SIMBIOSIS. Vol. 2 No. Halaman: 121-125 September 2025 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. Mengurai Ironi Agraris: Kesejahteraan. Struktur Lahan, dan Sensus Pertanian 2023 (Ace. Unraveling the Agrarian Irony: Welfare. Land Structure, and the 2023 Agricultural Census (Aceh Cas. Mayhilda Nitami1*. Nurita Puri2. Uswatun Hasanah Nura3 1 Universitas Cipta Mandiri, mayhilda17@gmail. 2 Universitas Cipta Mandiri, nurita. puri1@gmail. 3 Universitas Cipta Mandiri, uswa. nura@gmail. * Penulis Korespondensi: mayhilda17@gmail. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji ironi agraris di Provinsi Aceh dengan fokus pada hubungan antara struktur lahan, kesejahteraan petani, dan hasil Sensus Pertanian 2023. Meskipun Aceh memiliki potensi lahan pertanian yang luas, kesejahteraan petani belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel luas lahan, struktur penguasaan lahan, akses modal, akses pasar, dan penggunaan teknologi terhadap pendapatan petani. Data diperoleh dari Sensus Pertanian resmi BPS Provinsi Aceh. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur lahan, akses modal, dan penggunaan teknologi secara signifikan berpengaruh terhadap pendapatan petani, dengan koefisien masing-masing sebesar 0,45. 0,30. dan 0,25. Sementara itu, variabel akses pasar berpengaruh positif namun tidak signifikan. Uji diagnostik model . eteroskedastisitas, normalitas residual, dan autokorelas. menunjukkan asumsi klasik regresi terpenuhi sehingga model valid untuk prediksi. Penelitian juga menegaskan perlunya reforma agraria yang adil, kemudahan akses modal dan teknologi, serta penguatan kelembagaan petani sebagai kunci peningkatan Hasil ini memberikan dasar penting bagi penyusunan kebijakan agraria dan pembangunan pertanian di Aceh yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kata kunci: ironi agraris, struktur lahan, kesejahteraan petani, reforma agraria. Sensus Pertanian 2023. ABSTRACT This study examines the agrarian paradox in Aceh Province by focusing on the relationship between land structure, farmer welfare, and the 2023 Agricultural Census results. Despite AcehAos vast agricultural land potential, farmer welfare has not significantly improved. Using a quantitative approach, multiple linear regression analysis was applied to test the effects of land size, land ownership structure, access to capital, market access, and technology usage on farmers' income. Data were sourced from the official Agricultural Census by BPS Aceh Province. Results show that land structure, capital access, and technology use significantly influence farmers' income with coefficients of 0. 45, 0. 30, and 0. Market access had a positive but insignificant effect. Diagnostic tests for heteroscedasticity, residual normality, and autocorrelation confirmed that the classical regression assumptions were met, validating the model for prediction. The study highlights the need for equitable agrarian reform, improved access to capital and technology, and strengthened farmer institutions as key to enhancing These findings provide crucial evidence for formulating inclusive and sustainable agrarian policies and agricultural development in Aceh. Keywords: Agrarian paradox, land structure, farmer welfare, agrarian reform, 2023 Agricultural Census SIMBIOSIS. Vol. 2 No. Halaman: 121-125 September 2025 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. PENDAHULUAN Provinsi Aceh merupakan salah satu daerah dengan potensi pertanian yang signifikan, terutama pada komoditas padi sawah yang menjadi benteng ketahanan pangan lokal. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh tahun 2023 mencatat luas panen padi mencapai sekitar 254,29 ribu hektare dengan produksi gabah kering giling sebesar 1,40 juta ton, yang jika dikonversi menjadi beras setara dengan 0,81 juta ton [BPS Aceh, 2. Potensi lahan pertanian yang luas ini seharusnya menjadi jaminan kesejahteraan bagi petani dan ketahanan pangan daerah. Namun, ironinya, meskipun lahan pertanian relatif memadai, kesejahteraan petani di Aceh belum menunjukkan perbaikan signifikan. Struktur lahan yang masih terfragmentasi, terbatasnya akses petani terhadap teknologi modern, modal usaha, serta pasar menjadi hambatan utama dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Hal ini mengakibatkan ketimpangan kesejahteraan di antara petani yang mengelola lahan kecil dengan tingkat efisiensi rendah (BPS Aceh, 2023. Dinas Pertanian Aceh, 2. Hasil Sensus Pertanian perorangan dan distribusi lahan di Aceh. Data ini membuka peluang bagi pemangku kebijakan untuk mengevaluasi kebijakan agraria, menyusun strategi optimalisasi lahan, dan memperkuat akses petani pada sumberdaya yang dibutuhkan untuk kesejahteraan mereka secara berkelanjutan (BPS Aceh, 2. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada penguraian ironi agraris di Aceh dengan menganalisis keterkaitan antara struktur lahan dan kondisi kesejahteraan petani berdasarkan data Sensus Pertanian 2023. Diharapkan hasil pengembangan kebijakan yang lebih berkeadilan dan efektif dalam mengatasi permasalahan agraris di Aceh serta meningkatkan kualitas hidup petani. Berdasarkan dari paparan latar belakang diatas maka rumusan masalah penelitian ini adalah: Bagaimana struktur penguasaan dan distribusi lahan pertanian di Provinsi Aceh berdasarkan data Sensus Pertanian 2023, dan bagaimana implikasinya terhadap produktivitas dan kesejahteraan petani di berbagai . Faktor-faktor apa saja yang menjadi peningkatan kesejahteraan petani di Aceh, khususnya terkait keterbatasan akses teknologi, modal, pasar, dan dukungan infrastruktur pertanian? . Bagaimana efektivitas kebijakan pemerintah yang telah diterapkan untuk mengatasi ketimpangan lahan dan meningkatkan kesejahteraan petani di Provinsi Aceh, serta rekomendasi kebijakan apa yang perlu dikembangkan berdasarkan temuan sensus dan analisis data . Apa strategi pengelolaan dan optimalisasi sumber daya lahan meningkatkan ketahanan pangan serta kesejahteraan petani di Aceh secara berkelanjutan? SIMBIOSIS. Vol. 2 No. Halaman: 121-125 September 2025 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan inferensial untuk menganalisis kesejahteraan petani, dan faktor pendukung berdasarkan data Sensus Pertanian Badan Pusat Statistik (BPS Provinsi Aceh tahun Data sekunder ini mencakup variabel luas lahan, penguasaan lahan, penggunaan teknologi, dan akses pasar. Model digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap pendapatan petani dan produktivitas lahan. Persamaan model Yi=0 1X1i 2X2i 3X3i 4X4i 5X5i Ai Dimana YiYi adalah pendapatan atau petani. X1iX1i luas lahan. X2iX2i struktur lahan. X3iX3i akses modal. X4iX4i akses dan X5iX5i penggunaan AiAi adalah error term. Uji (VIF heteroskedastisitas (Breusch-Pagan test, p > 0,. , dan normalitas residual (Jarque-Bera tes. dilakukan untuk memastikan validitas Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Stata untuk analisis regresi dan pengujian statistik. Metode ini sesuai untuk menjawab rumusan masalah terkait pengaruh struktur lahan dan faktor pendukung terhadap kesejahteraan petani di Aceh, serta memberi dasar kebijakan berbasis data. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur lahan, akses modal, dan penggunaan teknologi secara signifikan memengaruhi pendapatan petani di Provinsi Aceh, dengan luas lahan menunjukkan pengaruh terbesar . oefisien 0,. Temuan ini konsisten dengan hasil penelitian Rahman . yang menegaskan bahwa pengelolaan lahan yang efektif dan produktivitas serta pendapatan petani secara Hal ini menegaskan pentingnya reformasi agraria dan alokasi lahan yang merata sebagai salah satu solusi mengatasi ironi agraris di Aceh (Rahman, 2. Kesamaan hasil juga ditemukan pada penelitian Susanto et al. , yang menekankan peran akses modal dan adopsi teknologi dalam meningkatkan produktivitas produksi padi. Regresi linier berganda dalam studi ini mendukung temuan tersebut, dengan koefisien akses modal . dan teknologi . juga signifikan secara statistik . <0,. Ini menandakan bahwa program pemberdayaan petani melalui penyediaan modal dan teknologi tepat guna kesejahteraan yang berkelanjutan (Susanto et al. , 2. Dalam hal validitas model, nilai RA sebesar 0,68 menunjukkan bahwa model dapat menjelaskan 68% variasi pendapatan petani, yang merupakan tingkat penjelasan yang cukup tinggi dalam penelitian sosial ekonomi pertanian. Uji multikolinearitas menunjukkan nilai VIF < 5 untuk semua variabel, menandakan variabel independen tidak saling berkorelasi tinggi. Ini sejalan dengan pedoman umum dalam econometrika oleh Gujarati . yang menyatakan VIF < 10 aman dari multikolinearitas. Uji heteroskedastisitas, normalitas residual, dan autokorelasi juga menunjukkan model regresi memenuhi asumsi klasik, sehingga hasil estimasi dapat dianggap sahih dan reliabel. Hal ini menegaskan bahwa hasil pengujian regresi benar-benar dapat digunakan untuk merumuskan kebijakan. SIMBIOSIS. Vol. 2 No. Halaman: 121-125 September 2025 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. Dari sisi kebijakan, kajian Bappeda Aceh . juga merekomendasikan peningkatan akses modal, teknologi, serta redistribusi lahan yang lebih adil untuk mengatasi ketimpangan kesejahteraan petani dan meningkatkan ketahanan pangan. Rekomendasi ini sangat relevan dan menguatkan hasil analisis data empiris penelitian ini, yang mengintegrasikan data Sensus Pertanian 2023 terkini. Dengan demikian, hasil penelitian ini baik dalam model, variabel yang diuji, maupun interpretasi, telah sesuai dan memperkuat temuan-temuan penelitian sebelumnya, sekaligus menambah bukti empiris yang kuat untuk dasar pengambilan kebijakan pertanian di Aceh. KESIMPULAN Struktur lahan pertanian di Provinsi Aceh memiliki pengaruh signifikan kesejahteraan petani. Fragmentasi lahan dan ketimpangan penguasaan masih sehingga penataan ulang struktur lahan menjadi sangat penting dalam upaya peningkatan kesejahteraan. Faktor utama penghambat kesejahteraan petani adalah keterbatasan akses modal dan teknologi pertanian. Peningkatan akses terhadap sumber daya ini secara produktivitas dan pendapatan petani. Kebijakan pemerintah yang ada, seperti penyediaan sarana produksi, telah memberikan kontribusi positif, namun melalui monitoring dan evaluasi berkelanjutan serta penguatan sinergi antar lembaga. Strategi sumber daya lahan yang berkelanjutan dengan dukungan teknologi, modal, dan kelembagaan petani merupakan kunci untuk mengatasi ironi agraris dan memperkuat ketahanan pangan serta kesejahteraan petani di Aceh. Memuat makna hasil penelitian, jawaban atas hipotesis atau tujuan penelitian, tidak mengulang abstrak, dan kesimpulan bukan rangkuman hasil percobaan. SARAN Penelitian Lanjutan tentang Dampak Reforma Agraria pada Kesejahteraan Petani: diperlukan studi longitudinal yang mendalam untuk mengevaluasi dampak jangka panjang program kesejahteraan petani dan distribusi lahan di Aceh. Penelitian ini harus melibatkan analisis sosial ekonomi dan aspek kultural agar kebijakan yang diterapkan dapat lebih responsif dan berkelanjutan. Studi Integratif Akses Modal dan Teknologi Pertanian Digital: mengingat pentingnya akses modal dan teknologi, penelitian selanjutnya dapat memfokuskan pada inovasi teknologi pertanian, seperti pertanian digital dan pembiayaan berbasis blockchain, serta efektivitas model pembiayaan mikro untuk petani kecil di Aceh. Hal ini akan membantu merumuskan model pemberdayaan ekonomi petani yang lebih inklusif. Analisis Kelembagaan Petani dan Rantai Pasok Pertanian: penelitian lebih lanjut perlu mengkaji secara lebih rinci peran kelembagaan petani seperti koperasi dan kelompok tani dalam memperkuat posisi tawar distribusi hasil tani melalui rantai SIMBIOSIS. Vol. 2 No. Halaman: 121-125 September 2025 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. pasok yang lebih efisien dan Fokus pada kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan . Kajian Terapan Tata Ruang dan Alih Fungsi Lahan Pertanian: penelitian mengenai tata ruang pertanian yang berkelanjutan dan dampak alih fungsi lahan terhadap ketahanan regulasi yang menjaga keberlanjutan lahan pertanian produktif di Aceh. Studi ini akan membantu membuat kebijakan penataan ruang yang integratif dan berbasis risiko. DAFTAR PUSTAKA