Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 11 No. 4 Desember 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 661 Ae 669 PENGARUH RASIO LIKUIDITAS. PROFITABILITAS. DAN LEVERAGE TERHADAP FINANCIAL DSTRESS Oleh : Widiastuti Prodi Manajemen. Universitas Pelita Bangsa Email : widiastuti@pelitabangsa. Ali Nur Ikhsan Prodi Manajemen. Universitas Pelita Bangsa Email : alinurikhsan@mhs. Article Info Article History : Received 16 Des - 2022 Accepted 25 Des - 2022 Available Online 30 Des Ae 2022 Abstract This study aims to determine the effect of Liquidity Ratio. Profitability ratio, and Leverage ratio on Financial Distress in Road Transportation Sub-Industry Transportation Sector Companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in20172021 partially. The data used is secondary data from 2017-2021. The data obtained is then processed using the Eviews 12 analysis The analytical methods used are descriptive analysis, classical assumption test, panel data regression analysis and hypothesis testing. The results of this study indicate that partially the liquidity ratio with a proxy . urrent rati. has an effect on financial distress. Likewise, the profitability ratio with the return on assets (ROA) proxy hasan effect on financial distress. While the leverage ratio with the debt to equity ratio(DER) proxy has an effect on Financial Distress. Keyword : Liquidity. Profitability. Leverage. Financial Distress transportasi dan logistik mengalami penurunan konsumen yang berkaibat menurunnya operasional perusaan yang berkaibat pada menurunnya laba perusahaan. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku (ADHB) sektor transportasi dan pergudangan mencapai Rp719,63 triliun pada 2021. Nilai tersebut porsinya hanya sebesar 4,24% dari PDB Rp16,97 Jika diukur atas dasar harga konstan (ADHK) 2010. PDB sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 3,24% menjadi Rp406,19 triliun pada 2021 dari tahun sebelumnya. Capaian tersebut lebih tinggi dibanding tahun 2020 yang mengalami kontraksi sedalam 15,05%. Diberlakukannya pembatasan kegiatan sosial guna memutus rantai penyebaran virus corona membuat sektor transportasi lumpuh di tahun pertama pandemi Covid-19. Mobilitas masyarakat turun drastis sehingga sektor tersebut mengalami pertumbuhan negatif pada 2020. Sepanjang 2011-2019, sektor transportasi dan pergudangan nasional PENDAHULUAN Indonesia sendiri merupakan negara yang mempunyai wilayah yang luas yaitu 8,3 juta kmA dengan bentuk Negara kepulauan, serta memiliki penduduk yang banyak berdasarkan data Kemendagri per Juni 2021, jumlah penduduk Indonesia adalah sebanyak 372 jiwa. Ini menjadikan Negara kita membutuhkan Transportasi yang Dalam masa pandemi Covid-19 ini hampir seluruh aspek ekonomi mengalami penurunan termasuk sektor Transportasi dan Logistik dikarenakan Pemerintah membuat kebijakan melalui Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 9 tahun 2020 tentang pedoman pembatasan sosial berskala besar dalam rangka percepatan penanganan corona virus disease 2019 . untuk menekan penyebaran virus covid-19 sehingga masyarakat dibatasi pergerakan dan aktivitasnya akibatnya Perusahaan sektor transportasi dan logistik sebagai perusahaan yang menjual jasa dengan konsumen utamanya yang dibatasi aktivitasnya membuat perusahaan sektor rata-rata tumbuh 7,31% per tahun. Pertumbuhan tertingginya mencapai 8,49% pada 2017 dan terendah 6,38% pada 2019. Hal pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan pada 2021 belum mampu pulih ke level seperti sebelum terjadinya Pertumbuhan sektor transportasi juga masih berada di bawah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 3,69% Laba menunjukkan adanya tanda tanda perusahaan mengalamifinancial distress oleh karena itu ada beberapa metode untuk megetahui suatu perusaan mengalami krisis finansial, metode Altman dan Whitaker adalah metode yang paling sering dipakai. Metode Altman Z-score adalah suatu alat yang digunakan untuk memprediksi tingkat kebangkrutan suatu perusahaan denganmenghitung nilai dari beberapa rasio lalu kemudian dimasukan dalam suatu persamaan diskriminan. Z-score pertama kali diperkenalkan oleh Edward I. Altman pada pertengahan tahun 1968 di New York City, yang dikembangkan untuk menentukan kecendrungan kebangkrutan perusahaan dan dapat juga digunakan sebagai ukuran dari keseluruhan kinerja keuangan. Edward I. Altman melakukan penelitian terhadap mengalami kebangkrutan dengan kinerja keuangan yang sehat. Dalam penelitian tersebut, ia menemukan limarasio yang dapat dipadukan dalam suatu rumusan matematis yang akurat dalam meramalkan potensi kebangkrutan suatu perusahaan. Untuk mengetahui sehat atau tidaknya suatu perusahaan dari metode tersebut maka harus menghitung terlebih dahulu lima jenis rasio. Rasio yang digunakan dari metode Altman Zscore adalah modal kerja terhadap total aktiva, laba ditahan terhadap total aktiva, laba sebelum bunga dan pajakterhadap total aktiva, nilai pasar modal terhadap total hutang,dan penjualan terhadap total aktiva. Whitaker . berpendapat bahwa perusahaan dikatakan mengalami financial distress jika beberapa tahun mengalami laba bersih. et incom. Perusahaan yang terindikasi mengalami kesulitan keuangan Apabila laporan keuangan perusahaan mengalami laba bersih . et incom. negatif maka perusahaan tersebut dikatakan mengalami financial distress perusahaan mengalami laba bersih . et incom. postif maka perusahaan dikatakan tidak mengalami financial distress. Kebangkrutan sebuah perusahaan dapat dilihat dan diukur melalui laporan keuangan, hal ini sangat penting bagi perusahaan sebagai sumber informasi mengenai posisi keuangan perusahaan (Imam dan Reva, 2. Laporan keuangan pengambilan keputusan yang tepat, agar informasi yang tersaji menjadi lebih bermanfaat dalam pengambilan keputusan. Data keuangan harus dikonversi menjadi informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan yang ekonomis, oleh karena itu perlu dilakukan penelitiandengan melakukan analisis laporan keuangan menggunakan rasio-rasio keuangan untuk memprediksi kinerja perusahaan seperti kebangkrutan dan financial distress (Wahyu dan Doddy, 2. Kondisi keuangan perusahaan menjadi perhatian bagi banyak pihak, tidak hanya kelangsungan hidup dan kondisi keuangan berbagai pihak yang berkepentingan . , seperti investor, kreditor, dan pihak lainnya. Stabilitas menjadi perhatian penting bagi karyawan, investor, pemerintah, pemilik bank, dan otoritas pengatur regulasi (Rowland, 2. Model financial distress perlu dikembangkan, karena dengan mengetahui financial distress sejak dini diharapkan dapat dilakukan tindakan untuk mengantisipasi kondisi yang menghindari kerugian dalam nilai investasi (Luciana dan Kristijadi, 2. Menurut Brahmana . dalam Ni Luh dan Ni K . terdapat dua motif dilakukannya penelitian tentang prediksi financial distress perusahaan, yang pertama adalah untuk menguji hubungan dan pengaruh antar variabel faktor keuangan dan pengukuran kegagalan atau kebangkrutan, sedangkan yang kedua adalah untuk mengembangkan model dalam peramalan atau prediksi Rasio keuangan bermanfaat dalam memprediksi kebangkrutan bisnis untuk periode satu sampai lima tahun sebelum bisnis tersebut benar-benar bangkrut(Nasser & Aryati, 2. Artinya dengan menggunakan rasio keuangan dapat melihat sehat atau tidaknya keuangan suatu Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menguji manfaat rasio keuangan perusahaan. Dari penelitianpenelitian tersebut manfaat yang didapatkan dari hasil rasio keuangan menunjukkanbahwa rasio keuangan bermanfaat dalam menilai kondisi kesehatan, kinerja perusahaan dan juga bermanfaat dalam memprediksi kebangkrutan perusahaan. Rasio keuangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Likuiditas (Current rati. Leverage (Debt rati. Profitabilitas (Ro. Harahap . menyatakan bahwa rasio likuiditas merupakan rasio yang memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Untuk dapat memenuhi kewajibannya, maka perusahaan harus mempunyai alat alatuntuk membayar yang berupa aset-aset lancar yang jumlahnya harus jauh lebih besar dari pada kewajiban-kewajiban yang harus dibayar oleh perusahaan. Ada beberapa rasio likuiditas, namun rasio yang umum digunakan pada penelitian yaknicurrent ratio . asio lanca. Current ratio menggambarkan kemampuan perusahaan dalam melunasi memanfaatkan asset lancarnya. Apabila suatu perusahaan tidak bisa melunasi kewajibannya yang telah jatuh tempo, maka perusahaan tersebut akan semakin dekat dengan ancaman financial distress (Hidayat dan Meiranto, 2. Penelitian yang dilakukan Evanny Indri Haspari . Liana dan Sutrisno . menyatakan bahwa rasio likuiditas . urrent rati. tidak berpengaruh terhadap financial distress. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Hastuti dan Purwanto . Kristanti. Rahayu dan Huda . yang menyatakan bahwa rasio likuiditas . urrent rati. berpengaruh posotif terhadap financial Rasio leverage menurut Hery . merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aset perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya, rasioleverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar beban utang yang harus ditanggung perusahaan dalam rangka pemenuhan aset. Rasio leverage yang umum digunakan pada penelitian yaitu debt ratio . asio utan. Debtratio dihitung dengan cara total utang dibagi dengan total asset. Semakin rendah debt ratio maka semakin baik kondisi perusahaan, karena aset perusahaan yang dibiayai dari pinjaman menjadi semakin kecil. Penelitian yang dilakukan oleh Haspari . Alifiah . MasAud dan Srengga . Liana dan Sutrisno . menyatakan bahwa rasio leverage . ebt rati. tidak berpengaruh terhadap financial distress. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Hastuti dan Purwanto. Kristanti, et al . Lee, et al . , menyatakan bahwa rasio leverage . ebt rati. berpengaruh positif terhadap financial distress. Rasio profitabilitas adalah rasio yang menunjukkan gambaran tentang tingkat efektivitas pengelolahan perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu. Menurut Gitman . Profitability is the relationship between revenues and cost generated by using the firmAos asset both current and fixed- in productive activities. Rasio profitabilitas yang digunakan dalam penelitian ini yaituReturn on Assets (Ro. Menurut Hanafi dan juga Halim . 3 : . Return on Assets (Ro. adalah rasio keuangan perusahaan yang terkait dengan potensi keuntungan mengukur kekuatan perusahaan membuahkan keuntungan atau juga laba pada tingkat pendapatan, aset dan juga modal saham spesifik. Penelitian yang dilakukan Widarjo dan Setiawan . Alifiah . MasAud dan Srengga . berpendapat bahwa rasio profitabilitas berpengaruh terhadap financial distress. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Liana dan Sutrisno . mengatakan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap financial distress. KAJIAN PUSTAKA