JURNAL ILMIAH KESEHATAN RUSTIDA| Page : 187 - 192 Vol. 12 No. 02 Juli 2025 | p-ISSN2356-2528. e-ISSN 2620-9640 ANALISIS FAKTOR DETERMINAN KANKER SERVIKS STADIUM iB DI RSUD X Ineke Permatasari1CA Email:Inekepermatasari1005@gmail. com (Corresponding Autho. Program Studi Sarjana Kebidanan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rustida Lina Agustiana Puspitasari2 Program Studi Sarjana Kebidanan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rustida ABSTRAK Kanker serviks stadium iB merupakan masalah kesehatan serius dengan angka kejadian dan mortalitas yang tinggi. Faktor determinan seperti riwayat skrining, status sosial ekonomi, usia, kebiasaan merokok, riwayat seksual, dan komorbiditas perlu dianalisis untuk memahami penyebab tingginya kasus stadium lanjut di RSUD X, sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan kejadian kanker serviks stadium iB di RSUD X. Metode penelitian ini adalah studi observasional cross-sectional, tehnik pengambilan sampel total sampling, responden sebesar 52 pasien kanker serviks stadium iB periode dalam periode 1 tahun terakhir. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan wawancara terstruktur. Analisis statistik menggunakan analisis univariat dan regresi cox untuk mengidentifikasi faktor dominan dengan hasil faktor determinan utama yang teridentifikasi meliputi 70% pasien tidak pernah melakukan skrining, 60% pasien berasal dari keluarga berpendapatan rendah. Analisis multivariat menunjukkan bahwa skrining (OR = 5,2. p < 0,. , usia (OR = 4,8. p < 0,. , dan status sosial ekonomi rendah (OR = 3,5. p = 0,. merupakan faktor dominan yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90,4% pasien dengan status sosial ekonomi terbanyak berkategori rendah, didominasi usia > 50 th, sebagian besar yakni 61,3% responden dengan komorbid. Kesimpulan dalam penelitian ini determinan utama kanker serviks stadium iB di RSUD X adalah rendahnya partisipasi skrining, usia > 50 tahun, status sosio ekonomi rendah dan komorbiditas. Kata kunci: Kanker serviks, komorbiditas, merokok, riwayat seksual Analisis Faktor Determinan Kanker Serviks. Ineke Permatasari & Lina Agustiana Puspitasari PENDAHULUAN Kanker serviks merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang dihadapi oleh perempuan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Menurut data (AfdaAotiyah, 2. , kanker serviks menempati peringkat kedua sebagai kanker paling umum dan penyebab kematian akibat kanker pada perempuan di Indonesia, dengan 633 kasus baru dan 003 kematian setiap tahunnya (Sariayu et al. , 2. Kanker serviks stadium iB merupakan stadium lanjut di mana kanker telah menyebar ke dinding panggul dan/atau menyebabkan hidronefrosis, tetapi belum mencapai organ jauh. Stadium ini memiliki prognosis yang buruk dan memerlukan penanganan yang kompleks serta multidisiplin (Suseno & Imani, 2. RSUD X, sebagai rumah sakit salah satu rumah sakit rujukan di Jawa Timur, menerima banyak pasien kanker serviks stadium lanjut, termasuk stadium iB (Khairunnisa et al. , 2. Tingginya angka kasus stadium lanjut ini mengindikasikan adanya faktor-faktor determinan yang berkontribusi terhadap keterlambatan diagnosis dan penanganan (Khabibah et al. , 2. Faktor-faktor tersebut dapat meliputi rendahnya partisipasi dalam skrining kanker serviks, faktor sosial ekonomi, usia, kebiasaan merokok, riwayat seksual, dan komorbiditas (Longgupa, 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan yang berkontribusi terhadap kejadian kanker serviks stadium iB di RSUD Dengan memahami faktor-faktor dirumuskan strategi pencegahan dan penanganan yang lebih efektif untuk mengurangi beban kanker serviks stadium lanjut di wilayah Jawa Timur. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi dasar bagi kebijakan kesehatan yang lebih pencegahan dan pengendalian kanker serviks di Indonesia. Hipotesis studi ini terdapat hubungan yang signifikan antara faktor determinan . krining kanker serviks, faktor sosial ekonomi, usia, kebiasaan merokok, riwayat seksual, dan komorbidita. dengan kejadian kanker serviks stadium iB di RSUD METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pendekatan ini dipilih untuk menganalisis hubungan antara faktor determinan dan kejadian kanker serviks stadium iB pada satu waktu Lokasi penelitian ini, di RSUD X dengan populasi seluruh pasien kanker serviks stadium iB yang dirawat di RSUD X dalam periode 1 tahun terakhir. Teknik Pengambilan Sampel dalam penelitian ini adalah Consecutive sampling dengan metode analitik cross-sectional, besar sampel dalam penelitian ini 52 responden. ini 52 responden. Kriteria penelitian ini adalah pasien kanker serviks stadium iB, memiliki rekam Kriteria ekslusi dalam penelitian ini pasien kanker serviks stadium iB yang tidak memiliki data rekoma media yang lengkap dan memiliki Wawancara . Vol. 12 No. 02 Juli 2025 | JURNAL ILMIAH KESEHATAN RUSTIDA Analisis Faktor Determinan Kanker Serviks. Ineke Permatasari & Lina Agustiana Puspitasari terstruktur menggunakan kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data tentang riwayat skrining, perilaku merokok, aktivitas seksual, dan status sosial ekonomi. Data sekunder berupa mengumpulkan data tentang stadium kanker, usia, dan komorbiditas. Kuesioner diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan uji Cronbach's Alpha. Kuesioner diuji validitas dengan nilai Nilai CVI Ou 78 dan reliabilitasnya menggunakan uji Cronbach's Alpha dengan hasil Konsistensi internal (Alpha >0. dan stabilitas (ICC >0. baik Analisis univariat dilakukan untuk untuk mendeskripsikan karakteristik sampel dan variabel penelitian secara terpisah dan analisis bivariat menguji hubungan satu per satu antara faktor Analisis multivariat . egresi logisti. menganalisis faktor-faktor tersebut secara bersamaan untuk mengetahui mana yang paling berpengaruh terhadap kanker serviks iB setelah mengontrol variabel Untuk memperoleh variabel paling dominan (Mukti. Penelitian mendapatkan persetujuan dari Komite Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) RSUD 400/007/K3/522/2025. HASIL Tabel 1 Analisis Univariat Faktor Determinan Jumlah Persentase Skrining Tidak 9,615 90,385 Sosial Ekonomi Rendah Menengah Tinggi 51,923 23,076 Usia Dewasa Lansia 71,153 19,231 Merokok Tidak 51,923 48,076 Riwayat Seksual Beresiko Tidak beresiko 23,076 76,923 Komorbiditas Tidak 61,538 38,461 Total Dari tabel 1 dapat diketahui bahwa, mayoritas pasien tidak pernah melakukan skrining sebanyak 25 orang, dengan status sosial ekonomi paling banyak rendah, usia mayoritas responden 51-60 tahun, memiliki riwayat merokok sebanyak 27 responden, sebagian besar tidak memiliki riwayat seksual < 18 tahun maupun berganti Ae ganti pasangan. Responden dengan komorbiditas 32 Tabel 2 Analisis Uji Signifikansi Regresi Cox Faktor Determinan Skrining Sosial Ekonomi Usia Merokok Riwayat Seksual Komorbiditas Wald Log Rank Ket 009 Sign 001 Sign 437 Tidak Sign Sign Sign Pada analisis tabel 2 dapat diketahui npada variabel skrining dengan hasil uji 0. 002 menunjukan tidak pernah melakukan Pap smear berhubungan signifikan dengan stadium lanjut . B). Pada variabel sosial ekonomi dengan hasil 0. Vol. 12 No. 02 Juli 2025 | JURNAL ILMIAH KESEHATAN RUSTIDA Analisis Faktor Determinan Kanker Serviks. Ineke Permatasari & Lina Agustiana Puspitasari Pendapatan (50 tahun . ,4%) mendukung teori bahwa kanker serviks terkait dengan aktivitas seksual awal dan paparan HPV Studi (Nordianti & Wahyono, 2. menyebutkan bahwa infeksi HPV persistens pada usia reproduktif merupakan penyebab utama displasia serviks (Nuryana et al. , 2. Hal ini menunjukan bahwa skrining harus diintensifkan khususnya perlunya kampanye kesadaran kanker serviks untuk wanita lansia. Sebanyak 51,9% terpapar rokok . ktif/pasi. Nikotin dan karsinogen dalam tembakau dapat merusak DNA sel serviks (Admin & Maharisa, 2. menghambat eliminasi HPV (Kumala & Arsesiana, 2. Temuan ini menegaskan perlunya kampanye antirokok khususnya bagi perempuan. Faktor risiko dalam penelitian ini adalah riwayat bubungan seksual pertama <18 tahun dan berganti Ae ganti pasangan meskipun masih dalam jumlah responden yang relatif sedikit yakni . %) dan . %), hal ini karena serviks pada usia muda lebih rentan terhadap infeksi HPV. Responden dengan komorbid dalam penelitian ini . ,3%), komorbiditas seperti HIV . %) dan . Vol. 12 No. 02 Juli 2025 | JURNAL ILMIAH KESEHATAN RUSTIDA Analisis Faktor Determinan Kanker Serviks. Ineke Permatasari & Lina Agustiana Puspitasari . %) progresivitas kanker serviks karena terjadinya imunosupresi pada HIV menghambat clearance HPV dan hiperglikemia pada diabetes memicu peradangan kronis (Mariam et al. Edukasi kesehatan reproduksi harus dimulai sejak remaja, termasuk vaksinasi HPV. Stigma aktivitas seksual perlu diatasi untuk meningkatkan deteksi dini. Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu desain cross-sectional tidak dapat menentukan hubungan kausal, dengan sampel penelitian terbatas hanya dari satu RSUD, sehingga hasil tidak dapat digeneralisasi dan adanya bias recall dalam pengumpulan data riwayat pasien. KESIMPULAN Determinan utama kanker serviks stadium iB di RSUD X adalah rendahnya partisipasi skrining, usia > 50 tahun, status sosio ekonomi rendah dan komorbiditas. Faktor riwayat seksual tidak signifikan karena karakteristik sampel, bias metodologis, atau dominansi faktor risiko lain. SARAN