Matrik: Jurnal Manajemen. Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer Vol. No. Juli 2022, pp. 555O566 ISSN: 2476-9843, accredited by Kemenristekdikti. Decree No: 200/M/KPT/2020 DOI: 10. 30812/matrik. Analisis Performa Open Shortest Path First Load Balancing dengan Metode Cost Manipulation Performance Analysis of Open Shortest Path First Load Balancing with Cost Manipulation Method Mochamad Wahyudi1 . Firmansyah2 Universitas Bina Sarana Informatika. Indonesia Universitas Nusa Mandiri. Indonesia Informasi Artikel ABSTRAK Genesis Artikel: Quality of Service (QoS) di dalam sebuah layanan jaringan menjadi faktor terpenting untuk memastikan kapasitas transfer paket data. Salah satunya pemilihan protokol routing yang akan digunakan. Routing Protokol Open Short Path First (OSPF) menggunakan metode Cost Manipulation mampu menjadi sebuah alternatif solusi untuk mamastikan QoS di dalam layanan jaringan dikarenakan metode Cost Manipulation mampu memilih jalan terbaik menuju network tujuan tanpa mempertimbangkan kembali metrik yang seharusnya, baik shortest path ke network tujuan ataupun bandwidth-nya. Hasil pengujian tracerroute sebelum pengimplementasian OSPF cost manipulation didapatkan hanya menggunakan 1 . single line saja dan packet loss yang didapatkan saat terjadinya link failure dengan pengiriman 907 packet data adalah 1,4 packet loss. Sedangkan setelah pengimplementasi OSPF cost manipulation dapat menggunakan 2 . dual line sebagai load balancing dan packet loss yang didapatkan menurun dengan hasil rata-rata sebesar 0,6 packet loss dan pengimplementasian cost manipulation mampu membagi transfer paket data dengan sama rata. Diterima,21 April 2022 Direvisi,09 Mei 2022 Disetujui,16 Juni 2022 Kata Kunci: Cost Manipulation Load Balancing Open Short Path First Packet Loss ABSTRACT Keywords: Cost Manipulation Load Balancing Open Short Path First Packet Loss Quality of Service (QoS) in a network service is the most important factor to ensure data packet transfer capacity. One of them is the routing protokol that will be used. The Open Short Path First (OSPF) Routing Protokol using the Cost Manipulation method can be an alternative solution to ensure QoS in the network because the Cost Manipulation method is able to choose the best path to the destination network without reconsidering the metrics that should be, either the shortest path to the destination network or bandwidth -his. The results of the tracerroute test before the implementation of OSPF cost manipulation were obtained using only 1 . line and the packet loss obtained during a link failure with sending 907 packets of data was 1. 4 packet loss. Meanwhile, after implementing OSPF cost manipulation, you can use two dual lines as load balancing and the packet loss obtained decreases with an average result of 0. 6 packet loss and implementation cost manipulation is able to divide data packet transfers equally. This is an open access article under the CC BY-SA license. Penulis Korespondensi: Firmansyah. Program Studi Sistem Informasi. Universitas Nusa Mandiri. Email: firmansyah. fmy@nusamandiri. Journal homepage: https://journal. id/index. php/matrik PENDAHULUAN ISSN: 2476-9843 Kualitas performa layanan jaringan menjadi faktor utama terhadap kinerja lalu lintas layanan. Untuk membangun layanan jaringan yang baik tak luput dari protokol routing yang digunakan. Protokol routing menentukan bagaimana router dapat saling berkomunikasi satu sama lain, menyebarkan informasi yang memungkinkan mereka untuk memilih rute yang akan digunakan . , . Dalam protokol routing Open Short Path First (OSPF) menggunakan cost dan bandwidth sebagai metrik yang digunakan dalam jaringan untuk melihat jalur rute di kecepatan cepat, throughput terbaik, lebih sedikit jitter dan packet loss secara berurutan untuk mengumpulkan informasi dalam topologi jaringan . Kegagalan transfer paket data dalam suatu jaringan menjadi sebuah ancaman yang besar, baik disebabkan oleh kegagalan link maupun beban traffic yang padat . Ae. Load Balancing merupakan sebuah teknik yang digunakan untuk melakukan distribusi beban traffic pada dua ataupun lebih jalur konektifitas secara seimbang, dengan tujuan mengoptimalkan jaringan, memaksimalkan throughput, serta memperkecil terjadinya delay pada jaringan dan meminimalisir terjadinya overload terhadap salah satu jalur koneksi . Ae. Pada hasil penelitian sebelumnya didapatkan. Penerapan cost manipulation pada jaringan Software Defined Networking (SDN) memiliki pengaruh terhadap kinerja jaringan. Perbandingan skenario jaringan SDN dan konvensional pada dua parameter (QoS dan waktu konvergens. menggunakan cost manipulation . Hasil yang didapatkan protocol routing melakukan pemiiliahn jalur terbaik berdasarkan cost dan bandwidth untuk menuju target. Terjadi perbedaan antara penelitian yang dilakukan sebelumnya dengan penelitian ini, dimana cost dan alokasi bandwidth bukanlah menjadi factor utama didalam pemilihan jalur terbaik. Sedangkan pada penelitian lainnya didapatkan OSPF memiliki rata-rata nilai cost yang hampir sama. Tanpa melakukan cost manipulation jika terjadi link failure membutuhkan waktu 5 hingga 15 detik untuk melakukan failover interface . Sedikit perbedaan hasil penelitian sebelumnya dengan penelitian ini dimana pada routing protokol OSPF menggunakan cost manipulation jika terjadi link failure membutuhkan waktu 5,4ms. Serta pada penelitian lainnya, didapatkan hasil Routing protokol MPLS OSPF menghasilkan kinerja baik pada parameter delay dengan nilai delay terbesar yang didapat 11 milidetik dan memiliki penurunan throughput pada saat dilakukan gangguan link failure . Pengujian kinerja routing protokol OSPF dikatagorikan sangat baik setelah melakukan beberapa pengiriman paket dan didapatkan packet loss yang didapatkan dengan rata-rata 2,09% . Perbedaan dengan penelitian ini, jika terjadi link failure maka packet loss yang didapatkan sebesar 3 packet loss dengan rata-rata packet loss yang terjadi sebesar 0,6 packet. Pengujian lainnya adalah pengujian lama waktu router melakukan konvergensi kembali ketika terjadi perubahan jaringan atau link utama jalur paket putus, pengujian ini berdasarkan client adalah streaming video didapatkan protokol OSPF menggunakan cost sebagai metriknya . Perbedaan segnifikan pada penelitian ini terdapat pada penerapan metode yang digunakan. Dimana protokol routing OSPF pada dasarnya menggunakan cost dan bandwidth sebagai matrik untuk menentukan jalur terbaik didalam suatu layanan jaringan. Namun, pada penelitan ini routing protokol OSPF dengan menggunakan cost manipulation tidak mempertimbangkan cost sebagai matriknya didalam pemilihan jalurnya. Dengan menggunakan OSPF Cost manipulation mampu melakukan dual link untuk memaksimalkan layanan load balancing yang mampu membagi beban jaringan sama rata sehingga mengurangi beban pada salah satu router, serta load balancing mampu melakukan update table routing secara otomatis dan mampu menjaga stabilnya layanan jaringan . , . Cost manipulation merupakan salah satu solusi untuk dapat menjaga layanan jaringan tetap stabil. Pengujian ini membandingkan hasil parameter QoS berdasarkan jumlah cost yang dilewatkan paket data ke server. Pengujian sebelumnya adalah pengujian lama waktu router melakukan konvergensi kembali ketika terjadi perubahan jaringan atau link utama jalur paket putus, pengujian ini berdasarkan client adalah streaming video didapatkan protokol OSPF menggunakan cost sebagai metriknya. Sedikit berbeda dengan penelitan tersebut penelitian ini protokol OSPF tidak mempertimbangkan cost sebagai matrik. Metode routing MPLS OSPF menunjukkan hasil yang baik dalam menangani gangguan, dengan nilai parameter QoS yang tergolong dalam kategori baik. Nilai throughput didapat mengalami penurunan besar nilai pada kondisi gangguan link failure . Sedangkan pada penelitian ini metode yang digunakan untuk menjaga QoS layanan jaringan menggunakan protokol routing OSPF dengan melakukan cost manipulation. Beberapa penelitian lainnya routing protokol OSPF menggunakan metode Access Control List dan tanpa Access Control List. Pengimplementasain cost manipulation load balancing didalam protokol OSPF diharapkan dapat melakukan backup secara otomatis jika terdapat salah satu interface mengalami link failure serta pengimplemtasian metode Cost Manipulation diharapkan mampu memilih jalan terbaik ke network tujuan tanpa mempertimbangkan kembali metrik yang seharusnya, hal ini yang menjadikan landasan penelitian analisis performa Open Shortest Path First Load Balancing dengan metode cost manipulation. Penelitian ini menyajikan empat bagian, yaitu: pendahuluan, bagian ini menjelaskan latar belakang masalah, kesenjangan penelitian, dan tujuan penelitian. bagian kedua adalah metode penelitian pada bagian ini peneliti menjelaskan bagaimana cara mengumpulkan informasi atau data dan melakukan pengolahan data terhadap data yang telah diperoleh. bagian ketiga Hasil dan Analisis pada tahap ini menjelaskan hasil pengujian dan validasi data menggunakan Metode Cost Manipulation, dan bagian ke Empat adalah kesimpulan pada bagian ini menjelaskan kesimpulan penelitian mengenai hasil penelitian menggunakan Cost Manipualtion dan saran untuk penelitian selanjutnya. Matrik: Jurnal Managemen,Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer. Vol. No. Juli 2022: 555 Ae 566 Matrik: Jurnal Managemen,Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer METODE PENELITIAN Dalam penelitian analisis performa open shortest path first load balancing dengan metode cost manipulation penulis menggunakan bantuan software simulasi Cisco Packet Tracer untuk membuat simulasi jaringan berjalan yang dijalankan secara virtualisasi namun tidak merubah dan mengurangi seperti fitur aslinya. Pada penelitian analisis performa open shortest path first load balancing dengan metode cost manipulation peneliti menggunakan 3 buah device router yang diimplementasikan menggunakan protokol routing OSPF. Penelitian ini bersifat instrumental dan mengumpulkan semua data dengan menghasilkan data secara secara deskriptif dan menampilkan hasil load balancing sebelum maupun sesudah pengimplementasian OSPF cost manipulation. Terlihat pada gambar 1 merupakan skema jaringan yang digunakan pada penelitian Analisis Performa Open Shortest Path First Load Balancing dengan metode cost manipulation. Pengujian dilakukan untuk mendapatkan hasil Analisa kinerja load balancing menggunakan metode cost manipulation. Jika sebelumnya tanpa adanya load balancing protokol routing ospf akan menggunakan jalur terbaiknya dari PC0 menuju PC2 melalui R1 menuju R3. Namun, setelah pengimplemantasian load balancing PC0 menuju PC2 dapat melalui jalur yang berbeda yaitu dari R1 menuju R2 lalu menuju R3 dengan mempertimbangkan layanan jaringan dibagi dengan sama rata. Gambar 1. Skema Jaringan Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan The Security Policy Development Life Cycle(SPDLC), yang memiliki enam . tahapan, yaitu: Identifikasi, digunakan untuk melakukan pengidentifikasian terhadap permasalahan keamanan didalam jaringan komputer. Analisis, pada tahapan ini penulis melakukan percobaan untuk mengetahui resiko dan ancaman didalam keamanan jaringan sebelum dan sesudah pengimplementasian load balancing dengan metode cost manipulation. Perancangan, tahapan ini penulis melakukan perancangan jaringan load balancing dengan metode cost manipulation. Implementasi, penulis melakukan konfigurasi load balancing dengan metode cost manipulation, dan melakukan tahapan uji konektifitas terhadap layanan Audit, digunakan untuk melakukan pemeriksaan terhadap layanan jaringan yang telah diimplementasikan dengan mempertimbangkan sebelum dan setelah pengimplementasian load balancing dengan metode cost manipulation. Evaluasi, melakukan evalusi layanan jaringan yang telah diterapkan untuk mendapatkan hasil dari kualitas jaringan. Analisis Performa Open . (Mochamad Wahyud. ISSN: 2476-9843 Gambar 2. Metode Penelitian HASIL DAN ANALISIS Skenario pengujian analisis performa open shortest path first load balancing dengan metode cost manipulation dapat dilakukan dengan cara melakukan uji konektifitas jaringan khususnya jaringan yang berada pada R1 menuju R3. Pengujian dilakukan dengan menggunakan protokol ICMP untuk mengetahui hop count yang dilalui sebelum dan sesudah pengimplementasian open shortest path first load balancing dengan metode cost manipulation serta melihat packet loss saat terjadinya link failure. Tabel 1. Spesifikasi IP Address Interface G0/0 Se0/0/0 Se0/0/1 IP Address 1/24 1/30 1/30 Se0/0/0 Se0/0/1 2/30 2/30 G0/0 Se0/0/0 Se0/0/1 1/30 2/30 PC0 NIC 2/24 PC1 NIC 3/24 PC2 NIC 2/24 Device Berdasarkan Tabel 1, dapat dijelaskan didalam jaringan terdapat tiga . device router dan tiga . device PC. Setiap router menggunakan interface serial 0/0/0 dan serial 0/0/1 untuk saling berkomunikasi antara R1 dengan R2 maupun dengan R3, sedangan interface Gigabit digunakan untuk menggubungkan dengan jaringan lokal yang terdapat pada R1 dan R3. Konfigurasi OSPF Setelah mengetahui spesifikasi IP Address yang terdapat pada Tabel 1 dan topologi jaringan yang digunakan pada gambar 1 langkah selanjutnya ialah melakukan konfigurasi OSPF terhadap R1. R2 maupun R3. Pengimplementasian routing OSPF terhadap ketiga device router menggunakan OSPF ID-1 dan menggunakan single area yaitu area 10. R1. onf i. #routerospf 1 R1. onf ig Oe route. #network10. R1. onf ig Oe route. #network11. R1. onf ig Oe route. #network192. Matrik: Jurnal Managemen,Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer. Vol. No. Juli 2022: 555 Ae 566 Matrik: Jurnal Managemen,Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer R2. onf i. #routerospf 1 R2. onf ig Oe route. #network11. R2. onf ig Oe route. #network12. R3. onf i. #routerospf 1 R3. onf ig Oe route. #network10. R3. onf ig Oe route. #network12. R3. onf ig Oe route. #network192. Terlihat pada gambar 2 merupakan cost yang didapatkan terhadap interface s0/0/0 sebesar 64 dan interface s0/0/1 memiliki cost yang sama besar yaitu sebesar 64 pada R1. Nilai cost yang sama didapatkan pula pada R2 dan R3 yang berhubungan langsung dengan router. Gambar 3. Show IP OSPF Interface R1 Konfigutasi OSPF load balancing cost manipulation pengimplementasian OSPF load balancing cost manipulation diharapkan mampu untuk mengoptimalkan Quality of Service didalam layanan jaringan dengan melakukan pembagian beban layanan jaringan dengan sama rata. Dimana jika PC0 akan melakukan transfer paket data menuju PC2 dapat menggunakan layanan pada R2 ataupun R3. Untuk pengimplementasian OSPF load balancing cost manipulation dapat menggunakan perintah. R1. onf i. #ints0/0/0 R1. onf ig Oe if )#ipospf cost1 R1. onf ig Oe if )#ints0/0/1 R1. onf ig Oe if )#ipospf cost2 R2. onf i. #ints0/0/0 R2. onf ig Oe if )#ipospf cost1 Analisis Performa Open . (Mochamad Wahyud. ISSN: 2476-9843 R2. onf ig Oe if )#ints0/0/1 R2. onf ig Oe if )#ipospf cost1 R3. onf i. #ints0/0/0 R3. onf ig Oe if )#ipospf cost1 R3. onf ig Oe if )#ints0/0/1 R3. onf ig Oe if )#ipospf cost2 Dijelaskan pada tabel 2 merupakan nilai cost yang didapatkan pada masing-masing interface router, baik pada R1. R2 maupun R3. Dengan memilikinya nilai cost yang sama antar router, maka pengiriman paket data dari PC0 yang terdapat pada R1 menuju PC2 yang terdapat pada R3 hanya dapat berjalan secara satu arah tanpa dapat melewati R2. Hal ini nantinya akan berakibat terjadinya overload lalu lintas jaringan dikarenakan tidak dibaginya beban layanan jaringan dengan sama rata. Konfigutasi OSPF load balancing cost manipulation pengimplementasian ospf load balancing cost manipulation diharapkan mampu untuk mengoptimalkan Quality of Service didalam layanan jaringan dengan melakukan pembagian beban layanan jaringan dengan sama rata. Dimana jika PC0 akan melakukan transfer paket data menuju PC2 dapat menggunakan layanan pada R2 ataupun R3. Untuk pengimplementasian OSPF load balancing cost manipulation dapat menggunakan perintah. Tabel 2. Spesifikasi OSPF Cost Device Interface G0/0 Se0/0/0 Se0/0/1 Cost Se0/0/0 Se0/0/1 G0/0 Se0/0/0 Se0/0/1 Terlihat pada gambar 4 merupakan table routing didalam R1, terlihat R1 terdapat 5 rute yang terhubung secara langsung dengan R1 dalam membentuk table routing-nya. Hal ini akan berakibat terjadinya overload lalu lintas jaringan dikarenakan tidak dibaginya beban layanan jaringan dengan sama rata. Dengan menggunakan metode cost manipulation yang telah dilakukan terhadap R1. Gambar 4. TabelRouting R1 dijelaskan pada gambar ??, jika sebelumnya cost yang didapatkan pada R1 sebesar 64 cost kini berubah menjadi 1 cost untuk interface s0/0/0 dan 2 cost untuk interface s0/0/1. Hal ini dikarenakan telah dilakukannya pengimplentasian cost manipulation didalam protokol routing OSPF. Dengan melakukan cost manipulation diharapkan layanan jaringan dapat dibagi dengan sama rata dari R1 menuju R3 . oad balancin. dikarenakan memiliki nilai cost yang sama. Matrik: Jurnal Managemen,Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer. Vol. No. Juli 2022: 555 Ae 566 Matrik: Jurnal Managemen,Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer Gambar 5. Show IP OSPF Interface R1 Manipulation Tabel 3 merupakan hasil pengimplementasian cost manipulation secara keseluruhan pada R1. R2 dan R3. Nantinya PC0 yang berada dibawah R4 melalui R1 akan melakukan transfer paket data dapat melalui R2 terlebih dahulu ataupun langsung menuju R3 untuk menuju PC2 yang berada pada R3. Uji konektifitas OSPF tanpa load balancing yang pertama kali dilakukan adalah melakukan tracert router dari PC0 yang terdapat pada R1 menuju PC2 yang berada pada R3. Tracert dilakukan untuk mendapatkan hops count yang dilalui antara PC0 dengan PC2 terlihat pada gambar 6. Tabel 3. Spesifikasi OSPF Cost Manipulation Device Interface G0/0 Se0/0/0 Se0/0/1 Cost Se0/0/0 Se0/0/1 G0/0 Se0/0/0 Se0/0/1 dijelaskan pada gambar 6 merupakan hasil hop count yang didaptkan adalah PC0 melalui 192. 1 yang digunakan sebagai alokasi alamat gateway didalam jaringan PC0 lalu menuju ke IP Address 10. 2 yang merupakan alokasi IP Address pada R3 dan menuju ke 192. 2 yang merupakan alamat tujuan. Gambar 6. Tracert Tanpa Load Balancing PC0 Tabel 4 menjelaskan total cost yang digunakan saat terjadinya sebuah proses transfer paket data dari PC0 menuju PC2. Nilai Analisis Performa Open . (Mochamad Wahyud. ISSN: 2476-9843 cost yang didapatkan dari PC0 menuju PC2 jika melewati R1 dan R3 hanya sebesar 194 cost hal ini berbeda jika menggunakan layanan pada R1-R2-R3 dengan menggunakan cost yang jauh lebih besar yaitu 258 cost. Maka dari itu hasil tracert route yang didapatkan pada tabel 4 melalui IP 10. 2 yang berada pada R3 dengan cost yang lebih kecil hal ini sejalan dengan cara kerja routing protokol OSPF yang bekerja berdasarkan matrix dengan mempertimbangkan cost dan bandwidth didalam layanan jaringan. Selanjutnya peneliti melakukan uji konektifitas link failure OSPF tanpa load balancing pengujian dilakukan dengan menguji konektifitas layanan jaringan jika terjadinya link failure didalam layanan jaringan. Skenario pengujian dilakukan dengan cara melakukan pemutusan akses dari R1 menuju R3 untuk mendapatkan hasil aanalisa jika terjadi link failure saat proses transfer paket data didalam layanan jaringan. Tabel 4. Total Cost PC0 ke PC2 Sebelum Laod Balancing Source PCO Source PCO Cost R1 Cost R3 G0/0 Se0/0/1 Se0/0/1 G0/0 Destination PC2 Cost R1 Cost R2 Cost R3 G0/0 Se0/0/1 Se0/0/0 Se0/0/1 Se0/0/1 G0/0 Destination PC2 Terlihat pada tabel 5 merupakan hasil uji konektifitas link failure OSPF tanpa adanya load balancing. Dari total 5 . kali pengujian sebesar 907 packet send didapatkan hasil packet receiver sebesar 900 packet dengan mengalami packet loss sebesar 7 packet loss saat terjadinya link failure dengan rata-rata packet loss yang terjadi sebesar 1,4 packet dan dengan time average sebesar 5,4ms. Sedangkan pada penelitian lainnya didapatkan pengimplementasian OSPF membutuhkan waktu untuk melakukan failover sebesar 5 hingga 15 detik . Langkah selanjutnya melakukan uji konektifitas OSPF dengan load balancing cost manipulation dengan tujuan untuk mendapatkan hasil analisa kinerja cost manipulation. Tabel 5. Tracert PC0 ke PC2 Melalui 10. Percobaan Total Rata-rata Packet Send Packet Receiver Packet Loss 1,4 Packet Time Min Time Max 21,6ms Time Average 5,4ms dijelaskan pada gambar 7 merupakan hasil tracert yang dilakukan pada R1 menuju alamat 192. 1 yang terdapat pada R3, tracert pertama kali hops count yang dilalui yaitu 10. 2 yang berada pada R3 dan tracert route selanjutnya lalu lintas akan dialihkan ke 11. 2 yang berada pada R2. Gambar 7. Tracert Load Balancing PC0 Tabel 6 menjelaskan hasil dari sebuah analisa perbandingan OSPF sebelum dan sesudah menggunakan load balancing cost Hasil yang didapatkan sebelum adanya cost manipulation saat terjadi pengiriman paket data dari PC0 menuju P2 jika menggunakan jalur R1AR3 memiliki cost 194 dan setelah pengimplementasian cost manipulation maka cost yang didapatkan dari 194 menjadi 6 cost. Sedangkan cost yang didapatkan jika menggunakan jalur R1AR2AR3 sebelum menggunakan cost manipulation Matrik: Jurnal Managemen,Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer. Vol. No. Juli 2022: 555 Ae 566 Matrik: Jurnal Managemen,Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer sebesar 258 dan setelah menggunakan cost manipulation cost menjadi 6 cost. Jadi setelah pengimplementasian cost manipulation PC0 menuju PC2 baik menggunakan jalur R1AR3 ataupun R1AR2AR3 sama-sama mendapatkan cost sebesar 6 cost hal ini dapat memicu terjadinya load balancing dengan melakukan cost manipulation didalam jaringan protokol OSPF. Analisis Performa Open . (Mochamad Wahyud. ISSN: 2476-9843 Tabel 6. Total Cost PC0 ke PC2 Setelah Load Balancing Analisa Source Sebelum Sesudah PC0 PC0 Analisa Source Sebelum Sesudah PCO PCO Cost R1 Cost R3 G0/0 Se0/0/1 Se0/0/1 G0/0 Destination PC2 PC2 Cost R1 Cost R2 Cost R3 G0/0 Se0/0/1 Se0/0/0 Se0/0/1 Se0/0/1 G0/0 Destination PC2 PC2 Terlihat pada gambar 8 merupakan hasil pengiriman paket data menggunakan software simulasi cisco packet tracer dari PC0 menuju PC2 yang melakukan pengiriman paket data sebanyak 2 . kali secara bersamaan dengan tujuan untuk mendapatkan traffic lalu lintas yang akan dilalui. Traffic lalu lintas jaringan yang didapatkan melakukan pembagian traffic dengan sama rata antara R1 menuju ke R3, ataupun dari R1 menuju R2 dan menuju ke R3. Analisa ini menjawab bahwa telah suksesnya pengimplementasian cost manipulation pada jaringan OSPF yang mampu melakukan load balancing didalam proses transfer paket layanan data didalam Gambar 8. Traffic Load Balancing Hasil yang didapatkan saat terjadinya link failure setelah pengimplementasian cost manipulation dapat dilihat pada tabel 7. Dari total 5 . kali pengujian sebesar 907 packet send didapatkan hasil packet receiver sebesar 903 packet hasil yang lebih baik jika sebelum adanya load balancing dengan hasil packet reciver hanya sebesar 900 packet, serta dengan mengalami packet loss hanya sebesar 3 packet loss saat terjadinya link failure dengan rata-rata packet loss yang terjadi sebesar 0,6 packet dengan hasil yang lebih baik dibandingkan tanpa adanya cost manipulation dengan hasil packet loss rata-rata sebesar 1,4 packet dan dengan time average sebesar 4,2ms. Tabel 7. Tracert PC0 ke PC2 Percobaan Total Rata-rata Packet Send Packet Receiver Packet Loss 0,6 Packet Matrik: Jurnal Managemen,Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer. Vol. No. Juli 2022: 555 Ae 566 Time Min Time Max 17,4ms Time Average 4,2ms Matrik: Jurnal Managemen,Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer KESIMPULAN Pengimplementian OSPF cost manipulation dapat mengurangi packet loss saat terjadinya link failure. Sebelum pengimpelementasian cost manipulation didapatkan rata-rata sebesar 1,4 packet loss yang terjadi sedangkan setelah pengimplementasian ospf cost manipulation packet loss yang didapatkan menurun menjadi rata-rata sebesar 0,6 packet. Serta pengimplementasian OSPF cost manipulation mampu meningkatkan layanan jaringan terlihat dari hasil packet receiver sebelum pengimplementasian sebesar 900 berbanding 903 packet dari total 907 packet send yang dilakukan. Saran untuk penelitian selanjutnya dalam pengembangan dan pengimplementasian routing protokol OSPF cost manipulation dapat mempertimbangkan efesiensi dan efektifitas lalu lintas layanan Serta dapat memanfaatkan protokol routing OSPFv3 dengan menggunakan IP Address versi 6. UCAPAN TERIMA KASIH Bagian ucapan terimakasih adalah opsional. Sumber dana penelitian dapat diletakkan di sini. REFERENSI