Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 12. Nomor 2, 2025 pp. P-ISSN: 2355-6633 E-ISSN : 2548-5490 Open Access: https://jurnal. id/index. php/Deiksis/index Application of Canva Media in the Form of Comics to Improve Negotiation Text Writing Skills for Class X Accounting 1 Students SMKN 6 Surabaya 1Dilla Ovielia, 2Esterina Mesya Dininda, 3Nono Tri Hariyanto, 4Mimas Ardhianti 124PGRI Adi Buana University. Surabaya. Indonesia, 3SMKN 6 Surabaya. Surabaya. Indonesia 1dillaovielia@gmail. com, 2nindaferdiansah@gmail. com, 3nono@itsupport. 4mimasardhianti@unipasby. Corresponding authorAos email: mimasardhianti@unipasby. ARTIKEL INFO ABSTRACT Article history: Received : 12 Mei 2025 Accepted : 7 Juli 2025 Published : 28 Juli 2025 Lack of interest in learning students' negotiation texts at SMKN 6 Surabaya due to the limited media taught. The purpose of this study is to describe the application of Canva media in the form of comics to improve the negotiation text writing skills of students of class X Accounting 1 at SMKN 6 Surabaya. Classroom Action Research (PTK) is used in this approach. There are four steps in the PTK cycle, namely . planning, . implementation, . observation, and . The subjects of this study are 36 students of class X Accounting 1. The location of the research was carried out at SMKN 6 Surabaya, which is located on Jl. Margorejo No. Kec. Margorejo. Surabaya. The data collection techniques in this study consisted of . student worksheets (LKPD), . questionnaires, . interviews, . documentation, and . observation sheets of the learning process. The data analysis technique uses descriptive statistics. Based on the results of the study, the completion rate is 64%, the average student score in the first cycle is 68. In the second cycle, the average score increased to 78 with a completion rate of 91%. With the help of Canva, students can easily generate ideas and create attractive and wellstructured negotiation documents. The conclusion of this study is that the use of Canva media can help students compose negotiation texts and become better writers. Keywords: Canva media, comics, writing negotiation texts DOI: 10. 33603/deiksis. PENDAHULUAN Kemampuan menulis adalah kapasitas, keahlian, serta seluruh potensi dan usaha yang dilakukan seseorang dalam aktivitas untuk menghasilkan suatu karya tulis (Suparno dan Endy 2. Untuk menyusun tulisan yang jelas dan mudah dimengerti oleh orang lain perlunya memperhatikan gagasan yang dituangkan dalam tulisan harus logis, sistemstis, dan koheren (Catur 2. Keterampilan menulis sangat penting digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia terutama bagi siswa di tingkat pendidikan menengah. Oleh sebab itu, p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 1Dilla Ovielia, 2Esterina Mesya Dininda, 3Nono Tri Hariyanto, 4Mimas Ardhianti . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. keterampilan menulis tidak hanya mendukung kemampuan berkomunikasi secara tertulis, tetapi juga memengaruhi keterampilan dalam berpikir kritis dan menyusun ide secara logis, sistemstis, dan koheren. Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa. Keterampilan menyimak, berbicara, dan membaca juga berhubungan dalam keterampilan menulis (Tarigan, 2013:. Menulis ialah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dapat dipahami oleh seseorang, sehingga orang-orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu. Lambang dan gambar grafik tersebut mempunyai makna yang bisa dipahami orang lain itu yang disebut dengan menulis. Tarigan mengungkapkan bahwa menulis merupakan lukisan grafik yang menggambarkan suatu bahasa ketika seseorang dapat membaca lambang dan mengerti makna yang dimaksud. Jika seseorang ingin menulis maka dipastikan ia harus bisa membaca dan memahami lambang-lambang grafik tersebut. Menurut Semi . menulis merupakan suatu proses kreatif memindahkan gagasan kedalam lambang-lambang tulisan. Semi mengungkapkan bahwa menulis memiliki tiga aspek utama. Pertama dengan tujuan tertentu, kedua dengan gagasan yang akan disampaikan dan yang ketiga berupa sistem Bahasa Ketiga aspek tersebut sangat berkaitan dengan menulis. Misalnya seseorang menulis dengan tujuan tertentu dengan mengungkapkan gagasan berdasarkan pengamatan maupun pengalamannya sehingga disajikan dengan penyajian yang logis maupun kronolis. Menurut Iskandarwassid & Sunendar . aktivitas menulis merupakan suatu bentuk manifestasi kemampuan dan keterampilan berbahasayang paling akhir dikuasai oleh pembelajar bahasa setelah kemampuan mendengarkan, berbicara, dan membaca. Ketiga keterampilan tersebut, menulis merupakan keterampilan yang sulit dikuasai. Hal itu disebabkan menulis harus menguasai berbagai unsur kebahasaan dan unsur di luar bahsa itu Unsur bahasa dan isi harus menjadi satu kesatuan yang padu untuk membentuk sebuah kalimat menjadi paragraf. Dalam keterampilan ini penulis berusaha untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui bahasa tulis. Berdasarkan pendapat para ahli disimpulkan bahwa menulis adalah kegiatan melukiskan lambang-lambang huruf sehingga menimbulkan berbagai gagasan atau ide kretaif dengan menggunakan bahasa tertentu. Menulis dapat dilakukan oleh setiap orang akan tetapi kualitas yang dihasilkan setiap orang berbeda. Menulis merupakan kegiatan produktif yang dpat dilakukan oleh setiap orang untuk menghasilkan sebuah karangan yang p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 1Dilla Ovielia, 2Esterina Mesya Dininda, 3Nono Tri Hariyanto, 4Mimas Ardhianti . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. dapat bermanfaat untuk orang lain. Oleh karena itu, keterampilan menulis harus selalu diasah setiap saat dengan cara praktik dan banyak pelatihan (Manik and Amri 2. Dalam konteks pembelajaran di SMK, keterampilan menulis memiliki peran yang sangat besar, mengingat siswa dituntut untuk dapat menghasilkan berbagai jenis teks sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan profesional. Teks negosiasi adalah salah satu jenis teks yang memerlukan keahlian khusus. Teks yang menggambarkan prosedur interaksi sosial yang digunakan untuk mencapai kesepakatan antara dua atau lebih pihak yang memiliki kepentingan dalam konteks korporat, profesional, atau sosial disebut teks negosiasi (Debby dan Mellisa 2. Sementara itu, ketika praktik di kelas banyak siswa yang masih kesulitan dalam menyusun teks negosiasi dengan baik. Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman tentang struktur dan elemen-elemen yang terdapat dalam teks negosiasi, serta kurangnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran yang konvensional. Dari hasil observasi awal yang dilakukan di kelas X Akuntansi 1 SMKN 6 Surabaya, terlihat bahwa metode pembelajaran yang digunakan kurang mendukung siswa untuk terlibat secara aktif dalam menguasai isi materi teks negosiasi secara menyeluruh sehingga hasil pembelajaran siswa kurang maksimal kerap merasa jenuh metode pembelajaran yang hanya menitikberatkan pada teori tanpa adanya aplikasi atau penggambaran yang lebih konkret. Dalam mengatasi permasalahan ini, diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Solusi yang dapat diterapkan adalah dengan menggunakan berbagai media visual. Menurut (Prawesti. dkk, 2. media visual adalah jenis media pembelajaran yang menggunakan indra penglihatan dalam menyampaikan pesan atau materi Satu diantara media visual yang dapat diterapka yaitu Canva. Canva adalah sebuah perangkat lunak dengan desain grafis yang mempermudah para penggunanya dalam membuat desain visual yang menarik (Wibowo 2. Salah satu desain yang menarik pada media Canva adalah desain komik yang dapat digunakan dengan mudah oleh siswa dalam menciptakan karya visual dengan melalui berbagai pilihan template siap pakai. Komik dapat menjadi media yang efektif dalam menjelaskan konsep-konsep kompleks, seperti struktur dan elemen-elemen dalam teks negosiasi, sehingga siswa dapat memahami dengan mudah. Dengan berbagai macam fitur siswa dapat menyesuaikan karakter, latar belakang, dan elemen lainnya untuk menciptakan komik yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran atau kreativitas pribadi. Dengan mengintegrasikan Canva sebagai media pembelajaran, siswa dapat tertarik untuk p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 1Dilla Ovielia, 2Esterina Mesya Dininda, 3Nono Tri Hariyanto, 4Mimas Ardhianti . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. terlibat dalam proses belajar dan lebih mudah memahami konsep-konsep yang diajarkan. samping itu, terdapat sejumlah studi sebelumnya yang memiliki kesamaan dengan penelitian ini, antara lain pertama, artikel Telaumbanua dan Zega dari Universitas Nias berjudul Pengembangan Media Pembelajaran E-Komik pada Analisis Teks Negosiasi untuk Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Gunungsitoli . Siswa kelas X di SMA Negeri 1 Gunungsitoli menjadi subjek Definisi, desain, pengembangan, dan penyebaran merupakan langkah-langkah . enelitian Berdasarkan hasil studi yang telah dilakukan, media pembelajaran e-komik menghasilkan kriteria sangat layak dan standar kelayakan 81%-100% keterangan valid oleh validator materi/isi 91, 3%, validator bahasa 100%, dan validator desain 90%. Kepraktisan media pembelajaran e-komik dengan standar kepraktisan 81%-100%, maka hasil dari uji perorangan mencapai 83%, uji kelompok kecil mencapai 87%, dan uji lapangan mencapai 97% dengan kriteria sangat praktis. Keefektifan media pembelajaran dengan standar keefektifan 90%O PO 100, maka hasil tes belajar dari uji secara individu mencapai 100%, uji kelompok kecil 100% selanjutnya uji dilapangan 93% dengan kategori sangat efektif. Desain bahan pembelajaran e-komik untuk mengevaluasi teks negosiasi dianggap sah, bermanfaat, dan efisien untuk digunakan dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia, berdasarkan temuan studi ini. (Telaumbanua 2. Kesamaan antara penelitian ini dengan penelitian milik Telaumbanua dan Zega terletak pada penggunaan media yang serupa yakni digital Canva, dan materi yang diteliti. Sedangkan kebaruan penelitian yang diteliti oleh penulis adalah perbedaan subjek tempat penelitian, subjek penelitian yang diteliti oleh penulis tidak hanya siswa saja melainkan juga guru, dan metode penelitian yang diguakan peneliti berupa metode PTK dengan analisis data kuantitatif deskriptif. Kedua. Rachmasari . berjudul Pengembangan Media Komik Digital Berbasis Canva dengan Tema Lingkungan: Penulisan Kalimat Efektif untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah R&D . enelitian dan pengembanga. dengan tahapan sebagai berikut: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Berdasarkan hasil penelitian, validitas media mencapai 88%, sedangkan validitas materi mencapai 94%. Efektivitasnya dianalisis melalui hasil pretest dan posttest menggunakan rumus N-Gain, dengan skor 0,764 dan menunjukkan tingkat peningkatan yang tinggi. Aspek kepraktisan berdasarkan hasil angket dari guru memperoleh persentase nilai 91, 6% dan hasil angket siswa mendapat nilai dengan persentase 100% (Rachmasari 2. Kesamaan antara penelitian ini dengan penelitian p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 1Dilla Ovielia, 2Esterina Mesya Dininda, 3Nono Tri Hariyanto, 4Mimas Ardhianti . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. milik Rachmasari terletak pada penggunaan media yang serupa komik digital Canva, dan materi yang diteliti, sedangkan kebaruan penelitian yang diteliti oleh penulis adalah perbedaan subjek tempat penelitian, subjek penelitian yang diteliti oleh penulis tidak hanya siswa saja melainkan juga guru, materi yang diteliti dan metode penelitian yang diguakan peneliti berupa metode PTK dengan analisis data kuantitatif deskriptif. Sepuluh siswa kelas X IPS 2 dari SMA Negeri 11 Yogyakarta menjadi subjek penelitian dalam penelitian yang relevan ketiga. Putry . berjudul Pengembangan Komik Online Berbasis Canva sebagai Media Pembelajaran untuk Menulis Teks Anektodis bagi Siswa Kelas X di SMA Negeri 11 Yogyakarta, yang dilaksanakan di Universitas PGRI Yogyakarta. Analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi merupakan fase-fase metodologi penelitian dan pengembangan (R&D) yang digunakan dalam studi ini. Berdasarkan hasil penelitian, . penelitian ini berhasil menciptakan media pembelajaran komik online yang digunakan sebagai alat bantu mengajar teks anekdot untuk siswa kelas X di SMA Negeri 11 Yogyakarta. kualitas media pembelajaran komik online tersebut valid, sebagaimana dibuktikan oleh evaluasi para ahli media yang memberikan skor 76 dalam kategori sangat baik dan tidak memerlukan revisi, dan ahli materi pelajaran yang memberikan skor 75, juga dalam kategori sangat baik. hasil survei umpan balik siswa menunjukkan bahwa 95% peserta masuk ke dalam kategori Ausangat baikAy. rata-rata skor ujian meningkat secara signifikan, menunjukkan bahwa media pembelajaran tersebut efisien dan memiliki efek positif pada penguasaan teks anekdot (Putry 2. Kesamaan antara penelitian ini dengan penelitian milik Putry terletak pada penggunaan media yang serupa komik digital Canva, dan materi yang diteliti, sedangkan kebaruan penelitian yang diteliti oleh penulis adalah perbedaan subjek tempat penelitian, subjek penelitian yang diteliti oleh penulis tidak hanya siswa saja melainkan juga guru, materi yang diteliti dan metode penelitian yang diguakan peneliti berupa metode PTK dengan analisis data kuantitatif deskriptif. Mengingat kondisi ini, para peneliti meyakini bahwa langkah-langkah konkret perlu diambil untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Akuntansi 1 SMKN 6 Surabaya. Guruguru bertanggung jawab atas efektivitas proses pembelajaran di lingkungan ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah merancang dan menyiapkan bahan ajar, sumber daya, metode, fasilitas, serta media pembelajaran yang dapat meningkatkan minat belajar siswa melalui penggunaan komik dan teknologi media Canva. Pertanyaan penelitian dalam studi ini adalahb. Bagaimana siswa Kelas X Akuntansi 1 SMKN 6 Surabaya dapat meningkatkan kemampuan menulis teks negosiasi menggunakan p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 1Dilla Ovielia, 2Esterina Mesya Dininda, 3Nono Tri Hariyanto, 4Mimas Ardhianti . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. media Canva dalam bentuk komik, . bagaimana siswa Kelas X Akuntansi 1 SMKN 6 Surabaya dapat mengembangkan kemampuan menulis teks negosiasi dengan menggunakan media Canva dalam bentuk komik. Tujuan penelitian ini adalah . menjelaskan bagaimana siswa kelas X Akuntansi 1 SMKN 6 Surabaya dapat meningkatkan kemampuan menulis teks negosiasi mereka dengan menggunakan media Canva dalam bentuk komik. menjelaskan bagaimana siswa kelas X Akuntansi 1 SMKN 6 Surabaya dapat meningkatkan kemampuan menulis teks negosiasi mereka dengan menggunakan media Canva dalam bentuk kartun. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat menjadi inovasi dalam dunia pendidikan, karena memperkenalkan cara baru yang efektif untuk memotivasi siswa dalam menulis teks METODE Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini. Terdapat empat langkah dalam siklus PTK, yakni . perencanaan, . pelaksanaan, . pengamatan, dan . refleksi (Hernawati, 2. Rencana kerja secara garis besar disajikan di bawah ini. Observating Acting Reflecting Planning Gambar 1. Prosedur Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Akuntansi 1 yang berjumlah 36. Lokasi penelitian dilaksanakan di SMKN 6 Surabaya, yang berlokasi di Jl. Margorejo No. Margerejo. Kec. Wonocolo. Surabaya. Jawa Timur 60238. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini terdiri atas lembar kerja siswa (LKPD), kuesioner, wawancara, dokumentasi, dan lembar observasi proses pembelajaran. Teknik penganalisisan data menggunakan Tujuan menggambarkan atau menjelaskan data sebagaimana diperoleh, tanpa berusaha membuat generalisasi atau kesimpulan yang berlaku untuk populasi yang lebih luas (Sugiyono 2. p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 1Dilla Ovielia, 2Esterina Mesya Dininda, 3Nono Tri Hariyanto, 4Mimas Ardhianti . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. Pada tahap 1 perencanaan . , dalam tahap perencanaan ini penulis mebuat rancangan rencana untuk nantinya diimplementasikan pada tahap ke 2, tahap 1 pada tahap siklus 1 mencakup: . merancang serta menyiapkan materi pembelajaran dan LKPD . embar kerja peserta didi. , . merancang RPP, . mempersiapkan bahan latihan berupa konsep atau soal, . menyusun lembar observasi, dan . merancang alat evaluasi (Pahleviannur. Muhammad Rizal. , dkk 2. Untuk pelaksanaan penelitian tindakan kelas akan sesuai mengikuti sintaks yang disusun dalam RPP di tiap masing-masing siklus. Kompetensi dasar yang menjadi focus pada siklus ini adalah penyusunan teks negosiasi. Begitu pula dalam proses observasi, peneliti melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan tindakan penelitian. Pada akhir kegiatan siklus I, siswa diberikan sebuah tes. Hasil observasi terhadap tes pada siklus I digunakan sebagai dasar refleksi dalam merancang siklus II. Tahap ke 2 pelaksanaan . , tindakan pada siklus I dijalankan sesuai alur sintaks pembelajaran Project Based Learning. Proses ini diawali dari kegiatan pembuka, dilanjutkan dengan kegiatan inti, dan ditutup dengan kegiatan penutup. Pada tahap pendahuluan, pelaksanaan dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut: . menyapa peserta didik dengan salam, memimpin doa, serta melakukan pencatatan kehadiran, . Menciptakan lingkungan belajar yang santai dan teratur, . guru menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki siswa, . menjelaskan kepada siswa tujuan belajar dan keterampilan dasar yang perlu dikuasai, serta . menjelaskan cakupan materi pelajaran, metode penilaian, strategi, dan sumber belajar yang akan digunakan. Selain itu, fase-fase berikut dilakukan dalam aktivitas dasar: . Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok beranggotakan empat hingga lima orang, . menyaksikan video sebagai sumber pembelajaran, . melaksanakan tugas menulis teks negosiasi dalam bentuk dialog pada lembar kerja, dan . mempresentasikan hasil kerja kelompok. Tahap akhir pembelajaran berupa kegiatan penutup yang mencakup: . penguatan terhadap hasil presentasi kelompok, . pelaksanaan refleksi untuk meninjau pemahaman dan proses pembelajaran, . evaluasi guna menilai ketercapaian tujuan pembelajaran, . penyampaian gambaran pembelajaran yang akan dilaksanakan pada pertemuan berikutnya, dan . mengakhiri sesi kegiatan pembelajaran dengan doa dan salam penutup. Pada siklus II terdapat perbedaan dalam penerapan media pembelajaran Canva dalam bentuk komik. Tahapan pelaksanaan tindakan pada siklus II dilakukan mengikuti alur sintaks pembelajaran Project Based Learning. Rangkaian kegiatan dimulai dari pembukaan, dilanjutkan dengan inti, dan diakhiri dengan penutup. Pada sesi pembuka, kegiatan p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 1Dilla Ovielia, 2Esterina Mesya Dininda, 3Nono Tri Hariyanto, 4Mimas Ardhianti . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut: . menyambut siswa, memimpin doa, dan mencatat kehadiran. menciptakan lingkungan belajar yang nyaman. menjelaskan hubungan antara materi pelajaran dan pengetahuan sebelumnya yang dimiliki siswa. menjelaskan tujuan pembelajaran dan keterampilan esensial yang harus dicapai, . menjabarkan ruang lingkup materi, metode pembelajaran, media yang digunakan, serta teknik evaluasi, dan . memberikan pertanyaan pemicu untuk menggugah rasa ingin tahu peserta didik. Saat kita memasuki tahap utama, langkah-langkah berikut ini diambil untuk melaksanakan proses pembelajaran: . Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok beranggotakan empat hingga lima orang, dan . siswa menyaksikan tayangan video dalam bentuk animasi komik sebagai media pembelajaran, . peserta didik merespon pertanyaan mengenai isi dari video, . peserta didik mengamati contoh hasil kreasi dari teks negosiasi dalam bentuk Canva, . penugasan menulis teks negosiasi dengan menggunakan media Canva ke dalam bentuk komik, . presentasi/mendemonstrasikan hasil karya. Selanjutnya, fase terakhir dalam proses pembelajaran adalah tahap penutup. Kegiatan pada bagian penutup ini dilaksanakan melalui beberpa langkah antara lain: . penguatan hasil presentasi, . refleksi pembelajaran, . evaluasi untuk mengetahui tercapainya tujuan pembelajaran, . pendidik menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan selanjutnya, dan . menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya, . doa dan salam. Pada siklus II peneliti menerapkan media pembelajara Canva dalam bentuk komik untuk menulis teks negosiasi. Sedangkan pada siklus I peneliti tidak menerapkan media pembelajaran dan hanya menggunakan buku penunjang pembelajaran. Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I, peneliti melakukan perbaikan terhadap pelaksanaan pembelajaran guna mengatasi ketidak-efektifan yang ditemukan. Ketidak-efektifan pembelajaran membuat peserta didik sulit untuk menulis teks negosiasi dan sulit mengeluarkan kekreativitasannya dalam menuangkan ide. Setelah peneliti menerapkan media pembelajaran Canva dalam bentuk komik, pada penghujung kegiatan siklus II, siswa diberikan tes sebagai bentuk evaluasi pembelajaran. Tahap ketiga pengamatan adalah metode yang menggunakan semua indra untuk memusatkan perhatian pada suatu objek (Rukajat, 2. Observasi dilaksanakan melalui pengamatan bersama dengan rekan guru . untuk meninjau jalannya proses Dari hasil pengamatan tersebut, dapat diperoleh informasi mengenai p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 1Dilla Ovielia, 2Esterina Mesya Dininda, 3Nono Tri Hariyanto, 4Mimas Ardhianti . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. partisipasi serta dinamika kerja siswa dalam kelompok serta kelemahan guru selama kegiatan Langkah berikutnya adalah melakukan refleksi. Pada tahap ke 4 sekaligus tahap terakhir yaitu refleksi . Refleksi adalah kegiatan mengingat, mengkaji, dan menganalisis kembali tindakan yang telah dilaksanakan dan didokumentasikan melalui observasi (Rustiarso dan Tri Wijaya 2. Maka hasil refleksi pada penelitian ini didapatkan melalui observasi pada siklus I dan siklus II. HASIL DAN PEMBAHASAN Penggunaan media digital pada era modern saat ini sudah menjadi kebutuhan wajib dalam kehidupan sehari-hari dan tidak luput dalam dunia pendidikan. Pendidikan di Indonesia kini telah memberikan kebebasan pada siswa untuk menggunakan smartphone, komputer, dan laptop tak terkecuali dengan SMKN 6 Surabaya yang telah memberikan keluasan bagi siswa untuk membawa smartphone dalam menunjang pembelajaran. Namun, penggunaan smartphone yang tidak diawasi menjadi permasalahan atau isu pendidikan dan salah dampakknya siswa jarang menulis karena siswa cenderung memotret materi atau melakukan pencarian di google sehingga keterampilan menulis siswa menjadi menurun. Permasalahan ini tidak bisa diselesaikan dengan cara melarang siswa membawa smartphone ke sekolah karena perkembangan teknologi terus berkembang. Oleh sebab itu solusi terbaik untuk mengatasi penurunan keterampilan menulis siswa adalah meggabungkan teknologi dengan pembelajaran di sekolah. Teknologi digital yang dimiliki dan mudah dibawah oleh siswa adalah smartphone oleh sebab itu diperlukan media digital yang sesuai dengan kemampuan dan dapat diakses melalui smartphone siswa. Media yang sesuai dengan smartphone siswa adalah media Canva karena dapat diakses melalui smartphone, laptop, dan komputer sementara itu cara mengoprasikan media Canva juga sangat mudah. Siswa hanya tinggal mengunduh aplikasi Canva lalu masuk menggunakan akun google selanjutnya siswa dapat menggunakan aplikasi Canva dengan berbagai fitur pendukung seperti template komik yang ada pada Canva. Penerapan media Canva dalam template atau betuk komik telah diterapkan pada siswa kelas X Akuntansi 1 SMKN 6 Surabaya dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penerapan media Canva ini di dasari karena kurangnya keterampilan menulis siswa Akuntansi 1 SMKN 6 Surabaya. Kurangnya keterampilan menulis siswa Akuntansi 1 SMKN 6 Surabaya diketahui melalui siklus 1. Pada siklus 1 peneliti melakukan observasi ketika pembelajaran menulis teks negosiasi menggunakan metode konvensional yaitu menulis tekas negosiasi di buku tulis p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 1Dilla Ovielia, 2Esterina Mesya Dininda, 3Nono Tri Hariyanto, 4Mimas Ardhianti . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. masing-masing siswa. Dalam observasi ini peneliti melihat siswa cenderung malas dan bosan menulis di kertas kosong tanpa adanya refrensi atau ide menulis teks negosiasi sehingga siswa cenderung membuat teks negosiasi tanpa memperhatikan tujuan, struktur, kaidah kebahasaan teks negosiasi sehinggal hal tersebut berdampak pada nilai siswa yang berada dibawah kriteria ketuntasan minimum (KKM) 70. Selain melakukan observasi, penelit juga memberikan kuisioner untuk mengetahui apa yang dirasakan oleh siswa terkait pembelajaran menulis teks negosiasi dengan metode konvensional. Hasil dari kuisioner pada siklus 1 menunjukkan siswa sulit membuat atau menulis teks negosiasi dengan baik dan benar sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan dikarenakan kurangnya refrensi dan penggunaan media belajar yang konvensional membuat siswa cenderung bosan. Setelah mengetahui kendala yang dialami oleh siswa, peneliti menerapkan media Canva bentuk komik dalam proses pembelajaran menulis teks negosiasi. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, diketahui siswa antusias mendengarkan penyampaian materi dan semangat mengerjakan tugas menulis teks negosiasi melalui media Canva dalam bentuk Penggunaan Canva dalam bentuk komik sangat mudah diterapkan dalam pembelajaran yakni: . semartphone siswa diharuskan terkoneksi dengan internet agar dapat mengunduh aplikasi Canva, . siswa perlu membuat akun agar dapat masuk aplikasi Canva, . setelah siswa dapat masuk aplikasi Canva, siswa dapat langsung masuk ke beranda dan klik menu template, . pada menu tamplate siswa dapat mencari berbagai refrensi maupun ide dari berbagai tamplate komik, . selain itu siswa dapat berkreasi dengan menggunakan berbagai desain pendukung lainnya, . siswa dapat mengunduh hasil tugas dengan berbagai pilihan bentuk bisa dalam bentuk gambar. PDF, maupun salindia. Berdasarkan hasil dari observasi kemampuan menulis siswa kelas X Akuntansi 1 SMKN 6 Surabaya dalam menulis teks negosiasi terdapat perbedaan pada siklus 1 dan siklus 2, pada siklus 1 belum ada penerapan media Canva berbasis komik untuk menulis teks negosiasi sehingga hasil tulisan siswa kelas X Akuntansi 1 SMKN 6 Surabaya kurang kreatif, kurangnya koherensi dan kohesi antarbagian teks negosiasi, kurang jelasnya tujuan negosiasi, dan kurangnya argumen secara logis dalam menulis teks negosiasi. Sedangkan pada siklus 2 telah diterapkan media Canva berbasis komik untuk menulis tekas negosiasi terdapat perubahan dari segi tujuan penulisan teks negosiasi, kreativitas, dan koherensi dan kohesi antar bagian teks negosiasi. Berikut tabel observasi siklus 1 dan siklus 2 Keterangan Skor Maksimal Siklus 1 Siklus 2 p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 1Dilla Ovielia, 2Esterina Mesya Dininda, 3Nono Tri Hariyanto, 4Mimas Ardhianti . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. Skor Minimal % Ketuntasan Tabel 1. Tabel Perbandingan Observasi Belajar Siswa Hasil observasi di atas juga semakin diperkuat dengan hasil belajar siswa kelas X Akuntansi 1 SMKN 6 Surabaya yang menunjukkan peningkatan nilai dari yang semula memiliki rata-rata nilai 68 dengan ketuntasan siswa 64% dari kriteria ketuntasan minimum sebesar 70 meningkat pada siklus 2 sebanyak 27% dengan rata-rata nilai 78 dan ketuntasan siswa 91%. Berikut tabel nilai pada penugasan di siklus 1 dan siklus 2 Rentang Nilai Jumlah Siswa Siklus 1 Jumlah Siswa Siklus 2 Dari ke dua data tersebut, peneliti melakukan evaluasi dan mendapati hasil bahwasannya melalui penerapan media Canva berbasis komik dalam pembelajaran menulis teks negosiasi dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas X Akuntansi 1 SMKN 6 Surabaya. Hal ini disebabkan dalam aplikasi Canva telah disediakan berbagai template desain Penggunaan berbagai template komik dalam media Canva mampu membantu siswa dalam mengembangkan ide dalam menulis teks negosiasi karena siswa secara langsung dapat melihat desain atau gambar yang terdapat pada template sehingga hal tersebut dapat menjadi sebuah idea atau inspirasi siswa dalam menulis teks negosiasi. Melalui ide kreatif tersebut siswa kelas X Akuntansi 1 SMKN 6 Surabaya dapat membuat teks dengan tujuan yang jelas. Selain adanya berbagai variasi template. Canva juga telah menyediakan template atau gambar yang runtut atau terstruktur sehigga hal ini dapat membantu siswa dalam menulis teks negosiasi dengan runtut dan terciptalah koherensiasi serta kohesi antar teks negosiasi. Melalui media Canva bentuk komik dan juga berbagai ftur pendukung yang ada dalam media Canva mampu membuat siswa semangat belajar dan termotivasi untuk membuat tulisan dengan berbagai ide dan refrensi kreatif. Hal ini sejalan dengan penelitian Nashih . Reyhan p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 1Dilla Ovielia, 2Esterina Mesya Dininda, 3Nono Tri Hariyanto, 4Mimas Ardhianti . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. Ranida . Penelitian tersebut dinyatakan pembelajaran yang menggunakan media pembelajaran dapat memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa. SIMPULAN Penggunaan media Canva bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan menulis negosiasi siswa, menurut temuan studi AuPenerapan Media Canva dalam Bentuk Komik untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Negosiasi Siswa Kelas X Jurusan Akuntansi di SMKN 6 Surabaya. Ay Hal ini dijelaskan oleh fakta bahwa penggunaan bahan ajar kontemporer yang mengikuti tren terkini dan mencegah siswa cepat bosan, meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses belajar. Peningkatan nilai juga membantu peneliti menilai kesuksesan studi ini. Pada Siklus 1, siswa memenuhi kriteria kelulusan minimal 70 dengan rata-rata nilai 68 dan tingkat kelulusan 64%. pada Siklus 2, angka ini meningkat 27% dengan rata-rata nilai 78 dan tingkat pencapaian siswa 91%. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terima kasih kepada Pendidikan Profesi Guru. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Universitas PGRI Adi Buana Surabaya yang telah memberikan bantuan secara moril dan materiil serta SMKN 6 Surabaya sebagai lokasi penelitian ini. REFERENSI