JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 EVALUASI FAKTOR-FAKTOR SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK. PADA PROYEK REHAB RUMDIS 2 LANTAI HUBDAM XVI/PATTIMURA-AMBON Marchel Lekatompessy. Lenora Leuhery. Penina Istia. 1,2,. Teknik Sipil dan Politeknik Negeri Ambon marchellekatompessy99@gmail. en_lenny@yahoo. istia@gmail. ABSTRACT The Hubdam XVI/Pattimura-Ambon 2-Storey Rumdis Rehab Project is one of the construction projects that has a high risk of work accidents because workers who do not comply with regulations to wear PPE are also because they are close to other official housing and close to road access commonly used by the surrounding community. This study aims to determine what factors affect SMK3 and the implementation and implementation of the SMK3 program. The method used in this study used a survey method through a questionnaire that was distributed to 35 respondents and then processed using SPSS software and presented in the form of a table. The results of the study stated that four variables that affect the SMK3 Implementation System, namely knowledge variables, work environment variables. K3 commitment variables, and compliance variables are statutory because the significance value of the four variables is < 0. 05 also the results of the calculation analysis > table and the application of the Safety and Health Management System (SMK. in the Rumdis Hubdam XVI / Pattimura-Ambon Rehab project, have been implemented very well. ABSTRAK Proyek Rehab Rumdis 2 Lantai Hubdam XVI/Pattimura-Ambon merupakan salah satu proyek konstruksi yang memiliki risiko kecelakan kerja yang cukup tinggi karena para pekerja yang kurang mematuhi peraturan untuk memakai APD juga karena berada dekat dengan perumahan dinas lainnya serta dekat dengan akses jalan yang biasa digunakan oleh masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi SMK3 dan penerapan serta pelaksanaan program SMK3. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode survei melalui lemabaran kuisioner yang dibagikan kepada 35 responden lalu diolah menggunakan software SPSS dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat empat variabel yang mempengaruhi Sistem Penerapan SMK3 yaitu variabel pengetahuan, variabel lingkungan kerja, variabel komitmen K3, variabel kepatuhan terdapat undangundang dikarenakan nilai signifikansi keempat variabel tersebut < 0,05 dan juga hasil analisis rhitung > rtabel dan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan (SMK. pada proyek Rehab Rumdis Hubdam XVI/Pattimura-Ambon, sudah diterapkan dengan sangat baik. Kata Kunci : Evaluasi. Penerapan. SMK3. SPSS. e-ISSN:2964-5158 Halaman 177 JOURNAL AGREGATE PENDAHULUAN Sesuai dengan data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ketenagakerjaan, sampai akhir 2015 telah terjadi kecelakaan kerja sebanyak 105. untuk kasus kecelakaan berat yang mengakibatkan kematian tercatat sebanyak 2. 375 kasus dari total jumlah kecelakaan kerja, dan cenderung terus 000 kasus kecelakaan kerja tercatat sepanjang tahun 2017. Kondisi ini mencerminkan kesiapan daya saing perusahaan Indonesia di dunia Internasional masih sangat minim. Indonesia akan mengalami kesulitan menghadapi pasar global karena mengalami ketidakefisienan penyerapan tenaga kerja . roduktifitas tenaga kerja yang renda. Untuk mencegah kecelakaan kerja, diperlukan suatu Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK. yang mengatur dan dapat menjadi acuan bagi konsultan, kontraktor dan para pekerja kontruksi. SMK3 merupakan bagian yang tidak terpisah dari sistem perlindungan tenaga kerja dan bagi pekerjaan menghindarkan diri dari resiko kerugian moral maupun material, kehilangan jam kerja, maupun keselamatan manusia dan lingkungan sekitarnya yang nantinya dapat menunjang peningkatan kinerja yang efektif dan efisien dalam proses pembangunan. Menurut Peraturan Menteri No PER. 05 / MEN /1996, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK. adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan penerapan, pencapaian, pengkajian, dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif. SMK3 merupakan bagian yang tidak terpisah dari sistem perlindungan tenaga kerja. Salah satu penyebab pelanggaran baik oleh pekerja seperti tidak memakai helm atau safty harness yang memerlukan keahlian untuk menggunakannya dengan benar. Oleh karena itu perlu adanya penelitian tentang evaluasi penerapan SMK3 pada proyek tersebut sehingga kecelakaan kerja bisa dapat dikurangi atau ditekan sekecilkecilnya (Bakhtiyar et all. , 2. Proyek Rehab Rumdis 2 Lantai Hubdam XVI/ Pattimura-Ambon merupakan salah satu proyek konstruksi yang memiliki resiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi karena para pekerja yang kurang mematuhi peraturan untuk memakai APD, juga karena berada dekat dengan perumahan dinas lainnya serta dekat dengan akses jalan yang biasa digunakan oleh masyarakat sekitar. Oleh sebab itu penulis tertarik untuk membuat suatu penilitian dengan judul AuEvaluasi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (SMK. Pada Proyek Rehab Rumdis 2 Lantai Hubdam XVI/Pattimura - AmbonAy. e-ISSN:2964-5158 VOL. NO. MARET 2024 TINJAUAN PUSTAKA 1 Penelitian Terdahulu Dari beberapa penelitian terdahulu dapat diambil kesimpulkan faktor yang mempengaruhi rendahnya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK. pada Perusahaan konstruksi, . Pemenuhan peraturan perundangan Tidak dilaksanakan secara konsisten. Tidak sesuai dengan standar yang ada. Sebagian kecil melaksanakan pemenuhan peraturan perundangan. Komitmen kebijakan K3 Kurangnya ketegasan dalam penerapan sanksi Kurangnya prioritas dalam menanggulangi kebijakan K3 . Manusia dan lingkungan Masih banyak pekerja yang tidak mau bekerjasama dalam penerapan SMK3. Banyak pekerja yang mempunyai persepsi bahwa keselamatan kerja tidak terlalu penting dalam penerapan SMK3. Anggaran atau keuangan Keterbatan biaya dan tidak adanya anggaran mengenai K3. Dukungan dari pemerintah Pemerintah sendiri masih kurang melakukan pengawasan mengenai peraturan perundangan dalam menerapkan SMK3 kepada perusahaan. 2 Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu perkerjaan contohnya pembangunan proyek dibidang konstruksi yang merupakan salah satu faktor pendukung untuk memajukan suatu negara, tetapi dalam pelaksanaannya terdapat banyak faktor penghambat dan resiko kerja. 3 Prinsip keselamatan dan kesehatan kerja Hal-hal yang perlu diketahui agar pekerjaan dapat dilakukan dengan aman, antara lain: Mengenal dan memahami pekerjaan yang akan Mengetahui potensi bahaya yang bisa timbul dari setiap kegiatan pada setiap item pekerjaan yang akan dilakukan. Melaksanakan ketentuan yang tertuang dalam Daftar Simak K3 dan peraturan perundangundangan terkait K3. Pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja Keselamatan kerja sangat penting diperhatikan dan dilaksanakan antara lain untuk : Menyelamatkan karyawan dari penderitaan sakit atau cacat, kehilangan waktu, dan kehilangan pemasukan uang. Menyelamatkan keluarga dari kesedihan atau kesusahan, kehilangan penerimaan uang, dan masa depan yang tidak menentu. Halaman 178 JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 Menyelamatkan perusahaan dari kehilangan tenaga kerja, pengeluaran biaya akibat kecelakaan, melatih kembali atau mengganti karyawan, kehilangan waktu akibat kegiatan kerja terhenti, dan menurunnya produk. Klasifikasi Kecelakaan Kerja Klasifikasi Menurut Jenis Kecelakaan Klasifikasi Menurut Penyebab Klasifikasi Menurut Sifat Luka atau Kelainan Pengertian Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK. adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharan kebijakan K3 dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat yang aman, efisien dan produktif (Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor. 09 / PER / M / 2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK. Pengetahuan Sumber Dana Perusahaan Lingkungan Kerja Komitmen K3 Kepatuhan Terhadap Undang-Undang. Prinsip Dasar Sistem Manajemen K3 Sesuai dengan BAB i pasal 3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 05/ MEN/1996 Prinsip Dasar Sistem Manajmen K3 terdiri dari 8 yang dilaksanakan secara berkesinambungan yaitu: . Komitmen dan Kebijakan, . Perencanaan, . Penerapan, . Pengukuran dan Evaluasi, . Inspeksi dan Pengujian. Audit SMK3, . Tindakan Perbaikan dan Pencegahan, dan . Tinjauan Ulang. Pentingnya Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Berikut adalah argumentasi betapa pentingnya Sistem Manajemen K3 : . Alasan Manusiawi, dan . Alasan UU dan Peraturan. Alat Pelindung Diri e-ISSN:2964-5158 Gambar 1. Alat Pelindung Diri Penggunaan Alat pelindung Diri yang standar sangat diperlukan , karena banyak kasus dimana pekerja yang sudah memakai Alat Pelindung Diri masih bisa terkena celaka karena penggunaan Pelindung yang tidak standar. Kewajiban Untuk Menyediakan Dan Memakai Alat Pelindung Diri Kewajiban untuk menyediakan bagi Pelaksana (Pengurus ) pekerjaan menyediakan dan memakai Alat Pelindung Diri bagi para pekerja ada pada Undang-Undang Keselamatan Kerja No, 1 tahun Kebiasaan Untuk Menggunakan Pelindung Untuk pertama kali menggunakan alat pelindung diri seperti helm, sepatu kerja dan ikat pinggang pengaman memang kurang menyenangkan pekerja. Memakai sarung tangan juga mula-mula akan terasa Memang diperlukan waktu agar menggunakan alat pelidung diri itu menjadi kebiasaan. Jenis Alat Pelindung Pelindung Kepala Pelindung Kaki Pelindung Tangan Pelindung Pernafasan Pelindung Pendengaran Pelindung Mata Tali Pengaman & Sabuk Keselamatan . afety bel. METODOLOGI 1 Lokasi Penelitian Penelitan dilaksanakan pada Proyek rehab rumdis 2 lantai HUBDAM XVI/Pattimura-Ambon. 2 Jenis Data Adapun jenis data yang dipakai dalam penulisan ini Data Primer, adalah data yang didapat langsung di lapangan berupa, wawancara, dokumentasi lapangan, dan kuisioner Data Sekunder, adalah data yang penulis dapat dari pihak pelaksana berupa gambar proyek dan RAB. Halaman 179 JOURNAL AGREGATE 3 Teknik Pengumpulan Data Field Research (Penelitian Lapanga. Metode Field Research (Penelitian Lapanga. ini terbagi atas 3 bagian yaitu : a. Metode Wawancara, b. Metode Obervasi, c. Dokumentasi Library Research (Penelitian Kepustakaa. Pengumpulan dilakukan dengan mencari referensi-referensi yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan, referensi dapat diperoleh dari buku-buku atau VOL. NO. MARET 2024 Diagram Alir Penelitian Variabel Penelitian Variabel yang mempengaruhi disebut variabel independent . ariabel beba. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda karena variabel bebasnya terdiri lebih dari satu. Merupakan variabel X yang meliputi faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan SMK3 pada proyek. Dan variabel yang dipengaruhi disebut variabel dependent . ariabel terika. Merupakan variabel Y, dalam penelitian variabel ini adalah hasil penerapan SMK3 SMK3 berhasil/gagal. Penelitian ini terdiri dari empat variabel bebas . yaitu Pengetahuan (X. Lingkungan kerja (X. Komitmen K3 (X. Kepatuhan terhadap undang-undang (X. Sedangkan variabel terkait . yaitu Sistem Manajeman K3. Kuesioner Skala yang digunakan dalam penyusunan pertanyaan - Sangat baik, baik, kurang baik, buruk . kala liker. - Ya, tidak . kala dikotom. - Sangat setuju, setuhu, ragu-ragu, tidak setuju, sangat tidak setuju . kala liker. Metode Analisis Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisa regresi linear berganda. Analisi regresi adalah teknik statistika yang berguna untuk memerikasa dan memodelkan hubungan diantara variabel-variabel. Model persamaan regresi linier berganda sebagai YAo = a b1X1 b2X2 . bnXn YAo = nilai pengaruh yang diprediksikan a = konstanta atau bilangan harga X = 0 b = koefisien regresi X = nilai variable dependen. Metode analisis ini menggunakan program SPSS 23 (Statistic Product and Service Solutio. Metode analisa ini menggunakan uji : Uji statistic . Uji T . Uji F . Koefisien Determinasi (Adjusted R Squar. e-ISSN:2964-5158 Gambar 2. Diagram Alir Penelitian (Sumber: Penulis, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Analisis Responden dalam penelitian ini berjumlah 35 orang yang terdiri dari 1 konsultan, 3 kontraktor, 1 mandor, 12 tukang, dan 18 pekerja. Penelitian ini bersifat kuantitatif dimana data yang dihasilkan akan berbentuk angka dan dilakukan analisis dengan menggunakan software SPSS. Penyebaran kuisioner menggunakan skala likert 1-5. Tanggapan responden pada faktor-faktor SMK3 menggunakan skala likert 1-5, dimana: 1 : Sangan Tidak Setuju (STS) 2 : Tidak Setuju (TS) 3 : Netral (N) 4 : Setuju (S) 5 : Sangat Setuju (SS) . Populasi dan Sampel o Populasi pada penelitian ini adalah para pekerja di Rehab Rumdis HUBDAM XVI/PATTMURA dan pengawas proyek CV. Surya Pratama Raya. o Sampel yang dibutuhkan oleh peneliti diambil secara keseluruhan populasi tersebut dengan jumlah sampel adalah 35 orang. Halaman 180 JOURNAL AGREGATE Responden Berdasarkan Umur Tabel 1. Persentase Responden Berdasarkan Umur Umur Jumlah 17 - 25 17, 14 26 - 35 25,71 36 - 45 37,14 46 - 55 JUMLAH Sumber: Penulis, 2021 . Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tabel 2. Persentase Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pendidikan Jumlah 8,57 SMP 37,14 SMA/SMK 48,57 D3 Sipil 5,71 JUMLAH Sumber: Penulis, 2021 . Responden Berdasarkan Pengalaman Kerja Tabel 3. Persentase Responden Berdasarkan Pengalaman Kerja Pendidikan Jumlah <5 thn 28,57 5Ae10 thn >10 thn 31,42 JUMLAH Sumber: Penulis, 2021 . Responden Berdasarkan Sifat Kerja Tabel 4. Persentase Responden Berdasarkan Sifat Kerja Jabatan Jumlah Konsultan 2,85 Kontraktor 8,57 Mandor 2,85 Tukang 34,29 Pekerja 51,43 Jumlah Sumber: Penullis, 2021 Uji Hasil Kuisioner Dengan Menggunakan Metode Person Product Moment . Uji Validitas Dasar pengambilan keputusan uji validitas person product moment, antara lain: o Perbandingan nilai r hitung dan r tabel. o Jika r hitung > r tabel = valid. o Jika r hitung < r tabel = tidak valid o Nilai tabel dengan N = 35 pada sig 5% pada tabel distribusi nilai tabel statistik maka diperoleh nilai r tabel sebesar 0,334. e-ISSN:2964-5158 VOL. NO. MARET 2024 Untuk melihat nilai signifikansi adalah: A Jika nilai signifikansi < 0,05 = valid. A Jika nilai signifikansi > 0,05 = tidak valid. Tanggapan Responden terhadap Variabel Pengetahuan (X. Tabel 5. Tanggapan Responden Terhadap Pengetahuan No. r hitung r tabel Nilai sig. Kriteria Sumber: Penulis, 2021 . Tanggapan Responden Lingkungan Kerja (X. Variabel Tabel 6. Tanggapn Responden Terhadap Lingkungan No. r hitung r tabel Nilai sig. Sumber: Penulis, 2021 . Tanggapan Respoden Komitmen K3 (X. Variabel Tabel 7. Tangapan Responden Terhadap Komitmen No. r hitung r tabel Nilai sig. Sumber: Penulis, 2021 Halaman 181 JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 Tanggapan Responden Variabel Kepatuhan Terhadap Undang-Undang (X. Tabel 8. Tanggapan Respondn Terhadap Kepatuhan UUD r hitung r tabel Nilai sig. Sumber: Penulis, 2021 . Uji Reliability Cronbach Alpha Tabel 9. Uji Reliability Cronbach Alpha Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items 2 Pengaruh Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Terhadap Kinerja Pekerja Proyek Rehab Rumdis . Lanta. HUBDAM XVI/Pattimura-Ambon. Tabel 13. Variabel Pengetahuan (X. No item X1. X1. 13 12 3 X1. X1. 12 16 5 X1. X1. 10 16 6 X1. X1. X1. X1. 13 12 3 X1. X1. 12 16 5 X1. X1. 10 16 6 X1. Sumber: Penulis, 2021 Sumber: Penulis, 2021 Nilai alpha sebesar 0,883 > 0,6 maka dinyatakan reliability atau konsisten dalam penelitian. Tabel 10. Statistik Reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber: Penulis, 2021 Nilai alpha sebesar 0,777 > 0,6 maka dinyatakan reliability atau konsisten dalam penelitian. Tabel 11. Uji Reliabilitas X3 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber: Penulis, 2021 Nilai alpha sebesar 0,697 > 0,6 maka dinyatakan reliability atau konsisten dalam penelitian. Tabel 12 Uji Reliabilitas X4 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber: Penulis, 2021 Nilai alpha sebesar 0,752 > 0,6 maka dinyatakan reliability atau konsisten dalam penelitian. e-ISSN:2964-5158 Tabel 14. Presentase Variabel Pengetahuan (X. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. Total 780. Rata22. Tabel 15. Variabel Lingkungan Kerja (X. No item X2. 10 19 6 X2. 14 13 3 X2. 17 11 3 X2. 15 13 5 X2. 20 10 1 X2. X2. X2. Sumber: Penulis, 2021 Halaman 182 JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 Tabel 16. Presentase Variabel Lingkungan Kerja (X. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. Total Rata -rata Sumber: Penulis, 2021 Tabel 17. Variabel Komitmen K3 (X. No item X3. 10 19 6 X3. 14 13 3 X3. 17 11 3 X3. Tabel 19. Kepatuhan terhadap Undang-Undang (X. No item X4. X4. 10 21 2 X4. e-ISSN:2964-5158 Tabel 21. Dependent Variabel . Coefficientsa Model Tabel 18. Presentase Variabel Komitmen K3 (X. X3. X3. X3. X3. Total Rata -rata Sumber: Penulis, 2021 X4. 10 19 5 X4. X4. X4. 15 13 5 Sumber: Penulis, 2021 3 Uji Analisa Regresi Linier Berganda Uji ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel pengetahuan, lingkungan kerja, komitmen K3, dan kepatuhan terhadap undang-undang terhadap sistem manajemen K3 pada proyek pembangunan Rehab Rumdis HUBDAM XVI/PATTMURA-Ambon. Unstandardized Coefficients Standar Coeffici 15 13 5 Sumber: Penulis 2021 Tabel 20. Presentase Kepatuhan Terhadap Undang-Undang (X. X4. X4. X4. X4. X4. X4. X4. Total 2629. Rata -rata Sumber: Penulis, 2021 Std. Error Sig. Beta 1(Constan. komitmen K3 undang-undang Sumber: Penulis, 2021 Berdasarkan perhitungan analisis regersi linier berganda diperoleh hasil sebagai berikut Y = -2,186 1,000X1 1,000X2 1,000X3 1,000X4. Dari persamaan regresi diatas dapat dilakukan uji statistik, sebagai berikut : Uji t Derajat signifikansi yang digunakan adalah < 0,05 A Pengujian Hipotesis X1 Variabel Pengetahuan : Pada tabel hasil analisi regresi linier berganda Halaman 183 JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 diatas nilai sig pada X1 yaitu 0,000 < 0,05 dan mempunyai nilai thitung yakni 3,730 sedangkan ttabel 0,4227 atau 3,730 > 0,4227, maka H1 diterima dan H0 ditolak. A Pengujian Hipotesis X2 (Variabel Lingkungan Kerj. : Pada tabel A nilai sig pada X2 yaitu 0,000 < 0,05 dan mempunyai nilai thitung yakni 1,022 sedangkan ttabel 0,4227 atau 1,022 > 0,4227, maka H1 diterima dan H0 A Pengujian Hipotesis X3 (Variabel Komitmen K. : Pada tabel A nilai sig pada X3 yaitu 0,000 < 0,05 dan mempunyai nilai thitung yakni 1,601 sedangkan ttabel 0,4227 atau 1,601 > 0,4227, maka H1 diterima dan H0 A Pengujian Hipotesis X4 (Variabel Kepatuhan Terhadap Undang-Undan. : Pada tabel A nilai sig pada X3 yaitu 0,000 < 0,05 dan mempunyai nilai thitung yakni 7,870 sedangkan ttabel 0,4227 atau 7,870 > 0,4227, maka H1 diterima dan H0 ditolak. Uji Determinasi (R. Uji determinasi akan menjelaskan seberapa besar perubahan atau variasi suatu variabel bisa dijelaskan oleh perubahan atau variasi pada variabel yang lain. Tabel 21. Model Summary Model Summaryb DurbinWatson Std. Error of the Estimate Adjusted R Square R Square Model Sumber: Penulis, 2021 . Uji F Digunakan untuk mengetahui apakah variabelvariabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Menurut Imam Gozali . jika nilai sig < 0,05 maka artinya variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y). Tabel 22. Uji F ANOVAb Total Sumber: Penulis, 2021 e-ISSN:2964-5158 Residual Mean Square Sum of Squares Model 1 Regression 9512. Sig. 4 PEMBAHASAN Variabel Pengetahuan (X. Pada pelaksanaan proyek Rehab Rumdis 2 Lantai Hubdam XVI/Pattimura-Ambon, pengetahuan semua pekerja sangat baik tentang sistem manajemen K3 tersebut. Variabel Lingkungan Kerja Dari hasil penelitian yang dilakukan dilapangan, penulis melihat bahwa lingkungan kerja harus diciptakan aman dan senyaman mungkin guna meningkatkan semangat dan kinerja pekerja. Fasilitas K3 yang diberikan untuk para pekerja menyangkut dengan lingkunga kerja yang sudah diberikan oleh pihak perusahaan dengan sebaik mungkin dengan memberikan penerangan dan pencahayaan untuk mempermudah pekerjaan, persediaan perlengjapan kerja yang cukup mendukung guna terlaksananya pekerjaan, kebersihan lingkungan tempat bekerja yang selalu dibersihkan jika telah menyelesaikan pekerjaan. Variabel Komitmen K3 Dari penelitian yang dilakukan di lapangan, peneliti melihat bahwa komitmen K3 yang diterapkan pada perusahan yang bersangkutan dalam pembangunan proyek Rehab Rumdis 2 Lantai Hubdam XVI/Pattimura-Ambon sangat baik dan dapat menjamin keselamatan dan kesehatan para pekerja serta perusahaan memantau dengan baik setiap pekerja yang bekerja agar dapat bekerja secara maksimal. Variabel Kepatuhan Terhadap Undang-Undang Kepatuhan terhadap undang-undang yang di terapkan pada pelaksanaan proyek Rehab Rumdis 2 Lantai Hubdam XVI/Pattimura-Ambon, dikategorikan sangat baik karena pihak perusahaan menerapkan dengan baik setiap peraturan undangundang yang telah ditetapkan. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK. Menurut peneliti dari hasil penelitian yang keselamatan dan kesehatan kerja (SMK. yang diterapkan pada pembanguan proyek Rehab Rumdis 2 Lantai Hubdam XVI/Pattimura-Ambon, diterapkan dengan sangat baik karena setiap variabel dari X1-X4 sangat berpengaruh atau berperan penting sehingga terciptanya sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK. pada pelaksanaan proyek dimaksud. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh pada Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada proyek Rehab Rumdis Hubdam XVI/Pattimura-Ambon, meliputi : Faktor-faktor yang mempengaruhi Sistem Manajememen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK. , yaitu variabel pengetahuan, variabel Halaman 184 JOURNAL AGREGATE lingkungan kerja, variabel komitmen k3, variabel kepatuhan terhadap undang-undang. variabel tersebut sangat berpengaruh terhadap sistem manajemen k3 dikarenakan nilai signifikansi keempat variabel tersebut < 0,05 dan juga hasil analisis rhitung > rtabel yang membuat keempat variabel tersebut sangat berpengaruh terhadap sistem manajemen K3 pada proyek Rehab Rumdis Hubdam XVI/Pattimura-Ambon. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan (SMK. pada proyek Rehab Rumdis Hubdam XVI/Pattimura-Ambon, sudah diterapkan dengan sangat baik. Pekerja sudah memiliki pengetahuan yang baik mengenai pentingnya K3 pada saat melakukakan pekerjaan, juga fasilitas yang diberikan pihak perusahaan kepada pekerja guna menunjang penerapan Sistem Manajemen K3 sudah sangat memadai serta lingkungan kerja yang aman dan nyaman saat melakukan pekerjaan menjadi hal penting demi terwujudnya Sistem Manajemen K3 yang baik. Saran Berdasarkan hasil penelitian, diusulkan beberapa saran sebagai berikut : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan (SMK. di lapangan hendaknya diimbangi dengan adanya pelatihan serta sosialisasi mengenai pentingnya K3 kepada para personil proyek dengan lebih merata di setiap lapisan pekerjaan. Dan selain itu juga lebih tegas lagi untuk para pekerja dalam penggunaan APD agar terhindar dari kecelakaan kerja. Semakin baik keselamatan kerja yang dimiliki proyek dalam bekerja dan semakin baik kesehatan kerja yang dimiliki proyek maka berdampak pada Perusahaan meningkatkan lagi keselamatan dan kesehatan kerja pekerja agar kinerja dari pekerja tersebut meningkat dan tujuan-tujuan dari proyek dapat tercapai dengan baik. DAFTAR PUSTAKA