AL-HIKMAH : Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam Jurnal AL-HIKMAH Vol 7. No 1, . p-ISSN 2685-4139 e-ISSN 2656-4327 IMPLEMENTASI PENDEKATAN HUMANISTIK PADA MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI KURIKULUM MERDEKA DI SDN 027 TANJUNGBALAM Muhammad Ilham Destri Universitas Islam Riau Email : muhammadilhamdestri12@gmail. ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi pendekatan humanistik dalam pembelajaran pendidikan agama Islam melalui Kurikulum Merdeka di SDN 027 Tanjung Balam Pendekatan humanistik menitikberatkan pada pengembangan potensi individu siswa secara holistik, meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dalam konteks pendidikan agama Islam, pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan internalisasi nilai-nilai Islam secara mendalam dan personal. Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data yang dikumpulkan melalui observasi,wawancara mendalam, dan kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan humanistik dalam pendidikan agama Islam di SDN 027 Tanjung Balam melalui Kurikulum Merdeka berjalan dengan baik dan efektif. Siswa menunjukkan peningkatan dalam pemahaman konsep-konsep agama dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Guru memainkan peran kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, menghargai, dan memperhatikan kebutuhan individual siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan humanistik dalam pembelajaran pendidikan agama Islam melalui Kurikulum Merdeka dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan relevan bagi siswa. Kata Kunci : Pendekatan humanistik. Kurikulum Merdeka. Pendidikan Agama Islam ABSTRACT: This research aims to explore the implementation of a humanistic approach in learning Islamic religious education through the Merdeka Curriculum at SDN 027 Tanjung Balam. The humanistic approach focuses on developing students' individual potential holistically, including cognitive, affective and psychomotor aspects. In the context of Islamic religious education, this approach is expected to increase understanding and internalization of Islamic values in a deep and personal way. The Merdeka Curriculum provides flexibility for schools to design learning that suits students' needs and characteristics. This research uses qualitative methods. Data collected through observation, in-depth interviews and literature review. The results of the research show that the implementation of a humanistic approach in Islamic religious education at SDN 027 Tanjung Balam through the Merdeka Curriculum is running well and effectively. Students show improvement in understanding religious concepts and their application in everyday life. Teachers play a key role in creating a learning environment that supports, respects, and pays attention to students' individual needs. This research concludes that a humanistic approach in learning Islamic religious education through the Merdeka Curriculum can create a more meaningful and relevant learning experience for students. Kata Kunci: Humanistic education . Free Curriculum. Islamic Religious Education ini bertujuan agar siswa tidak hanya Pendahuluan memahami ajaran agama secarateoretis, tetapi Dalam pendidikan agama Islam, juga menginternalisasi dan mengaplikasikan pendekatan humanistik memiliki peran nilai-nilai tersebut dalam kehidupan seharipenting untuk membentuk sikap dan perilaku hari (Sartiwi, 2. Pendidikan agama yang yang sesuai dengan nilai-nilai Islam (Muhammad, 2. Penerapan pendekatan AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 IMPLEMENTASI PENDEKATAN HUMANISTIK PADA MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI KURIKULUM MERDEKA DI SDN 027 TANJUNGBALAM memahami agama Islam secara lebih personal dan relevan dengan pengalaman hidup mereka (Sultani et al. , 2. Salah satu pendekatan yang semakin pendidikan adalah pendekatan humanistik (Warohmah, 2. Pendekatan inimenitik beratkan pada pengembangan potensi individu secara menyeluruh, baik dari segi kognitif, afektif, maupun psikomotorik (Hikmah et al. , 2. Pendekatan humanistik berupaya menciptakan lingkungan belajar memperhatikan kebutuhan serta minat siswa, sehingga mereka dapat berkembang menjadi individu yang seutuhnya(Sultani et al. , 2. Penerapan pendekatan ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami ajaran menginternalisasi dan mengaplikasikan nilainilai tersebut dalamkehidupan sehari-hari (Sartiwi, 2. Pendidikan agama yang memahami agama Islam secara lebih personal dan relevan dengan pengalaman hidup mereka (Sultani et al. , 2. Kurikulum Merdeka yang mulai Indonesia kebutuhan dan karakter siswa. Kurikulum ini menekankan pembelajaran berbasis proyek tercapainya Profil Pelajar Pancasila. Dalam konteks Pendidikan agama islam, pendekatan ini memungkinkan integrasi nilai-nilai agama dengan kehidupan sehari-hari, sehingga peserta didik cuma belajar tentang agama mengaplikasikannya dalam perilaku mereka. SDN 027 Tanjung Balam merupakan salah satu sekolah dasar yang menerapkan Kurikulum Merdeka Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pendekatan pembelajaran pendidikan agama Islam di SDN 027 Tanjung Balam melalui Kurikulum Merdeka. Penelitian ini penting untuk memberikan gambaran dan evaluasi terhadap efektivitas pendekatan humanistik dalam pembelajaran agama islam serta kurikulum pengembangan potensi individu siswa. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan humanistik, khususnya dalam pendidikan agama Islam. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi referensi mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan pendekatan yang lebih berpusat pada Metodologi Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan observasi,wawancara, dan kajian pustaka. Observasi memberikan gambaran langsung tentang pendekatan humanistik diterapkan Islam. Wawancara dengan guru dan siswa dapat mengungkap pemahaman, pengalaman, dan dampak dari penggunaan pendekatan Sementara itu, kajian pustaka akan mendukung pemahaman mendalam tentang teori dan konsep pendekatan humanistik dalam konteks pendidikan agama Islam. Kombinasi ketiga metode ini komprehensif dan mendalam mengenai implementasi pendekatan humanistik pada pendidikan agama Islam melalui kurikulum merdeka, serta potensi dampaknya terhadap pengalaman belajar siswa dan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan. Berdasarkan Hal Tersebut, penulis melakukan observasi yang berkaitan dengan Implementasi Konsep Teori Humanistik Pada Materi Pendidikan Agama Islam Melalui Kurikulum Merdeka Di SD Negeri 027 Tanjung Balam di Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar. Pada akhirnya, penelitian ini bertujuan untuk : 1. Untuk mengamati guru menerapkan prinsipprinsip teori humanistik dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam 2. Untuk mengevaluasi keterlibatan dan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran yang didasarkan pada AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 Muhammad Ilham Destri pendekatan humanistik pada Kurikulum Merdeka 3. Untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam humanistik melalui Kurikulum Merdeka. Hasil dan Pembahasan Pendekatan Humanistik Dalam teori pembelajaran humanistik, guru menguatkan siswa untuk meningkatkan potensinya dalam hal kecerdasan dan bakat. Manusia dapat mempertanggungjawabkan tindakan positif maupun negatifnya sebagai pilihan hidup positif yang digunakan untuk mengembangkan dirinya ke arah yang lebih baik dan kemudian digunakan untuk mewujudkan potensi yang dimilikinya. Dalam implementasi Konsep Teori Humanistik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam, guru Pendidikan agama islam SDN 027 Tanjung Balam menerapkan pada materi Mengenal hafalan surat-surat pendek pilihan (Al Fatihah. Al Ikhlas. Al Kautsa. , pada tahap perencanaan yang sesuai dengan filosofi pembelajaran berdasarkan teori humanistik, tahap pendahuluan meliputi: . Guru menetapkan tujuan pembelajaran yang jelas dan terukur. Tujuan pembelajaran harus relevan untuk mengembangkan potensi siswa, memotivasi siswa untuk belajar, dan membimbing proses pembelajaran ke arah yang diinginkan. Guru dapat mengawali pembelajaran dengan merangsang minat dan motivasi siswa dalam mempelajari materi. Berikut hasil wawancara dengan narasumber terkait perencanaan Pembelajaran Pendidikan agama islam berdasarkan teori Hasil wawancara ini menggambarkan prinsip-prinsip teori humanistik diterapkan pembelajaran pendidikan agama Islam di SD Negeri 027 Tanjung Balam . Observasi ini menunjukkan bahwa sekolah dan guru sungguh-sungguh menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan siswa secara pendekatan humanistik. Guru Pendidikan agama islam SDN 027 Tanjung Balam Mengembangkan interaksi empati dengan siswa dan memahami kebutuhan, minat, dan kemampuan mereka. Dengan melibatkan mendengarkan secara aktif, menghargai perbedaan, dan memahami latar belakang siswa, guru Pendidikan Agama Islam di SDN 027 Tanjung Balam menerapkan pendekatan kolaboratif dalam proses pembelajaran. Dalam model ini, guru dan siswa bekerja sama untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Praktik pendekatan humanistik ini cenderung mendorong siswa untuk berpikir secara induktif, mengutamakan pengalaman, dan menuntut keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Oleh sebab itu walaupun secara eksplinsit belum ada pedoman baku tentang langkah-langkah pendekatan humanistic, namun paling tidak langkah-langkah dikemukakan oleh Suciati dan Prasetya Irawan . dapat digunakan sebagai acuan. Langkah-langkah yang dimaksud adalah sebagai berikut:. Menentukan tujuan-tujuan Menentukan . Mengidentifikasi kemampuan awal . ntry behavio. Mengidentifikasi topic-topik memungkinkan siswa secara aktifmelibatkan diri atau mengalami dalam belajar. Merancang lingkungan dan media pembelajaran. Membimbing siswa belajar secara aktif. Membimbing siswa untuk memahami belajarnya. Membimbing siswa membuat konseptualisasi pengalaman belajarnya. Membimbing siswa dalam mengaplikasikan komponenkomponen baru ke situasi nyata. Mengevaluasi proses dan hasil belajar (Perni. Pelaksana Pembelajaran (Gur. Teori humanistik menurut (Utami. Pendidik yang hebat adalah seorang pendidik yang bisa menjadikan peserta didiknya menjadi manusia yang Aliran AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 IMPLEMENTASI PENDEKATAN HUMANISTIK PADA MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI KURIKULUM MERDEKA DI SDN 027 TANJUNGBALAM mengarahkan pada peningkatan potensi diri dan intelegensi, sehingga dapat menjawab Pada pendidikannya,pendidik bimbingan yang membebaskan peserta didik Dengan demikian, nilainilai dan norma diterima secara kaffah mampu memberikan informasi tentang perilaku positif dan perilaku negatif yang seharusnya tidak dilakukan (Artika et al. Dalam tahapan ini guru tidak langsung menyebutkan tema materi yang akan disampaikan dalam pembelajaran guru hanya menyampaikan sebuah cerita mengenai materi dengan demikian maka peserta didik akan menebak pelajaran yang akan Dari hasil wawancara guru dalam pembelajaran Pendidikan agama islam dengan menerapkan pendekatan humanistik yang berfokus pada kebutuhan dan minat Dengan menggunakan metode interaktif, media pembelajaran beragam, dan pendekatan personal. Narasumber(Guru Pendidikan agama isla. Berhasil meningkatkan fokus dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Evaluasi yang beragam danberkesinambungan memastikan bahwa siswa tidak hanya memahami materi tetapi juga dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dilakukan kefokusan peserta didik dalam belajar. Sehingga pada saat pelajaran berlangsung peserta didik fokus terhadap materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Langkah berikutnya yaitu pretest. Langkah ini merupakan suatu langkah yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik terhadap materi diakhir Bentuk pretest yang dilakukan guru dengan cara tanya jawab terkait materi pada hari itu. Selanjutnya kegiatan belajar mengajar inti . embelajaran utam. pada tahapan ini pembelajaran memiliki prinsip yang sederhana dan berdampak sehingga materi pembelajaran disusun menjadi beberapa pesan inti hal ini bertujuan agar materi yang disampaikan dapat diterima oleh peserta didik dengan cepat dan memberikan dampak positif,sehingga menghasilkan proses pembelajaran yang efektif. Implementasi Pendekatan Humanistik pada Pendidikan Agama Islam Melalui Kurikulum Merdeka di SDN 027 Tanjung Balam Teori humanistik merupakan salah satu teori belajar dalam psikologi pendidikan. Teori humanistik adalah teori yang paling ideal dalam pembelajaran (Irham & Wiyani. Pendekatan psikologis diperlukan untuk menjamin keberlangsungan proses belajar mengajar yang baik yaitu melalui pembelajaran akan berjalan sesuai dengan kondisi psikologis dan perilaku siswa dalam Minimnya ilmu dan pengalaman yang dikuasai oleh guru menjadi faktor kendala dalam proses kegiatan belajarmengajar(Herwiana et al. , 2. Hasil wawancara dengan narasumber humanistik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 027 Tanjung Balam mengungkapkan beberapa kendala yang Pertama, memerlukan waktu lebih untuk kegiatan reflektif dan diskusi, yang sulit diakomodasi dalam jadwal pembelajaran yang padat. Kedua, perhatian yang individual terhadap siswa menjadi tantangan karena jumlah siswa yang banyak dalam setiap kelas. Ruang kelas yang sempit dan keterbatasan akses terhadap media pembelajaran modern juga membatasi variasi metode pembelajaran yang dapat Selain itu, beberapa siswa masih enggan atau malu untuk berpartisipasi aktif, sehingga memerlukan waktu bagi mereka untuk menyesuaikan diri. Tidak semua orang tua juga terlibat secara aktif dalam mendukung pendekatan ini di rumah. Dukungan dalam bentuk pelatihan khusus dan fasilitas yang ada masih dianggap kurang Narasumber menyarankan bahwa untuk mengatasi kendala-kendala ini. AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 Muhammad Ilham Destri diperlukan upaya kolaboratif antara guru, sekolah, orang tua, dan pemerintah. Kerjasama meningkatkan dukungan dan sumber daya yang diperlukan untuk mengimplementasikan pendekatan humanistik secara efektif. Indikator Keberhasilan Implementasi Teori Humanistik Dengan menerapkan langkah-langkah prinsip-prinsip humanistik dalam pendekatan pembelajaran, sekolah dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan pribadi, motivasi intrinsik, dan kesejahteraan siswa secara Hasil observasi yang dilakukan di SDN 027 Tanjung Balam menunjukkan bahwa penerapan pendekatan humanistik telah memberikan dampak positif terhadap partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Interaksi antara guru dan siswa berlangsung hangat dan mendukung, menciptakan suasana belajar yang inklusif dan memotivasi. Siswa tampak aktif dan bersemangat dalam mengikuti pelajaran, dengan tingkat motivasi yang tinggi. Observasi peningkatan keterampilan sosial siswa, termasuk kemampuan untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan menghargai pendapat orang lain. Ini mencerminkan bahwa pendekatan humanistik berhasil mendorong sosial-emosional Namun, masih terdapat beberapa aspek yang pengembangan strategi evaluasi yang berfokus pada penghargaan individu dan menggali kreativitas siswa lebih lanjut. Secara pendekatan humanistik di SDN 027 Tanjung Balam memberikan hasil positif dalam meningkatkan partisipasi, motivasi, dan keterampilan sosial siswa. Rekomendasi untuk memperkuat aspek-aspek tersebut bisa menjadi langkah strategis yang berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah ini. Selain itu, implementasi teori humanistik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam oleh Ibu Evi Sukarni juga menunjukkan upaya yang baik dalam menciptakan lingkungan belajar yang interaktif, holistik, dan berfokus pada siswa. Meskipun menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu dan sarana, pendekatan yang digunakan telah berhasil meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Oleh karena itu, dukungan lebih lanjut dari pihak sekolah dan pemerintah sangat diperlukan untuk mengatasi batasan-batasan ini serta humanistik di sekolah. Pada proses pembelajaran yang berlangsung di SDN 027 Tanjung Balam dilaksanakan dengan berlandaskan pada kurikulum merdeka dengan mengacu pada beberapa konsep: . Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada sekolah dalammenentukan tujuan pembelajaran, metode pengajaran, dan penilaian yang sesuai dengankarakteristik siswa dan kebutuhan lokal. Mendorong keterlibatan berbagai pihak terkait seperti guru, orang tua, siswa, dan komunitasdalam proses perancangan dan implementasi Hal ini bertujuan untuk dirancang dapat mencerminkan kebutuhan dan nilai-nilai lokal. Penerapan dalam Pendidikan Agama Islam Memberikan pendekatan yang lebih aktif dan kreatif. Dalam konteks ini, guru Pendidikan agama islam dituntut untuk menggunakan berbagai strategi dan metode yang membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Pembelajaran aktif merupakan salah satu elemen utama, guru menciptakan suasana yang mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif, mengajukan pertanyaan, serta mengemukakan ide-ide Sebagai contoh, ketika membahas materi Fiqh, guru Pendidikan agama islam dapat memberikan kesempatan kepada siswa AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 IMPLEMENTASI PENDEKATAN HUMANISTIK PADA MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI KURIKULUM MERDEKA DI SDN 027 TANJUNGBALAM untuk bertanya tentang tujuan dan alasan di balik syariat sholat, puasa, zakat, dan haji. Selanjutnya, pembelajaran kreatif menjadi kunci dalam mendorong siswa untuk mengembangkan pemikiran dan ide mereka dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar yang ada. Pendekatan ini menekankan pada pengembangan kreativitas, yang keterampilan berpikir kreatif. Contohnya, dalam pembelajaran Pendidikan agama islam, guru dapat memandu siswa untuk memahami konsep-konsep hukum Islam dalam konteks kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta perubahan-perubahan yang terjadi di Guru juga dapat membantu siswa memahami nilai-nilai akhlak dan tasawwuf, seperti zuhud dan waraAo, dalam kehidupan modern. Terakhir, pembelajaran yang menyenangkan menjadi aspek penting dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman dan aman. Dalam lingkungan yang menyenangkan, siswa merasa senang dan terlibat, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna. yang mengasyikkan mengandung unsur inner motivation, yaitu dorongan keingintahuan yang disertai upaya mencari tahu sesuatu. Penggunaan strategi tesebut dimaksudkan agar siswa dapat terlibat aktif, menggunakan daya kreativitas, melaksanakan pembelajaran Pendidikan agama islam dengan tanpa tertekan apalagi terancam (Solichin,2. Berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber, seorang guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN 027 Tanjung Balam, pembelajaran agama Islam terlihat jelas. Narasumber pembelajaran yang berpusat pada siswa, di mana siswa aktif terlibat dalam proses belajar melalui diskusi kelompok. Guru memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka dalam memahami serta mengaplikasikan ajaran agama Islam melalui berbagai kegiatan refleksi. Kesimpulan Observasi penerapan pendekatan humanistik dalam pembelajaran Pendidikan agama islam, khususnya melalui Kurikulum Merdeka, memberikan dampak positif. Ini menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan pengembangan pribadi siswa. Dengan pendekatan ini, guru Pendidikan agama islam mampu memberikan perhatian lebih pada kebutuhan individu, menghargai keunikan setiap siswa, dan membangun hubungan yang hangat dan saling menghargai antara guru dan siswa. Kurikulum Merdeka memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, mendukung pertumbuhan kemandirian, dan Pembelajaran Pendidikan agama islam yang berbasis humanistik juga mendorong sosialemosional, seperti empati, kerja sama, dan Implementasi pendekatan ini dalam pembelajaran Pendidikan agama islam menunjukkan manfaat signifikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, memotivasi, dan berdampak positif bagi perkembangan holistik siswa. Fokus pada kebutuhan individu, pengembangan pribadi, dan kesejahteraan siswa menjadikan pendekatan humanistik dalam Kurikulum Merdeka sebagai fondasi yang kuat untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, inklusif, dan berkelanjutan dalam konteks pendidikan agama Islam. Untuk mengatasi berbagai langkah-langkah membangun kolaborasi dengan rekan guru melalui pembentukan komunitas di sekolah pengembangan diri. Daftar Pustaka