Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia JEBI Vol. No. 1 pp. Copyrigt A 2025 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UTS Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia LITERASI DAN HEDONISME TERHADAP PERILAKU KEUANGAN: PERAN INTERVENSI LOCUS OF CONTROL Financial Literacy and Hedonism on Financial Behavior: The Mediating Role of Locus of Control Kartika Ayu Kinanti1. Yulian Ade Chandra2. Firdaus Al Maidah3. Ayu Nareswari4 1,2,3,4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang Email: dayou. deka2506@gmail. Diterima 28 Juni 2025 ABSTRACT Globalization has enhanced economic development worldwide, including in Indonesia. Yet, people increasingly find it difficult to differentiate between wants and actual needs. As financial capacity and education levels grow annually in Indonesia, this study investigates how financial literacy and hedonism impact financial management behavior, with locus of control as a mediating factor. Targeting working women in Jember Regency, the study applied Malhotra's sampling rule, selecting 200 respondents based on 20 Structural Equation Modeling (SEM) using SmartPLS was employed to analyze the data. Findings reveal that financial literacy and hedonistic tendencies influence financial management behavior, with locus of control playing a significant mediating role. Keywords: Financial Literacy. Hedonism. Locus Of Control. Financial Management Behavior ABSTRAK Globalisasi telah mendorong pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Namun, semakin banyak orang yang kesulitan membedakan antara keinginan dan kebutuhan yang sebenarnya. Seiring dengan meningkatnya kapasitas keuangan dan tingkat pendidikan setiap tahunnya di Indonesia, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana literasi keuangan dan hedonisme memengaruhi perilaku manajemen keuangan, dengan locus of control sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menargetkan wanita bekerja di Kabupaten Jember, dengan menggunakan rumus Malhotra untuk menentukan jumlah sampel, yakni sebanyak 200 responden berdasarkan 20 indikator. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan dan kecenderungan hedonisme berpengaruh terhadap perilaku manajemen keuangan, dengan locus of control memainkan peran mediasi yang signifikan. Kata Kunci: Literasi Keuangan. Hedonism. Locus Of Control. Perilaku Manajemen Keuangan PENDAHULUAN Kemajuan ekonomi setiap negara telah berubah dan membaik sebagai akibat dari globalisasi, termasuk Indonesia. Banyak orang melupakan diri mereka sendiri dan susah membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Tingkat kemampuan keuangan masyarakat Indonesia meningkat dari tahun ke tahun, dan itu berarti jumlah orang yang berpendidikan tinggi meningkat dari setiap tahunnya. Menurut Otoritas Jasa Keuangan rendahnya tingkat literasi keuangan di kalangan perempuan dibuktikan dengan maraknya penipuan broker investasi ilegal dalam beberapa tahun terakhir dengan memanfaatkan teknologi keuangan yang targetnya perempuan di Masyarakat (Rachman & Rochmawati, 2. Perilaku konsumsi perempuan lebih tertarik pada warna dan bentuk daripada detail teknis dan kegunaannya. Mereka mudah tergoda oleh bujukan penjual, cepat memahami JEBI Vol. No. 1, pp. suasana toko, dan senang berbelanja meskipun hanya berbelanja di Windows . enjelajah tetapi tidak membel. Wanita dewasa awal percaya bahwa mengikuti gaya hidup temannya untuk memenuhi kebutuhannya memberi mereka rasa penerimaan sosial. Beberapa tahun terakhir telah terlihat peningkatan kebiasaan berbelanja wanita dewasa muda, terutama dalam hal produk fashion (Hendry et al. , 2. Perilaku manajemen keuangan merupakan pola tindakan atau kebiasaan yang dilakukan oleh individu atau organisasi dalam mengelola sumber daya keuangan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Perilaku manajemen keuangan mencerminkan bagaimana seseorang atau organisasi bersikap dan bertindak dalam mengelola keuangan. Perilaku ini sangat memengaruhi stabilitas dan keberhasilan keuangan Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia secara keseluruhan. Fungsi manajemen keuangan adalah serangkaian aktivitas yang bertujuan untuk mengelola keuangan suatu organisasi atau individu secara efektif agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Atikah & Kurniawan, 2. Literasi keuangan memang merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi perilaku manajemen keuangan seseorang atau suatu organisasi. Literasi keuangan adalah kemampuan untuk memahami dan menggunakan berbagai keterampilan keuangan secara efektif, termasuk pengelolaan anggaran, tabungan, investasi, utang, dan perencanaan keuangan jangka panjang. Individu yang memiliki literasi keuangan tinggi akan lebih mampu membuat keputusan keuangan yang rasional dan strategis. Literasi keuangan berperan dalam bagaimana seseorang menilai risiko dan memilih instrumen keuangan (Agustine & Widjaja, 2. Hedonisme juga merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi perilaku manajemen keuangan, terutama dalam konteks perilaku konsumtif atau pengambilan keputusan keuangan yang tidak rasional. Hedonisme adalah pandangan atau gaya hidup yang menjadikan kesenangan, kenikmatan, dan kepuasan pribadi sebagai tujuan utama dalam Dalam konteks keuangan, hedonisme biasanya tercermin dalam pola pengeluaran yang berorientasi pada konsumsi untuk kesenangan sesaat, tanpa mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang (Gunawan et al. , 2. Locus of control adalah salah satu faktor psikologis penting yang memengaruhi perilaku manajemen keuangan Locus of control (LoC) adalah konsep dalam psikologi yang menggambarkan sejauh mana seseorang meyakini bahwa ia memiliki kendali atas peristiwa yang memengaruhi kehidupannya. Orang dengan internal locus of control cenderung memiliki perilaku manajemen keuangan yang lebih sehat dan terencana, sementara yang external cenderung lebih pasif dan tidak bertanggung jawab atas keputusan keuangannya (Kenale Sada, 2. Fenomena dalam beberapa tahun terakhir, jumlah wanita bekerja di Kabupaten Jember mengalami peningkatan, baik di sektor formal (PNS, perbankan, pendidikan, kesehata. maupun sektor informal (UMKM, perdagangan, jas. Peningkatan ini beriringan dengan meningkatnya peran wanita dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam rumah tangga maupun pribadi. Meski sudah memiliki penghasilan tetap, sebagian besar wanita bekerja belum memiliki pemahaman mendalam tentang pengelolaan keuangan seperti perencanaan keuangan, investasi, atau manajemen risiko. Mereka cenderung hanya menyimpan uang tanpa perencanaan jangka panjang, atau terjebak dalam cicilan konsumtif. Literasi keuangan adalah kemampuan seseorang untuk memahami dan menggunakan berbagai keterampilan keuangan secara efektif, termasuk manajemen keuangan pribadi, penganggaran, tabungan, investasi, dan pemahaman terhadap produk dan layanan keuangan. Dalam konteks perilaku manajemen keuangan, tingkat literasi keuangan sangat berpengaruh terhadap bagaimana seseorang merencanakan, mengelola, dan mengevaluasi kondisi Unsur-unsur literasi keuangan meliputi pengetahuan dasar keuangan, keterampilan mengelola uang, pemahaman produk keuangan, sikap yang bijak terhadap keuangan (Siti Aminah & Ziyad Ali Haqi, 2. JEBI Vol. No. 1, pp. Hedonisme merujuk pada kecenderungan seseorang untuk mengutamakan kesenangan, kepuasan, dan gaya hidup konsumtif tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap kondisi keuangannya. Hedonisme menjadi salah satu faktor negatif dalam perilaku manajemen keuangan karena dapat menghambat pencapaian tujuan keuangan jangka Individu dengan kecenderungan hedonis sering kali mengabaikan prinsip pengelolaan keuangan yang sehat, seperti pengendalian diri, perencanaan, dan disiplin dalam Oleh karena itu, penting menyeimbangkan antara menikmati hidup dan mengelola keuangan secara bijak (Khovivah & Hetty Muniroh, 2. (Zhao et al. , 2. Locus of control adalah faktor psikologis penting dalam perilaku manajemen keuangan. Internal locus of control mendukung perilaku keuangan yang sehat dan terencana, sementara external locus of control cenderung menghambat kemampuan seseorang dalam mengelola keuangannya secara Locus of control dalam konteks perilaku manajemen keuangan merujuk pada keyakinan seseorang tentang sejauh mana ia merasa memiliki kendali terhadap hasil keuangan pribadinya (Setyawan & Wulandari, 2. (Selfia et al. , 2. Perilaku manajemen keuangan adalah cara atau kebiasaan seseorang dalam mengelola, merencanakan, dan mengambil keputusan terkait keuangan pribadinya, termasuk bagaimana ia mengatur pengeluaran, menabung, berinvestasi, dan mengelola utang. Perilaku yang baik akan membantu mencapai kestabilan dan keamanan finansial, sedangkan perilaku yang buruk dapat menyebabkan masalah keuangan jangka panjang (Anggraini, 2. Hubungan Literasi Keuangan terhadap Locus of Control Literasi keuangan dan locus of control saling berkaitan erat dalam membentuk perilaku manajemen keuangan. Literasi keuangan yang baik cenderung membentuk internal locus of control, dan internal locus of control mendorong seseorang untuk lebih aktif meningkatkan literasi keuangannya. Keduanya merupakan fondasi penting dalam menciptakan perilaku keuangan yang sehat dan bertanggung jawab. Hasil penelitian (Anggraini, 2021. Dewi et al. , 2021. Rachman & Rochmawati, 2. menunjukkan bahwa Literasi Keuangan berpengaruh terhadap Locus of Control, sehingga dapat H1: Literasi Keuangan berpengaruh terhadap Locus of Control. Hubungan Hedonisme terhadap Locus of Control Hedonisme dan external locus of control saling menguatkan, yang dapat menyebabkan perilaku keuangan tidak sehat. Sebaliknya, internal locus of control dapat menjadi pelindung terhadap perilaku hedonis, karena individu merasa bertanggung jawab atas keuangannya dan mampu menunda Maka, membentuk internal locus of control sangat penting untuk mengurangi dampak negatif hedonisme terhadap manajemen keuangan. Hasil penelitian (Anggraini. Hidayah & Novianti, 2023. Ni Luh Putu. K et al. , 2. menunjukkan bahwa Hedonisme berpengaruh terhadap Locus of Control, sehingga dapat disimpulkan : H2: Hedonisme berpengaruh terhadap Locus of Control. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Hubungan Literasi Keuangan Manajemen Keuangan Perilaku Literasi keuangan adalah fondasi utama dari perilaku manajemen keuangan yang sehat. Tanpa literasi keuangan yang baik, seseorang cenderung bersikap reaktif, konsumtif, dan tidak terencana dalam mengelola uang. Sebaliknya, dengan literasi keuangan yang memadai, seseorang dapat mengambil keputusan finansial yang cerdas, bijak, dan Hasil penelitian (Anggraini, 2021. Dewi et al. Rachman & Rochmawati, 2. menunjukkan bahwa Literasi Keuangan berpengaruh terhadap Perilaku Manajemen Keuangan, sehingga dapat disimpulkan : H3: Literasi Keuangan berpengaruh terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Hubungan Hedonisme terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Semakin tinggi sikap hedonis seseorang, maka semakin besar kemungkinan mereka memiliki perilaku keuangan yang tidak sehat, seperti boros, tidak menabung, berutang konsumtif, dan tidak memiliki perencanaan keuangan. Oleh karena itu, penting untuk mengendalikan sikap hedonis agar tidak mengganggu kestabilan finansial jangka panjang. Hasil penelitian (Anggraini, 2021. Hidayah & Novianti, 2023. Luh Putu. K et al. , 2. menunjukkan bahwa Hedonisme berpengaruh terhadap Perilaku Manajemen Keuangan, sehingga dapat disimpulkan : H4: Hedonisme berpengaruh terhadap Perilaku Manajemen Keuangan. Hubungan Locus of Manajemen Keuangan Control Perilaku Locus of control berpengaruh langsung terhadap perilaku manajemen keuangan. Individu dengan internal locus of control cenderung memiliki perilaku keuangan yang lebih sehat dan bertanggung jawab. Sebaliknya, external locus of control dapat menjadi penghambat dalam pengelolaan keuangan yang efektif, karena individu merasa tidak memiliki kuasa untuk mengubah nasib finansialnya. Maka, penguatan internal locus of control sangat penting untuk mendorong perilaku manajemen keuangan yang bijak. Hasil penelitian (Agustine & Widjaja, 2021. Atikah & Kurniawan, 2021. Gunawan et al. , 2. menunjukkan bahwa Locus of control berpengaruh terhadap Perilaku Manajemen Keuangan, sehingga dapat disimpulkan : H5: Locus of control berpengaruh terhadap Perilaku Manajemen Keuangan. METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian kausalitas bertujuan mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih, juga menunjukkan arah hubungan antara variabel bebas dan terikatnya. Dengan kata lain penelitian kausalitas mempertanyakan masalah sebab Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita bekerja di Kabupaten Jember. Penentuan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan rumus Malhotra yang menyatakan bahwa ukuran jumlah sampel pada penelitian JEBI Vol. No. 1, pp. yaitu sesuai pada banyaknya indikator kemudian minimal dikalikan 5 sampai dengan 10 dengan jumlah indikator dalam penelitian ini sebanyak 20 indikator dengan menggunakan jumlah 10 kali indikator. Berdasarkan hasil perhitungan sampel menunjukkan jumlah sampel minimal yakni 200 dengan metode proporsional random sampling atau sampling Definisi Operasional Variabel Literasi Keuangan (X. Literasi Keuangan (X. yang dapat diukur dengan Pengetahuan. Perilaku. Sikap,Keterampilan, inisiatif. Hedonisme (X. Hedonisme (X. yang dapat diukur dengan indikator yakni gaya hidup konsumtif, orientasi kesenangan jangka pendek, dan rendahnya kontrol terhadap keinginan belanja, ketidakpuasan, perencanaan. Locus of Control (Z) Locus of Control (Z) yang dapat diukur dengan indikator yakni keyakinan, tanggung jawab, kendali keuangan, kebutuhan, persepsi keuangan. Perilaku Menajamen Keuangan (Y) Kinerja Pemasaran (Y) yang dapat diukur dengan indikator yakni Consumption (Konsums. Cash flow management (Manajemen Arus Ka. Saving (Tabunga. Investment . Credit management (Manajemen Kredi. Metode Analisis Data Menurut para ahli metode penelitian Structural Equation Modelling (SEM) dikelompokkan menjadi dua pendekatan yaitu pendekatan Covariance Based SEM (CBSEM) dan Variance Based SEM atau Partial Least Square (PLS). Partial Least Square merupakan metode analisis yang powerfull yang mana dalam metode ini tidak didasarkan banyaknya asumsi. Pendekatan (Partial Least Squar. PLS adalah distribution free . idak mengasumsikan data tertentu, dapat berupa nominal, kategori, ordinal, interval dan rasi. (Partial Least Squar. PLS menggunakan metode bootstraping atau penggandaan secara acak yang mana asumsi normalitas tidak akan menjadi masalah bagi (Partial Least Squar. PLS. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan Tabel 1 menunjukkan bahwa jumlah responden yang berumur 21 Ae 30 tahun yaitu sebanyak 92 orang . %), berumur 31 Ae 40 tahun yaitu sebanyak 68 orang . %), dan berumur 41 Ae 50 tahun yaitu sebanyak 40 orang . %). Jumlah responden yang memiliki pendidikan SD yaitu sebanyak 6 orang . %). SMP yaitu sebanyak 8 orang . %). SMA yaitu sebanyak 12 orang . %), dan Sarjana yaitu sebanyak 74 orang . %). Pekerjaan responden sebagai Ibu Rumah Tangga sebanyak 32 orang . %). PNS sebanyak 64 orang . %). Pegawai swasta sebanyak 44 orang . %). Wiraswasta sebanyak 38 orang . %), dan Lain-lain sebanyak 22 orang . %). Tabel 1. Karakteristik Responden Kategori Usia Pendidikan Nilai 21 Ae 30 tahun 31 Ae 40 tahun 41 Ae 50 tahun Persentase (%) Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia SMP SMA Sarjana Pekerjaan Ibu Rumah Tangga PNS Pegawai Swasta Wiraswasta Lain-lain Total Sumber: Data primer diolah, 2025 Uji Validitas Validitas diskriminan diuji menggunakan nilai cross-loading. Suatu indikator dianggap memenuhi kriteria validitas diskriminan apabila nilai loading-nya pada konstruk yang dimaksud lebih tinggi dibandingkan dengan nilai loading-nya pada konstruk lain. Dengan kata lain, setiap indikator harus memiliki hubungan yang lebih kuat dengan variabel laten yang diukurnya dibandingkan dengan variabel lain dalam model. Gambar di bawah ini menyajikan nilai validitas diskriminan untuk masing-masing konstruk dalam penelitian ini: Gambar 1. Hasil Uji Validitas Hasil uji validitas diskriminan menunjukkan bahwa setiap indikator memiliki nilai loading tertinggi pada konstruk yang dimaksud dibandingkan dengan nilai loading-nya pada konstruk lain. Temuan ini mengonfirmasi bahwa indikator yang digunakan valid dalam mengukur variabel laten yang telah ditetapkan. Artinya, setiap butir pernyataan memiliki asosiasi yang kuat dengan variabelnya masing-masing, dan asosiasi yang relatif lemah dengan variabel lain, yang merupakan syarat utama dalam menetapkan validitas Dengan demikian, hasil ini mendukung keutuhan struktur model pengukuran, memastikan bahwa setiap konstruk bersifat unik secara empiris, serta tidak terdapat tumpang tindih yang signifikan antar dimensi yang diukur. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa indikator-indikator yang digunakan dalam penelitian ini telah memenuhi kriteria validitas diskriminan dan dapat digunakan secara andal untuk analisis lebih lanjut. Uji Reliabilitas Average Variance Extracted (AVE) digunakan untuk menilai reliabilitas outer model dalam analisis Structural Equation Modeling (SEM). Metode ini mengevaluasi seberapa besar varians yang dapat dijelaskan oleh suatu konstruk dibandingkan dengan varians yang disebabkan oleh kesalahan Dengan kata lain. AVE mengukur tingkat validitas konvergen dari setiap konstruk dengan melihat sejauh mana indikator-indikator yang diamati mencerminkan variabel laten yang diwakilinya. Berdasarkan kriteria yang banyak digunakan, nilai AVE sebesar 0,50 atau lebih menunjukkan bahwa konstruk mampu menjelaskan lebih dari separuh varians indikator-indikatornya, sehingga reliabilitas dan validitas konvergen konstruk tersebut dapat diterima. JEBI Vol. No. 1, pp. Hasil analisis AVE dalam penelitian ini ditampilkan pada Gambar 2, yang menunjukkan bahwa seluruh konstruk telah memenuhi ambang batas minimum. Hal ini mengindikasikan bahwa indikator-indikator dalam penelitian ini dapat merepresentasikan variabel laten secara konsisten dan andal. Temuan ini memperkuat kelayakan model pengukuran dan memastikan bahwa konstruk yang digunakan dalam penelitian telah valid dan reliabel untuk dianalisis lebih lanjut dalam model struktural. Cronbach's Alpha Composite Reliability Average Variance Extracted (AVE) Gambar 2. Hasil Composite Reliability Berdasarkan Gambar 2, nilai Average Variance Extracted (AVE) untuk semua konstruk dalam penelitian ini berada di atas 0,70. Hasil ini menunjukkan bahwa setiap konstruk dalam model penelitian memenuhi kriteria Nilai AVE yang lebih besar dari 0,50 umumnya dianggap memadai karena menunjukkan bahwa konstruk dapat menjelaskan lebih dari separuh varians indikatornya. Karena seluruh konstruk dalam penelitian ini memiliki nilai AVE yang melebihi ambang batas ketat sebesar 0,70, maka dapat disimpulkan bahwa konstruk tersebut memiliki validitas konvergen yang kuat dan dapat diukur secara andal melalui indikator-indikatornya masing-masing. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas dilakukan untuk menilai adanya korelasi antarindikator formatif. Tujuan dari uji ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat indikator yang mengalami multikolinearitas, yang dapat menyebabkan distorsi pada hasil model persamaan struktural. Untuk menilai adanya multikolinearitas, digunakan analisis nilai Variance Inflation Factor (VIF). Secara umum, nilai VIF antara 5 hingga 10 dianggap masih dalam batas yang dapat diterima, yang menunjukkan bahwa multikolinearitas tidak terjadi dan bahwa indikator-indikator tersebut cukup independen satu sama lain. Hasil uji multikolinearitas dalam penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh indikator pada variabel-variabel penelitian memiliki nilai VIF dalam kisaran yang dapat Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah multikolinearitas yang signifikan dalam model pengukuran ini, dan seluruh indikator dapat digunakan secara andal untuk analisis struktural selanjutnya. Gambar 3. Nilai Variance Inflation Factor (VIF) Berdasarkan Gambar 3, hasil uji multikolinearitas menunjukkan bahwa seluruh nilai VIF berada di bawah angka Hal ini mengindikasikan bahwa tidak terdapat gejala multikolinearitas di antara indikator-indikator dalam setiap konstruk penelitian. Ketiadaan multikolinearitas ini mengonfirmasi bahwa indikator-indikator cukup independen dan tidak saling memengaruhi secara berlebihan, sehingga mendukung reliabilitas dan validitas model pengukuran yang Analisis Partial Least Square Menggunakan SmartPLS Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Berikut ini adalah hasil pengujian hipotesis yang diperoleh dalam penelitian ini melalui analisis inner model: signifikan, baik positif maupun negatif, terhadap perilaku keuangan individu: Koefisien jalur dari Financial Literacy ke Locus of Control adalah = 0. 574 dan p-value = 0. 000, menunjukkan pengaruh positif yang signifikan karena p-value < 0. Koefisien jalur dari Hedonism ke Locus of Control adalah = -0. 192 dan p-value = 0. 017, menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan. Koefisien jalur dari Locus of Control ke Financial Management Behavior adalah = 0. 531 dan p-value = 000, menunjukkan pengaruh positif yang signifikan. Koefisien jalur dari Financial Literacy ke Financial Management Behavior adalah = 0. 249 dan p-value = 018, menunjukkan pengaruh positif yang signifikan. Koefisien jalur dari Hedonism ke Financial Management Behavior adalah = -0. 178 dan p-value = 0. menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan. Gambar 4. Hasil Analisis SmartPLS 6. Berdasarkan hasil pengujian model hipotesis menggunakan SmartPLS 6. 0, seperti yang ditampilkan pada Gambar 4, dapat diidentifikasi baik pengaruh langsung maupun tidak langsung antarvariabel. Analisis ini memberikan gambaran mengenai kekuatan dan signifikansi hubungan antara financial literacy, hedonism, locus of control, dan financial management behavior. Melalui evaluasi model struktural, penelitian ini mampu menentukan variabel mana yang memiliki pengaruh signifikan secara langsung, serta variabel mana yang memengaruhi perilaku keuangan melalui peran mediasi dari locus of control. Pendekatan komprehensif ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai jalur sebabakibat . ausal pathway. serta sejauh mana masing-masing faktor berkontribusi dalam membentuk perilaku pengelolaan keuangan individu. Hasil Pengujian Hipotesis Antarvariabel Hasil menggunakan SmartPLS 6. 0 dapat dilihat pada gambar Analisis ini bertujuan untuk mengevaluasi kekuatan dan signifikansi jalur yang dihipotesiskan dalam model Setiap koefisien jalur . ath coefficien. disertai dengan nilai statistik seperti t-statistic dan p-value yang digunakan untuk menentukan apakah hubungan antarvariabel tersebut signifikan secara statistik. Hasil ini memberikan pemahaman yang jelas mengenai bagaimana variabel bebas seperti financial literacy dan hedonism secara langsung memengaruhi variabel terikat, yaitu financial management behavior, serta peran mediasi dari locus of control. X1 -> Y X1 -> Z X2 -> Y X2 -> Z Z -> Y Original Sample (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) -0,281 -0,304 T Statistics (|O/STDEV|) P Values Gambar 5. Pengaruh Antarvariabel Analisis pengaruh langsung dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat dalam model struktural. Hasil diperoleh melalui perangkat lunak SmartPLS 6. 0, dengan fokus pada koefisien jalur dan nilai p-value untuk mengetahui arah dan signifikansi hubungan. Temuan berikut menunjukkan variabel-variabel mana saja yang berpengaruh secara JEBI Vol. No. 1, pp. Hasil ini menunjukkan bahwa baik pengaruh langsung maupun tidak langsung melalui locus of control memainkan peran penting dalam membentuk perilaku manajemen keuangan wanita bekerja. Oleh karena itu, pemahaman terhadap literasi keuangan dan kecenderungan hedonistik sangat penting untuk mengembangkan strategi edukasi keuangan yang lebih efektif dan berbasis perilaku. Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Locus of control Hasil penelitian menunjukkan bahwa Literasi Keuangan berpengaruh terhadap Locus of control dengan melihat taraf signifikansinya < 0,05. Terdapat hubungan positif antara literasi keuangan dan locus of control pada wanita bekerja di Kabupaten Jember. Semakin tinggi literasi keuangan, semakin besar kemungkinan wanita memiliki internal locus of control, yang pada akhirnya mendorong perilaku finansial yang lebih sehat, mandiri, dan bertanggung jawab. Hasil penelitian (Anggraini, 2021. Dewi et al. , 2021. Rachman & Rochmawati, 2. menunjukkan bahwa Literasi Keuangan berpengaruh terhadap Locus of Control. Pengaruh Hedonisme terhadap Locus of control Hasil penelitian menunjukkan bahwa Literasi Keuangan berpengaruh terhadap Locus of control dengan melihat taraf signifikansinya < 0,05. Terdapat hubungan negatif antara hedonisme dan locus of control wanita bekerja di Kabupaten Jember. Semakin tinggi tingkat hedonisme, semakin besar kecenderungan individu memiliki external locus of control, dan sebaliknya, semakin rendah hedonisme, semakin besar kecenderungan memiliki internal locus of control. Hasil penelitian (Anggraini, 2021. Hidayah & Novianti, 2023. Luh Putu. K et al. , 2. menunjukkan bahwa Hedonisme berpengaruh terhadap Locus of Control. Pengaruh Literasi Keuangan Manajemen Keuangan Perilaku Hasil penelitian menunjukkan bahwa Literasi Keuangan berpengaruh terhadap Perilaku Manajemen Keuangan dengan melihat taraf signifikansinya < 0,05. Terdapat hubungan positif antara literasi keuangan dan perilaku manajemen keuangan pada wanita bekerja di Kabupaten Jember. Semakin tinggi literasi keuangan seorang wanita, maka semakin baik perilaku manajemen keuangannya. Ini dapat meningkatkan ketahanan finansial, kesejahteraan keluarga, dan kesiapan menghadapi risiko ekonomi. Hasil penelitian (Anggraini. Dewi et al. , 2021. Rachman & Rochmawati, 2. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia menunjukkan bahwa Literasi Keuangan berpengaruh terhadap Perilaku Manajemen Keuangan. Pengaruh Hedonisme terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hedonisme berpengaruh terhadap Perilaku Manajemen Keuangan dengan melihat taraf signifikansinya < 0,05. Terdapat hubungan negatif antara hedonisme dan perilaku manajemen keuangan pada wanita bekerja di Kabupaten Jember. Semakin tinggi tingkat hedonisme, maka semakin rendah kualitas perilaku manajemen keuangan. Oleh karena itu, diperlukan edukasi literasi keuangan dan kesadaran akan pentingnya mengendalikan gaya hidup konsumtif demi mencapai stabilitas keuangan jangka panjang. Hasil penelitian (Anggraini, 2021. Hidayah & Novianti, 2023. Ni Luh Putu. K et al. , 2. menunjukkan bahwa Hedonisme berpengaruh terhadap Perilaku Manajemen Keuangan. Pengaruh Locus of Control terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Hasil penelitian menunjukkan bahwa Locus of Control berpengaruh terhadap Perilaku Manajemen Keuangan dengan melihat taraf signifikansinya < 0,05. Terdapat hubungan positif antara locus of control . erutama interna. dan perilaku manajemen keuangan wanita bekerja di Kabupaten Jember. Semakin tinggi internal locus of control seseorang, maka semakin baik kemampuannya dalam mengelola keuangan pribadi secara bijaksana, terencana, dan bertanggung jawab. Hasil penelitian (Agustine & Widjaja, 2021. Atikah & Kurniawan, 2021. Gunawan et al. , 2. menunjukkan bahwa Locus of Control berpengaruh terhadap Perilaku Manajemen Keuangan. KESIMPULAN Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi hubungan antara literasi keuangan, hedonisme, dan perilaku manajemen keuangan, dengan locus of control sebagai variabel mediasi pada wanita bekerja di Kabupaten Jember. Seperti yang telah diuraikan dalam pendahuluan, studi ini mengasumsikan bahwa perilaku keuangan tidak hanya dibentuk oleh pengetahuan individu tentang keuangan, tetapi juga oleh orientasi psikologis dan kecenderungan gaya hidup mereka. Hasil penelitian ini berhasil mengonfirmasi asumsi tersebut. Literasi keuangan terbukti memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap locus of control maupun perilaku manajemen keuangan, sedangkan hedonisme menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan. Locus of control juga berperan sebagai variabel mediasi, yang semakin menegaskan relevansinya dalam membentuk perilaku keuangan yang bertanggung Temuan ini menegaskan pentingnya pemberdayaan perempuanAiterutama mereka yang aktif secara ekonomiAi melalui peningkatan pengetahuan keuangan yang memadai sekaligus menumbuhkan locus of control internal yang kuat untuk mendukung pengambilan keputusan keuangan yang Korelasi positif antara locus of control internal dan perilaku keuangan yang baik menunjukkan bahwa program edukasi keuangan sebaiknya tidak hanya terbatas pada keterampilan dasar seperti menyusun anggaran atau menabung, tetapi juga perlu menanamkan sikap percaya diri, tanggung jawab, dan perencanaan jangka panjang guna mengurangi pola konsumtif yang bersifat hedonistik. JEBI Vol. No. 1, pp. Meskipun menghasilkan temuan yang signifikan, penelitian ini memiliki keterbatasan, terutama pada cakupan dan ukuran sampel yang hanya mencakup 200 responden. Keterbatasan ini menunjukkan bahwa hasil penelitian mungkin belum sepenuhnya mewakili populasi perempuan bekerja di wilayah atau tingkat ekonomi yang lebih luas. Oleh karena itu, penelitian di masa mendatang disarankan untuk menggunakan sampel yang lebih besar dan beragam guna meningkatkan generalisasi hasil. Temuan dari penelitian ini menawarkan prospek yang menjanjikan untuk diterapkan baik dalam kebijakan maupun Lembaga keuangan, institusi pendidikan, dan program pemerintah dapat merancang intervensi yang lebih terarah pengembangan aspek perilaku serta psikologis. Selain itu, model yang disajikan dalam penelitian ini dapat diuji pada konteks demografis lainnya atau diperluas dengan menambahkan variabel tambahan seperti penggunaan teknologi keuangan, pengaruh teman sebaya, atau latar belakang keluarga. Dengan demikian, para peneliti dan pengambil kebijakan dapat memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang cara membentuk individu yang tangguh dan mandiri secara finansial di tengah lingkungan ekonomi yang semakin kompleks. DAFTAR PUSTAKA