Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera Volume. 4 Nomor. 3 September 2025 e-ISSN : 2963-3877 p-ISSN : 2962-0929. Hal 01-09 DOI: https://doi. org/10. 59059/jpmis. Tersedia: http://journal. id/index. php/jpmis Pentingnya Pendidikan Akhlak Bagi Anak Di Era Digital SDN 3 Lamangga The Importance Of Moral Education For Children In The Digital Era SDN 3 Lamangga Nudin Nudin1. La ode Jirman2. Wahid Wahid 3. Nur Wahyuni4. Waode Hasrini5. Muh. Fahrun Syarifuddin6 Prodi Pendidikan Agama Islam. Jurusan Tarbiyah. Sekolah Tinggi Agama Islam YPIQ Baubau Email: Gaulnudin@gmail. Jhirman. ode@gmail. com 2, wahidpalabusa@gmail. com 3, nurwahyuni280202@gmail. com 4, waasri01@gmail. com 5, fahsyarars@gmail. Alamat: STAI YPIQ Baubau. Kota Baubau. Sulawesi Tenggara. Indonesia. Korespondensi Penulis: Gaulnudin@gmail. Article History: Naskah Masuk: 15 Agustus 2025. Revisi: 30 Agustus 2025. Diterima: 28 September 2025. Terbit: 30 September 2025 Keyword: Education. Morals, in the Digital Age Abstract: The purpose of community service activities is to provide information to students regarding the importance of moral education for children in the digital era. Moral cultivation for children is very important both in the family, school and In this era, which we often call the millennial era, there are often moral deviations for the nation's children with rampant moral damage, for that we as educators fix the cultivation of children's character and morals Abstrak Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk memberikan informasi kepada peserta didik terkait pentinya pendidikan akhlak bagi anak di era digital. Penanaman akhlak bagi anak sangat penting baik dilingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Pada zaman yang sering kita sebut zaman milenial ini sering terjadi penyimpangan moral bagi anak bangsa dengan maraknya kerusakan moral untuk itu kita sebagai pendidik membenahi penanaman karakter dan akhlak anak. Kata Kunci : Pendidikan. Akhlak. Di era Digital PENDAHULUAN Pendidikan adalah upaya sadar dan terencana dalam proses pembimbingan dan pembelajaran bagi individu agar tumbuh berkembang menjadi manusia yang mandiri, bertanggung jawab, kreatif, berilmu, sehat dan berakhlak . mulia (UU No. Sedangkan tujuan pendidikan dalam (UU No. 20 tahun 2. tentang sistem pendidikan nasional adalah:Ao AuPendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk bangsa yang dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawabAy. Pentingnya Pendidikan Akhlak Bagi Anak Di Era Digital SDN 3 Lamangga Keberadaan media berbasis online turut berpengaruh dalam perubahan pandangan hidup dan perilaku siswa peserta didik dan generasi muda pada umumnya. Melansir dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2016 bahwa pengguna internet di tanah air didominasi oleh generasi muda. Media sosial menjadi konten internet yang paling sering diakses mencapai presentase 97,4 persen. Khusus kalangan pelajar di Indonesia dengan kelompok usia 10-14 tahun mencapai 100 persen dengan jumlah 768 ribu. Pakar pendidikan. Dr. Arif Rahman menilai bahwa sampai saat ini masih ada yang keliru dalam pendidikan di Tanah Air. Menurutnya, titik berat pendidikan masih lebih banyak pada masalah kognitif. Penentu kelulusan pun masih lebih banyak pada prestasi akademik dan kurang memperhitungkan akhlak dan budi pekerti siswa. Belum lagi jika perkembangan kasus akhlak buruk peserta didik. Misalnya. antarpelajar dan mahasiswa, plagiat dalam karya ilmiah, juga masalah pergaulan bebas yang sudah sangat meresahkan dan membosankan untuk didengar beritanya. Secara umum, mereka yang lulus sekolah dengan akhlak yang buruk ini akan menempati posisi di dunia kerja Indonesia yang sarat dengan persaingan. Rendahnya moral dan akhlak para pelaku kebijakan juga akan diikuti oleh rendahnya etos kerja masyarakat. Sehingga bukan tidak mungkin mereka akan terjebak dalam praktik-praktik korupsi yang Jadi bisa dikatakan bahwa penyebab terbesar dalam krisis pendidikan ini adalah gagalnya pembangunan karakter anak didik. Kegagalan ini terjadi karena aspek akhlak atau moralitas terabaikan dalam proses pendidikan yang sedang berlangsung. METODE PENELITIAN Sosalisasi dilaksanakan diruang belajar peserta didik denganmenghadirkan Mahasiswa dari STAI YPIQ BAUBAU. Sosialisasi ini dilaksanakan dua kali pada hari Jumat, 26 mei 2023 Ae Rabu, 31 Mei 2023 pada pukul 09. 00 WITAAeselesai. SD 3 Lamangga. Kegiatan ini dibantu oleh kepala sekolah yang bernama Waode Surtina. Kegiatan disesuaikan dengan kondisi orang tua disekitar. Pada awal kegiatan, orang tua diberikan sosialisasi tentang pentingnya pendidikan akhlak di era digital. Penyediaan alat dan bahan ini dilakukan dengan membuat materi yang akan digunakan dalam kegiatan sosialisasi, serta banner yang berisikan Ausosialisasi pentingnya pendidkan akhlak diera digital di SD 3 LamanggaAy. Selain itu peralatan yang digunakan dalam sosialisasi pada tahap ini antara lain : ruang belajar murid, meja, kursi, konsumsi, dll. Kegiatan berjalan lancar karna peserta didik dan guru-guru sangat bersemangat serta sangat antusias dalam bertanya. JPMISAe VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN : 2963-3877 p-ISSN : 2962-0929. Hal 01-09 HASIL DAN PEMBAHASAN Pendidikan Akhlak Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Pendidikan akhlak adalah salah satu pendidikan yang wajib diberikan kepada anak sedini mungkin. Hal ini dikarenakan anak masih suci dan bersih dan belum terkontaminasi dengan berbagai peragai buruk. Oleh karena itu, sebagai orang tua perlu mengajarkan dan mencontohkan perbuatan-perbuatan yang mulia yang sesuai dengan ajaran Al-Quran dan Hadist Nabi Muhammad ShalallahuAoalaihi wasalam. Menurut Ahmad amin, ada beberapa perkara yang menguatkan pendidikan akhlak dan meninggikannya, yaitu: Meluaskan lingkungan fikiran, karena fikiran yang sempit merupakan sumber beberapa keburukan dan akal yang kacau balau tidak dapat membuahkan akhlak yang tinggi. Berkawan dengan orang yang terpilih, hal ini dikarenakan manusia itu suka mencontoh. Membaca dan menyelidiki perjalanan para pahlawan dan yang berfikiran luar biasa. Yang lebih penting memberi dorongan kepada pendidikan akhlah ialah supaya orang mewajibkan dirinya melakukan perbuatan baik bagi umum . ebih mengutamakan kepentingan umu. Berusaha melakukan kebiasaan dengan perbuatan yang baik. Tujuan pendidikan akhlak diberikan kepada anak supaya dapat membersihkan diri dari perbuatan dosa dan maksiat. Karena sebagai manusia yang memiliki jasmani dan rohani, maka jasmani dibersihkan secara lahiriah melalui fikih sedangkan rohani dibersihkan secara bathiniah melalui akhlak. Orang yang memiliki batin atau hati yang bersih akan melahirkan perbuatan yang terpuji sehingga dengan perbuatan terpuji maka akan melahirkan masyarakat yang saling menghargai dan bahagia dunia dan akhirat. Akhlak diajarkan kepada anak juga betujuan agar anak dapat mengetahui hal-hal yang baik dan dianjurkan untuk menlaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari dan mengetahui perbuatan yang tercela serta bahayanya agar dihindari supaya tidak merugikan terhadap kehidupan anak. Dengan demikian anak akan mampu memilah hal yang mana yang boleh dilakukan dan yang man yang harus ditinggalkan atau dijauhi. Secara singkat tujuan pendidikan akhlak adalah mendidik budi pekerti dan pembentukan jiwa anak melalui pelajaran, pembinaan dan bimbingan akhlak baik yang dilakukan di sekolah maupun di lingkungan keluarga. Pentingnya Pendidikan Akhlak Bagi Anak Di Era Digital SDN 3 Lamangga Di era Digital Era digital merupakan suatu masa dimana sebaian besar manusia pada masa tersebut menggunakan sistem digital dalam kehidupan sehari-hari. Sistem digital ini lebih canggih dibandingkan dengan sistem sebelumnya yaitu sistem analog. Sistem analog menghasilkan sinyal tiruan yang didapat dari alam, sehingga sering terjadi degradasi sinyal yang mengakibatkan sinyal kurang jelas. Sebaliknya sistem digital dapat menghilangkan faktor penggangu dengan mentransmisi sinyal asli menjadi bits dan membuat sampel gelombang suara mengaturnya berdasarkan kecepatan tertentu sehingga sinyal lebih jernih dan tidak mengalami sinyal tunda. Karakteristik Millennial berbeda-beda berdasarkan wilayah dan kondisi sosialekonomi. Namun, generasi ini umumnya ditandai oleh peningkatan penggunaan dan keakraban dengan komunikasi, media, dan teknologi digital. Di sebagian besar belahan dunia, pengaruh mereka ditandaidengan peningkatan liberalisasi politik dan ekonomi,meskipun pengaruhnya masih diperdebatkan. Masa Resesi Besar (The Great Recessio. memiliki dampak yang besar pada generasi ini yang mengakibatkan tingkat pengangguran yang tinggi di kalangan anak muda, dan menimbulkan spekulasi tentang kemungkinan krisis sosial-ekonomi jangka panjang yang merusak generasi ini. Pewresearch sunting tentang karakteristik generasi millennial ini. Pada tahun 2015. Pewresearch . pernah melansir sebuah laporan tentang generasi millennial atau gen Y ini. Biro sensus di Amerika Serikat menyebutkan populasi generasi millenial pada tahun 2014 sudah mencapai 74,8 juta jiwa. Diperkirakan pada 2015 ini jumlah populasinya akan meningkat sampai 75,3 juta jiwa dan menjadi kelompok generasi terbesar. Tingkat imigrasi generasi millenial lebih tinggi dibandingkan generasi yang lain. Diperkirakan tinggi tingkat transmigrasi akan mencapai puncaknya pada tahun 2036, yaitu sebesar 81,1 juta jiwa. Dalam perkembangan teknologi digital ini terdapat banyak dampak yang dirasakan oleh manusia, baik dampak postif maupun dampak negatifnya. Dampak positif era digital antara Informasi yang dibutuhkan dapat lebih cepat dan lebih mudah dalam mengaksesnya. Tumbuhnya inovasi dalam berbagai bidang yang berorentasi pada teknologi digital yang memudahkan proses dalam pekerjaan. Munculnya media massa berbasis digital, khususnya media elektronik sebagai sumber pengetahuan dan informasi masyarakat. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. JPMISAe VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN : 2963-3877 p-ISSN : 2962-0929. Hal 01-09 Munculnya berbagai sumber belajar seperti perpustakaan online, media pembelajaran online, diskusi online yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Munculnya e-bisnis seperti toko online yang menyediakan berbagai barang kebutuhan dan memudahkan mendapatkannya. Adapun dampak negatif era digital yang harus diantisapasi, antara lain: Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) karena akses data yang mudah dan menyebabkan orang melakukan kecurangan. Pikiran instan dimana anak-anak seperti terlatih untuk berpikir pendek dan kurang . Penyalahgunaan pengetahuan untuk melakukan tindak pidana seperti menerobos sistem . Menurunnya moralitas yang disebabkan mudahnya mengakses situs pornorafi dan . Munculnya sikap individualis anti sosial. Metode pendidikan akhlak yang dapat dilaksanakan oleh orang tua dirumah maupun para pendidik disekolah diantaranya adalah sebagai berikut: Metode Keteladanan (Uswatun Hasana. Anak-anak memiliki kecenderungan atau sifat peniru yang sangat besar,maka metode uswatun hasanah Aucontoh teladan yang baikAy dari orang-orang yang dekat dengan anak itu yang paling tepat. Dalam hal ini, orang yang paling dekat kepada anak adalah orang tuanya dirumah , karena itu contoh teladan dari orang tuanya sangat berpengaruh pada pembentukan mental dan akhlak anak-anak. Keteladanan dalam pendidikan adalah metode yang paling meyakinkan keberhasilannya dalam mempersiapkan dan membentuk anak di dalam moral, spiritual dan Selanjutnya pendidik di sekolah adalah contoh terbaik dalam pandangan anak yang akan ditirunya dalam tindak-tanduknya dan tata santunnya, disadari ataupun tidak, bahkan tercetak dalam jiwa dan perasaan suatu gambaran pendidik tersebut, baik dalam ucapan ataupun dalam perbuatan, baik material atau spiritual, diketahui atau tidak diketahui Orang tua harus memberikan contoh kepada anak dalam pemanfaatan teknologi informasi seperti internet, gadget. Hp dan yang lainnya. Alat-alat digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, selalu memperhatikan waktu dan tempat yang tepat. Seperti gambar berikut : Metode Pembiasaan Sejak kecil anak harus dibiasakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang baik, dilatih untuk bertingkah laku yang baik, diajari sopan santun dan sebagai-nya. Mendidik. Pentingnya Pendidikan Akhlak Bagi Anak Di Era Digital SDN 3 Lamangga melatih, dan membimbing anak secara perlahan adalah hal yang wajib diterapkan pada anak agar dia dapat meraih sifat dan ketrampilan dengan baik, agar keyakinan dan akhlaknya tertanam dengan kokoh. Akhlak dan prinsip-prinsip keyakinan, termasuk di dalamnya ketrampilan anggota tubuh, membutuhkan adanya proses bertahap untuk dapat diraih dan harus dilakukan secara kebiasaan atau berulang-ulang sehingga tercapai dan dikuasai dengan baik, serta dapat dilaksanakan dengan mudah dan ringan, tanpa bersusah payah dan menemukan Orang tua di rumah ataupun pendidik di sekolah harus selalu mengajari, melatih dan membiasakan anak untuk bertutur kata yang sopan, ramah, lembut dan santun, karena seorang anak mengikuti ucapan yang dilatihnya. Tingkah laku seorang anak tergantung kepada siapa yang mengajarinya kalau anak tersebut dilatih uacapan ataupun perbuatan baik maka anak juga menjadi baik dan begitu pula sebaliknya. Metode Nasihat (MauAoizhah al-Hasanah ) Nasihat dapat berupa anjuran yaitu saran atau ajakan untuk berbuat atau melakukan sesuatu yang baik dan berguna, dengan adanya anjuran menanamkan kedislipinan, melaksanakan kewajiban perintah agama pada anak, sehingga akhirnya menjalankan segala sesuatu dengan disiplin yang nantinya akan membentuk suatu kepribadian yang mulia. Seperti dalam sabda Rasulullah bahwa seorang anak ketika masih umur 7 tahun atau mungkin di bawahnya harus di ajak untuk melaksanakan shalat lima waktu. Anak-anak hendaklah diajak untuk mengerjakan shalat. Sehingga terbentuk manusia yang senantiasa kontak dengan Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa seorang anak yang telah mencapai usia tamyiz . apatmembedakan antara baik dan buru. , maka hendaklah tidak dibiarkan meninggalkan thaharah dan shalat. Juga mulai diperintahkan berpuasa beberapa hari di bulan Ramadhan. Metode Perhatian Metode pendidikan dengan perhatian adalah mencurahkan, memperhatikan dan senantiasa mengikuti perkembangan anak dalam pembinaan akidah dan akhlak, persiapan spiritual dan sosial selain itu juga bertanya tentang situasi pendidikan jasmani dan daya hasil Metode perhatian ini merupakan metode pendidikan yang terkuat dalam pembentukan manusia secara utuh dan dapat mendorongnya untuk menunaikan tanggung jawab dan kewajibannya secara sempurna. Metode Pengawasan Metode ini digunakan untuk menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena manusia tidaklah sempurna, jadi kemungkinan besar selalu melakukan kesalahan- JPMISAe VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN : 2963-3877 p-ISSN : 2962-0929. Hal 01-09 kesalahan, penyimpangan-penyimpangan ini selalu ada. Maka dari itu, sebelum kesalahan dan penyimpangan itu dilakukan lebih jauh, sebaiknya selalu ada usaha untuk diadakan Apalagi zaman sekarang anak-anak sudah pandai memainkan gadget, dalam hal ini orang tua harus bisa benar-benar mengawasi, karena kalau tidak diawasi nanti anak-anak bisa membuka situs-situs yang terlarang yang semua itu merusak moral dan akhlak anak. Gambar 1. Pengawasan terhadap siswa Gambar 2. Foto proses mengajar Gambar 3. Foto bersama guru dan kepala sekolah Pentingnya Pendidikan Akhlak Bagi Anak Di Era Digital SDN 3 Lamangga Gambar 4. Foto bersama guru dan kepala sekolah KESIMPULAN Terselenggaranya program sosialisasi ini sebagai upaya meningkatkan pengetahuan peserta didik mengenai pentingnya pendidikan akhlak diera digital. Program tersebut terlaksana melalui dari beberapa rangkaian kegiatan maupun persiapan yang bertujuan untuk mengoptimalkan masa perkembangan anak. Kegiatan sosialisasi ini memberikan informasi yang bermanfaat kepada peserta didik. selain itu untuk keberlanjutan program ini maka di bentuknya tim mahasiswa STAI YPIQ BAUBAU. Kegiatan di akhiri dengan pelepasan dan makan bersama di akhiri dengan sesi berfoto , kepala sekolah, guru, dan mahasiswa sebagai dokumentasi. Hadirnya mahasiswa di tengah-tengah masyarakat untuk menambah pengetahuan mengenai pendidikan akhlak diera digital. Semoga kegiatan sosialisasi ini tetap berlanjut. PENGAKUAN/ACKNOWLEDGEMENTS Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak La Ode jirman. Pd. Pd. I selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak SDN 3 Lamangga yang telah menyediakan tempat bagi kami untuk melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), terima kasih juga atas bantuan yang telah diberikan dalam memperlancar kegiatan PKM kami. Kami ucapkan terima kasih juga kepada seluruh pihak. DAFTAR REFERENSI JPMISAe VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN : 2963-3877 p-ISSN : 2962-0929. Hal 01-09 Ahmad amin, . Etika (Ilmu Akhla. Jakarta: Bulan Bintang Abdullah Nashih Ulwan, . Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam. Juz II, terj. Saifullah Kamalie. Lc. Drs. Hery Noer Ali. Semarang. Asy Syifa. Departemen Pendidikan Nasional, . Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utam. , h. Imam al-Ghazali. Ihya AoUlum ad-Din, terj. Ismail YaAokub. Muhammad Husain, . Agar Anak Mandiri, terj. Nashirul Haq. Bandung. Irsyad Baitus Salam. Undang-Undang no. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional