Journal of Divinity. Peace and Conflict Studies Volume 2 Nomor 2 (Mei-Agustus 2. LIDIA SANG ALPHA FEMALE? Pembacaan Tokoh Lidia dalam Kisah Para Rasul 16 Melalui Alpha Female Inventory Julietta Engelbertha Wiraputri & Daniel K. Listijabudi Universitas Kristen Duta Wacana. Yogyakarta juliettaengelbertha@gmail. DOI: 10. 21460/aradha. Abstract Women leadership becomes easily found and the word Aualpha femaleAy becomes a phenomenon that recently grown. Shortly, alpha female can be interpreted as woman that is recognized by others as a leader. Evidently, there are many women leaders in the Bible, eventhough the Bible was written on patriarchy era. This research is made to analyze alpha female-side of Lydia as one of woman character of the early church that was written on Acts 16 with Alpha Female Inventory (AFI) as reading lens. There are three dimensions of AFI: leadership, strength, and low introversionAiwhich is the negative dimension. Using Queer criticism as interpretation method that puts attention to sexual and gender practice, this research discovers indications that Lydia was an alpha female. This research also discovers some possibility about LydiaAos marital status and position as an alpha female. Keywords: Lydia, alpha female. Alpha Female Inventory (AFI). Acts 16. Abstrak Kepemimpinan perempuan semakin lumrah dijumpai dan istilah alpha female menjadi fenomena yang turut berkembang dewasa ini. Alpha female secara ringkas diartikan sebagai perempuan yang diakui oleh orang lain sebagai pemimpin. Rupanya, terdapat tokoh-tokoh pemimpin perempuan dalam Alkitab, meskipun Alkitab ditulis dalam budaya patriarki. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis sisi alpha female dalam diri Lidia sebagai salah satu tokoh perempuan dalam Lidia Sang Alpha Female?: Pembacaan Tokoh Lidia dalam Kisah Para Rasul 16 Melalui Alpha Female Inventory Volume 2 Nomor 2 (Mei-Agustus 2. jemaat perdana yang dicatat dalam Kisah Para Rasul 16 dengan Alpha Female Inventory (AFI) sebagai lensa pembacaan. Terdapat tiga dimensi dari AFI, yaitu: leadership, strength, dan low introversion yang merupakan dimensi negasi. Metode penafsiran yang digunakan adalah Queer Criticism yang menaruh perhatian pada praktik seksual dan gender. Penelitian ini menemukan terdapat indikasi bahwa Lidia merupakan seorang alpha female. Penelitian ini juga menemukan beberapa kemungkinan atas status perkawinan Lidia dengan posisi Lidia sebagai seorang alpha Kata-kata kunci: Lidia, alpha female. Alpha Female Inventory (AFI). Kisah Para Rasul 16. Pendahuluan Kepemimpinan perempuan menjadi hal yang semakin lumrah dijumpai dewasa ini. Kesetaraan gender yang semakin keras bergaung di masa kini juga mendorong pemberian ruang bagi perempuan untuk menjadi seorang pemimpin. Hal ini terlihat dalam penelitian yang dituliskan oleh Catalyst bahwa secara global, posisi perempuan dalam senior management meningkat, di mana 90% perusahaan di dunia terdapat setidaknya satu perempuan dalam peran senior management di tahun 2021 (Catalyst, 2. Selain itu, proporsi kepemimpinan perempuan juga meningkat, yaitu di tahun 2021, 26% dari semua CEO dan pimpinan manajerial adalah perempuan, dibandingkan tahun 2019 yang hanya 15% (Catalyst, 2. Bukti lainnya adalah terbitnya sebuah buku berjudul AuAlpha Girls: The Women Upstarts Who Took On Silicon ValleyAos Male Culture and Made The Deals of a LifetimeAy (Guthrie, 2. Buku ini menceritakan mengenai perempuan-perempuan yang berjuang dalam industri teknologi di Silicon Valley yang didominasi oleh pria, hingga mereka turut membangun industri tersebut. Seiring dengan meningkatnya persentase perempuan pada jabatan tinggi tersebut, istilah alpha female juga semakin sering terdengar dan digaungkan. Istilah alpha secara khusus mulanya digunakan dalam ilmu perilaku hewan, di mana ditujukan bagi alpha male . antan yang domina. yang menjadi pemimpin kelompok dan melindungi kelompok tersebut dari kelompok lainnya (Manampiring, 2015: . Bahkan Hoelzel dkk. 1, sebagaimana disebutkan oleh Ward, dkk. , mengatakan bahwa binatang jantan yang AuberstatusAy alpha male dominan dalam sisi reproduksi (Ward, 2010: . Kata AualphaAy sendiri berasal dari huruf pertama pada alfabet Yunani yang menandakan anggota teratas dari kelompok (Manampiring, 2015: . Stuart K. Hayashi, sebagaimana diutarakan oleh Monika K. Sumra, menyebutkan bahwa istilah alpha yang muncul pertama kali dalam literatur terkait hewan merujuk pada sosok dengan status sosial tertinggi, terkhusus dalam menjelaskan alpha female (Sumra, 2019: . Barulah kemudian muncul sejumlah penelitian yang menggunakan istilah alpha tidak hanya bagi pria . lpha mal. , tetapi juga perempuan, yaitu dengan istilah alpha female. Julietta Engelbertha Wiraputri & Daniel K. Listijabudi Journal of Divinity. Peace and Conflict Studies Kembali membahas kepemimpinan perempuan, sebenarnya terdapat beberapa tokoh perempuan dalam Alkitab yang dikenal dengan kepemimpinan dan dominansinya. tengah budaya patriarki di masa Alkitab, rupanya baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru menorehkan beberapa kisah perempuan yang memimpin dan berkuasa. Secara khusus, tulisan ini memilih dan akan membahas mengenai tokoh Lidia yang tertulis pada Kisah Para Rasul 16. Penelitian ini ingin menggali sisi alpha female dalam diri Lidia sebagai salah satu tokoh perempuan dalam jemaat perdana dengan lensa Alpha Female Inventory (AFI) dan kemungkinan sumbangsih yang dapat ditemukan. Definisi Alpha Female Sebelumnya, terdapat dua istilah berbeda, yaitu alpha female . erempuan alf. dan alpha girl . adis alf. Alpha girl merujuk pada perempuan yang masih muda, sedangkan alpha female merujuk pada perempuan yang lebih dewasa, bahkan alpha girl diproyeksikan kelak menjadi seorang alpha female (Muhammad dan Dwiningtyas, 2017: . Di sisi lain. Guthrie lebih memilih menggunakan kata AugirlAy karena kata girl menyimbolkan ketangguhan, kepedulian, penuh harapan, berani, cerdas, dan kuat (Guthrie, 2019: . Dalam tulisan ini, kedua istilah tersebut digunakan secara beriringan, tetapi lebih sering menggunakan istilah alpha female, karena pada dasarnya kedua istilah tersebut merujuk pada hal yang sama. Banyak penjelasan terkait definisi alpha female. Secara sederhana, alpha female dipandang sebagai wanita yang dominan (Sumra, 2019: . Menurut Dan Kindlon, sebagaimana dikutip oleh Ward dkk. , alpha girl adalah Aua young woman who is destined to be a leader. She is talented, highly motivated, and self-confidentAy (Ward. Popson, dan DiPaolo, 2010: . Kindlon mengungkapkan bahwa alpha girl harus memiliki IPK yang tinggi, posisi dalam kepemimpinan, dan menunjukkan motivasi untuk berhasil yang tinggi (Ward. Popson, dan DiPaolo, 2010: , bahkan tidak mementingkan penampilan fisik dan romansa heteroseksual, melainkan fokus pada akademik dan tujuan masa depan mereka, khususnya dalam karir (Bettis. Ferry, dan Roe, 2016: . Kindlon, sebagaimana dikutip oleh Bettis dkk. , juga melabeli Alpha girl sebagai sosok yang siap mengubah dunia dan mewujudkan sifat-sifat positif terkait dengan gagasan tradisional mengenai maskulinitas dan feminitas (Bettis. Ferry, dan Roe, 2016: . Guthrie berpendapat bahwa alpha girl merupakan perempuan dari berbagai usia yang menolak untuk menyerah atas mimpi yang dimiliki, di mana mereka mengabaikan apa yang orang lain anggap tidak mungkin dan menunjukkan apa yang mungkin (Guthrie, 2019: . Di sisi lain. Manampiring berpendapat bahwa alpha female merupakan sosok yang ambisius, pekerja keras, sangat percaya diri, berprestasi, dikagumi, dan disegani oleh para perempuan sebagian memiliki daya tarik fisik di atas rata-rata. dan dapat terlihat dari kecerdasan. Lidia Sang Alpha Female?: Pembacaan Tokoh Lidia dalam Kisah Para Rasul 16 Melalui Alpha Female Inventory Volume 2 Nomor 2 (Mei-Agustus 2. kepemimpinan dan karismanya (Manampiring, 2015: . Mereka sering menduduki posisi kunci di mana mereka memimpin banyak orang, bahkan dikenal sebagai perempuan yang tidak boleh diremehkan dan dikagumi oleh pria maupun wanita. Mereka juga terlihat menonjol dalam kerumunan perempuan (Manampiring, 2015: 14Ae. Menurut Ward dkk. , alpha female adalah perempuan yang dilaporkan menjadi seorang pemimpin, memiliki rasa superior atau dominansi atas perempuan lain, orang lain meminta petunjuknya, seorang ekstrover di dalam situasi sosial, percaya akan kesetaraan perempuan dan laki, dan berhasrat (Ward. Popson, dan DiPaolo, 2010: . Kemudian, alpha girl merupakan sosok yang percaya diri, asertif, senang mengambil resiko, dan kompetitif . ang secara tradisional merupakan sifat maskuli. sembari juga kolaboratif dan berorientasi pada relasi . ang secara tradisional merupakan sifat femini. (Bettis. Ferry, dan Roe, 2016: . Alpha female juga seringkali diusung dalam media populer sebagai tipe dari identitas perempuan (Sumra, 2019: . Satu hal yang perlu digarisbawahi terkait alpha female adalah bahwa status alpha female bukanlah klaim sepihak oleh diri sendiri. Hal ini dikarenakan bahwa status tersebut bergantung pada pengakuan anggota kelompok (Manampiring, 2015: . Selain itu, definisi yang diberikan Ward juga menegaskan bahwa alpha female merupakan individu yang dilaporkan sebagai seorang pemimpin (Ward. Popson, dan DiPaolo, 2010: . Kata AudilaporkanAy yang berbentuk pasif merujuk pada perlu ada orang lain yang memberikan laporan dan pengakuan tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa alpha female adalah perempuan yang diakui oleh orang lain sebagai pemimpin, di mana mereka memiliki sifat maskulin dan feminin, seperti dominan, pekerja keras, ambisius, percaya diri, serta di saat yang sama kolaboratif dan berorientasi pada relasi, serta cenderung ekstrover. Alpha Female Inventory (AFI) Ward dkk. menyusun sebuah alat ukur yang digunakan untuk mengidentifikasikan alpha female dengan nama Alpha Female Inventory (AFI). Alat ukur ini telah diuji dan dapat digunakan untuk mengidentifikasikan alpha female (Ward. Popson, dan DiPaolo, 2010: . dalam empat belas aitem pernyataan. Ward dkk. melihat terdapat tiga dimensi dari alpha female yang kemudian diturunkan ke dalam beberapa aitem2 pernyataan, yaitu: Leadership (AFI-L) AFI-L mengungkap keinginan individu untuk menjadi pemimpin melalui rekan-rekan mereka, menjadi dominan, dan menjadi asertif (Ward. Popson, dan DiPaolo, 2010: . Terdapat enam aitem pernyataan yang digunakan untuk mengungkapkan leadership dari alpha female, yaitu (Ward. Popson, dan DiPaolo, 2010: . Julietta Engelbertha Wiraputri & Daniel K. Listijabudi Journal of Divinity. Peace and Conflict Studies I like to lead group project. My friends know me as the leader. I am a dominant force in my areas of interest. I am assertive in what I want and believe. I am destined to be a leader. I look forward to challenges. Strength (AFI-S) AFI-S mengukur superioritas dan kekuatan yang dirasakan individu (Ward. Popson, dan DiPaolo, 2010: 316Ae. Terdapat empat aitem pernyataan yang digunakan untuk mengungkapkan strength dari alpha female, yaitu (Ward. Popson, dan DiPaolo, 2010: . I am stronger than most girls I know. I am just a girl, so I donAot consider myself that strong. (Aitem ini bersifat negas. I enjoy athletics and physical activity. I consider myself tough. Low Introversion (AFI-LI) AFI-LI mengungkap bahwa alpha female memiliki level introversi yang rendah (Ward. Popson, dan DiPaolo, 2010: . Aitem pernyataan dalam AFI-LI merepresentasikan sisi kebalikan . dari yang didefinisikan sebagai alpha female (Ward. Popson, dan DiPaolo, 2010: . Terdapat empat aitem pernyataan yang digunakan untuk mengungkapkan low introversion dari alpha female, yaitu (Ward. Popson, dan DiPaolo, 2010: . I consider myself to be more introverted. b In social settings I am usually quiet. IAod rather be behind the scenes as opposed to the forefront. I consider myself rather shy. Alat ukur ini akan digunakan untuk meneliti, menggali, dan membuktikan sosok Lidia sebagai seorang alpha female. Metode Tafsir Metode tafsir yang digunakan dalam tulisan ini adalah queer criticism. Kritik queer menaruh perhatian pada praktik seksual dan gender, seringkali dalam relasi antara satu dengan lainnya. Lidia Sang Alpha Female?: Pembacaan Tokoh Lidia dalam Kisah Para Rasul 16 Melalui Alpha Female Inventory Volume 2 Nomor 2 (Mei-Agustus 2. sebagai hal kunci dalam interpretasi makna dan praktik budaya, sosial, dan tekstual (Stone, 2013: . Kritik queer juga memelihara kecurigaan dalam pengaturan makna seksual dan gender yang begitu kaku di tengah oposisi biner yang stabil, seperti laki-laki dan perempuan, maskulin dan feminin, ataupun heteroseksual dan homoseksual (Stone, 2013: . Kritik queer berfokus pada contoh dari femnomena budaya, praktik, dan individu yang tidak termasuk dalam ide heteronormative (Stone, 2013: . Fenomena alpha female dapat dipandang termasuk dalam queer karena di tengah pandangan perempuan yang feminin, alpha female rupanya juga memiliki unsur maskulinitas yang kuat sembari tetap memiliki sisi feminin. Terlebih ketika itu dimiliki oleh individu di jaman Alktiab, di mana budaya patriarki begitu kuat, sehingga tidak banyak sosok perempuan yang mencolok dalam Alkitab bila dibandingkan dengan tokoh laki-laki. Hal inilah yang mendorong penggunaan metode tafsir queer criticism pada tokoh Lidia yang tertulis dalam Kisah Para Rasul 16. Dalam tulisan ini, alat ukur terkait alpha female, yaitu Alpha Female Inventory (AFI) yang disusun oleh Ward dkk. akan digunakan untuk mengidentifikasi alpha female dalam diri Lidia dalam teks Kisah Para Rasul 16. Setiap aitem pernyataan dari AFI akan direspons dengan penelusuran dan penafsiran atas tokoh Lidia. Informasi Terkait Tokoh Lidia Tokoh Lidia hanya dituliskan di Alkitab pada Kisah Para Rasul 16, secara khusus ayat 13-15 dan 40. 16:13A Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ. setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ. 16:14A Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. 16:15A Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya: AuJika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku. Ay Ia mendesak sampai kami menerimanya. 16:40A Lalu mereka meninggalkan penjara itu dan pergi ke rumah Lidia. dan setelh bertemu dengan saudara-saudara di situ dan menghiburkan mereka, berangkatlah kedua rasul itu (LAI, 1. Dari ayat di atas hanya terdapat sedikit informasi mengenai tokoh Lidia. Disebutkan bahwa ia adalah seorang penjal kain ungu dari kota Tiatira . yang beribadah . kemudian dibaptis bersama seisi rumahnya . dan mengajak AukamiAy masuk ke rumahnya . Rumah Lidia kemudian menjadi tempat singgah Paulus dan Silas setelah mereka keluar dari penjara . Julietta Engelbertha Wiraputri & Daniel K. Listijabudi Journal of Divinity. Peace and Conflict Studies Terdapat beberapa tokoh yang memiliki pandangan terkait nama Lidia. Baldock menyebutkan bahwa Lidia memiliki dua kemungkinan arti, yaitu: . usah paya. , atau . orang Lidia, yaitu dari kerajaan kuno Lidia di Asia Minor (Baldock, 2006: . Lockyer menyatakan bahwa Lidia adalah orang Asia (Lockyer, 1984: . Namanya bukanlah asli nama Yunani, tetapi kemungkinan orang Fenisia, dan memiliki arti nama umum AupembengkokanAy . (Lockyer, 1984: . Menurutnya, beberapa penulis menganggap arti nama Lidia sebagai orang Lidia, di mana Tiatira adalah kota dari Lidia, tetapi nama personalnya tidak diketahui (Lockyer, 1984: . Abrahamsen menyebutkan bahwa arti nama dari Lidia tidaklah jelas, tetapi kemungkinan merupakan seorang perempuan dari Lidia, sebuah wilayah di sisi barat Asia Minor (Abrahamsen, 2000: . Deen juga sepakat bahwa Lidia berasal dari kerajaan kuno Lidia yang berada di wilayah Asia Minor (Deen, 1955: . Tetapi. Abrahamsen berpendapat bahwa bisa jadi cerita Lidia ini adalah kisah fiktif karena kitab Kisah Para Rasul bukanlah cerita historis dalam perkataan bernuansa Barat tradisional, melainkan dituliskan untuk mengisahkan sebuah cerita, menghibur, menunjukkan argumen teologis, dan perubahan, di mana kitab Kisah Para Rasul menceritakan perubahan orang-orang non-Yahudi menjadi Kristen (Abrahamsen, 2000: . Lidia disebutkan sebagai seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira. Kain ungu, dalam bahasa aslinya menggunakan kata AAIIAAOC . Abrahamsen menangkap bahwa kata tersebut mengindikasikan bahwa Lidia menangani komoditas yang sangat berharga, di mana kain ungu utamanya digunakan sebagai pakaian bangsawan dan orangorang kaya (Abrahamsen, 2000: . Tetapi. Abrahamsen berpendapat bahwa pembaca Lukas kemungkinan mengasosiasikan Lidia kepada para serikat pencelup kain, karena ditemukannya prasasti yang menghormati serikat di kota atas para pencelup kain (Abrahamsen, 2000: . Deen berpendapat bahwa terdapat dua kemungkinan terkait apa yang dijual oleh Lidia, yaitu: tekstil yang diwarnai ungu, atau . sekresi spesies murex atau moluska yang merupakan bahan pembuatan pewarna ungu (Deen, 1955: . Sedangkan menurut Lockyer. Tiatira menonjol karena banyak serikat pekerjanya yang disatukan oleh tujuan bersama dan ritual keagamaan, di mana salah satunya adalah para pencelup kain, dan pewarna ungu yang unik tersebut membawa Tiatira menjadi terkenal secara universal (Lockyer, 1984: . Foxwell berpendapat bahwa kemungkinan Lidia menjual kain kepada orang-orang kaya di Filipi dan seharusnya dia dianggap sebagai wanita dengan status, di mana prasasti yang ditemukan di Filipi menunjukkan perempuan melakukan banyak peran kepemimpinan, bahkan mereka juga membayar untuk pekerjaan umum seperti patung yang di atasnya mereka mencantumkan nama dan status mereka (Foxwell, 2020: . Lidia menjual barang mewah di mana membutuhkan akses kepada investasi modal yang signifikan, yang berarti ia memiliki setara dengan kaum berkuda, atau dia adalah Auorang biasa yang relatif kayaAy (Foxwell, 2020: . Gordon Fee. Lidia Sang Alpha Female?: Pembacaan Tokoh Lidia dalam Kisah Para Rasul 16 Melalui Alpha Female Inventory Volume 2 Nomor 2 (Mei-Agustus 2. sebagaimana dikutip oleh Foxwell, berpendapat bahwa Lidia kemungkinan besar adalah pemilik bisnis yang independen sejak karena ia menempati Autempat penting dalam kehidupan MakedoniaAy (Foxwell, 2020: . Deen berpendapat bahwa Lidia tampaknya telah membawa dengan sukses bisnisnya sebagai penjual kain ungu (Deen, 1955: . Setidaknya. Calpino memberikan kesimpulan pendapat bahwa Lidia bukanlah seorang mantan budak, melainkan seorang perempuan asing yang merdeka (Calpino, 2012: . Kisah Para Rasul 16:15 menuliskan bahwa Lidia dibaptis bersama-sama dengan seisi Foxwell, meneruskan pendapat P. Towner, menyampaikan bahwa kata C, kata asli yang digunakan dan diterjemahkan menjadi Auseisi rumahnyaAy, tidak merujuk pada bangunan, tetapi sebuah keluarga besar di bawah kepemimpinan dan perawatan Lidia, yaitu berisi pasangan, anak-anak, pembantu rumah tangga atau budak, buruh, bahkan rekan bisnis, dan penyewa yang dianggap sebagai anggota rumah tangga pada jaman Romawi kuno (Foxwell, 2020: . Lidia mungkin menjadi kepala rumah tangga, yang dalam bahasa Latin adalah domina, dan sebagai kepala rumah tangga memiliki kewenangan atas anggotanya dan kewajiban untuk merawat mereka (Foxwell, 2020: . Wallace-Hadrill memiliki pandangan yang serupa bahwa domus lebih berarti pada Aurumah besarAy dibandingkan dengan keluarga tunggal, yang merupakan sebuah kluster yang memiliki hubungan yang beragam dan bergantung, hingga merupakan sewa komersil (Wallace-Hadrill, 2003: . Deen berpendapat bahwa teks tidak memberitahukan apakah yang dibaptis adalah anggota keluarganya atau orang-orang yang berhubungan dengan Lidia dalam bisnis, mungkin keduanya (Deen, 1955: Sedangkan. Abrahamsen berpendapat bahwa Lidia, seperti wanita di masa lalu, memiliki rumah dan dilayani oleh sejumlah pelayan atau budak miliknya, meskipun hal ini tidak langsung berarti bahwa Lidia adalah seorang kaya atau keturunan bangsawan, tetapi setidaknya dia hidup dengan nyaman dan mandiri (Abrahamsen, 2000: . Calpino berpendapat bahwa AuAs a merchant and a householder. Lydia represents a particular type of person in Acts rhetoric: an independent woman who is both pious and of sufficient means to support the mission and of sufficient authority to bring her householders into the new religious practice with her. This does not mean that Lydia is accorded leadership status in the community. In this, the text follows the conservative lines of its contemporaries such as the Pastoral Epistles and Polycarp by suggesting that LydiaAos role is limited to her household and hospitalityAy (Calpino, 2012: . Bagi Michael White, sebagaimana ditulis oleh MacDonald, penulis Kisah Para Rasul tertarik membuat poin mengenai bentuk gerakan kekristenan melalui AuThat model asserts the position of the extended household . ncluding the pater- or materfamilias, children, slaves, friends, freedmen, and other client. is the locus of the movementAy (MacDonald, 2003: . Terkait keluarga, tidak ada keterangan dalam teks mengenai orangtua, sanak keluarga, maupun pasangan dari Lidia. Abrahamsen berpendapat bahwa lebih besar kemungkinan Lidia Julietta Engelbertha Wiraputri & Daniel K. Listijabudi Journal of Divinity. Peace and Conflict Studies adalah seorang janda, dibandingkan sebagai orang yang bercerai atau tidak pernah menikah (Abrahamsen, 2000: . Deen juga memiliki pemahaman yang sama, di mana mudah memperkirakan bahwa Lidia adalah seorang janda yang menyerahkan dirinya sepenuh hati kepada bisnisnya, tetapi kemudian pemikirannya diperbarui dan jadi mempelajari iman Kristen setelah Paulus datang ke Filipi (Deen, 1955: . Tafsir Tokoh Lidia Melalui Alpha Female Inventory Leadership I like to lead group project. Sebagaimana telah diungkapkan di atas, bahwa ada kemungkinan bahwa Lidia adalah pemimpin atas rumah tangganya. Memang tidak ada penjelasan bahwa Lidia pernah memimpin sebuah proyek dalam grup, tetapi setidaknya terdapat indikasi bahwa ia menjadi pemimpin atas rumah Kemudian, juga tidak ada keterangan bahwa apakah Lidia menyukai keberadaannya sebagai pemimpin. Kemudian, ayat 40 dikatakan bahwa di dalam rumah Lidia terdapat juga saudarasaudara yang menghiburkan hati Paulus dan Silas. Yang menjadi pertanyaan adalah, siapakah saudara-saudara ini, dan dalam rangka apa mereka berada di dalam rumah Lidia. Hal ini berarti, terdapat kemungkinan bahwa rumah Lidia menjadi tempat berkumpulnya orang-orang Kristen di Filipi, dan bisa jadi sebagai pemilik rumah. Lidia juga merupakan pemimpin atas kelompok Hal ini didukung oleh pendapat Linda Belleville, sebagaimana dikutip oleh Foxwell, bahwa pemilik rumah pada jaman Yunani-Romawi bertanggung jawab atas semua kelompok yang bertemu di bawah atap mereka (Foxwell, 2020: . , serta pendapat Karen Jo Torjesen yang juga dikutip oleh Foxwell, bahwa Lidia dipandang sebagai pemimpin utama dalam pertemuan gereja rumah di kediamannya (Foxwell, 2020: . My friends know me as the leader. Dengan adanya indikasi bahwa Lidia adalah seorang pemimpin rumah tangga, maka sebuah kepastian bahwa orang-orang yang dipimpinnya mengetahui bahwa Lidia adalah seorang Dalam hal pembaptisan seluruh isi rumah Lidia. Deen berpendapat bahwa seisi rumah Lidia menghargai penilaian baik Lidia dan bersedia mengikuti pimpinannya karena mereka mengenali kemampuan Lidia untuk memilih jalan yang baik dan benar (Deen, 1955: Meskipun pernyataan Deen ini dapat semakin mendukung bahwa orang-orang di sekitar Lidia mengetahui dan mengakui kepemimpinannya, tetapi dalam teks hal ini tidak tampak dengan jelas, bahwa seisi rumah Lidia ingin dibaptis karena melihat kepemimpinan Lidia. Lidia Sang Alpha Female?: Pembacaan Tokoh Lidia dalam Kisah Para Rasul 16 Melalui Alpha Female Inventory Volume 2 Nomor 2 (Mei-Agustus 2. I am a dominant force in my areas of interest. Sebagaimana sudah diungkapkan di atas, tampaknya terdapat kemungkinan bahwa Lidia adalah pebisnis kain ungu yang sukses, di mana ia mendapatkan akses kepada investor signifikan, dan bahkan Lidia dikatakan kemungkinan ia memiliki posisi penting dalam kehidupan di Makedonia. Hal ini menunjukkan bahwa adanya kemungkinan bila Lidia adalah sosok yang dominan oleh karena pekerjaannya sebagai penjual kain ungu. Hal ini juga didukung bahwa dalam prasasti yang ditemukan di Filipi dan kota-kota Romawi lainnya, terlihat bahwa wanita dari berbagai kelas sosial memegang jabatan sipil, mengumpulkan kekayaan, dan memilki atau mengelola bisnis, seperti kapal dagang dan bisnis impor ataupun ekspor, bahkan memimpin kultus religious (Foxwell, 2020: . Selain itu. Foxwell menjabarkan kemungkinan bahwa Lidia menjadi penyokong dari Paulus. Fee, sebagaimana dikutip oleh Foxwell, mempercayai bahwa Paulus dan timnya menerima sokongan dari Lidia (Foxwell, 2020: . , sedangkan Belleville, yang juga dikutip oleh Foxwell, mengidentifikasi Lidia sebagai penyokong gereja di Filipi dan juga sebagai pengawas jemaat tersebut (Foxwell, 2020: . Fee juga menambahkan bahwa. AuSo when the householder was a woman . Lydia. Nymph. , we may rightly assume that, as in all other matters in her own household, she gave some measure of leadership to her house churchAy (Foxwell, 2020: . Hal ini semakin mempertegas dominasi Lidia dalam hal-hal yang di mana ia memiliki ketertarikan. I am assertive in what I want and believe. Dalam Kisah Para Rasul 16:14-15 dikatakan bahwa Lidia dan seisi rumahnya dibaptis ketika Lidia memperhatikan apa yang dikatakan pemberitaan Paulus. Yang menjadi pertanyaan di sini adalah, bagaimana seisi rumah Lidia juga dapat turut dibaptis. Apakah karena kekuasaan Lidia yang memaksa mereka semua juga turut dibaptis. apakah karena seisi rumah Lidia juga turut mendengar perkataan Paulus dan mereka juga memberi diri dibaptis seperti Lidia. atau apakah karena Lidia memberitakan apa yang ia dengar dari Paulus kepada seisi rumahnya? Meski kemungkinan ketiga dapat mengindikasikan sisi asertif dari diri Lidia, tetapi hal ini, seperti yang sebelumnya juga sudah disinggung, tidak tampak dengan jelas dalam teks. Kemudian, dikatakan pada ayat 15 bahwa setelah Lidia dan seisi rumahnya dibaptis. Lidia mengajak, bahkan mendesak Paulus dan timnya untuk menumpang di rumahnya sebagai tanda bahwa ia sudah sungguh-sungguh percaya. Deen berpendapat bahwa: AuLydia desired with all her heart to know more about the new truth of Christ, and she knew she could receive it best from Paul, who had carried the gospel from Jerusalem into Macedonia. Not only did she invite Paul and Silas to come to her house, but Paul tells us that she Auconstrained us,Ay that is. Julietta Engelbertha Wiraputri & Daniel K. Listijabudi Journal of Divinity. Peace and Conflict Studies she overcame their reluctance and insisted that they share her hospitality. In the quiet of LydiaAos house we can picture Paul spending many hours each day teaching new converts who came to him thereAy (Deen, 1955: . Hal ini tidak sepenuhnya terdapat di teks, tetapi setidaknya aksi Lidia yang meminta Paulus dan timnya untuk menumpang di rumahnya telah mengindikasikan bahwa Lidia menyatakan apa yang menjadi keinginannya dengan asertif kepada orang lain. I am destined to be a leader. Tidak ada penjelasan dalam teks, maupun dalam riset yang ditemukan, terkait apakah Lidia percaya bahwa dirinya ditakdirkan sebagai seorang pemimpin. I look forward to challenges. Sejauh dalam bacaan dan riset yang ditemukan, tidak ada indikasi bahwa Lidia telah menunjukkan bahwa ia mengambil tantangan. Tetapi. Deen mengemukakan bahwa ketika Lidia dibaptis beserta seisi rumahnya, ia telah mengambil keputusan menjadi seorang Kristen sejati tanpa keraguan terkait apakah bisnisnya akan terdampak setelah ia menerima iman tersebut, atau apakah ada kemungkinan pelanggan kain ungunya akan menghina injil Kristus. Lidia meletakkan Kristus sebagai yang utama dan bisnisnya kemudian (Deen, 1955: 223Ae. Hal ini tidak signifikan dituliskan dalam teks, dan tidak juga berbicara soal mengambil tantangan. Tetapi, yang dapat dilihat adalah adanya keberanian yang Lidia ambil dengan memberi diri dibaptis meskipun mungkin ada resiko yang harus ia pikul terkait dengan pekerjaannya. Hal ini menunjukkan adanya kesediaan diri untuk mengambil resiko atas sesuatu yang diperbuatnya. Strength I am stronger than most girls I know. Di dalam teks, tidak ada ungkapan ataupun indikasi bahwa Lidia memandang dirinya lebih kuat dibandingkan perempuan lain yang ia kenal. Yang ditemukan dalam teks adalah hanya sosok Lidia sajalah yang disebutkan dalam teks Kisah Para Rasul 16:13-15, di saat pada ayat 13 dikatakan bahwa Paulus dan timnya sedang berbicara kepada perempuan-perempuan yang berkumpul di sana. Hanya Lidia yang disebutkan namanya di antara perempuan lain tersebut tidak menegaskan bahwa Lidia lebih kuat daripada perempuan lainnya, tetapi lebih menunjukkan otoritas penulis teks yang menuliskan nama Lidia dibandingkan perempuan Tokoh Lidia juga tidak disandingkan dengan tokoh perempuan lainnya. Yang dimaksudkan adalah, dalam surat Filipi disebutkan beberapa tokoh perempuan seperti Euodia dan Sintikhe Lidia Sang Alpha Female?: Pembacaan Tokoh Lidia dalam Kisah Para Rasul 16 Melalui Alpha Female Inventory Volume 2 Nomor 2 (Mei-Agustus 2. (Filipi 4:. , tetapi tidak disebutkan nama Lidia sama sekali. Hal ini jelas memperkuat bahwa tidak ada pernyataan yang mendukung bahwa Lidia memiliki posisi yang lebih kuat dibandingkan perempuan lainnya. I am just a girl, so I donAot consider myself that strong. Item pernyataan ini bersifat negasi. Dalam teks tidak ada indikasi yang menunjukkan bahwa Lidia memandang dirinya lemah, maupun memandang bahwa dirinya kuat. I enjoy athletics and physical activity. Dalam teks maupun dalam riset yang ditemukan, tidak ada sedikitpun pernyataan maupun indikasi bahwa Lidia menyukai, bahkan melakukan kegiatan fisik dan atletik. I consider myself tough. Tidak ada pernyataan ataupun indikasi yang menunjukkan bahwa Lidia memandang dirinya sebagai sosok yang tangguh. Tetapi, bila kembali melihat akan kepemimpinan yang ia lakukan, hal itu menunjukkan ketangguhan diri Lidia meskipun secara tidak langsung. Juga dalam konversi Lidia yang mungkin akan mengakibatkan dampak atas pekerjaannya, hal ini juga dapat dipandang sebagai ketangguhan Lidia untuk menghadapi hal yang akan ia alami sebagai dampak atas keputusan yang telah ia ambil. Low Introversion I consider myself to be more introverted. (Aitem pernyataan ini bersifat negas. Dari teks maupun riset yang ditemukan, tidak ada ungkapan yang menyatakan bahwa Lidia lebih memilih untuk menjadi seorang introver, maupun sebagai seorang ekstrover. In social settings I am usually quiet. (Aitem pernyataan ini bersifat negas. Tidak ada penjelasan secara umum apakah Lidia suka berbicara atau tidak. Tetapi, ketika Lidia mengajak, bahkan mendesak Paulus dan timnya untuk menumpang di rumahnya, bahasa asli yang digunakan sebagai kata AumendesakAy adalah aEE . Kata tersebut dapat diterjemahkan sebagai urge strongly, prevail upon (BibleWorks. Versi . , yang dapat diartikan sebagai memaksa dengan kuat hingga berhasil. Hal ini mengindikasikan bahwa Lidia menggunakan kekuatan, termasuk mulutnya, untuk mengajak Paulus dan timnya menumpang di rumahnya. Hal ini bisa saja menjadi penanda bahwa Lidia bukanlah orang yang pendiam dan mudah sungkan. Julietta Engelbertha Wiraputri & Daniel K. Listijabudi Journal of Divinity. Peace and Conflict Studies Masih berkaitan dengan tindakan tersebut. Charles H. Talbert berpendapat bahwa tindakan Lidia ini menunjukkan Authe disciplesAo traits of being hospitableAy dan Ausharing material goods with those who teach the wordAy (Talbert, 2005: . Lidia dipandang sebagai sosok yang stabil secara finansial, sehingga memungkinkan dirinya untuk memperluas keramahan dengan tujuan yang baru daripada sekadar keluar dari kewajiban social (Fleming, 2019: . Dengan Lidia menerima Roh Kudus dan dibaptis beserta seisi rumahnya, semangat kemurahan hati menuntun dirinya untuk memperluas keramahannya kepada sekelompok pria misionaris (Fleming, 2019: . IAod rather be behind the scenes as opposed to the forefront. (Aitem pernyataan ini bersifat negas. Hal ini tidak terlihat secara langsung dalam teks maupun riset yang ditemukan. Tetapi, melalui kepemimpinan yang Lidia lakukan, hal tersebut dapat menjadi indikasi bahwa Lidia adalah orang depan layar. I consider myself rather shy. (Aitem pernyataan ini bersifat negas. Masih terkait dengan penjelasan pada aitem nomor 12. Lidia tampaknya bukan pribadi yang pemalu bila ia dapat memaksa Paulus dan timnya hingga mereka menumpang di rumahnya. Memang tidak ada pernyataan dari diri Lidia sendiri bahwa dirinya seorang yang pemalu maupun bukan, tetapi aksi tersebut dapat menjadi indikasi bahwa Lidia bukan sosok yang Diskusi Dari penjelasan tiap aitem di atas, maka dapat dibagi menjadi berikut. Terdapat lima aitem yang dapat terjawab secara langsung, dalam artian terjawab karena teks atau riset yang ditemukan, yaitu aitem nomor 1, 2, 3, 4, dan 12, dan semuanya menghasilkan kesetujuan atas poin-poin yang mendukung Lidia sebagai seorang alpha female. Kemudian, terdapat empat aitem yang terjawab secara tidak langsung, melainkan melalui indikasi dari poin-poin lainnya, yaitu aitem nomor 6, 10, 13, dan 14, dan semuanya mendukung poin-poin yang menunjukkan Lidia sebagai alpha female. Terakhir, terdapat lima aitem yang tidak dapat dijawab karena tidak ada pernyataan maupun indikasi dalam teks dan riset yang ditemukan, yaitu aitem nomor 5, 7, 8, 9, dan 11. Lidia Sang Alpha Female?: Pembacaan Tokoh Lidia dalam Kisah Para Rasul 16 Melalui Alpha Female Inventory Volume 2 Nomor 2 (Mei-Agustus 2. Tabel 1. Rangkuman Respons Tiap Item AFI Atas Diri Lidia Dimensi Leadership Strength Low Introversion . imensi negas. Nomor Item Aitem Hasil I like to lead group project. My friends know me as the leader. I am a dominant force in my areas of interest. I am assertive in what I want and believe. I am destined to be a leader. I look forward to challenges. I am stronger than most girls I know. I am just a girl, so I donAot consider myself that strong. (Aitem negas. I enjoy athletics and physical activity. I consider myself tough. I consider myself to be more introverted. In social settings I am usually quiet. IAod rather be behind the scenes as opposed to the I consider myself rather shy. Keterangan: VV = terjawab secara langsung dan sesuai dengan poin alpha female V = terjawab secara tidak langsung dan sesuai dengan poin alpha female XX = terjawab secara langsung dan tidak sesuai dengan poin alpha female X = terjawab secara tidak langsung dan tidak sesuai dengan poin alpha female 0 = tidak terjawab Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa leadership menjadi dimensi yang menonjol dalam penelitian atas tokoh Lidia terkait dengan alpha female. Hal ini dapat diartikan bahwa Lidia merupakan sosok alpha female bila merujuk pada dimensi kepemimpinan. Lidia adalah seorang pemimpin kelompok, diakui oleh sesamanya sebagai pemimpin, menyatakan dengan asertif apa yang ia inginkan, dan seorang pengambil resiko. Kemudian, dimensi strength dalam diri Lidia tidak begitu terlihat baik dalam teks maupun riset terkait yang ditemukan, tetapi tetap saja dapat dilihat bahwa Lidia memiliki dimensi strength karena indikasi atas ketangguhan yang ia miliki. Sisi ekstrover Lidia juga tidak begitu terlihat dalam teks maupun penelitian yang ditemukan, tetapi terdapat indikasi bahwa Lidia bukan seorang yang pendiam, pemalu, dan suka bekerja di balik layar melalui kepemimpinan dan usaha yang ia lakukan untuk mengajak Paulus dan timnya untuk menumpang di rumahnya. Serta, tidak ditemukan pembuktian atas sisi introver yang ada dalam diri Lidia. Julietta Engelbertha Wiraputri & Daniel K. Listijabudi Journal of Divinity. Peace and Conflict Studies Hingga titik ini, dapat disimpulkan bahwa Lidia dapat dipandang sebagai seorang alpha Lalu, apakah diskusi lanjutan yang dapat memperkaya temuan dari pernyataan tersebut? Dalam hal relasi romantis, di atas telah disebutkan bahwa beberapa ahli mengungkapkan kemungkinan bahwa Lidia adalah seorang janda. Tetapi, bila dilihat melalui teori Alpha Female, terdapat beberapa kemungkinan yang dapat dipertimbangkan. Kemungkinan pertama adalah Lidia tidak menemukan pasangan yang menurutnya Manampiring menyebutkan bahwa prinsip penting yang dimiliki oleh seorang alpha female dalam percintaan adalah Aualasan seorang alpha female menjalin relationship karena merasa bertemu orang yang tepat, bukan demi statusAy (Manampiring, 2015: . Seseorang melemparkan pertanyaan di forum tanya-jawab Quora mengenai alpha female dalam relasi romantis dan beberapa orang, termasuk dalam pertanyaan itu sendiri, menyatakan bahwa alpha female sangatlah pemilih bila berkaitan dengan pasangan (Quora, 2. Seorang alpha female tidak gegabah dalam mengambil berbagai keputusan penting dalam hidup hanya sekadar untuk memenuhi standar orang lain, termasuk tidak akan memaksakan dirinya memiliki hubungan, bahkan tidak ambil pusing ketika orang lain memberi cap padanya Autidak lakuAy (Manampiring, 2015: . Tetapi, ketika sudah mulai memasuki hubungan romantis. Dr. Sonya Rhodes, sebagaimana dikutip oleh Sandy Smith, menyatakan bahwa para alpha female mengeluhkan bahwa diri mereka Auunhappy and frustrated by their lack of success in relationshipsAy (Smith, 2. Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, di lain sisi, para pria juga cenderung kurang menyukai karakter dari alpha female. Beberapa orang dalam forum tanya-jawab Quora menyebutkan bahwa mereka kurang tertarik, atau bahkan cenderung membenci alpha female karena sikap mereka yang seperti bos, terlalu memerintah, dan lain sebagainya . eskipun tidak semua orang berkata demikia. (Quora, 2. Manampiring juga menyebutkan tiga faktor yang membuat pria segan untuk mendekati alpha female, yaitu: . faktor kualitas, yaitu bahwa alpha female memiliki kualitas yang lebih daripada mereka sehingga pria tersebut merasa terintimidasi. faktor perilaku buruk, yaitu bahwa alpha female dipandang memiliki perangai yang buruk, seperti angkuh, kasar, tidak sopan, dan lain-lain (Manampiring, 2015: faktor fisik, di mana daya tarik fisik memiliki peranan yang penting di dalam relasi pria dan Wanita (Manampiring, 2015: . Dari dua poin tersebut, maka muncul kemungkinan bahwa Lidia kesulitan untuk menemukan pria yang tepat baginya karena dirinya terlalu keras dalam memilih pria untuk menjadi pendamping hidupnya, dan juga karena kemungkinan munculnya rasa segan dan enggan dari para pria untuk mendekati Lidia. Memang ini tidak menjawab apakah Lidia pernah menikah atau tidak, tetapi setidaknya bilapun Lidia pernah menikah dan akhirnya menjadi janda . ntah karena cerai hidup atau cerai mat. , ia belum dapat menemukan kembali pasangan yang menurutnya pantas. Lidia Sang Alpha Female?: Pembacaan Tokoh Lidia dalam Kisah Para Rasul 16 Melalui Alpha Female Inventory Volume 2 Nomor 2 (Mei-Agustus 2. Kemungkinan berikutnya adalah Lidia masih memiliki suami, tetapi sosok suaminya tenggelam dan tidak terdengar. Kemungkinan ini muncul akibat kuatnya sosok alpha Alpha female memiliki kecenderugan mendominasi dan tidak mau mengalah, sulit mempercayai orang lain dan mendelegasikan tugas, bahkan juga memiliki kecenderungan untuk meremehkan dan memandang rendah pria (Manampiring, 2015: 212Ae. Terlebih Rhodes berpendapat bahwa alpha female lebih dapat cocok dengan beta male (Smith, 2. Yang dimaksud dengan beta male adalah Aupria yang tidak seambisius dan sekompetitif alpha male, tidak masalah menjadi pengikut, tidak keberatan mengerjakan tugas rumah tangga atau mengurus anak, sesuatu yang tidak dilirik oleh alpha maleAy (Manampiring, 2015: . Dr. Rhodes, sebagaimana dikutip oleh Smith, berpendapat bahwa AuThe Beta male is a AocatchAo because he is programmed for partnership. He is highly desirable to women who want to share the responsibilities of having a family and working with a supportive, caring man. The Beta male is so secure he is not threatened by the Alpha woman. He will support and respect his partner and care about what is important to her. I think this is pretty terrificAy (Smith, 2. 3 Dengan demikian, bisa jadi Lidia sebagai alpha female memiliki Ausuara lebih kerasAy dibandingkan dengan suara pasangannya, sedangkan suaminya adalah beta male yang merasa tidak masalah bila pasangannya lebih dominan dari dirinya. Hal inilah yang membuat sosok pasangan Lidia sama sekali tidak muncul dalam bacaan. Pandangan ini dimungkinkan karena tidak ada indikasi apapun dalam teks yang merujuk pada kehidupan keluarga Lidia. Tetapi, bila ini benar, maka hal ini adalah sebuah anomali karena wanita pada masa Romawi adalah Auvictim of an archetypal patriarchal systemAy (Dixon, 2003: . , yaitu bahwa pernikahan Romawi merupakan institusi tanpa cinta yang lebih didefinisikan oleh tugas ketimbang perasaan. Menurut Dixon, hal tersebut kontradiktif dengan AuemansipasiAy yang dialami oleh perempuan Romawi, di mana perempuan Romawi terhormat umumnya menjalankan kemandirian sosial dan ekonomi (Dixon, 2003: . Termasuk dalam ranah keagamaan. Calpino menemukan bahwa perempuan Filipi mengambil peran kepemimpinan dalam berbagai kultus keagamaan, serta pertemuan-pertemuan keagamaan bagi perempuan adalah hal yang lumrah (Calpino, 2012: . Lidia juga menjadi contoh bahwa perempuan memiliki peran dalam keagamaan. Setelah dibaptis. Lidia dengan berani meminta para misionaris itu untuk menilai imannya, di mana menurut Calpino, perkataan Lidia menjadi sangat penting karena perkataan yang disampaikan tersebut merupakan pernyataan yang kuat dan berani (Calpino, 2012: . Perkataan Lidia tersebut menjadi satu dari sedikitnya perkataan langsung yang diijinkan bagi perempuan dalam kitab Kisah Para Rasul (Calpino, 2012: . Hal ini semakin mempertegas sisi alpha female dari Lidia, sekaligus mungkin justru sisi alpha female Lidialah yang memungkinkannya melakukan hal tersebut, yaitu dengan berani dan kuat menyatakan sesuatu di hadapan para pria, meskipun belum tentu ucapannya sebagai perempuan didengar dan dihargai oleh mereka. Julietta Engelbertha Wiraputri & Daniel K. Listijabudi Journal of Divinity. Peace and Conflict Studies Kemudian, rumah Lidia digunakan sebagai tempat persekutuan. Mowczko berkata bahwa AuSome of the leading women of Thessalonica. Berea, and Philippi, all Macedonian cities, joined the church where their wealth, clout, and protection could be used to beneit other members of their churchesAy (Mowczko, 2018: . Ini juga semakin mempertegas alpha female dalam diri Lidia yang merupakan sosok yang kuat. Memang telah dikatakan bahwa pada masa itu, kepemimpinan agama di tangan perempuan merupakan hal yang lumrah. Tetapi, hal ini kontras dengan berbagai sumber mengenai alpha female yang juga sudah disebutkan sebelumnya bahwa laki-laki memiliki ketakutan tersendiri bila melihat perempuan yang lebih kuat darinya. Dengan demikian, terdapat dua kemungkinan terkait keberadaan pasangan Lidia. Kemungkinan pertama adalah Lidia belum . tau belum kembal. menemukan pasangan yang tepat bagi dirinya, dan kemungkinan kedua adalah pasangan Lidia adalah seorang beta male yang membuat AusuaraAynya tidak terdengar bila dibandingkan dengan AusuaraAy Lidia yang keras. Tetapi, kedua kemungkinan ini hanya dapat dilempar tanpa mendapat klarifikasi karena teks tidak sedikitpun memberikan petunjuk terkait pasangan Lidia. Kesimpulan Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Lidia merupakan seorang alpha female berdasarkan penjabaran melalui Alpha Female Inventory. Dimensi Leadership cukup nyata terbukti, tetapi dimensi Strength dan Low Introversion tidak terlalu terbukti dengan jelas, meskipun tetap dapat dijawab melalui berbagai indikasi yang ditemukan. Sebagai seorang alpha female. Lidia dengan berani mengutarakan apa yang menjadi kehendaknya kepada Paulus dan timnya, hingga akhirnya menjadi memimpin persekutuan di Filipi. Yang menjadi diskusi lebih lanjut adalah terkait status perkawinan Lidia yang coba dilihat dengan lensa alpha female, di mana terdapat dua kemungkinan. Kemungkinan pertama adalah bahwa Lidia belum dapat menemukan sosok yang tepat sebagai pasangannya, entah sebagai janda karena bercerai, janda karena ditinggal meninggal, ataupun belum menikah, karena Lidia yang memiliki standar yang tinggi, atau para lelaki enggan mendekati Lidia yang merupakan alpha female. Kemungkinan lainnya adalah karena Lidia sebagai alpha female yang notabene merupakan sosok yang kuat dan dominan, maka suara pasangan Lidia menjadi tenggelam, mengingat alpha female dipandang lebih cocok bila berpasangan dengan lelaki yang bersedia dipimpin oleh alpha female. Kelemahan dari penelitian ini, yang juga bersifat sebagai sebuah saran bagi penelitian berikutnya adalah, belum banyak sumber primer terkait dengan alpha female. Beberapa penelitian mulai dilakukan terkait alpha female, tetapi buku-buku yang telah terbit justru banyak yang termasuk dalam kategori buku populer. Bahkan, rujukan dari website terkait dengan alpha female hingga perlu dilakukan dalam penelitian ini akibat minimnya sumber tertulis terkait hal tersebut. Lidia Sang Alpha Female?: Pembacaan Tokoh Lidia dalam Kisah Para Rasul 16 Melalui Alpha Female Inventory Volume 2 Nomor 2 (Mei-Agustus 2. Daftar Pustaka