http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 2. Desember 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Artikel Penelitian The Effectiveness of Warm Compresses for Back Pain I Pregnant Women in the Third Trimester Linda Putri WahyuniA. Tria Eni Rafika Devi 1 . Septi Kurniawati 1 Ahmad Abdul Ghofar Abdulloh2 Abstrak Nyeri punggung salah satu ketidaknyamanan yang sering dialami ibu hamil trimester i. Hal ini akibat perubahan anatomi dan fisiologi selama kehamilan, seperti pertambahan BB, pergeseran pusat gravitasi, serta kelemahan otot perut dan Penanganan nyeri secara non-farmakologis, pemberian kompres hangat, menjadi alternatif yang aman, efektif, dan mudah diterapkan untuk mengurangi intensitas nyeri tanpa menimbulkan efek samping yang berarti. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pemberian kompres hangat terhadap penurunan intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimester i. Dengan Metode one group pre-test dan post-test, sampel 39 orang ibu hamil trimester i yang mengalami nyeri punggung melalui teknik purposive sampling. Tingkat nyeri menggunakan alat ukur Numeric Rating Scale (NRS). Analisis uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian terdapat penurunan skor nyeri dari sebelum diberikan kompres hangat yaitu 5 . yeri sedan. , setelah intervensi menjadi 2 . yeri ringa. Hasil uji statistik Wilcoxon nilai p = 0,000 . < 0,. , yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi kompres hangat. Kompres hangat terbukti efektif dalam menurunkan intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimester i. Kompres hangat dapat dijadikan sebagai salah satu upaya penanganan nyeri yang aman, murah, dan mudah dilakukan baik di fasilitas pelayanan kesehatan maupun secara mandiri di rumah. Kata kunci : Ibu Hamil. Kompres Hangat. Nyeri Punggung. Non-Farmakologis. Trimester i Abstract Back pain is one of the most common discomforts experienced by pregnant women in their third trimester. This is due to anatomical and physiological changes during pregnancy, such as weight gain, a shift in the center of gravity, and weakness of the abdominal and back muscles. Non-pharmacological pain management, such as applying warm compresses, is a safe, effective, and easy-to-implement alternative to reduce pain intensity without causing significant side effects. This study aims to analyze the effectiveness of applying warm compresses on reducing back pain intensity in pregnant women in their third trimester. Using a one-group pre-test and post-test method, a purposive sampling technique was used to select 39 pregnant women experiencing back pain in their third trimester. Pain levels were measured using the Numeric Rating Scale (NRS) and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The study results showed a decrease in pain scores from 5 . oderate pai. before the warm compresses to 2 . ild pai. after the The Wilcoxon statistical test showed a p-value of 0. < 0. , indicating a significant difference between pain intensity before and after the warm compresses. Warm compresses have been proven effective in reducing back pain in pregnant women during the third trimester. Warm compresses can be a safe, inexpensive, and easy pain management method, both in healthcare facilities and at home. Keywords: Pregnant Women. Warm Compress. Back Pain. Non-Pharmacological. Third Trimester Submitted : 30 October 2025 Affiliasi penulis : 1 Prodi D i Kebidanan. STIKES RUSTIDA Banyuwangi 3 Prodi D i Kebidanan. STIKES RUSTIDA Banyuwangi Banyuwangi 2 Prodi Keperawatan. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Korespondensi : enitria944@gmail. PENDAHULUAN Kehamilan adalah masa yang penuh dengan perubahan fisik dan emosional. Salah satu keluhan umum yang sering dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester i, adalah nyeri Nyeri ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk peningkatan berat badan, perubahan postur tubuh, dan tekanan tambahan pada otot dan ligamen di sekitar tulang belakang . Nyeri punggung dilaporkan dalam prevalensi Berdasarkan hasil penelitian terdapat sekitar Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Accepted : 31 December 2025 30% sampai dengan 78% ibu hamil mengeluh nyeri punggung di beberapa negara yaitu Amerika Serikat. Eropa dan beberapa bagian Afrika . Berdasarkan data dari Arummega. Rahmawati, and Meiranny 2022 jumlah ibu hamil di Indonesia berkisar 5. 784 orang, dengan ibu hamil mengalami nyeri punggung sejumlah 60% hingga 80%. Di Provinsi Jawa Timur tahun 2020 diperoleh presentasi sejumlah 65-100% ibu hamil mengalami nyeri punggung. Sementara itu, berdasarkan data Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi tahun 2021, 901 atau 64,4% ibu hamil yang Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 2. Desember 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 mengalami nyeri punggung di seluruh wilayah kerja puskesmas Kabupaten Banyuwangi. Nyeri punggung pada ibu hamil dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas kesejahteraan fisik dan mental ibu hamil. Oleh karena itu, penting untuk menemukan metode pengelolaan nyeri yang aman dan efektif untuk mengurangi ketidaknyamanan ini. Tubuh mengalami perubahan-perubahan fisik dan sistem tubuh selama kehamilan. Perubahan tersebut dapat terjadi salah satunya pada kehamilan trimester i. Pada kehamilan trimester i, seiring membesarnya uterus dan penambahan berat badan maka pusat gravitasi akan berpindah ke arah depan sehingga ibu hamil harus menyesuaikan posisi berdirinya. Postur tubuh yang tidak tepat akan memaksa peregangan tambahan dan kelelahan pada Hal ini sejalan dengan tambahnya berat badan secara bertahap selama kehamilan dan redistribusi ligamen, pusat gravitasi tubuh bergeser ke depan otot abdomen yang lemah mengakibatkan lekukan pada bahu, ada kecenderungan otot punggung untuk menekan punggung bawah . Penekanan dari kepala bayi dengan tulang punggung bawah menyebabkan nyeri punggung pada ibu hamil. Nyeri punggung jika tidak segera diatasi akan berdampak negatif. Ibu akan mengalami nyeri punggung untuk waktu yang lama atau kronis, meningkatkan komplikasi pasca partum, dan mengalami kesulitan berjalan apabila nyeri sudah menyebar pada daerah pelvis dan lumbal . Dalam penelitian . menyatakan keluhan nyeri punggung sering muncul pada usia dua puluh tahun dan seiring bertambahnya usia ibu, risiko penurunan elastisitas tulang yang menyebabkan gejala nyeri meningkat. Ibu dengan umur lebih muda banyak mengalami nyeri punggung karena perubahan hormon selama kehamilan dan lebih sensitif terhadap perubahan dirinya dan memiliki perspektif atau sikap yang berbeda dengan ibu hamil yang berusia lebih tua Oleh karena itu, diperlukan penanganan secara non farmakologis atau terapi komplementer yang memiliki efek samping minimal. Alternatif pertama yaitu pemberian kompres hangat. Kompres hangat adalah pengompresan yang dilakukan dengan menggunakan buli-buli panas atau botol air panas yang dibungkus kain yaitu secara konduksi di mana terjadi pemindahan panas dari Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman buli-buli ke dalam tubuh sehingga menyebabkan pelebaran pembuluh darah dan terjadi penurunan ketegangan otot sehingga nyeri yang dirasakan akan berkurang atau hilang . Menurut penelitian . terdapat pengaruh kompres hangat terhadap nyeri punggung ibu hamil trimester i. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kompres hangat dalam mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil trimester ketiga. Diharapkan memberikan alternatif pengelolaan nyeri yang aman dan mudah diakses bagi ibu hamil. Salah satu metode non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri punggung adalah kompres hangat. Kompres hangat bekerja dengan cara meningkatkan aliran darah ke area yang sakit, mengurangi ketegangan otot, dan meredakan nyeri. Berdasarkan permasalahan dan Solusi mengimplementasikan terapi komplementer kompres hangat terhadap nyeri punggung ibu hamil TM i di wilayah PKM sepanjang. METODE Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain pra-eksperimen . re-experimental desig. jenis one group pretest-posttest design. Penelitian ini bertujuan kompres hangat terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester i. Melalui desain ini, peneliti dapat mengamati perbedaan tingkat nyeri sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa kompres hangat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester i di wilayah kerja Puskesmas Sepanjang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu yang ditetapkan oleh peneliti, seperti usia kehamilan, kondisi kesehatan, dan kesediaan menjadi Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester i yang berjumlah 44 di wilayah kerja Puskesmas Spanjang Glenmore Kabupaten Banyuwangi. Rumus slovin ycu = 1 ycAyce 2 ycu= 1 44 . ,05 ycu= 1 44ycu. ,0. ycu= = 39 1,11 Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 2. Desember 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Variabel independent penelitian ini adalah pemberian kompres hangat dan variabel dependent adalah tingkat nyeri punggung pada ibu hamil trimester i. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kuiseoner, botol atau buli-buli berisi air hangat, kain atau handuk pembungkus, termometer untuk mengukur suhu air, lembar observasi untuk mencatat tingkat nyeri berdasarkan skala NRS. Setelah persetujuan untuk berpartisipasi melalui informed consent, dilakukan pengukuran tingkat nyeri punggung awal . Kemudian dilakukan intervensi berupa pemberian kompres hangat selama 15Ae20 menit dengan suhu 37AC40AC yang di berikan 2 kali sehari. Setelah intervensi selesai, 3 hari lagi dilakukan pengukuran tingkat nyeri punggung kembali . Data yang diperoleh dicatat untuk kemudian dianalisis. Data yang diperoleh dari hasil penelitian akan diolah melalui beberapa tahapan, yakni editing, coding, entry data, dan Karena data tidak berdistribusi normal uji analisis datanya menggunakan Wilcoxon signed-rank test. HASIL Analisis Univariat Tabel 1. 1 Karakteristik Responden Menurut Umur Umur Frekuensi Presentase <20 25,64% 58,97% >35 15,38% Total 1 karakteristik responden menurut umur di wilayah kerja Puskesmas Sepanjang menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada rentang usia 20-35 tahun sebanyak 23 responden dengan presentase . ,97%), sementara itu responden sebagian kecil yang berada pada usia >35 tahun sebanyak 6 responden dengan presentase . ,38%). Berdasarkan hasil penelitian pada 1 karakteristik usia ibu hamil Trimester i yang mengalami. Nyeri Punggung terlibat bahwa sebagian besar yaitu usia 20-35 Tahun . ,97%). Hal ini sejalan dengan penelitian Saudia & Sari . menyatakan bahwa ibu hamil yang mengalami nyeri punggung lebih banyak terdapat pada kelompok umur 20-35 tahun yaitu masing-masing sebesar 50%. Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Penelitian sebelumnya, ibu hamil di usia muda . -35 tahu. sering melaporkan nyeri punggung akibat aktivitas fisik yang lebih tinggi dan beban kerja yang lebih berat. Sebaliknya, ibu hamil yang lebih tua (>35 tahu. mungkin memiliki risiko tambahan kondisi kesehatan kronis penurunan elastisitas jaringan, yang dapat nyeri punggung Usia merupakan faktor risiko signifikan untuk nyeri selama kehamilan, prevalensi tertinggi pada kelompok usia 2535 tahun . Perubahan hormonal selama kehamilan, terutama hormon relaksin, menyebabkan pelunakan ligamen dan sendi, yang berkontribusi terhadap nyeri punggung. Faktor usia juga dapat memengaruhi elastisitas jaringan dan kemampuan tubuh beradaptasi dengan perubahan fisiologis selama kehamilan. Wanita hamil cenderung memiliki kemampuan pemulihan yang lebih baik, tetapi mereka masih rentan terhadap nyeri punggung karena beban kehamilan yang bertambah . Menurut memengaruhi nyeri punggung pada ibu hamil trimester ketiga. Mayoritas ibu hamil dalam kelompok usia menunjukkan prevalensi nyeri yang lebih tinggi, yang menyoroti perlunya pendekatan yang berbeda dalam manajemen Pendekatan yang terfokus dan individual punggung dan meningkatkan kualitas hidup ibu hamil selama kehamilan Tabel 1. 2 Karakteristik Responden Menurut Pendidikan Pendidikan Terakhir SMP/SMK Sederajat P Perguruan Tinggi Total Frekuensi Persentase 74,36% 25,64% Sumber: Data Penelitian, 2025 Berdasarkan tabel 1. 2 karakteristik responden menurut pendidikan di wilayah kerja Puskesmas Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 2. Desember 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Sepanjang menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pendidikan SMA/SMK yaitu 29 responden dengan presentase . ,36%), sebagian kecil responden yang berpendidikan perguruan tinggi hanya 10 responden dengan presentase . ,64%). Berdasarkan tabel 4. karakteristik ibu hamil trimester i yang mengalami nyeri punggung terlibat bahwa bagian besar pendidikan SMA/SMK sederajat yaitu 29 responden dengan presentase . ,36%). Hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas tingkat pendidikan tertinggi yaitu tingkat SMA sebanyak 36,7%. Latar belakang pendidikan akan membentuk cara berpikir seseorang termasuk membentuk kemampuan untuk memahami faktor-faktor yang berkaitan dengan penyakit dan menggunakan pengetahuan untuk menjaga kesehatan Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh . bahwa tingkat pendidikan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang, di mana pendidikan pada diri individu akan berpengaruh terhadap kemampuan berfikir, kemudian tingkat pendidikan seseorang akan mempengaruhi tingkat penerimaan dan pemahaman terhadap suatu objek atau materi baru yang di manifestasikan dalam bentuk pengetahuan. Teori yang relevan menyatakan bahwa pendidikan sangat penting dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran individu tentang kesehatan, termasuk mengelola Individu dengan pendidikan yang lebih tinggi cenderung memiliki akses yang lebih baik terhadap informasi kesehatan, teknik pencegahan, dan layanan kesehatan. Pengetahuan yang lebih baik membuat mereka lebih efektif dalam mencegah dan mengelola nyeri punggung selama kehamilan . Asumsi penelitian di dapat, bahwa pendidikan menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu hamil tentang kesehatan, termasuk pemahaman tentang cara mengatasi nyeri punggung seperti melalui terapi kompres hangat. Semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin besar pula peluang seseorang untuk mengakses informasi yang benar dan mengambil keputusan yang tepat mengenai kesehatannya. Tabel 1. 3 Karakteristik Responden Menurut Pekerjaan Pekerjaan IRT Frekuensi Persentase 74,36% Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Guru PNS 25,64% Total Sumber: Data Penelitian, 2025 Berdasarkan tabel 1. 3 karakteristik responden menurut pekerjaan di wilayah kerja Puskesmas Sepanjang menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pekerjaan IRT yaitu 29 responden dengan presentase . ,36%). Dan sebagian kecil 10 responden dengan presentase . ,64%) yang bekerja sebagai PNS. Berdasarkan tabel 4. 3 karakteristik pekerjaan ibu hamil trimester i yang mengalami nyeri punggung terlibat bahwa sebagian besar pekerjaan IRT yaitu 29 responden dengan presentase . ,36%). Hasil penelitian didapatkan mayoritas pekerjaan tertinggi sebagai Ibu rumah tangga sebanyak 43,3%. Sejalan dengan penelitian Saudia & Sari . terlihat bahwa dari 30 ibu hamil yang mengalami nyeri punggung rata-rata merupakan kelompok ibu rumah tangga (IRT) yaitu sebesar Wulandari. Kustriyani & Chasanah . juga menemukan bahwa pekerjaan responden sebagian besar yaitu Ibu rumah tangga (IRT) sebesar 36,7%. Hal ini sejalan dengan penelitian yang di lakukan oleh Yuliana Eka, . Pekerjaan sehari-hari yang dilakukan oleh ibu rumah tangga yakni menyapu, mencuci, mengepel, mencuci mengurus anak dan lain-lain. Semua kegiatan membungkuk, memutar gerakan, duduk dengan posisi yang tidak benar, mengangkat dan menarik benda yang berat, hal tersebut dapat mengakibatkan terjadinya ketegangan pada otot punggung bawah selama aktivitas yang dapat menimbulkan nyeri pada punggung bawah. Mayoritas pekerjaan ibu hamil trimester i yang mengalami nyeri yaitu IRT. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh . terlihat bahwa ibu hamil yang mengalami nyeri punggung sebagian besar dengan pekerjaan IRT. Ibu rumah tangga menghabiskan waktunya di rumah dengan melakukan kegiatan yang berulang-ulang sepanjang hari. Karena banyaknya pekerjaan rumah tangga, seperti menyapu, mengepel, mencuci, mengasuh anak dan tugas angkat berat lainnya yang menekan daerah punggung sehingga ibu rumah tangga cenderung mengalami nyeri punggung. Asumsi penelitian di dapatkan bahwa , dukungan keluarga dan pemberian waktu istirahat yang cukup bagi ibu hamil sangat penting untuk mengurangi risiko nyeri punggung Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 2. Desember 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 akibat pekerjaan rumah tangga. Kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan punggung selama kehamilan juga perlu ditingkatkan, terutama di kalangan ibu rumah tangga yang lebih rentan terhadap masalah ini. Tabel 1. 4 Karakteristik Responden Menurut Paritas Paritas Frekuensi Persentase (Jumlah Ana. Primigravida . 48,72% Multigravida 51,28% Total Sumber: Data Penelitian, 2025 Berdasarkan tabel 1. 4 karakteristik responden menurut riwayat paritas mayoritas responden multigravida yaitu sebanyak 20 responden dengan presentase . ,28%). Sebagian kecil responden 19 dengan presentase . ,72%) yang memiliki paritas primigravida. Berdasarkan 4 karakteristik paritas ibu hamil trimester i yang mengalami nyeri punggung terlibat bahwa sebagian besar multigravida yaitu sebanyak 20 responden dengan presentase . ,28%). Hasil ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Harahap. Utami, & Huda . yang mengatakan bahwa mayoritas paritas ibu hamil multigravida. adalah dengan jumlah 21 ibu hamil . ,8%). Responden yang mengalami nyeri punggung adalah ibu dengan kehamilan anak pertama atau multigravida. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan . yang menyatakan ibu multigravida lebih banyak mengalami nyeri punggung, karena pada umumnya belum banyak pengalaman tentang perubahan fisiologis yang dapat terjadi pada saat kehamilan sehingga belum memahami alternatif yang dapat digunakan untuk mencegah atau mengurangi rasa nyeri. Kemudian untuk paritas juga ada hubungannya dengan kejadian nyeri punggung pada ibu hamil karena, semakin tinggi paritas resiko kejadian nyeri punggung akan meningkat. Kejadiannya akan memburuk otot-otot ibu hamil menjadi lemah sehingga akan gagal menompang rahim yang membesar. Tanpa adanya penyangga, uterus akan mengendur dan kondisi ini yang akan menjadi lengkung punggung akan terus memanjang hal ini akan menjadi risiko nyeri punggung pada ibu hamil . Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Peneliti menyimpulkan hasil dari data penelitian, ibu hamil dengan paritas multigravida memang lebih rentan mengalami nyeri punggung, terutama karena kurangnya pengalaman menghadapi perubahan fisik selama kehamilan Banyak dari mereka belum memahami cara mengelola ketidaknyamanan tubuh, termasuk posisi tubuh yang benar, teknik pencegahan nyeri punggung. Tabel 1. 5 Hasil Pre-Test Efektivitas Kompres Hangat Pada Ibu Hamil Trimester i Dengan Nyeri Punggung Di Wilayah Kerja Puskesmas Sepanjang Glenmore Banyuwangi. Kategori Frekuensi Persentase Nyeri Punggung Tidak Nyeri 53,8% Nyeri Ringan . Nyeri 35,9% Sedang . Nyeri 10,3% Berat . Sangat Nyeri . Total Sumber: Data Penelitian, 2025 Berdasarkan tabel 1. 5 karakteristik pre-test nyeri di wilayah kerja Puskesmas Sepanjang menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang mengalami nyeri punggung ringan 21 responden dengan presentase . ,87%). Dan sebagian kecil responden yaitu 4 yang mengalami nyeri punggung dalam kategori berat dengan presentase . ,3%). Hasil pre-test yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil mengalami nyeri sedang hingga berat sebelum dilakukan intervensi kompres Tingkat nyeri ini diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dengan rentang skor 1-3. Temuan ini menunjukkan bahwa keluhan nyeri punggung cukup signifikan memengaruhi kenyamanan dan aktivitas ibu hamil trimester ketiga. Nyeri punggung pada masa kehamilan dipicu oleh peningkatan relaksasi ligamen akibat perubahan hormon relaktin, penambahan berat badan, serta peningkatan tekanan pada vertebra lumbalis. Selain itu, postur berdiri dan Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 2. Desember 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 duduk yang tidak ergonomis juga memperberat rasa nyeri. Temuan ini sejalan dengan studi . yang menyebutkan bahwa ibu hamil yang tidak melakukan postur tubuh yang baik selama kehamilan memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami keluhan nyeri muskuloskeletal. Berdasarkan penelitian . yang menyatakan bahwa usia kehamilan merupakan faktor risiko yang menyebabkan nyeri punggung, yaitu semakin tinggi usia kehamilan semakin besar risiko terjadinya nyeri punggung bawah. Penelitian lain telah menunjukkan bahwa prevalensi nyeri punggung bawah selama kehamilan meningkat seiring dengan usia Nyeri punggung yang segera tidak diatasi, bisa mengakibatkan nyeri punggung jangka panjang, meningkatkan kecenderungan nyeri punggung pasca partum dan nyeri punggung kronis yang akan lebih sulit untuk diobati ataudisembuhkan, yaitu ketika nyeri sampai menyebar kedaerah pelvis yang menyebabkan kesulitan berjalan sehingga memerlukan kruk ataupun alat bantu jalan lainnya. Nyeri punggung bawah dapat menimbulkan dampak negatif pada kualitas hidup ibu hamil karena terganggunya aktifitas fisik sehari-hari misalnya akan kesulitan menjalankan aktivitas seperti berdiri setelah duduk, berpindah dari tempat tidur, duduk terlalu lama, berdiri terlalu lama, membuka baju dan melepaskan baju, maupun mengangkat dan memindahkan benda-benda sekitar (Luthfiah, 2016:. Tabel 1. Hasil Post-Test Efektivitas Kompres Hangat Pada Ibu Hamil Trimester i Dengan Nyeri Punggung Di Wilayah Kerja Puskesmas Sepanjang Glenmore Banyuwangi. Kategori Nyeri Punggung 0 Tidak Nyeri Nyeri Ringan . Nyeri Sedang . Nyeri Berat . Sangat Nyeri . Frekuensi Persentase 82,1% 17,9% Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Total Berdasarkan tabel 1. 6 karakteristik post-test nyeri di wilayah kerja Puskesmas Sepanjang menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang telah diberikan kompres hangat sudah tidak nyeri yaitu ada 32 responden dengan presentase . ,1%). Dan sebagian kecil responden yaitu 7 yang mengalami nyeri punggung dalam kategori ringan dengan . ,9%). Setelah dilakukan intervensi kompres hangat, hasil posttest menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri punggung pada hampir seluruh responden. Sebagian besar mengalami perubahan dari nyeri sedang/berat menjadi nyeri ringan bahkan tidak nyeri sama sekali. Penurunan ini mencerminkan adanya efektivitas dari metode kompres hangat dalam meredakan ketegangan otot dan memperbaiki sirkulasi darah di area punggung bawah. Mekanisme fisiologis dari kompres hangat dijelaskan oleh . , yaitu adanya proses vasodilatasi dan peningkatan aliran darah ke jaringan otot, yang kemudian meredakan spasme otot dan mengurangi sensasi nyeri. Efek relaksasi ini juga memberikan kenyamanan psikologis bagi ibu hamil, sehingga berkontribusi pada perbaikan persepsi nyeri secara Penelitian ini menyatakan ada penurunan ratarata nyeri punggung sesudah dilakukan kompres hangat yaitu sebesar 1,344. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh . yang menyatakan bahwa nyeri punggung ibu hamil sebelum dan sesudah dilakukan kompres hangat pada 15 responden menunjukkan penurunan nyeri sebanyak 2,3. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,000 yang berarti ada pengaruh kompres hangat terhadap penurunan nyeri punggung ibu hamil trimester i di Puskesmas Kota Kediri. Trimester i perubahan postur ibu hamil akan tampak signifikan seiring dengan besarnya janin yang juga mengakibatkan perubahan lengkung lordosis pada lumbal. Distensi abdomen yang cenderung tilting ke depan. Sementara penurunan tonus otot abdominal membutuhkan penyesuaian ulang. Terjadinya pergeseran Center Gravity(COG) mengakibatkan kurva lumbosacral semakin Hal ini mempengaruhi servical untuk mempertahankan keseimbangan. Hal ini sering meyebabkan nyeri punggung Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 2. Desember 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 PEMBAHASAN Analisis Bivariat Oleh karena syarat uji paired sample t-test yaitu data harus berdistribusi normal, maka pada analisis biavariat ini, peneliti menggunakan uji Wilcoxon, dikarenakan data berdistribusi tidak normal. Tests of Normality Kolmogor ovSmirnova Shapiro-Wilk Stat Sig. ,842 ,000 Sig. ,000 ,000 ,486 ,000 Lilliefors Significance Correction nyeri Negative 39 20,00 780,00 setela Ranks Positive ,00 ,00 terapi Ranks Ties nyeri Total Sumber: Data Penelitian, 2025 Hasil Uji Wilcoxon tabel 2. Negative Ranks atau selisih . antara hasil Nyeri Punggung untuk Pre Test dan Post Test adalah 39 pada nilai N, 20,00 pada nilai Mean Rank , 780,00 pada nilai Sum of Ranks. Nilai 39 menunjukkan adanya penurunan rasa nyeri dari nilai Pre-Test ke nilai Post-Test dengan jumlah 39 orang. Ties adalah kesamaan nilai Pre-test dan Posttest, disini nilai Ties adalah 0, sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada responden yang mengalami persamaan nilai Pre-Test dan PostTest. Tabel 2. 3 Distribusi Hasil Uji Wilcoxon Efektivitas Terapi Kompres Hangat Pada Ibu Hamil Trimester i Dengn Nyeri Punggung Di Wilayah Kerja Puskesmas Sepanjang Glenmore Banyuwangi pada bulan Juni-Juli 2025. Test Statisticsa Tabel 2. 1 Tidak Distribusi Hasil Uji Shapiro-Wilk Efektivitas Terapi Kompres Hangat Pada Ibu Hamil Trimester i Dengn Nyeri Punggung Di Wilayah Kerja Puskesmas Sepanjang Glenmore Banyuwangi pada bulan Juni-Juli 2025. Hasil uji Shapiro-Wilk tabel 2. 1 Data nyeri sebelum maupun sesudah terapi tidak berdistribusi normal karena nilai signifikan uji Shapiro-Wilk keduanya > 0,05 2 Hasil Uji Wilcoxon Efektivitas Terapi Kompres Hangat Pada Ibu Hamil Trimester i Dengan Nyeri Punggung Di Wilayah Kerja Puskesmas Sepanjang Glenmore Banyuwangi. Tabel 2. 2 Distribusi Hasil Uji Wilcoxon Efektivitas Terapi Kompres Hangat Pada Ibu Hamil Trimester i Dengan Nyeri Punggung Di Wilayah Kerja Puskesmas Sepanjang Glenmore Banyuwangi pada bulan Juni-Juli 2025. Ranks Mean N Rank Sum of Ranks Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Asymp. Sig. nyeri setelah terapi nyeri sebelum terapi -5,496b ,000 Sumber: Data Penelitian, 2025 Hasil Test Statixtic Uji Wilcoxon pada tabel 2. berdasarkan output test statistics, diketahui Asymp. Sig . -taile. bernilai ,000. Karena nilai tersebut <0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima atau berarti terdapat efektivitas terapi Kompres Hangat pada ibu hamil trimester i dengan Nyeri Punggung di wilayah kerja Puskesmas Sepanjang Glenmore Banyuwangi. Analisis menunjukkan bahwa pemberian kompres hangat berpengaruh signifikan terhadap penurunan nyeri punggung ibu hamil trimester i. Hal ini dibuktikan dengan p-value < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah Hasil memperkuat hipotesis alternatif bahwa kompres Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 2. Desember 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 hangat efektif digunakan sebagai terapi non farmakologis dalam mengatasi nyeri pada ibu Temuan ini sesuai dengan penelitian . yang juga menemukan bahwa nilai mean nyeri turun dari 4,5 menjadi 2,2 setelah kompres hangat Hasil serupa juga ditemukan oleh . yang menyatakan bahwa kompres hangat mempercepat pemulihan ketegangan jaringan Oleh karena itu, metode ini sangat komplementer di pelayanan kesehatan dasar. Kompres hangat merupakan salah satu strategi non fermakologi untuk mengatasi nyeri Penggunaan kompres hangat sangat punggung karena mudah dilakukan dan tidak Kompres hangat dapat memberikan rasa hangat untuk memenuhi kebutuhan rasa nyaman, mengurangi atau mencegah spasme otot dan memberikan rasa hangat pada daerah tertentu. Perbedaan antara sebelum dan sesudah pemberian kompres hangat ini terjadi karena kompres hangat mempunyai dampak fisiologis yaitu dapat melunakkan jaringan fibrosa, membuat otot menghilangkan rasa nyeri, dan memperlancar aliran darah. SIMPULAN Kesimpulan Pemberian kompres hangat efektif digunakan sebagai salah satu metode non-farmakologis untuk mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil trimester i, karena aman, mudah dilakukan, dan tidak menimbulkan efek samping bagi ibu maupun janin. Saran . Bagi Responden Diharapkan dapat melakukan kompres hangat secara mandiri di rumah sebagai alternatif penanganan nyeri yang aman, serta menjaga postur tubuh saat beraktivitas agar nyeri tidak bertambah parah. Bagi Institusi Stikes Rustida Banyuwangi Manfaat bagi diharapkan dapat di jadikan sebagai refrensi dan pengetahuan serta berhubungan dengan kompres hangat terhadap nyeri punggung ibu hamil trimester i. Bagi Peneliti Selanjutnya Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Diharapkan dapat dilakukan penelitian dengan jumlah sampel lebih besar dan periode intervensi yang lebih panjang, serta mengontrol variabel lain seperti aktivitas fisik, postur tubuh, dan faktor psikologis untuk memperoleh hasil yang lebih akurat. DAFTAR PUSTAKA