JURNAL REKAYASA MESIN (JRM) Hal: 99-99 Vol. XX. No. XX. April 2024 e-ISSN: 2988-7429. p-ISSN: 2337-828X https://ejournal. id/index. php/jurnal-rekayasa-mesin Analisis Pengaruh Jenis SAE (Viskosita. Oli Bekas Terhadap Waktu Konsumsi dan Temperatur Pada Alat Kompor Oli Bekas Mochammad Arya Al Fahrurrozi1. Ferly Isnomo Abdi2,Warju 3. Dyah Riandadari4 1,2,3,4 Teknik Mesin. Fakultas Vokasi. Universitas Negeri Surabaya. Indonesia 60231 E-mail: ferlyabdi@unesa. Abstrak: Penelitian ini mengkaji pengaruh jenis SAE . oli bekas sebagai bahan bakar pada kompor oli bekas terhadap waktu konsumsi dan temperatur pembakaran, serta mempelajari cara pengujian viskositas oli bekas menggunakan viscometer Ostwald. Masalah pencemaran lingkungan oleh oli bekas menjadi perhatian utama karena merusak kualitas air tanah dan membunuh mikroorganisme penting. Metode penelitian menggunakan eksperimen dengan tiga jenis oli bekas (SAE 5W-30, 10W-40, 20W-. Pengujian viskositas dilakukan menggunakan viscometer Ostwald, lalu oli bekas digunakan sebagai bahan bakar kompor, dan diukur waktu konsumsi serta temperatur pembakarannya. Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi viskositas oli, semakin lama waktu aliran dalam viscometer dan semakin tinggi temperatur pembakaran. Waktu aliran ratarata untuk air, oli 5W-30, 10W-40, dan 20W-50 masing-masing adalah 1. 08, 5. 22, 5. 72, dan 6. 23 detik. Waktu konsumsi rata-rata untuk oli 5W-30, 10W-40, dan 20W-50 adalah 2182, 2240, dan 2357 detik, dengan temperatur pembakaran berturut-turut 821. 23AC, 831. 37AC, dan 848. 77AC. Kesimpulannya, semakin tinggi viskositas oli, semakin lama waktu konsumsi dan semakin tinggi temperatur pembakaran. Kata kunci: Jenis SAE. Oli bekas. Viscometer Ostwald. Viskositas Oli Abstract: This research examines the effect of SAE type . of used oil as fuel in used oil stoves on consumption time and combustion temperature, and studies how to test the viscosity of used oil using an Ostwald viscometer. The problem of environmental pollution by used oil is a major concern because it damages groundwater quality and kills important microorganisms. The research method used experiments with three types of used oil (SAE 5W-30, 10W-40, 20W-. Viscosity testing was conducted using an Ostwald viscometer, then the used oil was used as stove fuel, and the consumption time and combustion temperature were measured. The results showed that the higher the viscosity of the oil, the longer the flow time in the viscometer and the higher the combustion temperature. The average flow times for water, 5W-30, 10W-40, and 20W-50 oils were 08, 5. 22, 5. 72, and 6. 23 seconds, respectively. The average consumption times for 5W-30, 10W-40, and 20W50 oils were 2182, 2240, and 2357 seconds, with combustion temperatures of 821. 23AC, 831. 37AC, and 77AC, respectively. In conclusion, the higher the oil viscosity, the longer the consumption time and the higher the combustion temperature. Keywords: Ostwald viscometer. Oil viscosity. SAE type. Used oil A 2024. JRM (Jurnal Rekayasa Mesi. dipublikasikan oleh ejournal Teknik Mesin Fakultas Vokasi UNESA. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ratarata satu buah saringan oli mesin bekas dapat mengandung 0,5 liter limbah oli, yang berpotensi menghasilkan 16 liter limbah oli per tahun, cukup untuk mencemari tanah dan air (Warju dkk. , 2. Penggunaan oli bekas sebagai bahan bakar belum optimal karena kurangnya alat yang sesuai untuk mengubahnya menjadi bahan bakar yang bermanfaat. Diperkirakan bahwa satu liter oli bekas dapat mencemari jutaan liter air bersih dari sumber air tanah (Fitriawan, 2. Oleh karena itu, pengolahan dan daur ulang oli bekas menjadi sangat penting untuk mengurangi dampak lingkungan yang merugikan. Namun, penggunaan oli bekas yang tidak sesuai dengan viskositas yang direkomendasikan dapat menyebabkan penurunan efisiensi bahan bakar. PENDAHULUAN Oli bekas merupakan salah satu sumber polutan yang signifikan, mampu mencemari air tanah dan merusak ekosistem sekitarnya. Pencemaran ini terjadi ketika oli bekas tumpah atau dibuang secara tidak tepat, sehingga merembes ke dalam tanah dan mencampur dengan air tanah, mengakibatkan kerusakan kualitas air dan membunuh mikroorganisme penting dalam ekosistem tanah. Proses oksidasi biologis yang dilakukan oleh mikroorganisme ini penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem tanah dan memecah bahan organik. Ketika mikroorganisme tersebut mati, keseimbangan ekosistem terganggu, menyebabkan penurunan kualitas tanah dan lingkungan secara keseluruhan (Asidu dkk. , 2. Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. XX. No. XX. April 2024: XX-XX meningkatkan emisi berbahaya, dan bahkan merusak komponen kompor. Ketidakpastian mengenai temperatur dan waktu pembakaran dari berbagai jenis oli bekas menjadi tantangan utama dalam memastikan proses pembakaran yang stabil dan efisien. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada menentukan pengaruh jenis SAE . oli bekas terhadap waktu konsumsi dan temperatur pembakaran pada kompor oli bekas. Berdasarkan masalah-masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui cara pengujian viskositas dengan alat viscometer Ostwald. Mengetahui pengaruh jenis SAE . oli bekas sebagai bahan bakar pada kompor oli bekas terhadap waktu konsumsi dan temperatur. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penulis, masyarakat, dan lingkungan. Bagi penulis, penelitian ini memberikan pengembangan pengetahuan dan peningkatan keterampilan penelitian, serta peluang untuk publikasi dan prestasi akademis. Bagi masyarakat, hasil penelitian ini dapat meningkatkan efisiensi energi, mengurangi dampak lingkungan, meningkatkan kesadaran lingkungan, dan menghemat biaya operasional. DASAR TEORI Pelumas Pelumas merupakan substansi kimia dalam bentuk cairan yang digunakan untuk mengurangi gaya gesek antara dua benda yang bergerak. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi keausan dan gesekan antara permukaan yang saling bergeser (Siskayanti & Engkos Kosim, 2. Pelumas adalah cairan kental yang dihasilkan dari proses pemrosesan minyak bumi, meningkatkan kinerjanya. Selain dari minyak bumi, pelumas juga bisa dihasilkan dari bahan organik lain seperti minyak jarak, minyak sawit, dan minyak Untuk memberikan pelumasan yang optimal, pelumas harus memenuhi persyaratan berikut: Viskositas pelumas harus cocok dengan kebutuhan operasi mesin yang digunakan. Viskositas yang terlalu rendah dapat berlebihan, sementara viskositas yang terlalu tinggi dapat meningkatkan gesekan dan menyulitkan untuk menghidupkan mesin. Pelumas harus memiliki kemampuan pelapisan yang baik pada permukaan logam atau komponen mesin. Pelumas harus tetap terpisah dari kotoran dan benda asing lainnya. Pelumas harus memiliki titik nyala tinggi dan tidak mudah menguap, sehingga tidak mudah terbakar pada suhu tinggi. Pelumas harus memiliki konduktivitas panas yang baik untuk mempermudah transfer Pelumas juga harus memiliki titik beku rendah, terutama penting saat mesin bekerja dalam kondisi dingin. Kebutuhan akan pelumas di Indonesia terus meningkat sejalan dengan perkembangan teknologi kendaraan bermotor dan mesin-mesin industri. Salah satu aplikasi utama pelumas adalah pada mesin pembakaran dalam . nternal combustio. Oli mesin, atau dikenal juga sebagai minyak pelumas mesin, memiliki berbagai macam jenis dan ragamnya. Pemilihan oli yang tepat sangat tergantung pada jenis memperpanjang usia pakai mesin. Untuk mencapai kondisi pelumasan yang optimal, permukaan logam yang bersentuhan harus dilapisi secara menyeluruh oleh minyak pelumas yang sesuai (Mujiman, 2. Secara umum, pelumas mesin yang tersedia di pasaran dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu berbahan dasar minyak mineral dan berbahan dasar Minyak mineral berasal dari minyak mentah dan terdiri dari senyawa parafin, naftalena, dan Sifat fisik minyak mineral umumnya tidak berwarna, transparan, tidak berbau, dan terdiri dari campuran senyawa organik sederhana. Kelebihannya termasuk mudah dikontrol sifat fisik dan kimianya, serta harganya yang lebih terjangkau (Nugrahani dkk. Pelumas dapat diklasifikasikan berdasarkan tingkat viskositas atau kekentalannya, yang biasanya dinyatakan dalam angka-angka Standar Society of Automotive Engineers (SAE). Jenis Pelumas Menurut Karnowo dkk. , pelumas dapat diklasifikasi menurut tiga hal yaitu bahan asal pelumas, viskositas, dan penggunaannya. Uraian adalah sebagai berikut: Penggolongan menurut bahan asal Pelumas Mineral: Terbuat dari base oil yang diperoleh dari minyak mentah, dengan tambahan aditif sekitar 10-20%. Pelumas Sintetik: Dibuat dari bahan kimia sintetik baik untuk base oil maupun Pelumas sintetik lebih mahal karena bahan dasarnya bersifat sintetik dan proses pembuatannya kompleks. Pelumas sintetik digunakan pada mesinmesin yang beroperasi dalam kondisi berat, mobil balap, atau daerah dengan iklim ekstrem. Penggolongan menurut viskositas Viskositas minyak pelumas sangat dipengaruhi oleh perubahan suhu. Society of Automobile Engineers (SAE) di Mochammad Arya Al Fahrurrozi, dkk. | Analisis Pengaruh Jenis SAE (Viskosita. A Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. XX. No. XX. April 2024: XX-XX Amerika Serikat pelumas berdasarkan sistem penomoran SAE. Semakin besar nomor SAE, semakin besar viskositasnya pada suhu yang sama. Penggolongan menurut penggunaan Pelumas dibagi dalam beberapa jenjang disesuaikan dengan penggunaannya, seperti jenis ML untuk motor-motor bensin yang beroperasi ringan, jenis MM untuk mesinmesin bensin kerja sedang, jenis MS untuk motor bensin yang beroperasi berat, jenis DG untuk motor-motor diesel yang beroperasi normal, jenis DM untuk motor-motor diesel yang beroperasi berat, dan jenis DS untuk motor-motor diesel yang menggunakan bahan bakar bermutu rendah. Oli Bekas Oli bekas adalah salah satu sumber polutan yang dapat mencemari air tanah dan mengganggu Ketika minyak bekas tumpah atau dibuang secara tidak tepat, dapat terjadi pencemaran air tanah karena minyak tersebut dapat merembes ke dalam tanah dan mencampur dengan air tanah, mengakibatkan kerusakan pada kualitas air tersebut. Selain itu, minyak bekas juga memiliki potensi untuk membunuh mikroorganisme yang hidup di dalam tanah (Asidu dkk. , 2. Ada dua jenis oli bekas secara umum: oli bekas industri, yang juga dikenal sebagai light industrial oil, dan oli hitam (Raharjo. Oli bekas mempunyai beberapa sifat sebagai Viskositas Viskositas adalah sifat fisik dari cairan atau gas yang menentukan tingkat ketidaklancaran aliran atau perlawanan terhadap aliran tersebut. Dalam konteks minyak pelumas, viskositas mengacu pada kekentalan minyak pelumas dan berpengaruh pada kemampuan minyak tersebut untuk melumasi komponen mesin dengan baik (Asidu dkk. , 2. Titik Nyala Titik nyala . lash poin. dari sebuah cairan bahan bakar merupakan suhu minimum di mana uap yang keluar dari permukaan cairan akan terbakar secara spontan saat terpapar udara di sekitarnya, menghasilkan kilatan cahaya (Raharjo, 2. Komposisi Kimia Oli Bekas Oli mesin bekas memiliki kandungan logam yang lebih tinggi dibandingkan dengan oli mesin baru, seperti alumunium, besi, tembaga, mangan, dan seng (Dahlan dkk. , 2. Prinsip Pembakaran Menurut Kristanto . , proses pembakaran adalah reaksi antara unsur-unsur yang terkandung dalam bahan bakar dengan oksigen. Hasil dari proses pembakaran ini akan menghasilkan kalor dan cahaya. Proses pembakaran yang optimal membutuhkan keberadaan oksigen. Waktu dan Suhu Maksimal Pembakaran Waktu Maksimal Pembakaran Durasi total yang diperlukan untuk proses pembakaran bahan bakar dalam suatu sistem pembakaran, mulai dari saat bahan bakar terpapar dengan sumber panas atau api hingga saat reaksi pembakaran selesai atau mencapai Suhu Maksimal Pembakaran Suhu tertinggi yang tercapai dalam proses pembakaran bahan bakar, mencerminkan energi panas yang dihasilkan oleh reaksi kimia Faktor-faktor yang memengaruhi waktu dan suhu pembakaran termasuk jenis bahan bakar, rasio udara-bahan bakar, desain dan kondisi sistem pembakaran, serta suhu dan tekanan lingkungan. Viscometer Ostwald Viskometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kekentalan suatu cairan. Salah satu jenis viskometer yang sering digunakan adalah viskometer Ostwald, yang memerlukan jumlah sampel yang relatif sedikit dibandingkan dengan jenis viskometer lainnya (Ridwan dkk. , 2. Prinsip kerjanya adalah dengan mengukur waktu yang diperlukan oleh cairan untuk mengalir melalui pipa kapiler di bawah pengaruh Gambar 1. Viscometer Ostwald. (Sumber: http//:Penentuan Viskositas Cairan dengan alat viskometer oswald-KIMIATIP ht. Alat pengukur viskositas ini mampu menentukan tingkat kekentalan cairan dengan akurat dan sesuai dengan standar yang berlaku. Persamaan Poiseuille, yang dinyatakan sebagai : !" ! OI$ Q= %&& a. Mochammad Arya Al Fahrurrozi, dkk. | Analisis Pengaruh Jenis SAE (Viskosita. A Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. XX. No. XX. April 2024: XX-XX !' ! OI$ Q= ()%&" a. dengan Q sebagai volume cairan yang mengalir per detik . co* /. , iP sebagai perbedaan tekanan antara kedua ujung pipa (N/yc. ), sebagai viskositas cairan (Ns/yc. ), r sebagai jari-jari dalam penampang pipa . , d sebagai diameter dalam pipa . , dan L sebagai panjang pipa . Jika cairan yang diuji memiliki viskositas ( dan pembandingnya . memiliki kompor terhadap waktu konsumsi dan temperatur Metode penelitian ini melibatkan beberapa tahap yang meliputi persiapan literatur, analisis masalah, pengumpulan dan pengujian oli bekas, pelaksanaan eksperimen, serta analisis data. Berikut adalah langkah-langkah detail yang dilakukan dalam penelitian ini: Mulai Studi Literatur viskositas ) , dengan jari-jari r , densitas (A), waktu . , volume (V), serta panjang pipa (L), maka hasil perbandingan kedua viskositas pada debit yang sama memenuhi persamaan berikut: &# !" !(,Oo. Analisis Masalah Menentukan Jenis Oli ycu !" !(,Oo. ) a. Pengujian Viskositas & # , # 4# & " , " 4" Analisa Data A. AA. Melakukan eksperimen Sumber : (Regina, dkk. , 2. Tidak Mengakui pentingnya viskositas dalam berbagai aplikasi kehidupan, perlu dipahami metode pengukurannya yang sederhana, ekonomis, dan akurat. Salah satu metode yang dapat diandalkan adalah penggunaan viskometer alternatif sebagai alat untuk mengukur kekentalan cairan (Sutiah, et al. , 2. Dalam Sistem Internasional (SI), viskositas dinyatakan dalam satuan ycoyc. / s atau ycayc. /s, dimana 1 ycayc. /s setara dengan 1 Stokes (S. Satuan viskositas lainnya adalah Poise (P), dengan 1P setara dengan 1 Ns/yc. Tabel berikut menyajikan daftar nilai viskositas berbagai cairan pada berbagai suhu dalam satuan tersebut: Tabel 1. Nilai viskositas zat cair pada berbagai suhu . alam Pois. Cairan 0! ya 10! ya 20! ya 30! ya 40! ya 50! ya Air 0,0179 0,013 0,0101 0,008 0,0065 0,0055 Gliserin 6,29 2,89 1,41 Amilin 0,102 0,065 0,0044 0,0316 0,0227 0,0185 Bensin 0,0091 0,0076 0,0065 0,0056 0,005 0,0044 Etanol 0,0177 0,0147 0,012 0,0100 0,0083 0,007 Minyak 3,84 1,63 0,96 Lobak Sumber: Bird dalam (Rana, 2. METODE Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang bertujuan untuk menguji pengaruh jenis SAE . oli bekas sebagai bahan bakar pada Pengumpulan dan pengolahan data Penarikan Kesimpulan Penarikan Kesimpulan Selesai Gambar 2. Diagram Alir Penelitian Menyiapkan Studi Literatur Tahap awal penelitian adalah mencari dan mengkaji literatur yang relevan, termasuk buku, skripsi, jurnal, dan artikel ilmiah yang membahas: Penggunaan oli bekas sebagai bahan bakar. Pengaruh jenis SAE oli pada karakteristik Pemanfaatan oli bekas sebagai bahan bakar Melakukan Analisis Masalah Analisis masalah dilakukan untuk memahami secara mendalam masalah seputar pengaruh jenis oli terhadap waktu dan temperatur pembakaran. Hal ini bertujuan untuk memberikan solusi pada permasalahan yang ada dan menghasilkan inovasi pada kompor berbahan bakar oli bekas. Menentukan Jenis Oli Bekas Identifikasi Lokasi Pengumpulan: Mochammad Arya Al Fahrurrozi, dkk. | Analisis Pengaruh Jenis SAE (Viskosita. A Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. XX. No. XX. April 2024: XX-XX Melakukan survei ke bengkel terdekat, melakukan research online shop, dan mengumpulkan oli dari kendaraan pribadi. Penentuan Kriteria Sampel Oli: Memastikan bahwa sampel yang dikumpulkan memenuhi kriteria tertentu seperti jenis SAE, kondisi fisik, umur oli bekas, jumlah sampel, dan asal usul sampel. Pengumpulan Oli: Mengumpulkan oli bekas dalam wadah yang bersih dan memberikan penanda sesuai jenis oli. Pengujian Viskositas Pengukuran viskositas dilakukan menggunakan Viscometer Ostwald dengan langkah-langkah sebagai berikut: Mempersiapkan Alat Bahan: Menyiapkan Viscometer Ostwald dan oli bekas yang akan diuji. Pengecekan Suhu Ruangan dan Kelembapan: Menggunakan hygrometer untuk mengukur suhu dan kelembapan ruangan. Pengisian Viscometer: Mengisi Viscometer Ostwald dengan oli bekas hingga batas yang Pengukuran Waktu Aliran: Mengukur waktu yang dibutuhkan oli untuk mengalir dari satu titik ke titik lain menggunakan stopwatch. Kesimpulan Hasil: Menarik kesimpulan tentang viskositas cairan yang diuji. Analisa Data Data viskositas yang diperoleh dianalisis dengan mengonversi waktu aliran menjadi nilai viskositas dalam satuan Ns/mA. Data ini kemudian digunakan untuk eksperimen Melakukan Eksperimen Pembakaran Mempersiapkan Alat Bahan: Mengumpulkan berbagai jenis SAE oli bekas, kompor oli bekas, stopwatch, termokopel tipe K, hygrometer, dan bahan bakar tambahan. Pelaksanaan Eksperimen: Mengisi kompor dengan satu jenis oli bekas, menyalakan kompor, mencatat waktu konsumsi dan suhu pembakaran menggunakan termometer dan Replikasi dan Pengulangan: Mengulangi eksperimen untuk memastikan konsistensi Pengamatan Pencatatan Data: Mengamati dan mencatat data waktu konsumsi dan suhu pembakaran. Pengumpulan dan Pengolahan Data Data yang terkumpul selama eksperimen divalidasi dan dilakukan pembersihan data untuk menghilangkan data yang tidak valid. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik untuk menarik Penarikan Kesimpulan Setelah data dianalisis, kesimpulan diambil berdasarkan hasil eksperimen mengenai pengaruh jenis SAE oli bekas terhadap waktu konsumsi dan temperatur pembakaran. Desain Kompor 3D Gambar 3. Desain 3D Kompor Oli Bekas HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian Viskositas Berikut adalah langkah-langkah dalam metode pengujian viskositas menggunakan viscometer Ostwald : Persiapkan alat dan bahan seperti Viscometer Ostwald, sampel oli bekas yang akan diuji, stopwatch, hygrometer untuk mengendalikan suhu ruangan dan kelembaban. Gambar 4. Alat dan Bahan Pengujian Viskositas Kalibrasi viscometer dengan cara memastikan viscometer dalam keadaan bersih dan kering, isi viscometer dengan cairan standar . ir sulin. untuk kalibrasi. Ukur waktu yang diperlukan cairan standar untuk mengalir melalui kapiler viscometer dari tanda atas ke tanda bawah pada suhu tertentu. Catat waktu ini . 56" ). Mochammad Arya Al Fahrurrozi, dkk. | Analisis Pengaruh Jenis SAE (Viskosita. A Gambar 5. Kalibrasi Viskometer Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. XX. No. XX. April 2024: XX-XX Pengujian oli bekas ke viscometer, isi viscometer dengan oli bekas sampai mencapai tanda yang telah ditentukan, tempatkan viscometer dalam posisi vertikal dan pastikan tidak ada gelembung udara dalam kapiler 10W-40 4#-* !(B@ACB = #-* !56" , 4 '&( '&( B,%I F ?,I) (B@ACB = B. HHI F (,B% x 0,890 C,CHIEC (B@ACB = (,BIE x 0,890 (B@ACB = 4,1162 cP '&( '&( Gambar 6. Pengujian Oli Bekas B,%% F E,)* Pengukuran waktu aliran, tarik cairan dengan pipet sampai melewati batas garis pengujian lalu lepaskan pipet bersamaan dengan menekan stopwatch dan ukur waktu yang diperlukan oli bekas untuk mengalir dari tanda atas ke tanda bawah menggunakan stopwatch, catat waktu ini . 786 ) Gambar 7. Pengukuran Waktu Aliran Perhitungan viskositas Nilai viskositas () dapat dihitung menggunakan rumus persamaan ke 4 dari jurnal (Regina, dkk. , 2. , 4 20W-50 4"-* ))B@A?B = "-* )56" , 4 )B@A?B = B. HHI F (,B% x 0,890 )B@A?B = ?,C%)C (,BIE x 0,890 )B@A?B = 4,5347 Cp Pengujian Jenis Oli Bekas Pengujian dilakukan dengan mengumpulkan beberapa jenis oli bekas yang memiliki berbagai jenis SAE yang (SAE 5W-30. SAE 10W-40. SAE 20W-. Setiap jenis oli bekas ini akan diuji secara terpisah menggunakan kompor oli bekas yang sudah Rancangan eksperimen mencakup langkah-langkah sebagai berikut: Persiapan alat dan bahan, siapkan alat kompor oli thermocouple, stopwatch dan masing masing jenis oli bekas = ,#4#) menjadi 786 :. <5= = , $%&4$%& 56" " " '&( '&( Diketahui : yuU56" : 0,997 yci> Oi ycayco* . AC) Sumber : (Aditya, 2. yuU?@A*B : 0,86 yci> Oi ycayco* yuU(B@ACB : 0,87 yci> Oi ycayco* yuU)B@A?B : 0,88 yci> Oi ycayco* Sumber massa jenis oli : (Kopeliovich, 2. 56" : 0,890 cP . AC) Sumber : (NIST, 2023. t 56" : 1. t ?@A*B : 5. t(B@ACB : 5. t )B@A?B : 6. Pertanyaan : Berapa hasil perhitungan viskositas pada masing masing jenis SAE oli bekas? 5W-30 ?@A*B = )* ,- )* ,- 56" Gambar 8. Alat dan Bahan Pengujian Jenis Oli Bekas Isi oli bekas pada tanki wadah oli sebanyak 500 ml dan pastikan keran oli masih dalam keadaan Gambar 9. Pengisian Oli Bekas ke dalam Tangki Isi air dari lubang pipa uap air yang berbentuk L, kemudian tuang 100 ml jenis oli bekas yang akan diuji dan tambahkan sedikit bensin dan beberapa kertas untuk membantu awal pembakaran ,'&( 4'&( B,%E F ?,)) ?@A*B = B. HHI F (,B% x 0,890 ?@A*B = C,C%H) (,BIE x 0,890 ?@A*B = 3,7132 cP Gambar 10. Pengisian Air dan Penuangan Oli Mochammad Arya Al Fahrurrozi, dkk. | Analisis Pengaruh Jenis SAE (Viskosita. A Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. XX. No. XX. April 2024: XX-XX Hasil Pengujian Pada saat mulai pembakaran oli pada tungku mulai menghitung waktu konsumsi dengan stopwatch Gambar 11. Mulai Perhitungan Stopwatch Tunggu sampai oli benar benar terbakar, setelah itu pasang tungku uap air ke tungku pembakaran dan tunggu sampai air mendidih Gambar 12. Pemasangan Tungku Uap Air Buka keran oli sedikit agar pembakaran tetap Gambar 13. Keran Oli Dibuka Jika api kompor sudah optimal, mulai pengecekan suhu yang dihasilkan dan yang akan dicapai pada jenis oli tersebut Tabel 2. Hasil Pengujian Viskositas Pada Suhu 25 AC Jenis Oli Bekas Air 5W-30 10W40 20W50 Volume Viscometer . Pengukuran waktu . i Rata-rata . Pengujian viskositas dilakukan pada beberapa jenis oli bekas dan air pada suhu 25AC menggunakan volume viscometer sebesar 10 ml. Pengukuran dilakukan tiga kali untuk setiap jenis oli dan air, lalu dihitung ratarata waktunya. Berikut hasil pengukurannya: Air: Memiliki waktu rata-rata viskositas tercepat 08 detik. Oli 5W-30: Memiliki waktu rata-rata viskositas 22 detik. Oli 10W-40: Memiliki waktu rata-rata viskositas 72 detik. Oli 20W-50: Memiliki waktu rata-rata viskositas terbesar yaitu 6. 23 detik. Dari hasil ini terlihat bahwa semakin tinggi kelas viskositas oli . W-30, 10W-40, 20W-. , semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mengalir melalui viscometer, menunjukkan bahwa oli tersebut lebih kental dibandingkan air. Tabel 3. Hasil Pengujian Waktu konsumsi Volume . Jenis Oli Bekas 5W-30 10W-40 20W-50 Waktu Konsumsi . RataI i Gambar 14. Pengecekan Temperatur Matikan stopwatch ketika kompor sudah mulai tidak efektif atau padam dan catat hasil waktu Gambar 15. Perhitungan Waktu Konsumsi Selesai Pengujian dilakukan untuk menentukan waktu konsumsi dari beberapa jenis oli bekas . W-30-30, 10W-40, 20W-. dengan volume 0. 6 ml. Pengukuran waktu konsumsi dilakukan tiga kali untuk setiap jenis oli, kemudian dihitung rata-ratanya. Hasil pengukuran Oli 5W-30: Memiliki waktu konsumsi rata-rata tercepat yaitu 36. 37 menit. Oli 10W-40: Memiliki waktu konsumsi rata-rata 30 menit. Oli 20W-50: Memiliki waktu konsumsi rata-rata terlama yaitu 39. 38 menit. Dari hasil ini terlihat bahwa semakin tinggi kelas viskositas oli . W-30, 10W-40, 20W-. , semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan massa oli yang sama, menunjukkan bahwa oli tersebut Mochammad Arya Al Fahrurrozi, dkk. | Analisis Pengaruh Jenis SAE (Viskosita. A Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. XX. No. XX. April 2024: XX-XX lebih kental dan memerlukan lebih banyak waktu untuk dikonsumsi. Jenis Oli Bekas 5W-30 10W-40 20W-50 Temperatur (EE) i Ratarata Pengujian dilakukan untuk mengukur temperatur pada beberapa jenis oli bekas . W-30, 10W-40, 20W-. dengan massa 0. 6 ml. Pengukuran temperatur dilakukan tiga kali untuk setiap jenis oli, kemudian rata-ratanya. Hasil Oli 5W-30: Memiliki temperatur rata-rata 23EE. Oli 10W-40: Memiliki temperatur rata-rata 37EE. Oli 20W-50: Memiliki temperatur rata-rata tertinggi yaitu 848. 77EE. Dari hasil ini terlihat bahwa oli dengan kelas viskositas yang lebih tinggi . W-40 dan 20W-. cenderung memiliki temperatur yang lebih tinggi dibandingkan dengan oli dengan viskositas lebih rendah . W-. Hal ini disebabkan oleh perbedaan karakteristik termal dan daya hantar panas dari masing-masing jenis oli. Waktu Konsumsi . Tabel 3. Hasil Pengujian Waktu konsumsi Volume . Hasil pengujian jenis oli bekas terhadap waktu 5,72 Rata-rata Air 1,08 5W-30 5,22 10W-40 5,72 6,23 10W-40 20W-50 39,38 Linear (Rata-rat. Gambar 17. Grafik Hasil Pengujian Waktu Konsumsi Grafik ini menunjukkan waktu yang dibutuhkan oleh kompor oli bekas untuk mengkonsumsi 0. 6 ml oli bekas dari berbagai jenis SAE . W-30, 10W-40, 20W. Data diambil dari tiga percobaan dan dirataratakan. Sumbu X: Jenis Oli Bekas (SAE 5W-30. SAE 10W-40. SAE 20W-. Sumbu Y: Waktu Konsumsi . Tren: Waktu konsumsi meningkat dengan peningkatan viskositas oli. Oli dengan viskositas lebih tinggi membutuhkan waktu lebih lama untuk dikonsumsi oleh kompor. Hasil pengujian temperatur pembakaran 6,23 1,08 5W-30 36,37 Jenis Oli Bekas Temperature AC Pengukuran Waktu . Rata-rata 5,22 36,37 Rata-rata Hasil pengujian viskositas pada suhu 25 derajat AC 39,38 848,77 831,37 821,23 Rata-rata 5W-30 821,23 10W-40 831,37 20W-50 848,77 Jenis Oli Bekas Jenis Oli Bekas Rata-rata Gambar 16. Grafik Hasil Pengujian Viskositas Grafik ini menunjukkan perbandingan waktu yang diperlukan oleh berbagai jenis oli bekas (SAE 5W-30, 10W-40, 20W-. untuk mengalir melalui viscometer pada volume tetap. Waktu pengukuran diambil dari tiga percobaan dan dirata-ratakan untuk mendapatkan nilai yang akurat. Sumbu X: Jenis Oli Bekas (SAE 5W-30. SAE 10W-40. SAE 20W-. Sumbu Y: Waktu Pengukuran . Tren: Waktu pengukuran meningkat seiring dengan peningkatan viskositas oli. Oli dengan viskositas lebih tinggi memerlukan waktu lebih lama untuk mengalir melalui viscometer. Linear (Rata-rat. Gambar 18. Grafik Hasil Pengujian Temperatur Grafik ini menunjukkan temperatur pembakaran dari oli bekas dengan berbagai jenis SAE . W-30, 10W-40, 20W-. ketika digunakan sebagai bahan bakar pada kompor oli bekas. Data diambil dari tiga percobaan dan dirata-ratakan. Sumbu X: Jenis Oli Bekas (SAE 5W-30. SAE 10W-40. SAE 20W-. Sumbu Y: Temperatur Pembakaran (AC) Tren: Temperatur pembakaran meningkat seiring dengan peningkatan viskositas oli. Oli dengan viskositas lebih tinggi menghasilkan temperatur pembakaran yang lebih tinggi. Secara Mochammad Arya Al Fahrurrozi, dkk. | Analisis Pengaruh Jenis SAE (Viskosita. A Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. XX. No. XX. April 2024: XX-XX keseluruhan, grafik-grafik ini mengilustrasikan bahwa viskositas oli bekas (SAE) berpengaruh signifikan terhadap waktu aliran melalui viscometer, waktu konsumsi oleh kompor, dan temperatur pembakaran. Semakin tinggi viskositas oli, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk aliran dan konsumsi, serta semakin tinggi temperatur pembakarannya. SIMPULAN Cara pengujian viskositas dengan viscometer Ostwald Pengujian viskositas oli bekas dengan menggunakan Viscometer Ostwald dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Persiapan Alat dan Bahan Kalibrasi Viscometer Pengujian Oli Bekas Pengukuran Waktu Aliran Perhitungan Viskositas Pengaruh Jenis SAE (Viskosita. terhadap Waktu konsumsi dan Temperatur Semakin tinggi kelas viskositas oli . W-30, 10W-40, 20W-. , semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan massa oli yang sama, menunjukkan bahwa oli tersebut lebih kental dan memerlukan lebih banyak waktu untuk Semakin tinggi viskositas oli, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk aliran dan konsumsi, serta semakin tinggi temperatur REFERENSI