e-ISSN 2746-3656 doi: https://doi. org/10. 24114/jfi. Jurnal Fibonaci Volume 05. : 12 - 19, 2024 Analisis Kesalahan Siswa Ditinjau Dari Gender Dalam Menyelesaikan Masalah Materi Permutasi Berdasarkan Kriteria Watson Desi Dwi Rahayu1. Heni Purwati2. Sugiyanti3. Kresni Winanti4 Universitas PGRI Semarang . , 4SMAN 5 Semarang . desidr39@gmail. com, henipurwati@upgris. id, sugiyanti@upgris. id , kresniwin@gmail. 1,2,3 Diterima 19 April 2024, disetujui untuk publikasi 19 Mei 2024 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah materi permutasi berdasarkan kriteria Watson ditinjau dari gender. Subjek penelitian ini adalah satu siswa perempuan dan satu siswa laki-laki dari kelas XII- MIPA 1 SMA 5 Negeri Semarang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes uraian materi permutasi yang dianalisis berdasarkan delapan kategori kesalahan Watson. Perbedaan yang signifikan dalam jenis dan frekuensi kesalahan teramati antara siswa perempuan dan laki-laki berdasarkan hasil penelitian ini. Siswa perempuan lebih banyak melakukan kesalahan pada kategori kesalahan konsep, kesalahan kalkulasi, kesalahan organisasi, dan kesalahan Sedangkan siswa laki-laki lebih banyak melakukan kesalahan pada kategori kesalahan data. Penelitian ini menunjukkan bahwa gender dapat memengaruhi jenis dan frekuensi kesalahan siswa dalam proses penyelesaian masalah materi permutasi. Penting bagi para guru untuk memperhatikan hal ini agar dapat memberikan pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan karakteristik siswa. [Analisis Kesalahan Siswa Ditinjau Dari Gender Dalam Menyelesaikan Masalah Materi Permutasi Berdasarkan Kriteria Watso. (Jurnal Fibonaci, 05. : 12 - 19, 2. Kata Kunci: Permutasi. Kesalahan siswa. Gender. Kriteria Watson Pendahuluan Pendidikan adalah suatu usaha terencana untuk membimbing peserta didik dalam mengembangkan potensi diri mereka secara optimal. Proses pembelajaran tidak dapat mencapai tujuannya dengan optimal tanpa dilandasi pendidikan yang berkualitas. Sebagai calon pengajar, memahami esensi pendidikan merupakan kewajibann demi mewujudkan anak-anak bangsa yang cerdas. Matematika adalah ilmu tentang bilangan, dan semua benda di alam semesta dapat direpresentasikan dengan bilangan (Burkert, , 1. Permutasi merupakan salah satu materi pokok dalam matematika yang mempelajari tentang penyusunan objek dengan urutan yang berbeda. Topik ini tergolong dalam aljabar abstrak dan memiliki berbagai Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Medan penerapan praktis dalam kehidupan seharihari, seperti menghitung peluang, menentukan kode, dan sebagainya. Berdasarkan hasil penelitian, siswa sering mengalami Kendala dalam mengartikan dan menyelesaikan masalah permutasi (Sudirman, , 2. Kesalahan yang dilakukan siswa dapat dikategorikan berdasarkan kriteria Watson (Watson. , 1. , yang meliputi delapan kategori:Kesalahan data. Kesalahan konsep. Kesalahan prosedur. Kesalahan kalkulasi. Kesalahan organisasi. Kesalahan Kesalahan kelalaian,dan Kesalahan tidak terdefinisi. Gender mengacu pada peran, perilaku, sifat, dan atribut yang diharapkan dimiliki oleh laki-laki dan perempuan dalam suatu (American Psychological Association. , 2. Desi Dwi Rahayu. Heni Purwati. Sugiyanti. Kresni Winanti Jenis kelamin adalah kategori biologis yang ditentukan oleh kromosom, organ reproduksi, dan hormon. (World Health Organization. Penelitian tentang gender kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika kerap terjadi . se-Quest. , & Hyde. Temuan penelitian ini mengungkap adanya perbedaan jenis dan frekuensi kesalahan antara siswa perempuan dan lakilaki. Tinjauan Teoretis Teori Kesalahan Siswa Kesalahan siswa merupakan bagian tak terpisahkan dari proses belajar mengajar. Kesalahan dapat menjadi indikator adanya kekurangan pemahaman konsep, miskonsepsi, ataupun strategi penyelesaian masalah yang tidak Analisis kesalahan siswa dapat membantu guru dalam memahami kelemahan siswa dan merumuskan strategi pembelajaran yang lebih Menurut Watson . , terdapat delapan jenis kesalahan yang dapat dikategorikan berdasarkan kriteria Watson, yaitu: Kesalahan Penyalinan (Transcription Erro. Kesalahan yang terjadi karena kecerobohan dalam menyalin soal atau jawaban. Kesalahan Mekanisme (Mechanical Erro. Kesalahan yang terjadi karena kelalaian dalam melakukan operasi matematika dasar, perkalian, dan pembagian. Kesalahan Prosedur (Procedural Erro. Kesalahan yang terjadi karena siswa tidak memahami langkah-langkah yang tepat dalam menyelesaikan masalah. Konflik Level Respon (Response Level Conflic. Kesalahan yang terjadi karena siswa menggunakan strategi penyelesaian masalah yang tidak sesuai dengan tingkat kesulitan Kesalahan Pemahaman Konsep (Misconceptio. : Kesalahan yang terjadi karena siswa memiliki pemahaman yang salah tentang konsep matematika. Kesalahan Algoritma (Algorithmic Erro. Kesalahan yang terjadi karena siswa menggunakan algoritma yang salah dalam menyelesaikan masalah. Jurnal Fibonaci C Volume 05 C Nomor 1 C Januari - Juni 2024 Kesalahan Omisi (Omission Erro. : Kesalahan yang terjadi karena siswa tidak menuliskan semua langkah penyelesaian masalah. Kesalahan Inkonsistensi (Inconsistency Erro. Kesalahan yang terjadi karena siswa memberikan jawaban yang tidak konsisten langkah-langkah Perbedaan Kesalahan Siswa Ditinjau dari Gender Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam jenis dan frekuensi kesalahan yang dilakukan oleh siswa laki-laki dan Slavin . mengemukakan bahwa siswa laki-laki lebih cenderung melakukan kesalahan prosedural dan mekanis, sedangkan siswa perempuan lebih cenderung melakukan kesalahan konseptual dan omision. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gaya belajar, minat, dan pengalaman belajar yang berbeda antara siswa laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memahami perbedaan ini dan merumuskan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individu setiap siswa. Metode Penelitian Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 5 Semarang pada kelas XII-MIPA 1. Penelitian ini dilaksanakan pada magang ppl ppg prajabatan gelombang 1 2023 semester 1 yaitu pada jangka waktu bulan oktober 2023 sampai januari 2024. Alat dan Bahan Penelitian. Alat yang digunakan adalah kamera, dan buku catatan. Sedangkan untuk bahan yang digunakan merupakan Transkrip wawancara,dan foto. Desain Penelitian. Penelitian deskriptif menganalisis suatu kondisi atau peristiwa tertentu secara komprehensif, dan temuannya diuraikan secara terperinci dalam sebuah laporan penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman yang jelas dan Uraian rinci tentang jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam soal permutasi, diklasifikasikan berdasarkan kategori Watson. Metode. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari lima soal tes deskriptif dan kegiatan wawancara untuk menyempurnakan analisis yang dilakukan Dalam penelitian ini dilakukan dengan Watson. Peneliti mengkategorikan kesalahan mereka ke dalam delapan tipe kesalahan yang telah ditentukan berdasarkan kriteria Watson. Penelitian ini Analisis Kesalahan Siswa Ditinjau Dari Gender Dalam Menyelesaikan Masalah Materi Permutasi Berdasarkan Kriteria Watson melibatkan dua siswa kelas XII-MIPA 1 SMA Negeri 5 Semarang, yaitu satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan. Pemilihan subjek penelitian mempertimbangkan aspek gender. Pemilihan sampel ini dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi teknik. Peneliti menganalisis hasil kerja siswa dan mengkategorikan kesalahan mereka ke dalam delapan tipe kesalahan yang telah ditentukan berdasarkan kriteria Watson. Indikator kesalahan yang didasarkan pada kriteria Watson disajikan dalam tabel berikut (Watson. ,1. Buku Buku- buku fisika saja yang Berapa banyak permutasi dari huruf-huruf pada kata STATISTIKA? Amalia memiliki 4 rompi, 2 celana panjang, dan 3 pasang sepatu. Amalia memakai lengkap pasangan 1 rompi , 1 celana panjang, dan sepasang sepatu. Pasangan berbeda yang amalia punyai adalahA Tujuh orang mengeliliongi meja bundar. Berapa banyaknya susunan duduk yang berbeda dari ketujuh orang itu? Tabel di bawah ini menyajikan analisis kekeliruan siswa dalam menyelesaikan soal tes uraian materi Permutasi, dikategorikan sesuai dengan kriteria Watson. Tabel 1. Indikator Kesalahan Berdasarkan Kriteria Watson Pemetaan persentase kesalahan siswa pada soal tes uraian materi permutasi dapat dihitung menggunakan rumus berikut: Tabel 2. Identifikasi Tipe Kekeliruan yang Dilakukan Siswa Laki-Laki P = N y 100 Keterangan : P : Persentase siswa yang melakukan berbagai jenis kesalahan n : Tingkat keparahan kesalahan yang dilakukan siswa pada masing-masing jenis kesalahan N : Perhitungan frekuensi akumulasi kesalahan siswa pada seluruh jenis kesalahan. Tabel 3. Identifikasi Tipe Kekeliruan yang Dilakukan Siswi Perempuan Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Tabel di bawah ini menyajikan rekapitulasi persentase identifikasi tipe kekeliruan yang dilakukan oleh siswa dan siswi dalam mengerjakan soal uraian materi Permutasi. Penelitian ini melibatkan dua orang siswa kelas XI SMA Negeri 5 Semarang yang diberikan lima soal tes uraian mengenai materi Permutasi. Soal-soal tes uraian tersebut adalah: Bilangan terdiri dari 4 angka disusun dari angka-angka 1,2,3,5,6,&7. Hitung banyak susunan bilangan dengan angka-angka yang berlainan . ngka-angka yang tidak boleh berulan. Terdapat 4 buku matematika, 3 buku fisika , 5 buku kimia yang berbeda akan disusun kedalam rak yang dapat memuat semua Berapa mungkin susunan yang mungkin jika : Tabel 4. Daftar Persentase Jenis Kekeliruan Siswa Laki-laki Jurnal Fibonaci C Volume 05 C Nomor 1 C Januari - Juni 2024 Desi Dwi Rahayu. Heni Purwati. Sugiyanti. Kresni Winanti Literasi matematika diperlukan saat mengerjakan soal matematika (Prabandari et al. Kutipan wawancara berikut ini dari seorang siswi perempuan mengilustrasikan secara jelas kekeliruan yang sering dilakukan siswi perempuan. Peneliti Tabel 5. Daftar Persentase Jenis Kekeliruan Siswi Perempuan Siswi P Peneliti Pembahasan Siswi P Peneliti Siswi P Siswi P Peneliti Melihat data dalam tabel dibawah ini, terlihat bahwa siswa laki-laki paling sering melakukan beberapa jenis kekeliruan, di antaranya: data hilang . urangnya pemahaman Sedangkan jenis kekeliruan yang sering dilakukan oleh siswi perempuan yaitu data tidak tepat,data hilang, kesimpulan hilang, manipulasi tidak langsung, dan masalah hierarki Berikut pembahasan lebih rinci tentang jenis-jenis kekeliruan yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal tes uraian materi Permutasi berdasarkan kriteria Watson. Data Tidak Tepat AuAda baiknya kamu perhatikan lagi jawabanmu di soal nomor 1. Berapa total angka yang ada pada soal nomor 1?Ay AuTujuh bu?Ay AuApakah kamu yakin jika jumlah datanya 7?Ay AyIya bu, apakah ada yang salah ?Ay AuCoba dilihat dan dihitung kembali dengan benarAy AuBaik buAy (Sambil senyum-senyum mal. AuOh iya bu saya salah hitung, saya kira itu angkanya urut dan full. Eh ternyata angka 4 nya hilang heheAy AuNah salah kan ?. Jadi jawabanmu juga menghasilkan jawaban yang salah juga. Sayangkan kalau tidak teliti Padahal konsepnya sudah benarAy Dari hasil wawancara, terungkap bahwa siswi tersebut membuat beberapa kekeliruan data tidak tepat dikarenakan tidak membaca soal dengan teliti, namun dalam proses lainnya sudah Sehingga mengakibatkan kekeliruan hasil akhir karena salahnya adalah fatal yaitu salah memasukkan data. Rata -rata presentase jenis kekeliruan siswi perempuan pada soal ini adalah 12,5%. Data Hilang Gambar 1. Karya siswi dalam menyelesaikan soal Berdasarkan gambar 1 di atas Terdapat kecenderungan pada siswi perempuan untuk mengalami kesulitan dalam memasukkan jumlah angka dengan tepat dan kurang teliti dalam membaca soal. Soal menunjukkan jumlah data ada 6 tetapi siswi perempuan ini salah membaca soal dan berfikir jika itu angkanya urut, padahal ada 1 angka yang hilang yaitu angka 4 sehingga membuat siswi perempuan ini berfikir kalau jumlah datanya adalah 7. Seharusnya yang dimasukkan didalam kotak tersebut adalah 6 5 4 Jurnal Fibonaci C Volume 05 C Nomor 1 C Januari - Juni 2024 Gambar 2. Karya siswa dalam menyelesaikan soal nomor Analisis Kesalahan Siswa Ditinjau Dari Gender Dalam Menyelesaikan Masalah Materi Permutasi Berdasarkan Kriteria Watson Gambar 3. Karya siswa dalam menyelesaikan soal nomor 2b Berdasarkan gambar 2 dan 3 di atas siswa laki-laki tidak memasukkan total item yang dipertanyakan soal. Didalam soal nomor 2a berdampingan dan kemungkinan siswa laki-laki kurang paham dengan yang diminta dalam soal. Siswa laki-laki mampu menyelesaikan urutan dan hasil yang benar namun siswa laki-laki kurang paham dalam arti buku yang sejenis berdampingan itu harus dihitung 1 sehingga ada 3 buku sejenis maka harus dikalikan dengan 3 faktorial juga. Namun siswa laki-laki hanya menulisnya susunan buku yang sejenis saja tanpa mengalikan dengan banyaknya buku yang sejenis ada matematika, fisika, dan kimia. Masalah yang sama pada soal nomor 2b siswa laki-laki kurang memahami perintah dalam soal yang menghasilkan kekeliruan yang serupa. Dari hasil penelitian Anjeli . R, & Irwan . hasil terjadinya kesalahan yang dilakukan peserta didik adalah peserta didik tidak mengetahui langkah selanjutnya untuk penyelesaian soal. Untuk mempertegas temuan tentang kesalahan yang lebih sering dilakukan oleh siswa laki-laki, berikut adalah kutipan wawancara peneliti dengan salah satu siswa laki-laki. Peneliti Siswa L Peneliti Siswa L AuApakah soal tersebut sudah bisa kamu pahamiAy AuIya bu, sudah?Ay AuApakah jawaban kamu sudah kamu anggap benar?Ay AyIya bu, apakah ada yang salah ?Ay Peneliti Siswa L Siswa L Peneliti Siswa L Peneliti Siswa L Peneliti Siswa L AuCoba dibaca dan dipahami kembali soal tersebutAy AuBaik buAy AuBu, disini itu saya agak bingung dengan buku sejenis, saya fikir ya cukup semua yang sejenis saja yang saya kalikan. Apakah ada yang ditambahkan lagi bu?Ay AuDidalam permintaannya adalah yang sejenis sehingga ada berapa yang sejenis didalam soal tersebut?Ay Au3 bu, fisika, matematika dan kimiaAy AuNah, berarti perlu dikalika n dengan 3 buku sejenis tersebutAy AuBerarti mengkalikan 3 faktorial dalam soal 2a dan 2 faktorial untuk soal 2bAy AuIya, betul sekali. Sekarang sudah paham ya maksud dari soal tersebut dan lain kali lebih teliti dalam membaca soal permutasiAy AuBaik bu, sekarang saya sudah lebih paham setelah mendapat penjelasan dari ibuAy Berdasarkan hasil wawancara, dapat disimpulkan bahwa siswa laki-laki tersebut mengalami kesalahan data hilang karena kurang memahami instruksi soal, sehingga ia hanya menuliskan apa yang dia pahami saja, tanpa mempertimbangkan informasi yang sebenarnya diminta dalam soal. Rata -rata presentase jenis kesalahan siswa laiki-laki ini adalah 4,167%. Kesimpulan Hilang Gambar 4. Karya siswi dalam menyelesaikan soal nomor 2b Berdasarkan gambar 4 di atas siswi buru-buru menyelesaikan soal tanpa mengecek kembali hasil kerjanya. Jawaban tersebut terlihat dengan jelas jika hasil kali dari bagian terakhir belum diselesaikan yang semestinya untuk dijadikan kesimpulan dari jawaban. Sejalan dengan Jurnal Fibonaci C Volume 05 C Nomor 1 C Januari - Juni 2024 Desi Dwi Rahayu. Heni Purwati. Sugiyanti. Kresni Winanti penelitian yang dilakukan oleh Anjeli . R, & Irwan . sebagian peserta didik tidak menyelesaikan jawabannya pada tahap akhir , sehingga otomatis kesimpulan belum diperoleh. Kutipan wawancara peneliti dengan siswi ini memberikan bukti tambahan tentang jenis-jenis kekeliruan yang dilakukan oleh siswi. Peneliti Siswi P Siswi P Peneliti Siswi P Peneliti Siswi P AuBisa dilihat hasil kerja kamu ?Ay AuBisa bu, sebentar?. ambil melihat jawaban kembal. Ay AuBu, saya belum selesai ini . Ay AyTuhkan kurang telitiAy AuIya bu, saya salah kurang mengecek jawaban lagiAy AuLain kali lebih hati-hati dan mengecek kembali jawaban adalah hal penting untuk memastika apakah hasil akhir kamu sudah terisi atau belum memastikan jawaban kamu sudah pasti benarnyaAy AuBaik bu, terimakasih ya buAy Berlandaskan gambar 5 di atas, siswi salah menuliskan permutasi . yang dimana di gambar tersebut siswa perempuan mampu menyelesaikan hasil kerja dengan hasil yang benar. Untuk menghindari solusi yang salah, siswa perlu melibatkan penalaran semantik untuk mendapatkan hasil yang sesuai berdasarkan masalah (Prayitno et al. , 2. Kutipan wawancara peneliti dengan siswi ini memberikan bukti tambahan tentang jenis-jenis kekeliruan yang dilakukan oleh siswi. Berdasarkan hasil wawancara, dapat disimpulkan bahwa siswi tersebut melakukan kekeliruan pada bagian kesimpulan karena terburu-buru dan kurang teliti dalam menyelesaikan soal. Sehingga hasil akhir belum terpenuhi dengan sempurna. Peneliti Siswi P Siswi P Peneliti Siswi P Peneliti Siswi P AuNih, liat lagi jawabanmu, pada soal nomor 4. langkahnya ?Ay AuBaik bu. Ay AuOh saya tau bu dimana salah. ambil Ay AuDimana coba tunjukkanAy AyDisini bu. ambil nunjuk pada jawaba. ini angka 3 bukan angka 4 bu, tapi jawaban saya benar kan bu tidak salah hanya saja saya typo heheAy AuIya betul, tandanya kamu tidak boleh terburu-buru. Tetap harus mengecek kembali jawaban ya kalau sudah selesai, agar tidak terjadi kesalahan yang sama terulang kembaliAy AuBaik buAy Manipulasi Tidak Langsung Berdasarkan hasil wawancara, siswi teridentifikasi melakukan beberapa kesalahan kurangnya ketelitian dalam menjawab soal walaupun hasilnya benar. Gambar 5. Karya siswi dalam menyelesaikan soal Jurnal Fibonaci C Volume 05 C Nomor 1 C Januari - Juni 2024 Masalah hierarki keterampilan Gambar 6. Karya siswi dalam menyelesaikan soal Analisis Kesalahan Siswa Ditinjau Dari Gender Dalam Menyelesaikan Masalah Materi Permutasi Berdasarkan Kriteria Watson menyelesaikan masalah materi permutasi. Kedua. Pendekatan pembelajaran yang beragam dapat bermanfaat untuk mengakomodasi perbedaan karakteristik belajar siswa, termasuk jenis kelamin. Ketiga, pendidik perlu memberikan bimbingan dan latihan yang lebih intensif kepada siswa yang sering melakukan kesalahan. Berlandaskan gambar 6 di atas, siswi tidak menjelaskan apa yang dihasilkan dalam 24 pasang berbeda sehingga seperti ambigu dalam Seharusnya menuliskan pernyataan jika amalia memiliki 24 pasang yang berbeda. Dengan pernyataan yang Dengan demikian, diharapkan kesalahan sederhana memberikan arti kalau 24 pasang dalam menyelesaikan masalah materi berbeda itu punya amalia yang memiliki rompi, dapat diminimalkan dan hasil belajar celana, dan sepatu. Kutipan wawancara peneliti dengan siswi ini memberikan bukti tambahan tentang jenis-jenis kekeliruan yang dilakukan oleh Peneliti : AuBisa Ucapan Terima Kasih jawabanmu pada soal nomor Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada 4?Ay Siswi P : AuBaik bu bisaAy semua pihak yang telah membantu saya dalam Siswi P : AuAda apa ya bu dengan menyelesaikan penelitian ini yaitu : dosen jawaban saya?. Ay pembimbing saya . bu Heni Purwat. , guru pamong saya . bu Kresni Winant. , orang tua Peneliti : AuAda yang kurang atau tidak?Ay yang mendukung secara finansial serta temanSiswi P : AyTidak ada buAy Peneliti : AuApakah jawaban kamu sudah memuat pernyataan yang artikel ini. diminta dalam soal?Ay Siswi P : AuOh iya bu, saya belum menjelaskan jika itu adalah Daftar Pustaka