ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 PENGARUH BOARD INDEPENDENCE. AUDIT COMMITTEE. DAN MANAGERIAL OWNERSHIP TERHADAP SUSTAINABILITY REPORTING PADA ASEAN CORPORATE GOVERNANCE SCORECARD Wiwi Idawati1 STIE Indonesia Banking School idawati@ibs. Ayunda Novita Hanifah2 STIE Indonesia Banking School ayundanovita17@gmail. Diterima 18 November 2022 Disetujui 12 Desember 2022 AbstractAi This study aims to examine the influence of board independence, audit committee, and managerial ownership on sustainability reporting based on united nations sustainable development goals . n_sdg. This study uses data from Public Companies in Indonesia based on the ASEAN Corporate Governance Scorecard listed on the Indonesia Stock Exchange. The hypothesis in this study was tested with descriptive statistics and panel data regression anlysis. The results of this study prove that board Independence has a negative effect on Sustainability Reporting. The results of the Audit Committee and Managerial Ownership have no correlation with Sustainability Reporting. Keywords: Board Independence. Audit Committee. Managerial Ownership. Sustainability Reporting. PENDAHULUAN 1 Latar Belakang Keberlanjutan menurut para ahli digambarkan sebagai peningkatan dari standar hidup yang manusi dan bagaimana pentingnya melakukan pemeliharaan. Saat ini banyak organisasi maupun Lembaga yang telah berpartisipasi dalam menciptakan konsep kehidupan keberlanjutan dimana dalam hal ini Lembaga terbesar yang telah melakukan kontribusi yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa (Kim Oanh, et al. Sejak berdirinya. Lembaga tersebut telah melakukan banyak kontribusi dalam bidang pembangunan yang berkelanjutan dengan melakukan berbagai konferensi, melakukan tindaka, dan dengan melakukan menerbRitkan berbagai publikasi yang dilakukan dengan tujuan dapat mencapai tujuan dapat mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Pada tahun 2015. Divisi Pengadaan PBB memperkenalkan serangkaian 17 tujuan global yang disusun menjadi 169 target yang akan dicapai untuk mengadopsi Agenda 2030 yang dikenal khalayak ramai dengan sebutanSustainable Development Goals (SDG. SDGs dibuat dalam rangka mencapi tujuan yang universal dalam menghadapi rintangan terkait dengan lingkungan, politik serta ekonomi yang mendesak. Oleh karena itu. Indonesia saat ini ditempuh dengan cara melakukan implementasi langkah guna mencapai SDGs dengan melakukan planning serta penganggaran dalam rangkamemenuhi kebutuhan dari sumber daya alam guna dapat memnuhi serta dapat berdampak untuk mengembangkan | 312 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 perekonomian Indonesia yang memiliki rasa peduli terhadap alam sekitar guna memberikan kontribusi dalam mencapai perekonomian yang berkelanjutan (Rifai. B, 2. Hal ini didukung dengan adanya ketetapan dari regulator terkait peraturan No. POJK. 03/2015 mengenai sustainability reporting ditentukan untuk perusahaan keuangan. Keuangan berkelanjutan merupakan bentuk kontribusi yang dilakukan oleh industry keuangan guna meningkatkan pertumbuhan yang berkelanjutan yang mana diharapkan dapat memberikan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial maupun berkelanjutan (Damayanti & Hardiningsih, 2. Kondisi industri global yang terus berkembang membuat laju perekonomian Indonesia juga berkembang. Namun, kemajuan ekonomi juga diiringi kemunduran dari berbagai aspek, misalnya berkaitan dengan proyek pembangunan kereta cepat. Dibalik dari kemegahan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) ini ternyata memiliki beberapa kontroversi. Perizinan lingkungan yang dimiliki oleh KCJB yang dianggap terburu-buru serta tidak selaras dengan RT/RW yang mana hanya menghasilkan lisensi yang dikeluarkan tidak sesuai pada ketentuan yang berlaku yaitu undang-undang. Walhi di Jabar tercatat 23 kasus proyek kereta cepat Indonesia-China. Selain itu, akibat pembangunan terowongan yang dilakukan pada saat Oktober 2019, berdampak pada rusaknya puluhan rumah rusak baik berat hingga ringan. Selain itu, berdasarkan dari hasil kajian yang dilakukan oleh Badan Geologi, dimana telah terjadi keretakan tanah yang memanjang di area yang kompleks yang mana dapat menyebabkan saat terjadi hujan menyebabkan air masuk dicelah keretakan tersebut dan hal ini memiliki potensi pada bencana tanah longsor. Kasus lain saat ini terjadi merupakan permasalahan sosial, lingkungan serta perekonomian yaitu pada masyarakat, perusahaan, serta pemeritntah. yaitu konflik yang saat ini terjadi di papua. Konflik tersebut terjadi akibat perebutan yang terjadi di wilayah papua. Di wilayah tersebut terdapat banyak kekayaan alam yang berpotensi ekonomi yang sangat tinggi seperti, wilayah Intan Jaya. Wilayah tersebut memiliki potensi tambang emas yang cukup besar dan belum digunakan kandungan didalamnya. Konflik ini semakin memanas akibat adanya wacana mengenai PT Aneka Tambang Tbk pada pertambangan yang Kasus terkait dengan permasalahan lingkungan, ekonomi dan sosial menggambarkan bahwa rendahnya kesadaran pelaku bisnis akan pengaruh yang ditimbulkan oleh bisnisnya. Oleh karena itu, menyebabkan kekhawatiran pemangku kepentingan dalam upaya melindungi lingkungan alam sekitar guna mencapai sustainable development (Wahyudi, 2. Hubungan yang harmonis antara masyarakat, pemerintah dan dunia usaha merupakan tujuan dari pembangunan berkelanjutan. Hal ini yang menyebabkan laporan yang berkelanjutan menjadi salah satu solusi yang dibutuhkan dalam pertanggungjawaban sosial yang dilakukan oleh perusahaan (Astuti & Putri, 2. Laporan berkelanjutan adalah satu hal diyakini oleh perusahaan untuk mendapatkan kepercayaan dari pemangku kepentingan guna memperkuat kerjasama yang dilakukan perusahaan dengan pemangku kepentingan guna mencapai kelangsungan hidup pemangku kepentingan maupun entitas bisnis. Laporan berkelanjutan yang dilakukan oleh perusahaan merupakan konsep dari GCG report yang dilakukan oleh perusahaan (Rohim &Syurmita, 2. Dalam konferensi yang dilakukan oleh FCGI mayatakan suatu system yang memberikan arah serta melakukan pengendalian terhadap perusahaan adalah Corporate Governance. Penerapan GCG dinilai dapat menciptakan pola pikir kerja manajemen yang transparan dan professional serta memicu terjadinya tingkat persaingan usaha yang kondusif. GCG dapat juga dikatakan sebagai suatu sistem bukan saja memberikan kontribusi terhadap karyawan maupun manajemen tetapi dapat memberikan kontribusi kepada pemangku kepentingan. (Gerged, 2. | 313 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Board Independence adalah anggota komisaris yang tidak memiliki hubungan terafiliasi mulai dari finance sampai dengan ownerAos equity, bersifat netral, dan menjadikan perusahaan yang lebih baik serta dapat bertanggung jawab dengan pemangku kepentingan (Al Amosh & Khatib, 2. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Adel et al. , 2. dan (Gold & Taib, 2. menyatakan adanya korelasi positif yang terjadi antara komisaris independen dan pengungkapan Sustainability Reporting. Sedangan hasil penelitian (Jamil et , 2. dan (O. Erin et al. , 2. tidak adanya korelasi antara sustainability report yang dilakukan oleh perusahaan dengan Komisaris Independen. Audit Committee merupakan keanggotaan yang dibentuk oleh komisaris yang memiliki tuga mengawasi jalannya perusahaan. Selain itu, diharapkan dapat memenuhi tuntutan dari pemangku kepentingan (Otoritas Jasa Keuangan, 2. Berdasarkan research yang dilakukan Buallay & Al-Ajmi, 2020 dan Madi et al. , 2014 menyatakan Audit Committee memiliki pengaruh positif terhadap pengungkapan Sustainability Reporting. Sedangan menurut Madona & Khafid, 2020 dan Wantites & Immanuela, 2021 membuktikan bahwa Audit Committee tidak berpengaruh terhadap pengungkapan Sustainability Reporting. Managerial Ownership merupakan suatu yang menggambarkan kepemilikan saham dari suatu manajemen. Dimana dalam hal ini menyebabkan manajemen harus lebih matang dalam membuat keputusan dengan mempertimbangkan banyak faktor sebelum keputusan diambil (Aziz, 2. Berdasarkan hasil research Setyawan et al. , 2018 menyatakan kepemilikan manajerial memiliki pengaruh negatif terhadap pengungkapan Sustainability Reporting. Sedangan research Latifah et al. , 2019 dan Nawawi et al. , 2020 membuktikan tidak adanya pengaruh kepemilikan manajerial terhadap pengungkapan Sustainability Reporting. Research ini merupakan gabungan dari research Tran et al. , 2021 dan Erin. A et , 2021. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian (Tran et al. , 2. dimana dalam penelitian ini dependen penelitian menggunakan pengukuran Sustainability Reporting berdasarkan United Nations Sustainable Development Goals (UN_SDG. yang menggunakan topic pengungkapan dari Global Reporting Initiative (GRI) dan sistem penilaian yang diterbitkan dalam laporan keberlanjutan perusahaan sedangkan penelitian sebelumnya menggunakan Corporate Sustainability Disclosure dengan pengukuran score index yang dikembangkan dari penelitian Bebbington dan Unerman . kemudian membedakan dengan research (Erin. A et al. , 2. unit analisis pada perusahaan publik di Indonesia berdasarkan ASEAN Corporate Governance Scorecard yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sedangkan penelitian sebelumnya berfokus pada perusahaan publik di Nigeria Stock Exchange. Kontribusi penelitian ini yaitu penelitian sejenis masih sangat terbatas di Indonesia sehingga bisa mengisi research gap mengenai Pengaruh Board Independence. Audit Committee, dan Managerial Ownership terhadap Sustainability Reporting berdasarkan UN_SDGs. Kedua. Penelitian ini menggunakan Sustainable Development Goals sebagai pengukuran keberlanjutan perusahaan karena secara khusus. World Business Council for Sustainable Development dan Global Reporting Initiative (GRI) telah menyarankan UN_SDGs untuk manajemen strategis perusahaan agar dapat berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan (Tsalis et al, 2. Penjelasan diatas yang melatar belakangi penelitian ini dapat memberikan arah dan tujuan penelitian untuk menganalisis dan menguji pengaruh Board Independence. Audit Committee, dan Managerial Ownership terhadap Sustainability Reporting berdasarkan UN_SDGs, sehingga dari penelitiam ini diharapkan memberikan kontribus berupa masukan yang berharga bagi manajemen untuk menjadikan sebagai bahan pertimbangan dalam | 314 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 pengambilan keputusan dalam menjalankan bisnisnya untuk selalu mematuhi kebijakan yang diarahkan oleh pemerintah. Dengan demikian hasil research ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada regulator dimana dalam membuat kebijakan juga menekankan pada tanggungjawab sosial, ekonomi dan lingkungan sehingga dapat menciptakan keberlanjutan perusahaan. 2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penelitian, maka rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut: Pengaruh Board Independence terhadap Sustainability Reporting berdasarkan UN_SDGs. Pengaruh Audit Committee terhadap Sustainability Reporting berdasarkan UN_SDGs. Pengaruh Managerial Ownership terhadap Sustainability Reporting berdasarkan UN_SDGs. 3 Telaah Literatur dan Hipotesis 1 Agency Theory Teori ini menjelaskan hubungan diantara agent dan principal dalam melakukan kegiatan operasional di sebuah perusahaan (Jensen & Meckling, 1. Konflik yang timbul akibat perbedaan kepentingan itu dinamakan agency problem. Penyebab terjadinya adanya suatu permasalah agensi dengan adanya asymmetric information yaitu terjadinya kesenjangan infromasi disebabkan informasi antara principal dan agent yang tidak seimbang. Oleh karena itu, mengakibatkan timbulnya permasalahan disebabkan kesulitan pemilik dalam mengarahkan dan melaksanakan pengawasan pada tindakan-tindakan yang dilakukan manajemen (Widyaningsih,D 2018 2 Stakeholder Theory Stanford research institute (SRI) pada tahun 1963 adalah pihak yang pertama kali mengungkapkan teori stakeholder dimana pengaruh stakeholder terhadap organisasi sangat dipengaruhi oleh keberadaan kelompok yang memberikan dukungan terhadap organisasi. Teori stakeholder merupakan teori yang menggambarkan kewajiban dari manajer perusahaan terhadap pemangku kepentingan (Cuckston,T. Teori stakeholder menjelaskan bahwa keberlanjutan dipengaruhi oleh para pemangku pentingan dimana pengungkapan sustainability reporting diharapkan dapat menjadi perantara antara perusahaan dan pemangku kepentingan (Idawati et al. , 2. 3 Sustainability Report Laporan keberlanjutan . ustainability repor. berdasarkan United Nationsmerupakan suatu konsep wawasan dalam pembangunan untuk mencapai hidup yang berkualitas dan lebih baik. Terdapat tiga aspek Pembangunan berkelanjutan penting yaitu lingkungan, ekonomi, dan sosial. Menurut (Idawati et al. , 2. Sustainability reporting adalah gambaran yang menjelaskan terkait ekonomi, sosial dan lingkungan yang berdampak pada kegiatan setiap hari dan mengandung nilai serta tata kelola untuk menjelaskan keterkaitan diantara komitmen dan cara pada perekonomian berkelanjutan (Ong T dan Djajadikerta,2. Sustainability reporting saat ini disetujui sebagai salah satu instrument pertanggungjawaban entitas yang menggambarkan reputasi yang dimiliki oleh perusahaan (Kumar, et al. 4 Sustainable Development Goals (SDG. Konsep pembangunan berkelanjutan . ustainable developmen. diterbitkan dalam buku "Our Common Future" yang mendefinisikan sebagai pembangunan yang memenuhi | 315 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan masa depan untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri dan yang mempopulerkan pertama kali adalah didefinisikan sebagai pembangunan yang memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan masa depan untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri tahun 1987 (Tsalis et al. , 2. PBB mengambil langkah yang sangat ambisius dengan menetapkan tujuh belas tujuan Sustainable Development Goals (SDG. pada tahun 2010 5 Good Corporate Governance (GCG) Hasil penelitian (Amidjaya dan Widagdo, 2. Good Corporate Governance merupakan sebuah aturan atau kebijakan perusahaan untuk melakukan pengendalian untuk mendapatkan hasil bagi para stakeholder, dengan adanya GCG ini membetuk transparansi dalam pola kerja, profesional dan bersih. Dalam penelitian (Aziz, 2. Good Corporate Governance merupakan tata kelola menjadi lebih luas dan hal ini terjadi di perusahaan yang berorientasi dengan pada pemegang saham yang mana saat ini harus memperhatikan sustainability report. 6 Pengaruh Board Independence terhadapSustainability Reportingberdasarkan UN_SDGs Sesuai dengan Stakeholder Theory, bahwa suatu perusahaan bertujuan dalam memberikan suatu manfaat kepada para investornya dan tidak berfokus kepada kesejahteraan dari perusahaan itu sendiri. Oleh karena itu. Board Independence memberikan saran untuk supaya dewan direksi dapat menjabarkan disclousure pertanggungjawaban sosial entitas lebih baik sehingga bermanfaat untuk stakeholder (Kelvianto dan Mustamu,2. Selain itu, board independence juga membatasi dampak negative kepemilika pada praktik kerja pengungkapan keberlanjutan (Chau & Gray, 2. Hasil penelitian (Gold & Taib, 2. menunjukkan bahwa Board Independence memiliki korelasi hubungan yang positif terhadap disclosure baik lembaga keuangan maupun bukan lembaga keuangan untuk melakukan pelaporan berkelanjutan entitas dimungkinkan karena keberlangsungan hidup perusahaan dipengaruhi oleh kepercayaan serta dukungan yang diberikan oleh pemangku kepentingan. Perusahaan yang telah menerapkan GCG memiliki kemungkinan besar dalam melakukan disclousure pada tanggung jawab sosial dengan demikian hipotesis yang disampaikan adalah : H1: Board independence berpengaruh negative terhadap Sustainability Reporting berdasarkan UN_SDGs 7 Pengaruh Audit Committee terhadap Sustainability Reporting berdasarkan UN_SDGs Menurut Buallay & Al-Ajmi, 2020 mengatakan bahwa jumlah Audit Comitte yang lebih besar meningkatkan kehadiran komite dalam dewan, yang dapat menyebabkan dewan menerima rekomendasi audit committee tentang bagaimana perusahaan harus mengungkapkan pelaporan secara sukarela. Berdasarkan hasil ini, diyakini bahwa audit committee yang lebih kecil tidak mampu mengungkapkan informasi keberlanjutan sedangkan ukuran audit committee yang besar dapat menyebabkan pengungkapan lebih banyak. Dengan demikian hipotesa yang dikembangkan: H2: Audit Committee berpengaruh positif terhadap Sustainability Reporting berdasarkan UN_SDGs 8 Pengaruh Managerial Ownership terhadap Sustainability Reporting berdasarkan UN_SDGs | 316 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Managerial Ownership yaitu peresentase dari saham yang dimiliki oleh manajer yang mana hal ini tercermin dari laporan keuangan. Hasil penelitian (Sudarno, 2. mengambarkan bahwa kepemilikin saham manajerial memiliki potensi yang lebih besar yang mana dianggap memperhatikan unsur kehati-hatian dalam pengambilan keputusan. Dimana hal ini sesuai dengan stakeholder theory dalam teori tersebut dijelaskan bahwa perusahaan akan terus mewujudkan pengungkapan tanggung jawab sosial yang transparan dan meningkatkan citra perusahaan menjadi lebih baik. Dengan demikian hipotesis yang disampaikan adalah: H3: Managerial Ownership berpengaruh positif terhadap Sustainability Reporting berdasarkan UN_SDGs 9 Model Penelitian Board Independence Audit Committee Sustainability Reporting (SR) Managerial Ownership Gambar 1. Model Penelitian METODOLOGI DAN ANALISIS DATA 1 Gambaran Umum Objek Penelitian Objek pada penelitian ini merupakan laporan keuangan dan sustainablity report periode 2017-2020 dari perusahaan Perusahaan Publik di Indonesia berdasarkan ASEAN Corporate Governance Scorecard yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sumber data yang diperlukan sebagai objek pada penelitian ini diperoleh dari website resmi Bursa Efek Indonesia. Populasi adalah keseluruhan kelompok objek yang menjadi perhatian dalam penelitian (Bougie, 2. Kelompok tersebut dapat berupa orang, kejadian, dan hal lainnya yang ingin Perusahaan Publik di Indonesia berdasarkan ASEAN Corporate Governance Scorecard yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2020 menjadi populasi pada penelitian ini 2 Metode Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis klausalitas Menurut (Sanusi 2. penelitian kausalitas merupakan penelitian yang menguji hubungan sebab-akibat antara dua atau lebih variabel yang disebut variabel independen dan variabel dependen. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. 3 Penelitian 1 Variabel Dependen Variabel dependen atau disebut variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas atau yang menjadi akibat dari adanya variabel independen (Sugiyono. Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu Sustainability Reporting yang diukur berdasarkan United Nations Sustainable Development Goals (UN_SDG. dengan metode analisis konten pada sustainability report perusahaan. Indikator UN_SDGs dikemukakan oleh (Tsalis et al. , 2. sebagai pengembangan dari pedoman kelola yang dikeluarkan oleh PBB terdiri dari 17 prinsip keberlanjutan sesuai dengan pemetaan dari GRI standards. | 317 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Skor maksimum yang diperoleh dalam pengukuran merupakan jumlah total skor penggunaan dibagi dengan total item yang diungkapkan, rumus yang digunakan sebagai SR = 2 Variabel Independen Board Independence Dewan Komisaris yang tidak terafiliasi dengan Direksi, anggota Dewan Komisaris lainnya dan pemegang saham pengendali, serta bebas dari hubungan bisnis atau hubungan lainnya yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen. Pada penelitian ini board independence diukur dengan: Board Independence = Komite Audit Komite Audit merupakan komite yang dibentuk oleh dewan komisaris dan direksi dalam rangka membantu serta mengawasi tugas dari direksi untuk menyusun laporan keuangan yang berkualitas, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta dapat Variable komite audit adupun pengukuran yang digunakan oleh penulis sebagai berikut: Audit Committee = Managerial Ownership Pengukuran yang digunakan mencerminkan jumlah saham yang dimiliki oleh manajer, yang dapat dilihat dalam financial reporting, sebagai berikut : Managerial Ownership = Teknik Pengumpulan Data Data sekunder menjadi jenis data dalam penelitian. Data sekunder merupakan data dari sumber yang telah tersedia atau disebut data yang diperoleh dari tangan kedua (Siyoto & Sodik, 2015 hlm. Data sekunder pada penelitian ini didapat melalui laporan tahunan dan laporan berkelanjutan perusahan indeks LQ45 tahun 2019-2021. Penghimpunan data serta literatur pada penelitian dilakukan dengan cara yaitu: studi Pustaka dan Dokumentasi laporan Teknik Pengambilan Sampel Sumber data yang digunakan pada penelitian ini yaitu sumber data sekunder yang bermakna data diperoleh secara tidak langsung dan digunakan sebelumnya oleh pihak lain untuk selain tujuan penelitian (Zikmund, 2. Karakteristik yang digunakan untuk memilih sampel penelitian yaitu: Perusahaan Publik di Indonesia berdasarkan ASEAN Corporate Governance Scorecard yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang menerbitkan laporan keuangan periode 2017-2020. Perusahaan Publik di Indonesia berdasarkan ASEAN Corporate Governance Scorecard yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang menerbitkan laporan keberlanjutan dan berpedoman pada standar GRI periode 2017-2020. | 318 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 6 Teknik Analisis Data Pada penelitian ini ditetapkan model analisis regresi linear berganda . ultiple linear regressio. dengan regresi data panel. Penelitian ini menggunakan satu model regresi yang digunakan untuk menganalisis pengaruh dari variabel independen diantaranya Board Independence. Audit Committee, dan Managerial Ownership terhadap variabel dependen yaitu Sustainability Reporting yang diukur berdasarkan UN_SDGs. Berikut persamaan SRsit = 0 1BINDit 2ACit 3MANWit Ait Keterangan: 1- 3 BIND MANW = Sustainability Reporting = Koefisien Regresi = Konstanta = Board Independence = Audit Committee = Managerial Ownership = Error term = Perusahaan = Periode waktu variabel HASIL PENELITIAN DAN DISKUSI 1 Objek Penelitian Populasi pada penelitian ini menggunakan Perusahaan Publik di Indonesia berdasarkan ASEAN Corporate Governance Scorecard yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2020. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Perusahaan Publik di Indonesia berdasarkan ASEAN Corporate Governance Scorecard yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan memiliki laporan tahunan serta laporan keberlanjutan dengan kelengkapan data yang dibutuhkan selama penelitian ini mencakup, pengungkapan Sustainability Reporting, jumlah Board Independence, jumlah Audit Committee, dan jumlah Managerial Ownership. Berikut merupakan tabel yang menunjukkan proses seleksi sampel dalam penelitian ini: Tabel. 1 Kriteria Pemilihan Sampel Kriteria Sampel Perusahaan Publik di Indonesia berdasarkan ASEAN Corporate Governance Scorecard yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2020 Perusahaan tahun 2017-2020 yang tidak berpedoman pada standar GRI pada laporan keberlanjutannya Perusahaan tahun 2017-2020 yang tidak memiliki kelengkapan data laporan keberlanjutan Jumlah Perusahaan Total Sampel Perusahaan . Perusahaan x 4 Tahu. Data Outliers Total Observasi setelah Outliers Jumlah . Sumber: Olahan Penulis, 2022 2 Statistik Deskriptif Statistik deskriptif berguna dalam melakukan analisis data melalui penjabaran data penelitian namun tidak bermaksud untuk membuat kesimpulan yang mengeneralisasi (Siyoto | 319 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 & Sodik, 2015 hlm. Statistik deskriptif menggambarkan data melalui nilai rata-rata . , varian, nilai maksimal . , nilai minimum . dan nilai standar deviasi. Tabel 2. Statistik Deskriptif BIND Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Observ Sumber: Hasil olah data Eviews 9, 2022 MANW Dependen variabel yang diterapkan untuk uji regresi pada research ini adalah Sustainability Reporting. Nilai rata-rata Sustainability Reporting pada entitas bisnis yang terdapat Publik di Indonesia berdasarkan ASEAN Corporate Governance Scorecard sebesar Semakin besar pengungkapan laporan keberlanjutan maka Semakin besar nilai Sustainability Reporting. Standar deviasi sebesar 14. 2% menunjukkan bahwa nilai rata Ae rata > dari deviasi standart yang menunjukkan bahwa data Sustainability Reporting tidak terdapat data heterogen atau tidak berpotensi yang menyebabkan bias. Nilai minimum yang dihasilkan variable sebesar 10% yang tercatat pada Bank OCBC NISP Tbk di tahun 2017. Nilai maximum pada tabel diatas munjukan persamaan penelitian ini adalah 71% yang tercantum pada perusahaan Perusahaan Gas Negara Tbk pada tahun 2018. Independen Variabel pada penelitian ini terdiri dari Board Independence (BIND) dengan indikator satuan jumlah komisaris independen dibagi dengan total dewan komisaris. Nilai rata-rata Board Independence sebesar 46. kecilnya value standar deviasi sebesar 4% dibandingkan rata-rata variabel Board Independence, sehingga tidak terjadi penyimpangan data yang tinggi. Variable memiliki nilai minumum 20% yaitu United Tractors Tbk di tahun 2018, selanjunya untuk nilai maximum tercatat 83% pada Perusahaan Gas Negara Tbk. Variabel independen yang kedua adalah Audit Committee (AC) yang diukur menggunakan banyaknya audit committee pada suatu entitas. Value mean Audit Committee sebanyak tiga orang Jumlah nilai standar deviasi pada variabel ini sejumlah 1. 14, jumlah ini menjelaskan bahwa besarnya mean terhadap deviasi standart dapat diartikan bahwa tidak terjadi penyimpangan data sehingga tidak menyebabkan kebiasan data pada variable ini. Nilai minimum pada variabel ini adalah tiga orang yang tercatat pada rata-rata perusahaan public, sedangkan untuk nilai maximum sebesar delapan terdapat pada Bank Rakyat Indonesia pada Variabel independen yang ketiga adalah Managerial Ownership (MANW) pengukuran dengan mencatat jumlah saham manajerial dibagi dengan jumlah saham yang Nilai mean pada variabel ini sebesar 13. Nilai standar deviasi sebesar 42. 5% yang berarti nilai mean lebih kecil dibandingkan standar deviasi pada variabel ini atau dapat dikatakan beberapa data memiliki penyimpangan data yang tinggi atau data tersebut tidak cukup baik dan memiliki hasil sebaran variabel yang luas. Nilai minimum sebesar 0. yaitu Bank CIMB Niaga Tbk di tahun 2017. 3 Uji Kualitas Data 1 Uji Chow | 320 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Uji Chow digunakan untuk menentukan suatu penelitian menggunakan model common effect atau fixed effect. Berikut adalah hasil uji Chow dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Uji Chow Effect Test Cross-section F Cross Chi-square Persamaan Penelitian Statistic . Prob. Sumber: Output Eviews 9, olahan penulis 2022 Hipotesis yang digunakan adalah : a Ho = Menggunakan common effect model a Ha = Menggunakan fixed effect model a Decision Rule = Ho ditolak jika Chi-square Prob O . Berdasarkan tabel 3. dapat dilihat bahwa probabilitas cross section Chi-square dari persamaan analisis sebesar 0. Nilai tersebut lebih kecil dari . %) sehingga Ho ditolak sudah Ha diterima, dapat disimpulkan menggunakan model fixed effect, dengan terpilihnya fixed effect, sehingga diperlukan pengujian lanjutan yaitu Uji Hausman. Uji Hausman Uji Hausman digunakan untuk menentukan sesuatu penelitian menggunakan fixed effect dan random effect. Hasil dari uji Hausman dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Uji Hausman Test Summary Cross-section Random Persamaan Penelitian Chi-sq. Statistic Chi-Sq. Prob. Sumber: Output Eviews 9, olahan penulis 2022 a Ho = Menggunakan random effect model a Ha = Menggunakan fixed effect model a Decision Rule = Ho ditolak jika Cross Section Prop O . Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 4. dapat dilihat bahwa profitabilitas cross section random pada persamaan penelitian ini lebih besar dari . %), sehingga Ho diterima dan Ha ditolak, dapat disimpulkan model yang digunakan adalah random effect. 3 Uji Normalitas Berikut ini hasil uji normalitas yang terdapat dalam penelitian ini menggunakan uji Jarque-Bera : | 321 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Series: Standardized Residuals Sample 2017 2020 Observations 108 Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis Jarque-Bera Probability Gambar 2. Hasil Uji Normalitas Sumber: Output Eviews 9, diolah 202 Berdasarkan gambar 2. terlihat bahwa hasil dari uji normalitas setelah dilakukan outliers atau pembuangan data dalam penelitian menunjukkan hasil data memiliki nilai probabilitas Jarque-Bera sebesar 0. 307818 dimana nilai tersebut lebih besar dari nilai probabilitas yaitu 05 . %) dengan jumlah observasi 108. Hal ini dapat disimpulkan data digunakan pada persamaan penelitian ini berdistribusi normal 4 Uji Asumsi Klasik 1 Uji Multikolonieritas Berikut hasil uji multikolinieritas dalam penelitian ini: Tabel 5. Hasil Uji Multikolinieritas BIND MANOW BIND MANOW Sumber: Eviews 9, diolah 2022 Berdasarkan tabel 5 dapat diketahui bahwa semua variabel independen dalam kedua persamaan penelitian terbebas dari masalah multikolinieritas. Hal ini dapat diketahui bahwa nilai koefisien korelasi antar variabel independen pada penelitian ini dibawah 0. sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan linier antara variabel independen dalam persamaan penelitian tersebut. 2 Uji Heteroskedastisitas Hipotesis dari uji heteroskedastisitas adalah: Tabel 6. Uji Heteroskedastisitas Variabel BIND Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. MANW Sumber: Eviews 9, diolah 2022 | 322 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Berdasarkan tabel 6. dapat diketahui bahwa semua variabel independen dalam persamaan penelitian ini terbebas dari masalah heteroskedastisitas. Hal ini dikarenakan p-value semua variabel independen dalam persamaan penelitian ini berada nilai 5 Uji Koefisien Determinasi Berikut ini merupakan hasil pengujian koefisien determinasi: Tabel 8. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb R Square Model Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Sumber: Eviews 9, diolah 2. Berdasarkan tabel 8. diatas persamaan penelitian ini menunjukkan nilai adjusted R square hal ini menunjukkan bahwa 8% dari masing-masing variabel independen pada persamaan penelitian ini mampu menjelaskan variabel Sustainable Reporting (SR), yang dikatakan sisanya sebesar 92% dari masing-masing variabel independen yaitu Board Independence. Audit Committee, dan Managerial Ownership, mampu menjelaskan variabel Sustainable Reporting (SR) dan sisanya dijelaskan oleh factor diluar model penelitian. 6 Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F) Uji F dilakukan untuk menguji apakah model yang digunakan signifikan atau tidak, dan apakah model tersebut dapat digunakan untuk memprediksi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen (D. Gujarati & Porter, 2. Berdasarkan hasil uji f, menunjukkan bahwa prob F-Statistic 0. 005854, nilai tersebut lebih keci dari A yaitu 0,05. Hal ini menujukkan bahwa model pada penelitian ini dikatakan fit dan variabel independen pada penelitian ini yaitu Board Independence. Audit Committee, dan Managerial Ownership berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu Sustainability Reporting berdasarkan tujuh belas tujuan SDGs. 7 Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik . Berikut ini merupakan hasil pengujian statistik t: Tabel 9. Hasil Uji T Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. BIND MANW R-Squared Adjusted R-Squared Prob (F-Statisti. Kesimpulan Ditolak Diterima Ditolak Sumber: Eviews 9, diolah 2022 Hasil Analisis menunjukan komisaris independen menghasilkan nilai koefisien regresi sebesar 315081 dan probabilitas dengan nilai 0. Demikian probabilitas > dari nilai signifikan . , sehingga dapat dinyatakan Baord Independence menunjukan arah negatif pada Sustainable Reporting. Keberadaan Board Independence dalam perusahaan belum dianggap | 323 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 penting kaitannya terhadap disclousure sustainable reporting. Selanjutnya, tingkat keahlian Board Independence memegang peranan penting dalam decission making, selain itu juga skill, latar belakang pendidikan dan pengetahuan (Chartier, 2. Pada tabel deskriptif statistic menunjukan 46. 5% sampel pada peneltian ini menunjukan bahwa Board Independence telah sesuai dengan peraturan yang menyatakan bahwa perusahaan harus memiliki Board Independence minimal 30% dari anggota dewan komisaris. Hal ini tidak berarti bahwa entitas yang sudah mengadakan Board Independence berdasarkan peraturan belum tentu dapat mendorong entitas untuk menyajikan pengungkapan Sustainable Reporting. Research ini menunjukan hasil yang sama dengan penelitian (Madona & Khafid, 2. dan (Ekaputri & Eriandani, 2. yaitu Board Independence berpengaruh negatif terhadap pengungkapan Sustainable Reporting, sehingga menghasilkan kontribusi penelitian dimana entitas yang menjalankan prinsip good corporate governance pastinya akan mengungkapkan tanggung jawab sosial untuk kepentingan para pemangku kepentingan. Dikarenakan kelangsungan hidup entitas sangat tergantung pada tingkat kepercayaan dari para stakeholder terhadap Sustainable Reporting, dengan demikian tidak sesuai dengan teori stakeholder yang dimana entitas dapat memenuhi harapan dan kepentingan stakeholder, seperti penyediaan informasi Sustainable Reporting. Suatu entitas yang dengan penuh kesadaran akan pentingnya good corporate governance pastinya akan melakukan pengungkapan tanggung jawab sosial untuk kepentingan stakeholdernya. Penelitian ini tidak sejalan dengan (Gold & Taib, 2. dan (Jamil et al. , 2. yang menyatakan Board Independence dapat diartikan bahwa dengan adanya pengawasan yang lebih baik terhadap manajemen maka akan mengurangi fraud dalam penyajian financial reporting dapat dilakukan manajemen, disebabkan monitoring yang dilakukan oleh anggota komisaris lebih baik dan bebas dari berbagai kepentingan intern dalam perusahaan (Wantites & Immanuela, 2. Berdasarkan dari tabel 9. uji data panel untuk komite audit menunjukan nilai koefisien regresi sebesar 0. 018981 dan probabilitas sebesar 0. Hasil ini menyatakan komite audit tidak berpengaruh terhadap Sustainable Reporting (SR) sehingga hipotesis H2 untuk penelitian ini ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan Audit Committee tidak terbukti efektif dalam mengungkapkan sustainability report disebabkan ditunjuknya Audit Committee oleh entitas untuk kepentingan atas kepatuhan regulasi dan tidak dimaksudkan untuk melaksanakan prinsip Ae prinsip good corporate governance di perusahaan. Hasil statistik deskriptif menjelaskan nilai rata-rata 3,8. Hal ini sesuai dengan peraturan regulator yaitu setidaknya terdapat 3 anggota Audit Committee dalam suatu perusahaan. Namun, diduga hal ini hanya sekadar formalitas perusahaan dalam memenuhi regulasi terkait jumlah anggota audit komite yang membuat efektivitas peran dari audit komite itu sendiri kurang relevan dengan fungsi audit komite itu sendiri. Hal ini sejalan dengan penelitian (Wantites & Immanuela, 2. dan (Madona & Khafid, 2. Tidak adanya hubungan yang signifikan pada penelitian ini dikarenakan entitas memandang adanya regulasi terkait Audit Committee merupakan mandatory sehingga kinerja dan fungsi pengawasan dari Audit Committee belum berjalan secara maksimal. Bisa saja adanya kemungkinan dimana Audit Committee belum terlalu memahami problem terkait tata kelola perusahaan yang baik terkait praktik sustainability report. Penelitian ini tidak sejalan dengan (Buallay & Al-Ajmi, 2. dan (O. Erin et al. yang menyatakan efektivitas Audit Committee memiliki pengaruh terhadap Sustainability Reporting. Hal ini disebabkan karena pembentukan Audit Committee yang memiliki keahlian di bidang keuangan yang dapat memberikan penjelasan terkait fungsi | 324 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 pengawasan dari dewan komisaris dan dengan semakin banyaknya jumlah Audit Committee dianggap mampu menekan adanya pengungkapan informasi sustainability report yang lebih Hasil penelitian dari tabel tiga bahwa uji data panel untuk menghasilkan koefisien regresi sebesar 1. 001023 dan probabilitas sebesar 0. Hasil ini menunjukkan bahwa Managerial Ownership tidak memiliki pengaruh terhadap Sustainable Reporting sehingga hipotesis H3 ditolak. Hasil statistik deskriptif yang menunjukkan bahwa rata-rata kepemilikan saham manajerial oleh perusahaan yang dijadikan sampel pada penelitian ini hanya sebesar 4% dapat menjadi alasan utamanya. Disebabkan manager yang memiliki kepemilikan saham pada entitas dapat mengambil keputusan berdasarkan kepentingannya, manajer yang memiliki saham di perusahaan mungkin tidak memperhatikan agenda keberlanjutan dan isuisu terkait. Hasil pada penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian (Pramiswari et al. , 2. menunjukkan bahwa Managerial Ownership tidak berpengaruh terhadap laporan keberlanjutan entitas, hal ini dapat saja didasarkan pada data statistik rata-rata jumlah Managerial Ownership pada perusahaan di Indonesia relatif kecil sehingga belum terdapat keselarasan kepentingan antara manajer dan pemilik. Penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian (Sudarno, 2. menjelaskan Managerial ownership yang lebih besar memiliki potensi yang lebih besar untuk mengungkapkan sustainability report disebabkan manager akan selalu berhati-hati dalam pengambilan keputusan. Sesuai dengan teori stakholder dimana entitas meningkatkan kinerjanya dengan mengungkapkan laporan yang lebih akuntabel,transparan dan informatif untuk masa depan perusahaan sebagai pemegang saham. KESIMPULAN DAN SARAN 1 Kesimpulan Simpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah: Board Independence berpengaruh negatif terhadap Sustainability Reporting. Hal ini tidak berarti bahwa entitas yang sudah mengadakan Board Independence berdasarkan peraturan belum tentu dapat mendorong entitas untuk menyajikan pengungkapan Sustainable Reporting Audit Committee tidak berpengaruh terhadap Sustainability Reporting. Adanya formalitas entitas dalam memenuhi regulasi terkait jumlah anggota audit komite yang membuat efektivitas peran dari audit komite itu sendiri kurang relevan dengan fungsi audit komite itu sendiri Managerial Ownership tidak berpengaruh terhadap Sustainability Reporting. Hal ini menunjukan manajer belum dapat memaksimalkan nilai perusahaan melalui pengungkapan informasi dalam laporan keberlanjutan perusahaan. 2 Keterbatasan Terdapat beberapa hal yang membatasi penelitian ini yaitu: Variabel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Board Independence. Audit Committee, dan Managerial Ownership hanya dapat menjelaskan variabel dependen yaitu Sustainability Reporting sebesar 8,71% yang ditunjukkan dengan nilai Adjusted R2 sebesar 0. Perhitungan Sustainability Reporting tidak melihat dari setiap aspek SDG dengan meninjau setiap kode GRI melainkan langsung dengan pengungkapan 17 topik. | 325 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Penelitian ini hanya menggunakan Perusahaan Publik berdasarkan ASEAN Corporate Governance Scorecard pada tahun 2017-2020. 3 Saran Saran yang diajukan untuk penelitian selanjutnya mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi Sustainability Reporting yaitu: Menambah variabel independen lain seperti karakteristik perusahaan dan karakteristik tata kelola yang lain serta mengaitkannya dengan periode Covid-19. Menggunakan pengukuran yang lebih akurat dalam menghitung Sustainability Reporting dengan UN_SDGs dengan melihat seluruh aspek dalam kode GRI. Memperluas unit analisis pada keseluruhan perusahaan yang publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 4 Implikasi Penelitian Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan mengenai tiga proksi untuk Good Corporate Governance terhadap Sustainability Reporting menunjukkan bahwa GCG yang diterapkan masih belum efektif untuk membantu meningkatkan kualitas dari laporan International Integrated Reporting Council (IIRC) . mendukung pandangan bahwa pelaporan SDG oleh organisasi perusahaan merupakan pencapaian besar untuk mengatasi keterbatasan praktik perusahaan. Pelaporan SDG diyakini akan mengatasi fenomena kehidupan nyata yang mempertimbangkan masalah sosial di luar kebutuhan pemegang saham. Temuan ini mungkin bermanfaat dalam upaya regulator untuk mempromosikan praktik pelaporan keberlanjutan perusahaan yang baik terutama perusahaan publik di Indonesia dan juga memberikan wawasan tentang bagaimana perusahaan telah menunjukkan komitmen terhadap masalah keberlanjutan. Meskipun jumlah perusahaan yang diteliti sedikit, hasil analisis dapat memberikan gambaran tentang sikap pelaporan perusahaan di Indonesia mengenai tantangan dari Agenda 2030 PBB. Pertama, analisis menunjukkan bahwa ada perbedaan luas dan kualitas informasi yang diungkapkan oleh perusahaan untuk setiap UN_SDGs. Secara lebih rinci, banyak perusahaan mengungkapkan lebih banyak informasi tentang tindakan mereka pada isu-isu yang terkait dengan Industri. Inovasi, dan Infrastruktur (UN_SDG_. serta Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan (UN_SDG_. Namun, hanya sedikit perusahaan yang melaporan tentang Akses Air Bersih dan Sanitasi (UN_SDG_. serta Kehidupan di bawah air (UN_SDG_. Tentu saja, metodologi yang diusulkan memiliki beberapa keterbatasan yang muncul dari analisis empiris. Pertama-tama, ada beberapa kebingungan atas topik Meskipun GRI telah secara tepat mendefinisikan ruang lingkup setiap topik pengungkapan, banyak dari topik tersebut telah diusulkan untuk menilai kontribusi perusahaan terhadap dua atau lebih SDG. Untuk topik pengungkapan ini, agak sulit untuk menentukan informasi apa yang diperlukan untuk mengevaluasi praktik pelaporan dalam kaitannya dengan konten setiap SDG. Oleh karena itu, revisi SDM dan prean regulator yang cermat dapat meningkatkan penilaian keseluruhan laporan keberlanjutan. Topik pengungkapan dapat ditambahkan atau dihapus untuk sepenuhnya mencakup semua aspek SDGs. Penilaian diharapkan dapat disesuaikan dengan cakupan setiap topik pengungkapan, yang akan menawarkan evaluasi laporan keberlanjutan yang lebih akurat. Seperti yang telah disebutkan, analisis empiris mencakup sejumlah kecil perusahaan yang berasal dari negara yang sama dengan konteks kelembagaan dan karakteristik ekonomi tertentu. Dengan demikian, membatasi kemampuan untuk menggeneralisasi temuan. | 326 | Vol. No. Desember 2022 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 REFERENSI