JURNAL COMM-EDU ISSN : 2622-5492 (Prin. 2615-1480 (Onlin. Volume 9 Nomor 1. Januari 2026 POLA ASUH ORANG TUA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPRIBADIAN REMAJA DI KAMPUNG KIARA TENGAH DESA MANDALAWANGI Selvi Delia Widiantari1. Lenny Nuraeni2 IKIP Siliwangi. Jawa Barat. Indonesia widiantaridelia8@gmail. com, 2lennynuraeni86@gmail. Received: November, 2025. Accepted: Januari, 2026 Abstract This study aims to analyze the effectiveness of parenting styles on adolescent personality in Kiara Tengah Village. Mandalawangi Village. The background of this study is based on the influence of parenting styles on adolescent personality. The research method used is a mixed methods that integrates qualitative and quantitative approaches. The research subjects involved 40 representatives of parents who have adolescent children. Quantitative data were processed using statistics (SPSS), followed by qualitative data analysis. The results showed that parenting styles were proven to be significantly effective in improving adolescent personality at the study site. A high positive correlation was found . However, this study faced obstacles such as parents who lack empathy, parents who control without providing explanations, and adolescents who find it difficult to express their opinions. Overall, this study concludes that parenting styles have great potential to improve the quality of healthy and positive parenting patterns, towards adolescent personality. Keywords: Parenting Patterns. Adolescent personality Abstrak Penelitian ini betujuan untuk menganalisis efektivitas pola asuh orang tua terhadap kepribadian remaja di Kampung Kiara Tengah Desa Mandalawangi. Latar belakang studi ini didasari oleh pengaruh pola asuh orang tua terhadap kepribadian remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods yang mengintegrasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian melibatkan 40 perwakilan orang tua yang memiliki anak usia remaja. Data kuantitatif diolah menggunakan statistika (SPSS), kemudian diikuti analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan kepribadian remaja di lokasi penelitian. Ditemukan korelasi positif yang tinggi sebesar . Meskipun demikian, penelitian ini menghadapi hambatan seperti orang tua yang kurang empati, orang tua yang mengatur tanpa memberikan penjelasan, serta remaja yang sulit untuk mengungkapkan pendapat. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa pola asuh orang tua memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pola asuh yang sehat dan positif, terhadap kepribadian remaja. Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua. Kepribadian Remaja How to Cite: Widiantari. & Nuraeni. Pola Asuh Orang Tua dan Pengaruhnya Terhadap Kepribadian Remaja di Kampung Kiara Tengah Desa Mandalawangi. Comm-Edu (Community Education Journa. , 9 . , 188-193. PENDAHULUAN Fase remaja merupakan periode transisi penting dari ketergantungan pada keluarga menuju kemandirian yang lebih besar. Pada masa ini, individu mengalami perubahan fisik, emosional, sosial, dan intelektual yang signifikan, serta menghadapi berbagai pilihan yang membentuk karakter dan masa depannya (Bulan, 2. Dalam proses ini, peran orang tua menjadi krusial, bukan hanya sebagai penyedia kebutuhan fisik, tetapi juga sebagai pembimbing dalam pembentukan nilai moral, emosional, dan sosial remaja (Kamaruddin et al. , 2. Orang tua Volume 9. No. Januari 2026 pp 188-193 diposisikan sebagai sumber nasihat yang memiliki pengalaman dan pengetahuan lebih luas, sehingga pandangan yang disampaikan dapat menjadi bahan rujukan bagi anak dalam menentukan suatu pilihan. Pola asuh orang tua, sebagai pendekatan dalam mendidik dan membimbing anak, memiliki dampak langsung terhadap perkembangan kepribadian remaja. Pola asuh yang sehat membangun hubungan emosional yang hangat, mendukung perkembangan mental anak, serta mengajarkan disiplin melalui aturan, imbalan, dan konsekuensi yang jelas (Lubis et al. , 2. Sebaliknya, pola asuh yang kurang tepat, seperti kasih sayang berlebihan, pengawasan minim, atau disiplin keras, dapat menimbulkan dampak negatif seperti sikap manja, ketergantungan, atau perlawanan (Masni, 2. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pola asuh demokratis cenderung menghasilkan remaja yang disiplin, mandiri, mampu bekerja sama, serta memiliki hubungan sosial yang sehat (Elan & Handayani, 2. Pola asuh ini memberi kesempatan bagi remaja untuk menyampaikan pendapat, belajar mengambil keputusan, dan mengembangkan rasa percaya Sebaliknya, pola asuh otoriter yang ketat cenderung membatasi kebebasan remaja dan mengandalkan hukuman tanpa memberikan penjelasan yang memadai, sehingga berpotensi menghambat perkembangan kepribadian positif. Berdasarkan pengamatan awal di Kampung Kiara Tengah Desa Mandalawangi, sebagian orang tua masih menerapkan pola asuh yang ketat dan kurang komunikatif, sementara sebagian lainnya mulai mengadopsi pola asuh demokratis yang lebih terbuka. Perbedaan pendekatan ini berdampak pada perkembangan kepribadian remaja, khususnya dalam hal kemandirian, rasa percaya diri, dan kemampuan bersosialisasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam bagaimana pola asuh orang tua memengaruhi pembentukan kepribadian remaja di desa tersebut. METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Mixed Method dengan desain penelitian The Explanatory Sequential. Desain tersebut dipilih untuk menggali informasi secara detail dan komprehensif mengenai pola asuh orang tua dan pengaruhnya terhadap kepribadian remaja, dengan cara mencari data kuantitatif terlebih dahulu kemudian dilengkapi dengan data Subjek penelitian ini Adalah orang tua yang memiliki anak usia remaja yang ada di Kampung Kiara Tengah Desa Mandalawangi. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh data kuantitatif yaitu menggunakan angket. Kemudian untuk memperoleh data kualitatif meliputi wawancara serta Untuk Teknik analisis data kuantitatif menggunakan uji normalitas, uji regresi linier sederhana, uji korelasi, serta uji koefisien determinasi. Sementara itu, untuk analisis data kualitatif ini mengadopsi model yang terdiri dari tiga Tahap uatama yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. 190 Widiantari & Nuraeni. Pola Asuh Orang Tua Dan Pengaruhnya Terhadap Kepribadian Remaja Di Kampung Kiara Tengah Desa Mandalawangi HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil penelitian mengenai efektivitas pola asuh orang tua terhadap kepribadian remaja di Kampung Kiara Tengah menunjukkan bahwa secara umum kedua variabel berada pada kategori tinggi. Rata-rata skor pola asuh orang tua mencapai 103,58 dengan standar deviasi 7,752 atau sebesar 82,86% dari skor ideal, yang menurut kategori Guilford berada pada tingkat Hal ini menggambarkan bahwa pola asuh yang diterapkan oleh orang tua di wilayah tersebut secara umum tergolong baik dan konsisten. Sementara itu, rata-rata skor kepribadian remaja sebesar 86,15 dengan standar deviasi 7,701 atau 86,15% dari skor ideal. Nilai ini juga berada pada kategori tinggi, yang mengindikasikan bahwa kepribadian remaja di Kampung Kiara Tengah cenderung positif, stabil, dan berkembang dengan baik. Uji normalitas yang dilakukan dengan menggunakan Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data kedua variabel berdistribusi normal, dengan nilai signifikansi 0,051 untuk variabel pola asuh dan 0,060 untuk variabel kepribadian remaja. Hasil ini memungkinkan analisis dilanjutkan menggunakan regresi linier sederhana. Analisis regresi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara pola asuh orang tua dengan kepribadian remaja, dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,948. Nilai RA sebesar 0,898 mengindikasikan bahwa 89,8% variasi kepribadian remaja dapat dijelaskan oleh pola asuh orang tua, sedangkan sisanya sebesar 10,2% dipengaruhi faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Persamaan regresi yang dihasilkan, yaitu Y = -12,289 0,950X, mengandung arti bahwa setiap peningkatan satu satuan pada pola asuh orang tua akan diikuti oleh peningkatan kepribadian remaja sebesar 0,950 satuan. Pengujian ANOVA memperkuat hasil tersebut, di mana nilai Fhitung sebesar 410,432 jauh lebih besar dibandingkan Ftabel sebesar 4,08 pada taraf signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa pola asuh orang tua berpengaruh signifikan terhadap kepribadian remaja. Uji korelasi lebih lanjut menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,957 dengan nilai signifikansi 0,000, yang berarti hubungan keduanya sangat kuat, positif, dan signifikan secara statistik. Uji t juga memperlihatkan bahwa nilai thitung sebesar 20,259 lebih besar daripada ttabel 1,6839, yang semakin menguatkan temuan bahwa pola asuh orang tua memiliki pengaruh nyata terhadap pembentukan kepribadian remaja. Sementara itu, koefisien determinasi sebesar 91,5% menegaskan bahwa sebagian besar perkembangan kepribadian remaja dipengaruhi oleh pola asuh orang tua, meskipun masih terdapat 8,5% variasi yang dipengaruhi oleh faktor lain. Berikut merupakan diagram hasil dari pengolahan data Uji Normalitas Shapiro-Wilk, yang dapat disimpulkan bahwa nilai signifikansi dari kedua metode tersebut berada di atas 0,050 : Volume 9. No. Januari 2026 pp 188-193 Gambar 1. Diagram Pencar Variabel Pola Asuh Orang Tua terhadap Variabel Kepribadian Remaja Selain analisis kuantitatif, penelitian ini juga dilengkapi dengan data kualitatif melalui wawancara dan observasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan orang tua di Kampung Kiara Tengah cenderung menggabungkan unsur ketegasan, perhatian, dan komunikasi terbuka. Orang tua menerapkan aturan rumah yang konsisten, seperti jam malam, kewajiban belajar, serta batasan penggunaan gawai, namun pada saat yang sama mereka juga memberi ruang bagi anak untuk menyampaikan pendapat. Beberapa keluarga menerapkan pola yang relatif ketat dengan pengawasan tinggi, sementara keluarga lain lebih longgar dan menekankan dukungan emosional. Meskipun terdapat variasi, secara umum pola asuh yang diterapkan mampu menumbuhkan kemandirian, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta kepercayaan diri pada remaja. Namun demikian, penelitian juga menemukan adanya hambatan dalam penerapan pola asuh. Hambatan tersebut sebagian besar berkaitan dengan aspek komunikasi emosional. Beberapa remaja mengaku kesulitan untuk terbuka kepada orang tua karena takut dianggap lemah, disalahpahami, atau membuat orang tua khawatir. Pada momen tertentu, anak merasa kurang mendapatkan perhatian emosional yang mereka butuhkan, seperti saat menghadapi kegagalan atau ketika mengalami pengalaman penting. Hambatan ini tidak semata-mata berasal dari sikap orang tua, melainkan juga dari kecenderungan anak untuk menyimpan perasaan pribadi. Observasi menunjukkan bahwa meskipun hubungan keluarga umumnya hangat dan mendukung, respon emosional yang kurang sesuai dapat menimbulkan jarak antara orang tua dan anak. Dengan demikian, meskipun pola asuh secara keseluruhan efektif dalam membentuk kepribadian remaja, tetap terdapat tantangan yang perlu diperhatikan, terutama dalam membangun komunikasi emosional yang lebih terbuka dan empatik. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua di Kampung Kiara Tengah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepribadian remaja. Analisis regresi memperlihatkan nilai koefisien determinasi sebesar 91,5%, yang berarti pola asuh berkontribusi sangat besar terhadap pembentukan kepribadian remaja, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Koefisien korelasi sebesar 0,957 juga menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel berada pada kategori sangat kuat. Data ini mengindikasikan bahwa semakin baik pola asuh yang diterapkan oleh orang tua, maka semakin positif pula perkembangan kepribadian remaja di wilayah penelitian. 192 Widiantari & Nuraeni. Pola Asuh Orang Tua Dan Pengaruhnya Terhadap Kepribadian Remaja Di Kampung Kiara Tengah Desa Mandalawangi Temuan ini sejalan dengan teori pola asuh demokratis yang menekankan keseimbangan antara pengawasan dan kehangatan. (Lestasi & Yumra, 2. menegaskan bahwa pengasuhan demokratis mampu membentuk keadaan psikologis yang sehat pada remaja karena orang tua tidak hanya menetapkan aturan, tetapi juga membuka ruang dialog dan memberikan dukungan Hal serupa dikemukakan oleh (Anggrainy, 2. bahwa pola asuh demokratis mendukung remaja untuk tumbuh menjadi pribadi yang terbuka, bertanggung jawab, dan adaptif dalam pemecahan masalah. Penelitian ini memperkuat pandangan tersebut, sekaligus menambahkan bahwa pola asuh juga berpengaruh pada dimensi kepribadian yang lebih luas, termasuk aspek moral, sosial, dan kognitif. Hasil dari tukar pendapat juga sebenarnya untuk mempertinggi self-esteem anak karena ia merasa didengar pendapatnya oleh orang tua (Lenny Nuraeni, 2. Hasil wawancara dan observasi memperlihatkan adanya variasi proses pengasuhan di tiap keluarga, namun pola umum yang muncul adalah penerapan aturan yang konsisten dengan dukungan emosional. Pada keluarga tertentu, pengasuhan dilakukan secara disiplin dengan penekanan pada keteraturan, namun tetap disertai komunikasi terbuka dan kehadiran Sementara pada keluarga yang lain, pola yang lebih lembut diterapkan dengan penekanan pada dukungan sosial dan kebersamaan dalam aktivitas sehari-hari. Ada pula keluarga yang mengedepankan pola diskusi partisipatif, di mana anak diajak dalam proses pengambilan keputusan, sehingga mendorong terbentuknya rasa percaya diri dan tanggung Variasi ini menunjukkan bahwa pola asuh demokratis dalam konteks masyarakat lokal dapat diimplementasikan dalam bentuk yang beragam, namun tetap memiliki arah yang sama dalam membentuk kepribadian remaja yang positif (Akhyadi & Mulyono, 2. Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya hambatan dalam penerapan pola Hambatan tersebut umumnya bersumber pada aspek komunikasi emosional antara orang tua dan anak. Beberapa remaja merasa enggan untuk terbuka karena takut dianggap lemah atau mengecewakan orang tua, sementara sebagian lainnya menyimpan perasaan agar tidak menambah kekhawatiran keluarga. Hambatan juga muncul ketika perhatian emosional dari orang tua dirasakan kurang optimal, misalnya pada saat anak menghadapi kegagalan atau membutuhkan apresiasi. Hal ini sejalan dengan temuan (Apriana & Mesra, 2. bahwa pola asuh yang tegas namun minim afeksi dapat mengurangi rasa aman psikologis anak, sehingga komunikasi menjadi terhambat. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pola asuh demokratis yang diterapkan orang tua di Kampung Kiara Tengah memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan kepribadian remaja. Pola ini terbukti mampu menumbuhkan sifat mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta meningkatkan kepercayaan diri anak. Namun demikian, perhatian terhadap aspek komunikasi emosional tetap menjadi tantangan yang perlu diperbaiki agar pengaruh positif pola asuh dapat berjalan lebih optimal. Dengan demikian, hasil penelitian ini memperluas pemahaman mengenai bagaimana pola asuh demokratis tidak hanya membentuk aspek psikologis, tetapi juga nilai moral, sosial, dan kognitif dalam kepribadian remaja. KESIMPULAN Penelitian mengenai pola asuh orang tua terhadap kepribadian remaja di Kampung Kiara Tengah Desa Mandalawangi menunjukkan bahwa pola asuh memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap pembentukan kepribadian remaja. Hasil analisis statistik memperlihatkan bahwa pola asuh orang tua, terutama yang cenderung demokratis dengan menggabungkan Volume 9. No. Januari 2026 pp 188-193 aturan dan dukungan emosional, berkontribusi besar dalam membentuk remaja yang mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki kepercayaan diri yang baik. Proses pengasuhan yang ditunjukkan melalui pemberian arahan, komunikasi terbuka, pendampingan dalam pengambilan keputusan, serta sanksi yang proporsional terbukti mampu menciptakan iklim keluarga yang kondusif bagi perkembangan kepribadian positif. Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya hambatan, terutama pada aspek komunikasi emosional, di mana sebagian remaja merasa sungkan untuk terbuka atau kurang memperoleh dukungan yang sesuai dengan harapan mereka. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pola asuh demokratis berperan penting dalam membentuk kepribadian remaja yang adaptif, meskipun perlu perhatian lebih pada aspek komunikasi dan penguatan emosional agar pengaruh pola asuh dapat berjalan lebih optimal. DAFTAR PUSTAKA