JIPMuktj:Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Volume 6 No 1 2025 https://jurnal. id/index. php/JIPMUKJT/index Friendha Yuanta. Syal Sa Billa Intan Romadona. Gandes Larasati. Rizki Nabila Rivalda. Carmelia Putri Luna Wea. Simonsius Aldiano Damon Pengembangan Media Visual Perasa Lidah untuk Siswa Kelas i di Sekolah Dasar Friendha Yuanta 1. Syal Sa Billa Intan Romadona 2. Gandes Larasati3. Rizki Nabila Rivalda 4. Carmelia Putri Luna Wea 5. Simonsius Aldiano Damon 6 friendha@gmail. com, syalsabilla1003@gmail. com, gandeslarasati384@gmail. raisarivalda5@gmail. com, putrywea10@gmail. com, aldidamun@gmail. 1,2,3,4,5,6 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Abstrak: Jurnal ini membahas tentang pengembangan media ajar visual indera perasa lidah untuk kelas i yang dibuat efektif untuk pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini menemukan kebutuhan dan masalah dalam pembelajaran konsep rasa dengan melihat literatur terkait pengajaran sains, khususnya tentang indera perasa dan media pembelajaran. Indera perasa lidah merupakan salah satu komponen penting dalam proses pengenalan rasa makanan. Penggunaan media visual dapat meningkatkan pemahaman siswa karena usia siswa lebih peka terhadap media visual. Media ini menghadirkan informasi tentang jenis-jenis rasa yakni pahit, asam, asin, dan manis. Penggunaan media ajar ini diharapkan dapat meningkatkan minat dan pemahaman siswa dalam materi indera perasa Metode penelitian data dalam penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan yaitu mempelajari, menelaah, dan menganalisis jurnal dan artikel dari peneliti sebelumnya yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil media ini diharapkan dapat memberikan referensi pendidik dalam memilih media untuk membantu pemahaman peserta didik serta memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pembelajaran yang lebih menarik dan efektif disekolah dasar. Kata kunci: Pengembangan. Media Visual. IPA Abstract: This journal discusses the development of visual learning media for the tongue's sense of taste for grade i which is made effective for learning in elementary schools. This study found the needs and problems in learning the concept of taste by looking at literature related to science teaching, especially about the sense of taste and learning media. The tongue's sense of taste is one of the important components in the process of recognizing food tastes. The use of visual media can improve students' understanding because students' age is more sensitive to visual media. This media presents information about the types of tastes, namely bitter, sour, salty, and sweet. The use of this teaching media is expected to increase students' interest and understanding in the material on the tongue's sense of taste. The data research method in this study uses library research, namely studying, reviewing, and analyzing journals and articles from previous researchers related to the research topic. The results of this media are expected to provide references for educators in choosing media to help students' understanding and contribute to the development of more interesting and effective learning methods in elementary Keywords: Development. Visual Media. Science PENDAHULUAN Lidah salah satu dari lima indera yang sangat penting untuk kehidupan sehari-hari, terutama terkait dengan makan dan minum. Sebagai organ perasa utama, lidah dapat merasakan berbagai rasa, termasuk manis, asam, pahit, dan asin. Sangat penting bagi siswa sekolah dasar yang sedang dalam tahap perkembangan kognitif dan sensorik untuk memiliki pemahaman yang baik tentang bagaimana indera perasa berfungsi dan bekerja melalui pendidikan IPA. Namun, konsep indera perasa biasanya diajarkan secara teoritis dalam praktik pembelajaran tanpa media ajar yang menarik. Hal ini dapat menyebabkan siswa tidak tertarik dengan pelajaran dan rendahnya daya serap atau daya ingat peserta didik terhadap informasi. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam pembuatan media ajar yang dapat menarik perhatian siswa dan memfasilitasi p roses belajar yang lebih efektif. Media ajar yang tepat dapat membantu siswa memahami rasa dan memahami teori. Penelitian ini berfokus pada pembuatan media ajar yang menarik yang dapat digunakan untuk mengajarkan konsep dasar indera perasa lidah kepada siswa sekolah dasar. Menurut Septy Dkk . media visual merupakan alat peraga yang memfasilitasi pemahaman informasi dan memperkuat memori sehingga membangkitkan minat siswa dalam proses pembelajaran. Diharapkan penelitian ini dapat Vol 6 No 1 2025 166 JIPMuktj:Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Volume 6 No 1 2025 https://jurnal. id/index. php/JIPMUKJT/index Friendha Yuanta. Syal Sa Billa Intan Romadona. Gandes Larasati. Rizki Nabila Rivalda. Carmelia Putri Luna Wea. Simonsius Aldiano Damon menawarkan solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendorong siswa untuk lebih mengenal dan menghargai indera perasa lidah. Makna dari kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata AumediumAy yang secara harfiah yaitu AuPerantaraAy atau AuPenyalurAy. Hal ini, media berarti wahana penyalur informasi atau pesan berupa pembelajaran . Pembelajaran menurut Oemar Hamalik adalah suatu kombinasi meliputi unsur-unsur manusiawi, fasilitas, perlengkapan, material, dan prosedur yang saling memengaruhi dalam mencap ai tujuan Menurut Wulandari dkk, . menyatakan bahwa media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu guru untuk menyampaikan materi pembelajaran lebih efektif dan efisien. Media Pembelajaran adalah alat bantu untuk membantu guru atau sebagai perantara untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada penerima informasi sehingga menyiptakan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka yaitu dengan mengumpulkan dan menganalisis informasi dari berbagai sumber sekunder yang relevan seperti jurnal dan artikel yang sudah ada. Dengan demikian, metode studi pustaka dilakukan bertujuan untuk menyusun landasan teori yang kuat dan menyediakan kerangka konseptual yang mendukung pelaksanaan penelitian ini. Studi pustaka mencakup kajian hasil-hasil penelitian sebelumnya yang membahas pengembangan media ajar visual yang dapat menarik perhatian dan minat siswa dalam proses pembelajaran tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Media pembelajaran dapat menyederhakan proses tranfer ilmu pengetahuan guru pada siswa karena media merupakan objek yang dapat di hadirkan dikelas sehingga tanpa memerlukan usaha yang keras. Dalam pengembangan media pembelajaran guru dituntut untuk lebih kretif dan inovatif dalam menciptakan media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan yang harus selalu diingat siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran (Fadhillah & Suci 2. Media visual merupakan alat peraga bisa dirasakan lewat panca indera. Penggunaan media lidah dalam proses belajar mengajar memiliki tujuan utama yaitu untuk meningkatkan pamahaman siswa serta meningkatkan hasil belajar siswa sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang ingin di capai. Adapun tujuan lain dalam penggunaan media lidah dalam proses belajar mengajar yakni . meningkatkan pemahaman konsep . media membantu siswa memahami materi yang komplek dengan menyajikannya dalam bentuk konkrit dan melibatkan siswa dalam penggunaan media sehingga konsep mudah di cerna atau di pahami oleh siswa . meningkat motivasi dan minat belajar siswa karena dapat menarik minat dan keterlibatan siswa sehingga membuat siswa lebih antusias dalam pembelajaran karena materi yang disajikan dikemas dalam bentuk yang menarik . mendorong pemikiran kritis yakni menantang siswa untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan informasi dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kretif. Media yang menarik dan menyenangkan akan meningkatkan kualitas pembelajaran yang akan membantu siswa dalam memahami pembelajaran. Perencanaan dalam pembuatan media meliputi beberapa hal yaitu . Indentifikasi kebutuhan dan karakteristik siswa agar siswa dapat menguasai materi yang akan kita berikan . Perumusan tujuan agar dapat membantu dan memudahkan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut . Memilih, merubah, dan merancang Media Pembelajaran. Untuk menciptakan media pembelajaran yang tepat bagi siswa ada tiga kemungkinan yang harus dilakukan yaitu memilih media pembelajaran yang tepat, menciptakan media, dan merancang pembuatan media yang baru . Perumusan materi dalam program media haruslah berisi materi yang dapat dikuasai oleh siswa . Perlibatan siswa yaitu perlu ada refleksi atau umpan balik untuk memberikan kesempatan siswa merespon dan terlibat dalam pembelajaran . Evaluasi bertujuan untuk memilih media pembelajaran, melihat bagaimana prosedur penggunaan media, menilai kemampuan guru menggunakan media, memberikan informasi untuk kepentingan administrasi dan memperbaiki media yang digunakan. Pembahasan Penerapan media visual ada tiga prinsip efektif, yaitu . prinsip kesederhananaan yaitu guru mendesain suatu media visual berdasarkan jumlah elemen yanga ada di dalamnya akan membuat siswa Vol 6 No 1 2025 167 JIPMuktj:Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Volume 6 No 1 2025 https://jurnal. id/index. php/JIPMUKJT/index Friendha Yuanta. Syal Sa Billa Intan Romadona. Gandes Larasati. Rizki Nabila Rivalda. Carmelia Putri Luna Wea. Simonsius Aldiano Damon sulit untuk membagi fokus atu perhatiannya pada media visual yang disajikan. Guru tidak banyak menggunakan kata-kata atu teks yang panjang adalam slide, tetapi menyajikan gambar yang cocok dengan topik yang sedang di pelajari agar siswa dapat lebih tertarik dan muncul rasa penasaran dari gambar yang dilihat sehingga dapat membuat siswa fokus dalam belajar . prinsip keterpaduan yaitu perpaduan antara beberapa elemen berupa gambar, warna, tulian, dan sebagainya yang dibuat menjadi satu kesatuan yang Pemilihan warna latar belakang pada media PPT, warna tulisan, serta gambar yang dimasukkan perlu ada keserasian sehingga dapat menjadi daya Tarik bagi siswa untuk tetap mengikuti pembelajaran . prinsip penekanan yaitu guru membuat penekanan pada bagian-bagian penting yang merupakan inti dari materi yang dibahas sehingga siswa dapat mengingat poin penting atau manfaat dari pembelajaran yang Guru menggunakan animasi kotak yang dapat membantu siswa elihat poin penting yang sedang di Menurut Mukminan untuk mengembangkan media pembelajaran perlu diperhatikan prinsip AuvisualAy yang digambarkan berikut Visible (Mudah diliha. Interesting (Menari. Simple (Sederhan. Useful (Berguna/bermanfaa. Accurate (Benar/dapat dipertanggungjawabka. Legitimate (Masuk akal/sa. Structured (Terstruktur/tersusun dengan bai. Diorama indera perasa lidah adalah media konkrit yang dibuat dari bahan-bahan sederhana oleh guru untuk memudahkan guru dalam menjelaskan atau menyampaikan materi tentang indera perasa lidah. Media ini digunakan untuk mengajar mata pelajara Ilmu Pengetahuan Sosial di kelas 3 SD. Dimana penting bagi guru untuk membawa media konkrit krena anak-anak pada usia ini berada pada tahap perkembangan kognitif operasional konkrit menurut jean pieget. Artinya mereka lebih mudah memahami konsep jika dapat melihat, menyentuh, atau memanipulasi benda Di harapkan ketika guru menggunakan media ini dalam menyampaikan materi siswa menjadi lebih mudah memahami materi dan dapat meningkatkan daya tarik dan minat siswa sehingga tercapainya tujuan Langkah awal untuk membuat diorama indera perasa lidah yaitu dengan mendesain atau membuat gambaran awal tahapan yang akan kita lakukan sebelum membuat diorama indera perasa lidah. Berikut Langkah-langkah mendesain diorama indera perasa lidah : 1. Konsep Desain yaitu Tulis rencana alat dan bahan apa saja yang akan digunakan serta buat sketsa kasar di kertas untuk merencanakan bentuk dan tata Struktur Utama seperti bentuk bibir dengan merencanakan ukuran bagian bibir, dalam bibir dan gigi, bentuk lidah dengan merecanakan ukuran dan bentuk lidah, pertimbangkan detail seperti zona rasa, dan bagian yang relevan atau elemen lain yang menunjukkan bagian-bagian lidah yang erespon rasa yang Warna, yaitu memilih palet warna yang sesuai untuk elemen elemen pada struktur utama, memilih warna yang sesuai untuk lidah dan rasa. Misalnya gunakan warna cerah untuk menarik perhatian. Label atau Informasi yakni desain label yang infomatif dan mudah di baca dan memastikan ukuran sesuai dengan kebutuhan dan buat tata letak di jalur pandangan yang jelas agar siswa dapat dengan mudah meihat Cara mengguanakan diorama indera perasa lidah yakni . Tunjukkan gambar makanan-makanan setinggi dada dan terangkan materi dihadapan siswa . Berikan gambar-gambar tersebut ke setiap siswa. Pinta siswa untuk mengamati rasa yang tepat dari makan tersebut . untuk meningkatkan keaktifan sekaligus mengontrol suasana kelas tetap kondusif, guru dapat memberi kesempatan kepada 3-5 siswa yang mengacungkan tangan terlebih dahulu untuk maju menempelkan makanan sesuai rasanya. Cara membuat diorama indera perasa lidah : Gambar 1. Produk Media Perasa Lidah Vol 6 No 1 2025 168 JIPMuktj:Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Volume 6 No 1 2025 https://jurnal. id/index. php/JIPMUKJT/index Friendha Yuanta. Syal Sa Billa Intan Romadona. Gandes Larasati. Rizki Nabila Rivalda. Carmelia Putri Luna Wea. Simonsius Aldiano Damon Gambar 2. Macam-Macam Perasa Lidah . Siapkan kardus yang telah Digambar bentuk bibir, lidah, area rasa, dan beberapa makanan . asa pahit, asam, asin, dan mani. Gunting kardus sesuai bentuk yang sudah digambar . Siapkan beberapa warna karton dan double tape unuk melapisi potongan-potongan kardus yang sudah digunting agar terlihat menarik dan menyenangkan . Gunting karton dan tempelkan menggunakan double tape sesuai bentuk yang sudah digambar . Siapkan magnet untuk menempelkan makanan-makanan . Tempelkan 1 sisi magnet di kardus bentuk lidah menggunakan lem tembak, sedangkan sisi lain tempelkan dibagian belakang kardus bentuk makanan. Pastikan semua bentuk makanan bisa di tempelkan di area rasa dengan lengkap . Selanjutnya, tempelkan lidah dengan posisi tengah. PENUTUP Berdasarkan hasil analisis studi pustaka dan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa media pembelajaran visual dapat meningkatkan rasa keingintahuan, meningkatkan minat, serta keaktifan Media lidah merupakan alat yang efektif dalam pembelajaran bahasa, terutama dalam meningkatkan keterampilan berbicara dan mendengarkan siswa. Penggunaan media ini dapat mendorong interaksi aktif antar siswa, membantu mereka dalam memahami intonasi, pengucapan, dan ekspresi verbal. Dengan memanfaatkan media lidah, pembelajaran menjadi lebih dinamis dan menyenangkan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi belajar siswa DAFTAR PUSTAKA