JURNAL SIMETRIK VOL 14. NO. BULAN TAHUN MANAJEMEN RESIKO PADA BANGUNAN BERTINGKAT Rahman A. Djau. Nasir Bumulo. Andi Sahrul Hidayat. Anastasya Popalo . 1,2,3,. Program Studi Teknik Sipil dan Universitas Gorontalo rahmandjau92@gmail. com, . nasirbumulo2023@gmail. com, . andi_sahrul93@yahoo. anastasyapopalo@gmail. ABSTRACT The background is that risks can cause undesirable things to happen such as project delays, projects not being completed . , work accidents and so on, so research is carried out. The aim of this research is to analyze risk management in the implementation of construction projects, especially multi-storey buildings. The results of the analysis show that there are 30 risks which are included in the medium risk level. Based on the results of the questionnaire processing of these 30 risks, 1 risk variable was found which was declared dominant with a probability level of 66. 03%, while based on the results of the interview the risk which had the most influence on the development of construction projects especially high-rise buildings, namely material risks. The dominant medium risk response that influences construction project development is monitoring the weather, conducting CCO, appealing to the government to determine specifications. ABSTRAK Berlatar belakang karena risiko dapat menyebabkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti keterlambatan proyek, proyek tidak selesai . , kecelakaan kerja dan lain sebagainya sehingga penelitian dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen risiko pada pelaksanaan pembangunan proyek konstruksi khususnya bangunan bertingkat. Hasil Analisa menunjukkan terdapat 30 risiko yang termasuk kedalam tingkat risiko medium, berdasarkan hasil olahan kuesioner dari ke 30 risiko tersebut ditemukan 1 variabel risiko yang dinyatakan dominan dengan tingkat probabilitas sebesar 66,03%, sedangkan berdasarkan hasil wawancara risiko yang paling berpengaruh terhadap pembangunan proyek konstruksi khususnya bangunan bertingkat tinggi yaitu risiko material. Respon risiko medium dominan yang berpengaruh terhadap pembangunan proyek konstruksi ialah dengan memonitoring cuaca, melakukan CCO, menghimbau kepada pemerintah terhadap penentuan Kata kunci: risiko. rumah susun PENDAHULUAN Dalam era globalisasi, sektor konstruksi mengalami perkembangan pesat yang sering kali dihadapkan pada beberapa tantangan seperti keterbatasan waktu, anggaran, dan kualitas. Ketiga tantangan ini dikenal sebagai tujuan proyek yang meliputi kepatuhan terhadap jadwal, anggaran dan standar kualitas. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan proyek konstruksi, penting untuk menerpakan manajemen proyek konstruksi sebagai metode pengelolaan aktivitas yang spesifik. Manajemen proyek pada dasarnya adalah tentang memberikan hasil yang akan memengaruhi beberapa perubahan untuk kepentingan organisasi. Tanpa manajemen proyek yang efektif, kelompok atau tim prengerjaan proyek mungkin akan mulai mengerjakan sebuah proyek yang tidak memiliki arah yang jelas. Akan tetapi. Ketika anggota tim memahami fokus dan tujuan, proyek akan berlangsung tanpa kebingungan atau kekacauan. Maka bisa dikatakan setengah dari pertempuran sudah dimenangkan jika tim memulai sebuah proyek dengan cara yang benar. (Rahman Abdul Djau, 2. Upaya infrastruktur berkaitan dengan suatu rangkaian proyek p-ISSN: 2302-9579/e-ISSN: 2581-2866 Hal-hal yang tidak terduga dan factorfaktor ketidakpastian pada umumnya sering kali menyebabkan kegagalan untuk mencapai tujuan atau sasaran proyek. Dapat menghambat pencapain tujuan/sasaran proyek ialah berbagai macam risiko yang ditimbulkan oleh proses konstruksi yang kompleks dan cukup lama. Apabila tidak dilakukan pemamntauan dan pengendalian terhadap kejadian dalam setiap kegiatan dapat menimbulkan suatu risiko yang lebih besar dari yang terdeteksi atau yang sudah Melakukan analisis risiko dalam proyek konstruksi, terutama pada bangunan bertingkat, menjadi esensial untuk memastikan terlaksananya manajemen risiko dengan baik. Dengan menerapkan manajemen risiko tersebut, diharapkan pembangunan dapat mencapai tujuan proyeknya dengan sukses. Didasarkan pada latar belakang, diperlukan upaya penelitian untuk menganalisis Manajemen Risiko pada proyek konstruksi, terutama dalam pelaksanaan proyek pembangunan khususnya bangunan bertingkat. Melalui pelaksanaan analisis tersebut, kita dapat mengestimasi kemungkinan terjadinya risiko di masa depan dengan mempertimbangkan probabilitas risiko yang telah JURNAL SIMETRIK VOL 14. NO. BULAN TAHUN terjadi sebelumnya serta variabel-variabel lain yang Berdasarkan hal tersebut diatas maka penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran pentingnya peran manajemen dan menganalisa risiko pada masa pelaksanaan proyek konstruksi pembangunan Rumah Susun Kejaksaan Tinggi Gorontalo sehingga dapat mencapai tujuan atau sasaran proyek. Dari penelitian sebelumnya oleh Sari Fitri Yeni dkk, melakukan penelitian dengan judul AuAnalisis Manajemen Risiko Terhadap Pelaksanaan Pembangunan Konstruksi Gedung bertingkat di Kabupaten DharmasrayaAy(Fitri Yeni. Masril and Dewi, 2. menyarankan Dalam pembangunan proyek ini supaya memperhatikan dalam segi faktor alat nya, karena dari hasil penelitian saya persentase alat nya paling tinggi. Bagi pengusaha jasa konstruksi agar benar-benar memperhatikan lagi tentang manajemen konstruksi, karena manajemen itu sangat penting mulai dari awal proyek sampai akhir pelaksanaan proyek. Pelaksanaan dan Pengawas harus konsisten dalam berkomitmen yang dibuat untuk menciptakan kondisi aman bagi pekerja dan lingkungan sekitar. Demikian juga dengan penelitian sebelumnya oleh Muhammad Afiq dengan judul penelitian Aumanajemen risiko pada proyek pembangunan gedung asrama mahasiswa uin walisongo tahun 2021Ay (Afiq, 2. menyimpulkan ada 10 tindakan penanganan pada risiko yang tidak dapat diterima dan 41 tindakan penanganan pada risiko yang tidak terduga. Penanganan risiko dilakukan untuk meminimalkan risiko perjanjian kontrak karena perbedaan biaya, kualitas dan waktu, serta untuk menghindari sanksisanksi denda atas keterlambatan dan pemutusan kontrak dari pemilik proyek kepada kontraktor. Berdasarkan latar belakang dan penelitian sebelumnya diatas maka penulis melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk menganalisis manajemen risiko pada pelaksanaan pembangunan proyek konstruksi khususnya bangunan bertingkat tinggi. TINJAUAN PUSTAKA Proyek adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang dibatasi oleh waktu dan sumber daya yang terbatas , sedangkan konstruksi adalah semua kegiatan membangun suatu Proyek konstruksi merupakan suatu upaya untuk mencapai suatu hasil dalam bentuk bangunan atau infrastruktur . Setiap usaha akan selalu mucul secara berdampingan 2 . hal yang kontradiktif yaitu peluang memperoleh keuntungan dan risiko menderita kerugian, ternasuk didalamnya usaha jasa (Bulandari dkk, 2. Proyek konstruksi adalah proyek yang berisiko tinggi, itu dikarenakan pada proses konstruksi biasanya memakan waktu yang cukup lama dan kompleks sehingga dapat menimbulkan ketidakpastian yang pada akhirnya akan memunculkan berbagai risiko. (Sopiyah and Salimah, 2. Risiko didefinisikan sebagai peristiwa atau kondisi yang tidak pasti yang, jika terjadi, dapat p-ISSN: 2302-9579/e-ISSN: 2581-2866 memiliki efek positif atau negatif pada tujuan proyek. Risiko yang diketahui telah diidentifikasi, dianalisis, dan dapat dikelola menggunakan proses di area pengetahuan ini. Risiko yang diketahui dapat diberikan Risiko yang tidak diketahui tidak dapat dipastikan atau dikelola secara memadai Metode umum untuk menangani risiko yang tidak diketahui adalah mengalokasikan cadangan manajemen dalam bentuk uang, waktu, atau sumber daya tambahan. Aktivitas manajemen risiko dirancang untuk membantu praktisi mengamati jenis risiko dan menentukan solusi terbaik dari risiko tersebut. Merupakan alat untuk mengidentifikasi sumber risiko serta untuk memprediksi dampak dan menemukan Risiko. (Yudhaningsih et al. , 2. Dalam suatu pembangunan proyek khususnya gedung, dibutuhkannya kematangan persiapan dari K3 atau yang biasa disebut Keamanan. Kesehatan, dan Keselamatan Kerja. Manajemen Risiko K3 adalah suatu upaya mengelola risiko untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan secara komprehensif, terencana dan terstruktur dalam suatu kesisteman yang baik. Manajemen proyek harus melakukan analisis terhadap manajemen risiko yang diharapkan bisa mengurangi melindungi bahkan menghilangkan risiko kecelakaan kerja . ero acciden. pada tenaga kerja. (Ardiansyah. Irawan and Purba. Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja merupakan suatu hal yang penting dalam perusahaan. Pelaksanaan K3 pada setiap proyek memang telah diterapkan, tapi dalam pelaksanaannya masih terdapat pekerja yang mengabaikan aspek K3 salah satunya yaitu penggunaan alat pelindung diri, dari aspek tersebut kemungkinan besar juga terjadi pada aspek yang lainnya. Dalam melakukan perancangan sebuah proyek konstruksi, seharusnya pihak kontraktor melakukan perencanaan manajemen risiko untuk menentukan tahapan-tahapan dalam menangani risiko, dan untuk meminimalkan kerugian akibat terjadinya risiko Melakukan pengendalian yang terencana, dan tepat terhadap risiko yang terjadi, dan melakukan perencanaan pengendalian untuk risiko yang berpotensi terjadi dikemudian hari. (Setyawan. Handayani and Sofiana, 2. Proyek konstruksi flyover dan underpass memiliki karakteristik yang khas dan sangat kompleks, sehingga menghadapi berbagai jenis risiko. Risiko yang terjadi dapat mempengaruhi biaya, waktu dan mutu dalam proyek konstruksi. Kejadian risiko mungkin terjadi karena beberapa faktor risiko yang menjadi penyebabnya. Mengingat pembangunan flyover dan underpass ini sangatlah penting dan biasanya berskala besar, maka diperlukan dilakukan kajian terhadap jenis-jenis risiko apa yang mungkin terjadi selama pembangunan flyover dan underpass tersebut khususnya di Indonesia pada tahap konsepsi. JURNAL SIMETRIK VOL 14. NO. BULAN TAHUN perencanaan, eksekusi dan operasi. (Yahya Enderzon et , 2. METODOLOGI Pada penelitian ini, kuisioner digunakan sebagai alat untuk melakukan survey. Kuisioner ini berisi tentang data responden meliputi profil perusahaan meliputi nama. Pendidikan terakhir, pengalaman kerja factor-faktor memperngaruhi pelaksanaan pembangunan proyek konstruksi dan penerapan/respon dari risiko-risiko Pengujian Validitas dan Reabilitas Menggunakan SPSS Pengujian Validitas adalah tingkat kesahihan suatu alat ukur yang digunakan, serta untuk mengetahui apakah ada pertanyaan atau pernyataan pada kuesioner yang harus dibuang/ diganti yang dianggap tidak Mengukur tingkat validitas adalah dengan membandingkan nilai hitung r . orrelation item total correlatio. dengan nilai r table. Jika r hitung lebih besar r table, maka pernyataan yang ada dalam kuesioner tersebut dinyatakan valid dan begitu pula yang ada dalam kuesioner tersebut dinyatakan valid dan begitu pula sebaliknya. Pengujian validitas instrument dengan menguji validitas konstruksi . onstruct validit. dengan menggunakan aplikasi SPSS. Pengujian Reabilitas merupakan suatu alat yang digunkan untuk mengukur suatu kuesioner yang dijadikan indicator dari sebuah variabrl. Suatu kuesioner dikatakan reliabel yaitu apabila tanggapan dan jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah stabil atau konsisten dari waktu kewaktu. Ukuran reabilitas dapat dilihat melalui reliability statistics pada CronbachAos Alpha dengan SPSS berdasarkan skala 0 sampai 1. Dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha > 0,60 sebaliknya dikatakan tidak reliabel jika nilai Cronbach alpha < 0,60. Metode Saverity Indeks Severity Index adalah teknik yang digunakan dalam perhitungan nilai probabilitas dan juga Severity Index dihitung berdasarkan Untuk menghitung Severity Index dapat dilihat pada Rumus : = Jumlah responden . emberikan jawaban terhadap i ) = 0, 1, 2, 3, 4 , adalah respon probabilitas Sedangkan klasifikasi dari skala penilaian pada probabilitas dan dampak dapat di lihat pada tabel Tabel 1. Saverity Indeks Keterangan Saverity Indeks (%) Sangat Rendah 0,00 O SIO 12,5 Rendah 12,5 O SI O 37,5 Cukup 37,5 O SI O 62,5 Tinggi 62,5 O SI O 87,5 Sangat Tinggi 87,5 O SI O 100 Sumber : Rahman A. Djau, 2024 Metode Probability Impact Matrict Proses pengukuran risiko dengan cara memperkirakan frekuensi terjadinya suatu risiko dan dampak dari risiko. Skala yang digunakan dalam mengukur potensi risiko terhadap frekuensi dan dampak risiko adalah skala likert. Rumus untuk menghitung tingkat risiko tersebut seperti pada rumus berikut : R = P x I a. Keterangan : R = Tingkat Risiko = Probability = Impact Nilai risiko didapatkan dengan melakukan mengeplotkan nilai kedalam Matriks Probabilitas dan Dampak seperti pada gambar berikut: Keterangan : = 0, 1, 2, 3, 4 p-ISSN: 2302-9579/e-ISSN: 2581-2866 JURNAL SIMETRIK VOL 14. NO. BULAN TAHUN HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Responden Tabel 2. Gambaran Umum Responden Usia Usia O 30 Tahun Ou 30 Tahun Jumlah Orang (%) Sumber : Rahman A. Djau, 2024 Tabel 3. Gambaran Umum Responden Jenis Kelamin Jumlah Orang (%) Laki-laki Perempuan Sumber : Rahman A. Djau, 2024 Jenis Kelamin Tabel 4. Gambaran Umum Responden Berdasarkan Jabatan dalam Perusahaan Jabatan dalam Perusahaan Project Manager Tenaga Ahli Pengawas Staff Teknik Lainnya Jumlah Orang (%) Sumber : Rahman A. Djau, 2024 Tabel 5. Gambaran Umum Responden Berdasarkan Jenis Kepemilikan Perusahaan Jumlah Orang (%) Sumber : Rahman A. Djau, 2024 Jenis Kepemilikan Perusahaan Pemerintah BUMN Swasta Perorangan Lainnya Tabel 6. Gambaran Umum Responden Berdasarkan Jenis Pengalaman Jumlah Orang (%) Sumber : Rahman A. Djau, 2024 Uji Validitas dan Reliabilitas Pengalaman Bekerja 0-5 Tahun Au AA Eiahun p-ISSN: 2302-9579/e-ISSN: 2581-2866 Dari hasil uji Validitas semua variabel memiliki nilai r hitung yang lebih besar daripada nilai r tabel. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa semua variabel risiko dianggap valid. Dari hasil uji Reliabilitas terungkap bahwa Cronbach Alpha memiliki nilai >0. 60, menunjukkan bahwa variabel risiko yang telah dipilih adalah dapat diandalkan . Ini mengindikasikan bahwa setiap pertanyaan dalam kuesioner memiliki konsistensi dalam jawaban responden, sehingga dapat digunakan dalam penelitian Analisa Probabilitas dan Dampak Risiko . Hasil Perhitungan Probabilitas Menggunakan Saverity Indeks Tabel 7. Probabilitas Risiko Kategori Rendah Kode Kate Variabel SI (%) Risiko Gempa Bumi 26,03 Kurang 34,43 APD Metode 36,13 yang salah Sumber : Rahman A. Djau, 2024 Dari tabel 7 mengungkapkan ada 3 variabel risiko dengan probabilitas kejadian yang rendah (R), yang berarti risiko-risiko tersebut terkadang terjadi dan cenderung memiliki intensitas kejadian antara 12. sampai dengan > 37,5%. Tabel 8. Probabilitas Risiko Kategori Cukup (C) Kode Variabel SI (%) Kate Risiko Banjir 44,07 Kurangnya ketersediaan tempat bongkar material sakla besar 62,10 Kerusakan . 57,03 Keterlambatan pengiriman material dari supplier 58,20 Material memenuhi syarat 59,07 Peralatan yang digunakan sering rusak 47,03 JURNAL SIMETRIK VOL 14. NO. BULAN TAHUN Kode Variabel SI (%) Risiko Kate Kurangnya tenaga yang bisa mengoperasikan alat 39,03 Operator alat yang kurang 51,07 Lambatnya 43,17 Tenaga kerja yang tidak 55,03 Kurang jumlah tenaga kerja di 57,07 Produktivitas tenaga kerja yang rendah 57,07 Jam kerja kurang efektif 49,03 Kondisi lokasi site di tengah perkotaan 38,20 Kesulitan material dan perlatan ke 47,07 Kesalahan . imensi besi, jarak besi, dan mutu bes. 48,03 Kesesuaian dimensi yang dikerjakan (Panjang, lebar, 40,03 Mutu beton tidak sesuai dengan spek 50,07 Desain awal tidak sesuai 41,20 Kesalahan desain 44,07 Adanya perubahan desain 53,20 Data desain tidak lengkap 38,17 Kesalahan estimasi biaya 38,10 Kesalahan estimasi waktu 40,07 Variabel SI (%) Kate Adanya staf yang kurang 45,03 Kinerja kontraktor yang 45,13 Tingkat yang rendah 56,10 Pencemaran udarah 32,20 Kebisingan disebabkan oleh alat berat 50,13 Kerusakan prasarana jalan dan fasilitas umum 43,10 Kode Risiko Sumber : Rahman A. Djau, 2024 Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa ada 27 risiko yang memiliki dampak terhadap proyek konstruksi yang termasuk dalam kategori cukup/sedang (C)/(S). Risiko-risiko ini memiliki tingkat dampak yang berada di antara risiko-risiko rendah dan tinggi. Meskipun dampaknya tidak sebesar risiko-risiko tinggi, risiko-risiko dalam kategori sedang tetap memerlukan perhatian dan langkah pengelolaan yang tepat guna meminimalkan kemungkinan dampak negatif pada proyek konstruksi Hasil Perhitungan Dampak Risiko Menggunakan Saverity Indeks Tabel 9. Dampak Risiko Kategori Rendah Presen Kate Kode Variabel Tase Risiko SI (%) Gempa Bumi 34,10 Mutu beton tidak sesuai dengan spek 37,20 Metode pelaksanaan yang 36,13 Kinerja kontraktor yang 29,27 Tingkat yang rendah 34,20 Pencemaran udarah 34,10 Sumber : Rahman A. Djau, 2024 p-ISSN: 2302-9579/e-ISSN: 2581-2866 JURNAL SIMETRIK VOL 14. NO. BULAN TAHUN Dalam tabel diatas, terlihat bahwa terdapat 6 risiko yang memiliki dampak yang tergolong dalam kategori rendah (R) terhadap proyek konstruksi. Risiko-risiko ini memiliki tingkat dampak yang relatif rendah dan kemungkinan mempengaruhi proyek konstruksi secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan risiko-risiko dalam kategori lainnya. Kode Risiko Variabel Risiko Kate Banjir 39,10 Cuaca Tidak Menetu 54,13 Kurangnya ketersediaan tempat bongkar material sakla besar 55,07 Keterlambatan pengiriman material dari 62,17 Material memenuhi syarat 57,10 Peralatan digunakan sering rusak 54,07 Kurangnya tenaga yang bisa mengoperasikan alat 46,10 Operator kurang disiplin, sehingga 48,10 Lambatnya 56,10 48,30 Tenaga kerja yang tidak 48,17 Kurang jumlah tenaga kerja di 53,10 Produktivitas kerja yang rendah 56,07 Jam kerja kurang efektif 49,13 p-ISSN: 2302-9579/e-ISSN: 2581-2866 Kesulitan material dan perlatan ke 52,13 Kesalahan . imensi besi, jarak besi, dan mutu bes. 45,07 Kesesuaian (Panjang, lebar, tinng. 43,07 Desain awal tidak sesuai 46,20 Kesalahan desain 42,23 Adanya 48,17 Data 57,10 Kesalahan estimasi biaya 42,13 Kesalahan 41,13 Adanya staf yang kurang 45,03 Kebisingan 49,03 Kerusakan jalan dan fasilitas umum 47,03 Kurang APD 51,00 Kate Kondisi lokasi site di tengah perkotaan Tabel 10. Dampak Risiko Kategori Cukup (C) Kode Variabel Sumber : Rahman A. Djau, 2024 Dari tabel 10. di atas dapat dilihat bahwa ada 27 risiko yang memiliki dampak terhadap proyek konstruksi yang termasuk dalam kategori cukup/sedang (C)/(S). Risiko-risiko ini memiliki tingkat dampak yang berada di antara risiko-risiko rendah dan tinggi. Meskipun dampaknya tidak sebesar risiko-risiko tinggi, risiko-risiko dalam kategori sedang tetap memerlukan perhatian dan langkah pengelolaan yang tepat guna meminimalkan kemungkinan dampak negatif pada proyek konstruksi. JURNAL SIMETRIK VOL 14. NO. BULAN TAHUN Tabel 11. Probabilitas Risiko Kategori Cukup/Sedang Presen Kode Kate Variabel Tase Risiko SI (%) Kerusakan atau 66,03 . Sumber : Rahman A. Djau, 2024 Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa ada 1 risiko yang memiliki dampak terhadap proyek konstruksi yang termasuk dalam kategori Tinggi (T). Selanjutnya perhitungan Tingkat resiko low dan medium menggunakan Probability Impact Matrix, seperti tergambar pada table 12 dan table 13 dibawah Hasil Perhitungan Tingkat Risiko Menggunakan Probability Impact Matrix Tabel 12. Tingkat Risiko Low Kode Tingkat Risik Variabel Risiko Gempa Bumi Low Kinerja kontraktor yang Low Tingkat disiplin manajemen kontraktor Low yang rendah Pencemaran udarah Low Sumber : Rahman A. Djau, 2024 Tabel 13 . Tingkat Risiko Medium Kode Risik Variabel Banjir Cuaca Tidak Menetu Kurangnya ketersediaan tempat bongkar material sakla besar Kerusakan atau kehilangan . material Keterlambatan pengiriman material dari supplier Material kurang memenuhi Peralatan yang digunakan sering rusak Kurangnya tenaga yang bisa mengoperasikan alat tertentu Operator alat yang kurang disiplin, sehingga produktivitas kurang Tingkat Risiko Medium Medium Medium Medium Medium Lambatnya proses pengiriman peralatan Kurang disiplinya pekerja menggunakan APD Tenaga kerja yang tidak Kurang tersedianya jumlah tenaga kerja di lapangan Produktivitas tenaga kerja yang rendah Jam kerja kurang efektif Kondisi lokasi site di tengah Kesulitan pengiriman material dan perlatan ke Kesalahan pembesian . imensi besi, jarak besi, dan mutu bes. Kesesuaian dimensi yang dikerjakan (Panjang, lebar. Mutu beton tidak sesuai dengan spek Desain awal tidak sesuai dengan kenyataan dilapangan Kesalahan desain Adanya perubahan desain Metode pelaksanaan yang Data desain tidak lengkap Kesalahan estimasi biaya Kesalahan estimasi waktu Adanya staf yang kurang Kebisingan yang disebabkan oleh alat berat Kerusakan prasarana jalan dan fasilitas umum Sumber : Rahman A. Djau, 2024 Medium Medium Medium Medium Medium Medium Medium Medium Medium Medium Medium Medium Medium Medium Medium Medium Medium Medium Medium Medium Medium Risiko Dominan Risiko Medium Dominan berdasarkan hasil Kuesioner Pada gambar 4. 1 dibawah ini terdapat grafik yang menunjukkan presentase nilai probabilitas terjadinya setiap risiko medium terhadap Proyek Konstruksi. Medium Medium Medium Medium p-ISSN: 2302-9579/e-ISSN: 2581-2866 JURNAL SIMETRIK VOL 14. NO. BULAN TAHUN wawancara risiko yang harus diwaspadai yaitu risiko Berdasarkan hasil Hasil wawancara dengan Project Manager (PM) di proyek pembangunan Rumah Susun Kejaksaan Tinggi Gorontalo mengungkapkan bahwa risiko yang paling dominan adalah terkait dengan masalah material. DAFTAR PUSTAKA