Jurnal Abdimas Prakasa Dakara https://doi. org/10. 37640/japd. e-ISSN 2776-768X Edukasi Home Gardening melalui Kegiatan KKN MBKM di Desa Warnasari. Sukabumi. Jawa Barat Nirma Aprila Erlana. Priscilla Josephine Kaitjily. Yulia Dewi Anjani. Salnida Yuniarti Lumbessy*. Nuri Muahiddah Budidaya Perairan. Fakultas Pertanian. Universitas Mataram *salnidayuniarti@unram. Abstrak Home gardening merupakan kegiatan bercocok tanam baik berupa sayur, buah dan bunga dengan memanfaatkan halaman atau pekarangan rumah. Perumahan di Desa Warnasari memiliki kondisi yang sangat padat sehingga dibutuhkan home gardening sebagai pemanfaatan lahan sempit. Tujuan KKN MBKM ini untuk mengedukasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan melaluli home gardening. Metode pelaksanaan pengabdian ini melalui pendampingan, penyuluhan, dan demonstrasi yang dilakukan terhadap warga Desa Warnasari. Kecamatan Sukabumi. Jawa Barat sebanyak 50 orang. Hasil yang didapatkan adalah masyarakat dapat menerapkan home gardening beserta manfaatnya untuk pelestarian lingkungan padat penduduk melalui penanaman tanaman hias dipekarangan rumah. Melalui program edukasi dan kegiatan home gardening. Desa Warnasari diharapkan dapat menjadi contoh sukses dalam membangun kesadaran lingkungan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. Selama kegiatan berlangsung masyarakat sangat antusias dan penuh semangat mengikuti semua kegiatan, terutama pada saat demonstrasi di lapangan. Selain itu, kesadaran, partisipasi, dan keterampilan masyarakat Desa Warnasari semakin meningkat dalam menjaga lingkungan melalui kegiatan home gardening. Kata kunci: home gardening. KKN, lingkungan. MBKM, tanaman. Dikirim: 23 Juli 2023 Direvisi: 23 September 2023 Diterima: 4 Oktober 2023 PENDAHULUAN Perhatian terhadap kelestarian lingkungan semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan masyarakat di seluruh dunia (Haryanto, 2. Salah satu aspek yang penting dalam menjaga lingkungan adalah melalui kegiatan home gardening atau berkebun di rumah (Nuringsih dkk. , 2. Dalam konteks ini, desa Warnasari. Sukabumi. Jawa Barat merupakan salah satu contoh masyarakat yang berupaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan melalui kegiatan berkebun di lingkungan rumah mereka. Hal ini disebabkan karena kondisi pekarangan rumah masyarakat disana yang sempit sehingga belum difungsikan dengan baik namun kondisi lahannya sangat subur. Edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan sangatlah krusial. dengan memiliki pemahaman yang baik mengenai lingkungan, masyarakat dapat berperan aktif dalam pelestarian sumber daya alam, pengurangan limbah, dan Home gardening atau berkebun di rumah adalah salah satu cara yang efektif untuk mengajarkan konsep-konsep ini kepada masyarakat, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi mereka (Andayanie dkk. , 2. Melalui Home gardening maka setiap keluarga di Desa Warnasari dapat mengoptimalkan fungsi lahan pekarangannya yang sempit sehingga dapat membantu peningkatan Content from this work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 0 International License. Edukasi Home Gardening melalui Kegiatan A | 112 pendapatan, peningkatan mata pencaharian, kesejahteraan ekonomi rumah tangga, serta promosi kewirausahaan dan pembangunan. Home gardening merupakan kegiatan bercocok tanam baik berupa sayur, buah dan bunga dengan memanfaatkan halaman atau pekarangan rumah. Home gardening merupakan salah satu teknik bercocok tanam yang dapat diterapkan pada wilayah perkotaan yang cenderung tidak memiliki lahan luas untuk bercocok tanam (Sefrina. Elvandari, & Rahmatunisa, 2. Home gardening merupakan aktivitas menanam dan merawat tanaman di halaman rumah atau lahan terbatas. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat menghasilkan tanaman pangan, obatobatan alami, atau tanaman hias yang indah. Selain itu, home gardening juga memiliki manfaat lain seperti mengurangi jejak karbon dengan menyerap CO2, meningkatkan kualitas udara, dan memperbaiki kesuburan tanah (Putra dkk. Pemanfaatan pekarangan rumah . ebidang tanah kosong di halaman ruma. merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari pemukiman yang berada di Pekarangan merupakan kearifan lokal dan menjadi bagian dari salah satu budaya di Indonesia (Irwan. Rogomulyo, & Trisnowati, 2. Pekarangan merupakan bagian dari sebidang tanah di sekitar rumah dengan hak kepemilikan pribadi dan memiliki batas-batas yang jelas. Oleh sebab itu, pekarangan dapat menjadi lahan yang dapat digunakan dengan baik seperti menanam buah, sayur maupun tanaman hias (Simbolon. Sinaga, & Sitepu, 2. Desa Warnasari di Sukabumi. Jawa Barat, merupakan contoh sukses dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya home gardening dalam menjaga Melalui program-program lokal yang melibatkan komunitas, pemerintah desa, dan organisasi non-pemerintah, masyarakat Desa Warnasari telah diberikan pengetahuan, keterampilan, dan sumber daya yang diperlukan untuk memulai dan mengelola kebun di rumah mereka. Desa Warnasari. Kecamatan Sukabumi. Kabupaten Sukabumi. Provinsi Jawa Barat. Desa Warnasari merupakan salah satu Desa yang berada tidak jauh dari pusat Kota Sukabumi, oleh karena itu kawasan ini termasuk ke dalam wilayah yang padat Hampir seluruh rumah-rumah yang berada di Desa Warnasari memiliki pekarangan yang sempit, walaupun demikian lokasi Desa Warnasari dekat dengan pusat kota, keadaan lingkungannya sangat subur untuk digunakan sebagai media bercocok tanam seperti sayur, menanam buah-buahan dan juga berbagai macam jenis bunga. Sehingga kegiatan home gardening dapat diterapkan untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan walau keterbatasan lahan. METODE PELAKSANAAN Kegiatan dilaksanakan di Desa Warnasari. Kecamatan Sukabumi. Jawa Barat, mulai dari bulan Maret hingga Juni 2023. Masyarakat yang menjadi sasaran kegiatan ini berlokasi di Desa Desa Warnasari. Kecamatan Sukabumi. Jawa Barat sebanyak 50 orang. Kegiatan Pengabdian Kepada masyarakat ini dilakukan dengan kegiatan edukasi melalui pendampingan, penyuluhan, dan demonstrasi dengan berbagai program kegiatan. Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi: . tahap perencanaan dan persiapan, . tahap pelaksanaan, dan . tahap evaluasi. 113 | Erlana dkk. Pada tahap perencanaan dan persiapan, dimulai dengan analisis permasalahan di Desa Warnasari, kemudian melakukan survey lokasi serta sasaran yang tepat untuk kegiatan yang akan dilaksakan. Selanjutnya pembuatan perizinan tempat dan permohonan kesediaan masyarakat sasaran. Pada tahap pelaksanaan, beberapa kegiatan yang dilaksanakan pada tahap ini adalah: . penyampaian materi dan sosialisai tentang home gardening serta teknik penanaman dan pemeliharaan tanaman dengan melibatkan kerjasama komunitas lokal dan organisasi non-pemerintah seperti ibu-ibu PKK dan Karang Taruna. pengadaan sarana dan prasarana, seperti: bibit tanaman hias, peralatan, dan media tanam. pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan penanaman tanaman hias, seperti: . kunjungan ke rumah pemateri home gardening, . persiapan lahan, dilakukan dengan membersihkan pekarangan yang akan diletakkan tanaman hias, . penanaman, dilakukan dengan menanam tanaman hias. Pada tahap evaluasi, evaluasi dilakukan dengan menganalisis keberhasilan dan keefektifan program yang telah diberikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan edukasi home gardening kepada masyarakat dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-MBKM Program Studi Budidaya Perairan, di Desa Warnasari pada tanggal 3 Juni 2023 dengan pemateri adalah salah satu warga atas nama Bapak Ece Beliau adalah salah seorang pembudidaya tanaman hias yang cukup sukses menjalankan usahanya. Kegiatan edukasi ini berlokasi langsung di rumah bapak Ece (Gambar . Dalam kegiatan ini, masyarakat diedukasi bagaimana memanfaatkan lahan di sekitar rumah atau pekarangan rumah agar terlihat lebih menarik, dapat mengurangi polutan yang ada di perkotaan, menjadi sumber oksigen dan juga dapat menjadi ladang bisnis jika mengelolanya dengan serius. Gambar 1. Edukasi Home Gardening di rumah Warga Desa Warnasari Edukasi masyarakat merupakan langkah penting dalam mengubah sikap dan perilaku individu terkait dengan lingkungan (Ramdhani, 2. Pendekatan edukasi yang di Desa Warnasari dilakukan melalui berbagai cara, seperti pelatihan dan workshop yang mencakup berbagai topik seperti pengenalan kebun rumah, teknik penanaman, pemupukan organik, pengendalian hama alami, dan pengelolaan air. Dengan demikian, masyarakat diberikan pengetahuan dan keterampilan praktis yang diperlukan untuk memulai dan mengelola kebun di rumah mereka. Edukasi Home Gardening melalui Kegiatan A | 114 Salah satu teknik pemanfaatan pekarangan yang disampaikan pada kegiatan pengabdian ini adalah dengan menerapkan home gardening di pekarangan rumah , khususnya home gardening jenis tanaman hias (Lensari dkk. , 2. Home gardening merupakan salah satu kegiatan yang dapat memanfaatkan sebidang lahan kosong yang ada di rumah, oleh sebab itu kegiatan ini sangat cocok jika diterapkan di daerah perkotaan yang merupakan wilayah padat penduduk dengan pekarangan rumah yang tidak luas (Alqamari. Alridiwirsah, & Br Kabeakan. Home gardening merupakan kegiatan yang cocok untuk diterapkan di Desa Warnasari dikarenakan Desa Warnasari merupakan desa yang padat penduduk. Dilihat dari lokasi desa yang subur walaupun berada di tengah-tengah kepadatan penduduk, dapat dilakukan home gardening pada halaman rumah warga di Desa Warnasari sebagai bentuk atau usaha masyarakat untuk mengurangi polutan yang biasanya meningkat pada kawasan padat penduduk (Simbolon dkk. , 2. Desa Warnasari di Sukabumi. Jawa Barat, telah berhasil melaksanakan program edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui kegiatan home gardening. Melalui upaya kolaboratif antara komunitas, pemerintah desa, dan organisasi non-pemerintah, masyarakat Desa Warnasari diberikan pengetahuan, keterampilan, dan dukungan yang diperlukan untuk terlibat aktif dalam kegiatan berkebun di rumah. Hasil dari penyampaian materi tentang home gardening yang bertujuan untuk memanfaatkan lahan sempit dan pekarangan rumah diterapkan melalui kegiatan penanaman tanaman hias yang dilakukan tim KKN-MBKM bersama warga di Desa Warnasari. Kecamatan Sukabumi. Jawa Barat. Demonstrasi lapangan dilakukan untuk memberikan contoh nyata tentang pelaksanaan home gardening (Gambar . Selai itu dilakukan juga melalui kunjungan ke kebun rumah yang sudah sehingga masyarakat dapat melihat dan mempelajari praktik terbaik dalam merawat tanaman (Gambar . Demonstrasi lapangan ini juga merupakan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan antar-masyarakat. Gambar. 2 Penanaman Tanaman Hias oleh Tim Pengabdian KKN MBKM Universitas Mataram Dalam upaya penyebarluasan informasi, dibuat materi edukasi yang berisi panduan dan tips praktis tentang home gardening. Materi ini mencakup langkahlangkah awal, perencanaan kebun, pemilihan tanaman yang sesuai, perawatan harian, dan manfaat dari kegiatan berkebun di rumah. Materi tersebut disebarkan melalui brosur, media sosial, dan acara komunitas. 115 | Erlana dkk. Gambar 3. Kunjungan ke Rumah warga yang sudah melakukan Penghijauan di Pekarangan rumah di Desa Warnasari Melalui pendekatan ini, masyarakat Desa Warnasari berhasil meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam menjaga lingkungan melalui kegiatan home Masyarakat menjadi lebih terampil dalam mengelola kebun di rumah mereka, menggunakan teknik yang ramah lingkungan seperti penggunaan pupuk organik dan pengendalian hama alami. Selain itu, mereka juga memanfaatkan lahan terbatas untuk menghasilkan tanaman pangan dan obat-obatan alami, yang berdampak positif pada kemandirian pangan dan kesehatan masyarakat. Terdapat beberapa manfaat yang diperoleh oleh masyarakat Desa Warnasari melalui kegiatan home gardening. Dengan memiliki kebun di rumah, masyarakat dapat menghasilkan tanaman pangan sendiri (Widyastuti & Sunarni, 2. Hal ini membantu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar, sehingga meningkatkan keberlanjutan pangan di tingkat rumah tangga. Mengkonsumsi hasil panen dari kebun sendiri memberikan akses ke bahan makanan segar dan organik. sehingga berdampak positif pada kesehatan masyarakat, mengurangi resiko penyakit terkait dengan bahan makanan yang tidak sehat (Nurjasmi, 2. Home gardening membantu mengurangi jejak karbon dengan menyerap CO2 dari udara. Tanaman juga membantu menyaring udara, meningkatkan kualitas udara di sekitar rumah (Sabry, 2. Selain itu, praktik-praktik organik yang digunakan dalam home gardening mengurangi penggunaan pestisida dan pupuk kimia yang berpotensi merusak lingkungan. Melalui home gardening, masyarakat dapat menghasilkan produk pertanian yang dapat dijual atau digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ini memberikan potensi pendapatan tambahan dan membantu mengurangi pengeluaran untuk membeli produk pertanian (Fauzi. Ichniarsyah, & Agustin, 2. Program edukasi dan kegiatan home gardening, di Desa Warnasari ini dapat berjalan dengan baik dan lancar karena dapat dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Hasilnya ditampilkan pada Gambar 4. Selain itu apresiasi peserta yang mengikuti kegiatan ini sangat besar bahkan semua perserta sangat antusias sampai pada tahap demonstrasi di lapangan. Masyarakat Desa Warnasari yang menjadi peserta pada kegiatan ini memiliki pemahaman yang sama terkait kegiatan home gardening. Mereka berharap bisa mendapatkan pendampingan yang berkala untuk mengoptimalkan kegiatan home gardening sampai memberikan nilai yang produktif bagi keluarganya. Edukasi Home Gardening melalui Kegiatan A | 116 Gambar 4. Hasil Home Gardening di Desa Warnaasri SIMPULAN Berdasarkan kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa home gardening dapat dijadikan sebagai salah satu kegiatan untuk menjaga dan melestarikan lingkungan dan pekarangan sempit rumah di Desa Warnasari. Kecamatan Sukabumi. Jawa Barat. Selama kegiatan berlangsung masyarakat sangat antusias dan penuh semangat mengikuti semua kegiatan, terutama pada saat demonstrasi di lapangan. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu selama kegiatan berlangsung terutama kepada Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi Jawa Barat serta dukungan pelaksanaan kegiatan KKN MBKM Program Studi Budidaya Perairan. Universitas Mataram semester Genap 2022/2023 DAFTAR PUSTAKA