Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. Oktober 2025 PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN ( PMT) LOKAL TERHADAP PERBAIKAN STATUS GIZI BALITA STUNTING DI WILAYAH PULLIWA Hamdan Nur1. Farmin Arfan2. Nur Mentari3 1,2,3 Keperawatan. InstututHasanSulur. Indonesia Patria Artha Journal of Nursing Science . Vol. , 118 - 126 p-issn: 2549 5674 e-issn: 2549 7545 Reprints and permission: http://ejournal. patria-artha. id/index. php/jns hamdan@mail. Abstrak Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, terutama pada balita pada periode 1. 000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Balita stunting berisiko mengalami hambatan pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan peningkatan morbiditas jangka panjang. Pemerintah telah mengupayakan berbagai intervensi, termasuk pemberian makanan tambahan berbahan lokal sebagai strategi untuk memperbaiki status gizi dan menurunkan prevalensi stunting di komunitas. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan tambahan (PMT) lokal terhadap perbaikan status gizi balita stunting di Desa Pulliwa Kecamatan Bulo Kabupaten Polewali Mandar. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus, melibatkan tiga balita stunting berusia 36Ae48 bulan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Intervensi berupa pemberian PMT lokal berbahan dasar telur, ayam, tempe, ubi, sayuran, dan buah-buahan diberikan selama dua minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pengukuran antropometri (BB/U. TB/U. BB/TB) sebelum dan setelah intervensi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan berat badan sebesar 0,3Ae0,7 kg dan tinggi badan sebesar 0,2Ae0,4 cm pada seluruh subjek. Selain itu, ditemukan peningkatan nafsu makan dan respons positif anak terhadap variasi makanan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa PMT berbasis pangan lokal memberikan kontribusi terhadap perbaikan status gizi balita stunting dalam jangka pendek dan dapat diterapkan secara berkelanjutan di masyarakat. Disarankan agar edukasi gizi bagi orang tua ditingkatkan serta penelitian lanjutan dilakukan dengan durasi lebih panjang dan jumlah sampel lebih besar. Kata kunci: stunting. PMT lokal, status gizi balita, intervensi gizi, pertumbuhan anak PENDAHULUAN Stunting masih menjadi masalah gizi utama di negara berkembang seperti Indonesia. Stunting atau kekurangan gizi kronis adalah masalah gizi akibat kekurangan asupan gizi dari makanan yang berlangsung cukup lama Balita pendek . dilihat dari panjang badan atau tinggi badan yang kurang dari -2 SD menurut referensi global WHO untuk anak-anak dibandingkan Hamdan Nur1,Farmin Arfan2Nur Mentari3 Arfan2,NMentari Numentari Penulis 3 dengan anak lain seusia mereka. (Rahmi et , 2. PMT lokal memanfaatkan bahan pangan setempat seperti kacang, umbi, ikan, dan sayur untuk membuat makanan bergizi bagi balita, sehingga meningkatkan asupan gizi dan memperbaiki pertumbuhan (Laela et al. , 2. Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. Oktober 2025 Di Kabupaten Polewali Mandar, angka stunting masih tinggi, termasuk di Desa Pulliwa. Kecamatan Bulo, dengan 38 kasus dari 463 balita. Penyebab stunting di pengetahuan orang tua mengenai gizi seimbang, praktik pemberian makanan yang kurang tepat, dan kondisi sosial ekonomi yang rendah. Sebagai strategi intervensi, pemerintah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis bahan pangan lokal. PMT lokal diharapkan dapat meningkatkan,asupan gizi memberdayakan masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan daerah (Basri et al. , 2. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh PMT lokal terhadap perbaikan status gizi balita stunting di Desa Pulliwa (Basri et al. , 2. Status gizi mencerminkan keseimbangan antara asupan dan kebutuhan gizi tubuh,menunjukkan apakah seseorang kekurangan,kelebihan,atau cukup gizi (Septiawati et al. , 2. Masa emas (Golden Perio. adalah 1000 hari pertama kehidupan, dari kehamilan hingga usia 2 tahun, saat 80Ae90% sel otak terbentuk dan anak perlu distimulasi agar tumbuh kembangnya optimal. (Mustikaati et al. , 2. tersebut dari total 463 kasus di seluruh Kecamatan Bulo. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi rendah, pengetahuan gizi keluarga yang terbatas, serta pola makan anak yang kurang Karakteristik Subjek Penelitian Subjek penelitian terdiri dari tiga balita stunting berusia antara 3Ae4 tahun, yang dipilih menggunakan teknik purposive Ketiga anak mengalami berat dan tinggi badan di bawah standar pertumbuhan WHO (Z-score < -2 SD). USI LOK ASI An. Pulli IBU Ny. An. Pulli Ny. An. Pulli Ny. ALAT UKUR TIMBANG DIGITAL, STADIOM ETER TIMBANG DIGITAL, STADIOM ETER TIMBANG DIGITAL, STADIOM ETER METODE Subjek penelitian terdiri dari tiga balita stunting berusia 0Ae59 bulan yang tinggal di Desa Pulliwa. Pengambilan dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria: anak mengalami stunting berdasarkan indikator TB/U < -2 SD menurut standar WHO. HASIL Gambaran Umum Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di Desa Pulliwa. Kecamatan Bulo. Kabupaten Polewali Mandar. Provinsi Sulawesi Barat. Berdasarkan data Puskesmas tahun 2025, terdapat 38 kasus balita stunting di desa Hamdan Nur1,Farmin Arfan2Nur Mentari3 Arfan2,NMentari Numentari Penulis 3 Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. Oktober 2025 Kondisi Status Gizi Sebelum Intervensi Sebelum pemberian PMT lokal, seluruh balita mengalami berat badan dan tinggi badan di bawah standar WHO, termasuk dalam kategori gizi kurang dan stunting. Nama An. An. An. Kategori Gizi Gizi Gizi Gizi Pelaksanaan Intervensi PMT Lokal PMT lokal diberikan selama 2 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu . kali Menu terdiri dari bahan lokal seperti telur, ayam, tempe, ubi, sayuran, dan buah-buahan . isang, pepaya, jeruk. Anak-anak penerimaan yang baik terhadap makanan, dan orang tua aktif mendampingi selama Respon anak selama intervensi: Minggu pertama: beberapa anak masih ragu mencicipi menu baru, namun mulai terbiasa setelah pertemuan kedua. Minggu kedua: seluruh anak tampak lahap dan antusias, serta mampu dengan baik. Orang tua melaporkan adanya peningkatan nafsu makan, anak lebih aktif dan ceria. Perubahan Perilaku dan Nafsu Makan Balita menunjukkan peningkatan selera makan dari minggu pertama ke minggu Awalnya sebagian anak menolak sayuran, tetapi setelah dua minggu, mereka mampu menghabiskan porsi PMT yang diberikan. Orang tua melaporkan anak menjadi lebih aktif dan jarang sakit. Hamdan Nur1,Farmin Arfan2Nur Mentari3 Arfan2,NMentari Numentari Penulis 3 Status Gizi ( Z-SCOR) Nama Sebelum PMT An. An. An. Setelah PMT Hasil Penelitian Sebelum menunjukkan status gizi rendah dengan berat badan dan tinggi badan di bawah standar WHO. Setelah dua minggu Kenaikan berat badan: 0,3Ae0,7 kg Kenaikan tinggi badan: 0,2Ae0,4 cm Anak menunjukkan peningkatan nafsu makan dan respon positif terhadap menu lokal. Hasil Observasi Lapangan Selama observasi, peneliti menemukan bahwa dukungan orang tua sangat Ibu yang aktif mendampingi meningkatkan penerimaan anak terhadap PMT. Selain itu, peran kader posyandu juga penting dalam memotivasi keluarga untuk mengikuti kegiatan pemberian PMT secara PEMBAHASAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis bahan pangan lokal selama dua minggu di Desa Pulliwa memberikan pengaruh positif terhadap perbaikan status gizi balita stunting. Seluruh subjek penelitian mengalami peningkatan berat badan antara 0,3Ae0,7 kg dan tinggi badan 0,2Ae0,4 cm. Selain itu, terjadi peningkatan nafsu makan, perilaku makan positif, serta penerimaan anak terhadap variasi menu Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. Oktober 2025 Pengaruh PMT Lokal terhadap Status Gizi Balita Peningkatan berat badan yang signifikan setelah intervensi menunjukkan bahwa PMT lokal mampu memenuhi kebutuhan energi dan protein anak dalam jangka Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa intervensi gizi berbasis pangan lokal dapat memperbaiki berat badan dan status gizi anak balita dalam waktu singkat. (Hadju et , 2. Bahan pangan lokal seperti telur, ayam, tempe, ubi, sayur, dan buah-buahan mengandung zat gizi makro . arbohidrat, protein, lema. serta zat gizi mikro . at besi, vitamin A, dan kalsiu. yang berperan penting dalam pertumbuhan Kandungan protein hewani dan mempercepat kenaikan berat badan(Ayu Vidina et al. , 2. Pengaruh terhadap Pertumbuhan Linier (Tinggi Bada. Peningkatan tinggi badan memang tidak sebesar berat badan karena pertumbuhan linier memerlukan waktu lebih panjang dan bergantung pada asupan gizi yang Namun, sebesar 0,2Ae0,4 cm dalam dua minggu menunjukkan adanya respons positif terhadap intervensi gizi. Hasil ini konsisten dengan penelitian yang menyatakan bahwa pemberian PMT lokal secara berkelanjutan dapat memperbaiki pertumbuhan linier anak dengan durasi minimal satu (Putri & Mahmudiono, 2. Kandungan protein hewani dari telur dan ayam, serta zat besi dari tempe dan sayuran hijau seperti daun kelor, pertumbuhan (GH) dan pembentukan jaringan tulang, yang menjadi dasar pertumbuhan tinggi badan anak(Ahmad Hisbullah Amrinanto et al. , 2. Perubahan Nafsu Makan dan Perilaku Anak Selain penelitian ini juga menemukan adanya perubahan perilaku makan yang positif. Hamdan Nur1,Farmin Arfan2Nur Mentari3 Arfan2,NMentari Numentari Penulis 3 Anak yang awalnya sulit makan menjadi lebih antusias dan tidak memilih-milih Faktor penting yang berperan dalam perubahan ini adalah dukungan dan Hasil ini mendukung temuan bahwa keterlibatan orang tua, khususnya keberhasilan intervensi gizi berbasis (Utami et al. , 2. Penelitian lanjutan dengan jangka waktsampel lebih besar disarankan untuk melihat efek jangka panjang terhadap pertumbuhan tinggi badan dan perkembangan kognitif anak. alangkote berisi telur rebus, ayam, dan wortel dengan buah jeruk merupakan menu bergizi tinggi. Telur dan ayam menyediakan protein serta zat besi untuk pertumbuhan dan pencegahan anemia, wortel memberi vitamin A untuk kesehatan mata, dan jeruk (Adyani et al. , 2. Sempol ayam dengan buah pepaya mengandung gizi penting bagi anak. Ayam menyediakan protein untuk pertumbuhan, sempol memberi energi menambah vitamin serta serat yang baik bagi pencernaan dan daya tahan tubuh(Purbaningsih & Ahmad Syafiq. Tahu isi dengan ayam, telur, wortel, dan buah pepaya merupakan menu bergizi seimbang. Tahu, ayam, dan telur menyediakan protein untuk pertumbuhan, wortel memberi vitamin dan serat bagi pencernaan, sementara pepaya menambah vitamin dan mineral untuk daya tahan tubuh anak(Fajar et , 2. Nasi dengan lauk ayam, tempe, telur, dan buah semangka merupakan menu bergizi seimbang. Nasi memberi energi, ayam serta telur menyediakan protein untuk pertumbuhan, tempe menambah zat besi dan serat, sedangkan semangka memberi vitamin C dan cairan untuk menjaga hidrasi dan imun anak(Ahmad Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. Oktober 2025 Hisbullah Amrinanto et al. , 2. Puding pisang dengan keju, susu, telur, penutup bergizi bagi anak. Pisang memberi energi dan serat, keju serta susu menyediakan kalsium dan protein untuk tulang dan gigi, telur menambah semangka memberi vitamin C dan cairan untuk daya tahan dan hidrasi tubuh(Tampubolon et al. , 2. Risol berisi bihun, ayam, telur, dan wortel dengan buah pisang merupakan PMT bergizi seimbang. Bihun memberi energi, ayam dan telur menyediakan protein untuk pertumbuhan dan otak, wortel menambah vitamin A dan serat, sedangkan pisang memberi kalium dan vitamin untuk pencernaan serta daya tahan anak. (Basaria Pakpahan et al. SIMPULAN Pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal selama dua minggu terbukti meningkatkan status gizi balita stunting di Desa Pulliwa. Seluruh balita mengalami kenaikan berat badan 0,3Ae0,7 kg dan tinggi badan 0,2Ae0,4 cm, disertai peningkatan nafsu makan dan perilaku makan positif. PMT lokal efektif, mudah diterapkan, serta sesuai dengan Program ini dapat dijadikan strategi berkelanjutan untuk menurunkan angka stunting di tingkat desa. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Hamdan Nur,S. Kep. ,Ns,. Kes. selaku dosen pembimbing, atas bimbingan dan arahannya. Terima kasih juga kepada Puskesmas Bulo. Pemerintah Desa Pulliwa, kader posyandu, dan orang tua balita atas partisipasinya dalam kegiatan PMT lokal. Penelitian ini didanai mandiri dengan dukungan fasilitas dari Prodi Di Keperawatan Institut Hasan Sulur. Apresiasi juga disampaikan kepada rekan mahasiswa dan keluarga atas dukungan dan motivasinya hingga penelitian ini selesai. Hamdan Nur1,Farmin Arfan2Nur Mentari3 Arfan2,NMentari Numentari Penulis 3 Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. Oktober 2025 DAFTAR PUSTAKA