Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index PELATIHAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN MASJID MENGGUNAKAN PROGRAM EXCEL PADA PENGURUS MASJID SE KELURAHAN AMPENAN SELATAN KECAMATAN AMPENAN KOTA MATARAM Burhanudin*. Zainal Abidin. Muttaqillah. Muhdin. Iwan Kusuma Negara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram Jalan. Majapahit No. 62 Mataram-NTB. Indonesia Korespondensi: burhanudin. surya@unram. Artikel history : Received Revised Published : 01 Februari 2024 : 25 Maret 2024 : 30 April 2024 DOI : https://doi. org/10. 29303/pepadu. ABSTRAK Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman kepada peserta pelatihan (Pengurus Masjid. Kelompok Pengajian dan Remaja Masji. agar manpu menyusun laporan keuangan Masjid menggunaan aplikasi Materi pelatihan yang diberikan meliputi Karakteristik dan Akuntabilitas Entitas Berorientasi Nonlaba. Pengenalan akuntansi dasar serta Studi kasus pencatatan dan penyusunan laporan keuangan masjid menggunakan program Excel. Pada hari Sabtu tanggal 22 Juli 2023. Aula Kantor Kelurahan Ampenan Selatan menjadi tempat kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta memiliki pemahaman yang baik tentang Karakteristik dan Akuntabilitas Entitas Berorientasi Nonlaba. Pengenalan akuntansi dasar, dilanjutkan proses penyusunan laporan keuangan masjid menggunakan program Excel serta solusi atas permasalahan yang dihadapi. Melalui kegiatan pengabdian ini peserta mampu melakukan proses pencatatan dan penyusunan laporan keuangan masjid menggunakan program Excel. Kata kunci: Akuntabilitas, pencatatan, laporan keuangan dan Excel. PENDAHULUAN Analisis Situasi Masjid berfungsi sebagai tempat ibadah bagi umat Islam dan juga mewakili kemajuan peradaban dilingkungan masyarakat Keberlimpahan dan kemakmuran masjid mencerminkan kemajuan peradaban Islam di suatu tempat. Pada masa Rasulullah saw dan para sahabatnya. Masjid bukan hanya tempat ibadah. majid juga menjadi pusat kegiatan sosial, ekonomi, dan Oleh karena itu, masjid harus dapat digunakan untuk berbagai tujuan selain salat. Masjid memiliki orientasi sosial daripada keuntungan finansial sebagai organisasi nirlaba, dan mereka harus dikelola sesuai dengan prinsip pengelolaan lembaga nirlaba. Pengelolaan keuangan kas masjid berkaitan dengan cara pengumpulan dan alokasi dana secara terencana, terukur, dan terkontrol untuk kepentingan umat Islam. Meskipun tidak mencari laba, masjid tetap terlibat dalam aktivitas keuangan yang terkait dengan anggaran dan biaya lainnya. Laporan keuangan masjid harus disusun dengan jelas untuk melaporkan sumbangan yang diterima kepada pihak yang memberikannya. Tujuan utama laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi relevan kepada pengguna laporan mengenai posisi keuangan, kinerja, dan arus kas suatu entitas. Informasi ini membantu dalam membuat Jurnal Pepadu https://journal. id/index. php/pepadu/index e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 keputusan ekonomi yang terinformasi dan juga berfungsi untuk menunjukkan tanggung jawab manajemen terhadap alokasi sumber daya. Berdasarkan survei terhadap sebagian besar masjid di Kota Mataram, pengurus masjid umumnya hanya mencatat transaksi menggunakan buku kas dan tidak mencatat aset selain uang tunai, menyebabkan sulitnya mengetahui posisi keuangan sebenarnya. Selain itu, pencatatan masih dilakukan secara manual, yang memakan waktu, berisiko terhadap kesalahan, dan seringkali tidak teratur. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga digunakan untuk pendidikan agama, perayaan, ceramah, dan berbagai kegiatan lainnya, yang memerlukan dana yang besar. Dana masjid umumnya berasal dari sumbangan donatur dan jemaah, dan pengelolaannya memerlukan transparansi dan akuntabilitas agar donatur dan jemaah merasa puas dengan penggunaan dana mereka. Kelurahan Ampenan Selatan memiliki 4 lingkungan, masing-masing lingkungan memiliki satu masjid besar yaitu : Masjid An Nur Madani (Karang Buyu. Al Mujahiddin (Tangs. Al Amin (Karang Pana. dan Al Istiqomah (Gate. Setiap masjid dikelola oleh Pengurus Masjid, dan setiap Pengurus Masjid memiliki personal inti yaitu. Ketua. Wakil Ketua. Sekretaris. Bendahara serta Koordinator Bidang (Bidang Pembangunan. Bidang Dakwah. Bidang Pendidikan. Sosial dan Budaya serta Bidang Ekonom. Di samping Pengurus Masjid ada pula organisasi penunjang yang terkait dengan masjid yaitu Remaja Masjid. Ketiga organisasi yang terkait dengan masjid ini memiliki fungsi dan peran yang berbeda. Pengurus Masjid berperan untuk mengelola semua sumber daya masjid dalam rangka untuk Sedangkan Remaja Masjid tugas utamanya memakmurkan masjid dengan berbagai kegiatan kegamaan dan sosial yang melibatkan generasi muda disekitar masjid lingkungan mereka. Adapun Kelompok Pengajian Ibu- ibu tugas utamanya adalah berkaitan dengan berbagai kegiatan kegamaan dan sosial yang melibatkan Ibu-ibu disekitar masjid lingkungan mereka. Ketiga organisasi yang terkait dengan masjid ini sama-sama melakukan pengelolaan dana, yakni menghimpun dana, penggunaan dana serta pertanggungjawaban atas penggunaan Namun dalam praktek pengelolaan dana tersebut, belum dilakukan secara baik dan benar yakni berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Transparansi merupakan sistem keterbukaan yang berfungsi sebagai kontrol terhadap pengelolaan keuangan masjid, melibatkan pihak internal dan eksternal Pengurus Masjid. Prinsip transparansi dalam good governance adalah menyajikan laporan keuangan kepada seluruh warga dengan terbuka, melibatkan semua pihak yang terkait. Sementara menurut NCG (National Committee on Governanc. seperti yang disebutkan oleh Yuliafitri & Khoiriyah . , akuntabilitas adalah prinsip di mana pengelola memiliki kewajiban untuk mengelola sistem akuntansi yang efektif, menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya. Akuntabilitas mengacu pada tanggung jawab pengurus sebagai penerima amanah dari masyarakat atas pengelolaan sumber daya Pengelolaan dana masjid, terutama dalam penggunaannya, sering kali tidak efektif. Ini terlihat dari fakta bahwa sebagian besar dana diarahkan untuk pembangunan fisik dan pemeliharaan, sementara kegiatan non-fisik jarang dianggarkan. Bahkan, pemahaman tentang pengelolaan keuangan masjid berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas di Kelurahan Ampenan Selatan masih rendah. Catatan keuangan terbatas pada pencatatan kas masuk dan keluar, dengan informasi saldo kas hanya diumumkan setiap hari Jumat. Meskipun sebagian catatan kas dipajang di papan pengumuman, seringkali data tersebut tidak terbaru. Untuk mengatasi masalah ini, perlu dilakukan upaya bersama untuk menawarkan pelatihan dan dukungan dalam penggunaan perangkat lunak Excel untuk penyusunan laporan keuangan masjid. Tujuan utama dari program pendampingan ini adalah untuk membekali Jurnal Pepadu https://journal. id/index. php/pepadu/index e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 pengurus masjid dengan keterampilan yang diperlukan untuk menghasilkan laporan keuangan berbasis komputer. Hal ini akan memungkinkan mereka menghasilkan laporan keuangan berkualitas tinggi dan transparan bagi para pemangku kepentingannya. Selain itu, langkah ini berupaya untuk meningkatkan kepercayaan para kontributor dan jemaah masjid dengan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam laporan keuangan. Permasalahan Mitra Dari tinjauan situasi yang telah dijabarkan, permasalahan dapat dijelaskan sebagai berikut: "Bagaimana cara yang dapat diambil untuk memberikan pelatihan kepada Pengurus Masjid. Remaja Masjid, dan Kelompok Pengajian Ibu-ibu di Kelurahan Ampenan Selatan. Kecamatan Ampenan. Kota Mataram, agar mereka dapat melakukan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan masjid menggunakan program Excel?" Manfaat Dengan adanya kegiatan pengabdian ini diharapkan anggota bagi Pengurus Masjid. Remaja Masjid dan Kelompok Pengajian Ibu-ibu sekelurahan Ampenan Selatan Kecamatan Ampenan Kota Mataram dapat melakukan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan masjid menggunakan program Excel. SOLUSI DAN TARGET LUARAN Untuk memberikan pelatihan kepada anggota Pengurus Masjid. Remaja Masjid, dan Kelompok Pengajian Ibu-ibu di Kelurahan Ampenan Selatan. Kecamatan Ampenan. Kota Mataram, dalam penyusunan laporan keuangan masjid menggunakan program Excel, kegiatan pengabdian dilakukan dalam bentuk pelatihan dengan materi sebagai berikut:: Karakteristik dan Akuntabilitas Entitas Berorientasi Nonlaba Pengenalan akuntansi dasar Studi kasus pencatatan dan penyusunan laporan keuangan masjid menggunakan program Excel Target Luaran Dengan adanya kegiatan pengabdian ini diharapkan para Pengurus/Takmir Masjid. Remaja Masjid dan Kelompok Pengajian Ibu-Ibu sekelurahan Ampenan Selatan Kecamatan Ampenan Kota Mataram ini diharapkan mampu: Memahami Karakteristik dan Akuntabilitas Entitas Berorientasi Nonlaba, . Memahami Pengenalan akuntansi dasar. Melaksanakan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan masjid menggunakan program Excel. METODE KEGIATAN Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index Realisasi Pemecahan Masalah Untuk mendukung penyelesaian masalah yang dihadapi oleh anggota Pengurus/Takmir Masjid. Remaja Masjid, dan Kelompok Pengajian Ibu-ibu di Kelurahan Ampenan Selatan. Kecamatan Ampenan. Kota Mataram, dilakukan pelatihan tentang pencatatan dan penyusunan laporan keuangan masjid menggunakan program Excel dengan materi yang mencakup: Karakteristik dan Akuntabilitas Entitas Berorientasi Nonlaba Pengenalan akuntansi dasar Studi kasus Pencatatan dan penyusunan laporan keuangan masjid menggunakan program Excel Kegiatan selanjutnya adalah pendampingan kepada anggota Pengurus Masjid dan Remaja Masjid dan Kelompok Pengajian Ibu-ibu se kelurahan Ampenan Selatan Kecamatan Ampenan Kota Mataram, agar mampu mempraktekkan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan masjid menggunakan program Excel. Khalayak Sasaran Sebagai target peserta dalam pelatihan ini, adalah anggota Pengurus Masjid. Remaja Masjid, dan Kelompok Pengajian Ibu-ibu di Kelurahan Ampenan Selatan Kecamatan Ampenan Kota Mataram. Jumlah peserta yang akan dibina sebanyak 20 orang, masing-masing lingkungan 5 orang terdiri dari : Oe Pengurus masjid : 2 orang Oe Kelompok Pengajian Ibu-ibu : 1 orang Oe Remaja Masjid : 2 orang Gambar 1. Kegiatan Sosialisasi Metode Pelaksanaan Pengabdian Dalam rangka pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, terbagi menjadi tahapan Persiapan. Tahap ini melibatkan survei awal di lokasi untuk memahami permasalahan yang dihadapi oleh mitra, serta koordinasi dengan Ketua Pengurus Masjid di Kelurahan Ampenan Selatan untuk mengidentifikasi masalah dan merencanakan Pelaksanaan. Tim dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram akan melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Materi disebarluaskan dengan Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index metodologi pelatihan yang menggunakan pendekatan ceramah dalam penyampaian isi dan strategi diskusi untuk mengkaji tantangan yang dihadapi oleh anggota Pengurus Masjid. Remaja Masjid, dan Kelompok Kajian Wanita di Kecamatan Ampenan Selatan. Hal ini berkaitan dengan implementasi praktis pendokumentasian dan pengorganisasian pencatatan keuangan masjid menggunakan perangkat lunak Excel, serta menawarkan solusi untuk setiap masalah yang mungkin timbul. Tujuan dari strategi ini adalah untuk memperoleh umpan balik mengenai pengetahuan yang diperoleh peserta. Selain itu, pendekatan pendampingan digunakan untuk memberikan bantuan eksplisit di masjid dalam proses pencatatan dan pembuatan laporan keuangan masjid menggunakan perangkat lunak Excel. Evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan mengukur keberhasilan kegiatan berdasarkan kehadiran dan tingkat partisipasi peserta dalam pelatihan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan masjid menggunakan program Excel. Berdasarkan uraian tersebut, maka kegiatan pelatihan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan masjid menggunakan program Excel. dapat diringkas sebagai berikut Tabel 1. Ringkasan Kegiatan Pelatihan Pencatatan dan Penyusunan Laporan Keuangan Masjid Menggunakan Program Excel. Situasi sekarang Perlakuan Situasi yang diharapkan 1 Peserta belum faham Pemberian materi Peserta faham tentang tentang Karakteristik tentang Karakteristik Karakteristik Organisasi dan Akuntabilitas Organisasi Nonlaba Nonlaba sesuai ISAK 35 Entitas Berorientasi seperti sumberdayanya Nonlaba didapatkan dari penyumbang yang tidak menantikan pembayarannya kembali, tujuan menciptakan barang / jasa bukan menciptakan laba serta tidak adanya kepemilikan dalam organisasi nonlaba Pemberian materi Peserta faham tentang metode tentang Metode pencatatan keuangan Pencatatan Keuangan menggunakan basis kas dan Organisasi Nonlaba basis akrual 2 Peserta belum faham Pemberian materi Peserta faham tentang konsep tentang Konsep tentang konsep dasar dasar akuntansi masjid Akuntansi Dasar Akuntansi Masjid Pemberian materi Peserta faham tentang siklus tentang proses akuntansi dan cara penyusunan penyusunan laporan laporan keuangan masjid keuangan masjid Pemberian materi Peserta faham tentang cara tentang cara membuat membuat bukti transaksi, cara bukti transaksi, aturan mencatat transaksi sesuai debit-kredit serta bagan aturan debit-kredit serta faham Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index akuntansi standar untuk Peserta belum faham Pemberian materi tentang contoh tentang contoh Praktek Praktek Pencatatan Pencatatan dan dan Penyusunan Penyusunan Laporan Laporan Keuangan Keuangan Masjid Masjid menggunakan menggunakan program program Excel Excel bagan akuntansi standar untuk Peserta faham tentang praktek pencatatan transaksi keuangan masjid menggunakan program Excel. Contoh yang dijadikan sebagai kasus adalah transaksi keuangan yang terjadi pada Masjid An Nur Madani selama Bulan Desember Tahun 2021 HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dikhususkan kepada Pengurus Masjid dan Remaja Masjid dan Kelompok Pengajian Ibu-ibu sekelurahan Ampenan Selatan Kecamatan Ampenan Kota Mataram pada hari Sabtu tanggal 22 Juli 2023 lokasi di Aula Kantor Kelurahan Ampenan Selatan, dengan durasi sekitar 4 jam, mulai dari pukul 08. 00 hingga 12. Para peserta diberikan pengetahuan tentang: Karakteristik dan Akuntabilitas Entitas Berorientasi Nonlaba: Pengertian Organisasi Nonlaba: Organisasi nonlaba adalah bentuk organisasi sosial yang dibentuk oleh individu atau kelompok orang yang dengan sukarela memberikan layanan kepada masyarakat umum tanpa maksud untuk mendapatkan keuntungan atau profit dari aktivitasnya Karakteristik Organisasi Nonlaba sesuai ISAK 35: i Entitas organisasi nonlaba yang sumber dayanya didapatkan dari penyumbang yang tidak mengharapkan pembayarannya Kembali. ii Tujuan untuk menciptakan barang/jasa bukan untuk menumpuk serta menciptakan laba. i Tidak adanya kepemilikan dalam organisasik nonlaba artinya kepemilikannya tidak bisa dialihkan/dijual/bahkan ditebus. Metode Pencatatan Keuangan Organisasi Nonlaba: i Cash Basis . asis ka. Melakukan pencatatan berdasarkan aliran kas dari pendapatan dan biaya pada suatu periode. Pendapatan dicatat jika kas sudah diterima, sedangkan biaya dicatat jika kas sudah dikeluarkan. Selisih antara pendapatan dan biaya inilah akan mengakibatkan surplus atau defisit. ii Accrual Basis . asis akrua. Melakukan pencatatan berdasarkan terjadinya pendapatan dan biaya pada suatu periode yang maksudnya yaitu seluruh penghasilan yang telah menjadi hak organisasi . erlepas belum atau telah diwujudkannya dalam bentuk penerimaa. Konsep Akuntansi Dasar: Definisi akuntansi meliputi serangkaian proses, termasuk pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan, dan analisis data keuangan dari suatu organisasi. Permasalahan dalam manajemen keuangan mencakup kelemahan dalam pengelolaan keuangan di masjid serta kelemahan dalam praktik akuntansi syariah. Dalam perspektif syariah, entitas dianggap sebagai pusat perhatian dan pemiliknya dianggap terpisah darinya. Masjid adalah salah satu entitas tanpa akuntabilitas publik (ETAP) yang harus membuat laporan keuangan untuk memenuhi tuntutan akuntabilitas kepada masyarakat Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index Proses akuntansi keuangan masjid dan silus akuntansi: siklus akuntansi dimulai dengan pembuatan bukti transaksi, pencatatan traksaksi dalam buku jurnal, posting ayat-ayat jurnak ke buku besar, penyusunan neraca saldo, pembuatan jurnal penyesuaian, pembuatan neraca lajur . ertas kerj. , penyusunan laporan keuangan, pembuatan jurnal penutup dan sampai pembuatan neraca saldo setelah tutup buku. Pembuatan bukti transaksi: Bukti transaksi jika dilihat dari asalnya dibedakan: i Bukti transaksi internal yaitu bukti pencatatan kejadian di dalam mesjid . ii Bukti transaksi eksternal yaitu bukti pencatatan transaksi yang terjadi dengan pihak luar masjid . aktur, kwitansi, nota debit, nota kredit, cek, bilyet giro, rekening koran Aturan Debit-Kredit: Prosedur pembukuan, yang disebut sebagai sistem akuntansi pencatatan berpasangan, berdampak pada dua aspek: debit dan kredit. Prosedur pembukuan, yang disebut sebagai sistem akuntansi pencatatan berpasangan, berdampak pada dua aspek: debit dan kredit. Aktiva dan beban bertambah bila didebit dan turun bila dikredit. Kewajiban, kekayaan bersih, dan pendapatan bertambah jika dikredit dan berkurang jika didebit. Contoh Praktek Pencatatan dan Penyusunan Laporan Keuangan Masjid menggunakan program Excel: kasus yang digunakan sebagai bahan praktek adalah transaksi keuangan yang terjadi pada Masjid An Nur Madani selama Bulan Desember Tahun 2021. Praktek akuntansi dimulai dengan membuat file excel, selanjutnya melakukan pencatatan setiap transaksi penerimaan kas, pencatatan setiap transaksi pengeluaran kas, serta pencatatan setiap transaksi sumbangan barang/jasa menggunakan worksheet masing-masing, selanjutnya membuat laporan keuangan bulanan masjid. Respons terhadap cara penyampaian dan materi pelatihan sangat positif dari peserta, yang tercermin dari tingginya antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan dari awal hingga Kegiatan tanya jawab antara peserta dan penyuluh juga berjalan dengan sangat akti. Terutama pada saat penjelasan. tentang contoh praktek pencatatan dan penyusunan Laporan Keuangan Masjid menggunakan program Excel. Sebagai tindak lanjut peserta meminta kepada Tim Pengabdian untuk membuat WA Group. Melalui WAG ini peserta dapat melakukan diskusi dan konsultasi secara langsung kepada Tim Pengabdian terkait permasalahan yang dihadapai dalam menyusun laporan keuangan masjid. Faktor-faktor Pendorong dan Penghambat Pelaksanaan Kegiatan Faktor-faktor pendorong dan penghambat pelaksanaan pelatihan: Faktor Pendorong - Terjalinnya kerjasama yang baik antara tim pengabdian dan peserta pelatihan (Pengurus Masjid. Remaja Masjid, dan Kelompok Ibu-Ibu Pengajia. di Kelurahan Ampenan Selatan. Kecamatan Ampenan. Kota Mataram, selama pelaksanaan - Dukungan yang diberikan oleh Lurah Ampenan Selatan. Kepala Lingkungan, dan Ketua Takmir/Pengurus Masjid di Kelurahan Ampenan Selatan, baik selama persiapan maupun pelaksanaan pelatihan. - Tingkat kehadiran yang tinggi dari seluruh peserta yang diundang . selama Semua peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, aktif dalam Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index mendengarkan materi, bertanya, dan memberikan umpan balik, terutama peserta yang sudah terlibat dalam usaha. Faktor Penghambat - Selama pelaksanaan kegiatan, tim pengabdian tidak menemui hambatan signifikan, baik dari segi administrasi maupun teknis. - Hambatan yang terjadi lebih berkaitan dengan latar belakang dan tingkat pendidikan peserta yang beragam, sementara materi pelatihan bersifat teknis. Namun, upaya dilakukan untuk menyajikan materi secara sederhana dan mudah dipahami oleh semua peserta. Evaluasi Kegiatan . Hasil evaluasi berdasarkan kehadiran menunjukkan bahwa seluruh peserta yang diundang, yakni 20 orang, hadir. Sebagian besar peserta aktif dalam pelatihan, bahkan setelah selesai, masih ada yang bertanya tentang penyusunan laporan keuangan masjid menggunakan Excel, baik secara daring maupun tatap muka. Sebagian besar peserta memahami materi pelatihan karena penyajian materi yang sederhana dan praktis, memungkinkan mereka untuk langsung mengaplikasikannya. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Melalui program pengabdian yang mengenai penyusunan laporan keuangan masjid yang transparan dan akuntabel bagi Pengurus Masjid. Remaja Masjid, dan Kelompok Ibu-Ibu Pengajian di Kelurahan Ampenan Selatan, peserta berhasil memperoleh pemahaman yang lebih baik: Karakteristik dan Akuntabilitas Entitas Berorientasi Nonlaba sesuai ISAK 35 seperti sumberdayanya didapatkan dari penyumbang yang tidak menantikan pembayarannya kembali, tujuan menciptakan barang / jasa bukan menciptakan laba serta tidak adanya kepemilikan dalam organisasi nonlaba. Metode pencatatan keuangan menggunakan basis kas dan basis akrual Konsep Akuntansi Dasar, proses penyusunan laporan keuangan masjid, cara membuat bukti transaksi, aturan debit-kredit serta bagan akuntansi standar untuk masjid. Praktek pencatatan transaksi keuangan masjid menggunakan program Excel. Contoh yang dijadikan sebagai kasus adalah transaksi keuangan yang terjadi pada Masjid An Nur Madani selama Bulan Desember Tahun 2021. Saran Mengingat kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi Pengurus Masjid. Remaja Masjid dan Kelompok Ibu-Ibu Pengajian se Kelurahan Ampenan Selatan, maka perlu ada upaya lanjutan dalam bentuk pendampingan dalam menerapkan akuntansi masjid menggunakan program excel. UCAPAN TERIMA KASIH Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index Penulis ingin menyampaikan penghargaan kepada Rektor Universitas Mataram atas dukungan keuangan yang diberikan untuk program pengabdian ini. DAFTAR PUSTAKA