Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 EFEKTIVITAS SENAM DIABETES TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS A Fadila1. Bambang Eko Supriadi 2 Program Studi S1 Keperawatan STIKES Mitra Adiguna Palembang1,2 Email: radenayu. dila23@gmail. bb085267805962@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Data World Health Organization (WHO) menyebutkan dalam 3 dekade terakhir prevalensi diabetes tipe 2 telah meningkat secara dramatis di negara-negara dari semua tingkat Jumlah kasus dan prevalensi diabetes terus meningkat selama beberapa dekade terakhir . Tujuan: Mengetahui efektivitas senam diabetes dalam menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Multiwahana Palembang tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest dan instrument penelitian dengan menggunakan lembar observasi pengukuran kadar gula darah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien lansia dengan diabetes mellitus usia 45Ae60 tahun di Puskesmas Multiwahana Palembang bulan Mei 2025. Sampel berjumlah 30 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil: Mayoritas responden memiliki kadar glukosa darah sewaktu dalam kategori normal sebelum senam diabetes 23 responden . ,7%), setelah dilakukan senam diabetes sebagian besar memiliki kategori normal sebanyak 20 responden . ,7%). Uji statistik menunjukkan bahwa senam diabetes efektif menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus, dengan nilai p = 0,000. Saran : Agar puskesmas menjadikan senam diabetes sebagai program rutin sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam pengendalian diabetes mellitus. Kata Kunci : Senam Diabetes. Kadar Glukosa Darah. Diabetes Mellitus ABSTRACT Background: World Health Organization (WHO) data states that in the last 3 decades the prevalence of type 2 diabetes has increased dramatically in countries of all income levels. The number of cases and prevalence of diabetes have continued to increase over the past few decades. Objective: This study aims to determine the effectiveness of diabetes exercise in reducing blood glucose levels in diabetes mellitus patients at the Multiwahana Community Health Center in Palembang in 2025. Methods: This study used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach and a research instrument using an observation sheet for measuring blood sugar levels. The population in this study were all elderly patients with diabetes mellitus aged 45Ae60 years at the Multiwahana Community Health Center in Palembang in May 2025. A sample of 30 respondents was selected using a purposive sampling Data analysis used a paired sample t-test. Results: The results of the study showed that the majority of respondents had random blood glucose levels in the normal category before diabetes exercise, namely 23 respondents . 7%), and after diabetes exercise, most of them had normal categories, namely 20 respondents . 7%). Statistical tests showed that diabetes exercise was effective in reducing blood glucose levels in diabetes mellitus patients with a p value = 0. Suggestion: That the community health center make diabetes exercise a routine program as part of promotive and preventive efforts in controlling diabetes mellitus. controlling diabetes mellitus. Keywords: Diabetes Exercise. Blood Glucose Levels. Diabetes Mellitus Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENDAHULUAN adalah 10,6%. Dengan kata lain, kalau Diabetes mellitus (DM) adalah dihitung pada kelompok usia 20-79 tahun penyakit metabolik dengan tingginya kadar ini berarti 1 dari 9 orang dengan diabetes glukosa darah akibat kelainan sekresi (Kemenkes RI, 2. Diabetes Melitus (DM) juga Berdasarkan data Dinas Kesehatan merupakan sekumpulan gejala yang muncul Provinsi pada seseorang yang disebabkan oleh penderita DM Provinsi Sumatera Selatan peningkatan kadar glukosa darah akibat dari tahun 2021 adalah sebesar 279. 345 jiwa. penurunan sekresi insulin yang progresif Kasus ini meningkat bila dibandingkan (Fauziah et al. , 2. dengan tahun 2020 yang menyerang Data World Health Organization Sumatera Selatan, 044 jiwa. Wilayah dengan jumlah (WHO) menyebutkan dalam 3 dekade terakhir prevalensi diabetes tipe 2 telah Palembang meningkat secara dramatis di negara-negara sedangkan terendah pada Kabupaten Empat dari semua tingkat pendapatan. Sekitar 422 Lawang sebanyak 1. 270 kasus. Cakupan juta orang di seluruh dunia menderita penderita DM mendapatkan pelayanan diabetes, mayoritas tinggal di negara kesehatan sesuai standar sebesar 100% berpenghasilan rendah dan menengah, dan (Dinkes Provinsi Sumsel, 2. Kota 1,5 juta kematian secara langsung dikaitkan Pada penderita diabetes melitus dengan diabetes setiap tahunnya. Jumlah kondisi kurangnya produksi atau tidak meningkat selama beberapa dekade terakhir kerusakan pada sebagian atau seluruh sel- (WHO, 2. sel kelenjar pancreas . el Bet. Dalam Kementerian Kesehatan Republik kondisi ini seseorang dikatakan menderita Indonesia menyatakan, angka kejadian diabetes jika kadar gula darahnya di atas diabetes mellitus di Indonesia pada rentang 120 mg/dl . alam kondisi berpuas. dan di atas 200 mg/dl . ua jam setelah maka. 100 orang. Sementara itu, total Pengobatan populasi dewasa berusia 20-79 tahun adalah penderita diabetes milletus. AuApabila kadar 500, sehingga bila dihitung dari glukosa darah belum mencapai sasaran, kedua angka ini maka diketahui prevalensi maka di lakukan intervensi farmakologis diabetes pada usia antara 20-79 tahun dengan obat hipoglikemik oral (OHO) dan Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 suntikan insulin. Pemilihan obat untuk joging, dan berenang (Ambartana & Gumala, 2. pertimbangan yang banyak agar sesuai Senam diabetes adalah senam fisik dengan kebutuhan pasien. Efek samping yang dirancang menurut usia dan status utama dari penggunaan insulin adalah terjadinya hipoglikemi, selain itu akan pengobatan diabetes mellitus. Olahraga muncul efek samping lain berupa reaksi merupakan suatu kegiatan yang murah, imunologi terhadap insulin yang dapat mudah dan dapat dikerjakan setiap waktu menimbulkan alergi insulin atau resistensi serta aman selama dipersiapkan dan (Wahyudi, 2. Pengelolaan Olahraga bermanfaat untuk menurunkan berat badan mellitus harus direncanakan terapi non dan memperbaiki sensitivitas terhadap farmakologis dan pertimbangan terapi insulin, sehingga akan memperbaiki kendali Hal yang paling penting pada glukosa darah. Sekalipun tidak terjadi terapi non farmakologis adalah monitor sendiri kadar glukosa darah dan pendidikan sensitivitas insulin serta penurunan kadar glukosa darah tetap terjadi. Walaupun diabetes pada pasien. Latihan jasmani demikian, penderita diabetes melitus yang secara teratur . -4 kali seminggu selama 30 mengalami penurunan berat badan akan menit/kal. , merupakan salah satu pilar (Ambartana & Gumala, 2. Kegiatan sehari-hari seperti berjalan kaki ke Hasil penelitian (Milasari, 2. pasar, menggunakan tangga, dan berkebun didapatkan hasil Uji Wilcoxon Test dengan harus tetap dilakukan. Latihan jasmani p < 0,05 yang menunjukkan ada pengaruh selain untuk menjaga kebugaran juga dapat senam Diabetes Mellitus Terhadap Kadar menurunkan berat badan dan memperbaiki Gula Darah Pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2. Sedangkan menurut Lariwu . didapatkan nilai p-Value yaitu 0. Latihan jasmani yang dianjurkan adalah < 0. 05, yang menunjukkan ada pengaruh berupa latihan jasmani yang bersifat senam kaki diabetes terhadap penurunan aerobik seperti jalan kaki, bersepeda santai, kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe II di klinik Husada Manado. Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Bgitu pula menurut Wibisana . , hasil Metode penelitian didapat diperoleh hasil adanya perbedaan rata-rata kadar gula darah pendekatan One Group Pretest Postest. sebelum dan setelah dilakukan senam kaki Populasi pada penelitian ini adalah semua . =0. a=0. lansia penderita diabetes mellitus usia 45- Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Multiwahana Pre Exsperimental Puskesmas Palembang Multiwahana Palembang pada bulan Mei tanggal 5 Maret 2025, didapatkan data 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 30 penderita diabetes mellitus pada tahun 2024 sebanyak 381 orang . aki-laki sebanyak 198 menggunakan teknik purposive sampling. orang dan perempuan sebanyak 184 oran. Penelitian ini telah lulus uji etik dan telah Dari hasil wawancara yang peneliti lakukan terhadap 7 orang penderita diabetes mellitus Multiwahana Palembang. tipe 2 yang sedang berobat di Puskesmas Multiwahana Palembang Pengambilan Puskesmas Prosedur penelitian diawali dengan sebanyak 5 orang mengatakan tidak pernah Pimpinan Puskesmas melakukan olahraga dan hanya melakukan Palembang, kemudian peneliti menentukan aktivitas di rumah saja. Sedangkan 2 orang populasi dan sampel. Sebelum dilakukan responden mengatakan melakukan olahraga penelitian, peneliti meminta persetujuan jalan pagi setiap hari minggu. Senam responden terlebih dahulu dan mengukur diabetes belum pernah diterapkan di kadar gula darah responden . Puskesmas Multiwahana, namun setiap hari Kemudian dilakukan intervensi berupa sabtu pagi selalu diadakan senam kesegaran senam diabetes selama 30 menit. Setelah jasmani yang diikuti oleh semua kalangan istirahat beberapa saat kemudian peneliti masyarakat di sekitar Wilayah Kerja mengukur kadar gula darah kembali Puskesmas Multiwahana Palembang. dengan menggunakan alat bantu METODE PENELITIAN Multiwahana menggunakan uji t-test. Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 HASIL PENELITIAN Hasil Penelitian Karakteristik Responden Tabel 1. Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin. Usia dan Pendidikan Variabel Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Usia 40-50 tahun 51-60 tahun > 60 tahun Jumlah Pendidikan SMP SMA Perguruan Tinggi Jumlah Berdasarkan Frekuensi . Persentase (%) Uji Normalitas distribusi frekuensi jenis kelamin kategori Sebelum dilakukan analisis dengan perempuan sebanyak 30 responden . %), uji t data harus memenuhi syarat uji usia responden sebagian besar antara 51-60 Uji normalitas dalam penelitian tahun sebanyak 19 responden . ,3%) dan ini digunakan uji Shapiro-Wilk karena jumlah sampel < 50. Data dikatakan adalah SMA sebanyak 17 responden berdistribusi normal jika nilai signifikan . - . ,7%). > 0,05. Tabel 2. Uji Normalitas Shapiro-Wilk Kelompok Shapiro-Wilk Statistic P. Value Kadar glukosa diabetes 0,952 0,191 mellitus sebelum melakukan senam Keterangan Normal Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Kadar glukosa diabetes mellitus pada lansia setelah melakukan senam diabetes 0,937 0,075 Normal Berdasarkan tabel diatas di ketahui diabetes mellitus pada pasien diabetes bahwa nilai signifikasi kadar glukosa mellitus sebelum dan setelah melakukan senam diabetes sebesar 0,191 > 0,05 dan kadar glukosa diabetes mellitus setelah melakukan uji statistik paired sample t-test. melakukan senam diabetes sebesar 0,075 > Analisis Univariat 0,05. Berhubung nilai signifikan kedua Kadar variabel tersebut > 0,05 maka dapat Dilakukan Senam Diabetes Glukosa Darah Sebelum disimpulkan bahwa data kadar glukosa Tabel 3. Distribusi Frekuensi Kadar Glukosa Darah Sebelum Dilakukan Senam Diabetes No Kadar Gula Darah F Mean Pretest Normal Diabetes 23 76,7 . Jumlah Berdasarkan distribusi frekuensi kadar gula darah sewaktu pasien diabetes mellitus sebelum dilakukan senam diabetes sebagian besar memiliki kategori normal sebanyak 23 tertinggi sebesar 319 mg/dl dan kadar gula darah terendah sebesar 146 mg/dl. Kadar Glukosa Darah Setelah Dilakukan Senam Diabetes responden . ,7%) dan kadar gula darah Tabel 4 . Distribusi Frekuensi Kadar Glukosa Darah Setelah Dilakukan Senam Diabetes Kadar Gula Darah Mean Posttest Normal 20 66,7 190,07 Diabetes 10 33,3 . Jumlah Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Berdasarkan memiliki kategori normal sebanyak 20 distribusi frekuensi kadar gula darah responden . ,7%) dengan rata-rata 190,07 sewaktu pasien diabetes mellitus setelah mg/dl. dilakukan senam diabetes sebagian besar Analisis Bivariat Tabel 5. Efektivitas Senam Diabetes Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Variabel Mean Min Max P value Kadar glukosa diabetes mellitus sebelum melakukan 225,13 146 319 senam diabetes 0,000 Kadar glukosa diabetes mellitus pada lansia setelah 190,07 132 257 melakukan senam diabetes Berdasarkan tabel 5 diatas dapat PEMBAHASAN diketahui bahwa rata-rata kadar glukosa Kadar Gula Darah Sebelum Dilakukan Senam Diabetes diabetes sebesar 225,13 mg/dl dengan nilai Berdasarkan minimum 146 mg/dl dan nilai maksimum diketahui distribusi frekuensi kadar gula 319 mg/dl. Sedangkan rata-rata kadar darah sewaktu pasien diabetes mellitus glukosa diabetes setelah melakukan senam sebelum dilakukan senam diabetes sebagian diabetes mengalami penurunan sebesar besar memiliki kategori normal sebanyak 190,07 mg/dl dengan nilai minimum 132 23 responden . ,7%) dan kadar gula darah mg/dl dan nilai maksimum sebesar 257 normal sebanyak 7 responden . ,3%) mg/dl. dengan rata-rata 225,13 mg/dl, kadar gula Hasil uji statistik menggunakan uji t-test darah tertinggi sebesar 319 mg/dl dan kadar gula darah terendah sebesar 146 mg/dl. signifikan 0,000 < 0,05 sehingga dapat Hasil penelitian ini sejalan dengan disimpulkan ada efektivitas senam diabetes penelitian yang dilakukan (Milasari, 2. terhadap penurunan kadar gula darah pada didapatkan hasil penelitian menunjukkan pasien diabetes mellitus di Puskesmas bahwa kadar gula darah sebelum senam Multiwahana Palembang Tahun 2025. rendah sejumlah 4 responden . %). Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 sedang sejumlah 5 responden . %), tinggi Kadar Gula Darah Setelah Dilakukan sejumlah 1 responden . %). Senam Diabetes Asumsi peneliti bahwa tingginya Berdasarkan kadar glukosa darah yang dialami oleh diketahui distribusi frekuensi kadar gula responden dapat disebabkan karena faktor darah sewaktu pasien diabetes mellitus setelah dilakukan senam diabetes sebagian Banyak penderita diabetes besar memiliki kategori normal sebanyak 20 responden . ,7%) dan kadar gula darah dikarenakan semakin bertambahnya usia diabetes sebanyak 10 responden . ,3%) jumlah sel yang produktif berkurang. dengan rata-rata 190,07 mg/dl, kadar gula Mereka yang berusia di atas 45 tahun darah tertinggi sebesar 257 mg/dl dan kadar memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes gula darah terendah sebesar 132 mg/dl. >45 melitus tipe 2 dibandingkan mereka yang penelitian yang dilakukan Lariwu . , meningkatnya kejadian intoleransi glukosa hasil penelitian menunjukkan nilai mean yang disebabkan oleh faktor degeneratif sebelum dilakukan intervensi yaitu 176. yang mengganggu kapasitas tubuh dalam dan nilai mean sesudah dilakukan intervensi mengelola glukosa. Perempuan dan laki- 70, jadi perbedaan nilai mean laki memiliki risiko yang setara terkena sebelum dan sesudah dilakukan intervensi diabetes dalam hal prevalensi. Sebaliknya. Hasil penelitian ini juga jika dilihat dari faktor risikonya, perempuan didukung oleh pernyataan Pramesti . , mempunyai kerentanan yang lebih tinggi yang menyatakan bahwa latihan fisik terhadap diabetes karena secara fisik merupakan salah satu pilar penatalaksanaan mempunyai peluang lebih besar untuk diabetes mellitus. Kegiatan latihan fisik teratur . -4 kali seminggu selama 30 meni. Hasil penelitian ini sejalan dengan menyebabkan peningkatan indeks massa pengelolaan diabetes. Latihan fisik yang mengalami sindrom bulanan . remenstrual dimaksud adalah berjalan, bersepeda santai, syndrom. , proses hormonal memfasilitasi joging, senam dan berenang. Hal yang sama diungkapkan (Riamah, 2. , olahraga senam pada penderita DM tipe II sangat Wanita diabetes melitus tipe 2. berperan dalam proses pengaturan kadar Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 glukosa darah. Olahraga atau senam pada minimum 146 mg/dl dan nilai maksimum penderita DM dapat membantu mengurangi 319 mg/dl. Sedangkan rata-rata kadar glukosa diabetes setelah melakukan senam berolahraga secara teratur dapat mengontrol diabetes mengalami penurunan sebesar kadar glukosa dalam darah sehingga 190,07 mg/dl dengan nilai minimum 132 kondisi hiperglikemi menjadi berkurang. mg/dl dan nilai maksimum sebesar 257 Adapun asumsi peneliti bahwa mg/dl. Hasil uji statistik menggunakan uji t-test menurunkan kadar gula darah melalui signifikan 0,000 < 0,05 sehingga dapat Saat disimpulkan ada efektivitas senam diabetes melakukan senam, otot-otot tubuh bekerja terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Untuk memenuhi kebutuhan Multiwahana Palembang Tahun 2025. energi tersebut, tubuh akan meningkatkan Hasil penelitian ini sejalan dengan penggunaan glukosa dari aliran darah penelitian yang dilakukan Wibisana . sebagai sumber energi utama. Hal ini diperoleh hasil adanya perbedaan rata-rata menyebabkan penurunan kadar glukosa kadar gula darah sebelum dan setelah dalam darah serta memperbaiki sirkulasi dilakukan senam kaki . =0. a=0. darah, mengurangi stres, dan memperbaiki yang artinya ada pengaruh senam kaki metabolisme tubuh secara keseluruhan. terhadap kadar gula darah pasien diabetes Dengan melakukan senam secara rutin, mellitus di RSU Serang Provinsi Banten. penderita diabetes dapat mengontrol kadar Menurut Riamah . , senam diabetes gula darahnya secara lebih stabil dan memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap penurunan kadar glukosa darah karena dapat meningkatkan sensitivitas Efektivitas Senam Diabetes Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Berdasarkan diketahui bahwa rata-rata kadar glukosa diabetes sebesar 225,13 mg/dl dengan nilai Senam membuat peredaran darah menjadi lancar sehingga molekul-molekul glukosa dapat sel-sel Sedangkan menurut Hardika . upaya dalam mengendalikan gula darah dapat Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 dilakukan dengan terapi non farmakologi glukosa masuk ke dalam sel, sehingga kadar gula darah lebih mudah dikendalikan. dikarenakan penderita yang mengalami Senam yang dilakukan secara rutin juga diabetes melitus disebabkan oleh kerusakan pankreas dalam memproduksi insulin, berlebih, memperbaiki profil lipid darah, insulin berfungsi dalam mengendalikan dan menurunkan tekanan darah, yang kadar gula darah. Penurunan kadar gula semuanya turut mendukung pengendalian darah ini sebagai salah satu indikasi diabetes secara keseluruhan. Efektivitas terjadinya perbaikan diabetes mellitus yang senam diabetes tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga secara psikologis. aktivitas senam kaki merupakan salah satu Aktivitas ini dapat mengurangi stres dan cara yang efektif dalam mengelola diabetes kecemasan yang sering dialami oleh Oleh Asumsi Hal diabetes mellitus dinilai efektif dalam berlebih dapat memicu lonjakan kadar gula menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus. Efektivitas ini didukung KESIMPULAN oleh berbagai penelitian yang menunjukkan Distribusi frekuensi kadar gula darah sewaktu sebelum dilakukan senam kategori normal sebanyak 23 responden glukosa darah. Saat tubuh bergerak selama . ,7%) dan kadar gula darah diabetes senam, otot akan menggunakan glukosa sebanyak 7 responden . ,3%) dengan sebagai sumber energi, sehingga terjadi rata-rata 225,13 mg/dl, kadar gula darah peningkatan pengambilan glukosa dari tertinggi sebesar 319 mg/dl dan kadar aliran darah ke dalam sel-sel otot. Proses ini gula darah terendah sebesar 146 mg/dl. menyebabkan penurunan kadar gula dalam Distribusi frekuensi kadar gula darah darah secara alami. Selain itu, senam diabetes juga meningkatkan sensitivitas sel Dengan kategori normal sebanyak 20 responden meningkatnya sensitivitas ini, insulin dapat . ,7%) dan kadar gula darah diabetes bekerja lebih optimal dalam membantu sebanyak 10 responden . ,3%) dengan | 10 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 rata-rata 190,07 mg/dl, kadar gula darah terdaftar di Prolanis atau Posbindu. Tenaga tertinggi sebesar 257 mg/dl dan kadar kesehatan juga perlu memberikan edukasi gula darah terendah sebesar 132 mg/dl. mengenai pentingnya aktivitas fisik teratur Ada efektivitas senam diabetes terhadap sebagai bagian dari manajemen diabetes penurunan kadar gula darah pada pasien yang holistik, sehingga memotivasi pasien Puskesmas untuk menjaga gaya hidup sehat dan Multiwahana Palembang Tahun 2025 mengendalikan kadar gula darah. Selain dengan nilai p. value = 0,000. itu, penelitian ini diharapkan memfasilitasi mahasiswa dalam mengakses referensi dan SARAN literatur terkait, memberikan kontribusi Puskesmas diharapkan menjadikan informasi dan pemahaman khususnya di senam diabetes sebagai program rutin bidang keperawatan, serta menjadi acuan promotif dan preventif dalam pengendalian bagi penelitian selanjutnya agar dapat diabetes mellitus, dengan jadwal teratur mengembangkan metode berbeda dalam satu hingga dua kali seminggu serta penanganan diabetes mellitus. DAFTAR PUSTAKA