Dampak Penggunaan Gadget Berlebih terhadap Speech Delay Pada Anak Usia Dini . -6 tahu. : Systematic Review The Impact of Excessive Gadget Use on Speech Delay in Early Childhood . -6 year. : A Systematic Review Innes Oktaviyani1. Donna Ndari Santoso2. Fara Anindia Zahri3. Johannes Braven Azarel Sjawaloedin4. Jelita Ratna Kusumah5. Chahya Kharin Herbawani6 Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jakarta Koresponensi Penulis : 2310713083@mahasiswa. ABSTRACT The rapid advancement of digital technology today has led to an increase in the use of gadgets in early childhood. Although it can provide educational benefits, excessive and unsupervised gadget use can negatively impact children's speech development. This literature review aims to explore the relationship between the duration and intensity of gadget use and the incidence of speech delay as well as other risk factors such as parenting, parental knowledge and social interaction in young children 0-6 years old. The method used in writing this article is the Systematic Literature Review method with PRISMA (Preferred Reporting Item for Systematic Review and MetaAnalysi. This research focuses on articles published in the range of 20212025 and can be accessed openly. The inclusion criteria applied included articles that discussed gadget exposure and its relationship with speech delay in early childhood, including risk factors that influence the condition. The result showed that exposure to gadgets for more than 2 hours a day caused speech delay in early childhood. Other influencing factors include parents' permissive parenting towards gadget use, which hinders children's development and triggers tantrums, and lack of social interaction in children. Keywords : Golden Age. Parenting. Social Interaction. Gadget Duration ABSTRAK Kemajuan teknologi digital yang pesat saat ini telah mendorong peningkatan penggunaan gadget pada anak usia dini. Meskipun dapat memberikan manfaat edukatif, penggunaan gadget yang berlebihan dan tanpa pengawasan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan bicara anak. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi dan intensitas penggunaan gadget dengan kejadian speech delay serta faktor risiko lain seperti pola asuh, pengetahuan orang tua, dan interaksi sosial pada anak usia dini 0-6 tahun. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah tinjauan literatur dengan pedoman PRISMA (Preferred Reporting Item for Systematic Review and Meta-Analysi. Penelitian ini berfokus pada artikel yang diterbitkan dalam rentang tahun 2021-2025 dan dapat diakses secara terbuka. Kriteria inklusi yang diterapkan meliputi artikel yang membahas paparan gadget dan hubungannya dengan keterlambatan bicara pada anak usia dini, termasuk faktor risiko yang mempengaruhi kondisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan gadget selama lebih dari 2 jam sehari dapat menyebabkan keterlambatan bicara pada anak usia dini. Faktor lain yang memengaruhi adalah pola asuh orang tua yang permisif terhadap penggunaan gadget sehingga menghambat perkembangan anak dan memicu tantrum, serta kurangnya interaksi sosial pada anak. Kata Kunci : Masa Emas. Pola Asuh Orangtua. Interaksi Sosial. Durasi Gadget Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 435-449 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Dampak Penggunaan Gadget Berlebihan terhadapA. (Innes Oktaviyani. Donna Ndari Santoso, dk. PENDAHULUAN Gadget adalah alat elektronik yang dirancang untuk mempermudah manusia dalam mengakses informasi, berinteraksi, dan menyelesaikan tugas-tugas dengan cepat dan efisien (Kamaruddin et al. Sekarang ini, di zaman yang serba kebutuhan penting bagi anak-anak maupun orang dewasa. Perkembangan teknologi bisa dilihat dari banyaknya jenis gadget yang ada, seperti komputer, handphone, televisi, radio, permainan, dan lainnya (Novitasari N. Gadget kini sudah digunakan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti untuk berkomunikasi, hiburan, belajar, dan bekerja. Bahkan, banyak anak-anak usia dini yang sudah memiliki gadget sendiri (Rahayu et al. , 2. Berdasarkan data yang didapat dari Profil Anak Usia Dini BPS . mencatat 39,71% menggunakan handphone dan 35,57% mengakses internet. Sedangkan data dari Profil Anak Usia Dini BPS . terdapat 33,44% anak usia dini menggunakan handphone serta 24,96% mengakses Dari data tersebut terdapat peningkatan yang signifikan terhadap anak usia dini yang dapat menggunakan handphone dan mengakses internet. Artinya, banyak orang tua yang mulai memberikan gadget kepada anaknya. Akan tetapi, jika penggunaan gadget tidak diawasi, hal itu bisa memberikan kembang anak. Penggunaan gadget secara berlebihan pada anak usia dini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti stres, kecanduan, depresi, perkembangan kognitif dan moral (Triani et al. , 2. Faktanya, anak usia dini antara 0 hingga 6 tahun sedang berada dalam tahap perkembangan fisik dan mental yang sangat cepat (Supriani & Arifudin, 2. Masa ini dikenal sebagai "masa emas" . olden ag. yang hanya terjadi satu kali dalam kehidupan dan tidak bisa terulang kembali. Periode ini sangat penting karena berperan besar dalam membentuk kualitas manusia di masa depan (Susanti et al. , 2. Masa emas . olden ag. terjadi sejak anak masih dalam kandungan sampai usia 0Ae6 tahun. Menurut Maria Montessori, tokoh pendidikan anak usia dini, usia ini adalah waktu di mana anak mulai sangat peka dan mudah menerima berbagai hal dari lingkungannya. Anak mulai merespons rangsangan dan belajar banyak hal dengan cepat pada masa ini (Susanti et al. , 2. Masa peka adalah tahap di mana perkembangan fisik dan dengan baik, sehingga anak lebih siap untuk menanggapi berbagai rangsangan dari lingkungan di sekitarnya (Ariyanti. Dengan stimulasi yang diberikan kepada anak selama masa emas sangat berperan penting dalam perkembangan kognitif. Kurangnya interaksi atau rangsangan dari orang tua dapat menjadi salah satu penyebab anak berbicara . peech dela. (Nuzulah & Thoriqussuud, 2. Keterlambatan bicara atau speech delay adalah kondisi dimana kemampuan sebagaimana mestinya, dan berada di bawah tingkat perkembangan normal anak-anak seusianya (Irchamna et al. , 2. Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2023, prevalensi speech delay pada anak usia prasekolah di Indonesia mencapai 5-8% (Kemenkes. Data ini diperkuat oleh beberapa penelitian yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara lamanya anak terjadinya speech and language delay. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa anak-anak yang menghabiskan lebih dari 2 jam sehari dengan gadget memiliki kemungkinan lebih besar mengalami gangguan perkembangan bicara. Data dari studi tahun 2023 di Rumah Sakit Hermina Galaxy mencatat adanya 35 kasus speech delay pada balita di bulan Mei 2023, dengan total 221 kasus terdeteksi sepanjang tahun 2022. Kasus tersebut melaporkan bahwa terdapat anak-anak yang menggunakan gadget selama 10-12 jam setiap hari tanpa pengawasan langsung, dengan alasan Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 435-449 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Dampak Penggunaan Gadget Berlebihan terhadapA. (Innes Oktaviyani. Donna Ndari Santoso, dk. untuk menjaga anak tetap tenang di rumah saat orang tua bekerja atau memiliki kegiatan di luar (Antina et al. Triani et al. , 2. Berdasarkan disimpulkan bahwa penggunaan gadget dalam waktu yang terlalu lama berkaitan keterlambatan bicara . peech dela. pada Banyak orang tua memberikan gadget kepada anak sebagai alat pengalih perhatian ketika mereka sibuk bekerja atau melakukan aktivitas di luar rumah. Namun, kebiasaan ini dapat memicu perkembangan kemampuan berbicara. Hal ini sejalan dengan pendapat Saputra Kuntarto peech dela. pada anak merupakan masalah yang cukup serius dan perlu segera ditangani dengan tepat (Irchamna et al. , 2. Sebuah studi menunjukkan bahwa kebanyakan anak di bawah usia lima tahun menggunakan gadget dalam waktu yang cukup lama, yakni lebih dari satu jam setiap hari dan hampir setiap hari dalam seminggu . ebih dari 6 har. (Damayanti et al. , 2. Penggunaan gadget yang terus-menerus oleh anak dapat mengganggu proses interaksi sosial Padahal, anak seharusnya berinteraksi langsung dengan lingkungan di sekitarnya. Namun, karena sering menggunakan gadget, anak cenderung perhatiannya lebih terfokus pada gadget tersebut (Serlan et al. , 2. Mengingat masih banyaknya anak usia 24 hingga 60 bulan yang melebihi batas waktu penggunaan gadget yang dianjurkan oleh para ahli, yaitu tidak lebih dari satu jam per hari (Sigman, 2. , maka diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami berlebihan terhadap perkembangan anak pada usia dini. Penulisan literatur ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penggunaan HASIL Penelitian ini menggunakan sebelas artikel sebagai rujukan review. Setiap artikel dianalisis berdasarkan beberapa indikator, seperti judul dan tahun terbit, menyebabkan keterlambatan bicara pada anak-anak faktor-faktor Literatur ini juga berdasarkan penelitian mengenai durasi penggunaan gadget yang sesuai dengan usia anak. Selain itu, literatur ini tentang pentingnya komunikasi dan perkembangan bahasa anak. METODE Penelitian pendekatan studi literatur atau literature review dengan menelah berbagai jurnal yang membahas paparan gadget dan kaitannya dengan keterlambatan bicara . peech dela. pada anak usia dini . -6 Melalui kajian literatur ini, peneliti berusaha untuk melakukan penelusuran mendalam terhadap berbagai sumber dari jurnal nasional maupun internasional dengan database GARUDA dan PubMed. Kata kunci yang digunakan pada database GARUDA adalah Auketerlambatan bicaraAy AND AugadgetAy AND Auanak usia diniAy AND Audurasi layarAy, kemudian pada database PubMed adalah Auspeech delayAy AND AugadgetAy AND AuchildrenAy AND Auscreen timeAy. Artikel yang dijadikan dasar literature review kami adalah publikasi nasional dan internasional yang diterbitkan dalam kurun waktu lima tahun terakhir, yaitu antara tahun 2021 hingga Proses seleksi artikel dilakukan melalui dua kriteria, yaitu kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi meliputi literatur yang berskala nasional dan internasional, terbit kurun waktu 5 tahun terakhir, dan tersedia dalam bentuk full text, serta membahas faktor risiko mengenai keterlambatan bicara pada anak usia dini . -6 tahu. Adapun kriteria eksklusi yaitu artikel tidak dapat diakses secara penuh dan subjek berusia > 6 tahun. penulis, metode pengumpulan data, jumlah populasi dan sampel, serta hasil penelitian yang disajikan. Dari hasil penyaringan, terdapat sebelas literatur Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 435-449 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Dampak Penggunaan Gadget Berlebihan terhadapA. (Innes Oktaviyani. Donna Ndari Santoso, dk. relevan dengan topik yang dibahas. Gambar 1. Diagram Alur Proses Seleksi dan Pemilihan Artikel Menggunakan PRISMA Tabel 1. Kajian Literatur Penulis/Tahun Tempat Judul Fatima A. Alsaadi. Fathima Muzeera. Fathima Shabrina. Namra F. Jafri. Raabeah F. Jafri. Fatima AlOlama. Samia Farghaly. Dubai Northern Emirates Relationship Between Screen Usage Speech Delay Children Aged One to Four Years in Dubai Northern Emirates Metode Crosectional Sampel Hasil Data kuesioner online Arab. Inggris, dan Urdu, yang platform media sosial dan di Health Center Hasil studi ini 25,5% dari total 192 Kasus ditemukan pada anak berusia satu 44,9% atau 22 dari 55 anak. Keterlambatan oleh anak lakilaki, yakni 32,7% . anak perempuan Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 435-449 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Dampak Penggunaan Gadget Berlebihan terhadapA. (Innes Oktaviyani. Donna Ndari Santoso, dk. sebesar 17% . dari 88 ana. Semakin layar,baik televisi, ponsel. Dari 15 lebih dari empat 40% di antaranya Aura Balqis & Desti Pujiati . Bustanul Athfal Aisyiyah. Banjarnegara Dampak durasi terhadap risiko (Studi Kasus di Bustanul Athfal Aisyiyah Batur Banjarnegar. Kualitatif studi kasus 2 anak usia dini di TK Bustanul Athfal Aisyiyah Batur Banjarnegara tanda-tanda bicara (P1 usia 4,5 tahun dan laki-lak. Penelitian adanya hubungan antara lamanya gadget . ebih dari 2 jam per har. bicara pada anak. Anak-anak cenderung lebih berbicara, serta Kurangnya orang tua dan berbahasa anak. Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 435-449 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Dampak Penggunaan Gadget Berlebihan terhadapA. (Innes Oktaviyani. Donna Ndari Santoso, dk. Iyah Sofiyah. Ns. Susaldi. Nurwita Trisna Sumanti. Klinik Ikhlas Medika 2 Kota Serang - Banten Hubungan Pengetahuan. Pola Asuh Orang Tua Dan Durasi Paparan Gadget Dengan Kejadian Speech Delay (Keterlambatan Berbicar. Pada Anak Prasekolah Usia 3-6 Tahun Di Klinik Ikhlas Medika 2 Tahun Crosectional Populasi dalam adalah ibu yang anak usia 3-6 bicara di Klinik Ikhlas Medika 2 di bulan Agustus Penelitian bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara orang tua . = 0,. , pola asuh . = 0,. , serta 0,. bicara pada anak prasekolah usia 3Ae6 Klinik Ikhlas Medika 2 Catur Yulinawati. Nurul Huda. Hazen Aziz. Wilayah Puskesmas Lubuk Baja Kota Batam Hubungan Intensitas Penggunaan Gadget dengan Kejadian Speech Delay pada Anak usia 24 - 60 Bulan Crosectional Populasi dalam penelitian ini yaitu anak berusia 24 - 60 bulan di wilayah Puskesmas Lubuk Baja yang berjumlah 105 anak Penggunaan bicara pada balita di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Baja. Kota Batam, nilai p = 0,000. Kurangnya perhatian orang anak yang sering akademik, emosi, sosial anak. Rizki Amalia. Eka Afrika. Irdan. Sri Handayani. Puskesmas Muara Enim Analisis Penyebab Keterlambatan Berbicara pada Anak Usia 2-5 Tahun Crosectional 150 balita di Puskesmas Muara Enim pada bulan Agustus 2022 Penelitian adanya korelasi yang cukup besar antara intensitas kedua A = 0,012. Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 435-449 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Dampak Penggunaan Gadget Berlebihan terhadapA. (Innes Oktaviyani. Donna Ndari Santoso, dk. A = 0,022, dan A = 0,031, kedua lebih rendah dari = 0,05. Serta hubungan antara pola asuh orang tua dan speech delay dengan A value = 0,031 lebih kecil dari = 0,05. Eva Yunita. Tutut Handayani. Fahmi. Fitri Oviyanti. Ali Murtopo. Desa Tirtaharja Kecamatan Muara Sugihan. Kabupaten Banyuasin. Sumatera Selatan. Dampak Penggunaan Gadget Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini di Desa Tirtaharja Kecamatan Muara Sugihan Kualitatif Anak-anak usia 5Ae6 tahun yang tinggal di Desa Tirtaharja. Kecamatan Muara Sugihan. Hasil negatif terhadap bahasa anak. Hal oleh kurangnya orang tua selama kebebasan tanpa yang jelas dalam Evin Noviana Sari. Hafizah. Fitra Muslia. TK Negeri Pembina Kota Agung. Lampung. Indonesia Hubungan Intensitas Pemakaian Gadget dengan Kejadian Speech Delay pada Balita Kota Kupang Crosectional Anak usia dini balita di TK Negeri Pembina Hasil menggunakan uji chi-square nilai p = 0,005 < 0,05, antara intensitas pada balita. Dari terdapat 23 anak . ,7%) dengan tinggi, dan dari . Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 435-449 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Dampak Penggunaan Gadget Berlebihan terhadapA. (Innes Oktaviyani. Donna Ndari Santoso, dk. speech delay. Edi Susilo. Solehudin. Risky Kusuma. Desa Wonoyoso Kabupaten Pekalongan Pengaruh Penggunaan Gadget Sejak Dini Terhadap Keterlambatan Bicara Pada Anak Balita Crosectional Ibu yang memiliki balita kategori usia 35 tahun di Desa Wonoyoso Kabupaten Pekalongan Terdapat antara intensitas Sebanyak . dari 4 kali dalam sementara hanya 1 anak . lebih dari 4 kali dalam seminggu. Berdasarkan . tergolong dalam . ,33%) Rila Rindi Antina. Selvia Nurul Qomari. Soliha. PAUD Anna Husada Dampak Penggunaan Gadget terhadap Risiko Bahasa dan Komunikasi pada AnakAnak pra Crosectional Populasi dalam terdiri dari 45 PAUD Anna Husada. Hasil Penggunaan lebih dari 2 jam per hari terbukti signifikan dengan Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 435-449 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Dampak Penggunaan Gadget Berlebihan terhadapA. (Innes Oktaviyani. Donna Ndari Santoso, dk. anak-anak Sedangkan jenis . dukatif hubungan yang signifikan dengan Anish Kumar. Maryam Zubair. Azouba Gulraiz. Sruti Kalla. Saif Khan. Sruthi Patel. Maria F. Fleming. Princess Oghomitse Omene. Parth Patel. Muhammad Saqlain S. Qavi. Pakistan An Evaluation Risk Elements Associated with Delayed Speech Language Development in Children Crosectional Sampel 150 anak yang datang ke klinik terapi wicara di Lahore General Hospital selama periode Juli hingga Agustus Hasil pada anak lakilaki . ,3%) dan memiliki riwayat keluarga serupa . ,3%). Faktor %), ,3%), ,7%), screen time lebih dari 2 jam per hari . ,7%). Maria Ariyanti Serlan. Irul Khotijah. Beatriks Novianti Bunga. Kelurahan Pasir Panjang yang terletak Kecamatan Kota Lama. Kota Kupang. Hubungan Penggunaan Gadget dengan Interaksi Sosial Anak Usia Dini Kelurahan Pasir Panjang Kecamatan Kota Lama Kuantitatif 32 orang tua yang memiliki anak di usia dini yang memakai elektronik lebih dari 2 jam dalam sehari. Hasil keterkaitan yang elektronik (X) dan (Y) dengan nilai mencapai 0,808. Hal bahwa semakin lama waktu yang dihabiskan anak Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 435-449 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Dampak Penggunaan Gadget Berlebihan terhadapA. (Innes Oktaviyani. Donna Ndari Santoso, dk. kualitas interaksi menjadi semakin PEMBAHASAN Intensitas dan Durasi Pemakaian Gadget Intensitas individu untuk mengakses perangkat elektronik, seperti menonton televisi, bermain video game, menggunakan ponsel atau komputer (Ardiwijaya & Kuntoro, 2. Banyak orang tua merasa mudah untuk mengatur anak-anak mereka ketika diberi layar untuk ditonton. Namun, meningkatnya waktu menonton layar . creen tim. pada anak-anak mereka, termasuk perkembangan bahasa yang tertunda . peech dela. (Reji M. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara intensitas penggunaan gadget dengan terjadinya keterlambatan anak dalam berbicara atau speech delay (Sofiyah et al. , 2. Semakin lama waktu anak menonton layar . eperti TV, ponsel, atau table. , semakin tinggi kemungkinan mereka mengalami speech delay (Alsaadi et al. Data lain juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan besar antara intensitas dalam penggunaan gadget dengan terjadinya keterlambatan bicara pada balita. Sebanyak 23 anak . ,7%) memiliki tingkat penggunaan gadget yang tinggi dan dari kelompok ini sebanyak 12 balita . 4%) mengalami speech delay (Noviana Sari et al. , 2. Peran orang tua sangat penting untuk memberikan instruksi atau batasan pada setiap penggunaan gadget terutama pada anak usia dini (Khairani et al. Beberapa studi menunjukkan bahwa penggunaan gadget di kalangan anak usia dini masih tergolong sangat Pemakaian gadget melebihi 2 jam dalam satu hari terbukti memiliki hubungan signifikan dengan peningkatan perkembangan bicara dan bahasa pada anak usia dini (Balqis & Pujiati, 2024. Kumar et al. , 2022. Rindi Antina et al. Hal ini diperkuat dengan data yang menunjukkan terdapat 40% anak yang memiliki waktu layar lebih dari empat jam sehari mengalami speech delay dan sebanyak 8 anak mengalami speech delay dengan frekuensi bermain gadget yang melebihi 4 kali dalam seminggu (Alsaadi et al. , 2024. Susilo et al. , 2. Dengan demikian untuk mencegah dampak buruk akan penggunaan gadget pada anak usia dini. World Health Organizations (WHO, 2. menyarankan agar anak-anak berusia 0Ae6 tahun tidak menghabiskan waktu untuk menggunakan gadget lebih dari satu jam setiap harinya. Dengan adanya pembatasan ini, diharapkan anakanak bisa lebih memiliki lebih banyak lingkungan sekitar, lebih aktif bermain, dan melakukan kegiatan sehat lainnya yang dapat mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal. Faktor Lain Yang Mempengaruhi Penggunaan Gadget Terhadap Speech Delay Pada Anak Usia Dini 0-6 Tahun Pola Asuh Orang Tua Cenderung Permisif Terhadap Penggunaan Gadget Pola asuh orang tua merupakan hubungan yang terjalin antara orang tua dan anak selama proses pengasuhan berlangsung (Aisyah, 2010 dalam Azzahra et al. , 2. Ditekankan juga oleh Bun et al . dalam Azzahra et al . bahwa pola asuh orang tua merupakan bentuk interaksi antara orang tua dan anak dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan anak, membimbing anak, serta menanamkan nilai-nilai kedisiplinan baik dalam perilaku maupun pengetahuan anak, supaya anak bisa tumbuh dan penguatan bimbingan yang diberikan oleh orang tua. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Sofiyah et al . dikatakan terdapat hubungan antara pola Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 435-449 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Dampak Penggunaan Gadget Berlebihan terhadapA. (Innes Oktaviyani. Donna Ndari Santoso, dk. asuh orang tua dengan terjadinya speech delay . eterlambatan berbicar. terhadap anak pra sekolah usia 3-5 tahun di Klinik Ikhlas Medika 2 Kota Serang. Banten. Menurut Yulinawati et al . , karakteristik orang tua yang mendukung akan adanya gangguan bahasa dan bicara juga dapat dilihat dari orang tua anak melalui Tingkat Pendidikan terakhir dan pekerjaan orang tua. Pekerjaan orang tua sangat berkaitan dengan pola asuh yang diterima oleh anak, baik di rumah Berdasarkan dilakukan oleh Yulinawati et al . menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua responden diketahui tidak memiliki pekerjaan . bu rumah tangg. sebesar 57 orang . %). Ibu yang bekerja biasanya memiliki keterbatasan waktu untuk bermain bersama anak, sedangkan ibu rumah tangga cenderung akan memiliki lebih banyak waktu luang sehingga dapat memantau seluruh aktivitas anaknya. Kurangnya kesadaran ibu, baik yang bekerja maupun tidak, teknologi membuat aktivitas anak sulit dikontrol dan kurang mendapat stimulasi, yang dapat menyebabkan keterlambatan bicara dan bahasa. Tingkat Pengetahuan Orang Tua Tingkat pengetahuan orang tua menjadi salah satu faktor penting yang Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Sofiyah et al . menunjukan bahwa adanya keterkaitan yang relevan antara tingkat pengetahuan orang tua dan Hal pengetahuan orang tua, maka semakin kecil kemungkinan anak mengalami keterlambatan bicara. Orang tua yang cenderung mampu menerapkan pola asuh yang tepat dan memberikan stimulasi yang sesuai dengan usia anak mereka, sehingga perkembangan bahasa anak dapat berjalan optimal. Sebaliknya, perkembangan bahasa anak, sering kali membuat mereka memberikan stimulasi yang kurang tepat, termasuk membiarkan anak terlalu sering menggunakan gadget. Padahal, stimulasi yang tidak sesuai terutama yang berasal dari media elektronik dalam durasi yang lama dapat menghambat proses tumbuh kembang anak, karena kemampuan fisik dan kognitif mereka masih terbatas dalam menyerap dan mengolah informasi secara Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Yunita et al . , yang menyatakan bahwa anak usia 5Ae6 tahun yang menggunakan gadget tanpa adanya pemantauan dalam menggunakan gadget perkembangan bahasa, baik dalam aspek reseptif maupun ekspresif. Anak-anak tersebut menunjukkan kesulitan dalam memahami perintah, menyusun kalimat, serta berkomunikasi secara verbal. Selain itu, mereka juga menunjukkan perubahan perilaku menjadi lebih mudah marah, sulit diatur, dan kurang peduli terhadap lingkungan sekitar. Minimnya Interaksi Sosial Pada Anak Interaksi sosial adalah hubungan antara individu dengan individu lainnya, maupun antar kelompok, yang hanya dapat terjadi ketika terdapat kontak sosial dan komunikasi (Viandra & Susilawati. Kemampuan berinteraksi sosial memiliki peran penting bagi anak usia dini, karena melalui interaksi anak dapat belajar bersosialisasi, mengenali peran dirinya sendiri dan memahami lingkungan sekitarnya (Nur Asiah & Ari Sofia, 2. Berdasarkan dilakukan oleh Serlan et al . ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan gadget dan Penelitian tersebut mendapatkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,808 antara penggunaan gadget dan interaksi sosial, yang menunjukkan signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil tersebut berarti menyatakan adanya pengaruh nyata antara lamanya durasi penggunaan gadget dengan menurunnya kualitas interaksi sosial pada anak usia dini. Penelitian serupa juga dilakukan oleh Balqis dan Pujiati . yang mengungkapkan bahwa anak dengan durasi screen time lebih dari dua jam per hari cenderung mengalami speech delay. Hal ini terjadi karena anak lebih sering Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 435-449 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Dampak Penggunaan Gadget Berlebihan terhadapA. (Innes Oktaviyani. Donna Ndari Santoso, dk. menggunakan bahasa isyarat daripada komunikasi verbal, serta kurangnya interaksi sosial secara langsung dengan orang tua maupun teman sebaya yang seharusnya mendukung perkembangan bahasa dan keterampilan sosial mereka. SIMPULAN Penggunaan berlebihan, terutama >2 jam perhari terjadinya keterlambatan bicara . peech dela. pada anak usia dini. Anak-anak yang terlalu sering terpapar layar, cenderung mengalami hambatan dalam bahasa, baik secara verbal maupun nonverbal. Selain durasi penggunaan, terdapat faktor lain yang turut mempengaruhi antara lain pola asuh permisif, kurangnya interaksi sosial anak, serta terbatasnya pengetahuan orang tua tentang dampak penggunaan gadget. Hal ini menegaskan mendukung perkembangan bahasa anak secara aktif dan sehat. Literatur ini juga menyoroti bahwa waktu penggunaan gadget yang ideal bagi anak usia dini sebaiknya tidak melebihi satu jam per hari, sebagaimana direkomendasikan oleh WHO. Di samping itu, interaksi langsung dengan orang tua dan lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam merangsang kemampuan berbahasa dan keterampilan sosial anak. Dengan demikian, edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya komunikasi aktif serta pembatasan penggunaan gadget menjadi langkah preventif yang perlu terus didorong demi mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. SARAN