E-ISSN : 2722-3612 Hal: 82-90 This article is licensed under Vol. 5 No. 2, 2024 https://doi. org/10. 46838/jbic. Article Analisis Media Pembelajaran IPS Berdasarkan PAI Untuk Meningkatkan Kompetensi Sikap Peserta Didik Indari1A 1Program Studi Pendidikan IPS. Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. Universitas Negeri Surabaya 1ndhaindari@gmail. Coresponding Author: ndhaindari@gmail. ABSTRACT This study aims to analyze the feasibility and effectiveness of the results of the development of a social studies learning model based on religious education, using Thiagarajan's Four-D Model. This study has reached the dissemination stage, namely the stage of distribution to the MGMP of social studies subject teachers in Pamekasan The study was conducted at Mts As-Salafiyah Sumber Duko Pakong-Pamekasan. The analysis of social studies learning media based on PAI is a representation for religion-based learning that describes the characteristics of social studies integration from beginning to end. The development of a study of natural resource potential as religion-based material was carried out, the organization of learning activities refers to contextual learning and evaluation of student competency achievement authentically. Based on expert assessment, the learning model was declared feasible to use with the highest score of 89. Based on the results of the calculation of the average individual completeness in the pretest of 30. 4% of students were declared complete and the posttest 2% of students were declared complete. Based on these calculations, there was a significant increase of The analysis of learning media was declared effective in developing knowledge and attitudes of caring for the surrounding environment through writing activities. Writing activities support the concept of himanistic psychology, namely the teacher's efforts to accept and develop students' potential. Keywords: Learning Model. Social Studies. Islamic Religious Education. Competence Artikel Info Masuk Oktober 25, 2024 Revisi November 28, 2024 Diterima Desember 18, 2024 Terbit Januari 31, 2025 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia karena dapat menciptakan manusia yang berkualitas, berintelektual dan jauh dari Manusia yang berpendidikan atau berilmu tentu berbeda dari manusia yang tidak berpendidikan atau berilmu. Hal ini dapat dilihat dari cara berfikir, bertutur kata, cara berfikir dan meminta emosi. Pendidikan berperan besar dalam kehidupan manusia. Melalui pendidikan sesorang . dapat memperoleh pengetahuan, pemahaman dan pengalaman. Membentuk dan memperbaiki pola pikir karena meningkatkan informasi, pengetahuan dan pengalaman akan meningkatkan pemikiran, kemampuan menganlisis dan daya motivasi. Lingkungan pendidikan merupakan system yang terdiri dari banyak factor dan variable, seperti kebijakan sekolah (Hanum & Raharja, 2. Pendidikan harus mampu membangun manusia ataupun masyarakat yang memiliki perbedaan kebudayaan, etnis, ras dan agama untuk mencapai suatu hubungan yang harmoni sehingga tidak timbul konflik (Kurniawan. Sariyatun, & Joebagio, 2. A 2024 The Authors Published by MAN Insan Cendekia Jambi Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article Perkembangan zaman yang semakin maju dan dinamis, menyebabkan tujuan pendidikan islam menjadi dinamis dan transformative. Terkadang tujuan pendidikan islam bersifat idealis-stratis, dimana dalam hal ini memiliki rumusan tetap tetapi derajat kualitasnya berubah dan berkembang. Poin penting yang harus digaris bawahi bahwa tujuan pendidikana tidak boleh melepaskan diri dari nilai-nilai ilahiyah, hal ini menyebabkan perbedaan dalam rumusan pendidikan diantara para Antara para ahli satu dengan yang lain beda pandangan sesuai dengan displin ilmunya masing-masing serta latar belakang kondisi social yang beragam (Fuad. Tujuan pendidikan islam dirumuskan berdasarkan keinginan guru, program institusi, pembuatkebujakan dan lain-lain. Abdullah . dalam (Syafaruddin. Pasha, & Mahariah, 2. menyebutkan bahwa ilmu pendidikan islam merupakan fakta-fakta yang diungkapkan dari prinsip agaman yang membentuk landasan teoriteori pendidikan dengan kata lain kerangka pendidikan islam dapat menerima konstribusi konsep ilmu-ilmu. Pendidikan agama islam merupakan kegiatan yang terpisah dari aspek-aspek kehidupan masyarakat luas yang berlangsung dalam konteks keselarasan maupun keseimbangan dengan kegiatan-kegiatan, baik perorangan maupun kelembagaan dan dalam posisi yang saling memperkokoh atau memperkuat antara yang satu dengan yang lain. Salah satu factor penting dalam membinan keahlian dan membentuk kepribadian siswa dengan pendidikan agama. Kelangsunga dan perkembangan masyarakan islam dipengaruhi oleh pranata-pranata social, ekonomi, politik teknologi, moral dan etika. Upaya untuk mensintesis dan internalisasi nilai-nilai religius agar menjadi suatu sistem nilai yang mantap dan mendalam, sehingga benarbenar menjadi suatu pedoman dalam kehidupan sehari-hari perlu memperhatikan prinsif-prinsif kontinuitas, relevansi dan efektifitas. Pencapaian pembelajaran pendidikan IPS di sekolah perlu pemahaman dan pengembangan program pendidikan yang komprehensif. Program pendidikan IPS yang komprehensif tersebut menurut Sapriya . 9:48-. dalam (Susanto, 2. adalah program pendidikan yang mencakup empat dimensi, yaitu dimensi pengetahuan . , dimensi keterampilan . , dimensi nilai dan sikap . alue and attitud. , dan dimensi tindakan . Sehubungan dengan empat dimensi tersebut Kenworthy dalam (Susanto, 2. terdapat tiga karakteristik tujuan IPS, yaitu pendidikan kemanusian, pendidikan kewarganegaraan dan pendidikan intelektual. Pertama, pendidikan kemanusiaan memiliki arti bahwa IPS harus membantu anak-anaka memahami pengalaman dan menentukan arti dalam kehidupan. Tujuan ini terkandung dalam unsur pendidikan nilai. Kedua, pendidikan kewarganenagaan dalam hal ini siswa harus memiliki persiapan untuk berpartisiapasi dalam kehidupan masyarakat. Siswa harus meningkatkan prestasi sebagai bentuk tanggung jawab teketigarhadap negara. Tujuan ini lebih ditekankan pada kewarganegaraan. Ketiga pendidikan intelektual artinya anak-anak membutuhkan bimbingan dan arahan untuk memperoleh ide-ide untuk memecahkah masalah yang dikembangkan dari konsep-konsep ilmu social, dimana anak-anak dihadapkan pada upaya mengambil keputusan dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Secara singkat dapat dikatakan bahwa Pembelajaran IPS bertujuan untuk mengembangkan pada diri siswa pengetahuan Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan diri dan masyarakatnya (Ismail. Sukardi, & Surachman, 2. Pendidikan ilmu-ilmu sosial tidak mungkin dan tidak boleh melepaskan dirinya dari kewajiban mengembangkan aspek afektif. Afektif adalah tujuan yang berkenaan dengan aspek sikap, nilai dan moral. Sikap adalah kecenderungan psikologis seseorang terhadap benda, sifat, keadaan, pekerjaan, pendapatan, dan sebagainya. Nilai adalah sesuatu yang menjadi kriteria apakah suatu tindakan, pendapat, atau hasil kerja itu bagus/positif atau tidak bagus/negatif. Dan moral adalah kriteria yang menjadi dasar untuk menentukan apakah tindakan, pendapat, atau suatu hasil kerja itu baik atau tidak, boleh dilakukan atau tidak, dianggap merusak atau tidak bagi masyarakat atau bangsa (Hasan, 1. Pembelajaran IPS di sekolah, menunjukan indikasi bahwa pola pembelajaran yang di kembangkan oleh guru cenderung bersifat teks book oriented, hanya memindahkan pengetahuan secara utuh yang ada di kepala guru kepada kepala murid. Akibatnya guru telah merasa mengajar dengan baik, namun pada kenyataannya murid tidak belajar. Disamping itu pola pembelajaran yang demikian menyebabkan siswa jenuh, siwa tidak di ajarkan berpikir logis hanya mementingkan pemahaman dan hafalan. Banyaknya materi yang harus di hafal, menyebabkan kemampuan berpikir logis, kemampuan mengingat dan konsentrasi siswa jadi menurun Pembelajaran IPS di sekolah melahirkan output instrumental yang tidak kuat . ot powerfully instrumental out-pu. , tidak mampu memberikan peluang kepada siswa untuk memberdayakan dirinya (Sukardi, 2. , yang lebih banyak mengacu pada kebutuhan formal daripada kebutuhan real siswa yang cenderung sangat Hal ini menyebabkab minimnya pengetahuan dan pemahaman sikap siswa karena model pembelajaran yang diguanakan kurang berorientasipada pendidikan agama. Dengan permasalahan tersebut maka dibutuhkan suatu kajian dan inovasi pengembangan model pembelajaran IPS yang lebih efektif dana sesuai dengan kebutuhan saat ini guna mengambangkan sikap siswa menambah wawasan dan pengetahuan siswa dari keterkaitan pembelajaran IPS dengan pendidikan agama. Pendidikan tidak hanya menjadikan orang sekedar mengenal atau paham akan nilai-nilai kebaikan, melainkan sadar dan mengamalkan nilai-nilai kehidupan tersebut dalam kehidupan sehari-hari sebagai karakter yang positif atau kepribadian yang mulia. Karena pada dasarnya hakekat pendidikan bukan hanya sekedar transfer of knowledge tetapi juga transfer of values dalam arti penanaman dan pengamalan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari akan lebih berarti dibandingkan hanya sekedar hafal atau tahu tentang ilmu pengetahuan. IPS merupakan mata pelajaran yang membahas tentang manusia dan kehidupan sosialnya. IPS mempunyai tugas mulia dan menjadi pondasi penting bagi pengembangan intelektual, emosional, kultural, dan sosial peserta didik, yaitu mampu menumbuhkembangkan cara berpikir, bersikap, dan berperilaku yang bertanggungjawab selaku individu, warga masyarakat, warga negara, dan warga dunia. Perencanaan kurikulum merupakan proses yang melibatkan kegiatan yang mengumpulkan, penyortiran, sintesis dan seleksi informasi yang relevan dari berbagai sumber. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk merancang dan mendesain pengalaman-pengalaman belajar yang memungkinkan peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran. Perencanaan Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article kurikulum pendidikan Islam mensyaratkan adanya muatan materi kurikulum yang memiliki jangkauan yang lebih jauh yaitu tidak hanya membekali siswa dengan seperangkat kompetensi keduniawian . rtinya siap kerj. saja dengan skill, kecakapan hidup dan kompetensi lainnya, tetapi juga muatan mata pelajaran yang membekali siswa untuk siap dalam menghadapi kehidupan yang lebih abadi atau kekal yaitu menghadap kehadirat Allah SWT. Sehingga jangkauan perencanaan kurikulumnya tidak hanya berbunyi dunia-kerja, tetapi dunia-akhirat. Perencanaan kurikulum pembelajaran IPS berbasis pendidikan agama telah melibatkan banyak unsur dalam menentukan tujuan pembelajaran, menentukan tujuan pembelajaran, situasi pembelajaran yang menyenangkan untuk siswa serta mempertimbangkan keefektifan dalam pembelajaran. Sehingga tanpa perencanaan kurikulum, sistematika berbagai pengalaman belajar tidak akan saling berhubungan dan tidak mengarah pada tujuan yang diharapkan. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan ataua research and development (R&D). penelitian ini menghasilkan pengintegrasian modul IPS berbasis pendidikan agama. Tujuan dari pengujian ini ialah untuk mendapatkan data sehingga dapat diketahui apakah produk yang disusun peneliti dapat digunakan oleh umum dan skala lebih luas. Oleh karena itu diperlukan penelitian untuk menguji produk yang dibuat, sehinga penelitian ini dan pengembangan memiliki keberlanjutan. Pengembangan model pembelajaran IPS berbasis pendidikan agama di Mts AsSalafiyah Sumber Duko merupakan suatu upaya untuk mendukung terciptanya pembelajaran IPS yang tidak hanya berfokus pada kebenaran social saja, melainkan juga memperhatikan kondisi siswa terhadap pendidikan agama. Subjek dalam penelitaian ini adalah siswa kelas VII C Mts Assalafiyah Sumber Duko dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2020/2021. Penelitian ini dilaksanakan di kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan, lebih tepatnya Lembaga Pendidikan Mts As-Salafiyah Sumber Duko. Lokasi penelitian terletak di desa Sumber Duko. Kecamatan Pakong. Kabupaten Pamekasan. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2020. Pemilihan waktu disesuaikan berlangsungnya pembelajaran IPS bertema AuPotensi Sumber Daya Alam IndonesiaAy yang relevan dengan model pembelajran yang dikembangkan oleh peneliti. Upaya tersebut dilakukan untuk menguji kepraktisan dan efektivitas bahan ajar yang disusun oleh peneliti. Prosedur penelitian ini menggunakan Four D-Model yang dikembangkan oleh Thiagarajan . Tahap pengembangan Four D-Model terdiri dari 4 tahapan, yaitu . tahap pendefiisian . tahap perancangan . tahap pengembangan . tahap penyebaran . Pada tahap penyebaran ini produk yang dihasilkan nantinya. Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article Gambar 1. Alur pengembangan Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan uji coba dilakukan di lapangan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran IPS dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis pendidikan agama di Mts As-Salafiyah Sumber Duko. Kegiatan dilakukan dengan . melakukakn eksperimen untuk melihat efektifitas model. melakukan analisis terhadap data hasil uji coba. melakukan revisi terhadap data hasil uji coba. Uji coba model pembelajaran berimolikasi pada hasil belajar siswa. Bberikut ini hasil pemaparan hasil belajar siswa kelas VII C Mts As-Salafiyah Sumber duko. Hasil Belajar Siswa. Setelah proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran IPS berbasis pendidikan agama pada kelas ekperimen selesai. Hasil belajar maliputi aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan. Berikut ini pemaparan hasil belajar peserta didik berdasarkan hasil analisi lembar kerja siswa. Pembelajaran IPS berbasis pendidikan agama dilaksanakan dengan menyajikan konten pengelompokan sumber daya alam yang ada didaerah sekitar tempat tinggal. Peserta didik memahami konsep ruang . okasi, potensi, flora dan faun. dan interaksi antar ruang di Indonesia. Hal ini di tunjukkan dengan hasil lembar kerja siswa Dwi Safitri . sebagai berikut. sumber daya alam yang dapat diperbaharui seperti kayu . umbuhan, hewan, sayuran dan buah-buahan. Sedangkan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui berupa minyak bumi dan batu bara (Lembar kerja siswa, 2. Ay. Berdasarkan pernyataan Dwi Safitri kelas VII C tersebut, dipahami bahwa siswa mampu mengelompokan sumber daya alam, berdasarkan klasifikasi sumberdaya alam yang dapat diperbaharui dan sumber daya alam yang tidak dapat Siswa mampu mengemukan pendapat mengenai kondisi hutan Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article Indonesia saat ini. Berikut pemaparan Selviani . Kondisi hutan Indonesia semakin hari semakin rusak dan habis karena dimafaatkan secara berlebihan. Rusaknya hutan mengakibatkan rusaknya habitat hewan yang ada didalmnya (Lembar kerja siswa, 2. Ay. Berdasarkan penyataan diatas menunnjukkan bahwa siswa menyadari ekpoitasi berlebihan pada hutan dan merusak lingkungan itu sendiri serta rusaknya habitat yang ada didalmnya. Pernyataan tersebut diperkuat dengan pemaparan dari Yuni Alviana . , bahwa pemanfaatan sumber daya alam dilakukan seperlunya tidak dengan ekploitasi berlebihan. Selain untuk menjaga habitat asli yang ada di alam, juga untuk menjaga ketersediaan sumber daya alam. Penebangan hutan secara terus menerus dapat mengakibatkan tanah longsor dan hewan-hewan kehilangan tempat tinggal, serta rusaknya ekosistem hutanAy. Siswa mampu mendeskripsikan cara mengolah, memelihara dan melestarikan sumber daya alam yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Indonesia dalam aspek ekonomi, social budaya dan pendidikan. Siswa mampu menyajikan hasil pengamatan tentang upaya-upaya memelihara maupuh mengeloha sumber daya alam yang ada dilingkungan sekitar. Pada pernyataan Lisa Fitriyah . dan Wiwis Yuliana . menunjukan pencapaian kompetensi bahwa siswa mampu menyajikan hasil pengamata tentang pelestarian alam dilingkungan sekitar. Secara konstektual siswa mampu menyajikan kompetensi tersebut dengan menyajikan hasil pengamatan dalam lingkungan tempat tinggal. Berikut pemaparan hasil pengamatan Lisa fitriyah . dan Wiwis Yuliana . terkait hal tersebut memanfaatkan berbagai sumber daya alam denga efesien. penanaman kembali hutan yang gundul. menjaga kebersihan lingkungan. dan membuat terasering pada pertanian dan pegununganAy. Pernyataan tersebut manunjukkan bahwa siswa menyadari pemanfaan sumber daya alam dengan baik. Ditunjukkan dengan pernyataan penanaman hutan kembali atau dengan kata lain disebut dengan reboisasi, yakni hutan yang gundul dilakukakan penanaman kembali agar dapat berfungsi dengan baik yakni sesuai dengan peruntukannya. Pemanfaatan sumber daya alam yang dimaksud terkit erat dengan berbagai tindakan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup. Pada tahap ini pemanfaan sumber daya alam oleh penduduk, dimana sebagaian besar masyarakat Indonesia menggeluti bidang pertanian, perkebunan, perikanan, perkebunan dan peternakan. Menjaga kebersihan lingkungan dan membuat tersering pada pertanian dan pegunungan menunnjukakan bentuk pelestarian alam. Berdasarkan pernyataan tersebut, menunnjukan bahwa siswa menyadari bahwa kondisi lingkungan yang bersih berdampak pada lingkungan yang terjaga, udara bersih serta terhindar dari banjir akibat buang sampah sembarangan. Hal tersebut menunjukan bahwa siswa mampu munjukan sikap peduli lingkungan, mengetahui pengetahuan kondisi lingkungan alam, dan menunjukan keterampilan ranah abstrak yang secara tidak langsung bersinggungan dengan keterampilan berkomunikasi. Aktivitas menulis menjadi upaya guru mendorong siswa mengembangkan keterampilan menulis. Aktivitas menulis menuntut siwa mengembangkan kemampuan mengingat, mengorganisasikan, menerapkan, mengevaluasi atas materi yang telah diamati. Secara komprehensif, hasil tulisan siswa menggambarkan konstruk pengetahuan tentang kondisi lingkungan sekitar, dan Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article sikap peduli terhadap lingkungan serta keterampilan ranah abstrak. Ketuntatasan Individu standart yang digunakan untuk menentukan ketuntasan hasil belajar siswa apabila seorang siswa dapat dikatakan tuntas apabila nilai memenuhi KKM Ou 75. SIMPULAN Model pembelajaran IPS berbasis agama merupakan representative bentuk pembelajaran berbasis agama yang menggambarkan karakteristik keterpaduan IPS dari awal sampai akhir. Untuk itu peneliti melakukan pengembangan pada materi pembelajran berbasis agama, evaluasi pencapaian kompetensi siwa. Kelayakan model pembelajaran divalidasi oleh tiga validator. Berdasarkan ahli validasi 1 yang melakukan penilaian pada modul pembelajaran menunjukkan rata-rata presentase penilaian sebesar 82,8% dengan kriteria valid dan layak digunakan dalam Selanjutnya penilaian ahli validasi 2 pada perengkat pembelajaran menunjukkan rata-rata presentas sebesar 80% termasuk kriteria valid dan layak digunakan dalam pembelajaran. Penilaian terakhir diberikan pada ahli praktisi dengan menunjukkan rata-rata penilaian sebesar 89,5% termasuk dalam kriterian valid dan layak digunakan dalam pembelajaran. REFERENSI