ISSN (Onlin. : 3046-5966 Volume 2 Nomor 1 Desember 2024 DOI: 10. 47575/mb. Page: 9-13 Profil Penggunaan Obat Anti Hipertensi pada Pasien Rawat Jalan di RSUD Dr. Murjani Kota Sampit Angelina & Guntur Satrio Pratomo Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Indonesia Recieved: April 2024 | Revised: Juni 2024 | Published: Desember 2024 ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup dan memiliki prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia sementara itu pada Kalimantan Tengah sebesar 30,8% pada individu berusia Ou 15 tahun. RSUD Dr. Murjani Kota Sampit, memiliki peran penting dalam pengelolaan hipertensi melalui penyediaan berbagai jenis obat antihipertensi, seperti diuretik, beta-blocker, antagonis kalsium, penghambat enzim konversi angiotensin, dan penghambat reseptor angiotensin II. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji profil penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di RSUD Dr. Murjani selama periode Juli hingga Desember 2023. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan retrospektif serta data diambil menggunakan lembar penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh jenis sediaan tablet yang paling banyak digunakan pada pasien rawat jalan terkhususnya pada golongan Angiotensin II Receptors Blockers pada obat candesartan 16 mg. Kesimpulan Penelitian ini adalah penggunaan obat yang paling banyak digunakan adalah golongan ARB dengan nama dan jenis sediaan obat yaitu tablet Candesartan. Kata Kunci: Hipertensi. Candesartan. RSUD Dr. Murjani. ABSTRACT Hypertension is one of the main health problems that has a significant impact on quality of life and has an increasing prevalence, including in Indonesia while in Central Kalimantan it is 30. 8% in individuals aged Ou 15 years. Dr. Murjani Hospital. Sampit City, has an important role in the management of hypertension through the provision of various types of antihypertensive drugs, such as diuretics, beta-blockers, calcium antagonists, angiotensin conversion enzyme inhibitors, and angiotensin II receptor inhibitors. This study aims to examine the profile of the use of antihypertensive drugs in outpatients at Dr. Murjani Hospital during the period of July to December 2023. The research was carried out descriptively with a retrospective approach and data was taken using a research sheet. Based on the results of the study, it was obtained that the type of tablet preparation that is most widely used in outpatients, especially in the Angiotensin II Receptors Blockers group on candesartan 16 mg. Conclusion This study is that the most widely used drug use is the ARB group with the name and type of drug preparation, namely Candesartan tablets. Keywords: Hypertension. Candesartan. Dr. Murjani Hospital. Corresponding Author: Email : gathangel25@gmail. Address : Jl. Taman Praja No. Mojorejo. Kec. Taman. Kota Madiun. Jawa Timur This article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Angelina & Guntur Satrio Pratomo. Profil Penggunaan Obat Anti Hipertensi Pada Pasien Rawat Jalan PENDAHULUAN Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang berdampak signifikan pada kualitas hidup individu. Berdasarkan Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023, kesehatan mencakup keadaan fisik, mental, dan sosial yang memungkinkan seseorang untuk hidup produktif. Namun, perubahan gaya hidup yang tidak sehat, seperti pola makan yang buruk dan kurangnya aktivitas fisik, telah meningkatkan prevalensi berbagai penyakit tidak menular, termasuk hipertensi. Menurut WHO . , hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik Ou140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik Ou90 mmHg. Hipertensi sering disebut Ausilent killerAy karena gejalanya yang tidak spesifik, tetapi dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti penyakit kardiovaskular, stroke, hingga Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1%, meningkat dari 25,8% pada 2013. Kalimantan Tengah, prevalensi hipertensi pada individu berusia Ou15 tahun adalah 30,8%. RSUD Dr. Murjani, sebagai rumah sakit terbesar di Kota Sampit, berperan penting dalam memberikan layanan kesehatan, termasuk pengobatan hipertensi. Berbagai jenis obat antihipertensi, seperti diuretik, betablocker, antagonis kalsium, penghambat enzim konversi angiotensin, dan penghambat reseptor angiotensin II, tersedia untuk mengendalikan tekanan darah pasien. Mayoritas masyarakat setempat yang bekerja sebagai petani menghadapi risiko hipertensi akibat kelelahan fisik, stres karena hasil panen yang tidak sesuai harapan, dan konsumsi makanan cepat saji dengan kandungan garam tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji profil penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di RSUD Dr. Murjani Kota Sampit selama periode Juli hingga Desember Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat praktis sebagai bahan evaluasi dan pengembangan layanan pengobatan hipertensi di RSUD Dr. Murjani serta menjadi referensi bagi penelitian sejenis. METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Penelitian ini bertujuan untuk melukiskan atau menggambarkan dilapangan secara sistematis dengan fakta-fakta dari interprestasi yang tepat di Rumah Sakit Dr. Murjani Kota Sampit periode Juli sampai Desember 2023 (Sugiyono. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan pasien yang berobat di RSUD Dr. Murjani dengan mengumpulkan data obat pasien rawat jalan yang tercantum obat antihipertensi yang dilayani dari tanggal 1 Juli sampai 31 Desember 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan obat antihipertensi yang digunakan pada pasien rawat jalan di RSUD Dr. Murjani Kota Sampit dari tanggal 1 Juli sampai 31 Desember 2023. Instrument dan Analisis Data Instrument atau alat pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar kerja peneliti berupa tabulasi untuk mendapatkan data tentang nama obat, kekuatan . dan jumlah pengeluaran obat. Teknik Analisa data penelitian ini agar diperoleh hasil untuk melihat penggunaan obat antihipertensi oral di RSUD Dr. Murjani kota sampit periode 01 Juli sampai 31 Desember 2023 digunakan rumus presentase. Data yang telah di kumpulkan kemudian dibuat dalam bentuk tabel dan dianalisis serta di buat pembahasan dan kesimpulannya. Rumus Persentase obat Hipertensi: P=. )/N x 100% Keterangan : P = Persentase N = Jumlah keseluruhan n = Jumlah nilai yang diperoleh Mantra Bhakti, 2. 2024: 9-13 | 11 HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian dan pengumpulan data mengenai jumlah penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di RSUD Dr. Murjani Kota Sampit selama periode 1 Juli sampai 31 Desember 2023. Diperoleh hasil jumlah penggunaan obat anti hipertensi secara oral dan injeksi sebanyak Berdasarkan gambar 1 dapat dilihat bahwa penggunaan obat hipertensi yang paling banyak adalah bulan November yaitu Penggunaan obat hipertensi yang paling sedikit yaitu pada bulan Juli sebanyak Penggunaan tertinggi obat hipertensi pada bulan November disebabkan oleh perubahan cuaca yang cukup ekstrim sehingga konteks menjaga pola hidup sehat khususnya pola makan dan pola aktivitas menjadi tidak terkontrol sehingga menyebabkan pasien yang dengan penyakit hipertensi baik yang sudah lama maupun baru berobat ke Rumah Sakit untuk mendapatkan obat hipertensi. Berdasarkan gambar 2 dapat dilihat bahwa penggunaan obat hipertensi berdasarkan golongan yang paling banyak digunakan adalah golongan Angiotensin II Receptor Blockers yaitu sebanyak 21. Penggunaan tertinggi obat hipertensi pada golongan Angiotensin II Receptor Blockers di bulan November yaitu obat tablet candesartan dengan kekuatan dosis 16 mg dikarenakan obat ini lebih efektif digunakan oleh pasien sehingga pasien dengan diagnosa hipertensi yang tidak cocok dengan obat amlodipine dan captopril. Selain itu Candesartan memiliki keunggulan dibanding dengan obat golongan hipertensi lain yakni senyawa dalam obat lebih efektif digunakan karena mampu mengontrol tekanan darah jangka Panjang. Beberapa uji klinis menun-jukkan bahwa candesartan adalah agen yang efektif dalam mengurangi risiko kematian kardiovaskular, stroke, gagal jantung, kekakuan arteri, gagal ginjal, retinopati, dan migrain pada populasi pasien dewasa dengan Gambar 1 Jumlah Penggunaan Obat Selama Periode Juli-Desember Sumber: Data Diolah Gambar 2 Pengeluaran Obat Berdasarkan Golongan Sumber: Data Diolah 12 | Angelina & Guntur Satrio Pratomo. Profil Penggunaan Obat Anti Hipertensi Pada Pasien Rawat Jalan DM tipe 2 (Gabriella dkk. , 2. Namun, tetap memperhatikan efek samping yang umum terjadi pada obat candesartan yaitu gangguan fungsi ginjal dan infeksi saluran pernapasan atas (Bulsara & Makaryus, 2. Gambar 3 menunjukkan adanya pengeluaran obat antihipertensi berdasarkan bulan. Pengeluaran obat hipertensi pada bulan Juli yaitu sebanyak 48. Agustus sebanyak 561. September sebanyak 50. Oktober 051. November sebanyak 61. dan Desember sebanyak 54. Pengeluaran obat antihipertensi ini kemudian digolongkan berdasarkan dari semua jenis obat yang paling banyak keluar hingga paling sedikit keluar. Obat Candesartan tab dexa dengan kekuatan sediaan 16 mg adalah jenis obat yang paling banyak keluar per-enam bulan yaitu sebanyak 057 dan paling banyak digunakan secara perbulan yaitu pada bulan November sebanyak Pengeluaran obat antihipertensi yang paling sedikit yaitu pada bulan Juli yang berjumlah hanya 1 buah obat yaitu Herbeser injeksi dengan kekuatan sediaan 50 mg. Pada gambar 3 tersebut dapat diperhatikan bahwa pengeluaran obat per-enam bulan sering mengalami naik dan turun pengeluaran. Hal tersebut mungkin disebabkan tidak teratur pasiennya meminum obat. Pengeluaran tablet candesartan memiliki banyak permintaan dikarenakan untuk menghambat ikatan angiotensin II dan reseptor tipe I yang banyak terdapat di jaringan misalnya: otot polos pembuluh darah, kelenjar adrenal yang akan menghambat vasokontriksi dan pelepasan aldosterone (Khairiyah dkk. , 2. Tujuan pemberian obat ini adalah untuk mencapai efek terapi yang diinginkan agar tidak menimbulkan efek merugikan, serta untuk menurunkan risiko mortalitas dan morbiditas kardiovaskular. Gambar 3 Pengeluaran Obat Berdasarkan Nama Obat Sumber: Data Diolah Mantra Bhakti, 2. 2024: 9-13 | 13 DAFTAR PUSTAKA