EDUMANDIRI: JURNAL ILMU PENDIDIKAN DASAR Vol 01. No. Januari-Juni 2025 ISSN 3089-9575 https://ojs. id/index. php/edumandiri Implementation of Islamic Education in Learning in RA Al-Hidayah Buntok. South Barito District Tri Maulida Sari1. Ali Iskandar Zulkarnain2. Saudah3 123 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya. Jl. Obos No. Menteng. Kec. Jekan Raya. Kota Palangka Raya. Provinsi Kalimantan Tengah 73112, . nC E-mail: trimaulidasari26@gmail. Abstract The implementation of Islamic Religious Education in learning is an effort to instill religious values in Early Childhood, while the basics of Islamic Religious Education are taught to early childhood about Worship Education. Al-Qur'an Hadith, and Islamic Stories. The purpose of this study is to describe the implementation of Islamic religious education in learning. This research uses descriptive qualitative method. The data sources of this research are primary data sources for Class Teachers and Class B1 students at RA Al-Hidayah Buntok. South Barito Regency. The secondary data source is the principal of RA Al-Hidayah Buntok. South Barito Regency. The informants in this study were the principal of RA Al-Hidayah Buntok. South Barito Regency and the parents/guardians of the students of RA Al-Hidayah Buntok. South Barito Regency. Data collection techniques through: interviews, documentation and observation. Furthermore, the technical analysis of data in this study is data collection techniques, data reduction, data presentation, and drawing conclusions and The results of this study indicate that the implementation of Islamic religious education in learning at RA Al-Hidayah Buntok. South Barito Regency refers to the planning, implementation, and evaluation that have been designed by the teacher. Keywords: Early Childhood. Implementation. Islamic Religious Education Learning Abstrak Implementasi Pendidikan Agama Islam dalam pembelajaran merupakan upaya untuk menanamkan sejak dini nilai-nilai keagamaan pada Anak Usia Dini, adapun pokok Pendidikan Agama Islam yang diajarkan kepada anak usia dini tentang Pendidikan Ibadah. Al-QurAoan Hadits, dan Kisah Islami. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskrisikan tentang Implementasi Pendidikan Agama Islam dalam Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini yaitu sumber data primer Guru Kelas dan Peserta didik kelas B1 di RA Al-Hidayah Buntok Kabupaten Barito Selatan. Sumber data sekunder yaitu Kepala sekolah RA Al-Hidayah Buntok Kabupaten Barito Selatan. Informan dalam penelitian ini yaitu Kepala sekolah RA Al-Hidayah Buntok Kabupaten Barito Selatan dan Orang tua/wali peserta didik RA Al-Hidayah Buntok Kabupaten Barito Selatan. Teknik pengumpulan data melalui: observasi, wawancara, dan Selanjutnya teknis analisis data dalam penelitian ini yaitu teknik pengumpulan data, eduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Implementasi Pendidikan Agama Islam dalam pembelajaran di RA Al-Hidayah Buntok Kabupaten Barito Selatan mengacu kepada perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang telah dirancang oleh guru. Kata Kunci: Anak Usia Dini. Implementasi. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Tri Maulida Sari. Ali Iskandar Zulkarnain. Saudah / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 38 - 46 PENDAHULUAN Pelayanan pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting sebagai dasar penyelenggaraan pendidikan yang bermutu, sehingga dapat memberi manfaat bagi dunia pendidikan supaya (Umam, 2. Layanan pendidikan dimulai sejak anak usia dini karena Pendidikan Anak Usia Dini berperan sangat penting dalam menanamkan fondasi utama pada perkembangan pribadi anak. Adapun layanan pendidikan sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa: Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK). Raudatul Athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal berbentuk Kelompok Bermain (KB). Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh Pendidikan dalam pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang dijalani oleh peserta didik dalam upaya untuk mencapai tujuan pendidikan (Susilo dkk. , 2. Sehingga layanan pembelajaran yang dilaksanakan di lembaga PAUD meliputi proses pembelajaran yang mengacu kepada kurikulum, proses pendidikan dalam pembelajaran berlangsung interaksi pada komponen-komponen peserta didik dan pendidik, adapun dalam muatan pendidikan dalam penelitian ini adalah muatan Pendidikan Agama Islam. yang juga dapat dilaksanakan dilembaga-lembaga agama Islam khususnya juga terdapat di RA Al-Hidayah Buntok Kabupaten Barito Selatan. Pentingnya pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi anak usia dini karena dengan Pendidikan Agama Islam akan menambah pengetahuan beragama bagi anak (Sari, 2. Ilmu pengetahuan yang dimilikinya akan memudahkan anak dalam menjalani kehidupan secara seimbang antara jasmani dan rohani, sebab Pendidikan Agama Islam juga dapat memberikan masukan mengenai kebutuhan tersebut terutama dapat memberikan manfaat yang besar pada pengetahuan ibadah. Al-qurAoan Hadits, dan kisah islami serta diharapkan dapat diterapkan anak dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, rumusan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Pendidikan Agama Islam dalam pembelajaran di RA AlHidayah Buntok Kabupaten Barito Selatan. Tri Maulida Sari. Ali Iskandar Zulkarnain. Saudah / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 38 - 46 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui implementasi Pendidikan Agama Islam dalam Pembelajaran di RA Al-Hidayah Buntok Kabupaten Barito Selatan, adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tiga teknik yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun sumber data dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua sumber data yaitu . Sumber data primer seperti guru kelas B1 pada sentra IMTAQ di RA Al-Hidayah Buntok Kabupaten Barito Selatan dan Peserta didik Kelas B1 pada sentra IMTAQ di RA Al-Hidayah Buntok Kabupaten Barito Selatan. Sumber data sekunder seperti Kepala sekolah RA AlHidayah Buntok Kabupaten Barito Selatan. Data Dokumen berupa: Program Mingguan dan RPPH. Selanjutnya teknis analisis data dalam penelitian ini yaitu teknik pengumpulan data, eduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Perencanaan Pendidikan Agama Islam dalam Pembelajaran di RA Al-Hidayah Buntok Kabupaten Barito Selatan Guru untuk siswa kelompok B1 RA Al-Hidayah Buntok Kabupaten Barito Selatan khususnya pada sentra imtaq berjumlah 3 orang dan siswa kelompok B1 Sentra Imtaq berjumlah 22 siswa. Adapun Pendidikan Agama Islam dalam pembelajaran di RA Al-Hidayah yang diberikan oleh sekolah kepada peserta didik melalui pembelajaran dengan muatan diantaranya pendidikan ibadah. Al-QurAoan hadits, dan kisah Islami. Perencanaan Pendidikan Agama Islam dalam pembelajaran yang diberikan oleh sekolah kepada peserta didik sebagai pembelajaran untuk anak usia dini di RA dilakukan setiap hari disesuaikan dengan rencana pelaksanaan pembelajaran mingguan (RPPM) dan rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH). Selain itu, pembelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan suatu tatanan dari beberapa komponen pembelajaran yang terorganisir maupun saling terkait yang isinya termuat dalam nilai-nilai agama Islam secara universal untuk sebagai pedoman berperilaku, berfikir, dan berkehendak untuk mencapai perjalanan hidup sampai Karena Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu pedoman hidup secara mendalam dan luas (Amin, 2. Oleh karena itu, pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan potensi anak didik dalam mencapai tujuan pembelajaran yang mencakup Pendidikan Agama Islam dalam muatan pendidikan ibadah. QurAoan hadits, dan kisah islami secara sempurna. Sehingga perencanaan Pendidikan Agama Tri Maulida Sari. Ali Iskandar Zulkarnain. Saudah / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 38 - 46 Islam dalam pembelajaran diberikan kepada anak dapat disesuaikan dengan jenjang anak didik sebelum memberikan pembelajaran kepada peserta didik maka jenis pembelajaran perlu diperhatikan terlebih dahulu sesuai atau tidaknya dengan usia anak, sehingga pengaturannya dapat berjalan secara efektif dan terarah. Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam dalam Pembelajaran di RA Al-Hidayah Buntok Kabupaten Barito Selatan Pendidikan Agama Islam merupakan suatu yang mengenalkan nilai-nilai agama kepada anak usia dini khususnya pada agama Islam, yaitu sehingga dapat membentuk semua perilaku anak baik pola perilaku maupun mengasah potensi diri sebagai individu makhluk sosial dan hamba Allah. Oleh karena itu, perkembangan agama pada anak dapat membantu anak untuk tumbuh subur dengan harusnya dilatih menggunakan cara yang menyenangkan sehingga anak tidak merasa terpaksa untuk melakukan berbagai kegiatan keagamaan (Tanfidiyah, 2. Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam dalam pembelajaran akan dapat membangun, membina dan menumbuh kembangkan kualitas peserta didik secara terstruktur dan berkelanjutan dalam penanaman nilai-nilai keagamaan. Melalui pendidikan peserta didik dapat tumbuh serta berkembang sesuai waktu dan bawaannya, hingga anak ataupun peserta didik dapat melaksanakan tugasnya sebagaimana fungsinya (Wulandari dkk. , 2. Oleh karena itu, pelaksanaan Pendidikan Agama Islam dalam pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan potensi anak didik dalam mencapai tujuan pembelajaran yang mencakup Pendidikan Agama Islam dalam muatan pendidikan ibadah. QurAoan hadits, dan kisah islami secara sempurna. Sehingga diketahui dari kesimpulan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi dalam penelitian ditemukan bahwa pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di RA Al-Hidayah Buntok Kabupaten Barito Selatan dalam pembelajaran sudah terprogram dari sekolah melalui tahap perencanaan yang sudah diatur melalui RPPH, sehingga pada pelaksanaan Pendidikan Agama Islam dalam pembelajarannya sudah tersusun rapi yang dimulai dari Kegiatan awal. Kegiatan bersama. Pijakan sebelum main. Pijakan saat main. Pijakan setelah main. Makan bersama dan Kegiatan akhir oleh karena itu dapat terlihat dalam pelaksanaan pendidikan Agama Islam di RA Al-Hidayah Buntok Barito Selatan terlaksana secara efektif dan lebih terarah. Evaluasi Pendidikan Agama Islam dalam Pembelajaran di RA Al-Hidayah Buntok Kabupaten Barito Selatan Evaluasi Pendidikan Agama Islam merupakan kegiatan untuk menentukan suatu aktivitas dalam Pendidikan Agama Islam. Evaluasi diterapkan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pada seorang pendidik ataupun peserta didik dari Tri Maulida Sari. Ali Iskandar Zulkarnain. Saudah / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 38 - 46 seluruh aspek Pendidikan Agama Islam (Hamdanah, 2. Sehingga evaluasi Pendidikan Agama Islam merupakan suatu tindakan yang dilakukan guru untuk mengetahui kemampuan pemahaman anak dalam suatu pembelajaran. Oleh karena itu dapat diketahui, tidak hanya pada perencanaan dan pelaksanaan saja yang diperlukannya koordinasi, akan tetapi dalam proses evaluasi penyelenggaraan suatu pendidikan Agama Islam dalam satuan pendidikan perlu melaksanakan koordinasi yang baik, untuk dapat menghasilkan suatu data yang akurat dan berupa hasil instrumen dari hasil pemantauan yang menggambarkan hasil penyelenggaraan Pengembangan Anak Usia Dini (Akbar, 2. Evaluasi dalam konteks pelaksanaan Pendidikan Agama Islam, menjadi sesuatu yang perlu dilakukan karena evaluasi merupakan tahap untuk menentukan kemampuan dan nilai anak dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Islam. Sehingga diketahui dari kesimpulan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi dalam penelitian ditemukan bahwa evaluasi pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di RA Al-Hidayah Buntok Kabupaten Barito Selatan terlaksana dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat dari evaluasi Pendidikan Agama Islam dalam pembelajaran khsususnya di sentra IMTAQ guru selalu memberikan evaluasi kepada peserta didik pada saat pembelajaran berakhir yang bertujuan untuk menentukan kemampuan anak dalam suatu pembelajaran. Muatan Pendidikan Agama Islam dalam Pembelajaran di RA Al-Hidayah Buntok Kabupaten Barito Selatan Muatan Pendidikan Agama Islam dalam penelitian ini terdapat beberapa muatan yang diantaranya yaitu Pendidikan Ibadah. Al-QurAoan Hadits, dan Kisah Islami pada sentra imtaq: Pendidikan Ibadah Pendidikan ibadah menjadi sesuatu yang utama karena pendidikan ibadah merupakan dasar dari Pendidikan Agama Islam. Pendidikan ibadah dapat diterapkan baik di sekolah maupun di rumah seperti sholat, dan doa-doa yang Adapun pembelajaran ibadah bagi anak usia dini yaitu: Pertama, sholat merupakan perantara yang menjadi suatu hal penting sebagai pembentukan tameng agama bagi seorang anak dalam menjalankan tanggung jawabnya (Mujiburrahman. Sehingga sholat dapat diambil kesimpulan merupakan sesuatu amalan yang diperhitungkan Allah dan yang menghubungkan akal secara langsung dengan pencipta, sehingga sholat dapat disebut sebagai media terbesar penghubung antara hamba dan penciptanya Tri Maulida Sari. Ali Iskandar Zulkarnain. Saudah / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 38 - 46 Kedua, berdoa merupakan kecenderungan kepada sesuatu pada diri kita melalui suara dan kata-kata yang menuntut ataupun mengaharap kebaikan (Mursalim, 2. Sehingga dapat diambil kesimpulan berdoa merupakan suatu bentuk bagian dari ibadah sebagai bentuk permohonan kepada Allah dalam penghambaan manusia yang dilakukan dengan melalui suara dan kata-kata yang mengaharap kebaikan. Al-QurAoan Hadits Pembelajaran QurAoan Hadits yang demikian ini akan mampu melatih anak untuk dapat mengembangkan potensinya serta memahami sumber ajaran islam dalam proses pengembangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan anak mengerti tentang apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan dalam ajaran Islam. Adapun muatan dalam pembelajaran Al-QurAoan Hadits yaitu: Pertama. Huruf hijaiyah adalah huruf arab yang merupakan dasar-dasar untuk membaca Al-QurAoan sebagai sesuatu hal yang penting dan harus dikenalkan kepada anak sebagai bentuk pendidikan dikarena huruf hijaiyah tersebut akan juga dapat digunakan dalam bacaan sholat dan doa yang menggunakan bahasa arab dengan tulisan huruf hijaiyah (Halimah dkk. , 2. Oleh karena itu, huruf hijaiyah ini dapat disebut sebagai bentuk pedoman sebelum dapat melafalkan huruf arab secara sempurna sehingga huruf hijaiyah ini merupakan suatu dasar dalam mencapai tujuan untuk dapat melafalkan bahasa arab, maupun Al-QurAoan. Kedua. Surah-surah pendek adalah surat yang terdapat dalam Al-QurAoan pada Surat pendek memiliki jumlah ayat yang lebih sedikit dari surah-surah lainya, selain itu surah pendek yang diketahui adalah surah yang terdiri dari surah An-Naas sampai dengan surat surat Ad-Duha (Aryani, 2. Sehingga disimpulkan bahwa surah pendek merupakan suatu surah yang terdapat dalam Al-QurAoan dengan isinya relatif sedikit, singkat, bahkan pendek-pendek yang biasa terdapat dalam juz terakhir yaitu juz 30. Ketiga, hadis yaitu bersumber dari wahyu Allah maupun ijtihad pribadi atas bimbingan wahyu serta sebagian lagi berdasarkan sisi kemanusiaan Nabi seperti pendapat dan perkataan nabi (Isnaeni & Suryadilaga, 2. Sehingga hadits dapat diketahui merupakan sesuatu yang biasa disebut dengan As-Sunnah yang berarti perkataan, perbuatan ataupun pengakuan Rasul Allah Swt. Kisah Islami Kisah islami merupakan suatu kisah yang juga dapat manfaat dalam mengembangkan imajinasi anak, menambah pengalaman, melatih daya konsentrasi, menambah pembedaharaan kata atau bahasa, menciptakan suasana yang akrab, melatih daya tangkap, mengembangkan perasaan sosial, mengembangkan emosi Tri Maulida Sari. Ali Iskandar Zulkarnain. Saudah / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 38 - 46 anak, melatih pendengaran, mengenal nilai positif dan negatif, menambah pengetahuan (Mursid, 2. Selain itu, kisah Islami juga merupakan kisah yang mengajarkan tentang nilai-nilai keislaman, yang di dalamnya mengisahkan tentang kisah-kisah Nabi dan Rasul. Sahabat-sahabat Nabi, kisah tentang keteladanan akhlak, tingkah laku, dan yang berkaitan dengan Islami. Sehingga Pembelajaran kisah Islami juga termasuk. Berdasarkan hal tersebut pada muatan Pendidikan Agama Islam dalam pembelajaran khusus di antaranya pada muatan pendidikan ibadah. Al-QurAoan hadits dan kisah islami di RA Al-Hidayah Buntok Kabupaten Barito Selatan dapat disimpulkan pendidikan ibadah. Al-QurAoan hadits, dan Kisah Islami diketahui dari kesimpulan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi dalam penelitian ditemukan bahwa terlaksana dengan baik dan maksimal dengan tuntunan serta bimbingan dari guru dalam segala bentuk pendidikan ibadah sehari-hari serta tata cara pelaksanaannya, seperti praktek sholat, dan mengenal bacaan doa-doa seharihari. Anak diajarkan untuk mampu mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai seperti dalam huruf hijaiyah, pelafalan surah-surah pendek, dan hadits dengan dituntun oleh guru secara bersama dengan anak. Serta dalam kisah Islami dalam pembelajaran yang dilaksanakan disekolah telah dilaksanakan sesuai dengan RPPH yang berlaku di dalamnya dimuat dengan kisah Nabi, sahabat Nabi, serta kisah yang lainnya seperti tentang moral yang bertujuan untuk mendidik anak melalui dari kisah Islami. Metode Pendidikan Agama Islam dalam Pembelajaran di RA Al-Hidayah Buntok Kabupaten Barito Selatan Metode pelaksanaan Pendidikan Agama Islam dalam pembelajaran pada penelitian ini yaitu metode pembiasaan, keteladanan, dan demonstrasi pada sentra Pertama. Metode pembiasaan yang merupakan metode penting, terutama bagi anak-anak. Dikarenakan metode pembiasaan akan dapat membantu anak dalam membiaskan dirirnya dalam suatu hal yang baik, sehingga mereka akan mengubah seluruh sifat-sifat baik menjadi kebiasaan. Oleh karena itu, jiwanya dapat dengan mudah menunaikan kebiasaan itu tanpa banyak kesulitan (Akbar, 2. Sehingga dalam hal metode pembiasaan pada pelaksanaan Pendidikan Agama Islam dalam pembelajaran merupakan tingkat keberhasilan dalam membimbing anak serta melaksanakan pendidikan Agama Islam di sekolah. Kedua. Metode Pembelajaran keteladanan yang dapat diartikan sebagai suatu satu cara atau jalan yang akan ditempuh seseorang dalam mencapai suatu proses pendidikan melalui perbuatan ataupun tingkah laku yang patut ditiru . (Akbar, 2. Ketiga. Demonstrasi yang merupakan metode yang lebih menekankan pada pengamatan Tri Maulida Sari. Ali Iskandar Zulkarnain. Saudah / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 38 - 46 agar anak dapat belajar secara langsung. Proses melihat akan memudahkan direkam anak dalam memorinya sehingga selalu dapat diingat (Akbar, 2. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa metode demontrasi merupakan metode pembelajaran yang lebih menekankan pada pengamatan dan menyajikan materi pembelajarannya dengan memperagakan atau memberi contoh kepada peserta didik proses yang akan dipelajari. Sehingga dalam pembelajaran anak-anak perlu diterapkan menggunakan metode demonstrasi, karena dengan metode demonstrasi ini guru lebih mempraktekannya secara langsung agar anak dapat langsung melihat dan menirukannya baik itu tentang tingkah laku, keterampilan, kecakapan, serta pola pikir tertentu. KESIMPULAN Implementasi Pendidikan Agama Islam dalam Pembelajaran di RA AlHidayah Buntok Kabupaten Barito Selatan terlaksana dengan baik, hal tersebut dapat dibuktikan bahwa guru di RA Al-Hidayah dapat melaksanakan Pendidikan Agama Islam dalam Pembelajaran sesuai dengan rencana program pembelajaran yang disesuaikan dengan petunjuk teknis pengembangan pembelajaran PAI di RA. Adapun Pendidikan Agama Islam dalam pembelajaran yang dilaksanakan yaitu pendidikan ibadah. Al-QurAoan hadits, dan kisah Islami. Selain itu, terhadap evaluasinya dilakukan untuk mengetahui tingkat kemampuan yang dimiliki anak terhadap pembelajaran yang diberikan sehingga Metode yang digunakan pada Pendidikan Agama Islam dalam Pembelajaran di RA Al-Hidayah Buntok Kabupaten Barito Selatan, ialah metode demonstrasi yang mencakup isinya tentang pelaksanaan dalam suatu pembelajaran seperti guru atau pendidik memberikan contoh kepada anak dalam pembelajaran misalnya secara praktek sholat guru atau pendidik memberikan contoh dan anak menirukan apa yang diperintah dan dilakukan guru pada saat pembelajaran, metode pembiasaan dilaksanakan seperti pembiasaan melafalkan doAoa sehari-hari, hadits, dan surah pendek serta metode keteladanan yang mencakup pembelajaran tentang pengembangan bentuk sosial dan moral spiritual anak dalam melaksanakan pembelajaran seperti dalam hal pengucapan kalimat thaibah, sehingga ketiga metode ini yang diterapkan dalam pembelajaran Agama Islam mencakup pendidikan ibadah. Al-QurAoan hadits, dan kisah Islami, hal tersebut bertujuan agar terlaksananya pembelajaran sesuai dengan UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada RA Al-Hidayah atas dukunganya sehingga penelitian dengan judul AuImplementation of Islamic Education in Learning in RA Al-Hidayah Buntok. South Barito DistrictAy dapat terlaksana dengan baik. Tri Maulida Sari. Ali Iskandar Zulkarnain. Saudah / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 38 - 46 REFERENSI