Psikotes: Jurnal Ilmu Psikologi. Komunikasi, dan Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 Maret 2025 ANALISIS KESULITAN MEMBACA DAN MENULIS DALAM BAHASA ARAB: PERSPEKTIF PSIKOLINGUISTIK Tarisha Putri. Siti Nur Salsabyilla. Muhammad Haickal Eriyanto Marpaung. Sahkholid Nasution Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Indonesia Corresponding E-mail: sitinursalsabyila@gmail. ABSTRACT Various errors that occur in Arabic language learning such as reading and writing difficulties are one of the things that can be studied in the realm of psycholinguistics, so this study wants to examine what problems occur in psycholinguistics in Arabic reading and writing difficulties. The purpose of this study is to analyze psycholinguistics that occur in reading and writing difficulties in Arabic. The method used in this research is a qualitative method with literature study data collection techniques. The results obtained in this study are that the difficulties that occur in reading and writing Arabic are in the psychological study of teachers who lack knowledge of the needs of students in terms of interest in learning, it is related to factors that affect the difficulty of reading and writing Arabic and the lack of motivation and the influence of the surrounding environment that makes interest in reading and writing Arabic very low. educators already understand the psychology of students, it will make it easier for teachers to adjust to the learning process. Keywords: Psycholinguistics. Reading Difficulties. Writing Difficulties This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4. 0 CCBY International license. E-ISSN: 3032-2421. DOI: 10. 59548/ps. JOURNAL YAYASAN HAIAH NUSRATUL ISLAM Pendahuluan Sarana utama yang membuat manusia menjadi lebih manusiawi adalah melalui Masyarakat bahasa menggunakan bahasa sebagai sarana memanusiakan setiap generasi anggotanya dan sebagai bentuk budaya dasar. Sebagai instrumen utama untuk menciptakan berbagai jenis dan bentuk budaya, bahasa disebut sebagai budaya dasar. Perbedaan bahasa dengan demikian berfungsi sebagai indikator perbedaan sistem dan pola budaya, yang pada gilirannya diterjemahkan menjadi perbedaan dalam sifat, watak, atau atribut masyarakat bahasa lainnya. Alat terpenting untuk komunikasi manusia dalam interaksi sosial adalah bahasa (S. Nasution, 2. Manusia adalah makhluk sosial yang bergantung pada manusia lain untuk mendapatkan informasi, sehingga mereka akan kesulitan untuk melakukan tugas sehari-hari tanpa bahasa. Jadi, sangat penting bagi setiap orang untuk mempelajari bahasa. Mengingat rumitnya sistem penulisan dan tata bahasa Arab, analisis psikolinguistik tentang kesulitan membaca dan menulis dalam bahasa Arab menjadi topik yang lebih relevan dalam lingkungan pendidikan saat ini. Banyak faktor psikologis dan linguistik yang dapat menyebabkan kesulitan yang dihadapi banyak siswa saat belajar membaca dan menulis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki seberapa sulit bagi siswa untuk memahami dan menggunakan aksara Arab, khususnya mereka yang memiliki kesulitan belajar seperti disleksia. Diharapkan dengan memahami dinamika ini, cara untuk meningkatkan kemahiran bahasa Arab siswa akan ditemukan (S. Nasution, 2. Salah satu ciri khas sistem penulisan bahasa Arab adalah huruf-hurufnya ditulis dari kanan ke kiri, dan bentuk setiap huruf bervariasi menurut tempat kemunculannya dalam sebuah kata. Siswa baru mungkin akan bingung dengan hal ini, terutama jika mereka tidak terbiasa dengan format penulisannya (Z. Nasution et al. , 2. Menurut penelitian sebelumnya, anak-anak penderita disleksia sering kali kesulitan mengidentifikasi huruf dan merangkai bunyi untuk membentuk kata, yang mengganggu keterampilan membaca dan menulis mereka. Oleh karena itu, agar pengajaran bahasa Arab lebih berhasil, penting untuk melakukan analisis menyeluruh terhadap faktor-faktor yang memengaruhi kesulitan-kesulitan ini. Selain mengidentifikasi tantangan yang dihadapi siswa saat membaca dan menulis bahasa Arab, penelitian ini akan menggunakan pendekatan psikolinguistik untuk meneliti faktor-faktor yang berkontribusi terhadap masalah ini. Oleh karena itu, diharapkan bahwa temuan penelitian ini akan sangat membantu dalam menciptakan strategi pengajaran bahasa Arab yang lebih inklusif dan berhasil PSIKOTES: JURNAL ILMU PSIKOLOGI. KOMUNIKASI DAN KESEHATAN MASYARAKAT VOL. 2 NO. 1 MARET 2025 JOURNAL YAYASAN HAIAH NUSRATUL ISLAM selain membantu siswa mengatasi tantangan yang mereka hadapi selama proses Kajian Pustaka Fokus kajian ini adalah pada fenomena pemerolehan dan pembelajaran bahasa, psikolinguistik dan pembelajaran bahasa saling terkait erat. Psikolinguistik juga membahas cara mempelajari bahasa yang baik, dan pembelajaran bahasa Arab, yang menggabungkan prinsip-prinsip ini, adalah tempat linguistik dan pembelajaran bahasa bertemu (Sultan & Yahya, 2. Persinggungan antara psikolinguistik dan pembelajaran bahasa Arab menggunakan prinsip-prinsip linguistik, pendidikan, dan psikologis Prinsip Pendidikan Komponen kurikulum metode, tujuan, materi, dan evaluasi pembelajaran semuanya terkait erat dengan gagasan ini. Guru harus mempertimbangkan sejumlah faktor saat menetapkan tujuan pembelajaran, termasuk perbedaan individu, motivasi, dan kemampuan. Pendekatan atau teori pembelajaran behaviorisme atau kognitivisme harus dipatuhi saat mempelajari suatu bahasa. Baik metode langsung maupun metode audiolingual digunakan dalam beberapa pendekatan behaviorisme. Metode penerjemahan aturan dan metode jalan diam termasuk di antara teknik yang digunakan dalam pendekatan kognitif. Tidak perlu dikatakan lagi bahwa saat mempelajari bahasa Arab, konten guru harus disesuaikan dengan preferensi siswa dan pentingnya materi pelajaran (Ismail, 2. Prinsip Psikolinguistik Hubungan antara strategi pembelajaran dan teori psikologi pembelajaran menunjukkan hubungan antara psikolinguistik dan pembelajaran bahasa Arab jika dilihat melalui sudut pandang prinsip-prinsip psikologis. Behaviorisme dan kognitivisme adalah dua teori utama dalam psikologi pembelajaran. Teori behaviorisme, yang menekankan pembelajaran melalui pembiasaan, pengulangan, imitasi, penguatan, dan teknik pengaruh, konsisten dengan metode langsung, yang melibatkan penghilangan bahasa ibu siswa untuk membiasakan mereka dengan bahasa target. Hal yang sama berlaku untuk audiolingual, yang berkonsentrasi pada peniruan dan pengulangan bahasa yang ingin mereka kuasai (Ismail, 2. Sementara itu, kognitivisme lebih memfokuskan kepada pembelajaran bahasa dengan teknik pemahaman dan juga pendalaman dari segi kemampuan bahasa dari pada performansi bahasa tersebut sebagaimana yang telah didengungkan oleh PSIKOTES: JURNAL ILMU PSIKOLOGI. KOMUNIKASI DAN KESEHATAN MASYARAKAT VOL. 2 NO. 1 MARET 2025 JOURNAL YAYASAN HAIAH NUSRATUL ISLAM Konsep ini juga sesuai dengan metode kaidah-terjamah, dan juga metode silent way (Ismail, 2. Prinsip Linguistik Dengan menggunakan teori linguistik, prinsip-prinsip linguistik dapat menunjukkan hubungan antara psikolinguistik dan pemerolehan bahasa. Ada dua aliran pemikiran utama dalam teori linguistik, yang digunakan untuk mempelajari analisis bahasa: strukturalisme dan teori transformatif-generatif (Ismail, 2. Menurut strukturalisme, bahasa berasal dari ujaran, yang dikembangkan untuk membantu pemerolehan bahasa. Hal ini menimbulkan reaksi bahwa, seperti behaviorisme, pembelajaran bahasa harus diajarkan menggunakan metode seperti imitasi, pembiasaan, dan pengulangan. Di sisi lain, pendekatan transformatifgeneratif membuat asumsi bahwa aturan berfungsi sebagai jembatan antara pembicara dan pendengar, mendorong kedua belah pihak untuk menjadi mahir dalam aturan tersebut guna mencapai komunikasi yang seimbang. Oleh karena itu, terori ini berpandangan bahwa pembelajaran bahasa hendaknya memfokuskan kepada penguasaan kaidah bahasa, agar mampu berkomunikasi nantinya (Ismail. Pada penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Dinda Lestari Hamka. Mantasiah R, dan Enung Mariah yang berjudul AuAnalisis Faktor Kesulitan Membaca Teks Bahasa Arab Siswa Sekolah Madrasah Tsanawiyah Kelas Tujuh Di Kota MakassarAy faktor penyebab kesulitan membaca adalah kesulitan siswa dalam belajar bahasa arab tersebut, terdapat dua faktor yang menyebabkan siswa kesulitan belajar, yaitu faktor internal dan juga eksternal. Faktor internal yang membuat siswa kesulitan belajar bahasa Arab dan membuat siswa tersebut juga kesulitan dalam membaca adalah faktor fisiologis atau faktor kondisi fisik siswa dan juga faktor psikologis atau faktor kondisi jiwa siswa. Dan Adapun faktor eksternal merupakan faktor yang terjadi dari luar diri siswa seperti, faktor keluarga, sekolah, dan masyarakat (Hamka et al. , 2. Pada penelitian yang dilakukan oleh Hanif Irfan yang berjudul AuAnalisis FaktorFaktor Kesulitan Menulis Huruf Abjad Bahasa Arab (Studi Kasus pada Siswa Kelas Vi SMP Miftahul Iman BandungAy faktor penyebab kesulitan menulis adalah kesulitan siswa dalam membedakan penulisan huruf yang Dimana penulisan huruf tersebut sama, kedua kesulitan terhadap merangkai atau menyambung huruf abjad bahasa Arab menjadi kalimat, ketiga penulisan huruf arab berbeda dengan kaidah penulisan yang biasanya, penulisan huruf arab ditulis dari kanan ke kiri berbeda dengan tulisan biasa yang kiri ke kanan, dan yang keempat adalah kesulitan menyusun huruf yang ada didepan, tengah, mapun akhir (Irfan, 2. PSIKOTES: JURNAL ILMU PSIKOLOGI. KOMUNIKASI DAN KESEHATAN MASYARAKAT VOL. 2 NO. 1 MARET 2025 JOURNAL YAYASAN HAIAH NUSRATUL ISLAM Metode Penelitian Pengumpulan data dilakukan dengan menghimpun informasi dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal, dan penelitian sebelumnya. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis konten dan analisis deskriptif. Sumber pustaka yang diperoleh dari berbagai referensi dianalisis secara kritis dan mendalam untuk mendukung proposisi serta gagasan yang disampaikan. (Anak, 2. Pengumpulan data juga dengan menggunakan analisis data-data yang sudah terkumpul. Hasil dan Pembahasan Pengertian Psikolinguistik dan Konsep Membaca & Menulis Bahasa tidak hanya terdiri dari unsur-unsur yang tidak teratur atau tidak berpola. ada juga komponen-komponen yang tersusun secara teratur. Menurut Nasution . , bahasa mencakup lebih dari sekadar kosakata dan aturan tata bahasa. bahasa juga melibatkan faktor-faktor psikologis dan sosial yang memengaruhi cara orang menggunakan dan memahami bahasa. Secara luas diyakini bahwa linguistik telah menghasilkan temuan-temuan yang sangat penting dalam studi tentang manusia dan interaksi mereka dengan bahasa. Hal ini melibatkan kesadaran tentang bagaimana bahasa, kognisi, dan masyarakat saling berhubungan (S. Nasution. Sementara psikologi mempelajari perilaku dan proses bahasa, linguistik mempelajari bahasa dalam hal fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Dengan kata lain, psikolinguistik lebih berfokus pada bagaimana kemampuan bahasa terwujud dalam praktik, sedangkan linguistik lebih memperhatikan pemahaman mendasar tentang bahasa itu sendiri. Studi psikolinguistik, yang meneliti bagaimana bahasa dipahami dan digunakan dalam konteks kognitif dan perilaku manusia, didasarkan pada integrasi kedua bidang ini (Hasan, 2. Bahasa dipandang dan dipelajari sebagai "sistem tanda" dalam linguistik. Istilah psikologi dan linguistik merupakan akar etimologis dari kata psikolinguistik, yang menunjukkan bahwa ada dua disiplin ilmu berbeda yang dapat dibedakan satu sama lain menggunakan teknik dan prosedur yang berbeda. Meskipun demikian, bahasa merupakan subjek studi mereka. Psikologi mengkaji perilaku atau proses bahasa, sedangkan linguistik mengkaji struktur bahasa. Secara teoritis, tujuan utama psikolinguistik adalah mengidentifikasi teori bahasa yang dapat menjelaskan hakikat bahasa dan cara memperolehnya baik secara psikologis maupun linguistik. Psikolinguistik menerapkan pengetahuan psikologis dan linguistik pada masalahmasalah yang berkaitan dengan bahasa, termasuk gangguan bicara. Oleh karena itu, ilmu lain yang mengkaji bahasa, seperti neurofisiologi, neuropsikologi. PSIKOTES: JURNAL ILMU PSIKOLOGI. KOMUNIKASI DAN KESEHATAN MASYARAKAT VOL. 2 NO. 1 MARET 2025 JOURNAL YAYASAN HAIAH NUSRATUL ISLAM neurolinguistik, dan yang lainnya sangat diperlukan untuk membantu menjelaskan hakikat bahasa karena kerja sama antara psikologi dan linguistik saja tidak cukup untuk melakukannya (Rahmat, 2. Perkembangan selanjutnya membawa perubahan dalam fokus dan bidang studi Psikologi lebih menekankan pada studi karakteristik manusia yang dapat diamati, seperti perilaku dan sikap. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa jiwa, yang menjadi subjek studi ketika psikologi pertama kali terbentuk, bersifat abstrak, sedangkan subjek penyelidikan ilmiah perlu dapat diamati melalui indera. Bruno memberikan definisi psikologi yang terkait dengan tiga bagian terkait hal ini. Pertama, studi jiwa merupakan fokus psikologi. Kedua, psikologi adalah studi tentang pikiran. dan ketiga, psikologi adalah studi tentang perilaku makhluk hidup. Karena itu, pemahaman kita tentang psikologi telah berkembang dan bidang studinya telah bergeser untuk mencakup objek konkret perilaku yang dianggap sebagai ekspresi jiwa atau kondisi mental dan objek abstrak roh dan mental. Psikolinguistik merupakan bentuk gabungan kata dari psikolongi dan linguistik yang pada dasarnya ini adalah pembahasan yang berbeda. Menurut Simanjuntak yang dikutip oleh Sri Suharti, dkk, menyampaikan bahwasannya psikolinguistik ialah disiplin ilmu yang berfokus pada pemeriksaan proses psikologis yang terlibat dalam produksi dan pemahaman kalimat serta pengembangan keterampilan (Susanti, 2. Sedangkan menurut Chaer psikolinguistik diartikan sebagai disiplin ilmu (Ismail, 2. Psikolinguistik mempelajari gejala-gejala mental, bahasa, dan hubungan antara Gejala-gejala mental merupakan refleksi dari bahasa yang diproses dalam jiwa manusia. Dari perspektif psikologis, bahasa dipandang sebagai suatu proses yang terjadi di dalam otak pembicara dan pendengar. Berikut ini adalah aspek-aspek penting dari psikolinguistik: . enggunaan bahasa dalam berpikir dan berkomunikas. emerolehan bahas. ola-pola perilaku bahas. asosiasi verbal dan masalah-masalah . proses-proses bahasa pada individu-individu dengan kelainan. persepsi dan kognisi bicara. pembelajaran bahasa. Selain tiga keterampilan berbahasa lainnya, membaca merupakan salah satu keterampilan yang paling penting. Hal ini dilakukan agar orang dapat menambah pengetahuan, bersenang-senang, dan mengeksplorasi pesan tertulis dalam bahan Membaca merupakan cara untuk mempelajari dunia lain yang ingin dijelajahi orang. Lebih jauh lagi, latihan membaca merupakan bagian integral dari pembelajaran bahasa serta mata pelajaran lainnya. Kehidupan akademis, sosial, dan pribadi seseorang sangat diuntungkan dengan membaca, yang merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Pemahaman membaca juga penting saat PSIKOTES: JURNAL ILMU PSIKOLOGI. KOMUNIKASI DAN KESEHATAN MASYARAKAT VOL. 2 NO. 1 MARET 2025 JOURNAL YAYASAN HAIAH NUSRATUL ISLAM mempelajari bahasa Arab. Hal ini dibuktikan dalam Peraturan Menteri Agama yang menyebutkan bahwa salah satu tujuan mata kuliah bahasa Arab adalah untuk meningkatkan kemampuan komunikasi lisan dan tulisan mahasiswa dalam bahasa Dengan demikian, pembelajaran bahasa Arab memegang peranan penting, terutama dalam hal pembelajaran membaca. Latihan menulis juga penting untuk penguasaan bahasa. Kemampuan untuk mendeskripsikan atau mengekspresikan ide melalui tulisan, dari tugas dasar seperti menulis kata hingga tugas yang lebih rumit seperti komposisi, dikenal sebagai keterampilan menulis. Karena menulis memerlukan penerapan dua keterampilan bahasa kemampuan aktif dan produktif dan karena tahap pembelajaran juga memerlukan suatu proses, keterampilan menulis merupakan upaya untuk menerapkan keterampilan dan kemampuan bahasa yang cukup menantang. Kemampuan untuk mendeskripsikan atau mengekspresikan ide melalui tulisan, dimulai dengan tugas dasar seperti pemilihan kata atau komposisi, dikenal sebagai keterampilan menulis. Faktor Kesulitan Membaca Dan Menulis Bahasa Arab Dengan kosakatanya yang luas, bahasa Arab telah muncul sebagai salah satu bahasa komunikasi yang berkembang seiring dengan pertumbuhan bahasa dan budaya lain. Hampir semua lembaga pendidikan di Indonesia memasukkan pengajaran bahasa Arab dalam kurikulum mereka, dari madrasah ibtidaiyyah hingga perguruan tinggi, yang menunjukkan bahwa bahasa Arab merupakan salah satu bahasa asing yang dipelajari sebagian besar orang Indonesia baik secara formal maupun informal. Meskipun kaya, bahasa Arab sering dianggap sebagai bahasa yang menantang untuk dipelajari. Tentu saja akan ada tantangan selama proses pembelajaran, khususnya di kelas bahasa Arab. Agar siswa yang belajar bahasa Arab di lingkungan formal, seperti sekolah, dapat benar-benar memahami bahasa tersebut, mereka tetap memerlukan pengajaran bahasa Arab intensif di luar Tantangan dalam mempelajari bahasa Arab sama halnya dengan tantangan dalam membaca dan menulis bahasa Arab. Minat siswa yang pas-pasan dalam membaca teks bahasa Arab, kurangnya latihan, kurangnya diskusi saat membaca teks bahasa Arab, hasil belajar yang rendah sehingga tidak bersemangat, dan keterlambatan dalam menyelesaikan tugas merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam membaca bahasa Arab. Kemudian, salah satu faktor yang mempengaruhi kesulitan siswa dalam membaca teks bahasa Arab adalah tingkat kemahiran mereka dalam berbahasa Arab. PSIKOTES: JURNAL ILMU PSIKOLOGI. KOMUNIKASI DAN KESEHATAN MASYARAKAT VOL. 2 NO. 1 MARET 2025 JOURNAL YAYASAN HAIAH NUSRATUL ISLAM Selain kesulitan dalam membaca, kesulitan dalam menulis bahasa Arab juga merupakan salah satu permasalahan dalam pembelajaran bahasa Arab. Menurut Yusuf menyebutkan salah satu faktor kesulitan siswa dalam menulis bahasa Arab ialah disebabkan karena adanya perbedaan latar belakang pendidikan, maksudnya adalah tidak semua siswa memiliki latar belakang pesantren atau alumni madrasah, jadi ketika siswa yang menghadapi pembelajaran bahasa Arab tersebut belum pernah belajar bahasa Arab maka akan sedikit kesulitan dalam menulis. Kemudian, faktor selanjutnya adalah kurangnya keterbiasaan siswa dalam menulis bahasa Arab hal ini menyebabkan rasa canggung dan bingung ketika siswa disuruh untuk menulis kalimat bahasa Arab, sehingga keseringan dalam berlatih menulis bahasa Arab dapat menyelesaikan kesulitan siswa pada maharah kitabahnya (Wibisono. Dalam penelitian Hamka menyebutkan Tantangan belajar siswa dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor internal dan faktor eksternal merupakan dua penyebab utama kesulitan belajar. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari siswa itu sendiri. Faktor internal dapat dibagi menjadi dua kategori: psikologis . ondisi pikiran sisw. dan fisiologis . ondisi tubuh sisw. Faktor yang berasal dari luar siswa disebut sebagai faktor eksternal. Tiga lingkungan eksternal dianggap sebagai faktor eksternal: faktor masyarakat, sekolah, dan keluarga (Hamka et al. , 2. Dari segi kajian psikolinguistik kesulitan-kesulitan yang dialami dalam belajar bahasa Arab menunjukkan bahwasannya psikolinguistik memiliki peran yang sangat penting dalam pembelajaran bahasa Arab. Kesulitan membaca dan menulis bahasa Arab yang dijelaskan di atas menunjukkan Pentingnya psikolinguistik dalam pembelajaran bahasa Arab. Pentingnya psikolinguistik ditunjukkan, antara lain, ketika upaya dilakukan untuk menemukan alasan di balik kesalahan dan kegagalan siswa saat belajar bahasa Arab. Psikolinguistik juga dapat digunakan sebagai alat untuk mengatasi masalah dan isu yang muncul selama proses pembelajaran bahasa Arab. Psikolinguistik merupakan alat yang berguna untuk menentukan materi mana yang sesuai untuk tahap perkembangan kognitif siswa di dunia nyata. Selain itu, strategi pengajaran bahasa Arab harus mempertimbangkan perkembangan psikologis siswa. Guru dapat memilih sumber belajar bahasa yang relevan dan lebih memahami bahasa Arab dengan bantuan psikolinguistik. Psikolinguistik merupakan faktor penting dalam pembelajaran bahasa Arab ketika guru mempertimbangkan perbedaan individu dalam preferensi belajar, tingkat motivasi, dan gaya belajar siswa. cSaat memutuskan materi mana yang cocok untuk tahap perkembangan kognitif siswa di dunia nyata, psikolinguistik merupakan alat yang PSIKOTES: JURNAL ILMU PSIKOLOGI. KOMUNIKASI DAN KESEHATAN MASYARAKAT VOL. 2 NO. 1 MARET 2025 JOURNAL YAYASAN HAIAH NUSRATUL ISLAM Selain itu, perkembangan psikologis siswa harus dipertimbangkan dalam metode pengajaran bahasa Arab. Dengan bantuan psikolinguistik, pendidik dapat memilih materi pembelajaran bahasa yang relevan dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap bahasa Arab. Saat guru mempertimbangkan perbedaan individu dalam preferensi belajar, tingkat motivasi, dan gaya belajar siswa, psikolinguistik memainkan peran penting dalam pemerolehan bahasa Arab. Berdasarkan hal tersebut peneliti memiliki pendapat bahwasannya setiap kesulitan ataupun problematika yang dijumpai dalam pembelajaran bahasa Arab memiliki faktor-faktor tertentu yang menjadi penyebab hal tersebut. faktor-faktor yang menjadi kesulitan dalam membaca dan menulis bahasa Arab dapat diselesaikan dengan beberapa solusi seperti dengan memberikan pembiasaan kepada siswa dalam menulis kalimat bahasa Arab dan menekankan kemampuan membaca siswa dalam membaca teks bahasa Arab, jadi antara guru dengan siswa saling bekerja sama untuk mencapai tujuan pembelajaran bahasa Arab. Kemudian, jika ditinjau dari psikolinguistik peneliti berpendapat bahwasannya kesulitan yang dihadapi siswa dalam proses membaca dan menulis bahasa Arab melalui kajian psikologi guru mengetahui kebutuhan siswa dalam hal minat belajar, hal tersebut berkaitan dengan faktor yang mempengaruhi kesulita membaca bahasa Arab. Jika pendidik sudah memahami keadaan psikologi siswa, maka akan memberikan kemudah guru untuk menyesuaikan pada proses pembelajarannya. Karakteristik Bahasa Arab Dan Tantangannya Pada hakikatnya, semua bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi. Setiap komunikasi tentu membutuhkan komunikator lain untuk memahaminya. Akan tetapi, setiap bahasa memiliki ciri khas yang membedakannya dengan bahasa Arab. Bahasa Arab pun demikian. Ada beberapa ciri yang membedakan bahasa Arab dengan bahasa lainnya. Salah satu ciri bahasa Arab adalah kalimat deklaratif dalam bahasa tersebut tidak memerlukan kata yang berarti untuk menjelaskan hubungan antara subjek dan predikat. Kedua, bahasa Arab sangat menjunjung tinggi unsur Bahasa Arab selalu menganggap bahwa keberadaan suatu gagasan dalam benak lebih penting dan benar daripada gagasan dalam dunia nyata. Yang penting adalah bahwa pembicara atau penulis dapat menyampaikan makna yang utuh dengan kata atau kalimat apa pun, dan pembaca atau pendengar pun dapat memahami makna tersebut secara utuh pula. Ketiga, gabungan dua kata, khususnya dua makna yang berbeda, yang kemudian diungkapkan dalam sebuah kata yang secara morfologis menunjukkan dua . , yang telah menjadi istilah baku dalam bahasa Arab. Keempat Bahasa Indonesia dan bahasa Arab tidaklah sama. Laki-laki dan perempuan . udzakar-muannat. atau tunggal . , ganda PSIKOTES: JURNAL ILMU PSIKOLOGI. KOMUNIKASI DAN KESEHATAN MASYARAKAT VOL. 2 NO. 1 MARET 2025 JOURNAL YAYASAN HAIAH NUSRATUL ISLAM , dan jamak . dibedakan dalam bahasa Arab. Akan tetapi, struktur kalimat dalam bahasa Indonesia tidak mengatur hal ini. Berdasarkan karakteristik yang dimiliki oleh bahasa Arab tersebut masih banyak dijumpai tantangan-tantangan yang terdapat dalam bahasa Arab, baik itu tantangan yang bersifat internal yakni dari segi bahasanya sendiri ataupun tantangan yang bersifat eksternal atau dari luar bahasa, seperti pada proses pembelajarannya. Adapun tantangan bahasa Arab ialah persiapan guru yang kurang memadai sebelum memberikan pelajaran di kelas, atau beberapa pengajar bahasa Arab kurang memiliki pengalaman mengajar. Karena dalam proses pembelajaran memerlukan keterampilan khusus yang hanya diperoleh di kelas. Permasalahan selanjutnya adalah siswa kurang termotivasi atau kurang berminat dalam mempelajari bahasa Arab. Solusi yang penulis berikan dalam penelitian ini adalah sebelum memulai proses belajar mengajar, seorang pengajar hendaknya memberikan motivasi kepada siswa atau memberikan gambaran tentang nilai bahasa Arab. Selain itu, guru bahasa Arab menghadapi kesulitan dalam proses pengajaran bahasa karena latar belakang siswa. Peneliti dalam penelitian ini menyarankan agar pendidik menerapkan berbagai metode sebagai solusi. Tanpa metode, proses pembelajaran bahasa Arab tidak dapat berjalan lancar dan berhasil, dan hasilnya tidak akan memenuhi tujuan pembelajaran yang diinginkan. Atas dasar ini, para sarjana percaya bahwa pembelajaran bahasa Arab menghadirkan banyak kesulitan, terutama yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Simpulan Psikolinguistik ialah disiplin ilmu yang berfokus pada pemeriksaan proses psikologis yang terlibat dalam produksi dan pemahaman kalimat serta pengembangan keterampilan berbahasa. Psikolinguistik adalah Psikolinguistik dapat digunakan sebagai alat untuk memecahkan berbagai masalah dan isu . roblem solvin. yang muncul dalam konteks pembelajaran bahasa Arab, dan peranannya tampak jelas ketika dilakukan upaya untuk mengidentifikasi faktorfaktor yang menyebabkan kegagalan dan kesalahan siswa dalam mempelajari bahasa tersebut. kesulitan yang dihadapi siswa dalam proses membaca dan menulis bahasa Arab melalui kajian psikologi guru mengetahui kebutuhan siswa dalam hal minat belajar, hal tersebut berkaitan dengan faktor yang mempengaruhi kesulitan membaca bahasa Arab. Jika pendidik sudah memahami keadaan psikologi siswa, maka akan memberikan kemudah guru untuk menyesuaikan pada proses PSIKOTES: JURNAL ILMU PSIKOLOGI. KOMUNIKASI DAN KESEHATAN MASYARAKAT VOL. 2 NO. 1 MARET 2025 JOURNAL YAYASAN HAIAH NUSRATUL ISLAM Daftar Pustaka