Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Hal : 117 - 125 Available Online at jurnal. id/focus ANALISIS STRATEGI COMMUNITY DEVELOPMENT PADA PROGRAM CSR RUMAH KREATIF TAMIANG OLEH PT. PERTAMINA EP RANTAU FIELD Sahadi humaedi1*. Santoso Tri Raharjo2. Raka Putra Ardiansyah3 1,2,3Universitas Padjadjaran *Corresponding author Email : 1 sahadi. humaedi@unpad. ABSTRAK Kabupaten Aceh Tamiang merupakan salah satu kabupaten dengan populasi penyandang disabilitas terbesar di Provinsi Aceh, dengan sekitar 616 orang diantaranya tergolong dalam kategori miskin dan masih terdapat potensi sumberdaya manusia yang belum diberdayakan secara optimal. Penelitian ini mengkaji strategi pemberdayaan komunitas dalam program Corporate Social Responsibility (CSR)Rumah Kreatif Tamiang oleh PT. Pertamina EP Rantau Field yang pengelolaan limbah dari 60 Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah di Galeri Ajang Ambe. Melalui studi literatur dari berbagai sumber yangrelevan dengan topik terkait. Ditemukan bahwa Rumah Kreatif Tamiang membantu dalam pengembangan potensi masyarakat difabel di Aceh dengan menginisiasikan program yang meliputi pendidikan serta pelatihan secara inklusif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program Corporate Social Responsibility (CSR) Rumah Kreatif Tamiang berhasil dalam meningkatkan kemandirian serta perekonomian bagi penyandang difabel dalam kategori miskin di Kabupaten Aceh Tamiang. Kata kunci: Pengembangan Masyarakat. Pemberdayaan Penyandang Disabilitas. Inklusi Sosial. ABSTRACT Aceh Tamiang Regency is one of the districts with the largest population of people with disabilities in Aceh Province, with around 616 people belonging to the poor category and there is still potential human resources that have not been utilized This research examines community empowerment strategies in the Tamiang Creative House Corporate Social Responsibility (CSR) program by PT. Pertamina EP Rantau Field which utilizes people with disabilities in waste management from 60 Micro. Small, and Medium Enterprises in the Ambe Ajang Gallery. Through literature studies from various sources relevant to related topics. It was found that Tamiang Creative House helped in developing the potential of the disabled community in Aceh by initiating programs that included inclusive education and training. The results of this research show that the Tamiang Creative House Corporate Social Responsibility (CSR) program has succeeded in Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Hal : 117 - 125 Available Online at jurnal. id/focus increasing independence and equality, which has improved the economy for people with disabilities in the poor category in Aceh Tamiang Regency. Key word: Community Development. Empowerment. Social Inclusion. PENDAHULUAN Community development merupakan aspek krusial dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, masyarakat lokal diberdayakan untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah mereka sendiri, meningkatkan kualitas hidup, dan menciptakan perubahan positif dalam komunitas mereka (Bhattacharyya. Di Indonesia, community development menjadi semakin penting mengingat (Bappenas, 2. Perusahaan, sebagai entitas yang beroperasi dalam masyarakat, memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR). CSR tidak hanya berfungsi sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga sebagai strategi untuk membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar (Porter & Kramer, 2. Melalui program CSR yang efektif, perusahaan dapat berkontribusi sosial-ekonomi reputasi dan keberlanjutan bisnis mereka (Carroll & Shabana, 2. Salah satu contoh implementasi CSR yang berfokus pada community development adalah Program Rumah Kreatif Tamiang yang diinisiasi oleh PT. Pertamina EP Rantau Field. Program ini didirikan sebagai respons terhadap kondisi sosial-ekonomi di Kabupaten Aceh Tamiang, khususnya terkait dengan pemberdayaan penyandang Disability disabilitas dan pengelolaan lingkungan. Rumah Kreatif Tamiang bertujuan untuk menciptakan peluang kerja, meningkatkan keterampilan, dan mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas, sekaligus melalui pengelolaan limbah. Dengan berfokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas dan pengelolaan lingkungan, program ini menunjukkan potensi CSR dalam menciptakan nilai bersama . hared valu. bagi perusahaan dan masyarakat (Porter & Kramer, 2. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi community development yang diterapkan dalam Program Rumah Kreatif Tamiang oleh PT. Pertamina EP Rantau Field. Hasil kajian ini diharapkan dapat implementasi CSR yang berorientasi pada pengembangan masyarakat inklusif, serta menjadi referensi bagi perusahaan lain dan pemangku kepentingan dalam merancang program serupa di masa mendatang. METODE Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah studi literatur untuk menganalisis strategi community development dalam Program CSR Rumah Kreatif Tamiang oleh PT. Pertamina EP Rantau Field. Studi literatur dipilih sebab komprehensif dari berbagai sumber literatur terkait, seperti jurnal akademis, buku teks, dan laporan riset yang relevan dengan topik tersebut. Langkah-langkah Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Hal : 117 - 125 Available Online at jurnal. id/focus penelitian meliputi identifikasi sumber literatur, evaluasi kualitas dan relevansi informasi, pengumpulan data, dan analisis sistematis untuk memahami pendekatan serta praktik yang diterapkan dalam program tersebut. Metode ini memberikan kerangka kerja yang kuat untuk menyusun ulasan yang mendalam tentang kontribusi CSR dalam membangun komunitas dan mengembangkan model pemberdayaan di konteks lokal. HASIL DAN PEMBAHASAN Program Rumah Kreatif Tamiang Program Rumah Kreatif Tamiang diinisiasi oleh PT. Pertamina EP Rantau Field sebagai respons strategis terhadap kondisi sosial-ekonomi di Kabupaten Aceh Tamiang. Latar belakang program ini didasari oleh beberapa faktor kunci yang saling terkait. Pertama. Aceh Tamiang merupakan kabupaten dengan populasi penyandang disabilitas terbesar kedua di Provinsi Aceh yang mencapai 2. 314 orang, dengan 26% atau sekitar 616 orang tergolong dalam kategori miskin. Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk program pemberdayaan yang inklusif dan berfokus pada penyandang disabilitas. Selain itu, terdapat potensi sumber daya manusia yang belum termanfaatkan secara optimal, terutama alumni SLB Pembina yang telah memiliki keterampilan bervariasi namun belum mengembangkan potensi mereka. Faktor lain yang menjadi perhatian adalah adanya pengelolaan limbah, khususnya 228 liter limbah minyak jelantah dari 60 UMKM di Galeri Ajang Ambe yang belum diolah. Situasi ini membuka peluang untuk mengintegrasikan aspek pemberdayaan ekonomi dengan pengelolaan lingkungan. Faktor pendukung yang tidak kalah penting adalah adanya dukungan sosial yang baik dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, masyarakat setempat. Dukungan ini menciptakan lingkungan yang kondusif pemberdayaan yang berkelanjutan. Berdasarkan analisis kondisi dan dukungan yang tersedia. Program Rumah Kreatif Tamiang mengembangkan beberapa jenis kegiatan dan sub-unit usaha: Rumah Limbah Difabel A Anggota: 4 orang difabel dengan dukungan dari Galeri Ajang Ambe. A Kegiatan: Pengolahan doorsmeer dan minyak jelantah dari UMKM Galeri Ajang Ambe dan rumah tangga di Desa Tanjung Karang. Inklusi Coffee A Lokasi: Desa Tanjung Karang. Kecamatan Karang Baru. A Anggota: 8 orang difabel. A Konsep: Kafe edukasi Bahasa Isyarat Dasar. A Target pasar: Pelanggan bengkel dan masyarakat umum. Bengkel Doorsmeer Difabel A Lokasi: Desa Tanjung Karang. Kecamatan Karang Baru. A Anggota: 6 orang difabel. A Kegiatan: Layanan bengkel dan A Kerjasama: Dinas Sosial. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan LSM Boemi. A Program tambahan: Pijar Kertas sebagai edukasi mekanik untuk siswa SMK. Cakupan program ini berfokus pada Desa Tanjung Karang. Kecamatan Karang Baru. Kabupaten Aceh Tamiang. Total peserta program mencapai 18 penyandang disabilitas dengan klasifikasi: 9 Tuna Rungu, 8 Tuna Daksa, dan 1 Tuna Netra. Selain itu, program ini juga memberikan manfaat tidak langsung kepada 113 orang. Untuk mengkoordinasikan berbagai kegiatan tersebut, struktur organisasi Program Rumah Kreatif Tamiang menerapkan pola kemitraan yang melibatkan berbagai pihak. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Hal : 117 - 125 Available Online at jurnal. id/focus PT Pertamina EP Rantau Field berperan sebagai inisiator dan penyelenggara utama pendampingan, pelatihan, kelembagaan, permodalan, pemasaran, dan infrastruktur. Pemerintah, melalui Disnaker Aceh Tamiang. Dinsos Aceh Tamiang. Bappeda Aceh Tamiang, dan Desa Tanjung Karang berperan dalam perizinan, pendampingan, dan pelatihan. Masyarakat, termasuk Kelompok Difabel Pembeda Berdaya. Galeri Ajang Ambe. Posyandu Kenari, dan masyarakat Desa Tanjung Karang, terlibat aktif dalam pengelolaan dan pemasaran Sementara itu, lembaga-lembaga sekolah/universitas, penelitian. CFCD, dan media massa memberikan kontribusi dalam bentuk pelatihan, publikasi, dan dukungan teknis. Struktur kemitraan yang komprehensif ini memastikan bahwa program dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan, dengan memanfaatkan keahlian dan sumber daya dari berbagai pemangku kepentingan. Kemudian, guna mencapai tujuan program secara sistematis, manajemen Rumah Kreatif Tamiang menjalankan pendekatan bertahap yang terdiri dari: Inisiasi Program . : Pelatihan awal mekanik. Peningkatan Kapasitas . Pengembangan usaha bengkel dan pelatihan lanjutan. Diversifikasi Produk . Pengembangan Inklusi Coffee dan peningkatan sarana prasarana. Pemantapan Usaha . : Inovasi Inklusi Coffee, berdasarkan potensi anggota. Kemandirian . : Tahap exit strategy perusahaan. Program ini juga menerapkan sistem monitoring dan evaluasi yang tercermin dari berbagai penghargaan yang diterima, seperti Indonesia Sustainable Development Award 2022. Indonesia Green Award 2023, dan Public Relation Indonesia Award 2023. Analisis Strategi Community Development Rumah Kreatif Tamiang bertujuan untuk masyarakat difabel yang berada di Aceh Tamiang. Provinsi Aceh merupakan provinsi yang menduduki peringkat kedua tertinggi dengan penyandang disabilitas terbanyak dengan 2314 orang yang difabel. Terdapat berbagai jenis difabel yang tersebar di Provinsi Aceh seperti mental, fisik, intelektual, dan sensorik. Sebanyak 616 difabel merupakan orang miskin yang tinggal di Aceh Tamiang. Dari hal tersebut ditunjukan bahwa terdapat tantangan yang dihadapi oleh penyandang difabel di bidang ekonomi. UMKM Galeri Ajang Ambe menghasilkan limbah minyak jelantah dari 60 UMKM yang berdampak buruk ke lingkungan dan kesehatan. Limbah minyak jelantah sendiri merupakan limbah minyak yang berasal dari bekas Persentase limbah minyak jelantah dari UMKM Ajang Ambe yang belum diolah sebanyak 100% atau setara dengan 228 Liter lembah minyak jelantah. Oleh karena itu, dengan adanya Rumah Limbah Difabel limbah minyak jelantah dapat diolah menjadi lilin aroma terapi dan sabun. Rumah Kreatif Tamiang memiliki penyandang difabel. Sebagian besar penyandang difabel di Aceh Tamiang merupakan lulusan dari SLB Pembina yang telah mempunyai berbagai keterampilan Aceh Tamiang. Beberapa keterampilan yang dimiliki meliputi seni lukis, kerajinan, tangan, musik, ekonomi kreatif, mekanik, dan lain sebagainya. Rumah Kreatif Tamiang dapat memanfaatkan potensi mereka dengan menyediakan pelatihan dan pendampingan kepada difabel untuk meningkatkan potensi yang mereka miliki. Rumah Kreatif Tamiang juga dapat menyediakan platform yang layak agar para difabel dapat menjual karya-karya Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Hal : 117 - 125 Available Online at jurnal. id/focus yang mereka buat. Dengan begitu penyandang difabel dapat melakukan kolaborasi dengan pelaku usaha lainnya yang dapat membukakan jalan untuk terlibat aktif dalam ekonomi lokal. Selain mereka juga akan merasa lebih percaya diri dan meningkatkan integrasi sosial di Mayoritas tenaga pendidik difabel berasal dari Desa Tanjung Karang. Hal ini menunjukkan adanya potensi yang mendukung inklusi pendidikan bagi Dengan adanya tenaga pendidik difabel dapat memberikan contoh yang positif bagi siswa difabel dan mendorong pendidikan yang setara. Rumah Kreatif Tamiang mendapatkan dukungan sosial yang positif dari pemangku kepentingan yang meliputi SLB sektor hulu atau pendidikan inklusi pemberdayaan. Dinas Sosial. Dinas Tenaga Kerja. Lembaga Swadaya Masyarakat Boemi. Pemerintah. Program Rumah Kreatif Tamiang PT Pertamina EP memiliki tujuan yaitu memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh para difabel yang telah mendapatkan keterampilan mereka. Dengan adanya pelatihan ini difabel diharapkan dapat pendidikan, ekonomi, dan keterampilan. Saran dari Rumah Kreatif Tamiang kelompok difabel kemampuannya kurang dilirik oleh Selain itu sejalan dengan Tujuan Pembangunan (SDG. yaitu mengurangi kesenjangan kesepakatan terutama bagi kelompok minoritas, diharapkan kelompok difabel memiliki kesempatan kerja yang setara untuk meningkatkan kualitas hidup Salah satunya adalah dengan memanfaatkan proses pendidikan dalam program-program Rumah Kreatif Tamiang yang disusun sedemikian rupa agar kelompok difabel menjadi kelompok yang sanggup untuk menyebarkan keterampilan mereka kepada masyarakat luas. Tentunya sebelum menjalankan sebuah program, penyelenggara harus merancang strategi agar dapat mencapai keberhasilan dan dampak positif dari program tersebut. Langkah awal yang dilakukan Rumah Kreatif Tamiang PT Pertamina EP Rantau Field adalah melakukan asesmen kebutuhan komunitas difabel dengan melakukan survey dan berbincang secara langsung dengan mereka kebutuhan dan masalah yang dihadapi. Kemudian mengumpulkan data sebagai pendukung untuk memahami kondisi ekonomi, sosial, dan budaya penyandang difabel sehingga tidak ada salah dalam proses pengerjaan program. Melakukan kolaborasi dengan berbagai macam stakeholders juga dapat memperkuat sumber daya dan dukungan dari eksternal. Hal keberhasilan suatu program adalah partisipasi aktif dari masyarakat difabel karena tanpa adanya mereka maka tidak akan berjalannya program. Pelatihan Pendekatan berkelanjutan dan diimplementasikan dengan membuat program jangka panjang dan melakukan evaluasi untuk membuat program sesuai dengan masukan yang Pendidikan juga merupakan bagian penting dari dijalankannya sebuah Oleh karena itu penyediaan program pendidikan formal dan informal pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran lingkungan sekitar. Pembangunan infrastruktur dan fasilitas juga tidak kalah penting untuk mendukung kegiatan program seperti pengembangan, dan lain sebagainya. Akses teknologi dan informasi juga harus perkembangan di komunitas difabel. Memastikan keterlibatan penuh komunitas Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Hal : 117 - 125 Available Online at jurnal. id/focus difabel dalam melaksanakan program harus menerapkan pendekatan yang inklusif agar terciptanya kesetaraan dalam kesempatan dan melakukan anti-diskriminasi. Untuk keberlanjutan Rumah Kreatif Tamiang tentunya kita perlu melakukan monitoring dan pelaporan. Hal tersebut dilakukan agar kita dapat menentukan indikator kinerja yang jelas dan juga transparansi laporan tentang perkembangan dan dampak program kepada komunitas difabel. Dengan strategi yang telah dilakukan Rumah Kreatif Tamiang dapat menciptakan tiga sub unit usaha yaitu Bengkel Doorsmeer Difabel. Inklusi Coffee. Rumah limbah Komunitas difabel diberikan infrastruktur dan fasilitas yang memadai. Selain itu mereka juga diberikan akses teknologi informasi yang dapat membantu Oleh menghasilkan dampak positif kepada komunitas difabel yang dimana pada kesempatan kepada komunitas difabel dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan Sub unit usaha ini memperkerjakan para difabel yang telah Seperti Bengkel Doorsmeer Difabel yang berlokasi di Desa Tanjung Karang Kecamatan Karang Baru beranggotakan enam orang difabel sebagai pegawai di bengkel tersebut. Bengkel Doorsmeer Difabel melakukan kerja sama dengan Dinas Sosial. Dinas Tenaga Kerja. Transmigrasi dan LSM Boemi. Pijar Kertas dan edukasi masyarakat tentang bahasa isyarat agar kita dapat memahami cara berkomunikasi dengan difabel sebagai edukasi mekanik siswa Sekolah Menengah Kejuruan agar dapat berkomunikasi dengan difabel lainnya. Inklusi Coffee yang juga memiliki lokasi yang sama seperti Bengkel Doorsmeer Difabel merupakan cafy ramah difabel pertama di Aceh Tamiang. Beranggotakan delapan orang difabel dimana pegawai yang bekerja di cafe tersebut adalah kawan tuli sehingga ketika berkunjung ke Inklusi Coffee konsumen WhatsApp sebagai media untuk melakukan Target pasar dari Inklusi Coffee ini adalah masyarakat umum dan pelanggan bengkel. Inklusi Coffee memiliki konsep yang berbeda dengan cafe lainnya karena cafy ini merupakan cafy ramah difabel sehingga mereka menggunakan konsep cafy edukasi bahasa isyarat dasar. Sub unit usaha yang terakhir adalah Rumah Limbah Difabel. Usaha ini terfokus pada pemanfaatan limbah dan pelestarian Adapun beberapa limbah yang diolah di Rumah Limbah Difabel yaitu limbah doorsmeer dan limbang minyak jelantah dari UMKM Galeri Ajang Ambe dan RT Desa Tanjung Karang. Rumah Limbah Difabel beranggotakan empat orang difabel yang mengelola rumah limbah tersebut. Selain itu Rumah Limbah Difabel juga mendapatkan dukungan dari Galeri Ajang Ambe. Agar sub unit usaha semakin evaluasi program. Dari program sub unit usaha Rumah Kreatif tamiang didapati adanya perubahan yang intens dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di Desa Tanjung Karang. Bengkel Doorsmeer Difabel dari program ini berhasil meningkatkan kemandirian ekonomi bagi difabel dengan difasilitasi pelatihan yang dirancang khusus. Selain itu dengan adanya Pijar Kertas dan edukasi masyarakat dan sebagai edukasi mekanik siswa Sekolah Menengah Kejuruan untuk memahami bahasa isyarat dapat memfasilitasi siswa SMK yang magang di Bengkel Doorsmeer Difabel agar bisa berkomunikasi lancar dengan para anggota difabel. Dari sini memberdayakan para anggota difabel dan masyarakat luas. Inklusi Coffe menjadi cafy yang menjadi wadah pemberdayaan Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Hal : 117 - 125 Available Online at jurnal. id/focus ekonomi sosial bagi difabel. Sub unit usaha ini menciptakan kesempatan kerja bagi kewirausahaan sosial yang berfokus pada inklusi dan kepedulian sesama. Hasil Inklusi Coffee memperlihatkan hasil yang positif dimana adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap potensi difabel dan tidak melihat Sub unit usaha terakhir yaitu Rumah Limbah Difabel dimana usaha ini mengelola limbah dan membangun kesadaran lingkungan di masyarakat. Program ini memberikan dampak positif yang dimana meningkatkan ekonomi bagi difabel dan juga memperkuat kesadaran Dari tiga sub unit usaha tersebut menunjukan adanya kemandirian kesadaran sosial masyarakat luas terhadap pandangan mereka kepada para difabel. Selain itu sub unit usaha juga meningkatkan kepedulian lingkungan sekitar masyarakat. Dampak dan Manfaat Program Rumah Kreatif Tamiang Rumah Kreatif Tamiang signifikan dalam bidang ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di Desa tanjung Karang. Dengan adanya pelatihan dan pendampingan keterampilan masyarakat difabel dapat menjadi anggota di sub unit usaha Rumah Kreatif Tamiang yaitu di Bengkel Doorsmeer Difabel. Inklusi Coffee, dan Rumah Limbah Difabel. Program tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan individu tetapi juga difabel mendapatkan kesempatan yang sama. Ratarata pendapatan anggota pasca program Rp20. sementara itu peningkatan pendapatan kelompok rata-rata menjadi Rp370. per tahun. Menurut hasil wawancara penerima manfaat program mengatakan bahwa Program Rumah Kreatif Tamiang berhasil membawa perubahan signifikan Program ini memberikan keterampilannya agar dapat memenuhi kebutuhan finansial pribadi maupun Selain itu Program Rumah Kreatif Tamiang perubahan pada aspek perekonomian seperti meningkatnya pendapatan individu, meningkatnya daya beli, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan Dampak positif dalam aspek sosial dan budaya juga dirasakan karena adanya Program Rumah Kreatif Taming. Melalui program pelatihan dan inklusi masyarakat mengubah pandangan mereka terhadap difabel, sekarang mereka lebih dihargai, merasa lebih percaya diri dan tidak dipandang sebelah mata. Ada sebanyak 18 penyandang disabilitas dengan kalsifikasi sembilan tuna rungu, delapan tuna daksa, dan satu tuna netra. Dengan adanya program ini dapat mempererat hubungan sosial melalui kemitraan dengan berbagai macam lembaga pemerintah dan LSM. Selain itu, program Rumah Kreatif Tamiang juga membantu menghilangkan stigma negatif terhadap difabel dan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan suportif. Selain memberikan dampak positif ke aspek ekonomi, sosial, dan budaya Program Rumah Kreatif Tamiang juga memberikan dampak positif pada lingkungan. Sebanyak 6. 336 liter per tahun limbah air doorsmeer telah diolah oleh Rumah Limbah Difabel dan limbah minyak jelantah sebanyak 228 liter per tahun telah diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat seperti sabun dan lilin. Dengan melakukan pengolahan tersebut kita dapat mengurangi pencemaran air dan Melakukan penurunan Abiotic Depletion Potential (ADP) pada minyak jelantah sebesar 61% dan 30% pada limbah Eutrophication Potential (EP) pada minyak jelantah sebesar 25% dan limbah air doorsmeer sebesar 81%. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Hal : 117 - 125 Available Online at jurnal. id/focus Program Rumah Kreatif Tamiang meningkatkan reputasi PT. Pertamina EP Rantau Field sebagai entitas yang memiliki kepedulian terhadap komunitas dan lingkungan sekitar. Program ini membantu menciptakan hubungan harmonis antara perusahaan dan komunitas loka agar menjalankan operasi perusahaan dalam waktu yang panjang. Berdasarkan Indeks Kepuasaan Masyarakat (IKM) kepuasaan dengan kategori baik mencapai sebesar 84,86%. Dengan kontribusi perusahaan dalam menjalankan keberlanjutan dan mendukung tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG. Program Rumah Kreatif Tamiang mendapatkan berbagai macam penghargaan di tingkat nasional dan internasional. SIMPULAN Pembangunan daerah yang tidak merata menjadi salah satu faktor utama diperlukannya pengembangan masyarakat Indonesia. Corporate Social Responsibility (CSR) tidak hanya berfungsi sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga sebagai strategi untuk membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar. Program CSR yang terencana dengan baik dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satu contoh implementasi CSR development adalah Program Rumah Kreatif Tamiang yang diinisiasi oleh PT. Pertamina EP Rantau Field. Program ini didirikan sebagai respons terhadap kondisi sosial-ekonomi Kabupaten Aceh Tamiang yang memanfaatkan peluang adanya potensial sumber daya Masyarakat yang belum diberdayakan secara optimal. Selain itu, program tersebut juga melihat faktor lingkungan dimana adanya pengeleloaan limbah UMKM yang belum dikelola dengan baik oleh masyarakat Sehingga munculnya suatu progam yang ditujukan sebagai solusi dari kedua masalah besar yang berada di Kabupaten Aceh Tamiang. Perusahaan memanfaatkan mitra sebagai pendukung sosial dalam berjalannya program Rumah Kreatif Tamiang seperti Pemerintah Daerah. Lembaga Swadaya Masyarakat, dan masyarakat setempat dalam membangun program pemberdayaan berkelanjutan yang sistematis. Program Rumah Kreatif Tamiang memanfaatkan strategi pengembangan yang sistematis dan memakan sekitar 5 tahun dalam proses pengembangan dari tahap pendekatan dengan masyarakat guna memperkuat fundamental dan asesmen terbentuknya 3 sub unit yang secara inklusi mendorong potensi masyarakat difabel dan masyarakat setempat. Program ini juga menyediakan ruang yang komprehensif dalam menciptakan hasil dari program mereka dengan menyediakan tenaga pendidik yang ditujukan untuk mendorong ketrampilan seni, mekanik, dan ekonomi kreatif bagi penyandang disabilitas. Program ini juga memastikan keberlanjutan dan manfaat jangka panjang dengan menyediakan program pendidikan formal dan informal untuk mendorong kesadaran warga sekitar. Terakhir, program ini juga mengimplementasikan pembelajaran yang meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendorong kemandirian para penyandang disabilitas di Kabupaten Aceh Tamiang. Kontribusi melibatkan masyarakat Aceh Tamiang menghasilkan manfaat bagi warga sekitar terlebih pada masyarakat penyandangn disabilitas dalam segi pengembangan ketrampilan, kesempatan mendapatkan pekerjaan, dan kemandirian ekonomi. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Hal : 117 - 125 Available Online at jurnal. id/focus DAFTAR PUSTAKA