Med-Com Empowerment Journal Vol. 1 No. Desember 2024. Hal. Sosialisasi Tentang Penggunaan Alat Kontrasepsi Di Kelurahan Limo Depok. Jawa Barat Socialization About the Use Of Contraceptives In Limo Depok Village. West Java Lela Kania Rahsa Puji1. Nurhasanah2. Tri Rahyuning Lestari3. Putri Handayani4. Betty5 STIKes Widya Dharma Husada. Kota Tangerang Selatan. Indonesia Lela Kania Rahsa Puji Email: lelakania@masda. RiwayatArtikel: Dikirim: 5 Juni 2024 Diterima: 10 Agustus 2024 Diterbitkan: 25 Desember 2024 Abstrak Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu program dari pemerintah Indonesia yang diharapkan dapat membentuk manusia yang berkualitas dan dapat mengurangi kelahiran bayi serta kematian Ibu. Ketidakseimbangan peran dalam keluarga terus berlanjut secara turun temurun dari generasi ke generasi karena informasi yang kurang tepat. Peserta Keluarga Berencana lebih didominasi oleh kalangan wanita. Pria pun memiliki kewajiban untuk berpartisipasi menyukseskan program ini. Strategi utama yang dilakukan ialah dengan mendorong kepesertaan pria dalam memutuskan menggunakan alat kontrasepsi, aktif dalam mendukung pelaksanaan Keluarga Berencana di masyarakat, dan ikut sebagai peserta Keluarga Berencana, baik dengan menggunakan kondom maupun vasektomi. Pengetahuan tentang alat atau cara KB sudah umum di Indonesia 99% wanita mengetahui paling sedikit satu jenis alat atau cara KB, sedangkan untuk wanita menikah hampir 100% mengetahui paling sedikit satu jenis alat atau cara KB. Tujuan umum kegiatan yaitu untuk mengetahui pengetahuan tentang alat/cara kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur di Wilayah kerja Puskesmas Limo. Metode penentuan prioritas masalah dilakukan salah satunya dengan cara penilaian scoring dengan menggunakan metode tabel Multiple Criteria Utility Assesment (MCUA). Hasil nilai tertinggi pada masalah kurangnya pemahaman pada pemakaian alat kontrasepsi (KB) dari bobot 100 mendapatkan nilai 4 kategori M3. Kesimpulan untuk memberikan pemahaman mengenai alat kontrasepsi (KB) adalah dengan melakukan kegiatan-kegiatan penyuluhan yang berhubungan dengan Keluarga Berencana. Secara rutin mengadakan penyuluhan tentang KB di Kelurahan Limo sehingga mampu meningkatkan pengetahuan warganya tentang KB Kata kunci: Alat Kontrasepsi. Penyuluhan. Pasangan Usia Subur. Kepesertaan Keluarga Berencana. Pengetahuan Abstract Family Planning (KB) is one of the programs from the Indonesia government that is expected to form quality human beings and can reduce the birth of babies and maternal deaths. The imbalance of roles in the family continues from generation to generation due to inaccurate information. Family Planning participants are more dominated by women. Men also have an obligation to participate in the success of this program. The main strategy carried out is to encourage male participation in deciding to use contraceptives, be active in supporting the implementation of Family Planning in the community, and participate as a participant in Family Planning, both by using condoms and vasectomy. Knowledge of birth control tools/methods is common in Indonesia 99% of women know at least one type of birth control tool/method, while for married women almost 100% know at least one type of birth control tool/method. The general purpose of the activity is to find out knowledge about contraceptive tools/methods in couples of childbearing age in the working area of the Limo Health Center. One of the methods of determining problem prioritization is by scoring using the Multiple Criteria Utility Assessment (MCUA) table method. The highest score in the problem of lack of understanding in the use of contraceptives/birth control from a weight of 100 received a score of 4 in the M3 category. The conclusion to provide an understanding of contraceptives/family planning is to carry out counseling activities related to Family Planning. Routinely Med-Com Empowerment Journal Vol. 1 No. Desember 2024. Hal. 1 Ae 6 hold counseling about family planning in Limo Village so that it is able to increase the knowledge of its citizens about family planning. Keywords: Contraceptives. Counseling. Couples of Childbearing Age. Family Planning Membership. Knowledge. Pendahuluan Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu program dari pemerintah Indonesia yang diharapkan dapat membentuk manusia yang berkualitas dan dapat mengurangi kelahiran bayi serta kematian perempuan (Ib. Kematian yang terjadi pada perempuan dapat disebabkan karena jarak kehamilan yang dekat atau bahkan karena seringnya mengalami keguguran. Namun, program keluarga berencana hanya dipahami untuk dipakai perempuan saja, sehingga peranan keluarga menjadi tidak seimbang Ketidakseimbangan peran dalam keluarga terus berlanjut secara turun temurun dari generasi ke generasi karena informasi yang kurang tepat. Peserta Keluarga Berencana lebih didominasi oleh kalangan wanita. Padahal KB tidak hanya diperuntukkan bagi kaum Pria pun memiliki kewajiban untuk berpartisipasi menyukseskan program ini. Strategi utama yang dilakukan ialah dengan mendorong kesertaan pria dalam memutuskan menggunakan alat kontrasepsi yang akan dipakai, aktif dalam mendukung pelaksanaan Keluarga Berencana di masyarakat, dan ikut sebagai peserta Keluarga Berencana, baik dengan menggunakan kondom maupun vasektomi (BKKBN, 2. Pengetahuan tentang alat/cara KB sudah umum di Indonesia 99% wanita mengetahui paling sedikit satu jenis alat/cara KB, sedangkan untuk wanita menikah hampir 100% mengetahui paling sedikit satu jenis alat/cara KB. Tujuan umum kegiatan yaitu untuk mengetahui pengetahuan tentang alat/cara kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur di Wilayah kerja Puskesmasn Limo Tahun 2021. Metode penentuan prioritas masalah dilakukan salah satunya dengan cara penilaian scoring dengan menggunakan metode tabel Multiple Criteria Utility Assesment (MCUA). Hasil nilai tertinggi pada masalah kurangnya pemahaman pada pemakaian alat kontrasepsi (KB) dari bobot 100 mendapatkan nilai 4 kategori M3. Kesimpulan untuk memberikan pemahaman mengenai alat kontrasepsi (KB) adalah dengan melakukan kegiatan-kegiatan penyuluhan yang berhubungan dengan Keluarga Berencana. Secara rutin mengadakan penyuluhan tentang KB di setiap dusun yang ada di Kelurahan limo sehingga mampu meningkatkan pengetahuan warganya tentang KB. Program KB memiliki peran dalam menurunkan risiko kematian ibu melalui pencegahan kehamilan, penundaan usia kehamilan dan jarak kehamilan dengan sasaran utama adalah Wanita Usia Subur (BKKBN, 2. Menurut Sulistyawati . , tujuan dilaksanakannya program KB adalah membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekuatan sosial ekonomi suatu keluarga dengan mengatur jumlah kelahiran anak agar diperoleh keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Selain untuk mengatur kelahiran anak, tujuan keluarga berencana juga untuk menurunkan angka kematian ibu, bayi dan anak, mengurangi pertumbuhan penduduk, meningkatkan kesehatan ibu, bayi dan anak, serta meningkatkan pelayanan kesehatan reproduksi METODE Pengabdian kepada Masyarakat yang kami lakukan adalah dengan melakukan Penyuluhan KB yang kami lakukan dengan jumlah peserta sebanyak 20 Kepala Keluarga. Program yang dijalankan yaitu dengan memberikan google form sebelum dan setelah menyampaikan materi berupa vidio, materi penyuluhan yang kami Med-Com Empowerment Journal Vol. 1 No. Desember 2024. Hal. 1 Ae 6 pilih yaitu tentang Keluarga Berencana (KB) agar masyarakat dapat membentuk keluarga yang sejahtera dengan memiliki 2 anak cukup. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan akseptor KB diwilayah Kelurahan Limo agar ledakan penduduk dapat teratasi sebagaimana program dari pemerintah. Selanjutnya, menentukan prioritas masalah dilakukan dengan cara penilaian scoring dengan menggunakan metode tabel Multiple Criteria Utility Assesment (MCUA). Setelah mengidentifikasi masalah, kami memperoleh informasi mengenai masalah kesehatan yang paling beresiko tinggi di sekitar wilayah kerja puskesmas Limo Kota Depok. Warga di wilayah Kelurahan limo mengikuti program keluarga berencana (KB) guna mewujudkan keluarga kecil yang bahagia sejahtera dan membantu program pemerintah dalam menekan pertumbuhan penduduk. Dinas Perlindungan Anak Pemberdaya Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok menyiapkan pemasangan alat KB berupa IUD dan Implant secara gratis (MKJP). Untuk pemakaian MKJP sendiri masih minim sekitar 40% perkiraannya, rata-rata masih pakai alat suntik dan pil. Selanjutnya dari indikator masalah kesehatan yang ada, akan dijadikan prioritas masalah melalui metode Multiple Criteria Utility Assesment (MCUA). Berdasarkan data Ae data yang telah kami kumpulkan melalui kuesioner online yang telah kami sebarkan dan telah kami lakukan analisis maka di dapatkanlah penyebabpenyebab dari masalah yang mengakibatkan timbulnya permasalahan seperti rendahnya pengetahuan pasangan usia subur dan partisipasi pria atau suami dalam ber-KB ,dan telah kami susun dalam diagram tulang ikan. Teknik pengumpulan data kelompok kami yaitu dengan menggunakan kuesioner via online . oggle-for. dan disebar kepada 45 responden yang bersedia dan bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Limo Kota Depok sebagai bentuk dari partisipasi masyarakat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. kuesioner yang sudah terkumpul di olah dengan menggunakan SPSS untuk mengetahui distribusi frekuaensi tanggung jawab PUS dalam menggunakan alat kontrasepsi. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil pengolahan data kuesioner didapatkan. Frekuensi mempunyai anak lebih dari 3 . termasuk resiko tinggi dalam melahirkan berdasarkan hasil survei dari 45 tanggapan dengan pertanyaan Apakah menurut anda mempunyai anak lebih dari 3 . termasuk resiko tinggi dalam melahirkan, terlihat bahwa sebagian besar responden yang menjawab Ya . ,8%) dan diikuti oleh responden yang menjawab Tidak . ,2%). Frekuensi sebagai istri mendukung apabila suami anda menjadi kader KB Pria. Berdasarkan hasil survei dari 45 tanggapan dengan pertanyaan. Apakah anda sebagai istri mendukung apabila suami anda menjadi kader KB pada pria, terlihat bahwa sebagian besar responden yang menjawab Ya . ,4%) dan diikuti oleh responden yang menjawab Tidak . ,6%). Frekuensi keinginan merencanakan jumlah anak, hasil survei dari 45 tanggapan dengan pertanyaan. Apakah istri anda senang bila merencanakan jumlah anak, terlihat Med-Com Empowerment Journal Vol. 1 No. Desember 2024. Hal. 1 Ae 6 bahwa sebagian besar responden yang menjawab Ya . ,9%) dan diikuti oleh responden yang menjawab Tidak . ,9%). Frekuensi keterlibatan dalam menentukan jumlah anak, hasil survei dari 45 tanggapan dengan pertanyaan. Apakah istri bapak terlibat dalam menentukan jumlah anak, terlihat bahwa sebagian besar responden yang menjawab Ya . ,8%) dan diikuti oleh responden yang menjawab Tidak . ,2%). Frekuensi mengunjungi pelayanan KB Pria, hasil survei dari 45 tanggapan dengan pertanyaan. Apakah anda sebagai suami mempunyai waktu luang untuk mengunjungi pelayanan KB pria, terlihat bahwa sebagian besar responden yang menjawab Ya . ,3%) dan diikuti oleh responden yang menjawab Tidak . ,4%). Peranan suami dalam mengajak pasangannya ke fasilitas kesehatan, hasil survei dari 45 tanggapan dengan pertanyaan. Apakah anda pernah mengajak istri untuk KB, terlihat bahwa sebagian besar responden yang menjawab Ya . ,8%) dan diikuti oleh responden yang menjawab Tidak . ,2%). Program kesehatan KB adalah program-program pembangunan kesehatan di indonesia yang di tujukan pada penanggulangan masalah-masalah kependudukan. Program KB di Wilayah Kerja Limo Depok hingga saat ini terbilang masih belum optimal menjangkau ke seluruh masyarakat, karena kurangnya tenaga kesehatan seperti bidan, penyuluhan tentang alat/cara KB serta pengetahuan dan pemahaman ibu mengenai pemakaian/penggunaan alat kontrasepsi di pengaruhi juga oleh faktor lingkungan serta dukungan dari keluarga, serta masyarakat yang masih belum timbul kesadaran untuk berkonsultasi dan mencari tahu mengenai pentingnya menggunakkan alat kontrasepsi secara teratur, yang harus di perhatikan yaitu dengan melakukan penempatan petugas kesehatan secara merata dan berkesinambunagan di setiap wilayah agar masyarakat mendapatkan penyuluhan beserta sosialisasi dan cara tentang pemakaian KB sehingga masyarakat timbul kesadaran untuk menggunakan alat kontrasepsi KB dapat terlaksana dan meningkat secara optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat tentang AuSosialisasi Penggunaan Alat Kontrasepsi di Kelurahan Limo. Depok Jawa Barat berjalan dengan lancer, para peserta antusias untuk mengikuti kegiatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 19 Februari 2024. Pukul 00 WIB di Kelurahan Limo. Process: Dalam pemaparan materi cukup lancar, dan para responden juga aktif dalam menanggapi juga memberikan pertanyaan sehingga terjadi proses tanya jawab meskipun ada beberapa yang tidak aktif namun ikut berpartisipasi masuk group dan mengisi pretest dan posttest. Output: Berdasarkan hasil evaluasi kami, masih kurangnya antusias dari warga terkait pemilihan prioritas masalah sehingga diskusi kurang kondusif dan beberapa diantara ibuibu teelihat masih belum begitu memahami akan pengetahuan KB. Outcome: Dari masyarakat sudah banyak yang menerapkan program KB dalam kehidupannya, hanya saja masih banyak dari ibu-ibu yang belum terlalu memahami manfaat dari berbagai jenis kontrasepsi KB tersebut apa saja. Med-Com Empowerment Journal Vol. 1 No. Desember 2024. Hal. 1 Ae 6 Gambar 1. Format Pencantuman Gambar KESIMPULAN Keluarga Berencana (KB) dapat diartikan sebagai suatu usaha yang mengatur banyaknya kehamilan semakin rupa sehingga berdampak positif bagi ibu, bayi, ayah serta keluarganya yang bersangkutan tidak akan meinmbulkan kerugian sebagai akibat langsung di kehamilan tersebut. Program KB adalah program yang diberlakukan pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk yang semakin tahun semakin Laju pertumbuhan penduduk sangat berpengaruh terhadap kerusakan lingkungan, untuk mengantisipasi hal tersebut perlu dilakukan upaya penekanan jumlah penduduk dan pelestarian lingkungan agar kualitas lingkungan tetap terjaga sehingga kualitas hidup manusia makin baik ke depannya. DAFTAR PUSTAKA