Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Januari 2023 Dikirim: 12 November 2022. Diterima: 3 Desember 2022 ISSN: 2527-2772 PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN PROFITABILITAS TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN Ulfah Setia Iswara 1. Teguh Gunawan Setyabudi 2* Program Studi Akuntansi. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya Jl. Menur Pumpungan No. Kec. Sukolilo. Surabaya - 60118 *Korespondensi Penulis: ulfahsetiaiswara@stiesia. Abstract: Dividends are given to shareholders either in cash or in the form of shares. The company's dividend policy is a concern for shareholders because it relates to whether to distribute dividends regularly or not. Investors like companies that pay dividends regularly. This study aims to examine the effect of managerial ownership and profitability on the company's dividend policy. The research was conducted in food and beverage sector companies in the period 2018 to 2021. Research data in the form of secondary data obtained from the financial reports of companies listed on the Indonesia Stock Exchange. Data analysis technique using multiple linear regression. Dividend policy in the company is proxied by Dividend Payout Ratio, profitability is proxied by Return On Equity and managerial ownership is calculated by the percentage of share ownership by the company's management. The results of research conducted on food and beverage companies listed on the IDX show that managerial ownership and profitability have a positive and significant influence on company dividend policy. Keywords: Managerial Ownership. Profitability. Dividend Policy ________________________________________________________________________________ PENDAHULUAN Pemegang saham sebagai pihak yang menanamkan investasi . pasti mengharapkan akan memperoleh tingkat pengembalian . atas investasi yang tinggi. Keuntungan berupa dividen secara tunai biasanya lebih disukai oleh para investor. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan dengan prospek perusahaan baik akan disukai oleh principal. Prospek perusahaan yang baik dapat ditunjukkan dengan kemampuan dalam menghasilkan laba dan kemampuan membagikan dividen secara rutin. Profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan memperoleh laba, dan hal ini berbanding lurus dengan kemampuan perusahaan membagikan dividen. Perusahaan dengan tingkat profit yang semakin meningkat, diharapkan mampu melakukan pembayaran dividen ke pemegang saham. Pengaruh profitabilitas terhadap kebijakan dividen ditunjukkan dari penelitian Marcelin dan Gantino . Pramita et al. serta Baramaputra et al. Namun, berbeda dengan Nofrita . Deviana dan Fitria . Rais dan Santoso . , yang membuktikan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Adanya peningkatan dividen diharapkan mampu menurunkan agency cost yang terjadi akibat konflik antara agen dan prinsipal. Prinsipal mendelegasikan wewenang kepada agen untuk menjalankan perusahaan serta mengambil keputusan penting. Konflik keagenan dapat diminimumkan dengan cara insider ownership atau kepemilikan insider (Jensen dan Meckling, 1. , dimana manajerial diberikan hak untuk serta memiliki perusahaan. Ini akan perubahan struktur kepemilikan suatu perusahaan. Pengaruh positif kepemilikan manajerial terhadap kebijakan dividen ditunjukkan dalam penelitian Reysa et al . Perusahaan dengan kepemilikan manajerial diharapkan mampu menambah produktivitas kinerja dan akan berdampak pada peningkatan profit dan kebijakan membagikan dividen pada pemegang saham. Permasalahan dalam penelitian adalah bagaimana pengaruh kepemilikan manajerial dan profitabilitas terhadap kebijakan dividen?. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan memperoleh bukti empiris pengaruh profitabilitas dan kepemilikan manajerial terhadap kebijakan dividen pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018-2021. Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Januari 2023 TINJAUAN PUSTAKA Kepemilikan Manajerial Kepemilikan manajerial adalah saham yang dimiliki manajemen secara pribadi maupun saham yang dimiliki oleh anak cabang perusahaan yang bersangkutan beserta afiliasinya. Kepemilikan manajerial menjadi alat monitoring internal yang penting untuk penyelesaian konflik yang terjadi antara manajemen . dengan pemegang saham . Kepemilikan manajemen terhadap saham perusahaan dipandang dapat menyelaraskan potensi perbedaan kepentingan antara pemegang saham luar dengan manajemen (Jensen and Meckling, 1. Kepemilikan saham oleh manajemen dapat mengurangi konflik kepentingan atau dikatakan dapat membantu penyatuan kepentingan karena manajemen turut serta merasa memiliki perusahaan sehingga motivasi bekerja semakin bertambah dan mampu menghasilkan kinerja yang lebih baik. Adanya kepemilikan saham oleh pihak manajemen akan menimbulkan suatu pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan perusahaan. Agency problem bisa dikurangi bila manajer mempunyai kepemilikan saham dalam perusahaan, semakin meningkat proporsi kepemilikan saham manajerial maka akan semakin baik kinerja perusahaan. Kepemilikan saham yang besar oleh manajemen memiliki insentif untuk memonitor kinerja perusahaan. Profitabilitas Profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba dari aktivitas yang terjadi selama suatu periode akuntansi (Brigham dan Gapenski, 2. Investor mengharapkan perolehan laba yang tinggi. Laba yang tinggi menunjukkan return yang tinggi atas modal yang telah ditanamkan. Return atas investasi yang ditanamkan pemegang saham dapat berupa yield maupun capital gain. Laba yang tinggi berdampak pada bertambahnya minat para calon investor dengan meningkatnya permintaan saham. Permintaan saham tinngi maka harga saham akan meningkat, dimana harga saham merupakan cerminan dari nilai perusahaan yang tinggi juga. Kebijakan Dividen Dividen merupakan bagian dari laba yang dibagikan kepada para investor. merupakan pembagian keuntungan dari perusahaan terhadap para investornya. Dividen yang dibagikan kepada pemegang saham dapat berupa dividen tunai . ash dividen. , dividen saham . tock dividen. , dividen properti . roperty dividen. , dan lainnya (Sunariyah, 2. Investor menyukai perusahaan dengan kebijakan pembagian dividen. Menurut Brigham dan Houston dalam Iswara . menjabarkan 3 teori mengenai dividen: . Teori Ketidak Relevanan Dividen, . Teori Aubird-in the-handAy, dan . Teori Preferensi Pajak. Kepemilikan Manajerial Kebijakan Dividen Profitabilitas Gambar 1. Kerangka Konseptual Hipotesis Penelitian Pengaruh Kepemilikan Manajerial terhadap Kebijakan Dividen Menurut Brigham dan Houston . mengungkapkan bahwa perusahaan yang mampu menghasilkan laba yang tinggi maka mampu membayar dividen yang tinggi pula. Menurut Reysa et . menyebutkan bahwa kepemilikan manajerial merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen. Perusahaan dengan kemampuan menghasilkan profit diharapkan mampu untuk membagikan dividen kepada pemegang saham. Penelitian Cisilia dan Amanah . dan Sumartha . memperoleh bukti empiris kepemilikan manajerial memiliki pengaruh positif pada kebijakan dividen. Dari beberapa penelitian diatas maka dapat dirumuskan Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Januari 2023 hipotesis sebagai berikut: H1: Kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap Kebijakan Dividen. Pengaruh Profitabilitas terhadap Kebijakan Dividen Menurut Brigham dan Houston . mengungkapkan bahwa perusahaan yang mampu menghasilkan laba yang tinggi maka mampu membayar dividen yang tinggi pula. Menurut Mahendra . menyebutkan bahwa profitabilitas merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen. Perusahaan dengan kemampuan menghasilkan profit diharapkan mampu untuk membagikan dividen kepada pemegang saham. Penelitian Nurhayati . Lestari dan Sulistyawati . , serta Yani dan Maharani . memperoleh bukti empiris profitabilitas memiliki pengaruh positif pada kebijakan dividen. Dari beberapa penelitian diatas maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H2: Profitabilitas berpengaruh positif terhadap Kebijakan Dividen. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris kepemilikan manajerial dan profitabilitas terhadap kebijakan dividen perusahaan. Penelitian ini termasuk pada jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Variabel yang digunakan yakni kepemilikan manajerial, profitabilitas, dan kebijakan dividen. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang tergabung dalam sektor industri makanan dan minuman yang listing di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018-2021. Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria sebagai Perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2018 sampai dengan tahun 2021. Perusahaan tidak melakukan aktivitas merger, akuisisi dan perpindahan jenis usaha. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 157 perusahaan makanan dan minuman yang listing di Bursa Efek Indonesia. Jenis dan Sumber Data Penelitian Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder. Data sekunder diperoleh dalam bentuk catatan, serta dokumen-dokumen terkait informasi keuangan dan informasi non keuangan perusahaan yang tercantum dalam laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan. Data diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia. Teknik Pengumpulan Data Data yang digunakan berupa data laporan keuangan perusahaan. Pengumpulan data dilakukan dengan mendownload laporan keuangan tahunan perusahaan melalui website Bursa Efek Indonesia dan entitas yang bersangkutan. Definisi Operasional Variabel dan Pengukurannya Kepemilikan Manajerial (KM) Kepemilikan manajerial adalah jumlah kepemilikan saham oleh pihak manajemen perusahaan secara pribadi terhadap total jumlah saham beredar. Pengukuran variabel kepemilikan manajerial berdasarkan ukuran Hidayat dan Elisabet . , diukur dengan prosentase jumlah saham yang dimiliki manajemen dari total saham perusahaan yang beredar. yayceycyyceycoycnycoycnycoycaycu ycoycaycuycaycyceycycnycayco = ycycycoycoycaEa ycycaEaycayco ycycaycuyci yccycnycoycnycoycnycoycn ycoycaycuycaycyceycoyceycu ycycuycycayco ycycaEaycayco ycycaycuyci ycayceycyceyccycayc Profitabilitas Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Januari 2023 Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Pengukuran profitabilitas berdasarkan ukuran Martha et al. dengan menggunakan rasio Return On Equity (ROE). Rumus dari ROE adalah: ROE = Laba Bersih Setelah Pajak Modal Sendiri Kebijakan Dividen Kebijakan dividen adalah kebijakan dalam membagikan seberapa banyak Dividen yang dibagikan kepada para pemegang saham dari laba yang dihasilkan oleh perusahaan. Pengukuran kebijakan dividen berdasarkan Wijaya . menggunakan rasio Dividend Payout Ratio (DPR). Rumus dari DPR adalah: DPR = Dividen Per Lembar Saham Laba Per Lembar Saham Teknik Analisis Data Analisis data yang digunakan penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Adapun model regresi sebagai berikut: Y = b1 X1 b2 X2 e HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Obyek Penelitian Penelitian dilakukan pada perusahaan yang tergabung dalam sektor industri makanan dan minuman yang listing di di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018 Ae 2021. Data penelitian berasal dari laporan tahunan perusahaan. Perusahaan yang memenuhi kriteria pada tahun 2018 sampai dengan tahun 2021 sebanyak 157 perusahaan. Hasil Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Hasil uji normalitas disajikan pada gambar 2 berikut ini: Gambar 2. Hasil Uji Normalitas Sumber: data sekunder diolah, 2022 Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Januari 2023 Berdasarkan Gambar di atas, terlihat bahwa grafik normal plot menunjukkan data menyebar di sekitar diagonal dan penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas dan dikatakan layak digunakan untuk mengetahui kebijakan dividen perusahaan. Uji Heteroskedastisitas Hasil uji heteroskedastisitas disajikan pada gambar 3 berikut ini: Gambar 3. Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber: data sekunder diolah, 2022 Berdasarkan Gambar 3 di atas, terlihat tidak ada bentukan pola tertentu yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka nol . pada sumbu Y. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas, sehingga model regresi dapat dikatakan layak digunakan untuk mengetahui kebijakan dividen perusahaan. Hasil Uji Multikolinearitas Berikut ini dipaparkan hasil uji multikolinearitas pada Tabel 1. Tabel 1. Hasil Uji Multikolinearitas Model (Constan. kepemilikan_manajerial Collinearity Statistics Tolerance VIF ,998 ,998 1,002 1,002 Sumber: data sekunder diolah, 2022 Berdasarkan tabel 1 di atas, terlihat nilai VIF lebih dari 1 dan nilai collinearity tolerance lebih besar dari 0,1. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas, sehingga model regresi dapat dikatakan layak digunakan untuk mengetahui kebijakan dividen perusahaan. Hasil uji autokorelasi Berikut ini dipaparkan hasil uji autokorelasi pada tabel 2. Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Januari 2023 Tabel 2. Hasil Uji Autokorelasi Model Kesimpulan Bebas autokorelasi Sumber: Data Olahan SPSS, 2022 Berdasarkan Tabel 2 di atas, hasil uji autokorelasi menunjukkan bahwa nilai Durbin Watson pada model regresi telah memenuhi kriteria (-2