Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 PENYULUHAN PEMILAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI DESA SAMBILAWANG KABUPATEN SERANG PROVINSI BANTEN Vidila Rosalina . Dior Briliandy . Teddy Putra Nur Akbar . Marsya Bella Putri Aprilia4. Azmi Khoirul Insani . Diaz Fathu Rahman . Fadila Ramadhani Putri7. Ibnu Danur8. Irsyad Syaputra9. Muhammad Adha Gunawan10. Muhammad Rafi Hidayat11. Reza Febrian Nugraha12. Richard Selamat Pardede13. Satrio Abyasa Wicaksana14. Sefina Putri Maulidina15. Tiara Monica16. Akmal Fuadi17. Zhafirin Syihab Rakin18 1Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Teknologi Informsi. Universitas Serang Raya 2,3. KKM Kelompok 59 Universitas Serang Raya. *Email korespondensi: vidila. suhendarsah@gmail. ABSTRAK Kesadaran dan kepedulian untuk menangani sampah oleh masyarakat desa Sambilawang terlihat masih sangat rendah. Kebiasaan membuang sampahnya langsung ke sungai tanpa memikirkan bertumpuknya sampah dan pencemaran di badan air tersebut akibat sampah yang mereka buang. Hal tersebut tentu akan ditiru oleh anak-anak sebagai generasi penerus sehingga permasalahan sampah ini menjadi masalah yang tidak pernah terselesaikan. Sampah dihasilkan setiap rumah tangga dalam kegiatan setiap harinya, karena segala kegiatan yang lakukan seperti memasak, makan, mencuci dan lain-lain dapat memproduksi sampah. Dengan pengelolaan yang baik, sampah merupakan sumber daya yang dapat digunakan kembali. Sampah organik masih bisa digunakan untuk pupuk kompos sedangkan sampah anorganik dapat digunakan kembali, didaur ulang, atau dijual. Program penyuluhan kepada masyarakat khususnya ibu rumah tangga Desa Sambilawang bertujuan meningkatkan pengetahuan warga desa dalam pemilahan sampah oganik dan non-organik agar bernilai ekonomis dan menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan pengabdian ini juga membagikan tempat sampah sesuai jenisnya dan di letakan di beberapa titik di Desa Sambilawang. Kata Kunci : Anorganik. Desa Sambilawang. Organik. Pemilahan. Rumah Tangga. Sampah ABSTRACT The awareness and concern for handling waste by the Sambilawang Village community is still very lacking. The habit of throwing their waste directly into the river without thinking about the accumulation of waste and also the pollution in the water body due to the waste they throw away. This will certainly be imitated by children as the next generation so that this waste problem becomes a problem that is never resolved. Waste is produced by every household in their daily activities, because all activities carried out such as cooking, eating, washing and others can produce waste. With good management, waste is a resource that can be reused. Organic waste can still be used for compost while inorganic waste can be reused, recycled, or sold. The outreach program for the community, especially residents of Sambilawang Village, was held to increase the knowledge of Sambilawang Village residents in sorting organic and non-organic waste so that it has economic value and maintains environmental cleanliness. In addition to outreach, this community service activity also distributed trash bins according to type and placed them at several points in Sambilawang Village. Keywords: Household. Inorganic. Organic. Sambilawang Village. Sorting. Waste SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Pengabdian Massyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Saat ini di desa Sambilawang sampah menjadi masalah serius yang harus ditangani, terutama dalam memelihara kelestarian dan kesehatan lingkungan. Sampah yang berserakan dapat merusak lingkungan yang berakibat terjadinya Dalam pengolahan sampah pada lingkungan masyarakat desa kebanyakan masih bertumpu pada unsur penimbunan sampah kemudian dilakukan pembuangan dan pemusnahan dengan dibakar atau dibuangke sungai. Membangun kesadaran masyarakat di desa tidak semudah membalikkan telapak Perlu kerja sama dari semua pihak, baik warga, pemerintah maupun pihak ketiga sebagai pendukung. Usaha itu juga perlu waktu yang cukup lama dan bertahap , selain itu juga diperlukan pula contoh serta teladan yang positif dan Kegiatan sosialisasi tentang pemilahan dan pengelolaan sampah dapat mendorong partisipasi masyarakat desa dalam hal pengelolaan persampahan, hal itu juga dapat didukung dengan berbagai masyarakat desa. Pengelolaan sampah secara efektif dapat dimulai dari pengelolaan dengan memilah sampah rumah tangga secara mandiri oleh tiap keluarga. Pengelolaan sampah dapat dipilah menjadi sampah layak jual dan layak buang. Pada tahap awal gerakan yang dilakukan adalah dengan memberi bekal kemampuan pada masyarakat agar mampu dan memiliki kesadaran melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik secara mandiri. Sosialisasi dan penyuluhan mengenai cara pemilahan sampah ini akan sangat penting memberikan inspirasi peluang ekonomis dibalik pengelolaan sampah secara mandiri, berkelompok, berjejaring dan Gambar 1. Skema Pemilahan dan Pengelolaan Sampah . asterplandesa,2. METODE PELAKSANAAN Metode Penyelesaian Masalah Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode pendekatan peer coaching, yaitu suatu metode yang informasi, pesan, ide, pengetahuan yang (Rosalina, 2. Dalam hal ini kami KKM Kelompok 59 Universitas Serang Raya masyarakat desa Sambilawang. Tentunya ini didasari dengan pertimbangan agar informasi yang seluasluasnya tentang permasalahan yang dihadapi sehubungan dengan sampah dengan sebaik-baiknya. Sedangkan teknik penyampaian sosialisai dan penyuluhan pemilahan sampah rumah tangga adalah melalui: ceramah, tanya jawab, diskusi, dan kuisioner. Tahapan Program Kegiatan Langkah-langkah yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini Melakukan studi pendahuluan berupa kajian literatur terkait dan studi lapangan di desa Sambilawang. Melakukan survey dan observasi terhadap masyarakat desa Sambilawang terutama yang berkaitan dengan sampah rumah tangga. Melakukan sosialisasi dan penyuluhan tentang pemilahan sampah rumah tangga dan manfaatnya kepada para Ibu Rumah Tangga (IRT) desa Sambilawang. Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 Berikut ini adalah materi sosialisasi dan penyuluhan yang yang dilakukan di Desa Sambilawang : Secara umum sampah dapat dipilah menjadi dua yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik juga dapat diubah dimanfaatkan untuk membangkitkan Yang sering digunakan adalah kotoran hewan dan manusia, limbah tempe dan tahu. Sampah Organik Sampah organik adalah sampah yang berasal dari bahan-bahan hayati. Sampah ini dapat didegradasi oleh mikroba atau memiliki sifat biodegradable. Sampah ini dengan mudah dapat terurai melalui proses alami. Kebanyakan sampah organik berasal dari sampah rumah tangga. Jenis sampah organik. Sampah Organik Basah Sampah mengandung air. Lama kelamaan, sampah jenis ini sering membuat bau tak sedap karena kandungan airnya membuat sampah membusuk. Contoh dari sampah organik basah adalah sisa-sisa sayuran, kulit pisang, buah yang busuk, kulit bawang dan sebagainya. Sampah Organik Kering Sampah mengandung sedikit air. Kebanyakan sampah organik kering sulit jika diolah kembali, sehingga lebih sering dibakar untuk memusnahkannya. Contoh dari sampah organik kering adalah kayu, ranting pohon, daun-daun kering, dan Pemanfaatan Sampah Organik Sejumlah dimanfaatkan untuk hal lain. Ini perlu dilakukan untuk mengurangi sampah di tempat pembuangan akhir. Bahkan daur ulang sampah organik bisa menjadi sumber pemasukan. Pembuatan Pupuk Sampah organik dari buah-buah dan sayuran busuk dapat dibuat menjadi pupuk, misalnya pupuk kompos dan pupuk organik lainnya. Tambahan Pakan Ternak Sampah organik biasanya dibuat untuk tambahan pakan kambing, sapi, dan Tak hanya itu, sampah organik juga bisa diolah menjadi pelet untuk makanan ayam dan ikan. Diubah Menjadi Biogas dan Listrik Sampah Anorganik Sampah anorganik adalah sampah yang berasal dari bahan-bahan nonhayati, baik itu produk sintetis, maupun hasil dari proses teknologi pengolahan bahan Bentuk sampah ini bisa berupa logam, plastik, kertas, kaca, keramik, dan Jenis dan Contoh Sampah Anorganik dalam buku Implementasi SDGs Pada Pembelajaran Pendidikan Lingkungan yang disusun Indriyani Rachman. PhD dan Dr Hj Rita Retnowati, dijelaskan bahwa sampah anorganik dibagi menjadi dua jenis, yaitu: Sampah Anorganik Lunak, disebut sampah anorganik lunak karena limbah ini memiliki sifat lunak atau lentur sehingga mudah dibentuk. Contoh dari sampah anorganik lunak adalah yang berbentuk plastik, styrofoam, bungkus makanan cepat saji, termasuk zat cair, seperti limbah air deterjen, air sabun, minyak Sampah Anorganik Keras, disebut sampah anorganik keras karena memiliki sifat keras atau kuat tetapi bisa Contoh anorganik adalah keramik, pecahan kaca, paku berkarat, botol plastik, dan kaleng Pemanfaatan sampah anorganik tertentu ada tiga pemanfaatan, yaitu dengan cara reuse, reduce, maupun Reuse (Penggunaan Kembal. Reuse adalah menggunakan kembali sampah tanpa perlu banyak dimodifikasi. Benda ini bisa difungsikan dengan fungsi yang masih sama ataupun fungsi berbeda. Contohnya yaitu: Menggunakan wadah bekas yang isinya sudah habis untuk fungsi lain. Memakai kertas sisa yang masih kosong untuk menulis. Reduce (Penguranga. Prosiding Seminar Pengabdian Massyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 Reduce adalah kegiatan yang bisa mengurangi sampah, sejak sebelum membeli barang. Contohnya yaitu: Menggunakan produk yang bisa diisi ulang kembali dan mnghindari menggunakan barang yang tidak perlu. Recycle (Daur Ulan. Recycle yaitu memanfaatkan kembali Dari hasil post-test yang dilakukan setelah sosialisasi dan penyuluhan pemilahan sampah, didapatkan hasil bahwa 99% ibu-ibu memahami jenis sampah dan cara pemilahannya . pengolahan untuk mendapatkan fungsi yang sama atau fungsi lain. Contohnya yaitu: Mengolah sampah plastik menjadi kerajinan tangan, mengolah sampah kertas untuk dijadikan kertas lagi, dll. Tabel 1. Tingkat Pemahaman Pemilahan Sampah Rumah tangga (Pre-tes. Tingkat Jumlah Tidak Memahami Sedikit Memahami Memahami Sangat Memahami Tabel 2. Tingkat Pemahaman Pemilahan Sampah Rumah Tangga (Post-tes. Tingkat Jumlah Tidak Memahami Sedikit Memahami Memahami Sangat Memahami KESIMPULAN Gambar 2. Penyuluhan Pemilahan Sampah Rumah Tangga kepada IRT Desa Sambilawang . Mei 2. Kegiatan penyuluhan pemilahan sampah rumah tangga dan kegiatan pembagian tempat sampah di Desa Sambilawang pada tanggal 1 Juni 2025 bisa dikatakan berhasil dengan indikator sebagai berikut: Meningkatnya Sambilawang khususnya Ibu Rumah Tangga (IRT) tentang tentang pemilahan sampah sebanyak 89%. Tersebarnya tempat sampah organik dan anorganik di titik-titik strategis pembuangan sampah berdasarkan Sambilawang. DAFTAR PUSTAKA