan aplikasi komputer yaitu SPSS. Hasil dan Pembahasan Gambaran Karakteristik responden dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. Distribusi Responden di Wilayah Kerja Puskesmas Ulak Karang Tahun 2023 Pendidikan Terakhir Frekuensi Persentase (%) SMP SMA Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%) Laki-laki Perempuan Jumlah Responden Berdasarkan Posyandu Frekuensi Persentase (%) Ayah Bunda Batam Cinta Sehat 1 Laut Biru 1 Laut Biru 2 Melati 3 Nurul Islam Transito Sumber: Data diolah, 2023 Berdasarkan tabel 1 dapat dilihat bahwa 43 responden atau 39. 4% memiliki pendidikan terakhir SMP, dengan mayoritas berjenis kelamin wanita sebanyak 88 responden atau 80. Responden terbanyak berasal dari Posyandu Laut Biru 2 dengan jumlah 23 orang atau 21,1%. Hasil penelitian pada tabel 1 menunjukkan bahwa sebanyak 65 responden dengan proporsi sebesar 59,6% kurang aktif berkunjung ke posyandu lansia. Hasil penelitian ini sesuai yang dilakukan oleh Tobe et al . , yang berjudul faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan lansia ke posyandu di Kelurahan Manulai II Kecamatan Alak Kota Kupang Tahun Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa 56 responden dengan proporsi sebesar 70,9% lansia tidak aktif berkunjung ke posyandu lansia. Lansia yang kurang berkunjung ke posyandu banyak faktor yang menjadi penghambat untuk berkunjungan ke posyandu lansia diantaranya lansia tidak mau melakukan pemeriksaan kesehatan mereka dan menggangap kesehatannya baik-baik saja (Tobe et al. , 2. Kunjungan posyandu lansia adalah kedatangan atau pergi untuk melakukan kunjungan posyandu, dengan tujuan memeriksakan kondisi kesehatan lansia. Pemanfaatan posyandu lansia juga bertujuan agar kesehatan lansia dapat terpelihara dan terpantau secara optimal sedangkan lansia yang tidak aktif memanfaatkan pelayanan kesehatan di posyandu lansia, maka kondisi kesehatan mereka tidak dapat terpantau dengan baik (Sartiwi & Arikhman, 2. Sejalan dengan ketentuan dari Kementerian kesehatan lansia yang dikatakan aktif jika berkunjung >8 kali dalam setahun (Kementrian Kesehatan RI, 2. Di wilayah kerja Puskesmas Ulak Karang lansianya tidak banyak yang aktif berkunjung ke posyandu lansia, terlihat dengan sebanyak 99. 1% lansia yang berumur 60-74 tahun mereka banyak yang lupa dengan jadwal pelaksanaan posyandu yang di adakan setiap bulannya. Lansia itu sendiri juga tidak mau mencari banyak informasi mengenai pelaksanaan posyandu karena lansia itu tidak berdaya dengan kondisi fisik yang kurang, sehingga mereka tidak banyak berkunjung ke posyandu lansia. 42 | Sri Oktarina. Nurmaines Adhyka. Nadya Fadilla Sebaiknya petugas kesehatan dan kader bertanggung jawab di dalam melaksanakan posyandu untuk lansia yang kurang berdaya dengan kondisi fisik kurang baik. Petugas kesehatan dan kader agar bersosialisasi bersama lansia dengan mengunjungi rumah lansia satu Agar lansia yang kurang berdaya dengan kondisi fisik kurang baik itu bisa mendapatkan pelayanan kesahatan dan juga dapat meninjau kondisi kesehatan mereka setiap Hasil analisis deskriptif dilanjutkan dengan analisis bivariat dengan pengujian nilai dari p-value. Hasil analisis ini digunakan untuk melakukan uji terkait facktor pengetahuan, tingkat motivasi dan dukungan keluarga serta pengaruhnya dengan jumlah kunjungan lansia. Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Kurang Baik Jumlah Tingkat Motivasi Kurang Baik Jumlah Tingkat Dukungan Keluarga Kurang Mendukung Mendukung Jumlah Tabel 2. Analisis Bivariat Kunjungan Ke Posyandu Lansia Kurang Aktif Aktif 0,000 0,012 0,008 Jumlah P-value Sumber: Data diolah, 2023 Dari hasil penelitian didapatkan bahwa baik tingkat pengetahuan . -value 0,. , tingkat motivasi . -value 0,. dan dukungan keluarga . -value 0,. terbukti memiliki pengaruh positif terhadap tingkat kunjungan ke posyandu lansia dengan tingkat derajat signifikansi () sebesar 5%. Berdasarkan tabel 2 dapat di ketahui bahwa hasil penelitian sebanyak 52 responden yaitu 81,2% tingkat pengetahuan kurang baik kurang aktif ke Posyandu. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Islam . 2, di Desa Sukorejo wilayah kerja Puskesmas Sumber Wringin Bondowoso bahwa 40 responden atau 72. 7% tingkat pengetahuan lansia yang kurang baik pendidikannya rendah dan memiliki pengetahuan yang kurang, sehingga lansia tersebut kurang pengetahuan untuk mengetahui pentingnya berkunjung ke posyandu (Islam et al. , 2. Pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap suatu objek melalui indra yang dimilikinya, sehingga menghasilkan pengetahuan. Pengetahuan diketahui oleh orang atau responden terkait dengan sehat dan sakit atau kesehatan, misalnya tentang penyakit . enyebab cara penularan, cara pencegaha. , gizi, sanitasi, pelayanan kesehatan, kesehatan lingkungan, dan sebagainya (Kemenkes R1, 2. Berdasarkan hasil penelitian ini, lebih dari 50% lansia memiliki tingkat pengetahuan yang kurang, hal ini disebabkan lansia yang berada di wilayah kerja Puskesmas Ulak Karang banyak yang berpendidikan rendah dibandingankan dengan lansia yang berpendidikan tinggi. Mayoritas lansia disana banyak yang pendidikannya tamatan SMP sebanyak 39. 4% dan tamatan SD sebanyak 33%. Akibat dari rendahnya pendidikan lansia tingkat pengetahuan lansia juga rendah. Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Juni, 2024 | 43 Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa 52 responden yaitu 81. responden tingkat pengetahuannya kurang dengan berkunjung kurang aktif ke posyandu lansia. Berdasarkan hasil uji Chi-Square dapat dilihat bahwa p-value 0,000 . <0,. , artinya ada hubungan Pengetahuan Lansia dengan Rendahnya Kunjungan Lansia ke Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Ulak Karang Tahun 2023. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Maulidah . bahwa ada hubungan pengetahuan lansia dengan kunjungan lansia ke posyandu lansia dengan p-value 0,000. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa 40 responden atau 72. 7% tingkat pengetahuan lansia yang kurang baik disebabkan pendidikannya rendah dan memiliki pengetahuan yang kurang, sehingga lansia tersebut tidak memiliki pengetahuan yang cukup serta tidak akan mengetahui pentingnya berkunjung ke posyandu (Maulidah et al. , 2. Berdasarkan tabel 2 dapat di ketahui bahwa hasil penelitian sebanyak 71 responden yaitu 1% motivasinya kurang. Rendahnya motivasi dari keluarga mempengaruhi kunjungan lansia untuk datang ke posyandu (Dewi et al. , 2022. Sesanti et al. , 2. Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatankegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan (Mujiani, 2. Berdasarkan hasil wawancara bahwa lansia akan memeriksakan diri atas kemauannya sendiri, tetapi dan mereka hanya mau memeriksakan diri jika dalam keaadan sakit saja. Oleh sebab dari itu lansia yang kurang termotivasi untuk hidup sehat disebabkan karena kurang mengunjungi posyandu lansia. Selain itu banyak lansia yang kurang saling mengingatkan dengan satu sama yang lainnya untuk berkunjung ke posyandu. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa 49 responden yaitu 69. responden memiliki motivasi yang kurang dan memiliki kunjungan kurang aktif ke posyandu. Berdasarkan hasil uji Chi-Square dapat dilihat bahwa p-value 0,012 . <0,. , artinya ada hubungan sikap lansia dengan rendahnya kunjungan lansia ke posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Ulak Karang tahun 2023. Motivasi yang baik dapat menyebabkan peluang lebih tinggi bagi lansia untuk mengikuti posyandu dibandingkan motivasi yang kurang baik. Setiap manusia mempunyai needs . ebutuhan, dorongan, intrinsik, dan ekstrinsik fakto. yang timbulnya sangat tergantung dari kebutuhan individu. Kebutuhan akan rasa aman bukan saja keamanan fisik tetapi juga keamanan psikologis. Apabila mengacu pada teori tersebut, maka posyandu lansia bagi responden merupakan salah satu sarana untuk memenuhi kebutuhan akan rasa aman, tujuan dari motivasi adalah menggerakkan atau mengubah seseorang agar timbul keinginan dan kemauan untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil atau mencapai tujuan tertentu. Seseorang yang mempunyai motivasi yang tinggi maka orang tersebut akan tergerak untuk melakukan sesuatu terkait dengan kebutuhan, keinginan maupun tujuan yang mewujudkan harapan menjadi kenyataan (Utari et al. , 2. Berdasarkan tabel 2 dapat di ketahui bahwa hasil penelitian sebanyak 72 responden yaitu 1% responden kurang mendapatkan dukungan keluarga. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Friandi . , di Wilayah Kerja Puskesmas Kumun Kota Sungai Penuh bahwa 51 responden atau 52% memliki dukungan keluarga disebabkan keluarga tidak mengetahui, menyetujui atau mendukung lansia agar berkunjung ke posyandu lansia. Dengan tidak adanya dukungan dari keluarga maka para lansia datang ke posyandu apalagi bagi lansia yang tidak mampu lagi berjalan sendiri untuk datang ke posyandu (Friandi, 2. 44 | Sri Oktarina. Nurmaines Adhyka. Nadya Fadilla Dukungan keluarga merupakan suatu keadaan yang bermanfaat bagi individu, yang diperoleh dari anggota keluarga, sehingga anggota keluarga yang sakit atau yang membutuhkan dukungan, motivasi merasa diperhatikan, dihargai dan dicintai oleh orang terdekat. Dukungan keluarga merupakan salah satu bentuk dari terapi keluarga, yang mana melalui keluarga berbagai masalah kesehatan bisa muncul sekaligus dapat diatasi (Involata Dehe et al. , 2. Berdasarkan hasil penelitian ini, lansia kurang mendapatkan perhatian seperti mengantarkannya ke tempat posyandu, mengingatkan jadwal posyandu serta memotivasi dalam mengikuti kegiatan posyandu, lansia merasa kurang mendapatkan dukungan dari keluarga, sehingga berpengaruh dengan kunjungan lansia ke posyandu lansia. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa 36 responden yaitu 50. 0% kurang medapatkan dukungan keluarga dan kurang aktif berkunjung ke posyandu lansia. Berdasarkan hasil uji Chi-Square dapat dilihat bahwa p-value 0,008 . <0,. , artinya ada hubungan dukungan keluarga dengan rendahnya kunjungan lansia ke posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Ulak Karang tahun Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Friandi . tentang Hubungan Dukungan Keluarga Lansia Terhadap Kunjungan Lansia ke Posyandu Lansia dengan p-value 0,009 di wilayah kerja Puskesmas Pondok Tinggi Kota Sungai Penuh. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan 51 responden atau 52% memiliki dukungan keluarga yang disebabkan keluarga tidak mengetahui, menyetujui atau mendukung lansia agar berkunjung ke posyandu Dengan tidak adanya dukungan dari keluarga maka para lansia akan tidak jadi datang ke posyandu apalagi bagi lansia yang tidak mampu lagi berjalan sendiri untuk datang ke posyandu (Friandi, 2. Terkait dengan keluarga yang kurang mendukung kunjungan lansia ke posyandu, sebaiknya para kader dan petugas kesehatan memberi memberikan arahan dan pemahaman kepada anggota keluarga betapa pentingnya lansia datang ke posyandu untuk memantau status kesehatan lansia setiap bulannya. Hal ini dapat mendeteksi secara dini gangguan kesehatan dan dapat meningkatkan derajat kesehatan lansia tersebut dan juga keluarga selalu mengingatkan lansia untuk mengunjungi posyandu lansia. Kesimpulan dan Rekomendasi Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara hubungan bermakna antara pengetahuan lansia dengan rendahnya kunjungan lansia pvalue 0,000 (A<0,. Ada hubungan yang bermakna antara motivasi lansia p-value 0,012 (A<0,. dan dukungan keluarga p-value 0,008 (A<0,. dengan rendahnya kunjungan lansia ke posyandu lansia. Rekomendasi yang dapat diberikan kepada pemangku kebijakan khususnya pihak Puskesmas Ulak Karang berdasarkan hasil penelitian ini adalah: Peningkatan pengetahuan lansia melalui hal berikut: . Petugas kesehatan dan kader harus memberikan penyuluhan rutin mengenai pentingnya kunjungan ke posyandu dengan materi yang disesuaikan dengan Tingkat pendidikan lansia dengan bahasa yang mudah dipahami. Perlunya mengadakan kunjungan rumah secara berkala untuk lansia yang kurang berdaya atau memiliki kendala fisik, agar mereka tetap mendapatkan informasi dan pelayanan Peningkatan motivasi lansia dengan hal berikut: . Memberikan dorongan dan mengajak lansia agar memotivasi teman-temannya yang belum aktif. Memberikan himbauan secara berulang kepada lansia akan pentingnya kunjungan ke posyandu. Mengadakan kegiatan Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Juni, 2024 | 45 atau program yang menarik lansia untuk berkunjung seperti senam bersama atau cek kesehatan gratis. Peningkatan dukungan Keluarga dilakukan melalui hal berikut: . Kader dan petugas kesehatan perlu memberikan pemahaman kepada anggota keluarga tentang pentingnya dukungan bagi lansia untuk berkunjung ke posyandu. Keluarga diimbau untuk mengingatkan lansia tentang jadwal posyandu dan membantu mengantarkan ke posyandu jika diperlukan. Ucapan Terima Kasih Ucapan terimakasih kepada Kepala Puskesmas Ulak Karang beserta jajaran serta Masyarakat diwilayah kerja puskesmas ulak karang yang menjadi subjek dalam penelitian ini. Terima kasih juga penulis ucapkan kepada Yayasan Universitas Baiturrahmah yang telah membiayai publikasi artikel ini. Konflik Kepentingan Penulis menyatakan tidak memiliki konflik kepentingan dalam penelitian dan penulisan artikel Referensi